Layanan Bank Jambi Terganggu, Dana PNS Mulai Bergeser ke Bank Lain

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gangguan layanan transaksi digital Bank Jambi mulai berdampak pada pola penyimpanan dana nasabah.

Sebagian nasabah, termasuk dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS), disebut mulai menarik sebagian dana dan memindahkannya ke bank lain.

Kondisi tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi sekaligus Komisaris Utama Bank Jambi, Sudirman, Minggu 20 September 2026.

Menurut Sudirman, rekening PNS di Bank Jambi pada dasarnya tetap digunakan.

Namun, nominal dana yang tersimpan di dalam rekening disebut mengalami penurunan karena sebagian nasabah memilih memindahkan dananya sementara ke bank lain.

“Kalau PNS kan enggak mungkin keluar dari Bank Jambi. Rekeningnya tetap ada, cuma nominalnya berkurang. Ditarik, pindah ke bank lain,” kata Sudirman.

Sudirman mengakui gangguan layanan digital menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Nasabah yang selama ini mengandalkan layanan perbankan digital untuk bertransaksi harus mencari alternatif ketika layanan belum sepenuhnya kembali normal.

Meski terdapat perpindahan dana, Sudirman menegaskan kondisi tersebut belum sampai pada level penurunan secara drastis.

“Kalau turun drastis enggaklah, tapi memang ada dampak,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa gangguan layanan tidak hanya berkaitan dengan akses transaksi nasabah, tetapi juga mulai berpengaruh terhadap perilaku nasabah dalam menempatkan dan menggunakan dananya.

Di tengah kondisi tersebut, pihak Bank Jambi bersama jajaran komisaris, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemegang saham terus mendorong pemulihan layanan, khususnya mobile banking.

Sudirman berharap proses perbaikan sistem dapat diselesaikan tahun ini.

Dengan begitu, aktivitas transaksi nasabah diharapkan kembali berjalan normal, termasuk bagi PNS yang selama ini menggunakan layanan Bank Jambi.

Pemulihan layanan menjadi penting karena gangguan transaksi yang berkepanjangan berpotensi memengaruhi kenyamanan nasabah dan pola penggunaan rekening.

Untuk saat ini, Sudirman memastikan rekening PNS di Bank Jambi tetap ada meski sebagian nominal dana disebut telah dipindahkan ke bank lain.(*)




HUT RI ke-81, Pelindo Jambi Tegaskan Pelabuhan Jadi Penggerak Ekonomi dan Logistik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pelabuhan tidak hanya menjadi tempat bongkar muat barang.

Bagi Pelindo Regional 2 Jambi, keberlangsungan aktivitas di pelabuhan ikut menentukan kelancaran rantai logistik dan pergerakan ekonomi daerah.

Pesan itu mengemuka dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pelindo Regional 2 Jambi, Senin 17 Agustus 2026.

General Manager Pelindo Regional 2 Jambi ,Febrianto Zenny Sulistyo Hari Murti yang bertindak sebagai inspektur upacara menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga ekosistem kepelabuhanan.

Menurut Febrianto, pelabuhan memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu simpul pergerakan barang.

Karena itu, kualitas pelayanan, keselamatan operasional dan koordinasi antar-stakeholder menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi Jambi.

“Pelabuhan merupakan bagian penting dari pergerakan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar ekosistem kepelabuhanan dapat terus tumbuh, memberikan pelayanan terbaik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jambi,” ujar Febrianto.

Ekosistem Pelabuhan Tak Bisa Berjalan Sendiri

Upacara kemerdekaan tersebut diikuti insan Pelindo Group bersama sejumlah anak perusahaan, antara lain PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT IPC Terminal Petikemas (TPK), PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), PT Jasa Armada Indonesia (JAI), dan PT Multi Terminal Indonesia (MTI).

Sejumlah stakeholder dan mitra kerja juga hadir, termasuk Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi, perwakilan KSKP Talang Duku serta Tenaga Kerja Bongkar Muat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran bahwa operasional pelabuhan melibatkan banyak pihak.

Kelancaran arus barang tidak hanya bergantung pada satu institusi, tetapi membutuhkan koordinasi sejak barang masuk hingga proses bongkar muat dan distribusinya.

Karena itu, semangat kolaborasi yang ditekankan Pelindo menjadi bagian penting dari upaya menjaga pelayanan kepelabuhanan tetap berjalan secara aman dan andal.

