Air Batanghari Makin Keruh! Tirta Mayang Jambi Pangkas Distribusi Air 20 Persen, Ini Alasannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelanggan Perumda Tirta Mayang Kota Jambi perlu bersiap menghadapi potensi penurunan tekanan hingga terganggunya aliran air bersih.

Tingkat kekeruhan air baku Sungai Batanghari melonjak hingga 1.900 NTU sehingga perusahaan daerah tersebut terpaksa mengurangi debit distribusi sebesar 20 persen.

Kebijakan penyesuaian operasional ini berlaku sejak awal November 2026, khususnya pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni 2 dan IPA Tanjung Sari yang menjadi penopang pasokan air bersih Kota Jambi.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, mengatakan perusahaan mengambil langkah tersebut untuk menjaga kualitas air hasil pengolahan sebelum mengalirkannya kepada pelanggan.

Menurutnya, lonjakan kekeruhan air baku yang terjadi sejak 2 November 2026 membuat proses pengolahan membutuhkan penyesuaian.

Perusahaan tidak ingin memaksakan kapasitas produksi apabila kondisi air baku berpotensi mengganggu efektivitas penjernihan.

“Langkah penyesuaian debit pengaliran sebesar 20 persen pada IPA Broni 2 dan IPA Tanjung Sari ini merupakan keputusan yang harus kami ambil demi melindungi kesehatan pelanggan,” kata dia.

“Dengan tingkat kekeruhan air baku yang mencapai 1.900 NTU, kami harus memastikan kemampuan beban pengolahan tetap optimal sehingga air yang didistribusikan ke rumah-rumah warga benar-benar memenuhi standar baku mutu yang dipersyaratkan,” ujar Arianto, Kamis 5 November 2026.

Berdasarkan pemantauan operasional perusahaan, kekeruhan air baku Sungai Batanghari mengalami peningkatan sejak 2 November 2026 hingga Kamis 5 November 2026.

Angka 1.900 NTU menunjukkan tingginya tingkat partikel penyebab kekeruhan dalam air baku.

Kondisi tersebut memberikan tantangan tambahan bagi proses pengolahan di instalasi milik Perumda Tirta Mayang.

Dua instalasi yang mendapat penyesuaian debit pengaliran adalah IPA Broni 2 dan IPA Tanjung Sari.

Arianto menegaskan, perusahaan tidak hanya mengejar jumlah produksi dalam menghadapi kondisi tersebut.

Kualitas hasil pengolahan dan keamanan air yang diterima masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama.

Karena itu, pengurangan debit menjadi langkah sementara agar proses pengolahan dapat berjalan sesuai kemampuan instalasi.

Penyesuaian debit sebesar 20 persen berpotensi memengaruhi pelayanan air bersih di sejumlah wilayah Kota Jambi.

Dampaknya dapat berupa:

  • Tekanan air pada jaringan pipa distribusi menurun.
  • Waktu atau durasi pengaliran air berkurang.
  • Aliran air mengalami penghentian sementara di sejumlah titik.
  • Pelanggan di ujung jaringan distribusi berpotensi merasakan gangguan lebih besar.

Kondisi tersebut terutama perlu diantisipasi pelanggan yang berada jauh dari instalasi pengolahan atau di kawasan dengan posisi jaringan distribusi paling ujung.

Perumda Tirta Mayang menyadari penyesuaian ini dapat mengganggu aktivitas rumah tangga.

Karena itu, perusahaan menyiapkan langkah bantuan untuk pelanggan yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Sebagai langkah antisipasi, Perumda Tirta Mayang menyediakan bantuan air bersih gratis menggunakan armada mobil tangki.

Layanan tersebut menyasar kawasan permukiman yang mengalami gangguan distribusi cukup parah.

Petugas akan mengirimkan bantuan langsung ke wilayah yang membutuhkan pasokan air selama proses penyesuaian operasional berlangsung.

