Gerakan Tulus Hati, Upaya PKK Kota Jambi Dukung Tumbuh Kembang Anak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Tim Penggerak PKK Kota Jambi menggelar kegiatan edukasi kesehatan melalui Gerakan Tulus Hati (Timbang, Usap, Elus, dan Hangatkan Buah Hati), Rabu (21/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan kader posyandu mengenai pentingnya sentuhan serta stimulasi dini dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Ketua TP PKK Kota Jambi, dr. Nadiya Maulana, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama TP PKK Kota Jambi dengan para kader posyandu, khususnya melalui pelatihan praktik pijat bayi.

Menurutnya, pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi yang terbukti memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan perkembangan anak.

“Melalui Gerakan Tulus Hati, kader posyandu kami latih untuk melakukan pijat bayi. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi membuat anak lebih tenang, membantu tumbuh kembang, serta berkontribusi dalam pencegahan stunting,” ujar dr. Nadiya.

Ia menyebutkan, program tersebut sejalan dengan tren penurunan angka stunting di Kota Jambi.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Kota Jambi mengalami penurunan dari 13,5 persen pada 2023 menjadi 10,3 persen.

Meski demikian, dr. Nadiya menegaskan bahwa upaya penanganan stunting harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat.

“Alhamdulillah angka stunting di Kota Jambi menurun, tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Upaya harus terus dilakukan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.

Selain stunting, TP PKK Kota Jambi juga menyoroti cakupan ASI eksklusif. Berdasarkan data kesehatan anak dari Susenas 2024, cakupan ASI eksklusif di Kota Jambi baru mencapai 74,73 persen.

Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan edukasi kesehatan keluarga melalui posyandu.

dr. Nadiya menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan tumbuh kembang yang optimal, baik secara fisik maupun mental.

Proses tersebut, menurutnya, harus dimulai dari keluarga dengan memberikan kasih sayang, sentuhan, serta stimulasi yang tepat sejak dini.

“Pijatan yang dilakukan dengan penuh kasih sayang terbukti mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus anak usia 3 hingga 24 bulan,” sebutnya.

“Ini merupakan bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.

Sebagai mitra strategis pemerintah, PKK melalui 10 Program Pokok PKK terus mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga, termasuk di bidang kesehatan ibu dan anak.

dr. Nadiya berharap para kader posyandu dapat menerapkan ilmu yang diperoleh serta menyebarkannya kepada para orang tua balita di wilayah masing-masing.

“Kami berharap pengetahuan ini bisa diterapkan di keluarga dan disebarluaskan melalui posyandu. Dengan kader yang terampil, tumbuh kembang anak di Kota Jambi akan semakin optimal,” pungkasnya. (*)




7 Tips Digital Parenting Agar Anak Bijak Menggunakan Internet

SEPUCUKJAMBI.ID – Teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bekerja, berkomunikasi, dan kegiatan lainnya, sehingga sulit untuk dihindari.

Pengguna teknologi digital tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Oleh karena itu, orangtua perlu menerapkan digital parenting agar anak dapat menggunakan internet dengan lebih bijak dan bertanggung jawab.

Tujuan penerapan digital parenting adalah untuk membantu orangtua menjadi panutan dalam penggunaan teknologi, mengajarkan etika serta pengelolaan teknologi digital, dan mengawasi sekaligus mendampingi anak saat menggunakan internet.

Terdapat tujuh langkah yang dapat dilakukan orangtua untuk menerapkan digital parenting, yaitu:

1. Ciptakan Bonding

Langkah pertama adalah membangun ikatan yang kuat antara orangtua dan anak.

Orangtua dianjurkan untuk sering mengobrol secara terbuka dan santai tentang dunia digital.

Dengan suasana yang nyaman, anak lebih mudah mendiskusikan pengalaman, pertanyaan, dan tantangan yang mereka temui di internet.

2. Edukasi Diri Sendiri

Orangtua perlu aktif mempelajari teknologi digital, termasuk gadget, aplikasi, permainan online, dan berbagai ruang digital lainnya.

Mengikuti informasi terbaru dan mencoba aplikasi atau situs web sendiri dapat membantu orangtua lebih memahami dunia maya anak.

Selain itu, orangtua bisa mencari tips digital parenting tambahan untuk meningkatkan pengetahuan mereka.

3. Gunakan Parental Control

Fitur parental control memungkinkan orangtua mengatur akses anak ke platform digital, termasuk durasi penggunaan dan jenis konten yang bisa diakses.

Misalnya, layanan seperti Family Link dan YouTube Kids memungkinkan orangtua menetapkan batas harian penggunaan aplikasi tertentu, sehingga anak dapat belajar mengelola waktu mereka secara sehat.

4.Tetapkan Aturan yang Disepakati Bersama

Diskusikan aturan penggunaan gadget dengan anak, termasuk kapan dan di mana perangkat boleh digunakan.

Kesepakatan bersama lebih efektif daripada sekadar memerintah, dan jika aturan dilanggar, hak anak menggunakan gadget dapat dibatasi sesuai kesepakatan.

5. Awasi Aktivitas Anak di Dunia Digital

Orangtua perlu mengikuti aktivitas anak secara wajar, tanpa menguntit atau terlalu mengontrol akun mereka.

Dengan memahami konten dan akun yang disukai anak, orangtua bisa memberikan pemahaman bahwa tidak semua yang terlihat di dunia maya mencerminkan kenyataan.

6. Gunakan Platform Digital Bersama Anak

Orangtua dapat ikut menggunakan aplikasi, situs, atau permainan digital bersama anak.

Cara ini tidak hanya mendekatkan hubungan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar bersama dan mengajarkan etika digital secara langsung.

7. Jadi Panutan yang Baik

Orangtua harus menjadi contoh bagi anak dalam penggunaan teknologi. Kurangi kebiasaan digital yang kurang produktif, ketahui batas waktu penggunaan internet, dan tunjukkan sikap positif di dunia maya.

Anak belajar banyak dari perilaku orangtua, sehingga peran panutan sangat penting.

Digital parenting bukan sekadar mengawasi anak, tetapi juga membimbing dan menjadi panutan dalam penggunaan teknologi.(*)