Kemerdekaan Dimaknai Lewat Pelayanan

Dalam amanatnya yang membacakan pidato Direktur Utama Pelindo, Febrianto menyampaikan bahwa kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam bentuk kontribusi nyata melalui pekerjaan masing-masing.

Bagi insan kepelabuhanan, kontribusi tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan dan operasional yang aman serta dapat diandalkan.

Pelayanan tersebut pada akhirnya tidak hanya menyangkut kepentingan perusahaan, tetapi juga berkaitan dengan kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, peningkatan kinerja pelabuhan menjadi bagian dari kontribusi sektor kepelabuhanan terhadap perekonomian daerah.

Febrianto menambahkan bahwa semangat kebersamaan yang muncul dalam peringatan kemerdekaan harus dibawa ke dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Kolaborasi dengan stakeholder dan mitra kerja, kata dia, perlu terus dipertahankan agar ekosistem pelabuhan dapat berkembang secara produktif.

Identitas Lokal di Tengah Semangat Kebangsaan

Ada nuansa berbeda dalam upacara tahun ini. Febrianto tampil mengenakan baju Melayu Jambi berwarna merah manggis yang dipadukan dengan keris dan tanjak khas Jambi.

Pilihan busana tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat identitas daerah dalam peringatan hari kemerdekaan.

Semangat kebangsaan pun dipadukan dengan karakter budaya Jambi.

Setelah upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang sebelumnya digelar dalam rangka HUT RI di lingkungan Pelindo Regional 2 Jambi.

Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi bagi insan Pelindo Group sekaligus mitra kerja yang ikut ambil bagian dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.

Pelabuhan dan Masa Depan Ekonomi Jambi

Peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum bagi Pelindo Regional 2 Jambi untuk kembali menegaskan peran pelabuhan dalam mendukung perekonomian daerah.

Tantangannya bukan hanya menjaga aktivitas operasional tetap berjalan, tetapi juga memastikan layanan semakin baik, aman dan mampu mendukung kebutuhan logistik.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Pelindo menilai hubungan dengan stakeholder dan mitra kerja menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Semangat kemerdekaan, menurut Febrianto, harus diwujudkan melalui kinerja yang memberikan manfaat nyata.

Dari sisi kepelabuhanan, kontribusi itu diwujudkan dengan menjaga kelancaran arus logistik, meningkatkan kualitas pelayanan serta membangun koordinasi yang semakin kuat dengan seluruh pihak.

Dengan pendekatan tersebut, Pelindo Regional 2 Jambi ingin menjadikan momentum kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai pengingat bahwa setiap aktivitas di pelabuhan memiliki kaitan dengan pergerakan ekonomi yang lebih luas.

Dari pelabuhan Jambi, kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk menjaga arus logistik tetap bergerak dan memberikan dampak bagi perekonomian daerah.(*)




59 Tahun Sinsen di Jambi, Bukan Sekadar Bertumbuh tapi Menjaga Kepercayaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Memasuki usia 59 tahun, PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen), Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi, tidak hanya merayakan panjangnya perjalanan perusahaan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan arah bisnis untuk terus tumbuh secara berkelanjutan.

Mengusung tema “Sustainably Growing”, Sinsen ingin menempatkan pertumbuhan perusahaan bukan semata-mata pada capaian bisnis, tetapi juga pada kemampuan membangun fondasi yang kuat, menjaga kepercayaan, serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Perayaan Anniversary ke-59 digelar pada 6 Agustus 2026 di Kantor Utama Sinsen, Abunjani, Kota Jambi.

Kegiatan tersebut diikuti keluarga besar Sinsen Group dalam suasana kebersamaan dan refleksi perjalanan perusahaan.

Bagi Sinsen, usia 59 tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak berdiri sendiri. Di belakangnya terdapat kontribusi karyawan, konsumen, mitra usaha dan masyarakat Jambi yang ikut menjadi bagian dari perkembangan perusahaan.

59 tahun perjalanan Sinsen

Sinsen berdiri sejak 1967. Selama hampir enam dekade, perusahaan terus melakukan berbagai pengembangan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan, penguatan jaringan hingga pengembangan sumber daya manusia.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen dan perkembangan industri.

Namun, memasuki usia ke-59, Sinsen menilai pertumbuhan tidak cukup hanya diukur melalui ekspansi atau pencapaian perusahaan.