Pelanggan yang mengalami gangguan juga dapat menyampaikan pengaduan melalui saluran komunikasi resmi perusahaan.

Berikut nomor layanan yang dapat dihubungi:

  • Pengaduan pelanggan melalui WhatsApp: 0821-2121-9692.
  • Call Center Bahagia: 112.
  • Permohonan bantuan mobil tangki: 0821-2121-9894.

Khusus warga atau kelompok pelanggan yang membutuhkan pasokan air melalui mobil tangki, dapat menghubungi nomor permohonan tangki tersebut.

Arianto menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan pelayanan yang mungkin terjadi selama penyesuaian operasional.

Ia memastikan jajaran teknis terus memantau perkembangan kualitas air baku Sungai Batanghari.

Perusahaan juga akan mengevaluasi kapasitas pengolahan berdasarkan perubahan kondisi air dari waktu ke waktu.

“Kami akan terus memantau kualitas air baku Sungai Batanghari secara ketat dan berkesinambungan. Begitu kondisi air baku kembali normal dan memenuhi ambang batas ideal, debit distribusi akan segera kami tingkatkan secara bertahap seperti sediakala,” pungkasnya.

Perumda Tirta Mayang berharap pelanggan memahami kebijakan sementara tersebut.

Perusahaan menegaskan bahwa pengurangan debit bukan sekadar persoalan kapasitas produksi, melainkan langkah untuk menjaga kualitas air bersih yang sampai ke masyarakat.

Sementara itu, pelanggan diimbau mengantisipasi kemungkinan gangguan dengan mengatur penggunaan air dan menyiapkan persediaan secukupnya selama proses penyesuaian berlangsung.(*)




Air Perumdam Tirta Mayang Jambi Mati 8 Jam? Ini Jadwal dan Wilayah Terdampak 11–12 Oktober 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi perlu menyiapkan persediaan air bersih sebelum Minggu malam, 11 Oktober 2026.

Perusahaan daerah tersebut menjadwalkan pengurasan unit sedimentasi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Benteng mulai pukul 20.00 WIB hingga Senin, 12 Oktober 2026, pukul 04.00 WIB.

Pekerjaan itu berpotensi mengganggu distribusi air selama sekitar delapan jam.

Bahkan setelah pengurasan selesai, pelanggan mungkin masih harus menunggu hingga 24 jam sebelum aliran kembali normal.

Perumdam Tirta Mayang menjadwalkan pemeliharaan tersebut untuk menjaga kualitas pengolahan air di tengah meningkatnya kekeruhan air baku Sungai Batanghari.

Kondisi ini membuat pemeliharaan instalasi menjadi bagian penting dalam menjaga proses pengolahan air.

Namun, bagi pelanggan, persoalan utamanya bukan hanya durasi pekerjaan.

Pemulihan tekanan jaringan juga menentukan kapan air kembali mengalir secara normal ke rumah-rumah.

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Gangguan distribusi air berpotensi menyasar sejumlah kelurahan di Kota Jambi.

Berikut wilayah yang perlu mengantisipasi pekerjaan IPA Benteng:

  • Kecamatan Pasar Jambi: Kelurahan Pasar serta sebagian Kelurahan Orang Kayo Hitam dan Sungai Asam.
  • Kecamatan Jambi Timur: Kelurahan Sulanjana dan Rajawali serta sebagian Kelurahan Kasang dan Budiman.
  • Kecamatan Jelutung: Kelurahan Cempaka Putih.
  • Kecamatan Danau Sipin: sebagian Kelurahan Legok.

Cakupan gangguan dapat berbeda menurut kondisi jaringan distribusi.

Karena itu, pelanggan di wilayah yang tercantum sebaiknya menyiapkan air untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya sebelum pekerjaan dimulai.

Mengapa Air Belum Tentu Langsung Mengalir Setelah Pekerjaan Selesai?

