DPRD Jambi Matangkan 5 Ranperda 2026 Lewat Studi Banding ke DKI Jakarta

JAKARTA, SEPUCUKJAMBi.ID – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi JAMBI, melakukan langkah strategis dengan melaksanakan studi banding ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta guna memperdalam substansi lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif Tahun 2026.

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Haviz, didampingi Wakil Ketua DPRD Faizal Riza, Ketua Bapemperda Abun Yani, serta anggota Bapemperda Pinto Jayanegara, Apt. Rucita Arfanisa, dan Hj. Yuli Yuliarti, Rabu 25 Februari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran Disparekraf DKI Jakarta memaparkan praktik terbaik dalam penyusunan grand design pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif, termasuk penguatan ekosistem pembiayaan, pengembangan creative hub, hingga integrasi kebijakan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam satu struktur dinas.

Bapemperda DPRD Jambi menilai model integratif tersebut relevan untuk menjadi referensi dalam menyusun regulasi yang adaptif dan implementatif di Provinsi Jambi.

Selain itu, rombongan juga menggali strategi keberlanjutan program lintas periode kepemimpinan agar kebijakan yang dirancang tidak berhenti pada tataran normatif, melainkan berkelanjutan dan operasional.

Dari hasil pendalaman, DPRD Jambi mencatat sejumlah poin penting yang akan menjadi dasar penyempurnaan Ranperda, di antaranya:

  • Penyusunan roadmap ekonomi kreatif yang terukur dan berbasis data

  • Integrasi lintas perangkat daerah

  • Penguatan regulasi agar dapat diimplementasikan secara teknis

  • Perlindungan kekayaan intelektual pelaku ekonomi kreatif

  • Penguatan sektor strategis daerah berbasis potensi lokal

Langkah ini dinilai penting agar lima Ranperda inisiatif DPRD Tahun 2026 benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

DPRD Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan regulasi yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan riil daerah, tetapi juga memiliki arah kebijakan yang jelas dan terukur.

Melalui studi banding ini, DPRD berharap penyusunan Ranperda dapat menghasilkan payung hukum yang mendorong daya saing pariwisata dan ekonomi kreatif Jambi, sekaligus memperkuat kontribusi sektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(*)




Bahagia Berbudaya, Strategi Pemkot Jambi Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat pelestarian budaya dan sejarah daerah melalui program unggulan Wali Kota Jambi Bahagia Berbudaya.

Program ini menjadi komitmen Pemkot Jambi dalam menjaga aset budaya sekaligus mendorong budaya lokal sebagai daya tarik pariwisata dan penggerak ekonomi kreatif.

Program Bahagia Berbudaya diarahkan untuk melindungi potensi budaya dan sejarah daerah, sekaligus membuka ruang bagi tumbuh dan berkembangnya budaya Nusantara hingga budaya dunia di Kota Jambi.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat identitas kota sekaligus meningkatkan kunjungan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariyani Yanti, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 berbagai kegiatan budaya telah dilaksanakan untuk mendukung program tersebut.

Kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga melibatkan komunitas budaya serta pelaku ekonomi kreatif.

“Sepanjang 2025, kami telah melaksanakan sejumlah kegiatan, bahkan ada yang non-budgetering dengan melibatkan komunitas. Ini menjadi stimulan agar komunitas budaya dan ekonomi kreatif ikut bergerak dan merasa memiliki,” ujar Mariyani.

Memasuki tahun 2026, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi menyiapkan agenda budaya yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Berbagai event budaya direncanakan digelar hampir setiap bulan dan dikolaborasikan dengan destinasi budaya di Kota Jambi.

“Ke depan, setiap bulan akan ada event. Agenda terdekat adalah kegiatan Haul, kemudian disusul berbagai event budaya lain yang dikemas dengan konsep kolaborasi destinasi budaya dan pariwisata,” jelasnya.

Menurut Mariyani, program Bahagia Berbudaya tidak hanya bertujuan melestarikan warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Budaya tidak hanya dipahami sebagai tradisi, melainkan sebagai potensi ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Ia mengakui, tantangan utama saat ini adalah masih rendahnya kesadaran dan antusiasme sebagian masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal.

Karena itu, pemerintah berperan sebagai pendorong dan fasilitator agar budaya semakin dikenal dan dicintai.

“Masih banyak masyarakat yang belum menyadari potensi budaya yang kita miliki. Tugas kami mendorong, memfasilitasi, dan membuka ruang agar budaya itu hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Melalui program Wali Kota Jambi Bahagia Berbudaya, Pemkot Jambi berharap budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga menjadi identitas kota serta magnet wisata yang berkelanjutan.

