Call Center 112 Kota Jambi Bahagia Siaga 24 Jam, Satu Nomor untuk Semua Keadaan Darurat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus berinovasi menghadirkan layanan publik yang cepat, responsif, dan gratis bagi masyarakat.

Salah satu wujud nyatanya adalah Call Center Bahagia 112, pusat layanan darurat terpadu yang siap siaga 24 jam tanpa biaya.

Melalui layanan ini, warga Kota Jambi cukup menghubungi nomor 112 untuk melaporkan berbagai kondisi darurat mulai dari kecelakaan, kebakaran, orang terlantar, lampu jalan mati, hingga bencana alam.

Wali Kota Jambi Dr dr H Maulana, MKM, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, ST, M.Si, menegaskan bahwa Call Center 112 Bahagia merupakan bagian dari komitmen Pemkot Jambi untuk memastikan setiap warga mendapat pertolongan cepat, tepat, dan tanpa hambatan.

“Layanan Call Center Bahagia 112 ini adalah bentuk perhatian kami terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kami ingin memastikan pertolongan bisa hadir secepat mungkin di seluruh wilayah Kota Jambi,” ujar Maulana.

Layanan ini dikelola oleh UPTD Command Center Bahagia 112 Dinas Kesehatan Kota Jambi dan didukung tenaga profesional, sistem komunikasi digital modern, serta integrasi dengan berbagai instansi seperti Kepolisian, Dinas Sosial, BPBD, dan Pemadam Kebakaran.

Salah satu petugas Call Taker 112 Kota Jambi, Tasha Salsabila, menyebutkan bahwa setiap harinya terdapat 5 hingga 10 laporan masuk, bahkan bisa lebih pada kondisi tertentu.

“Umumnya laporan yang kami terima berkaitan dengan kebakaran, orang terlantar, dan gangguan fasilitas umum,” kata dia.

“Namun, masih ada juga panggilan iseng dari anak-anak dan remaja. Kami tetap berusaha memberikan edukasi agar mereka tidak melakukan prank call,” jelas Tasha.

Saat ini terdapat delapan petugas call taker yang bekerja bergantian untuk memastikan layanan tetap berjalan 24 jam nonstop.

Selain melalui panggilan langsung, masyarakat kini juga dapat menghubungi Call Center Bahagia 112 melalui WhatsApp di nomor 0811-7877-2112.

Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi, Saleh Ridha, mengatakan layanan tambahan ini mempermudah warga yang mengalami kendala jaringan atau tidak dapat melakukan panggilan suara.

“Kami ingin masyarakat punya akses yang lebih luas terhadap layanan darurat. Lewat WhatsApp 112, laporan bisa tetap diterima dan direspons cepat oleh petugas,” ujar Saleh.

Wali Kota Maulana menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan sistem darurat terpadu ini.

Dengan kesiapsiagaan petugas dan dukungan fasilitas, Pemkot Jambi berkomitmen menjadikan Jambi sebagai kota siaga, aman, dan bahagia.

“Kami berharap masyarakat menggunakan layanan ini secara bertanggung jawab dan ikut menjaga keberlanjutan sistem darurat terpadu ini,” pungkasnya.(*)




Wakil Wali Kota Jambi Dukung FASI, Wadah Pembinaan Akhlak dan Ukhuwah Islamiah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha secara resmi melepas Kafilah Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) ke-XXII Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2025, Rabu (29/10/2025).

Acara pelepasan berlangsung di Ballroom Graha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, dan dihadiri jajaran Kementerian Agama (Kemenag), Pemerintah Kota Jambi, serta para peserta dan pendamping FASI.

Ketua pelaksana menyampaikan, pelaksanaan FASI ke-XXII mengacu pada SK Wali Kota Jambi Nomor 775 Tahun 2025 tentang pembentukan panitia pelaksana, pengawas, dewan hakim, dan kafilah Kota Jambi.
Tahun ini, kontingen Kota Jambi berjumlah 63 orang, terdiri dari 38 peserta dan 25 pendamping.

Festival Anak Saleh Indonesia ke-XXII akan digelar pada 31 Oktober–2 November 2025 di area perkantoran Wali Kota Jambi.