Pengurasan unit sedimentasi merupakan bagian dari pemeliharaan instalasi pengolahan air.

Tahapan ini membantu menjaga proses pengolahan tetap berjalan dengan baik, terutama ketika tingkat kekeruhan air baku meningkat.

Meski pekerjaan dijadwalkan berakhir pada Senin pukul 04.00 WIB, waktu tersebut tidak otomatis menjadi penanda pulihnya pasokan air ke seluruh pelanggan.

Jaringan distribusi memerlukan waktu untuk kembali terisi dan memulihkan tekanan.

Kondisi jaringan di masing-masing wilayah turut memengaruhi kecepatan normalisasi.

Perumdam Tirta Mayang memperkirakan proses tersebut dapat berlangsung hingga satu kali 24 jam setelah pekerjaan selesai.

Dengan demikian, pelanggan sebaiknya tidak mengandalkan jadwal berakhirnya pekerjaan sebagai satu-satunya patokan untuk memenuhi kebutuhan air pada Senin pagi.

Siapkan Cadangan Air Sebelum Minggu Malam

Pelanggan di wilayah terdampak sebaiknya mengisi bak penampungan, ember, atau wadah air sebelum pukul 20.00 WIB pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Utamakan persediaan untuk kebutuhan pokok dan simpan air dalam wadah bersih yang tertutup. Langkah ini dapat membantu mengurangi dampak gangguan selama distribusi belum kembali normal.

Pelanggan juga perlu memantau informasi resmi Perumdam Tirta Mayang untuk mengetahui perkembangan pekerjaan dan pemulihan layanan.

Nomor Pengaduan dan Permintaan Mobil Tangki

Pelanggan yang mengalami gangguan atau membutuhkan informasi dapat menghubungi saluran layanan berikut:

  • WhatsApp Pengaduan: 0821-2121-9692.
  • Call Center Bahagia: 112.
  • WhatsApp permintaan distribusi air mobil tangki: 0821-2121-9894.

Pelanggan yang membutuhkan pasokan melalui mobil tangki dapat menghubungi saluran yang disediakan tersebut untuk memperoleh informasi mengenai penanganan permintaan.

Pemeliharaan IPA Benteng menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pengolahan air.

Di sisi lain, kepastian informasi mengenai wilayah terdampak, perkembangan pekerjaan, dan waktu pemulihan tetap penting agar pelanggan dapat mengantisipasi gangguan dengan lebih baik.(*)




Air Sungai Batanghari Makin Keruh, Tirta Mayang Jambi Kurangi Distribusi Air 30 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gangguan distribusi air bersih mulai membayangi sejumlah pelanggan Perumda Tirta Mayang Kota Jambi.

Tingginya kekeruhan air baku Sungai Batanghari yang mencapai 1.700 NTU memaksa perusahaan menyesuaikan operasional dua instalasi pengolahan air (IPA).

Penyesuaian dilakukan pada 28-29 September 2026 di IPA Broni 2 dan IPA Tanjung Sari.

Debit pengolahan dan distribusi air dikurangi sekitar 30 persen sebagai langkah untuk menjaga kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan.

Dampaknya, tekanan air dapat menurun dan waktu pengaliran berpotensi menjadi lebih singkat.

Kondisi ini terutama dirasakan pelanggan yang berada di bagian ujung jaringan distribusi.

Sejumlah wilayah Kota Jambi masuk dalam area yang berpotensi terdampak.

Di antaranya sebagian wilayah Alam Barajo, Telanaipura, Danau Sipin, Kota Baru, Jelutung, Jambi Selatan, Paal Merah, dan Jambi Timur.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, mengatakan penyesuaian operasional dilakukan berdasarkan kondisi teknis dan kualitas air baku yang masuk ke instalasi pengolahan.

Menurutnya, perusahaan perlu menjaga agar proses pengolahan tetap mampu menghasilkan air sesuai standar pelayanan di tengah meningkatnya kekeruhan Sungai Batanghari.