Sebelumnya, dalam rangka pengembangan adat dan budaya di Tanah Pilih Pusako Betuah, Pemkot Jambi juga akan mengoptimalkan kawasan tematik berbasis Melayu Kuno di Kampung Batik, Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk.

Hal tersebut ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Selasa (20/01/2026) di Ruang Rapat Wali Kota Jambi.

FGD dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, dan diikuti jajaran terkait di lingkungan Pemkot Jambi, Baznas Kota Jambi, ketua RT, serta tokoh masyarakat dan agama.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pengembangan Kampung Batik akan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal serta diintegrasikan dengan pengembangan kawasan Danau Teluk secara tradisional.

“Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi kunci. Jika masyarakat tidak dilibatkan dan tidak merasakan manfaat langsung, maka program ini tidak akan berjalan optimal,” tegasnya. (*)




Wali Kota Jambi Dorong Anjungan Budaya Jadi Destinasi Wisata dan Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, aktif mengikuti serangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69.

Agenda yang diikuti meliputi rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Jambi, launching Jambi Elok Nian, Parade Budaya Kabupaten/Kota, pembukaan Pameran Jambi Mantap Expo, peninjauan Anjungan Kabupaten/Kota, hingga Malam Keagungan Melayu 2026 dengan tema “Kalavibhaga: Sang Kala Jejak Melayu Jambi”.

Salah satu fokus Wali Kota Maulana adalah kunjungan ke Anjungan Budaya Kota Jambi, yang berada di Komplek Taman Mini Melayu Jambi (eks Arena MTQ Provinsi Jambi).

Anjungan ini berperan sebagai pusat edukasi dan rekreasi budaya, yang memperkenalkan kearifan lokal dan rumah adat Jambi, namun kini fungsinya mulai redup.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Maulana menginisiasi rencana menghidupkan kembali Anjungan Budaya Kota Jambi dengan memaksimalkan potensi wisata dan ruang publik.

“Bapak Gubernur menyampaikan bahwa aset ini, baik tanah maupun bangunan, akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah masing-masing. Oleh karena itu, kami akan membentuk tim untuk optimalisasi anjungan ini agar dapat difungsikan untuk berbagai kegiatan,” ujar Maulana usai menghadiri rangkaian kegiatan.

Wali Kota Jambi menekankan, anjungan ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan multi fungsi, mulai dari pelatihan adat dan budaya, pengembangan UMKM, hingga kafe dan pusat kuliner.

Lokasinya yang strategis, dikelilingi kawasan wisata keluarga dan sebagai salah satu pintu masuk Provinsi Jambi, menjadi nilai tambah yang besar.

“Tadi Ibu Jaksa Agung dan Ibu Gubernur sempat menikmati kuliner dari UMKM kita di sini dan merasa nyaman. Sayang jika sesuatu yang memiliki potensi ini tidak dimanfaatkan,” tambahnya.

Inisiasi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk kembali mengaktifkan seluruh Anjungan Kabupaten/Kota sebagai etalase promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif masing-masing daerah.

Harapannya, Anjungan Budaya Kota Jambi menjadi pusat kegiatan budaya sekaligus daya tarik wisata yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.(*)




Kolam Retensi Paal Lima Ditargetkan Atasi Banjir, Wawako Diza: Dampak Signifikan Mulai 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, meninjau progres pembangunan kolam retensi di kawasan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Senin (17/11).

Pembangunan yang menjadi salah satu proyek strategis daerah ini ditargetkan menjadi solusi besar dalam pengendalian banjir di Kota Jambi beberapa tahun ke depan.

Diza menegaskan bahwa pembangunan kolam retensi merupakan upaya penting pemerintah untuk mengurangi potensi banjir, khususnya pada kawasan yang kerap terdampak saat musim hujan.

Proyek tersebut juga melibatkan pembebasan lahan, terdiri dari 51 bidang milik warga dan 85 bidang milik Pemerintah Provinsi.

“Pembangunan ini berjalan lancar dan mendapat respons positif dari warga. Kolam retensi ini berdasarkan kajian dapat mengurangi risiko banjir hingga hampir 60 persen,” ujarnya.

Menurut Diza, proyek ini ditargetkan rampung pada tahun depan, dan dampak pengurangan banjir diperkirakan mulai terasa signifikan pada tahun 2027, seiring berfungsinya kolam retensi secara maksimal.

