Penutupan MTQH ke-55 Digelar Malam Ini, Wali Kota Maulana Ajak Masyarakat Datang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Malam penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 7 November 2026.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M., mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan puncak perhelatan keagamaan tersebut.

Bagi Pemerintah Kota Jambi, penutupan MTQH bukan sekadar akhir dari rangkaian perlombaan.

Momentum ini juga menjadi kesempatan memperkuat syiar Islam sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Maulana mengatakan, MTQH memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi untuk menentukan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik.

Kegiatan ini menjadi sarana menjaga sekaligus membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

“MTQH ini bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari peserta terbaik, melainkan momentum untuk menjaga, mengembangkan, dan menyebarluaskan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat, khususnya generasi penerus,” ujar Maulana.

Menurut Maulana, penyelenggaraan MTQH juga membuka ruang silaturahmi bagi masyarakat dan kafilah dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Pertemuan antardaerah tersebut diharapkan memperkuat ukhuwah Islamiyah serta membangun persaudaraan yang tidak berhenti setelah perlombaan berakhir.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum MTQH sebagai ikhtiar spiritual dan doa bersama demi kemajuan Provinsi Jambi.

Harapannya, seluruh daerah senantiasa mendapat keberkahan, perlindungan, dan keselamatan.

Sebagai tuan rumah, Pemkot Jambi berupaya memberikan pelayanan dan pendampingan kepada seluruh kafilah selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Pemerintah kota ingin memastikan para peserta merasa nyaman dan membawa pengalaman positif setelah kembali ke daerah masing-masing.

Selain membawa pesan keagamaan, penyelenggaraan MTQH ke-55 juga memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan aktivitas perdagangan.

Maulana menjelaskan, Pemkot Jambi sengaja membuka ruang bagi UMKM untuk memasarkan berbagai produk di sekitar arena kegiatan.

Langkah ini bertujuan agar kehadiran peserta dan rombongan dari berbagai daerah turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, karakter Kota Jambi sebagai daerah yang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa membuat pergerakan pengunjung memiliki arti penting bagi aktivitas ekonomi lokal.

Kehadiran peserta dan rombongan dari 11 kabupaten/kota menjadi peluang bagi pedagang untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen baru, dan meningkatkan transaksi selama kegiatan berlangsung.

“Sebagai kota yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, aktivitas ekonomi kita sangat dipengaruhi oleh pergerakan masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dan rombongan dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi menjadi peluang emas untuk mendongkrak transaksi serta memperluas jangkauan pasar produk lokal kita,” ungkapnya.

Karena itu, Maulana mengajak masyarakat yang menghadiri malam penutupan agar tidak hanya menyaksikan rangkaian acara, tetapi juga mengunjungi stan UMKM yang tersedia.

Partisipasi masyarakat dalam membeli produk lokal diharapkan dapat memperluas manfaat penyelenggaraan MTQH bagi pelaku usaha kecil.

Pemkot Jambi berharap malam penutupan MTQH ke-55 berlangsung tertib dan khidmat.

Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga suasana kondusif agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Melalui perhelatan ini, pemerintah kota ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas, mulai dari penguatan nilai-nilai Al-Qur’an, persaudaraan antardaerah, hingga pergerakan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan MTQH tidak hanya terlihat dari kelancaran perlombaan dan lahirnya para juara, tetapi juga dari manfaat sosial, keagamaan, dan ekonomi yang dirasakan masyarakat Kota Jambi.(*)




Jamuan 11 Kafilah MTQH ke-55, Wawako Diza Perkuat Silaturahmi dan Persaudaraan Antardaerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 tidak hanya menjadi panggung perlombaan seni baca dan pemahaman Al-Qur’an.

Kehadiran kafilah dari 11 kabupaten/kota juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Jambi dengan nilai transaksi UMKM yang mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Angka tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, saat menghadiri ramah tamah dan jamuan sarapan bersama seluruh kafilah di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat 6 November 2026.

Menurut Diza, capaian transaksi tersebut berasal dari aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam rangkaian MTQH.

Nilainya bahkan belum mencakup transaksi para pedagang kaki lima (PKL) yang turut memanfaatkan meningkatnya aktivitas masyarakat selama perhelatan berlangsung.

“Alhamdulillah, sampai hari ini total transaksi dan perputaran ekonomi dari UMKM yang terlibat telah mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Angka tersebut belum termasuk aktivitas para pedagang kaki lima yang juga turut membantu menggerakkan perekonomian,” ujar Diza.

Capaian ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan agenda keagamaan berskala provinsi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Mobilitas peserta, pendamping, dan rombongan dari berbagai daerah menciptakan permintaan terhadap makanan, minuman, serta produk lokal.

Sebagai kota yang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa, Kota Jambi memiliki peluang untuk mengoptimalkan kunjungan tersebut.

Karena itu, Pemkot Jambi memberikan ruang kepada pelaku UMKM agar mereka tidak hanya menjadi penonton dalam penyelenggaraan MTQH, tetapi ikut menikmati manfaat ekonominya.

Meski demikian, angka Rp1,5 miliar tersebut masih berupa capaian transaksi yang disampaikan pemerintah kota.