Terdapat 12 cabang lomba yang dipertandingkan, di antaranya azan, kaligrafi, ceramah, tilawah Al-Qur’an, dan cerdas cermat Al-Qur’an. Peserta dibagi dalam tiga kategori usia: TKA (maks. 7 tahun), TPA (maks. 12 tahun), dan TQA (maks. 15 tahun).

Sekretaris DPD BKPMI Kota Jambi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi atas dukungan dan fasilitasi terhadap pelaksanaan FASI di berbagai tingkatan.

Pada FASI nasional 2024, Provinsi Jambi berhasil menembus 10 besar nasional, dengan lima finalis berasal dari Kota Jambi.

BKPMI juga menjalankan berbagai program sosial seperti Gerakan Berantas Buta Aksara (Geprak) dan BKPMI Peduli Masjid, yang fokus pada kegiatan kebersihan dan perbaikan sarana ibadah.

Ia optimistis Kota Jambi mampu mempertahankan gelar Juara Umum yang telah diraih tiga kali berturut-turut.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menekankan bahwa FASI merupakan wadah penting dalam membina ukhuwah islamiah dan meningkatkan pendidikan keagamaan anak-anak sejak dini.

“Festival Anak Saleh Indonesia bukan hanya ajang lomba, tapi juga sarana membentuk generasi bangsa yang tangguh, beretika, dan berakhlak mulia serta memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dan Hadis,” ujarnya.

Diza juga mengingatkan peserta agar tidak sekadar mengejar kemenangan, melainkan menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman spiritual berharga.

“Kemenangan itu penting, tapi menjaga akhlak jauh lebih penting. Jadikan pengalaman ini bagian dari perjalanan hidup menuju pribadi yang lebih baik,” tambahnya.

Ia berharap FASI menjadi momentum untuk memperkuat semangat keislaman, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.(*)




Yuk Mulai Peduli! Diza Hazra Ajak Generasi Muda Aktif, Kelola Sampah demi Lingkungan Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pengelolaan sampah sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Diskusi dan Aksi Anak Muda bertema “Peran Generasi Muda dalam Pengelolaan Sampah untuk Mitigasi Perubahan Iklim”, yang digelar di Duniawi Coffee & Records, Selasa (7/10/2025).

Acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), serta Direktur Komunitas Setara.

“Kota Jambi menghasilkan 350–400 ton sampah setiap hari. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” kata dia.

Baca juga:  Kronologi Lengkap Pencurian Pajero di Jambi, Pelaku Sempat Hubungi Korban via FB

Baca juga:  Komitmen Wali Kota Jambi, Dukung Penanganan HIV/AIDS Lewat Bansos

“Kesadaran masyarakat, khususnya anak muda, harus disalurkan melalui organisasi dan komunitas agar pengelolaan sampah menjadi lebih efektif,” tambah Diza.

Wakil Wali Kota Diza menjelaskan bahwa, saat ini Pemerintah Kota Jambi sedang mendorong sistem pengumpulan sampah langsung dari rumah, disertai pemisahan antara sampah organik dan anorganik.

Cara ini memungkinkan partisipasi masyarakat secara langsung dalam proses pengolahan sampah.

Ia menambahkan, Kota Jambi sudah memiliki fasilitas Waste to Energy (WTE) yang mampu mengubah sampah organik menjadi sumber energi listrik dan gas elpiji.

Baca juga:  Akhirnya Pelaku Pembunuhan Sadis di Talang Bakung Ditangkap di Sumsel, Ini Keterangan Kepolisian

Baca juga:  Malam-malam Wali Kota Jambi Sidak Progres Pembangunan Drainase di Talang Banjar, Ini Temuannya!

“Pengelolaan sampah di Jambi tidak hanya tentang pengurangan volume, tapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan teknologi maggot dalam pengolahan sampah organik menjadi pelet yang bernilai ekonomis.

Diza mengungkapkan bahwa pemerintah berencana menutup beberapa Tempat Penampungan Sementara (TPS) liar yang kerap memicu tumpukan sampah di pinggir jalan.

Sebagai gantinya, akan disiapkan sistem pengangkutan langsung dari rumah warga.