Selain sebagai pengendali banjir, kolam retensi Paal Lima juga akan difungsikan sebagai ruang publik dan pusat kegiatan ekonomi kreatif, termasuk festival UMKM dan kegiatan masyarakat lainnya.

Lebih lanjut, Diza mengimbau warga tetap waspada menghadapi musim hujan.

Meski beberapa titik masih mengalami genangan, intensitasnya disebut jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

“Pak Wali telah menginstruksikan normalisasi sungai sepanjang 43 kilometer,” kata dia.

“Hasilnya mulai terlihat, dan akan semakin efektif dengan keberadaan kolam retensi ini. Kami mengajak warga menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.(*)




Gandeng TikTok Shop, Disparbud Kota Jambi Segera Latih Emak-Emak Jadi Kreator! Cek Syarat dan Waktunya di Sini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pendaftaran program pelatihan Emak-Emak Matic 2025 resmi dibuka mulai 1 hingga 8 Oktober 2025.

Program ini digagas oleh Creators Lab dan kembali hadir di Kota Jambi, bekerja sama dengan TikTok Shop by Tokopedia serta Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

Program ini menyasar para perempuan yang ingin meningkatkan kemampuan digital dan berpenghasilan melalui platform media sosial, khususnya TikTok.

Pelatihan akan digelar secara offline dan gratis pada 16 Oktober 2025, dengan menghadirkan materi tentang cara menjadi seller, affiliator, dan content creator profesional.

“Kami mendukung penuh program ini karena sangat sejalan dengan misi Pemerintah Kota Jambi dalam mengembangkan ekonomi kreatif, terutama bagi perempuan,” ungkap Jimmi, Kabid Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (SDP & Ekraf) Disparbud Kota Jambi.

“Ini peluang nyata untuk menambah skill dan potensi penghasilan dari dunia digital,” ujar Jimmi,

Syarat Pendaftaran Emak-Emak Matic 2025:

  1. Perempuan, usia minimal 17 tahun

  2. Memiliki akun TikTok dengan minimal 600 followers

  3. Wajib membawa smartphone dan kuota internet

  4. Memiliki rekening bank aktif

  5. Dikhususkan untuk affiliator dan content creator

  6. Siap melaporkan perkembangan usaha secara berkala kepada Kemenparekraf

  7. Mematuhi kebijakan dari Kemenparekraf dan komunitas platform TikTok

Program ini menjadi kesempatan emas bagi para perempuan, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, untuk mengembangkan usaha secara digital dan memperluas jaringan pemasaran melalui konten yang menarik.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menambah ilmu, jaringan, dan potensi cuan di era digital!.(*)




Pelantikan Dekranasda Kota Jambi, Wakil Wali Kota Tekankan Inovasi dan Budaya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha secara resmi melantik jajaran Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jambi masa bhakti 2025–2030, dalam sebuah acara yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Pelantikan ini menandai langkah awal penguatan sektor ekonomi kreatif dan industri kerajinan di Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Diza menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengurus baru dan harapan agar Dekranasda bisa menjadi motor penggerak dalam mendorong UMKM lokal naik kelas.

“Dekranasda memiliki peran strategis untuk membina dan mengembangkan potensi perajin lokal, mendorong inovasi, dan melestarikan budaya daerah melalui produk kerajinan,” ungkapnya, Minggu (10/8/2025).

Diza menegaskan, sebagai bagian dari program nasional dan visi Kota Jambi Bahagia, Dekranasda diharapkan mampu:

  1. Melestarikan warisan budaya Jambi,

  2. Meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan,

  3. Mendorong digitalisasi pemasaran,

  4. Memberdayakan perempuan dan generasi muda dalam industri kreatif.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk mendukung program Dekranasda secara sinergis dan berkelanjutan.

Menurutnya, kekuatan ekonomi baru bisa tumbuh dari pelibatan aktif pengrajin dan pelaku UMKM di Jambi.

“Mari kita menyingsingkan lengan baju dan bergerak bersama untuk mewujudkan Kota Perdagangan dan Jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera,” pungkas Diza.(*)




Meriah dan Multikultural: Festival Sungai Asam Angkat Pesona Keberagaman Kota Jambi

Jambi, SepucukJambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan kembali kawasan kota tua Pasar Jambi. Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Sungai Asam Tahun 2025 yang dipusatkan di Terminal Rawa Sari, Sabtu malam (12/7/2025).