Pemkot Jambi belum merinci jumlah UMKM penerima manfaat, persebaran transaksi, maupun kontribusi masing-masing sektor usaha.

Selain menyoroti dampak ekonomi, Diza menegaskan bahwa Pemkot Jambi juga berupaya menjaga kenyamanan seluruh peserta MTQH ke-55 selama berada di ibu kota Provinsi Jambi.

Dalam kegiatan ramah tamah yang berlangsung Jumat pagi itu, Diza menyambut langsung para kafilah bersama jajaran asisten dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Jambi.

Hadir pula Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris Dewan Hakim, anggota Dewan Hakim, panitera, pimpinan kafilah kabupaten/kota, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat, jajaran Kementerian Agama, Forkopimda Kota Jambi, serta para peserta MTQH.

Diza mengatakan, pemerintah kota menempatkan pelayanan kepada peserta sebagai salah satu tanggung jawab utama tuan rumah.

Mulai dari kebutuhan konsumsi, pendampingan, hingga koordinasi selama kegiatan berlangsung menjadi perhatian jajaran Pemkot Jambi.

Ia juga meminta seluruh kafilah menyampaikan masukan apabila menemukan kekurangan dalam pelayanan.

Menurut Diza, koordinasi melalui liaison officer (LO) dari masing-masing OPD bertujuan memastikan kebutuhan peserta terpenuhi.

Komunikasi intensif tersebut bukan untuk membatasi aktivitas kafilah, melainkan memastikan setiap rombongan memperoleh pendampingan yang memadai.

“Kalau ada yang kurang, apa yang perlu dipersiapkan, atau bantuan apa yang dibutuhkan, kami ingin memastikan pemerintah kota bisa hadir dan membantu,” katanya.

Diza juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan selama peserta mengikuti MTQH.

Ia memastikan berbagai masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan berikutnya.

Di luar aspek ekonomi dan pelayanan, Diza mengingatkan bahwa MTQH memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menentukan peserta terbaik.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong generasi muda memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan, seluruh kafilah memiliki kedudukan yang sama dalam upaya memuliakan Al-Qur’an.

Karena itu, pemerintah kota tetap menghargai setiap peserta tanpa menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Siapa pun yang nantinya menjadi juara, kami sangat menghargai kehadiran Bapak, Ibu, dan adik-adik semua. Kehadiran saudara-saudara di Kota Jambi ini merupakan bagian dari ikhtiar memuliakan Al-Qur’an,” ungkapnya.

Diza juga berharap pertemuan antarkafilah dari 11 kabupaten/kota dapat memperkuat hubungan sosial dan persaudaraan di Provinsi Jambi.

Baginya, silaturahmi yang terbangun selama MTQH seharusnya tidak berakhir ketika perlombaan selesai.

Hubungan baik antarpeserta dan pemerintah daerah perlu terus terpelihara setelah seluruh rombongan kembali ke daerah masing-masing.

Apresiasi terhadap pelayanan Pemkot Jambi juga datang dari perwakilan Kafilah Kabupaten Kerinci.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kerinci, Herlus, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih atas sambutan dan pendampingan yang diberikan selama rombongannya mengikuti MTQH ke-55.

Herlus menilai perhatian tuan rumah sudah terasa sejak sebelum kafilah berangkat menuju Kota Jambi.

Koordinasi melalui LO dari masing-masing OPD membantu rombongan mempersiapkan perjalanan sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan selama kegiatan.

Ia juga mengapresiasi kesiapsiagaan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang turut menjaga keamanan dan kenyamanan peserta.

“Kami merasa sangat terhormat dan nyaman dengan perhatian Pemerintah Kota Jambi. Bahkan, pendampingan terus dilakukan dan kami merasa benar-benar diperhatikan. Kehadiran personel Satpol PP yang selalu bersiaga juga memberikan rasa aman bagi kami,” ujar Herlus.

Apresiasi tersebut menjadi salah satu gambaran pentingnya pelayanan tuan rumah dalam penyelenggaraan kegiatan berskala provinsi.

Kelancaran perlombaan memang menjadi tujuan utama, tetapi kenyamanan, keamanan, dan kualitas pendampingan juga menentukan pengalaman para peserta.

Melalui MTQH ke-55, Kota Jambi tidak hanya berupaya menyukseskan agenda keagamaan tingkat provinsi, tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat hubungan antardaerah.

Tantangan berikutnya ialah memastikan dampak ekonomi dan sosial itu tidak berhenti selama perhelatan berlangsung.

Pelibatan UMKM, peningkatan kualitas pelayanan, serta keberlanjutan hubungan antarkabupaten/kota menjadi bagian penting agar manfaat MTQH dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.(*)




Pelindo Jambi Sentralisasi Penerbitan Nota Layanan, Begini Dampaknya bagi Pengguna Jasa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelindo Regional 2 Jambi akan mengubah mekanisme penerbitan nota layanan mulai 1 Desember 2026.

Meski kewenangan penerbitan beralih dari anak perusahaan ke kantor regional, perusahaan memastikan perubahan tersebut tidak akan memperumit proses administrasi maupun menghambat aktivitas pengguna jasa kepelabuhanan.

