Maulana Siapkan Kawasan Terintegrasi dari Perkantoran Wali Kota hingga Danau Telago Kajang Lako

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi menyiapkan konsep kawasan publik terintegrasi yang menghubungkan perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga Danau Telago Kajang Lako yang berada di kawasan kolam retensi.

Konsep tersebut disiapkan Wali Kota Jambi Maulana sebagai bagian dari penataan kawasan agar sejumlah ruang publik dan ikon Kota Jambi tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dalam satu kawasan yang saling mendukung.

Rencana itu disampaikan Maulana saat bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra melakukan penanaman pohon tanjung dan tabebuya di kawasan kolam retensi, Selasa 18 Agustus 2026.

Menurut Maulana, pembangunan kolam retensi menjadi kesempatan untuk menata kawasan di sekitarnya secara lebih menyeluruh.

“Ke depan kawasan ini akan kita integrasikan. Dari perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai sampai ke Danau Telago Kajang Lako. Kita ingin kawasan ini menjadi satu kesatuan ruang publik yang menarik,” ujar Maulana.

Bukan Lagi Titik-Titik yang Berdiri Sendiri

Konsep integrasi tersebut diarahkan untuk membentuk satu kawasan publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas.

Perkantoran Wali Kota Jambi akan menjadi salah satu titik dalam konektivitas kawasan.

Dari area tersebut, masyarakat nantinya dapat terhubung dengan Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga kawasan Danau Telago Kajang Lako.

Maulana ingin kawasan tersebut memiliki fungsi yang lebih luas, mulai dari ruang terbuka, olahraga, rekreasi hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan konsep tersebut, kolam retensi tidak hanya diposisikan sebagai infrastruktur pengendalian banjir, tetapi menjadi bagian dari wajah baru ruang publik Kota Jambi.

Kolam Retensi Jadi Titik Penghubung

Danau Telago Kajang Lako yang berada di kawasan kolam retensi menjadi salah satu bagian penting dalam konsep tersebut.

Fungsi utama kolam retensi tetap sebagai tempat menampung dan mengendalikan aliran air. Namun, area di sekitarnya akan ditata agar dapat dimanfaatkan masyarakat.

Salah satu fasilitas yang tengah dibangun adalah jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer.

Jalur tersebut akan dilengkapi pepohonan peneduh dan penerangan sehingga dapat digunakan masyarakat untuk berolahraga pada pagi, sore hingga malam hari.

Penataan lingkungan juga mulai dilakukan dengan penanaman pohon tanjung dan tabebuya oleh Maulana bersama Diza.

“Dua jenis pohon yang kita tanam, yakni tabebuya dan tanjung, dengan jarak sekitar lima meter. Harapannya nanti pohon-pohon ini tumbuh dan menjadi peneduh bagi masyarakat yang menggunakan jogging track,” katanya.

Tugu Keris Siginjai Masuk dalam Konsep Kawasan

Tugu Keris Siginjai menjadi salah satu ikon yang akan masuk dalam jaringan kawasan publik tersebut.

Maulana ingin keberadaan sejumlah ikon kota tidak hanya menjadi objek yang berdiri sendiri, tetapi memiliki keterhubungan dengan ruang publik lainnya.

Konsep itu sekaligus dapat memperkuat daya tarik kawasan bagi masyarakat maupun wisatawan.

Jika konektivitas tersebut berhasil diwujudkan, masyarakat dapat menikmati kawasan dengan fungsi yang beragam dalam satu rangkaian ruang publik.

UMKM Disiapkan agar Ikut Bergerak

Konsep integrasi kawasan juga menyentuh aspek ekonomi.

Pemkot Jambi berencana menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Namun, aktivitas perdagangan akan diatur agar tidak mengganggu fungsi utama fasilitas publik, khususnya jogging track.

Maulana menegaskan jalur olahraga harus tetap digunakan sesuai peruntukannya dan tidak berubah menjadi area kendaraan atau aktivitas lain.

“Jangan sampai nanti jogging track ini digunakan untuk aktivitas lain. Kita sudah siapkan ruang bagi UMKM di lokasi yang memang diperuntukkan,” tegasnya.

Dengan pengaturan tersebut, kawasan diharapkan dapat menjadi ruang bertemunya aktivitas olahraga, rekreasi dan ekonomi masyarakat.