“Penyesuaian pengaliran ini dapat berdampak terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat. Kami terus berupaya menjaga kualitas air dan keberlangsungan pelayanan dengan menyesuaikan operasional berdasarkan kondisi teknis di lapangan,” ujar Arianto.

Di lapangan, tim teknis Perumda Tirta Mayang masih memantau perubahan kualitas air baku sekaligus mengoptimalkan proses pengolahan.

Normalisasi distribusi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi air baku dan kapasitas teknis masing-masing instalasi.

Di tengah pengurangan distribusi melalui jaringan perpipaan, Perumda Tirta Mayang bersama satuan tugas kemarau Pemerintah Kota Jambi menyiapkan alternatif pasokan bagi masyarakat yang terdampak.

Hingga saat ini, sebanyak 2,6 juta liter air bersih telah didistribusikan menggunakan armada mobil tangki.

Air tersebut diberikan secara gratis untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama kondisi pelayanan belum sepenuhnya normal.

Pelanggan yang membutuhkan pasokan melalui mobil tangki dapat mengajukan permintaan melalui Call Center 112 atau WhatsApp di 0821-2121-9894 dan 0821-2121-9692.

Pelanggan diminta menghemat penggunaan air

Perumda Tirta Mayang mengimbau pelanggan mengatur penggunaan air selama periode penyesuaian.

Masyarakat juga diminta menyiapkan persediaan air secukupnya untuk mengantisipasi tekanan maupun durasi pengaliran yang belum stabil.

Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang mungkin dirasakan pelanggan.

Pemulihan distribusi akan dilakukan secara bertahap setelah kondisi air baku dan kemampuan pengolahan memungkinkan.

“Penyesuaian distribusi dilakukan sebagai langkah menjaga kualitas air di tengah meningkatnya kekeruhan air baku Sungai Batanghari. Tim teknis terus melakukan pemantauan dan optimalisasi pengolahan agar pelayanan dapat kembali normal secara bertahap,” kata Arianto.(*)




Air Sungai Batanghari Berpotensi Surut, Tirta Mayang Siapkan Mitigasi Gangguan Distribusi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perumda Tirta Mayang Kota Jambi meminta pelanggan mulai mengantisipasi kemungkinan perubahan pasokan air selama musim kemarau.

Warga diminta menyiapkan persediaan air secukupnya dan mengurangi penggunaan air yang tidak diperlukan.

Imbauan tersebut dikeluarkan karena kondisi Sungai Batanghari sebagai salah satu sumber air baku dapat berubah selama kemarau.

Penurunan tinggi muka air sungai dan meningkatnya kekeruhan berpotensi mengganggu proses pengolahan hingga distribusi air kepada pelanggan.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto mengatakan penurunan muka air sungai terutama berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari.

“Kondisi air baku di musim kemarau dapat mengalami penurunan tinggi muka air sungai, khususnya pada siang hingga sore hari. Di sisi lain, kekeruhan air baku juga dapat meningkat,” ujar Arianto.

Kondisi tersebut membuat sistem pengolahan dan distribusi harus beroperasi dengan kewaspadaan lebih tinggi.

Jika situasi di lapangan masuk kategori darurat, distribusi air kepada pelanggan berpotensi dikurangi bahkan dihentikan sementara.

Karena itu, Tirta Mayang meminta pelanggan tidak menunggu sampai terjadi gangguan untuk menyiapkan kebutuhan air sehari-hari.

Perumda Tirta Mayang menyatakan pemantauan terhadap sumber air baku dan sistem pengolahan terus dilakukan selama musim kemarau.

Direktur Teknik Perumda Tirta Mayang, Eri Suganda mengatakan, sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan untuk menjaga sistem tetap beroperasi di tengah perubahan kondisi air baku.

“Kami selalu melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai dan sistem pengolahan air agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan semaksimal mungkin,” kata Eri.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggunakan cooling jacket pada pompa intake.