Filosofi “Sustainably Growing” menjadi pijakan agar perkembangan perusahaan tetap dilakukan secara bertanggung jawab dan mampu memberikan dampak positif secara berkelanjutan.

CEO Interim Sinsen Syanni Attan mengatakan perjalanan perusahaan selama 59 tahun merupakan hasil kontribusi banyak pihak.

Menurutnya, keberadaan Sinsen tidak dapat dipisahkan dari karyawan, konsumen Honda di Jambi, mitra serta masyarakat yang selama ini memberikan dukungan.

“Sinsen bukan hanya sekadar gedung dan bangunan, tetapi juga merupakan bagian dari perjalanan seluruh pihak yang terlibat, baik keluarga besar Sinsen Group, konsumen setia sepeda motor Honda Provinsi Jambi, para mitra yang terus berkolaborasi bersama kami, hingga seluruh masyarakat Jambi yang terus mendukung kami,” ujar Syanni.

Pertumbuhan harus meninggalkan manfaat

Syanni menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Sinsen sepanjang perjalanan perusahaan.

Menurutnya, keberlanjutan menjadi penting agar pertumbuhan yang dicapai perusahaan tidak berhenti pada pencapaian jangka pendek.

“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan selama ini. Semoga bersama-sama kita dapat terus Sustainably Growing, Together as One,” katanya.

Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam peringatan ulang tahun Sinsen tahun ini.

Perusahaan ingin memastikan pertumbuhan yang dibangun tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga memberi manfaat bagi pihak-pihak yang berada di sekitar ekosistem perusahaan.

Menatap masa depan

Perayaan ulang tahun ke-59 juga menjadi momentum bagi internal Sinsen Group untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menatap tantangan ke depan.

Penguatan kualitas layanan, jaringan dan sumber daya manusia tetap menjadi bagian dari fondasi perusahaan dalam melanjutkan perjalanan bisnisnya.

Dengan pengalaman hampir enam dekade, Sinsen menegaskan komitmennya untuk terus berkembang tanpa meninggalkan aspek keberlanjutan.

Bagi perusahaan, usia 59 tahun bukan sekadar angka. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa keberlangsungan bisnis dibangun melalui kepercayaan, kolaborasi dan kemampuan memberikan manfaat secara konsisten.

Semangat “Sustainably Growing” pun diarahkan menjadi bagian dari perjalanan Sinsen menuju masa depan, dengan prinsip bahwa pertumbuhan terbaik adalah pertumbuhan yang mampu bertahan sekaligus membawa dampak positif bagi konsumen, mitra, karyawan dan masyarakat Jambi.(*)




Gekrafs Jambi di Bawah Diza Hazra Aljosha, Fokus Ciptakan Lapangan Kerja Lewat Industri Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Provinsi Jambi periode 2026–2029.

Pelantikan tersebut berlangsung di Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, Sabtu malam 25 Juli 2026, dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gekrafs, Kawendra Lukistian.

Usai dilantik memimpin Gekrafs Jambi, Diza Hazra Aljosha menegaskan komitmennya menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Diza, Provinsi Jambi tidak dapat terus bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Ekonomi kreatif dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.

“Hampir 33 persen pendapatan daerah masih bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Ketika sektor tersebut mengalami kendala, maka ekonomi kreatif menjadi solusi untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujar Diza.

Ia menyebut, industri kreatif memiliki peluang besar karena ditopang oleh kreativitas dan kemampuan sumber daya manusia.

Menurutnya, Kota Jambi yang minim sumber daya alam justru memiliki kekuatan melalui potensi generasi muda dan pelaku kreatif.

“Kita memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama. Bahkan Kota Jambi yang tidak memiliki sumber daya alam justru memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang kreatif,” katanya.

Gekrafs Jambi Fokus Kembangkan UMKM dan Talenta Kreatif

Sebagai Ketua DPW Gekrafs Provinsi Jambi, Diza mengatakan kepengurusan periode 2026–2029 akan fokus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di seluruh wilayah Jambi.

Program yang akan didorong meliputi peningkatan kapasitas pelaku UMKM kreatif, akses pembiayaan, pemasaran digital, penguatan merek lokal, hingga membuka peluang pasar nasional dan internasional.

“Kami ingin Gekrafs hadir sebagai organisasi yang benar-benar berdampak. Program yang disusun harus mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat UMKM lokal, melahirkan talenta kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif,” tegasnya.