Bisa Dikembangkan Menjadi Kawasan Wisata

Maulana juga melihat peluang kawasan terintegrasi tersebut untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru Kota Jambi.

Namun, pengembangan wisata akan dilakukan setelah fungsi pengendalian banjir berjalan optimal.

Konsep yang disiapkan antara lain wisata air, air mancur dengan permainan lampu serta berbagai fasilitas publik lainnya.

“Kalau nanti danaunya sudah jadi dan fungsi pengendalian airnya berjalan baik, kita bisa kembangkan menjadi kawasan wisata,” ujarnya.

Menurut Maulana, pengembangan tersebut diharapkan membuat kawasan tidak hanya ramai pada jam kerja.

Aktivitas olahraga, ruang publik, UMKM dan wisata diharapkan membuat kawasan tetap hidup hingga malam.

Penataan Dimulai dari Penghijauan

Penanaman pohon tanjung dan tabebuya menjadi salah satu langkah awal penataan kawasan.

Pohon-pohon tersebut akan menjadi bagian dari lanskap ruang publik sekaligus peneduh jogging track.

Di saat yang sama, pembangunan kolam retensi terus diarahkan untuk menyelesaikan fungsi pengendalian banjir.

Maulana mengatakan kawasan tersebut nantinya diharapkan mampu menjalankan beberapa fungsi sekaligus: mengendalikan banjir, menyediakan ruang publik, menjadi kawasan olahraga, membuka ruang ekonomi dan berpotensi menjadi destinasi wisata.

Jika konsep integrasi terealisasi, kawasan perkantoran Wali Kota Jambi hingga Danau Telago Kajang Lako tidak lagi menjadi titik-titik yang terpisah, tetapi dirancang sebagai satu kesatuan kawasan publik yang memiliki konektivitas dan fungsi yang saling melengkapi.(*)




Tanam Tanjung dan Tabebuya, Maulana Siapkan Kolam Retensi Jambi Jadi Ruang Hijau

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kolam retensi yang dibangun Pemerintah Kota Jambi mulai diarahkan bukan hanya sebagai infrastruktur pengendali banjir.

Wali Kota Jambi Maulana menyiapkan kawasan tersebut menjadi ruang publik baru yang menggabungkan fungsi pengendalian air, olahraga, penghijauan hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Langkah awal penataan kawasan itu ditandai dengan penanaman pohon tanjung dan tabebuya oleh Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra, Selasa 18 Agustus 2026.

Pohon-pohon tersebut ditanam di sekitar kawasan yang nantinya memiliki jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer.

Konsep itu membuat kolam retensi tidak lagi sekadar dipandang sebagai tempat menampung air saat hujan dan banjir.

Pemkot Jambi ingin kawasan tersebut menjadi ruang yang dapat digunakan masyarakat sepanjang hari.

Ada Jogging Track 1,4 Kilometer

Maulana mengatakan jogging track disiapkan sebagai salah satu fasilitas utama di kawasan kolam retensi.

Jalur tersebut akan dilengkapi pepohonan peneduh serta penerangan.

Dengan konsep tersebut, masyarakat nantinya dapat memanfaatkannya untuk berjalan kaki maupun berolahraga mulai pagi hingga malam.

“Dua jenis pohon yang kita tanam, yakni tabebuya dan tanjung, dengan jarak sekitar lima meter. Harapannya nanti pohon-pohon ini tumbuh dan menjadi peneduh bagi masyarakat yang menggunakan jogging track,” ujar Maulana.

Sebagian jalur jogging track saat ini sudah selesai dicor. Pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh lintasan selesai.

Pemkot Jambi juga menyiapkan lampu di sepanjang jalur.

Menurut Maulana, penerangan menjadi bagian penting dalam desain kawasan karena aktivitas masyarakat tidak hanya berlangsung pada siang hari.

“Lampu juga kita siapkan sepanjang jogging track. Setelah terpasang secara bertahap, kawasan ini akan cukup terang sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat juga terjaga,” katanya.

Fungsi Utamanya Tetap Kendalikan Banjir

Meski dikembangkan menjadi ruang publik, Maulana menegaskan fungsi utama kolam retensi tetap sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir Kota Jambi.

Kawasan tersebut dibangun berdasarkan kajian serta pemantauan kondisi banjir, termasuk melalui pemantauan menggunakan drone.

Kolam retensi dirancang untuk menampung sekaligus mengatur aliran air dari kawasan yang lebih tinggi sehingga tekanan aliran air dapat dikendalikan.