Baca juga:  Diikuti 30 Orang ASN Dilingkungan Pemkot Jambi, SCP Angkatan 13 Resmi Dibuka

Baca juga:  Wali Kota Maulana akan Keluarkan Intruksi Wali Kota Terkait Mekanisme Pengisian Bahan Bakar Subsidi Jenis Solar

“Kami harap komunitas dan anak muda bisa jadi pelopor edukasi tentang pengelolaan sampah organik dan daur ulang. Produk daur ulang bisa menjadi barang yang bernilai ekonomi,” jelas Diza.

Ia menegaskan bahwa, menjaga kebersihan dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Pemerintah bertugas menyediakan kebijakan dan fasilitas, komunitas menggerakkan kesadaran masyarakat, dan generasi muda menjadi motor perubahan lewat ide-ide kreatif.

“Dengan kolaborasi dan semangat gotong royong, kita bisa mewujudkan Kota Jambi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutupnya.(*)




Diza Hazra Aljosha: Alam Barajo Terus Tumbuh, Fasilitas Keamanan Harus Siap

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, secara resmi menyerahkan hibah sejumlah gedung baru kepada Polresta Jambi, termasuk bangunan Polsek Alam Barajo, Rabu (17/9).

Ini dilakukan, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Jambi terhadap peningkatan fasilitas pelayanan keamanan di wilayah yang terus berkembang pesat.

Penyerahan hibah ini berlangsung di Mako Polresta Jambi. Dalam kesempatan itu, Diza menyampaikan bahwa, pembangunan dan hibah gedung merupakan wujud sinergi antara Pemkot Jambi dan jajaran kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

“Alam Barajo merupakan kawasan yang pertumbuhannya sangat cepat, baik dari sisi pemukiman maupun aktivitas ekonomi. Pemkot merasa perlu hadir memperkuat sisi keamanan melalui dukungan fasilitas seperti ini,” ujar Diza.

Ia juga menambahkan bahwa, kawasan Alam Barajo ke depan akan menjadi titik strategis, terutama dengan rencana pengembangan Terminal Alam Barajo yang akan menambah arus mobilitas warga.

Pemkot Jambi berharap dengan adanya gedung baru yang lebih representatif ini, pelayanan publik oleh kepolisian dapat lebih maksimal, khususnya dalam menangani kebutuhan masyarakat di wilayah barat Kota Jambi.

Sementara itu, pihak Polresta Jambi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat infrastruktur institusi kepolisian.(*)




Wali Kota Maulana Fasilitasi Mediasi Warga dan PT SAS, Warga Tuntut Penutupan Permanen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr Maulana, berperan aktif dalam memfasilitasi mediasi antara warga yang terdampak proyek batu bara PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) dengan pihak perusahaan dan pemerintah daerah.

Pertemuan digelar di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Selasa (16/9/2025), dan berlangsung dalam suasana tegang.

Warga dari Kelurahan Aur Kenali, Penyengat Rendah (Kota Jambi), serta Desa Mendalo Darat (Muaro Jambi), menyuarakan protes atas aktivitas pembangunan underpass dan stockpile batu bara yang dinilai merusak lingkungan dan mengganggu kenyamanan tempat tinggal.

Dalam audiensi tersebut, Maulana tampil sebagai moderator dan berupaya menenangkan situasi ketika warga mulai bersitegang, terutama saat perwakilan PT SAS menyampaikan tanggapan.

Bahkan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, bahkan turun langsung menyambangi perwakilan warga untuk meredakan ketegangan.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa, Pemkot Jambi memfasilitasi proses mediasi secara terbuka dan transparan, agar konflik antara masyarakat dan perusahaan tidak berlarut-larut.

Ia juga menjelaskan bahwa, secara regulasi, keberadaan proyek PT SAS berada dalam posisi yang kompleks karena berkaitan dengan kebijakan pusat dan daerah.

“Perda RTRW Kota Jambi 2024–2044 sudah disahkan dan disetujui oleh Kementerian ATR/BPN. PT SAS juga memiliki izin dari kementerian terkait. Maka, diperlukan harmonisasi antara regulasi pusat dan daerah untuk menentukan kelanjutan proyek,” jelas Maulana.