Melalui mekanisme baru ini, Pelindo Regional 2 Jambi akan mengambil alih penerbitan nota layanan yang sebelumnya ditangani secara langsung oleh masing-masing anak perusahaan.

Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari penataan peta peran korporasi di lingkungan Pelindo.

Manager Komersial dan Kepatuhan Bisnis, Rahmat Sururi, menjelaskan bahwa perubahan hanya menyangkut mekanisme penerbitan nota layanan.

Pengguna jasa tetap dapat mengakses layanan melalui sistem digital yang sudah terintegrasi.

“Tidak ada perubahan yang signifikan. Hanya saja memang ada perubahan mekanisme penerbitan nota layanan mulai 1 Desember 2026, yang akan beralih dari anak perusahaan langsung ke Pelindo Regional 2 Jambi,” ujar Rahmat, di hadapan awak media, Jumat 6 November 2026.

Dengan kebijakan tersebut, anak perusahaan di lingkungan Pelindo, termasuk pengelola terminal petikemas Talang Gulo dan entitas penunjang lainnya, tidak lagi menerbitkan nota layanan secara mandiri.

Pelindo Regional 2 Jambi akan mengendalikan proses penerbitan secara terpusat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian pengguna jasa dalam perubahan mekanisme ini adalah kecepatan pengurusan administrasi dan kepastian biaya layanan.

Rahmat memastikan sistem digital tetap menjadi sarana utama dalam proses pengajuan.

Pengguna jasa dapat memasukkan permohonan melalui aplikasi atau sistem terintegrasi untuk memperoleh estimasi biaya sesuai layanan yang dibutuhkan.

Melalui sistem tersebut, pelanggan juga dapat melihat rincian biaya secara langsung sehingga memiliki gambaran mengenai kewajiban pembayaran sebelum melanjutkan proses layanan.

“Dalam aplikasi ataupun by system nantinya, pengguna jasa dapat melihat langsung rincian biaya atau estimasi biaya yang akan dikenakan. Pengajuan lewat aplikasi oleh pengguna jasa, saat mereka mengajukan, sudah keluar estimasi perhitungan biaya terkait nilai yang diinginkan,” jelas Rahmat.

Kepastian informasi biaya ini menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga transparansi layanan kepelabuhanan.

Pelindo berharap perubahan mekanisme administrasi tidak menambah beban koordinasi maupun memperpanjang waktu pelayanan kepada pelanggan.

Sebelum menerapkan mekanisme baru, Pelindo Regional 2 Jambi telah menggelar sosialisasi kepada para pengguna jasa di Aston Hotel Jambi, Kamis 15 Oktober 2026 lalu.

Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan 23 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor kepelabuhanan.

Pesertanya berasal dari perusahaan terminal petikemas, pelayaran, keagenan kapal, bongkar muat, logistik, hingga transportasi barang.

Sebelumnya, General Manager Pelindo Regional 2 Jambi, Febrianto Zenny Sulistyo Hari Murti, mengatakan penataan peta peran korporasi bertujuan memperjelas pembagian tanggung jawab dan kewenangan antara perusahaan induk dengan anak perusahaan.

Menurutnya, pelanggan perlu memahami perubahan jalur koordinasi agar tidak mengalami kebingungan ketika mengurus administrasi maupun membutuhkan konsultasi layanan.

“Penataan ini bukan hanya mengenai perubahan alur penerbitan nota, tetapi juga bagaimana kita memastikan pelanggan mendapatkan kejelasan mengenai jalur koordinasi dan konsultasi. Kami ingin prosesnya semakin sederhana, jelas, dan mudah dipahami, sehingga pelanggan dapat berkoordinasi melalui jalur yang tepat dan pelayanan tetap berjalan dengan baik,” ungkap Febrianto.

Penataan mekanisme penerbitan nota layanan menjadi bagian dari tahap ketiga pelaksanaan penataan peta peran korporasi di lingkungan Pelindo.

Melalui kebijakan tersebut, perusahaan berupaya membangun tata kelola layanan yang lebih terpusat dengan pembagian kewenangan yang lebih jelas antara kantor regional dan anak perusahaan.

Bagi sektor kepelabuhanan, kepastian administrasi memiliki peran penting karena berkaitan dengan koordinasi pelayanan kapal, terminal, bongkar muat, serta distribusi barang.

Karena itu, kelancaran proses transisi menjadi perhatian utama Pelindo Regional 2 Jambi.

Perusahaan mengandalkan integrasi sistem digital dan komunikasi dengan para pengguna jasa untuk menjaga aktivitas operasional tetap berjalan.

Pelindo berharap perubahan yang mulai berlaku pada Desember 2026 ini dapat menghadirkan proses administrasi yang lebih sederhana, transparan, dan mudah diakses.

Dengan kepastian mekanisme tersebut, Pelindo juga ingin menjaga kepercayaan mitra usaha sekaligus mendukung kelancaran rantai logistik dan aktivitas ekonomi di wilayah Jambi.(*)




BPS Catat NTP Jambi Oktober 2026 Turun, Ini Penyebabnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi mengalami penurunan pada Oktober 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP berada di angka 194,01 atau melemah 1,08 persen dibandingkan September 2026.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh turunnya harga yang diterima petani di tengah meningkatnya harga barang dan jasa yang harus mereka bayarkan.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan terhadap daya tukar petani dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun biaya produksi.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jambi yang dirilis Senin 2 November 2026, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami penurunan sebesar 0,33 persen.

Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru meningkat 0,76 persen.

Pergerakan kedua indeks tersebut menjadi faktor utama yang menyebabkan NTP Jambi mengalami kontraksi secara bulanan.

Meski demikian, kondisi NTP secara tahunan masih menunjukkan perkembangan positif. Dibandingkan Oktober 2025, NTP Provinsi Jambi tercatat tumbuh sebesar 11,17 persen.

BPS menjelaskan, NTP merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara harga yang diterima petani dengan harga yang dibayarkan petani.

Angka ini menjadi salah satu gambaran kemampuan daya beli petani di wilayah perdesaan sekaligus mengukur daya tukar produk pertanian terhadap kebutuhan konsumsi dan biaya produksi.

Selain NTP, perkembangan serupa juga terlihat pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP). Pada Oktober 2026, NTUP Provinsi Jambi tercatat sebesar 199,13 atau mengalami penurunan 0,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) justru mengalami kenaikan sebesar 0,93 persen. Peningkatan ini dipengaruhi oleh naiknya indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Namun, tidak seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan.

BPS mencatat dua kelompok yang mengalami penurunan, yakni Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,14 persen serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,10 persen.

Perkembangan NTP dan NTUP pada Oktober 2026 menjadi perhatian dalam melihat kondisi ekonomi sektor pertanian di Provinsi Jambi.

Penurunan harga yang diterima petani bersamaan dengan meningkatnya pengeluaran menunjukkan adanya perubahan tekanan ekonomi yang perlu dicermati.

Meski secara tahunan NTP masih tumbuh positif, perkembangan harga komoditas pertanian dan kebutuhan produksi tetap menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli serta kesejahteraan petani di Provinsi Jambi.(*)




Inflasi Jambi Oktober 2026 Capai 3,51 Persen, Harga Makanan Naik Paling Tinggi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat mendorong inflasi Provinsi Jambi mencapai 3,51 persen secara tahunan pada Oktober 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 113,62.

Dari dua daerah yang menjadi wilayah penghitungan inflasi di Provinsi Jambi, Kabupaten Muara Bungo mencatat inflasi lebih tinggi dibandingkan Kota Jambi.

Inflasi tahunan di Muara Bungo mencapai 3,89 persen, sedangkan Kota Jambi tercatat sebesar 3,40 persen.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis BPS Provinsi Jambi pada Senin 2 November 2026, kenaikan harga terjadi pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran yang menjadi komponen penghitungan inflasi.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi kelompok dengan kenaikan indeks tertinggi, yakni mencapai 6,18 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan konsumsi sehari-hari masih menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga di daerah tersebut.

Selain kebutuhan pangan, kenaikan juga terjadi pada kelompok Kesehatan sebesar 4,73 persen.

Kemudian kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran mengalami kenaikan 4,42 persen, disusul Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 3,74 persen.

Sementara itu, kelompok Transportasi mencatat kenaikan sebesar 3,12 persen. Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya naik 2,61 persen, sedangkan Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga mengalami kenaikan 2,50 persen.

Kenaikan indeks juga terjadi pada kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 1,72 persen, Pendidikan 1,30 persen, serta Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,85 persen.

Di tengah kenaikan hampir seluruh kelompok pengeluaran tersebut, pakaian dan alas kaki justru mengalami penurunan indeks.

Kelompok ini menjadi satu-satunya yang mencatat deflasi dengan penurunan sebesar 4,03 persen.

Jika dilihat dari perkembangan harga secara bulanan, Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,50 persen pada Oktober 2026.

Sementara itu, inflasi secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date (y-to-d) tercatat sebesar 2,82 persen.

Data BPS tersebut memperlihatkan bahwa tekanan kenaikan harga di Provinsi Jambi masih cukup terasa, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan paling besar dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.(*)




Disperindag Kota Jambi Ajak Masyarakat Ramaikan Bazaar MTQ, Dukung Produk UMKM Lokal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi mengajak masyarakat untuk turut meramaikan Bazaar Pameran UMKM dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Jambi.

Masyarakat diharapkan tidak hanya berkunjung, tetapi juga membeli berbagai produk yang ditawarkan pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap usaha lokal.

Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Disperindag Kota Jambi, Rita Erlina, menyusul hasil pemantauan pihaknya terhadap aktivitas perdagangan di kawasan bazaar.

Menurutnya, meskipun sejumlah pedagang mulai memperoleh omzet yang cukup baik, masih terdapat beberapa stan yang belum ramai dikunjungi pembeli.

Rita berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat, terutama menjelang penutupan MTQ.

Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang dan berbelanja, seluruh pelaku UMKM diharapkan dapat merasakan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami mengajak masyarakat untuk datang dan meramaikan bazaar MTQ tingkat Provinsi Jambi serta membeli produk-produk UMKM yang tersedia.

Harapan kami, menjelang penutupan MTQ nanti, kegiatan ini semakin ramai sehingga seluruh pelaku usaha dapat merasakan manfaatnya,” ujar Rita.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan selama tiga hari pertama pelaksanaan bazaar, omzet pedagang secara umum menunjukkan hasil yang cukup baik.