“Bagaimana penanggulangan banjir ini sudah mulai bisa kita kendalikan. Salah satu solusinya berdasarkan kajian dan pemantauan melalui drone ketika terjadi banjir besar, maka kita bangun kawasan ini sebagai tempat penampungan dan pengendalian air,” jelasnya.

Maulana mengatakan dinding danau di kawasan tersebut telah rampung.

Tahap berikutnya adalah menata lingkungan sekitar agar fungsi konservasi air dapat berjalan bersamaan dengan fungsi sosial kawasan.

Terhubung dengan Ikon Kota Jambi

Konsep yang disiapkan Pemkot Jambi bahkan lebih luas dari sekadar membangun jogging track.

Maulana ingin kawasan kolam retensi terintegrasi dengan sejumlah ruang dan ikon kota.

Rencananya, kawasan tersebut akan dihubungkan dengan kawasan perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga Danau Telago Kajang Lako.

Dengan konektivitas tersebut, pemerintah ingin membentuk satu kawasan publik yang dapat menjadi tempat masyarakat berolahraga, bersantai dan beraktivitas.

“Ke depan kawasan ini akan kita integrasikan. Dari perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai sampai ke Danau Telago Kajang Lako. Kita ingin kawasan ini menjadi satu kesatuan ruang publik yang menarik,” ujarnya.

Jogging Track Tak Boleh Jadi Jalur Kendaraan

Penataan kawasan juga akan dibarengi dengan aturan pemanfaatan ruang.

Maulana menegaskan jogging track harus tetap menjadi jalur khusus bagi pejalan kaki dan pelari. Kendaraan tidak diperbolehkan masuk dan menggunakan jalur tersebut.

Sementara aktivitas perdagangan akan diarahkan ke area khusus yang disiapkan pemerintah.

Pemkot Jambi berencana menyediakan ruang bagi pelaku UMKM agar kegiatan ekonomi tetap tumbuh tanpa mengganggu fungsi jogging track.

“Jangan sampai nanti jogging track ini digunakan untuk aktivitas lain. Kita sudah siapkan ruang bagi UMKM di lokasi yang memang diperuntukkan,” tegas Maulana.

Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Pemkot Jambi ingin menggabungkan ruang olahraga dengan peluang ekonomi masyarakat.

Disiapkan untuk Olahraga hingga Wisata

Fasilitas lain juga dirancang di sekitar kawasan perkantoran Wali Kota Jambi. Di antaranya arena mini soccer dan sepatu roda yang dapat menjadi fasilitas aktivitas masyarakat.

Namun, pengembangan kawasan tidak berhenti di sana.

Maulana membuka kemungkinan kolam retensi tersebut dikembangkan menjadi destinasi wisata baru Kota Jambi setelah fungsi pengendalian banjir berjalan optimal.

Konsep wisata yang dibayangkan antara lain wisata air, air mancur dengan permainan lampu serta berbagai fasilitas publik yang dapat dinikmati masyarakat pada malam hari.

“Kalau nanti danaunya sudah jadi dan fungsi pengendalian airnya berjalan baik, kita bisa kembangkan menjadi kawasan wisata,” katanya.

Banjir Ditangani, Ekonomi Masyarakat Ikut Bergerak

Pemkot Jambi berharap pembangunan kolam retensi memberikan manfaat lebih luas.

Targetnya bukan hanya mengurangi persoalan genangan, tetapi juga menciptakan ruang yang dapat digunakan masyarakat sekaligus menjadi titik baru aktivitas ekonomi.

Keberadaan UMKM, fasilitas olahraga dan kemungkinan pengembangan wisata diharapkan membuat kawasan tersebut terus hidup.

“Harapannya kawasan ini hidup. Masyarakat bisa berolahraga, menikmati ruang publik, sekaligus ada aktivitas ekonomi yang tumbuh,” ujar Maulana.

Dengan konsep tersebut, kolam retensi Jambi diproyeksikan memiliki tiga wajah sekaligus: infrastruktur pengendali banjir, ruang publik dan calon kawasan wisata.

Penanaman tanjung dan tabebuya yang dilakukan Maulana dan Diza menjadi salah satu langkah awal untuk membentuk wajah baru kawasan tersebut.