Perangkat tersebut berfungsi membantu mencegah pompa mengalami overheat dalam kondisi operasional selama musim kemarau.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga peralatan utama agar tetap dapat beroperasi ketika kondisi sumber air mengalami perubahan.

Di tengah kondisi kemarau, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih juga mendapat perhatian pemerintah.

Hingga Kamis 24 September 2026, Tim Satgas Kemarau Pemerintah Kota Jambi telah menyalurkan 2,2 juta liter air bersih gratis kepada masyarakat.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga yang terdampak kemarau dan mengalami kendala memperoleh pasokan air bersih.

Menurut Arianto, distribusi bantuan air bersih menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dan pihak terkait untuk merespons dampak kemarau yang dirasakan masyarakat.

Untuk mengantisipasi gangguan pelayanan, Tirta Mayang meminta masyarakat mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kondisi distribusi air.

Pelanggan yang membutuhkan bantuan air bersih gratis maupun mengalami kendala pelayanan dapat menghubungi Call Center Bahagia 112.

Pengaduan juga dapat disampaikan melalui WhatsApp Pelanggan Tirta Mayang di nomor 0821-2121-9692 dan 0821-2121-9894.

Informasi mengenai perkembangan pelayanan dan kondisi distribusi air juga tersedia melalui kanal resmi Perumda Tirta Mayang, termasuk Instagram @perumdatirtamayang, Facebook Tirta Mayang, serta aplikasi SiMayang.

Tirta Mayang mengimbau pelanggan tetap menghemat penggunaan air dan menyediakan cadangan secukupnya selama musim kemarau.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi apabila kondisi air baku memburuk dan berdampak terhadap sistem distribusi.(*)




Besok Air PDAM Dikurangi 50 Persen Selama 15 Jam, Ini Wilayah yang Terdampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelanggan Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi di sejumlah wilayah perlu bersiap menghadapi pengurangan distribusi air pada Senin 24 Agustus 2026.

Perumdam Tirta Mayang akan melakukan pengurasan unit sedimentasi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Sari mulai pukul 03.00 hingga 18.00 WIB.

Selama pekerjaan berlangsung, debit air yang dialirkan kepada pelanggan di wilayah terdampak akan dikurangi sekitar 50 persen selama 15 jam.

Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air untuk aktivitas rumah tangga, Perumdam mengimbau agar persediaan air disiapkan sebelum pekerjaan dimulai.

Pelanggan juga perlu memperhitungkan waktu pemulihan setelah pengurasan selesai.

Perumdam Tirta Mayang memperkirakan distribusi air tidak langsung kembali normal setelah pekerjaan berakhir pada pukul 18.00 WIB.

Normalisasi pengaliran diperkirakan berlangsung secara bertahap hingga 1×24 jam.

Artinya, pelanggan di wilayah terdampak masih berpotensi mengalami tekanan atau debit air yang belum normal setelah pekerjaan pemeliharaan selesai.

Pengurangan distribusi air akan berdampak pada sejumlah wilayah di tiga kecamatan di Kota Jambi.

Berikut rinciannya:

Jambi Timur

  • Sejinjang
  • Tanjung Sari
  • Kasang Jaya
  • Tanjung Pinang
  • Talang Banjar

Paal Merah

  • Eka Jaya
  • Bakung Jaya
  • Talang Bakung
  • Payo Selincah

Jambi Selatan

  • Pakuan Baru
  • Wijaya Pura
  • Pasir Putih

Dengan demikian, pelanggan di kelurahan-kelurahan tersebut diminta mengantisipasi berkurangnya pasokan air selama proses pemeliharaan.

Pengurasan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan instalasi pengolahan air.

Perumdam Tirta Mayang menyebut pekerjaan tersebut juga berkaitan dengan kondisi air baku Sungai Batanghari yang mengalami peningkatan kekeruhan.