Ia juga menyampaikan bahwa, aktivitas PT SAS untuk sementara dihentikan, sembari menunggu hasil kajian ilmiah dari tim independen yang akan melibatkan unsur masyarakat dan perusahaan.

“Kami membuka ruang dialog lanjutan. Bisa dilakukan di tingkat kota atau provinsi, yang penting ada kesepakatan bersama. Prinsipnya, pemerintah akan selalu berpihak pada keselamatan dan kepentingan warga,” tegas Maulana.

Meski pemerintah menyampaikan komitmen melindungi masyarakat, sebagian warga menyatakan ketidakpuasan atas keputusan penghentian sementara.

Mereka mendesak penghentian permanen proyek PT SAS yang dinilai mengancam keselamatan lingkungan dan kesehatan.

“Kami tidak butuh mediasi berlarut-larut. Kami butuh keputusan tegas yang melindungi warga,” tegas Ahmad, warga Aur Kenali.

Hal senada disampaikan Rahmat Supriadi, Ketua Barisan Perjuangan Rakyat Menolak Stockpile Aur Kenali.

Ia menilai pernyataan Gubernur Jambi Al Haris yang hadir dalam pertemuan tersebut belum menjawab tuntutan utama warga.

Menurutnya, proyek stockpile PT SAS sudah menimbulkan kerusakan lingkungan, getaran bangunan, dan polusi udara, serta berada terlalu dekat dengan pemukiman warga.

Warga mendesak agar pemerintah, baik di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi, tidak hanya menjadi penengah, tetapi menunjukkan keberpihakan nyata terhadap keselamatan dan hak hidup masyarakat.

“Kalau pemerintah memang berpihak kepada rakyat, tunjukkan sikap tegas. Jangan biarkan kepentingan perusahaan mengalahkan keselamatan warga,” kata Raul, tokoh muda Aur Kenali.

Warga menyatakan akan terus mengawal proses kajian ilmiah, dan siap melakukan aksi lanjutan jika tuntutan penghentian permanen tidak dipenuhi.(*)




Pelantikan Dekranasda Kota Jambi, Wakil Wali Kota Tekankan Inovasi dan Budaya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha secara resmi melantik jajaran Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jambi masa bhakti 2025–2030, dalam sebuah acara yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Pelantikan ini menandai langkah awal penguatan sektor ekonomi kreatif dan industri kerajinan di Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Diza menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengurus baru dan harapan agar Dekranasda bisa menjadi motor penggerak dalam mendorong UMKM lokal naik kelas.

“Dekranasda memiliki peran strategis untuk membina dan mengembangkan potensi perajin lokal, mendorong inovasi, dan melestarikan budaya daerah melalui produk kerajinan,” ungkapnya, Minggu (10/8/2025).

Diza menegaskan, sebagai bagian dari program nasional dan visi Kota Jambi Bahagia, Dekranasda diharapkan mampu:

  1. Melestarikan warisan budaya Jambi,

  2. Meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan,

  3. Mendorong digitalisasi pemasaran,

  4. Memberdayakan perempuan dan generasi muda dalam industri kreatif.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk mendukung program Dekranasda secara sinergis dan berkelanjutan.

Menurutnya, kekuatan ekonomi baru bisa tumbuh dari pelibatan aktif pengrajin dan pelaku UMKM di Jambi.

“Mari kita menyingsingkan lengan baju dan bergerak bersama untuk mewujudkan Kota Perdagangan dan Jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera,” pungkas Diza.(*)




Bicara di Forum HIPMI, Wawako Diza Beberkan Program BALIKAT, BANK HARKAT Hingga RUMEL

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha,S.E.,M.A., yang juga selaku Ketua Dewan pembina BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jambi menjadi pembicara utama pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab) ke-III serta Forum Bisnis yang digelar oleh Badan Pengurus Cabang HIPMI Kota Sungai Penuh.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh itu dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, pada Sabtu malam (9/8/2025).

‎Hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, Kepala OPD terkait dilingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh, Kepala Pimpinan Cabang BSI Kota Sungai Penuh, serta Pengurus HIPMI Jambi dan Kota Sungai Penuh.