Diza juga mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas kreatif, akademisi, serta pelaku UMKM untuk bersama-sama membangun industri kreatif di Provinsi Jambi.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar ekonomi kreatif Jambi mampu berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wali Kota Jambi Dukung Penguatan Ekonomi Kreatif

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Diza Hazra Aljosha di Gekrafs Provinsi Jambi.

Maulana menilai ekonomi kreatif menjadi sektor penting bagi Kota Jambi yang selama ini mengandalkan sektor perdagangan dan jasa.

“Karena itu, kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi aset terbesar Kota Jambi. Melalui Gekrafs, kreativitas tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang menghasilkan nilai ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” ujar Maulana.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Jambi terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan berskala nasional yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama sektor UMKM, kuliner, pariwisata, seni, dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, keberadaan Gekrafs dapat menjadi wadah bagi generasi muda Jambi untuk mengembangkan ide kreatif menjadi usaha produktif.

Gekrafs Jambi Siapkan Program Penguatan Industri Kreatif

Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian mengatakan Gekrafs merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif nasional.

Ia mendorong Gekrafs Jambi memiliki agenda kreatif yang menjadi identitas daerah dan mampu menarik perhatian masyarakat luas.

“Saya melihat event Tumpah Ruah di Kota Jambi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda kreatif tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.

Ke depan, DPW Gekrafs Provinsi Jambi akan menjalankan sejumlah program prioritas nasional, di antaranya penguatan akses pembiayaan ekonomi kreatif, perlindungan kekayaan intelektual, literasi digital, pemberdayaan talenta muda, pengembangan pusat kreativitas daerah, hingga perluasan pasar produk kreatif.

Selain melantik pengurus DPW Gekrafs Provinsi Jambi, Diza Hazra Aljosha juga melantik jajaran pengurus DPC Gekrafs Kabupaten Bungo, Sarolangun, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat.

Dengan kepengurusan baru tersebut, Gekrafs Jambi menargetkan ekonomi kreatif dapat berkembang lebih luas, menciptakan lebih banyak pelaku usaha kreatif, memperkuat UMKM lokal, serta menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.(*)




BPJN Jambi Ungkap Detail Tol Jambi–Rengat Fase I, Panjang 67,45 Km dan Mulai Dibangun 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi memaparkan perkembangan terbaru proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Jambi–Rengat Fase I (Simpang Ness–Merlung) yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Ruas tol sepanjang 67,45 kilometer itu akan melintasi tiga kabupaten di Provinsi Jambi dan saat ini memasuki tahap percepatan pengadaan lahan.

Plt Kepala BPJN Jambi Robert Eduard Sihotang mengatakan, ruas Tol Jambi–Rengat Fase I akan membentang dari Simpang Ness hingga Merlung. Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera di wilayah Jambi.

Menurut Robert, jalan tol ini akan dilengkapi dua simpang susun, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung, serta dibangun melalui empat paket pekerjaan, yaitu Paket 1A, 1B, 2A, dan 2B.

“Salah satu paket pekerjaan akan difokuskan pada pembangunan Jembatan Batanghari yang menjadi struktur utama pada ruas tol ini,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Persiapan Pembangunan JTTS Ruas Jambi–Rengat Fase I di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat 24 Juli 2026.

Ia menjelaskan, ruas tol tersebut akan melintasi Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat.

Hingga saat ini, proses pengadaan lahan telah mencapai sekitar 9 persen, mencakup sembilan desa, yakni enam desa di Kabupaten Muaro Jambi, dua desa di Kabupaten Batanghari, dan satu desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

BPJN Jambi menargetkan proses pengadaan tanah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sembilan bulan setelah seluruh dokumen administrasi dan perizinan terpenuhi.

Selain pembangunan fisik, BPJN juga memastikan proyek ini memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, mulai dari pengendalian debu dan kebisingan, perlindungan habitat, keselamatan kerja, hingga penyediaan akses masyarakat melalui pembangunan underpass maupun overpass pada titik-titik yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, pemerintah bersama mitra pendanaan juga menyiapkan program pemulihan mata pencaharian bagi masyarakat terdampak serta membuka mekanisme penyampaian keluhan dan konsultasi secara berkala bersama pemerintah desa dan warga.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris meminta seluruh proses persiapan dilakukan secara matang agar pembangunan dapat dimulai sesuai target pada 2027.

Menurutnya, pengalaman pembangunan Tol Jambi–Palembang menjadi pelajaran penting, terutama dalam proses pendataan lahan dan koordinasi lintas instansi.

