Viral Diduga Siswi Sekolah Rakyat Jambi Keracunan, Dinsos Kota Jambi Ungkap Penyebab Sebenarnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Video tiga siswi Sekolah Rakyat Kota Jambi Tengah yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit sempat memicu perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, para siswa disebut mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan katering.

Informasi yang beredar menyebutkan, ketiga siswi tersebut diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makanan yang disediakan melalui program makan di sekolah.

Video berdurasi sekitar 55 detik itu memperlihatkan kondisi para siswa saat mendapatkan perawatan di RSUD Abdul Manap Kota Jambi.

Dalam narasi video, disebutkan para siswi mengalami keluhan setelah mengonsumsi ikan lele dari katering.

“Kasihan baru berapa hari masuk sekolah, anak Sekolah Rakyat pada muntah-muntah, katanya makan ikan lele dari catering. Saat ini berada di Rumah Sakit Abdul Manap, Kota Jambi,” demikian narasi yang terdengar dalam video tersebut.

Namun, Pemerintah Kota Jambi memastikan informasi tersebut tidak mengarah pada kasus keracunan makanan.

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, menyatakan tiga siswi yang mendapatkan perawatan mengalami gangguan kesehatan berupa sakit maag, bukan keracunan akibat makanan.

“Bukan keracunan, tapi sakit maag. Keluarga juga sudah kami tanyakan, ada yang memang sudah beberapa kali masuk rumah sakit karena maag,” kata Yunita saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kondisi tersebut juga berkaitan dengan pola makan para siswa sebelum mengikuti kegiatan di Sekolah Rakyat.

Berdasarkan informasi dari keluarga, beberapa siswa memiliki kebiasaan makan yang kurang teratur.

“Kebiasaan makan di rumah tidak teratur. Yang dirawat ada tiga orang di rumah sakit,” ujarnya.

Yunita menegaskan pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa sebagai bentuk perhatian terhadap peserta didik Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Direktur RSUD Abdul Manap Kota Jambi, dr. Yekti, membenarkan adanya siswi Sekolah Rakyat yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Ya Bang, silakan hubungi pelayanan ya, saya sedang rapat,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Hingga saat ini, pihak rumah sakit belum menyampaikan hasil pemeriksaan medis secara lengkap terkait kondisi ketiga siswi tersebut, termasuk diagnosis akhir dari keluhan kesehatan yang dialami.

Pemerintah dan pihak terkait masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi para siswa serta memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Sebelumnya, munculnya video tersebut membuat masyarakat mempertanyakan keamanan makanan yang dikonsumsi siswa Sekolah Rakyat.

Namun, berdasarkan keterangan awal Dinas Sosial Kota Jambi, tidak ditemukan indikasi bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh keracunan makanan.(*)




75 Ribu Data Warga akan Diverifikasi, Dinsos Kota Jambi Genjot Pendataan Kemiskinan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi mengebut proses verifikasi dan validasi (verval) data fakir miskin secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh Ketua RT.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh program bantuan sosial di Kota Jambi berjalan tepat sasaran dan berbasis data yang akurat.

Kepala Dinsos Kota Jambi, Yunita Indrawati, menyebutkan bahwa dari total 342 ribu jiwa penduduk Kota Jambi, ada 75 ribu data warga miskin yang harus diverifikasi ulang.

Namun hingga saat ini, baru sekitar 13 ribu kepala keluarga (KK) yang berhasil diverifikasi.

“Kami sudah bentuk 265 tim verval, tapi itu belum cukup. Area yang luas dan dinamika masyarakat membuat proses ini tidak bisa diselesaikan oleh tim teknis saja. Maka kami libatkan semua Ketua RT sebagai garda terdepan,” jelas Yunita saat kegiatan Bimtek Verval Data Fakir Miskin, Selasa (23/9).

Menurutnya, tantangan verval bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga keterbatasan jumlah petugas dan kondisi sosial masyarakat yang sulit dijangkau secara cepat.

Karena itu, sinergi bersama Ketua RT se-Kota Jambi menjadi strategi efektif agar pendataan kemiskinan bisa lebih representatif dan berbasis fakta di lapangan.

“RT yang paling tahu kondisi warga, baik dari segi rumah, pekerjaan, maupun anggota keluarganya. Maka kami beri pelatihan agar mereka bisa menjalankan verval dengan benar,” tambah Yunita.

Dinsos menargetkan seluruh proses verval rampung bertahap hingga akhir 2025, dengan tahapan awal berupa pemeringkatan berdasarkan indikator kemiskinan.

Selain itu, sistem pendataan yang digunakan adalah Sistem Informasi Atensi dan Tata Sosial Kota Jambi (ATASEE), yang memungkinkan proses digitalisasi data lebih transparan dan cepat dipantau.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Dr dr H Maulana, MKM yang membuka secara resmi kegiatan bimtek tersebut, mendukung penuh langkah Dinsos Jambi dalam menyiapkan data kemiskinan berbasis digital.

“Seluruh program sosial seperti Kartu Bahagia, BPJS Ketenagakerjaan, dan bantuan lainnya harus bersandar pada data yang valid,” kata dia.

“Tidak bisa lagi pakai cara lama. Kami ingin pastikan semua tepat sasaran dan akuntabel,” tegas Maulana.(*)