 

Festival ini mengangkat nama Sungai Asam, salah satu aliran sungai bersejarah dan kebanggaan masyarakat yang melintasi kawasan Pasar Jambi. Dikemas secara estetik dan tematik, Festival Sungai Asam menyuguhkan ragam kebudayaan yang hidup dan berkembang di Kota Jambi.

 

Selain menampilkan budaya lokal seperti Melayu, Minang, Jawa, dan Sunda, festival ini juga menghadirkan malam budaya bertema internasional seperti Chines Night (budaya Tionghoa), Bollywood Night (India), dan Arabian Night (Timur Tengah). Perpaduan budaya ini mencerminkan kekayaan multikultural Kota Jambi yang harmonis.

 

Setelah sukses menggelar Festival Tumpah Ruah yang terbukti berdampak positif terhadap sektor perekonomian, khususnya pelaku UMKM, kini Festival Sungai Asam menjadi langkah lanjutan Pemkot Jambi untuk menghidupkan kembali denyut kawasan Pasar sebagai pusat ekonomi, pariwisata, dan budaya. Rencananya, festival ini akan digelar secara rutin setiap bulan dengan mengusung konsep integratif antara tradisi dan modernitas berbasis kearifan lokal.

Baca juga:  Walikota Maulana: Turnamen Catur Jadi Wadah Anak Muda Tunjukkan Bakat

Festival Sungai Asam ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang ditandai dengan pemukulan gong. Mengusung nuansa budaya Tionghoa pada malam pembukaan, kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat lintas suku dan budaya yang memadati area festival.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Sungai Asam perdana di tahun 2025 ini. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

 

“Meski acara ini digelar di tingkat kelurahan, namun antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Alhamdulillah, ini menunjukkan potensi besar yang bisa terus dikembangkan, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tengah masyarakat,” ujar Maulana.

Baca juga:  Tak Sekedar Seremonial, Walikota Maulana Beberkan Dasar Hukum dan Teknis Program Kampung Bahagia

 

Ia juga menekankan pentingnya membangkitkan kembali kehidupan di kawasan kota tua Pasar Jambi, tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah dan budaya yang melekat di dalamnya.

 

“Pasar ini menyimpan banyak kenangan dan nilai historis. Karena itu, kawasan ini harus dihidupkan kembali dengan tetap menjaga jati diri budayanya,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya revitalisasi kota tua.

 

“Kita akan terus dorong kegiatan-kegiatan positif seperti ini untuk menghidupkan kembali kawasan kota tua Pasar, sebagaimana yang telah dilakukan di sejumlah kota besar lainnya di Indonesia yang juga memiliki kawasan kota tua,” lanjutnya.

 

Wali Kota Maulana juga menekankan, bahwa melalui Festival Sungai Asam, Pemerintah Kota Jambi ingin menjadikan keberagaman budaya sebagai tema yang diangkat setiap bulan. Hal ini merupakan bentuk nyata komitmen daerah dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang multikultural.

 

“Berbagai tema budaya akan kita akomodir dalam setiap pelaksanaan festival. Mulai malam ini, kita tampilkan budaya Tionghoa, selanjutnya akan ada Melayu, Arabian, hingga Bollywood. Ini menjadi simbol bahwa di Kota Jambi, keberagaman suku, adat, dan budaya justru menjadi kekuatan, bukan pemisah. Kita bisa hidup rukun dan berdampingan,” tekannya.

 

Pada kesempatan itu, Maulana juga membagikan kabar gembira kepada masyarakat terkait pengembangan transportasi umum ramah lingkungan di Kota Jambi. Ia menyebut, bahwa Pemkot Jambi secara bertahap akan menambah armada transportasi umum bertenaga listrik sebagai bagian dari komitmen menuju kota hijau dan berkelanjutan.

 

“Saat ini kita sudah memiliki dua unit bus listrik. InsyaAllah, pada bulan September nanti kita akan menambah unit baru. Ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum,” sebutnya.

 

Ia menjelaskan rencana bus listrik “Trans Bahagia” yang akan beroperasi melayani rute dari Terminal Rawa Sari atau Kawasan Tugu Keris menuju Museum Swarna Dwipa di kawasan Candi Muaro Jambi. Museum tersebut ditargetkan akan diresmikan pada Agustus mendatang dan menjadi destinasi unggulan baru di Provinsi Jambi.