Namun, tingkat kunjungan pembeli belum merata karena masih ada beberapa stan yang relatif sepi.

Sementara itu, produk makanan dan minuman masih menjadi primadona pengunjung.

Masyarakat terlihat lebih banyak mencari aneka kuliner karena tertarik mencoba berbagai pilihan makanan yang ditawarkan pedagang.

Meski demikian, Rita juga mengajak masyarakat untuk melirik produk-produk nonkuliner, seperti pakaian, aksesori, kerajinan, dan berbagai barang lainnya.

Menurutnya, seluruh stan memiliki peluang untuk mendapatkan pembeli apabila masyarakat turut memberikan perhatian terhadap produk yang dipasarkan.

Bazaar MTQ tingkat Provinsi Jambi ini melibatkan sekitar 130 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.

Selain itu, terdapat sekitar 12 UMKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang turut berpartisipasi dengan pendampingan Dekranasda bersama Disperindag Kota Jambi.

UMKM binaan tersebut merupakan pelaku usaha yang produknya telah melalui proses kurasi sehingga dapat ikut memperkenalkan produk unggulan lokal kepada masyarakat.

Rita menambahkan, fasilitas bagi para pedagang selama kegiatan berlangsung disediakan melalui pihak vendor.

Dengan dukungan fasilitas tersebut, para pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan bazaar untuk memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan penjualan.

Disperindag Kota Jambi berharap kehadiran masyarakat dapat menjadi dorongan bagi perkembangan UMKM lokal.

Sebab, setiap transaksi pembelian tidak hanya memberikan keuntungan bagi pedagang, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah.

Karena itu, masyarakat yang berkunjung ke lokasi MTQ diharapkan menyempatkan diri mendatangi stan-stan bazaar, mengenal produk lokal, dan membawa pulang hasil karya maupun produk kuliner dari pelaku UMKM Jambi.(*)




Bazaar MTQ Jambi Bawa Berkah bagi UMKM, Pedagang Raup Omzet hingga Rp3 Juta Sehari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelaksanaan Bazaar Pameran UMKM dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Jambi membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Tingginya antusiasme pengunjung membuat sejumlah pedagang merasakan peningkatan penjualan, bahkan mampu memperoleh omzet jutaan rupiah setiap hari.

Berlokasi di kawasan Tugu Keris Siginjai, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, bazaar tersebut menjadi ruang promosi sekaligus peluang usaha bagi sekitar 130 pelaku UMKM dari berbagai sektor.

Di antara beragam produk yang ditawarkan, kuliner menjadi salah satu daya tarik utama pengunjung.

Kondisi ini turut dirasakan Misoan Diva, salah satu usaha kuliner yang ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Menghadirkan sejumlah pilihan menu, seperti misoan, pempek, tekwan, hingga Thai tea, Misoan Diva berhasil mencatatkan omzet sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari selama mengikuti bazaar.

Owner Misoan Diva, Ade, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.

Menurutnya, sejak hari pertama pelaksanaan, jumlah pengunjung yang datang cukup ramai sehingga berdampak langsung terhadap penjualan.

“Alhamdulillah, omzet per hari bisa mencapai Rp2 juta sampai Rp3 juta. Sejak Jumat kemarin hingga sekarang, atau sekitar lima hari pelaksanaan, bazaar ini cukup ramai dan memberikan dampak positif terhadap penjualan kami,” ujar Ade.

Meski harus mengeluarkan biaya untuk mengikuti kegiatan tersebut, Ade menilai bazaar ini tetap memberikan peluang usaha yang menjanjikan.

Ia menyebutkan, biaya partisipasi selama kurang lebih 10 hari mencapai sekitar Rp3 juta. Biaya tersebut sudah mencakup fasilitas tenda dan aliran listrik yang disediakan oleh penyelenggara.

Bagi pelaku UMKM, fasilitas tersebut menjadi salah satu faktor pendukung untuk menjalankan usaha selama kegiatan berlangsung tanpa harus menyiapkan seluruh kebutuhan tempat berjualan secara mandiri.

Ade berharap kegiatan pameran dan bazaar UMKM seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin.

Menurutnya, agenda serupa bukan hanya membantu meningkatkan omzet, tetapi juga membuka kesempatan bagi produk lokal agar semakin dikenal masyarakat.

“Kami berharap kegiatan bazaar UMKM seperti ini bisa lebih sering diadakan. Selain membantu meningkatkan penjualan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat lebih luas,” tambahnya.

Dampak positif yang dirasakan pedagang tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berskala provinsi seperti MTQ juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.

Dengan adanya ruang promosi dan interaksi langsung bersama konsumen, bazaar diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pemasaran produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil di Provinsi Jambi.(*)




MTQH ke-55 Provinsi Jambi Dimulai, Al Haris Ingatkan Dewan Hakim Jaga Independensi dan Objektivitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 resmi memasuki rangkaian kegiatan setelah Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani melantik Dewan Hakim, Pengawas, dan Panitera di Aula Grha Siginjai, Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

Pelantikan tersebut menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan kompetisi keagamaan tingkat provinsi ini.

Pasalnya, integritas dan objektivitas dewan hakim menentukan kualitas penilaian sekaligus menjaga kepercayaan seluruh kafilah yang berlomba.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I.

