Kepala BPBD: Tiga Kecamatan di Kota Jambi Diterjang Banjir Genangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Hujan deras yang mengguyur Kota Jambi selama hampir lima jam pada Kamis 18 Juni 2026 kembali memicu banjir genangan di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi mencatat sedikitnya tiga kecamatan terdampak.

Sementara kawasan Kenali Asam Bawah kembali menjadi titik yang paling disorot warga karena banjir berulang.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Jambi, hujan mulai turun sekitar pukul 04.45 WIB hingga 09.30 WIB.

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah ruas jalan, drainase, halaman rumah, hingga fasilitas pendidikan terendam air.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, mengatakan genangan terjadi di beberapa wilayah, yakni Kecamatan Kotabaru, Jelutung, dan Jambi Timur.

Di Kecamatan Kotabaru, titik genangan tercatat berada di RT 16 Kelurahan Suka Karya serta RT 04 dan RT 29 Kelurahan Paal Lima.

Sementara di Kecamatan Jelutung, banjir dilaporkan terjadi di RT 07 dan RT 51 Kelurahan Jelutung. Sedangkan di Kecamatan Jambi Timur, genangan terjadi di RT 29 Kelurahan Sulanjana.

Selain permukiman warga, halaman SD Negeri 98 dan SD Negeri 104 juga sempat terendam.

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

Kepala BPBD Kota Jambi Doni Sumatriadi mengatakan, pihaknya bersama kecamatan dan kelurahan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang rawan terdampak banjir.

Menurutnya, seluruh genangan mulai surut setelah hujan berhenti dan kondisi berangsur kembali normal.

“Alhamdulillah tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah warga. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras berlangsung dalam durasi yang cukup lama,” ujarnya.

BPBD juga meminta warga aktif menjaga kebersihan saluran drainase dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat.

Ke depan, BPBD bersama instansi terkait akan terus melakukan pemetaan kawasan rawan banjir guna merumuskan langkah penanganan yang lebih komprehensif, terutama di wilayah yang kerap terdampak seperti Kenali Asam Bawah.

Hingga Kamis siang, seluruh titik genangan yang sebelumnya dilaporkan telah surut dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Di tengah sejumlah titik genangan yang muncul, kawasan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, kembali menjadi perhatian.

Wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan banjir itu kembali terendam setelah hujan berlangsung sejak dini hari.

Air mulai menggenangi kawasan sekitar pukul 04.30 WIB dan mencapai puncaknya pada pagi hari.

Beberapa titik terdampak berada di kawasan Simpang Empat Jalan Lirik dan RT 03 Kenali Asam Bawah, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai paha orang dewasa.

Genangan tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu. Sejumlah kendaraan harus melaju perlahan sehingga memicu kemacetan di beberapa ruas jalan sejak pagi.

Hendri, salah seorang warga Kenali Asam Bawah, mengaku banjir yang terjadi bukan lagi peristiwa baru bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, sepanjang Juni 2026 kawasan tersebut telah mengalami banjir hingga lima kali.

“Ini sudah menjadi langganan. Dalam bulan Juni saja sudah lima kali banjir. Parit dan anak sungai di sekitar kawasan ini sudah dangkal, bahkan pernah tersumbat total,” katanya.

Ia menilai kondisi drainase yang tidak optimal ditambah pesatnya pembangunan perumahan di sekitar kawasan Km 7 Kenali Asam Bawah turut memperburuk aliran air saat hujan deras.

“Sudah sering banjir, tetapi sampai sekarang masyarakat belum merasakan solusi yang benar-benar efektif,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Anton, warga RT 03 Kenali Asam Bawah. Ia menyebut banjir kali ini lebih parah dibandingkan beberapa kejadian sebelumnya.

“Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Kondisinya terasa lebih parah, apalagi sejak adanya pekerjaan pelebaran sungai yang belum selesai,” katanya.

Anton memperkirakan sedikitnya 50 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut.(*)




BPBD Kota Jambi: Pencarian Korban Tenggelam Dilanjutkan Besok Pagi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Proses pencarian seorang pria bernama Hendra yang diduga terjatuh ke Sungai Batanghari di kawasan RT 02 Kelurahan Buluran Kenali, Kecamatan Telanai Pura, Kota Jambi, resmi dihentikan sementara pada Kamis malam 5 Juni 2026.

Penghentian sementara dilakukan sekitar malam hari setelah tim gabungan mempertimbangkan faktor keselamatan serta kondisi pencahayaan yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan penyisiran di aliran sungai.

