Toleransi di Bulan Puasa, Pemerintah akan Biarkan Rumah Makan Beroperasi
Category: Nasional
18 Februari 2026
JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan tidak akan ada sweeping rumah makan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga harmoni sosial dengan menekankan pentingnya saling menghormati antara masyarakat yang berpuasa dan yang tidak.
Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafii, menyatakan bahwa praktik sweeping bukanlah pendekatan tepat untuk menjaga suasana Ramadhan.
Menurutnya, bulan suci seharusnya menjadi momentum memperkuat toleransi, bukan menimbulkan ketegangan di ruang publik.
“Enggak ada. Enggak ada sweeping-sweeping lah. Itulah bentuk penghormatan kita, selain kita yang berpuasa, masih ada kok saudara kita yang tidak berpuasa,” ujar Syafii usai Sidang Isbat Ramadhan 2026 di Hotel Borobudur, Selasa (17/2/2026) malam.
Syafii menekankan keberagaman masyarakat Indonesia yang harus diakui. Tidak semua warga menjalankan puasa, baik karena perbedaan keyakinan maupun alasan kesehatan.
Oleh karena itu, fasilitas publik seperti rumah makan tetap perlu tersedia.
“Kita yang berpuasa ini harus menyadari juga, ternyata kan enggak semua orang berpuasa. Sehingga masih memungkinkan ada fasilitas-fasilitas yang masih terus bisa dinikmati oleh orang yang tidak puasa,” jelasnya.
Wakil Menag juga mengingatkan bahwa toleransi berjalan dua arah. Masyarakat yang tidak berpuasa diharapkan tetap menghormati mereka yang menjalankan ibadah.
Sikap saling menghormati ini menjadi fondasi stabilitas sosial selama bulan suci.
“Bagi yang tidak berpuasa, ya memang kita enggak puasa. Tapi hormati dong orang yang puasa. Harmoni ini akan melahirkan situasi yang cukup baik di tengah masyarakat kita,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah lebih mengedepankan pendekatan persuasif dibanding tindakan represif.
Ramadhan dipandang sebagai ruang edukasi sosial tentang toleransi, bukan sekadar penegakan aturan formal.
Dengan saling memahami, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani bulan suci dengan tenang, produktif, dan tetap menghargai keberagaman.(*)
Film ‘LANA’ Usung Talenta Lokal Kota Jambi, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Category: Sepucuk Jambi
18 Februari 2026
JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Proses syuting film LANA resmi dimulai pada Senin, 25 Agustus 2025.
Film yang mengangkat isu sosial eksploitasi anak dan pengamen cilik ini menjadi sorotan karena melibatkan banyak pemain lokal berbakat dan masyarakat sekitar.
Produksi film ini digarap oleh CV Kreasi Event Nusantara Indonesia, dengan naskah yang ditulis oleh Reza Fender Rizky, dan disutradarai oleh Dicky dan Ipank.
Dalam acara doa bersama dan syukuran sehari sebelumnya (24 Agustus), para pemain mulai diperkenalkan kepada publik.
Berikut beberapa pemeran utama dan pendukung dalam film LANA:
Freya Octavia Koesin
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Perempuan kelahiran Jambi, 17 Oktober 2016 ini memerankan karakter Okta, anak komplek yang berkecukupan dan sedikit berlagak sombong.
Anak Perempuan yang bersekolah di SD Xaverius 1 Kota Jambi ini, selain cantik juga berperawakan lucu.
Akhayla Putri Dilia
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Remaja Perempuan kelahiran Kota Jambi 15 Maret ini, berperan sebagai Nadya, yang tak lain ada anak dari Pak RT.
Akhayla Putri Dilia ini biasa akrab disapa Kheyke. Ia saat ini menempuh Pendidikan di SMPN 8 Kota Jambi.
Muhammad Ilham Hasibuan
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Remaja laki-laki ini, berperan sebagai Fiqih. Anak di Kawasan Pasar Kota Jambi yang bandel, dan suka berantam.
Pria yang akrab disapa Ilham ini, lahir di Medan 17 maret 2008 silam. Saat ini dia bersekolah di SMAN 8 Kota Jambi.
Sari Azzahra Alkahfi
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Anak Perempuan kelahiran 27 Februari 2016 ini, berperan sebagai Fia. Sama seperti karakter Okta, di film ini dirinya berperan sedikit sombong.
Ya, gadis cilik yang sat ini bersekolah di SDN 140 Kota Jambi ini, cukup menggemaskan. Selain itu, dirinya juga kerap terlibat di berbagai film lokal.
Nada Fajria Salsabila
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Gadis kecil kelahiran Kuala Enok 29 April 2015 lalu ini, berperan sebagai Zaza.
Di mana, Zaza ini merupakan karakter anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.
Nada sendiri saat ini bersekolah di SDN 51 kota Jambi.