Kegiatan itu turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana, serta sejumlah perwakilan kepala daerah dan pejabat terkait dari kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa dewan hakim harus menjalankan tugas secara profesional, independen, dan berintegritas.

Ia meminta seluruh proses penilaian berlangsung objektif serta konsisten agar hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan masing-masing peserta.

Menurut Al Haris, penyelenggaraan MTQH setiap tahun telah memberikan ruang bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk membangun pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta berbagai cabang perlombaan lainnya.

“Karena kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun, tentu ada pembinaan yang konsisten dari kabupaten dan kota, termasuk LPTQ provinsi. Hasil MTQH ini nantinya akan dibina kembali untuk dipersiapkan ke tingkat nasional,” ujar Al Haris.

Ia menilai pembinaan berkelanjutan menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas peserta sekaligus mempersiapkan generasi terbaik Jambi menghadapi kompetisi di tingkat nasional.

Karena itu, Al Haris meminta pemerintah kabupaten dan kota memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan kemampuan peserta.

Dukungan tersebut mencakup anggaran, fasilitas latihan, hingga kesejahteraan para peserta agar potensi mereka berkembang secara optimal.

Selain menyoroti pembinaan dan kualitas perlombaan, Al Haris juga melihat MTQH ke-55 sebagai peluang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kehadiran kafilah dan pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota selama penyelenggaraan berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa, termasuk sektor perhotelan, kuliner, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kita ingin event ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Ekonomi meningkat, dan UMKM kita juga ikut berjualan di bazar sekitar lokasi MTQH,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan keagamaan berskala provinsi perlu memberikan manfaat yang lebih luas, bukan hanya bagi peserta dan penyelenggara, tetapi juga masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Al Haris menjelaskan, rangkaian MTQH ke-55 diawali dengan Pawai Ta’aruf pada Sabtu malam.

Selanjutnya, Minggu pagi berlangsung pelantikan Dewan Hakim dan Seminar Al-Qur’an, sebelum pembukaan resmi pada Minggu malam.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Jambi sebagai tuan rumah MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Jambi bersama masyarakat telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Jambi, kami mengucapkan terima kasih. Kita berupaya maksimal agar MTQH ke-55 ini sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan,” ujar Maulana.

Selain kesiapan penyelenggaraan, Maulana juga menyinggung penetapan Kota Jambi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai salah satu dari 16 kota di Indonesia yang menyandang status Kota Wakaf.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab untuk memperkuat pengelolaan wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Ia berharap pengelolaan wakaf yang semakin modern dapat memberikan manfaat berkelanjutan, terutama dalam mendukung bidang pendidikan, ibadah, dan penguatan ekonomi umat.

“Pengelolaan wakaf ke depan harus dilakukan secara profesional dan transparan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas,” tegasnya.

Untuk memeriahkan pembukaan MTQH ke-55, Pemerintah Kota Jambi juga menyiapkan pertunjukan drama kolosal yang melibatkan sekitar 500 anak.

Pertunjukan tersebut mengusung konsep 1001 malam dengan mengangkat sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Kota Jambi.

Kisah yang ditampilkan mencakup perjalanan penyebaran Islam, peran ulama dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda, hingga kontribusi pendidikan pesantren dalam membentuk karakter masyarakat.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembukaan MTQH yang tidak hanya meriah, tetapi juga memperkenalkan sejarah dan perkembangan Islam di Kota Jambi kepada masyarakat.

Pelantikan Dewan Hakim, Pengawas, dan Panitera menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan seluruh perlombaan berjalan dengan menjunjung tinggi keadilan dan integritas.

MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi berlangsung pada 31 Oktober hingga 8 November 2026. Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi berharap kegiatan ini dapat memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah antardaerah, melahirkan peserta berprestasi, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.(*)




1.178 Orang Meriahkan MTQH ke-55 di Kota Jambi, Ini Pesan Wakil Wali Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi menuntaskan penyambutan seluruh kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi.

Kabupaten Merangin menjadi rombongan terakhir yang tiba di Kota Jambi pada Sabtu 31 Oktober 2026), menandai lengkapnya kedatangan peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mencatat total peserta MTQH ke-55 mencapai 1.178 orang, termasuk official dan pendamping.

Jumlah tersebut akan meramaikan pelaksanaan ajang keagamaan tingkat provinsi yang tahun ini berlangsung di Kota Jambi sebagai tuan rumah.

Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyambut langsung kedatangan kafilah Merangin di Lobi Utama Kantor Wali Kota Jambi.

Ia didampingi Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Jambi.

Penyambutan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian penerimaan kafilah yang berlangsung selama dua hari.

Pada hari kedua penyambutan, kafilah Kota Sungai Penuh menjadi rombongan pertama yang tiba pada Sabtu 31 Oktober 2026 pagi.

Setelah itu, rombongan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Timur, Tebo, hingga Merangin menyusul secara bergantian.

Setiap rombongan datang bersama ketua kafilah dan para pendamping yang akan mendukung peserta selama mengikuti perlombaan.

Diza menyampaikan salam dari Wali Kota Jambi sekaligus menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta.

