Maulana Dorong Transformasi ASN, Dari Birokrasi ke Pelayan Publik Responsif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif.

Tetapi harus hadir sebagai garda terdepan yang mampu memberikan pelayanan cepat sekaligus solusi nyata bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Maulana saat menjadi keynote speaker dalam Webinar ASN Siginjai Belajar Seri 02 Tahun 2026 bertema “Jambi Bahagia: Sigap Layani, Tuntas Beri Solusi” yang digelar secara daring dan dipusatkan di Ruang Kerja Wali Kota Jambi, Kamis 18 Juni 2026.

Kegiatan yang diinisiasi BKPSDMD Kota Jambi tersebut diikuti lebih dari 1.100 ASN dari lingkungan Pemkot Jambi serta peserta dari instansi luar daerah.

Dalam pemaparannya, Maulana menekankan bahwa kualitas pelayanan publik menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa yang “Bahagia”, sebagaimana tertuang dalam regulasi daerah terbaru.

Ia menjelaskan, konsep “Bahagia” bukan sekadar slogan, melainkan akronim dari Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera yang menjadi arah pembangunan kota.

“Pelayanan publik harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ASN bukan hanya bekerja, tetapi harus menghadirkan solusi,” ujar Maulana.

10 Ribu ASN Jadi Kekuatan Layanan Publik

Maulana juga menyoroti kekuatan besar birokrasi Kota Jambi yang kini memiliki 10.067 ASN, terdiri dari PNS dan PPPK.

Jumlah tersebut, menurutnya, merupakan potensi besar jika dikelola dengan semangat pelayanan yang benar.

Ia mencontohkan, jika setiap ASN mampu memberikan satu pelayanan berkualitas setiap hari, maka ribuan layanan akan langsung dirasakan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal jumlah, tetapi soal komitmen. ASN harus berangkat kerja dengan niat melayani,” tegasnya.

Tantangan Baru: Publik Kian Kritis dan Digital

Dalam kesempatan itu, Maulana juga mengingatkan bahwa era digital dan media sosial telah mengubah wajah pelayanan publik.

Masyarakat kini lebih cepat memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah, bahkan dari satu layanan yang dianggap kurang memuaskan.

“Standar pelayanan kita harus semakin tinggi. Satu kesalahan bisa viral, maka disiplin SOP menjadi kunci,” katanya.

Ia menambahkan, tantangan lain yang dihadapi ASN saat ini adalah tuntutan transparansi, kecepatan layanan, serta integrasi sistem digital di seluruh sektor pelayanan publik.

Transformasi Layanan Menuju Digital Terpadu

Pemerintah Kota Jambi, lanjut Maulana, terus mempercepat transformasi layanan berbasis digital.

Mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, pajak, hingga pengaduan masyarakat kini diarahkan dalam satu ekosistem layanan terpadu.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah aplikasi pengaduan masyarakat yang terintegrasi untuk mempercepat respon pemerintah.

“Ke depan, masyarakat cukup satu aplikasi untuk semua layanan. Ini bagian dari transformasi besar kita,” jelasnya.

Integritas ASN Jadi Sorotan

Selain soal layanan, Maulana juga menekankan pentingnya integritas ASN. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik pungutan liar dalam bentuk apa pun.

Menurutnya, ASN sudah mendapatkan hak berupa gaji dan tunjangan kinerja, sehingga seluruh pelayanan harus diberikan secara profesional.

“Jangan ada yang menyalahgunakan jabatan. Fokus kita adalah melayani masyarakat,” ujarnya.

Program Kota Jambi Bahagia Diperkuat

Dalam kesempatan itu, Maulana juga memaparkan sejumlah program unggulan daerah seperti Kartu Bahagia, Kampung Bahagia, Lansia Bahagia, hingga Call Center 112.

Program Kampung Bahagia disebut menjadi salah satu strategi mendekatkan layanan hingga tingkat RT dengan dukungan teknologi seperti CCTV terintegrasi yang terhubung ke pusat kendali kota.

Tahap awal program ini telah berjalan dan akan diperluas dengan pemasangan ribuan CCTV untuk meningkatkan keamanan lingkungan.

BKPSDMD: ASN Harus Adaptif

Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas ASN agar lebih adaptif terhadap perubahan.

Ia menegaskan bahwa konsep “sigap melayani dan tuntas memberi solusi” harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar slogan.

“ASN harus responsif, profesional, dan benar-benar hadir untuk menyelesaikan masalah masyarakat,” ujarnya.(*)




Dorong SDM Melek Teknologi, Pemkot Jambi Gelar Pelatihan AI dan Konten Kreator

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, secara resmi membuka kegiatan pelatihan Digital Talent Academy (DTA) pada Selasa, 5 Mei 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Jambi dengan BBPSDMP Komunikasi dan Digital Medan.

Kolaborasi ini difokuskan untuk memperkuat kompetensi digital bagi aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, hingga masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Maulana menekankan bahwa transformasi digital kini menjadi kebutuhan utama, bukan lagi sekadar pilihan.

Ia menyebut, peningkatan kemampuan digital sangat penting guna menunjang pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

“Pemanfaatan teknologi harus terus ditingkatkan, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat. Ini menjadi kunci dalam menghadapi era digital,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan BBPSDMP Komunikasi dan Digital Medan, Yusrizal, menjelaskan bahwa wilayah Jambi termasuk dalam tanggung jawab pihaknya dalam program pengembangan SDM digital nasional.

Menurutnya, pelatihan ini dibagi ke dalam tiga segmen utama, yaitu peningkatan kompetensi ASN, literasi digital bagi pelaku UMKM, serta pengembangan keterampilan masyarakat sebagai kreator konten.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Mei 2026 ini mengangkat tema “Kreator Konten dan Pemanfaatan AI di Pemerintahan”.

Tema tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan saat ini, terutama dalam meningkatkan efektivitas kerja dan inovasi layanan publik.

Selain pelatihan untuk ASN, peserta dari kalangan UMKM juga mendapatkan materi terkait pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, masyarakat umum difasilitasi pelatihan khusus konten kreator yang berfokus pada produksi hingga distribusi konten digital.

Yusrizal menambahkan, program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan literasi digital secara menyeluruh.

“Kami berharap pelatihan ini mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing masyarakat di era digital,” katanya.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Jambi optimistis dapat mencetak SDM yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.(*)