Wawako Azhar Hamzah dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan tersebut, karena memiliki peran strategis dalam mencetak pengusaha-pengusaha muda yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing, sehingga mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui Diklatcab ini, diharapkan lahir para kader pengusaha muda yang memiliki visi besar, mental yang kuat, dan semangat berinovasi untuk membangun perekonomian Kota Sungai Penuh,” ujar Wawako Azhar.

Selain itu, katanya, Forum Bisnis yang digelar juga menjadi ajang memperluas jaringan kerja sama antar pelaku usaha, serta membuka peluang investasi di berbagai sektor.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh siap bersinergi dengan HIPMI dalam mendorong iklim usaha yang kondusif,” singkatnya.

Sementara itu, ‎Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menekankan pentingnya peran pengusaha muda dalam membangun kemajuan daerah.

Menurutnya, generasi muda harus mampu beradaptasi dengan era disrupsi digital yang kian masif, di mana dunia industri mulai memasuki ranah virtual yang menghubungkan manusia, mesin, dan data, atau yang dikenal dengan Internet of Things.

Dalam kesempatan tersebut, Wawako Diza juga memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi pengusaha muda saat ini.

Ia merincikan enam aspek utama yang perlu menjadi perhatian, yaitu: digitalisasi, perubahan nilai dan budaya, tantangan lingkungan dan iklim, persaingan, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta ketimpangan ekonomi dan keterbatasan akses permodalan.

Diza turut menyoroti peran strategis pemuda dalam menghadapi era Industri 5.0, yang harus dibarengi dengan semangat menjadi inovator teknologi, pembelajar sepanjang hayat, wirausaha muda (technopreneur), penggerak ekonomi berkelanjutan, serta agen kolaborasi antara manusia dan mesin.

“Maka dari itu, diperlukan optimalisasi potensi pemuda melalui Education, peningkatan kualitas pendidikan untuk memperkuat hard skill dan soft skill; Engagement, partisipasi aktif generasi muda dalam kegiatan politik, sosial, dan ekonomi; serta Employment, penciptaan lapangan kerja baru untuk menyerap sumber daya manusia yang melimpah,” tuturnya.

Dirinya juga mendorong agar generasi muda dapat mengambil peran strategis dalam mengoptimalkan peluang UMKM, melalui inovasi dan kreativitas, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan literasi digital, serta penguatan kemitraan dan kolaborasi.

“Generasi muda harus memiliki semangat inovasi dan mampu menciptakan produk maupun layanan baru yang relevan dengan tren pasar. Mereka juga perlu terampil memanfaatkan teknologi digital, seperti e-commerce dan media sosial, untuk membantu UMKM dalam pemasaran dan penjualan. Selain itu, anak muda diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi digital pelaku UMKM, sehingga pengelolaan bisnis menjadi lebih efisien dan efektif. Tak kalah penting, generasi muda juga harus mampu membangun kemitraan dengan UMKM, termasuk dalam memfasilitasi akses permodalan, pelatihan, dan berbagai sumber daya lainnya,” kata Ketua Dewan pembina BPD HIPMI Jambi itu.

Dia juga memaparkan sejumlah aspek kunci yang perlu diperhatikan dalam memulai sebuah usaha.

Di antaranya adalah menemukan potensi dalam diri, menetapkan visi dan tujuan yang jelas, mempelajari serta menguji usaha yang akan dijalankan, menguasai pengetahuan pendukung yang dibutuhkan, menyiapkan modal atau dukungan finansial yang memadai, menyusun strategi bisnis yang tepat, memperluas jejaring (networking), siap menghadapi kegagalan, bersikap fleksibel dalam strategi, hingga berani melakukan investasi.

Lebih lanjut, Diza menyoroti perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia, yang pada tahun 2024 tercatat menyumbang Rp1,53 triliun terhadap PDB nasional, dengan nilai ekspor mencapai 10 miliar dolar AS pada tahun yang sama.

“Ekonomi kreatif saat ini memegang peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian. Perannya mencakup penciptaan lapangan kerja baru, mendorong kreativitas masyarakat, membangun persaingan bisnis yang sehat, meningkatkan inovasi di berbagai bidang, serta membantu mengurangi angka pengangguran,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Diza juga memaparkan berbagai langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam penguatan kapasitas ekonomi perkotaan yang menjadi bagian dari 11 Program Unggulan Kota Jambi Bahagia.