Jika seluruh fasilitas terealisasi, kawasan yang awalnya dibangun untuk mengendalikan air itu berpotensi menjadi salah satu ruang publik baru yang menghubungkan olahraga, lingkungan, rekreasi dan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Jambi.(*)




Kemas Faried Tegaskan Stabilitas Jambi Tak Bisa Hanya Andalkan Aparat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat menjaga persatuan dan keamanan daerah terlihat dalam pelaksanaan Apel Kebangsaan Sabuk Kamtibmas Wilayah Jambi yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi.

Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, legislatif, tokoh masyarakat, hingga elemen pemuda dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di Kota Jambi.

Apel kebangsaan dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha dengan mengusung tema “Dengan Kebersamaan dan Kepedulian, Kita Bisa Menciptakan Lingkungan yang Aman, Nyaman dan Terbebas dari Gangguan Kamtibmas”.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, Wakapolda Jambi Benny Ali, pejabat utama Polda Jambi, unsur Forkopimda, Forum RT, lurah, FKUB, Lembaga Adat Melayu Jambi, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama hingga kalangan pemuda.

Rangkaian apel dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penghormatan pasukan, laporan komandan apel, pemeriksaan pasukan, hingga pembacaan Ikrar Kebangsaan Sabuk Kamtibmas yang dipimpin Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly mengapresiasi terselenggaranya apel kebangsaan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sabuk Kamtibmas menjadi wadah pemersatu seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan sekaligus memperkuat solidaritas sosial,” ujar Kemas Faried.

Ia menegaskan bahwa menjaga situasi tetap aman dan kondusif tidak bisa hanya bergantung pada aparat TNI dan Polri semata.

Keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Kemas Faried juga menyoroti pentingnya pelayanan yang profesional, humanis, dan berkeadilan guna membangun kepercayaan publik terhadap aparat dan pemerintah.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diingatkan agar tetap waspada terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti aksi premanisme, penyebaran hoaks, provokasi, hingga tindak kriminal yang dapat memicu perpecahan sosial.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dari Kapolda Jambi kepada Pemerintah Kota Jambi atas keberhasilan menjalankan Program Kampung Bahagia serta menjaga kondisi keamanan daerah tetap kondusif.

Momentum itu kemudian ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dan sesi foto seluruh peserta sebagai simbol penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Jambi.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi seluruh elemen, kita optimistis Kota Jambi akan terus tumbuh sebagai daerah yang damai, maju, dan nyaman bagi masyarakat,” tutup Kemas Faried.(*)




Jadi Tuan Rumah MTQ 2026, Pemkot Jambi Siapkan Pelayanan Terbaik untuk Kafilah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mulai mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 tingkat Provinsi Jambi tahun 2026.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha memimpin langsung rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda Kota Jambi di Aula Bapperida, Kamis (21/5/2026).

Rapat tersebut membahas berbagai kesiapan teknis, mulai dari lokasi pelaksanaan, akomodasi kafilah, transportasi, keamanan, kebersihan, hingga teknis perlombaan.

Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik demi menyukseskan pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Jambi yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 8 November 2026.

Ajang syiar Islam terbesar di Provinsi Jambi itu nantinya akan dipusatkan di EX Arena MTQ Provinsi Jambi dengan mengusung tema “Melalui MTQ ke-55 Provinsi Jambi, Kita Teguhkan Nilai-Nilai Al-Qur’an Dalam Membentuk Generasi Penerus Yang Beriman, Berkarakter Mantap Menuju Masa Depan Yang Bahagia”.

Dalam arahannya, Wali Kota Maulana meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi lintas sektor agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses.

“MTQ bukan hanya ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat. Karena itu seluruh persiapan harus dilakukan secara matang,” ujar Maulana.

Ia menegaskan, kesempatan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Jambi merupakan momentum penting bagi Kota Jambi setelah menunggu selama 11 tahun.

Menurutnya, seluruh tamu dan kafilah dari kabupaten/kota se-Provinsi Jambi harus mendapatkan pelayanan terbaik selama berada di Kota Jambi.

“Saya ingin seluruh tamu yang pulang dari Kota Jambi membawa kesan positif dan mengapresiasi pelayanan yang diberikan Pemerintah Kota Jambi,” katanya.

Selain itu, Maulana juga meminta seluruh anggaran dan sumber daya yang tersedia dapat dioptimalkan agar pelaksanaan MTQ berlangsung maksimal.