Pemeliharaan unit sedimentasi diperlukan untuk menjaga proses pengolahan serta kualitas air produksi.

Meski berdampak sementara terhadap distribusi, pekerjaan tersebut ditujukan untuk menjaga keandalan sistem pelayanan air minum kepada pelanggan.

Perumdam Tirta Mayang mengingatkan pelanggan di wilayah terdampak untuk menampung air secukupnya sebelum pengurasan dimulai.

Langkah tersebut penting untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama distribusi dikurangi dan ketika proses normalisasi masih berlangsung.

Perumdam juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami pelanggan selama pekerjaan berlangsung.

Untuk informasi maupun pengaduan terkait distribusi air, pelanggan dapat menghubungi layanan WhatsApp Perumdam Tirta Mayang di 0821-2121-9692.(*)




Ketua DPRD Jambi Soroti Pelayanan Air Tirta Mayang, Direksi Baru Diminta Segera Berbenah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyoroti kinerja pelayanan air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Mayang yang dinilai masih sering menuai keluhan masyarakat.

Menurut Faried, banyak pelanggan yang mengeluhkan distribusi hingga kualitas air yang belum stabil.

Karena itu, ia berharap jajaran direksi baru perusahaan daerah tersebut segera melakukan pembenahan setelah resmi menjabat.

Faried mengatakan hingga saat ini pihak DPRD belum menerima informasi resmi terkait penetapan direksi baru Perumda Air Minum Tirta Mayang.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa manajemen baru nantinya harus menjadikan peningkatan pelayanan publik sebagai prioritas utama.

“Secara resmi kami memang belum menerima informasi terkait penetapan direksi baru. Namun kami berharap jajaran direksi yang nantinya menjabat dapat segera memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Faried mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya menerima berbagai keluhan dari masyarakat terkait pelayanan air bersih yang dikelola oleh Perumda Air Minum Tirta Mayang.

Keluhan tersebut berkaitan dengan distribusi air yang tidak lancar hingga kualitas air yang dinilai belum optimal.

“Seperti yang kita tahu, pelayanan PDAM belakangan ini cenderung menurun. Banyak laporan dari pelanggan terkait distribusi air dan kualitas layanan. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi direksi yang baru,” tegasnya.

Ia menilai direksi baru harus mampu menjawab tantangan tersebut melalui perbaikan manajemen internal, peningkatan sistem distribusi, serta pelayanan yang lebih responsif kepada masyarakat.

Selain peningkatan layanan, Faried juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara manajemen perusahaan daerah dengan DPRD Kota Jambi.

Menurutnya, koordinasi yang solid antara legislatif dan manajemen perusahaan akan membantu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pelayanan air bersih di Kota Jambi.

“Komunikasi yang baik dengan DPRD juga penting. Tujuannya agar pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa semakin baik,” katanya.

Sebelumnya, panitia seleksi telah mengumumkan hasil akhir seleksi terbuka direksi Perumda Air Minum Tirta Mayang untuk masa jabatan 2026–2031.

Pengumuman tersebut tertuang dalam surat Nomor PD.01/019/Pansel-2026 tertanggal 25 Februari 2026.

Ketua panitia seleksi, A. Ridwan, menjelaskan bahwa seluruh proses seleksi telah dilaksanakan sesuai ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri terkait pengelolaan dan kepegawaian BUMD air minum.

Tahapan seleksi yang dilalui para kandidat meliputi seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan, penulisan makalah, hingga wawancara akhir bersama Wali Kota Jambi selaku Kuasa Pemilik Modal.

Adapun tiga nama yang ditetapkan sebagai direksi Perumda Air Minum Tirta Mayang periode 2026–2031 yaitu:

  • Arianto, ST sebagai Direktur Utama

  • Eri Suganda, ST sebagai Direktur Teknik

  • Andri Susanto, S.Kom sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan

Sebelumnya terdapat lima kandidat yang lolos tahap presentasi dan wawancara, yakni Arianto, Eri Suganda, Andri Susanto, Dodi Darsono, dan Ikhsanul Poetra.