Di antaranya adalah BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik) yang berfungsi memberikan pelatihan dan keterampilan relevan sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja, serta BANK HARKAT (Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat) yang dibentuk untuk menciptakan sistem kelompok usaha yang kuat demi mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Selanjutnya, terdapat RUMEL (Ruang Milenial) yang bertujuan mencetak generasi muda yang tangguh, kreatif, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Program KOTA TANGGUH juga menjadi fokus, melalui penataan ruang sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta peningkatan infrastruktur, sarana-prasarana, dan utilitas perkotaan.

“Selain itu, dalam upaya mendukung pertumbuhan UMKM, Pemerintah Kota Jambi telah melaksanakan 15 pelatihan tematik untuk 1.000 peserta, menggelar Job Fair yang menyediakan lebih dari 13 ribu lowongan pekerjaan, meningkatkan kunjungan ke Kota Jambi melalui agenda pariwisata, budaya, lomba, pameran, dan festival, serta menghadirkan Ruang Milenial Co-working Space Terminal Rawasari dan ruang kreativitas Kota Tua Pasar Jambi untuk menghidupkan kembali aktivitas perekonomian,” ungkap Wawako.

Ia menambahkan, Pemkot Jambi juga mendorong pembentukan kelompok UMKM untuk mempermudah akses pembiayaan, serta memberikan bantuan modal tanpa agunan melalui program BANK HARKAT, sebagai dukungan nyata bagi pengembangan UMKM di Kota Jambi.

Dalam paparannya, Diza juga menekankan bahwa dalam memulai usaha, generasi muda perlu membekali diri dengan sejumlah aspek penting. Di antaranya adalah wawasan dan informasi yang luas, kemampuan berbahasa asing, manajemen keuangan (financial management), keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), kemampuan berpikir kreatif tingkat tinggi (superior creative thinking), sikap yang baik (good attitude), serta keterampilan teknis yang relevan (skills).

“Saat generasi muda berani melangkah, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga akan tumbuh, berkembang, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang,” tutup Ketua Dewan pembina BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jambi yang juga Wakil Wali Kota Jambi itu.

Paparan yang disampaikan Diza berlangsung menarik. Dengan gaya presentasi yang khas anak muda, santai, interaktif, dan penuh energi, Ia mampu menciptakan suasana diskusi yang hidup.

Apalagi, mayoritas peserta yang hadir adalah generasi muda, sehingga interaksi berlangsung akrab dan cair.

Penyampaian materi yang jelas, relevan dengan tren terkini, serta dibumbui contoh konkret membuat audiens fokus dan antusias.

Alhasil, banyak peserta yang terlibat aktif, mengajukan pertanyaan, berbagi ide, hingga memberikan masukan konstruktif sepanjang sesi.(*)




Wali Kota Tegaskan Jajaran Serius Benahi Persampahan: Adipura Adalah Momentum Perubahan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan penilaian Adipura bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, pada Kamis siang (7/8/2025).

Hal itu dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kebijakan dan Pelaksanaan Program Adipura Tahun 2025.

Selain menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi dan merumuskan strategi teknis guna mempersiapkan Kota Jambi secara optimal dalam penilaian Adipura mendatang, rapat ini digelar untuk merespons langsung arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dalam rakor itu, turut dipaparkan beberapa langkah-langkah strategis dalam menghadapi penilaian Adipura tahun 2025.

Paparan disampaikan masing-masing oleh Wali Kota Jambi dokter Maulana, Wakil Wali Kota Diza Hazra Alhosha dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi Ardi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Grha Siginjai Kantor Wali Kota Jambi itu dihadiri sejumlah Kepala OPD, Camat hingga Lurah.

Program penilaian Adipura, kini mengusung pendekatan penilaian yang lebih holistik, transparan, dan akuntabel, dengan fokus pada penguatan tata kelola lingkungan dan peningkatan efektivitas pengelolaan sampah di daerah.

