DAK Non Fisik 2026 Disetujui, Puskesmas Kabupaten Tebo Terima Rp12 Miliar

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabar baik bagi sektor kesehatan di Kabupaten Tebo. Pemerintah pusat menyetujui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik 2026 yang diajukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tebo, meski mengalami penyesuaian dari usulan awal.

Kepala Dinkes Kabupaten Tebo, Riana Elizabeth, menyebutkan total anggaran yang disetujui mencapai Rp19 miliar, terdiri dari Rp7 miliar untuk program Dinkes dan Rp12 miliar untuk seluruh Puskesmas di wilayah Tebo.

“Dari usulan awal sekitar Rp37 miliar, yang disetujui hanya Rp12 miliar untuk Puskesmas dan Rp7 miliar untuk program Dinkes,” jelas Riana.

Ia menegaskan, anggaran untuk Puskesmas difokuskan untuk operasional dan pembinaan layanan kesehatan, dan tidak dapat digunakan untuk pembelian barang atau belanja fisik.

Meski telah disetujui, pencairan dana diperkirakan baru bisa dilakukan pada Mei 2026, karena masih dalam tahap pergeseran anggaran di Pemkab Tebo.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kabupaten Tebo, Himawan Susanto, menyebut total usulan DAK Non Fisik 2026 mencapai Rp37 miliar, yang terbagi untuk Dinkes (Rp34 miliar) termasuk dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), dan Disdalduk & KB (Rp3 miliar).

Dengan persetujuan ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Tebo tetap optimal, meski pemerintah daerah perlu menyesuaikan program prioritas akibat adanya pengurangan anggaran dari usulan awal.(*)




Vaksinasi CJH Tebo Dimulai, Ini Jadwal dan Jenis Vaksinnya

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Persiapan keberangkatan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Tebo untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi terus dimatangkan.

Salah satu tahapan krusial yang kini berjalan adalah vaksinasi wajib sebagai syarat kesehatan sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo memastikan proses vaksinasi dilakukan secara bertahap melalui seluruh puskesmas yang telah ditunjuk.

Sebagian jamaah bahkan sudah menerima suntikan vaksin sebelum memasuki bulan Ramadan.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Tebo, Ari Setiawan, menjelaskan bahwa vaksin tahap awal yang diberikan adalah vaksin polio.

Pelaksanaannya dilakukan serentak di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayah tersebut.

“Vaksin jamaah haji sudah mulai diberikan sebelum puasa, yaitu vaksin polio di semua puskesmas,” jelas Ari.

Setelah Idul Fitri, para CJH dijadwalkan menerima vaksin lanjutan berupa meningitis dan influenza. Saat ini Dinkes masih menunggu distribusi vaksin dari Pemerintah Provinsi Jambi.

Total calon jamaah haji asal Kabupaten Tebo tahun ini tercatat sebanyak 198 orang.

Seluruhnya wajib menerima tiga jenis vaksin, yakni polio, meningitis, dan influenza, sebagai bagian dari standar kesehatan perjalanan ibadah haji.

Dinkes menargetkan seluruh proses vaksinasi rampung sebelum Mei 2026. Bahkan, penyuntikan ditargetkan selesai paling lambat pertengahan April 2026 agar tidak mengganggu tahapan keberangkatan.

Selain itu, pihak Dinkes juga menyiapkan skenario tambahan apabila terdapat jamaah cadangan yang berangkat tahun ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Tebo, Darmawi, menyampaikan bahwa koordinasi dengan Dinas Kesehatan terus dilakukan guna memastikan tahapan vaksinasi berjalan sesuai jadwal.

Dengan dimulainya vaksinasi ini, diharapkan seluruh CJH asal Kabupaten Tebo dapat memenuhi persyaratan kesehatan tepat waktu sehingga proses keberangkatan ke Tanah Suci berjalan aman, tertib, dan lancar.(*)