Dengan terpilihnya jajaran direksi baru tersebut, diharapkan Perumda Air Minum Tirta Mayang dapat meningkatkan kualitas layanan air bersih sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan secara transparan dan akuntabel.(*)




Sungai Batanghari Semakin Keruh, Tirta Mayang Sulit Mengolah Air

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sejak beberapa pekan terakhir, kekeruhan Sungai Batanghari meningkat secara signifikan. Kondisi ini menyebabkan Perumda Air Minum Tirta Mayang mengalami kesulitan dalam mengolah air agar tetap memenuhi standar kualitas untuk disalurkan kepada pelanggan.

Direktur Utama Tirta Mayang, Dwike Riantara, mengatakan, berdasarkan monitoring rutin yang dilakukan setiap jam oleh laboratorium Tirta Mayang, data kekeruhan air baku dari Sungai Batanghari di Intake Aurduri dan Pulau Pandan menunjukkan kenaikan bertahap dari kondisi normal 300-350 NTU ke angka 466, 700, 800, 900, hingga mencapai 1.090 NTU pada hari Senin, 15 September 2025.

Nephelometric Turbidity Unit disingkat NTU adalah satuan standar untuk mengukur tingkat kekeruhan air. Semakin tinggi angka NTU-nya, maka semakin keruh air tersebut.

“Dalam kondisi air baku yang kekeruhannya tinggi ini, proses pengolahan air oleh Tirta Mayang memerlukan dosis bahan kimia koagulan hingga 50% lebih banyak dibanding kondisi normal. Untuk menjaga kualitas dan keamanan air bagi pelanggan, volume produksi dan distribusi terpaksa dikurangi 10% dari kondisi normal,” Dwike menjelaskan.

“Dengan kondisi ini, maka sebagian pelanggan yang dilayani oleh IPA Broni 2 akan mendapatkan aliran air kecil dan tekanan rendah. Beberapa pelanggan kemungkinan tidak teraliri sama sekali,” tutur Dwike.

Pelanggan yang tidak teraliri sama sekali disarankan untuk menghubungi nomor pengaduan 0821 2121 9692 agar suplai air dapat dikirim oleh Tirta Mayang dengan mobil tangki.

Berikut beberapa Kelurahan yang terdampak:
1. Tambak sari
2. Pakuan Baru
3. Kebun Handil
4. Handil Jaya
5. Cempaka Putih
6. The Hok
7. Talang Jauh
8. Sungai Putri
9. Beliung
10. Simpang Empat Sipin
11. Simpang Tiga Sipin
12. Selamat
13. Telanaipura
14. Solok Sipin.

Dirut Tirta Mayang juga menambahkan, Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang paling terdampak yaitu Broni 2.

Sementara IPA Broni 1 masih beroperasi dengan volume normal, begitu juga dengan beberapa IPA lainnya yaitu IPA Aurduri, IPA Tanjung Sari, IPA Tanjung Johor, dan IPA Pasir Panjang.

Dwike menjelaskan, Tirta Mayang terus melakukan langkah-langkah berikut:

1. Menyesuaikan volume produksi dan distribusi pada IPA Broni 2 sampai kondisi kembali normal.
2. Monitoring kualitas air baku Sungai Batanghari di semua titik pengambilan (intake) dan melakukan penyesuaian operasional sesuai perkembangan di lapangan.
3. Menguras lumpur reservoir secara bertahap.

“Kami berharap pihak-pihak yang berwenang atas standar baku mutu air Sungai Batanghari yaitu Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI, Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Jambi, segera menelusuri penyebab peningkatan kekeruhan dan mengambil langkah-langkah pencegahan maupun penanganan atas kondisi ini,” kata Dwike.(*)