Detrianto
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Pria kelahiran 26 Desember 2007 ini, menjadi peran utama dalam film ‘LANA’. Dia memerankan Lana itu sendiri.
Pria yang telah lulus dari SMKN 1 Kota Jambi ini, memiliki tingkah gemulai yang kerap membuat teman-temannya dan kru film kesal hingga tertawa.
Lyra Ramadhani Lubis
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Gadis yang memiliki ciri khas rambut Panjang dan keriting ini, berperan sebagai Jeni. Jeni sendiri, Adalah gadis yang disukai oleh Lana.
Lyra lahir di Jambi 1 Agustus 2012 lalu. Dan kini tengah sekolah di SMPN 3 Tanjab Barat.
Andi Agam Abqori
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Anak kecil berbadan gempal ini berperan sebagai Tono. Andi yang lahir di Jambi, 12 September 2015 lalu ini, saat ini tengah bersekolah di SD Madrasah Ibtidaiyah Mi Salamah.
Dia merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.
Afifa Nahda Rafanda Munthe
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Gadis kecil kelahiran 23mei2014 ini memerankan karakter Mifta, yang merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.
Afifah sendiri bersekolah di SDN 25 Kota Jambi.
Salsa Bila Nadifa
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Gadis kecil kelaihran 20 oktober 2014 ini memerankan karakter Yana , yang merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.
Salsa saat ini bersekolah di SDN 09 Kota Jambi.
Kemudian Ada Diaz, yang berperan sebagai Al Fatih. Yang kesehariannya menjadi seorang reporter salah satu stasiun telivisi lokal.
Raga. Berperan sebagai anak komplek yang baik Bernama Rio. Ia merupakan teman dari Okta dan Fia. Namun sifatnya berbeda dari keduanya.
Reza Fender Rizky, yang tak lain Adalah penulis naskah film ini. Ia juga ikut berperan dalam film ini, menjadi Pak RT kampung Bahagia dalam keluarga Lana.
Dewi, yang kesehariannya berkerja di salahs atu Bank di Kota Jambi ini, berperan sebagai Lesty, istri Pak RT.
Hendry Nursal. Pria ini sudah malang melintang di dunia peran. Kali ini, ia merambah ke dunia film. Di film ini ia berparan sebagai Jarot, bos para preman.
Ipang. Cowok berbadan gempal, rambut sedikit Panjang dan memiliki tattoo di tangan ini,berperan sebagai Vincent. Yang tak lain adalah preman, anak buah Jarot.
Aliong. Cowok berpostur tinggi dan berkulit putih, bak koko-koko Chinese ini, berperan sebagai Lion. Aliong sendiri, juga sudah malang melintang di perfilman, baik lokal maupun nasional.
Bilqis. Gadis kecil ini memerankan karakter Bilqis, yang merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.
Queen. Gadis kecil ini memerankan karakter Queen, yang merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.
Lerry Lubis. Sesuai postur tubuh. Pria berbadan gembul ini, memerankan karakter Gembul, yang juga sebagai preman.
Derrent. Cowok yang juga berparas bak orang Chinese ini, memerankan karakter Rojak, seorang preman.
Miftahurrahma. Wanita satu ini, berperan sebagai Imung emak-emak komplek, di mana pada film ini, dai begitu naksir dengan Al Fatih.
Martini. Ibu satu ini berperan sebagai Mak Leha, yang merupakan emak-emak komplek. Kerap ngerumpi Bersama Imung.
Bado. Pria berbadan besar ini, berperan sebagai Bado, yang merupakan anggota Satpol PP kota Jambi.
Dicky. Pria ini juga berperan sebagai anggota Satpol PP Kota Jambi.
Rizal Zebua. Pria ini berperan sebagai Masyarakat yang melaporkan adanya pengamen yang kerap meresahkan pengunjung tempat wisata.
Film ini juga menghadirkan pemeran pendukung yang berasal dari warga lokal, tokoh masyarakat, serta beberapa pegawai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Jambi.
Angkat Isu Sosial dan Potensi Wisata Jambi
Film LANA mengangkat realita tentang anak-anak jalanan, pengamen cilik, dan eksploitasi yang terjadi di ruang publik—terutama di kawasan wisata seperti Tugu Keris Siginjai, Hutan Kota Jambi, dan Danau Sipin.
Selain menyampaikan pesan moral, film ini juga menampilkan keindahan dan potensi pariwisata Kota Jambi.
“Film ini bukan sekadar hiburan, tapi sarana edukasi dan refleksi sosial bagi masyarakat. Kami bangga bisa mengangkat kisah dari daerah sendiri,” ujar Diza Hazra Aljosha, Wakil Wali Kota Jambi, saat menghadiri acara syukuran.
Proses syuting dijadwalkan berlangsung selama beberapa minggu ke depan.(*)