Ia berharap para kafilah dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan menjadikan MTQH sebagai ruang mempererat persaudaraan antardaerah.

Menurutnya, MTQH tidak hanya berorientasi pada persaingan untuk meraih gelar juara.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana memperluas syiar Islam, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membentuk generasi muda yang mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membawa misi keagamaan, penyelenggaraan MTQH ke-55 juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Kota Jambi.

Diza menilai kehadiran ribuan peserta, official, dan pendamping dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa selama kegiatan berlangsung.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, Pemkot Jambi ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong perputaran ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia berharap penyelenggaraan MTQH tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“MTQH bukan sekadar kompetisi untuk menentukan siapa pemenangnya. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan menjaga dan menyebarluaskan syiar Islam serta membentuk generasi muda yang mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Diza.

Diza juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk memanfaatkan momentum MTQH sebagai ruang berdoa bersama agar Provinsi Jambi terhindar dari berbagai bencana, termasuk bencana yang berkaitan dengan kondisi kabut asap.

Daya tarik lain dalam pelaksanaan MTQH ke-55 terletak pada konsep pembukaannya. D

iza mengungkapkan bahwa seremoni pembukaan akan mengangkat tema 1001 malam dengan menampilkan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Kota Jambi.

Konsep tersebut juga akan mengangkat dinamika penyebaran Islam pada masa penjajahan Belanda.

Pengangkatan sejarah lokal dalam seremoni pembukaan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perjalanan perkembangan Islam di Kota Jambi sekaligus memperkenalkan nilai sejarah dan budaya daerah kepada para peserta maupun masyarakat.

Sambutan hangat Pemkot Jambi mendapat apresiasi dari sejumlah kepala daerah yang mendampingi kafilah masing-masing.

Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, yang bertindak sebagai Ketua Pendamping Kafilah Sarolangun, menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang diberikan tuan rumah.

Ia berharap MTQH ke-55 menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan silaturahmi antardaerah di Provinsi Jambi.

“Kami mengapresiasi sambutan Kota Jambi selaku tuan rumah. Kami berharap momentum ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antardaerah di Provinsi Jambi,” ungkapnya.

Gerry juga berpesan kepada para kafilah Sarolangun agar menjaga kesehatan dan stamina sehingga dapat memberikan penampilan terbaik dalam setiap cabang perlombaan yang diikuti.

“Tunjukkan budi pekerti masyarakat Sarolangun yang dapat membanggakan daerah. Terima kasih juga kepada para pendamping yang telah mempersiapkan dan mendukung kafilah dengan baik. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar,” pesannya.

Senada dengan Diza, Gerry turut mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk menjadikan MTQH sebagai momentum berdoa bersama agar Provinsi Jambi dijauhkan dari berbagai bencana.

“Melalui syiar Islam dan hadirnya generasi yang berakhlak baik, semoga Provinsi Jambi senantiasa dijauhkan dari bencana alam,” singkatnya.

Gerry juga mengingatkan para peserta Sarolangun agar menjaga kesehatan dan stamina selama mengikuti perlombaan.

Ia meminta seluruh kafilah menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga sikap dan nama baik daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Muslimin Tanja juga menyampaikan apresiasi atas penyambutan langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi.

Menurutnya, sambutan tersebut menjadi bentuk penghormatan bagi seluruh anggota kafilah Tanjung Jabung Timur.

Ia juga menilai penyelenggaraan MTQH tetap dapat menghadirkan kegiatan berskala besar di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Kami sangat terharu dan tersanjung karena disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi. Ini adalah sebuah kehormatan tentunya bagi para kafilah kami Tanjung Jabung Timur, terlebih di tengah efisiensi Kota Jambi bisa menggelar MTQH dengan megah,” ungkap Muslimin.

Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat silaturahmi antardaerah.

Muslimin juga berpesan kepada para peserta agar memberikan penampilan optimal, menjaga sikap, serta saling menghormati selama berada di Kota Jambi.

Dengan seluruh kafilah yang kini telah tiba dan total 1.178 peserta yang terlibat, perhatian selanjutnya tertuju pada pelaksanaan perlombaan dan rangkaian pembukaan MTQH ke-55.

Pemkot Jambi berharap kegiatan ini tidak hanya melahirkan prestasi di bidang tilawah dan cabang perlombaan lainnya, tetapi juga memperkuat syiar Islam, mempererat persaudaraan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sebagai tuan rumah.(*)




Al Haris Bidik Inklusi Keuangan Jambi 93 Persen pada 2027, Ini Tantangannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gubernur Jambi Al Haris menargetkan indeks inklusi keuangan Provinsi Jambi mencapai 93 persen pada 2027, lebih cepat dari batas target nasional pada 2029.

Target tersebut menuntut pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan industri jasa keuangan memperluas akses layanan keuangan formal bagi masyarakat.

Saat ini, indeks inklusi keuangan Jambi masih berada di kisaran 92 persen.

Sementara itu, indeks literasi keuangan provinsi tersebut telah mencapai 72,24 persen, melampaui angka nasional sebesar 69,57 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.

Al Haris menyampaikan target tersebut saat menghadiri Jambi Financial Fest 2026 dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan di Ev Garden, Paal Merah, Kota Jambi, Selasa 27 Oktober 2026 malam.