Pencarian rencananya akan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi 6 Juni 2026 pukul 07.30 WIB dengan fokus di sekitar lokasi kejadian hingga aliran menuju kawasan Pasar Angso Duo.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menjelaskan bahwa sejak laporan diterima, pihaknya langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait.

“Begitu laporan masuk, kami langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Polairud, Polsek Telanai Pura, Danramil, Camat Telanai Pura, Lurah Buluran Kenali, serta masyarakat sekitar untuk melakukan pencarian,” ujar Doni Sumatriadi.

Ia menyebutkan, tim gabungan sempat melakukan penyisiran di sejumlah titik menggunakan perahu karet dan perahu mesin di sepanjang Sungai Batanghari.

Doni menegaskan bahwa keputusan menghentikan sementara operasi pencarian dilakukan demi keselamatan seluruh tim di lapangan.

“Kondisi sudah gelap dan arus sungai cukup sulit untuk dilakukan pencarian maksimal, sehingga diputuskan untuk dihentikan sementara dan dilanjutkan besok pagi,” jelasnya.

Dalam operasi pencarian tersebut, sejumlah unsur diterjunkan di lapangan,  dikerahkan sekitar 3 unit perahu karet, serta sejumlah penyelamam dari tim gabungan dan relawan.

Pencarian sebelumnya dilakukan menyisir area sekitar lokasi kejadian hingga ke arah hilir Sungai Batanghari.

Korban diketahui bernama Hendra, laki-laki yang berdomisili di RT 17 Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanai Pura.

Hingga saat ini, usia korban belum diketahui dan keberadaannya masih dalam pencarian.

Berdasarkan informasi awal, korban diduga terjatuh ke Sungai Batanghari saat sedang memancing di sekitar lokasi kejadian.

BPBD Kota Jambi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar Sungai Batanghari, terutama pada malam hari, mengingat kondisi arus dan minimnya penerangan di beberapa titik.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih belum membuahkan hasil dan akan kembali dilanjutkan pada pagi hari sesuai rencana tim gabungan.(*)




Libatkan Sejumlah Tim Penyelam, BPBD Kota Jambi dan Tim Masih Cari Warga Pematang Sulur yang Dikabarkan Tenggelam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang pria bernama Hendra dilaporkan diduga terjatuh ke aliran Sungai Batanghari saat sedang memancing di kawasan RT 02, Kelurahan Buluran Kenali, Kecamatan Telanai Pura, Kota Jambi, Kamis malam 4 Juni 2026 sekitar pukul 22.30 WIB.

Hingga saat ini, korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki tersebut masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Korban diketahui berdomisili di RT 17 Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanai Pura. Usia korban belum diketahui secara pasti.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, korban diduga terjatuh ke Sungai Batanghari saat sedang memancing di sekitar lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian melaporkan kepada pihak berwenang.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab korban terjatuh ke sungai.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk melakukan pencarian korban.

“Begitu laporan kami terima, langsung dilakukan koordinasi dengan Basarnas, Polairud, Polsek Telanai Pura, Danramil, Camat Telanai Pura, Lurah Buluran Kenali, serta masyarakat sekitar untuk membantu proses pencarian,” ujar Doni Sumatriadi.

Ia menjelaskan, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi dengan menggunakan sejumlah perahu karet dan perahu mesin untuk menyisir area Sungai Batanghari.

Dalam proses pencarian tersebut, dikerahkan sekitar 3 unit perahu karet, serta sejumlah penyelam dari tim gabungan dan relawan.

Pencarian dilakukan menyusuri area sekitar lokasi kejadian hingga ke kawasan Pasar Angso Duo.

Doni Sumatriadi menambahkan bahwa pencarian sempat dihentikan sementara pada malam hari mengingat kondisi gelap dan faktor keselamatan tim di lapangan.

“Pencarian sementara dihentikan malam ini dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pukul 07.30 WIB,” jelasnya.

Ia menegaskan, pencarian akan kembali difokuskan di sekitar lokasi kejadian hingga wilayah hilir Sungai Batanghari.

BPBD Kota Jambi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Batanghari, terutama pada malam hari, mengingat kondisi arus dan minimnya penerangan di beberapa titik.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan oleh pihak berwenang.(*)




Warning! Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kota Jambi Diperpanjang, Berikut Informasinya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi selama 31 hari, terhitung mulai 1 Januari hingga 31 Januari 2026, menyusul kondisi cuaca ekstrem dan peningkatan tinggi muka air Sungai Batanghari.

Keputusan ini dituangkan melalui Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 1217 Tahun 2025.

Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan bahwa perpanjangan status siaga darurat dilakukan berdasarkan kajian situasi lapangan, laporan BMKG Jambi, serta rekomendasi rapat konsolidasi kesiapsiagaan bencana nasional.

“Meskipun beberapa titik pantau masih berada di bawah batas Siaga III, kenaikan muka air Sungai Batanghari dan potensi hujan lebat tetap menjadi perhatian utama,” sebutnya.

“Kami terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi dengan semua instansi terkait,” ujar Doni Sumatriadi.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jambi, Maulana, melalui Plt Kepala BPBD Doni Sumatriadi, menegaskan bahwa, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir dan angin kencang, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir.

“Keputusan perpanjangan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan warga dan kesiapsiagaan pemerintah daerah,” kata dia.

“Warga diimbau mengikuti arahan BPBD dan selalu memperbarui informasi terkait perkembangan kondisi cuaca dan tinggi muka air,” jelasnya.

Keputusan ini juga merujuk pada beberapa peraturan perundang-undangan, termasuk UU Penanggulangan Bencana Nomor 24 Tahun 2007, UU Pemerintahan Daerah Nomor 23 Tahun 2014, Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 4 Tahun 2025, serta pedoman BNPB Tahun 2016 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana.

Status siaga darurat hidrometeorologi dapat diperpanjang atau dipersingkat sesuai kebutuhan, tergantung perkembangan kondisi di lapangan.

Baca selengkapnya di sini surat SK Perpanjangan status siaga darurat Kota Jambi!




BPBD Kota Jambi: TMA Tanggo Rajo Jambi Masih Aman, Tapi Waspada Fluktuasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketinggian muka air Sungai Batanghari di Kota Jambi terus menjadi perhatian menyusul fluktuasi debit air di sejumlah wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari.

Berdasarkan hasil pengamatan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI pada Kamis, 1 Januari 2026, tercatat kondisi tinggi muka air (TMA) bervariasi di puluhan titik pantau.

Dari total 43 Pos Duga Air (PDA) yang tersebar di Wilayah Sungai Batanghari, terdapat empat lokasi yang mengalami kenaikan TMA kumulatif signifikan, dengan kenaikan lebih dari satu meter.

Sementara itu, sebagian besar titik pantau justru menunjukkan tren penurunan muka air.

Secara keseluruhan, fluktuasi TMA pada hari ini tercatat di 36 titik pantau, dengan rincian 10 lokasi mengalami kenaikan, 5 lokasi dalam kondisi stabil, dan 21 lokasi mengalami penurunan.

Namun demikian, terdapat beberapa daerah yang sudah mencapai batas Muka Air Banjir, yakni Rimbo Bujang, Kotoboyo, dan Teluk Kuali.

Khusus di Sungai Batanghari wilayah Kota Jambi, hasil pengamatan di Pos Pantau Tanggo Rajo menunjukkan tinggi muka air berada di angka 12,84 meter.

Angka tersebut masih di bawah batas elevasi Siaga III, yaitu 13,87 meter, dengan selisih sekitar 1,03 meter.

Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan bahwa kondisi ini masih tergolong aman.

Namun masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca dan kenaikan debit air secara tiba-tiba.

“Ketinggian muka air di Tanggo Rajo saat ini masih berada di bawah status Siaga III. Meski demikian, kami dari BPBD Kota Jambi terus melakukan pemantauan intensif dan mengimbau masyarakat,” kata dia.

“Khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Batanghari, agar tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujar Doni Sumatriadi.

Ia menambahkan, BPBD Kota Jambi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan apabila terjadi peningkatan muka air dalam beberapa hari ke depan.

Terutama mengingat masih adanya empat lokasi yang belum menyampaikan data dan enam lokasi dengan data tidak lengkap.(*)




Update TMA Tanggo Rajo Jambi, BPBD Sebut Kondisi Sungai Batanghari Terkendali

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Batanghari di Kota Jambi terpantau masih dalam kondisi aman.

Berdasarkan hasil pengamatan terbaru Pos Duga Air Tanggo Rajo pada Selasa, 23 Desember 2025, yang berada di kawasan Ancol Kota Jambi, ketinggian air berada jauh di bawah batas status siaga.

Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan bahwa hasil pemantauan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI menunjukkan tren penurunan di sebagian besar titik pantau yang tersebar di wilayah Sungai Batanghari.

“Untuk Pos Pantau Tanggo Rajo Kota Jambi, TMA tercatat berada pada ketinggian 12,50 meter, masih di bawah batas elevasi Siaga III yakni 13,87 meter, dengan selisih sekitar 1,37 meter,” ujar Doni.