 

“Kita juga sedang siapkan MoU agar Kota Jambi menjadi pusat wisata budaya dan religi. Museum Swarna Dwipa di Kabupaten Muaro Jambi ini memiliki konsep modern yang sangat menarik. Ke depan, akan banyak titik wisata yang berdekatan dengan Kota Jambi akan kita hubungkan dengan rute bus listrik ini,” jelasnya.

 

Menurutnya, langkah ini tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat ekosistem transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan di Kota Jambi.

 

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan berbagai langkah strategis yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Jambi dalam menghadirkan pusat-pusat ekonomi baru sekaligus destinasi wisata dalam kota Jambi.

 

Salah satunya, adalah revitalisasi kawasan Taman Remaja yang kini tengah disulap menjadi alun-alun pusat kota. Selain itu, Pemkot Jambi juga tengah mempersiapkan kawasan di sekitar menara air dekat Puskesmas Putri Ayu untuk dijadikan area pedestrian yang nyaman dan representatif bagi masyarakat.

 

“Langkah ini kita lakukan untuk menumbuhkembangkan perekonomian daerah melalui sektor UMKM. Kawasan-kawasan ini diharapkan menjadi titik keramaian baru yang hidup, sekaligus ruang publik yang layak untuk warga dan pengunjung, sebagai destinasi wisata dalam kota,” tutup Wali Kota Jambi itu.

 

Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana juga menyampaikan berbagai program unggulan Kota Jambi Bahagia yang saat ini telah berjalan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

Salah satunya adalah layanan pengaduan kegawatdaruratan terpusat “Call Center Bahagia 112” yang beroperasi selama 24 jam penuh setiap hari, tanpa dipungut biaya. Layanan ini dapat diakses oleh masyarakat untuk berbagai kejadian kedaruratan, baik medis maupun non-medis.

 

Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Lurah Sungai Asam, Suhendri menyampaikan, Festival Sungai Asam merupakan wujud nyata dari salah satu dari 11 program prioritas Kota Jambi Bahagia, yakni Bahagia Berbudaya.

 

“Kegiatan ini sebenarnya telah rutin kita lakukan, namun atas dorongan dan dukungan langsung dari Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, pelaksanaannya tahun ini menjadi jauh lebih semarak dan berdampak luas. Ini membuktikan komitmen kuat Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah,” ungkap Suhendri.

 

Ia juga menjelaskan, Festival Sungai Asam edisi bulan Juli ini digelar selama dua hari, pada tanggal 12 dan 13, dengan melibatkan lebih dari 40 tenant UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal.

 

“Untuk bulan depan, festival akan kembali digelar dengan mengangkat tema Bollywood. Setelah itu, akan menyusul tema-tema budaya lainnya seperti Melayu, Minang, Arabian, dan akan ditutup pada pergantian tahun dengan Karnaval Budaya, yang menampilkan keragaman adat dan budaya di Tanah Pilih Pusako Betuah,” singkatnya.

 

Sementara itu, Rudi, mewakili tokoh Tionghoa Jambi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi langsung kepada Pemerintah Kota Jambi yang telah menunjukkan kepedulian atas keberagaman budaya yang ada di Kota Jambi.

 

“Saya mewakili masyarakat Tionghoa tentunya merasa bangga dan nyaman berada di kota Jambi ini, karena masyarakatnya yang sangat menjunjung tinggi toleransi dengan hidup berdampingan tanpa kekhawatiran,” ujar Rudi.

 

“Ini tentunya menjadikan kekuatan bagi kita sebagai bangsa, khususnya di kota Jambi ini, karena perbedaan ini yang dapat menyatukan, sehingga mempererat silaturahmi antara kita meski dengan berbagai perbedaan adat dan budaya,” tambahnya.

 

Dia berharap, dengan hadirnya Festival Sungai Asam yang menampilkan beragam budaya nantinya dapat mempererat silaturahmi, saling mengenal antar masyarakat, dan bersatu dalam membangun kota Jambi khususnya.

 

“Ini saatnya kita bersatu bergandengtangan untuk mendukung program pembangunan kota Jambi. Mari kita terus jaga semangat gotong royong dan toleransi terhadap keberagaman untuk membangun kota jambi yang maju dan berbudaya,” tutup Rudi mewakili tokoh Tionghoa Jambi.

 

Berlangsung semarak, pembukaan Festival Sungai Asam ini juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Sekda A Ridwan, Ketua I TP PKK Kota Jambi Marsha Lystia, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, tokoh Tionghoa Jambi, jajaran Pemkot Jambi serta masyarakat dari berbagai wilayah dalam Kota Jambi. (*)