Ia turut meminta dukungan TNI, Polri, dan seluruh stakeholder terkait dalam menjaga kelancaran serta keamanan selama kegiatan berlangsung.

“Kami bersama tim sudah menyusun konsep kegiatan, termasuk menentukan titik-titik arena perlombaan di sejumlah masjid bersejarah sebagai bagian dari pengembangan wisata religi di Kota Jambi,” ungkapnya.

Sebagai tuan rumah, Maulana berharap seluruh masyarakat Kota Jambi ikut berpartisipasi menyukseskan MTQ ke-55 tingkat Provinsi Jambi.

“Kepada seluruh pengurus masjid dan masyarakat Kota Jambi, mari bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik agar kegiatan ini berjalan sukses dan memberikan kesan terbaik,” tutupnya.

Pemerintah Kota Jambi juga optimistis mampu kembali meraih prestasi terbaik pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jambi, setelah empat tahun berturut-turut sukses menjadi juara umum.(*)




Wakil Wali Kota Jambi Dukung Sekolah Rakyat, Solusi Pendidikan Gratis untuk Anak Kurang Mampu

KALIMANTAN SELATAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, menghadiri peresmian Sekolah Rakyat (SR) yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Acara peresmian secara nasional ini dilakukan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan mencakup 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan konsep sekolah berasrama lengkap fasilitas mulai dari pembelajaran, asrama, layanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik.

Dukungan Pemkot Jambi untuk Pendidikan Berkualitas

Dalam keterangannya, Wakil Wali Kota Diza Hazra menekankan bahwa Pemkot Jambi siap mendukung program nasional ini demi mencetak generasi masa depan yang berkompeten dan berdaya saing.

“Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang menekankan pendidikan inklusif dan merata,” bebernya.

“Sekolah Rakyat ini hadir untuk anak-anak kurang mampu desil 1 dan 2, sehingga kesempatan belajar mereka setara dengan anak-anak lainnya,” ujar Diza.

Diza juga menyampaikan kebanggaannya karena Kota Jambi menjadi salah satu lokasi program Sekolah Rakyat, tepatnya di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo.

Ia berharap Sekolah Rakyat segera berdiri di Kota Jambi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program ini memiliki fasilitas lengkap dari SD, SMP, hingga SMA, sehingga dapat membantu anak-anak mencapai cita-cita dan memutus rantai kemiskinan,” ujarnya.

“Kami berharap Sekolah Rakyat menjadi solusi konkret meningkatkan kualitas SDM di Kota Jambi,” tegasnya.

Presiden Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pembangunan 166 Sekolah Rakyat merupakan langkah awal dari target pemerintah 500 Sekolah Rakyat hingga 2029.

Setiap sekolah dirancang menampung hingga 1.000 murid, sehingga total peserta didik yang dijangkau bisa mencapai 500 ribu anak.

Harapan untuk Generasi Muda Kota Jambi

Dengan ditetapkannya Kota Jambi sebagai lokasi Sekolah Rakyat, Pemkot Jambi berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah pusat agar program ini berjalan efektif.

Diharapkan anak-anak Kota Jambi mendapatkan akses pendidikan berkualitas gratis, fasilitas lengkap, dan tenaga pendidik profesional, sehingga tercipta generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.(*)




Normalisasi Drainase Dimulai, Wawako Diza Hazra Pastikan Genangan Segera Teratasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, meninjau pelaksanaan normalisasi drainase di RT 26 dan RT 28, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Senin (10/11/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga mengenai genangan air yang sering terjadi saat curah hujan tinggi.

Diza menjelaskan, wilayah RT 26 merupakan daerah dataran rendah sehingga rawan tergenang air.

Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas PUPR menurunkan alat berat excavator untuk mempercepat proses normalisasi saluran air dan sungai kecil di sekitar permukiman.

“Kawasan RT 26 ini posisinya lebih rendah dibanding wilayah lain. Normalisasi drainase adalah langkah paling efektif untuk mengurangi risiko banjir,” ujar Diza di lokasi.

Hasil evaluasi menunjukkan kedalaman drainase di kawasan tersebut hanya sekitar 1,5 meter.

Sedangkan standar idealnya mencapai 2,5 meter. Kondisi ini membuat air mudah meluap dan menggenangi jalan serta rumah warga.

Selain memperdalam saluran, Pemkot Jambi juga berencana memperlebar aliran air hingga ke RT 28 untuk memperlancar sirkulasi.