Berdasarkan laporan BWS Sumatera VI, dari total 43 titik pantau yang diamati, tidak ditemukan adanya kenaikan Tinggi Muka Air secara kumulatif yang signifikan atau lebih dari satu meter.

Sebaliknya, mayoritas titik pantau justru mengalami penurunan muka air.

Secara rinci, kondisi fluktuasi TMA pada hari pengamatan menunjukkan 9 lokasi mengalami kenaikan, 4 lokasi dalam kondisi tetap, dan 24 lokasi mengalami penurunan.

Sementara itu, terdapat satu lokasi, yakni Rimbo Bujang, yang tercatat mencapai batas muka air banjir.

Selain itu, BPBD juga mencatat adanya kendala data dari beberapa titik pantau. Sebanyak tiga lokasi belum menyampaikan data, serta tiga lokasi lainnya memiliki data yang tidak lengkap.

Meski kondisi Sungai Batanghari di wilayah Kota Jambi masih terkendali, BPBD Kota Jambi tetap mengimbau masyarakat.

Khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan informasi resmi terkait kondisi Tinggi Muka Air.(*)




Banjir Kiriman Masih Mengancam, BPBD Minta Warga Kota Jambi Waspada! Cek di Sini Wilayahnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan hasil pengamatan Tinggi Muka Air (TMA) pada Pos Duga Air BWS Sumatera VI yang tersebar di Wilayah Sungai (WS) Batanghari per Minggu (21/12/2025).

Dari 43 titik pantau, beberapa lokasi menunjukkan kenaikan TMA signifikan, sementara sebagian besar lainnya mengalami penurunan.

Menurut Doni, dari total titik pantau, terdapat tiga lokasi dengan kenaikan TMA kumulatif lebih dari 1 meter, sementara 19 lokasi mengalami kenaikan, 1 titik tetap, dan 14 titik mengalami penurunan.

Hanya terdapat satu lokasi, yaitu TMA Rimbo Bujang, yang mencapai batas muka air banjir.

Pengamatan di Sungai Batanghari, khususnya pos Tanggo Rajo, menunjukkan TMA berada pada 12,60 meter, masih di bawah batas siaga III yaitu 13,87 meter, dengan selisih 1,27 meter.

“Namun masyarakat tetap harus waspada,” ujar Doni Sumatriadi.

Doni menekankan, wilayah Kota Jambi yang rawan banjir meliputi Danau Teluk, Pelayangan, Danau Sipin, Telanaipura, Pasar Jambi, dan Jambi Timur.

Masyarakat di kawasan ini diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai atau dataran rendah.

“Banjir kiriman dari hulu masih menjadi ancaman di wilayah rawan,” kata Doni.

“Kami terus memantau kondisi air dan berkoordinasi untuk langkah mitigasi agar risiko dampak banjir dapat diminimalkan,” tambahnya.

Beberapa lokasi pantau belum menyampaikan data atau datanya tidak lengkap.

Sehingga BPBD Kota Jambi tetap melakukan pemantauan rutin untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir.(*)




Masih di Bawah Siaga III, BPBD Kota Jambi: TMA Pos Tanggo Rajo Kota Jambi 10,82 Meter

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan hasil pengamatan Tinggi Muka Air (TMA) di 43 titik pantau sepanjang Sungai Batanghari pada Selasa (16/12/2025).

Hasil pengamatan ini dilakukan melalui Pos Duga Air (PDA) BWS Sumatera VI.

Menurut Doni, sebagian besar titik pantau menunjukkan kenaikan TMA, dengan fluktuasi yang bervariasi: 20 lokasi naik, 18 lokasi turun, dan 1 lokasi tetap.

“Terdapat 2 lokasi PDA dengan kenaikan TMA kumulatif signifikan lebih dari 1 meter, sementara 1 titik mencapai batas muka air banjir, yaitu TMA Pelompek,” jelasnya.

Di Sungai Batanghari, Kota Jambi, tepatnya di Pos Tanggo Rajo, TMA tercatat 10,82 meter, masih berada di bawah batas elevasi Siaga III yang mencapai 13,87 meter, atau selisih 3,05 meter.

Doni juga menambahkan, terdapat 1 lokasi yang belum menyampaikan data dan 3 lokasi dengan data tidak lengkap.

“Pemerintah kota mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi genangan dan banjir, meski saat ini kondisi TMA masih aman di sebagian besar titik pantau,” kata dia.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko banjir di Kota Jambi, dengan pemantauan rutin dan koordinasi antara BPBD dan pihak terkait untuk menjaga keselamatan warga.(*)