Penilaiannya juga memiliki dimensi substansial, yakni mengukur sejauh mana daerah mampu mencapai pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Penghargaan Adipura Kencana hanya akan diberikan kepada Kabupaten/Kota yang telah menerapkan pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan sistem sanitary landfill, sebagai standar ideal pengelolaan akhir sampah.

Usai memimpin rapat tersebut, kepada sejumlah awak media, Wali Kota Maulana menegaskan, bahwa persiapan menghadapi penilaian Adipura tidak bisa dilakukan secara biasa-biasa saja.

“Kita harus mulai sekarang. Adipura bukan sekedar soal kebersihan, tapi cermin manajemen kota secara menyeluruh. Kita bicara soal pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, penguatan kelembagaan, partisipasi masyarakat, dan banyak hal teknis lainnya yang harus segera ditindaklanjuti,” tegas Wali Kota.

Wali Kota menambahkan, dua persyaratan utama yang menjadi syarat penghargaan konsep baru Adipura itu.

Katanya, Kota Jambi telah memenuhi syarat pertama yaitu penerapan sistem pengelolaan sampah yang berbasis sanitary landfill.

“Persyaratan pertama telah terpenuhi dan kita masuk kategori dinilai. Namun PR berat kita adalah TPS-TPS liar di wilayah kota Jambi. Maka dari itu, mulai hari ini dan selama penilaian berjalan hingga bulan Desember nanti kolaborasi bersama sangat penting antara Lurah, Camat dan OPD terkait bagaimana caranya supaya TPS liar tidak ada lagi selama penilaian, karena kalau ada kita langsung gugur dan langsung jadi predikat kota kotor,” ujarnya.

Maulana menyebut, saat ini ada 87 TPS liar di Kota Jambi. Oleh karena itu, masing-masing Kelurahan akan didorong bersama jajarannya termasuk trantib dan masyarakat agar memperketat sistem pembuangan sampah.

“Saya berharap nanti Dinas Lingkungan Hidup bisa mengakomodir. Dan menjadikan momentum penilaian Adipura ini bukan hanya sebatas untuk dinilai tetapi benar-benar kedepan ingin memberdayakan masyarakat untuk mengelola sampah, karena merupakan kewajiban setiap rumah tangga,” sebutnya.

Terkait dengan masih adanya 87 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di Kota Jambi, Wali Kota Maulana, menjelaskan bahwa penanganan kawasan tersebut akan diarahkan untuk bisa berkolaborasi dengan sistem pengelolaan sampah terpadu seperti TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle), Bank Sampah, serta sistem pengelolaan lainnya yang lebih terstruktur dan ramah lingkungan.

“Hari ini kita sudah rapatkan secara khusus bagaimana menata ulang kawasan TPS liar ini. Ke depan, kita dorong agar sistem pengelolaan sampah dilakukan secara tertutup, langsung dari rumah warga melalui program Kampung Bahagia,” jelas Maulana.

Ia menekankan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci, karena sistem pengangkutan sampah dari sumbernya (rumah tangga) akan mengurangi ketergantungan pada TPS terbuka yang selama ini menjadi sumber permasalahan lingkungan.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa program Adipura tidak boleh lagi dipandang sekadar untuk mengejar piala atau plakat semata, melainkan harus menjadi momentum perubahan yang lebih besar.

“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk melakukan transformasi sistem pengelolaan lingkungan secara menyeluruh. Kita ingin menjadikan Kota Jambi sebagai kota tangguh yang memiliki sistem persampahan yang kuat, berkelanjutan, dan berorientasi pada kualitas lingkungan,” tegasnya.

Menurutnya, penilaian Adipura tahun 2025 dengan konsep baru jauh lebih objektif dan komprehensif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena menekankan aspek tata kelola dan dampak nyata di lapangan.

Maulana juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, terdapat 343 kabupaten/kota di Indonesia yang kini berada dalam kategori kota kotor, dan telah diberikan sanksi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Hal ini disebabkan karena mereka masih menggunakan sistem Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan pola open dumping, yang sudah tidak diakui lagi dalam sistem penilaian Adipura konsep baru. Kota Jambi tidak boleh masuk dalam kategori itu,” ujarnya menegaskan.