“Kita belajar dari pengalaman pembangunan Jalan Tol Jambi–Palembang. Persiapan harus dilakukan sejak dini, terutama pendataan lahan, agar pelaksanaan pembangunan pada tahun 2027 dapat berjalan sesuai rencana,” kata Al Haris.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten yang wilayahnya dilintasi jalan tol segera menyelesaikan pemetaan desa terdampak, jumlah bidang tanah, luas lahan, serta data masyarakat sebagai dasar percepatan pengadaan tanah.

Al Haris menegaskan, masyarakat yang lahannya terdampak akan memperoleh kompensasi sesuai hasil penilaian independen sehingga proses pembangunan dapat berjalan adil dan transparan.

Melalui koordinasi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJN, BPN, serta mitra pendanaan internasional, proyek Tol Jambi–Rengat Fase I diharapkan dapat berjalan tepat waktu dan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi serta konektivitas di Provinsi Jambi.(*)




Kinerja APBN Jambi Positif, Belanja Negara Capai Rp10 Triliun dari Total Pagu Rp18 Triliun

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kinerja pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Jambi hingga pertengahan Juli 2026 menunjukkan perkembangan positif.

Berdasarkan data hingga 10 Juli 2026, realisasi belanja APBN di Provinsi Jambi telah mencapai sekitar Rp10 triliun atau sebesar 54 persen dari total pagu anggaran yang mencapai Rp18 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi, Tunas Agung Jiwa Brata, mengatakan capaian tersebut menunjukkan proses penyerapan anggaran masih berjalan sesuai dengan target dan pola yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau kita lihat realisasi sampai dengan 10 Juli, belanja APBN kita sudah mencapai sekitar Rp10 triliun atau 54 persen dari total pagu Rp18 triliun,” kata dia.

Artinya, kalau melihat trajectory atau pola penyerapan anggaran, kita masih berada di jalur yang tepat,” ujar Tunas saat diwawancarai.

Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan angka realisasi, tetapi juga memastikan kecepatan penyerapan anggaran tetap konsisten hingga akhir tahun anggaran.

“Yang perlu kita jaga adalah pace atau kecepatan penyerapan seperti saat ini agar tetap terjaga sampai akhir tahun,” katanya.

Belanja Pemerintah Pusat Capai Rp4 Triliun

Tunas menjelaskan, dari total realisasi belanja APBN tersebut, komponen belanja pemerintah pusat telah mencapai sekitar 53,6 persen.

Nilainya tercatat sekitar Rp4 triliun dari total pagu anggaran pemerintah pusat di Provinsi Jambi sebesar Rp7,4 triliun.

Selain belanja pemerintah pusat, komponen Transfer ke Daerah (TKD) juga menunjukkan perkembangan positif.

Hingga 10 Juli 2026, realisasi TKD telah mencapai sekitar 54 persen atau senilai Rp6 triliun dari total pagu sebesar Rp11,1 triliun.

APBN Jambi Dinilai Masih Sesuai Jalur

Tunas menilai capaian realisasi tersebut menjadi indikator bahwa pelaksanaan APBN di Provinsi Jambi masih berjalan sesuai rencana.

Ia berharap seluruh satuan kerja pemerintah dapat mempertahankan momentum penyerapan anggaran dengan tetap memperhatikan efektivitas, kualitas belanja, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dengan realisasi yang telah mencapai lebih dari separuh pagu hingga pertengahan tahun, pemerintah optimistis pelaksanaan APBN di Provinsi Jambi dapat berjalan optimal hingga akhir 2026.(*)




DPRD Jambi Gandeng PT PPI, Ivan Wirata Dorong Hilirisasi agar Komoditas Tak Lagi Dijual Mentah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komisi II DPRD Provinsi Jambi mengambil langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah dengan melakukan konsultasi ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) di Jakarta.

Pertemuan tersebut difokuskan pada pengembangan hilirisasi industri, perluasan pasar ekspor, serta penguatan tata niaga komoditas unggulan Jambi agar memiliki nilai tambah yang lebih besar.

Kunjungan dipimpin pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Provinsi Jambi, termasuk Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, yang membawa sejumlah gagasan strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah melalui investasi, industri pengolahan, dan perluasan akses pasar internasional.

Menurut Ivan Wirata, Jambi memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari kelapa sawit, karet, kopi Arabika Kerinci, kayu manis, pinang, kelapa, hasil perikanan hingga batu bara.