“Jika drainase diperlebar, manfaatnya bisa dirasakan hingga RT 28. Semoga langkah ini efektif mencegah genangan air,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Jambi mengimbau masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke drainase agar hasil normalisasi bertahan lama.(*)




Komitmen Kendalikan Stunting, Wawako Diza Hazra Sebut ‘Genting’ Simbol Gotong Royong Sosial

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha secara resmi membuka kegiatan Konsolidasi Tim Pengendalian Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Kota Jambi Tahun 2025, Rabu (29/10/2025), di Aula Bappeda Kota Jambi.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah, camat se-Kota Jambi, serta para relawan Genting.

Acara ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting di daerah.

Ketua Pelaksana, Mulyadi, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus berkomitmen menurunkan angka stunting melalui berbagai strategi terpadu.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

“Gerakan ini merupakan wujud gotong royong sosial, mengajak ASN, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama membantu keluarga berisiko stunting,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dan Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 423 Tahun 2025 tentang Pembentukan Tim Pengendali Genting.

Tujuannya, menyatukan langkah tim pengendali, mengoptimalkan peran lintas sektor, serta mengidentifikasi kendala dan solusi di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan.

Mulyadi memaparkan, pelaksanaan program Genting dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025.

Berdasarkan data per 21 Oktober 2025, dari target 1.474 sasaran, realisasi penerima bantuan telah mencapai 2.172 sasaran.

“Capaian kita sudah melebihi target. Ini menunjukkan pelaksanaan Gerakan Genting berjalan baik, namun upaya pencegahan stunting harus terus ditingkatkan,” katanya.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menyebut Gerakan Genting sebagai simbol gotong royong sosial seluruh elemen masyarakat dalam menekan angka stunting di Kota Jambi.

“Paket bantuan berisi beras premium, telur, dan susu disalurkan secara terukur. Saya minta pendataan dan penyaluran dilakukan transparan dan terdokumentasi dengan baik,” tegasnya.

Diza juga menegaskan, masyarakat dapat melaporkan jika ada penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran, dengan catatan laporan disertai bukti yang valid agar bisa segera ditindaklanjuti.

Diza turut menyampaikan hasil intervensi bidang kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, tercatat 301 ibu hamil (5,62%) mengalami kekurangan energi kronis, sementara 9,72% mengalami anemia.

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal telah menjangkau 1.470 penerima manfaat, terdiri atas 458 balita gizi berkurang, 411 balita berat badan kurang, 350 balita berat badan tidak naik, dan 251 ibu hamil KEK.

“Pencegahan anemia dan kekurangan energi kronis harus disertai pemeriksaan darah rutin. Puskesmas akan kami arahkan untuk pemeriksaan berkala agar kondisi ibu dan anak tetap sehat,” ujarnya.

Diza menambahkan, program Genting akan diperluas ke organisasi kepemudaan dan organisasi wanita agar dampaknya semakin besar.

“Kita ingin memastikan ibu hamil sehat agar dapat melahirkan generasi berkualitas dan bebas stunting,” pungkasnya.(*)




Wawako Jambi Diza Hazra Pimpin Razia Pajak Kendaraan, Fokus Tingkatkan PAD

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menggelar apel razia penertiban pajak kendaraan bermotor pada Senin (21/4) yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi Pemkot Jambi bersama BPKAD, UPTD Samsat Provinsi Jambi, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan kesadaran wajib pajak masyarakat.

Terutama dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Dalam arahannya, Wawako Jambi menegaskan bahwa jumlah kendaraan bermotor di Kota Jambi saat ini mencapai lebih dari satu juta unit, terdiri dari 217 ribu unit mobil dan 783 ribu unit sepeda motor.

Jumlah ini berbanding lurus dengan besarnya potensi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan.

“Razia ini merupakan langkah konkret mendorong peningkatan PAD. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Jambi,” ujar Diza Hazra.

Wawako juga menekankan bahwa pesatnya pertumbuhan penduduk dan mobilitas kendaraan di Kota Jambi membawa tantangan tersendiri dalam penyediaan infrastruktur dan layanan publik.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya menggali potensi PAD sebagai sumber pembiayaan daerah yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan regulatif, Diza Hazra menyebutkan pentingnya implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah serta PP Nomor 35 Tahun 2023 terkait kebijakan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.(*)