Ambulans Tebo Kecelakaan Saat Rujuk Ibu Hamil, Ini Kronologinya

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebuah ambulans milik Puskesmas di Kabupaten Tebo mengalami kecelakaan lalu lintas saat tengah membawa pasien ibu hamil untuk dirujuk ke Muara Bungo, Senin (13/04/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di ruas Jalan Lintas Rimbo Bungo, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, ketika kondisi jalan diselimuti kabut tebal pada dini hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, Riana Elisabeth, membenarkan insiden tersebut.

Ia menyebutkan ambulans bertabrakan dengan sebuah truk pengangkut kelapa sawit saat jarak pandang sangat terbatas akibat kabut tebal.

“Kondisi saat kejadian sangat minim jarak pandang karena kabut subuh, sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari,” ujarnya.

Akibat insiden tersebut, proses rujukan pasien sempat terhambat. Namun petugas kesehatan segera melakukan tindakan cepat dengan memindahkan pasien ke kendaraan lain untuk melanjutkan perjalanan menuju fasilitas kesehatan rujukan.

Meski sempat mengalami situasi darurat di perjalanan, kondisi ibu hamil tersebut dilaporkan selamat dan telah berhasil melahirkan dengan selamat setelah mendapatkan penanganan medis.

“Alhamdulillah, pasien dalam kondisi baik dan sudah melahirkan dengan selamat,” tambah Riana.

Sementara itu, dua orang yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah dievakuasi dan dirujuk ke RS STS Tebo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Pihak Dinas Kesehatan menegaskan bahwa keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama dalam proses rujukan, dan evaluasi terhadap kejadian ini akan dilakukan untuk meningkatkan keamanan layanan ambulans ke depannya.(*)




Cek Kesehatan Anak Sekolah di Tebo Dilakukan Bertahap, Sudah 50 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah di Kabupaten Tebo telah mencapai 50 persen.

Sisanya akan dilanjutkan pada minggu depan dengan pemeriksaan yang menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, Riana Elizabeth, menjelaskan bahwa jumlah siswa yang diperiksa cukup banyak, sehingga pelaksanaan CKG dilakukan secara bertahap.

“Satu anak bisa mengisi hingga tiga lembar screening, karena cukup banyak pertanyaan yang harus dijawab,” ujar Riana.

Riana menyebutkan bahwa program ini melibatkan tim medis yang memeriksa kondisi kesehatan anak secara menyeluruh.

Pemeriksaan mencakup tinggi badan, berat badan, dan jika ditemukan indikasi kelebihan berat badan, maka dilakukan pemeriksaan gula darah.

“Kalau berat badan anak melebihi batas normal, langsung kita cek gula darahnya. Pemeriksaannya cukup lengkap,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa seluruh proses cek kesehatan anak sekolah di Kabupaten Tebo akan rampung dalam waktu dekat, sesuai dengan rencana Dinas Kesehatan.

“Kita lakukan bertahap karena jumlah siswa dan sekolah cukup banyak. Tapi targetnya akan selesai dalam waktu dekat,” tutup Riana.(*)