Namun, sebagian besar komoditas tersebut masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga manfaat ekonominya belum maksimal dirasakan masyarakat.

“Potensi komoditas Jambi sangat besar. Tantangannya sekarang bagaimana hasil-hasil tersebut tidak lagi dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah di Jambi sehingga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan asli daerah, dan memberikan kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Ivan.

Dorong Hilirisasi hingga Pasar Ekspor

Dalam pertemuan bersama jajaran PT PPI, Komisi II DPRD Provinsi Jambi membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan industri hilir berbasis komoditas unggulan, peningkatan standar mutu produk ekspor, sertifikasi internasional, digitalisasi perdagangan, hingga peluang PT PPI menjadi off-taker bagi produk-produk unggulan asal Jambi.

DPRD juga menilai hilirisasi menjadi kunci agar komoditas daerah tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi dari sektor produksi, tetapi juga dari proses pengolahan yang mampu meningkatkan daya saing di pasar global.

Muara Sabak Diusulkan Jadi Gerbang Ekspor

Selain penguatan industri, Komisi II turut mendorong pengembangan Pelabuhan Muara Sabak sebagai pintu ekspor langsung dari Sumatera bagian tengah.

Langkah tersebut dinilai dapat memangkas biaya logistik, mempercepat distribusi barang, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan di luar Provinsi Jambi.

Tak hanya itu, DPRD juga mengusulkan pembentukan Jambi Export Center sebagai pusat promosi, inkubasi bisnis, business matching, hingga fasilitasi ekspor yang melibatkan PT PPI, BUMD, koperasi, UMKM, dan pelaku usaha.

PT PPI Siap Perkuat Sinergi

Dalam kesempatan itu, PT PPI menyambut baik inisiatif DPRD Provinsi Jambi yang secara aktif membangun komunikasi untuk memperkuat perdagangan daerah.

Sebagai anggota Holding Pangan ID FOOD, PT PPI memiliki peran sebagai export gateway, agregator, off-taker, sekaligus fasilitator perdagangan nasional yang dinilai dapat menjadi mitra strategis bagi pengembangan komoditas unggulan Jambi.

Dari hasil konsultasi tersebut, sejumlah langkah lanjutan disepakati untuk dikembangkan bersama.

Antara lain penyusunan skema kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan PT PPI, penguatan hilirisasi komoditas, pembangunan trading hub dan pusat logistik, fasilitasi business matching dengan pasar internasional, serta peningkatan kapasitas UMKM agar mampu memenuhi standar ekspor global.

Ivan berharap sinergi ini menjadi titik awal transformasi ekonomi Jambi dari daerah penghasil bahan baku menjadi pusat industri pengolahan dan perdagangan komoditas unggulan di Sumatera.

“Kami ingin Jambi tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil komoditas, tetapi menjadi pusat nilai tambah, pusat investasi, dan gerbang ekspor yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.(*)




Dari Wali Kota hingga Warga, Maulana Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, mengajak seluruh masyarakat serta pelaku usaha di Kota Jambi untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi yang saat ini tengah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi.

Ajakan tersebut disampaikan Maulana setelah dirinya turut menjadi responden dan didata langsung oleh petugas resmi Sensus Ekonomi pada Rabu 17 Juni 2026).

Ia menilai kegiatan pendataan ini memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah.

Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan dari sensus akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Jambi.

“Alhamdulillah, hari ini saya telah selesai didata oleh petugas resmi Sensus Ekonomi dari BPS Kota Jambi. Data yang akurat ini sangat penting sebagai fondasi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan memajukan perekonomian Kota Jambi,” ujar Maulana.

Maulana menegaskan bahwa, keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat.

Ia meminta warga dan pelaku usaha untuk memberikan data secara jujur, lengkap, dan benar kepada petugas di lapangan.

Ia juga memastikan bahwa seluruh data yang diberikan masyarakat dalam proses sensus dijamin kerahasiaannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Seluruh pelaku usaha dan masyarakat Kota Jambi saya harapkan dapat menyambut baik kedatangan petugas sensus serta memberikan data yang jujur dan benar. Kerahasiaan data yang diberikan masyarakat dijamin oleh undang-undang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Maulana menyebut data hasil Sensus Ekonomi akan menjadi instrumen penting dalam perencanaan kebijakan, mulai dari pengembangan sektor usaha, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kesejahteraan warga Kota Jambi.