“Kita masih punya waktu sampai 2029, tetapi kalau bisa jangan menunggu sampai 2029. Tahun depan, kalau bisa, sudah mencapai 93 persen sesuai target nasional, bahkan kalau bisa lebih,” tegas Al Haris.

Data SNLIK 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 93,61 persen.

Pemerintah menetapkan target nasional inklusi keuangan sebesar 93 persen untuk 2029, sehingga capaian nasional tersebut telah melampaui target itu.

Di Jambi, indeks literasi keuangan mencapai 72,24 persen. Namun, indeks inklusi keuangan masih berkisar 92 persen.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan belum sepenuhnya sejalan dengan penggunaan produk dan layanan keuangan formal.

Data tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah perlu memperluas edukasi sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Upaya itu tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat membuka rekening, tetapi juga perlu memastikan mereka memahami manfaat, biaya, risiko, dan keamanan produk yang digunakan.

Al Haris menilai industri jasa keuangan perlu meningkatkan kualitas edukasi serta menjangkau kelompok masyarakat yang belum memanfaatkan layanan formal secara optimal.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan layanan yang mudah diakses, aman, dan sesuai kebutuhan.

Karena itu, pemerintah daerah, OJK, perbankan, lembaga asuransi, dan penyedia layanan keuangan lainnya perlu memperkuat kerja sama.

Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya menjelaskan bahwa Bulan Inklusi Keuangan menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.

Sepanjang September hingga Oktober 2026, realisasi kegiatan inklusi keuangan di Provinsi Jambi mencapai Rp80,35 miliar.

Angka tersebut meningkat 55,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp52 miliar.

Pada periode yang sama, pelaku industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan juga menyelenggarakan 144 kegiatan literasi keuangan, meningkat 5,11 persen. Kegiatan tersebut menjangkau 14.697 peserta.

Capaian ini menunjukkan peningkatan aktivitas program literasi dan inklusi keuangan.

Namun, keberhasilan jangka panjang tetap membutuhkan evaluasi untuk memastikan kegiatan edukasi benar-benar meningkatkan pemahaman masyarakat dan memperluas penggunaan layanan keuangan formal.

Yan Iswara menegaskan bahwa OJK tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah daerah, industri jasa keuangan, lembaga pendidikan, komunitas, dan berbagai pihak lainnya perlu terlibat agar edukasi menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan wilayah dengan keterbatasan akses.

OJK Jambi juga mendorong duta literasi keuangan dari kalangan dosen dan Pramuka untuk membantu menyebarkan edukasi, termasuk ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Jambi Financial Fest 2026 mengusung tema “Inklusi Keuangan Merata di Bumi Sepucuk Jambi” dan melibatkan sekitar 1.000 peserta dari Sekolah Rakyat, siswa SMA/SMK, serta mahasiswa dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Al Haris mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap pelajar dan mahasiswa dapat menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, dan masyarakat.

“Saya senang ketika anak-anak sekolah dan mahasiswa dilibatkan. Mereka bisa menjadi pionir untuk menggerakkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain edukasi, OJK bersama industri jasa keuangan memberikan perlindungan asuransi kecelakaan diri atau personal accident kepada 1.000 pelajar dan mahasiswa peserta acara.

Perlindungan tersebut berlaku selama satu tahun sesuai ketentuan polis.

Keterlibatan generasi muda dinilai penting karena mereka perlu memahami cara mengelola uang, mengenali risiko keuangan, menggunakan layanan formal secara bijak, serta menghindari penipuan yang memanfaatkan produk keuangan.

Al Haris juga mengaitkan perluasan inklusi keuangan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jambi berada di kisaran 4,9 persen dan berharap angka tersebut dapat meningkat hingga 5 persen.

Menurutnya, akses keuangan yang lebih luas dapat membantu masyarakat memanfaatkan layanan perbankan, asuransi, pembiayaan, investasi, dan produk keuangan lain sesuai kebutuhan.

Meski demikian, perluasan akses perlu berjalan bersama peningkatan pemahaman masyarakat.

Tanpa edukasi yang memadai, akses terhadap produk keuangan saja belum tentu menjamin masyarakat mampu mengelola risiko dan mengambil keputusan keuangan dengan baik.

Karena itu, Al Haris berharap Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Pemerintah daerah dan industri jasa keuangan perlu melanjutkan program edukasi serta memperluas jangkauan layanan secara berkelanjutan.

Yan Iswara juga mengingatkan masyarakat untuk memeriksa legalitas penyedia dan produk jasa keuangan sebelum bertransaksi.

Masyarakat perlu mewaspadai penawaran yang menjanjikan keuntungan tidak wajar dan memanfaatkan saluran pengaduan resmi apabila menghadapi masalah layanan keuangan.

Melalui Jambi Financial Fest 2026, pemerintah daerah dan OJK berharap masyarakat semakin cakap mengelola keuangan, terlindungi dari risiko kejahatan keuangan, serta memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan formal.

Tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan kegiatan dan edukasi tersebut menghasilkan perubahan nyata, semakin banyak masyarakat yang mampu mengakses layanan keuangan secara aman, memahami risikonya, dan menggunakannya untuk mendukung kesejahteraan.(*)