Dikesempatan itu, Maulana menyebut bahwa strategi penataan ini akan selaras dengan program unggulan Pemerintah Kota yakni Kampung Bahagia, yang salah satu aspeknya adalah penguatan sistem lingkungan berbasis komunitas, karena menerapkan sistem pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya, yaitu mengambil sampah langsung dari Rumah Tangga.

“Pemberdayaan masyarakat melalui Program Kampung Bahagia adalah solusi yang telah kita siapkan untuk mendukung zero TPS liar guna mengatasi permasalahan melalui sistem pengelolaan sampah tertutup yang sudah mulai diterapkan di sejumlah wilayah di Kota Jambi,” tuturnya.

“Program ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru masyarakat dalam membuang sampah secara tertib, sekaligus meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan secara menyeluruh. Kebijakan ini merupakan bagian dari salah satu program prioritas unggulan dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia. Pelaksanaannya akan didukung melalui penyediaan armada gerobak motor di setiap RT, serta pemberdayaan pemuda yang belum memiliki pekerjaan sebagai petugas pengangkut sampah,” tambahnya.

Partisipasi aktif Pemerintah Kota Jambi dalam penilaian Adipura ini merupakan bentuk komitmen kuat dalam mendukung upaya nasional mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Kota Jambi sebagai Kota yang Bahagia dan Ramah Lingkungan.(*)




Polisi Cilik Tampil di O2SN Jambi, Wakil Wali Kota: Bentuk Pembinaan Karakter Sejak Dini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jambi menunjukkan komitmennya terhadap pembinaan karakter generasi muda dengan berpartisipasi dalam pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Jambi, Senin (5/5/2025) di Kanaan Global School.

Kegiatan dibuka dengan atraksi baris-berbaris dan yel-yel semangat dari Polisi Cilik (Pocil) SDN 47 Kota Jambi, yang merupakan binaan langsung dari Satbrimob Polda Jambi. Penampilan ini disambut antusias seluruh peserta dan tamu undangan.

Dansat Brimob Polda Jambi, Kombes Pol Zulkifli Ismail, menyatakan bahwa keterlibatan Brimob merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam dunia pendidikan.

“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tangguh, disiplin, dan cinta tanah air,” ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang turut hadir dalam pembukaan O2SN, mengapresiasi kehadiran Pocil sebagai bentuk edukasi karakter.

“Kolaborasi antara sekolah dan kepolisian seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat dan cinta Tanah Air,” tegasnya.

Diza juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus mendorong kegiatan-kegiatan pembinaan karakter dan sportivitas melalui ajang seperti O2SN, sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.

Partisipasi Satbrimob di O2SN ini membuktikan bahwa pengabdian kepolisian tak hanya dalam pengamanan, tapi juga dalam pendidikan dan pengembangan karakter anak bangsa.(*)




Pemilihan Ketua RT Serentak di Kota Jambi, Kemas Faried Harap Masyarakat Berpartisipasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Ketua RT Serentak se-Kota Jambi yang akan berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025.

Program ini dianggap sebagai langkah maju dalam memperkuat demokrasi lokal dan memberikan kesempatan bagi publik untuk berpartisipasi dalam membangun lingkungan mereka.

“Mari kita sukseskan pemilihan serentak Ketua RT se-Kota Jambi. Ini adalah prestasi dan kebijakan yang patut kita apresiasi bersama,” ujar Kemas Faried dalam pernyataannya kepada media.

Kemas Faried menambahkan bahwa pemilihan Ketua RT serentak ini merupakan yang pertama di Indonesia dan menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Jambi, dr Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dalam mendorong sistem pemerintahan yang lebih partisipatif dan transparan.

Sebagai Ketua DPRD dan wakil rakyat, Kemas Faried menegaskan dukungannya terhadap pemilihan langsung ini.

Ia berharap pemilihan Ketua RT yang dilakukan secara langsung oleh masyarakat dapat menghasilkan pemimpin lingkungan yang amanah, berdedikasi, dan berkomitmen untuk memajukan Kota Jambi.

“Selamat kepada para calon Ketua RT yang besok akan dipilih langsung oleh masyarakat. Semua ini adalah amanah yang harus dijaga demi kemajuan Kota Jambi,” pungkasnya.(*)