Ia menilai tanpa data yang valid, kebijakan pembangunan berpotensi tidak tepat sasaran dan kurang efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan gaya komunikasinya yang akrab, Maulana turut menyampaikan pesan ajakan yang sederhana kepada masyarakat.

“Wali Kota sudah didata, kini giliran kito!” ucapnya.

Melalui momentum Sensus Ekonomi ini, Maulana berharap seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi aktif sehingga menghasilkan data berkualitas yang dapat menjadi pijakan dalam mendorong kemajuan ekonomi Kota Jambi ke depan.

“Mari bersama kita sukseskan Sensus Ekonomi demi kemajuan Kota Jambi yang kita banggakan,” pungkasnya.(*)




Resmi Mengudara, Rute Jakarta–Muara Bungo Diyakini Dongkrak Investasi dan Pariwisata

MUARBAUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pembukaan rute penerbangan Jakarta–Muara Bungo oleh Batik Air menjadi tonggak penting bagi peningkatan konektivitas wilayah barat Provinsi Jambi.

Kehadiran maskapai tersebut diyakini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang investasi, perdagangan, hingga pengembangan sektor pariwisata.

Gubernur Jambi Al Haris hadir langsung dalam seremoni pendaratan dan penerbangan perdana Batik Air di Bandara Muara Bungo, Senin 15 Juni 2026.

Momen tersebut disambut antusias oleh pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat yang selama ini menantikan akses transportasi udara yang lebih mudah menuju wilayah barat Jambi.

Dalam sambutannya, Al Haris menyebut pembukaan rute tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini menginginkan akses transportasi yang lebih cepat dan efisien.

Menurutnya, wilayah barat Jambi memiliki jumlah penduduk yang besar dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai.

“Kehadiran penerbangan ini bukan hanya soal akses perjalanan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mendorong pemerataan pembangunan antara wilayah timur dan barat Provinsi Jambi,” ujar Al Haris.

Gubernur juga mengungkapkan sejumlah rencana pengembangan Bandara Muara Bungo.

Selain pembangunan terminal VIP dan ruang pertemuan, pemerintah juga tengah mendorong realisasi pembangunan taxiway yang telah mendapat perhatian dari Kementerian Perhubungan.

Menurut Al Haris, ketersediaan lahan yang cukup luas menjadi modal penting untuk mendukung ekspansi fasilitas bandara pada masa mendatang.

Ia menegaskan pembangunan di Jambi tidak boleh hanya terpusat di Kota Jambi. Pemerintah Provinsi terus melakukan berbagai upaya agar perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah barat semakin besar, termasuk melalui koordinasi dengan kementerian terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Al Haris juga kembali menyuarakan dukungan terhadap usulan Kabupaten Bungo sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN)

. Status tersebut dinilai akan membuka peluang lebih besar bagi daerah untuk memperoleh program pembangunan strategis dari pemerintah pusat.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi juga telah mengusulkan peningkatan status Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional.

Usulan itu didasarkan pada tingginya potensi mobilitas masyarakat, termasuk mahasiswa asing dan jamaah umrah asal Jambi yang terus meningkat setiap tahun.

Sementara itu, Bupati Bungo Dedi Putra mengatakan keberadaan Bandara Muara Bungo merupakan hasil perjuangan panjang yang dimulai sejak masa kepemimpinan mantan Bupati Bungo Zulfikar Ahmad.

Menurutnya, bandara tersebut kini menjadi aset strategis yang tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Bungo, tetapi juga sejumlah daerah di wilayah barat Jambi hingga Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

“Bandara Muara Bungo berada di kawasan yang sangat strategis karena dikelilingi beberapa kabupaten. Kehadiran Batik Air akan memberikan manfaat besar terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kawasan,” katanya.

Dedi berharap seluruh pemerintah daerah di sekitar wilayah pelayanan bandara dapat memberikan dukungan agar operasional penerbangan berjalan berkelanjutan dan jumlah penumpang terus meningkat.

Dukungan juga datang dari Kementerian Perhubungan. Melalui perwakilannya, Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Endah Purnama Sari menyampaikan apresiasi atas terwujudnya pembukaan rute Jakarta–Muara Bungo.

Menurutnya, konektivitas udara memiliki peran penting dalam mempercepat arus investasi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat antarwilayah.

Kabupaten Bungo dinilai memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang wilayah barat Jambi yang menghubungkan berbagai daerah seperti Merangin, Kerinci, Sungai Penuh, Tebo, Solok Selatan hingga Dharmasraya.

Di sisi lain, Direktur Utama Batik Air Danel Putu Kunciro mengungkapkan optimisme terhadap prospek rute baru tersebut.

Pada penerbangan perdana, pesawat Batik Air tercatat mengangkut 139 penumpang.

Pihak maskapai menilai potensi ekonomi wilayah Muara Bungo cukup besar, didukung sektor perkebunan sawit, pertambangan emas, batu bara, serta potensi wisata yang terus berkembang.

“Kami optimistis tingkat keterisian penumpang dapat mencapai lebih dari 125 orang per hari,” ujarnya.

Meski demikian, Batik Air juga menyoroti perlunya peningkatan sejumlah fasilitas pendukung di bandara, termasuk sistem penanganan bagasi dan layanan operasional lainnya agar konektivitas dapat berjalan lebih optimal.

Dengan dibukanya rute Jakarta–Muara Bungo, harapan baru pun muncul bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah barat Jambi.

Akses yang semakin mudah diyakini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi Muara Bungo sebagai salah satu pusat aktivitas strategis di Pulau Sumatera.(*)




Batik Air ke Muara Bungo Dapat Dukungan Penuh, Akses ke Jakarta Kian Terbuka

MUARBAUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Keberlanjutan penerbangan Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo kini mendapat jaminan dukungan dari empat daerah di wilayah barat Provinsi Jambi.

Pemerintah Kabupaten Bungo berhasil menggalang komitmen bersama Kabupaten Sarolangun, Merangin, dan Tebo untuk menjaga operasional Bandara Muara Bungo sebagai simpul transportasi udara regional.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan dukungan penerbangan Batik Air di Bandara Muara Bungo yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Senin 8 Juni 202.

Kesepakatan itu disaksikan langsung Gubernur Jambi Al Haris dan Bupati Bungo Dedy Putra.

Langkah ini dinilai menjadi terobosan penting dalam menjaga keberlangsungan rute penerbangan Jakarta–Muara Bungo (PP), sekaligus memperkuat posisi Bandara Muara Bungo sebagai pintu masuk utama bagi wilayah barat Provinsi Jambi.

Bupati Bungo Dedy Putra mengatakan keberadaan Bandara Muara Bungo tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Bungo, tetapi juga menjadi akses strategis bagi warga Sarolangun, Merangin, dan Tebo.

Karena itu, menurutnya, dukungan lintas daerah menjadi faktor penting untuk menjaga tingkat keterisian penumpang atau load factor penerbangan tetap stabil sehingga maskapai dapat terus beroperasi secara berkelanjutan.

“Bandara Muara Bungo ini bukan hanya milik Kabupaten Bungo, tetapi menjadi aset bersama bagi wilayah barat Jambi. Dukungan dari Sarolangun, Merangin, dan Tebo menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa konektivitas udara sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dedy Putra.

Ia menilai keberadaan penerbangan langsung menuju Jakarta akan memangkas waktu perjalanan masyarakat, pelaku usaha, investor, hingga aparatur pemerintah yang selama ini harus menempuh perjalanan darat dalam waktu cukup panjang untuk mengakses bandara besar di luar daerah.

Dengan semakin mudahnya akses transportasi udara, Dedy optimistis iklim investasi di wilayah barat Jambi akan semakin berkembang.

Sektor perkebunan, pertambangan, perdagangan, hingga pariwisata diperkirakan menjadi sektor yang paling diuntungkan dari meningkatnya konektivitas tersebut.

Selain itu, penerbangan reguler juga diyakini mampu mempercepat mobilitas barang dan jasa serta membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antarwilayah.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bungo bersama Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Muara Bungo memastikan seluruh fasilitas pendukung penerbangan telah siap untuk menunjang operasional Batik Air.

Mulai dari aspek keselamatan penerbangan, pelayanan penumpang, hingga kesiapan teknis bandara disebut telah dipersiapkan untuk mendukung jadwal penerbangan reguler yang akan dijalankan maskapai.

Kesepakatan empat daerah ini menjadi sinyal kuat bahwa Bandara Muara Bungo kini diposisikan sebagai infrastruktur strategis regional yang tidak hanya melayani satu kabupaten.

Melainkan menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan barat Provinsi Jambi.

Dengan dukungan bersama tersebut, harapan untuk menjadikan Bandara Muara Bungo sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Jambi semakin terbuka.(*)