Indosat Perkuat Keamanan Digital, Registrasi SIM Biometrik Dinilai Tekan Penyalahgunaan Nomor

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) menyatakan kesiapannya mendukung implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik apabila kebijakan tersebut resmi diterapkan pemerintah.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan ekosistem digital sekaligus meningkatkan akurasi identitas pelanggan di Indonesia.

Di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital, spam, hingga penyalahgunaan nomor telepon, Indosat menegaskan bahwa perlindungan data pribadi pelanggan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengembangan teknologi yang dilakukan perusahaan.

AVP Communications Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Siti Sarah, mengatakan perusahaan terus berkomitmen menghadirkan layanan digital yang aman, nyaman, dan berkualitas melalui penguatan jaringan, inovasi layanan, serta tata kelola keamanan informasi yang sesuai regulasi.

“Indosat terus berkomitmen menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan melalui penguatan kualitas jaringan, inovasi layanan, serta penerapan teknologi yang aman dan bertanggung jawab,” sebutnya.

“Dalam setiap implementasi teknologi, termasuk apabila ke depan diterapkan kebijakan registrasi SIM berbasis biometrik, perlindungan data pelanggan menjadi prioritas utama kami,” ujar Siti Sarah.

Menurutnya, seluruh proses pengelolaan data pelanggan akan dijalankan sesuai ketentuan perundang-undangan, menerapkan standar keamanan informasi, serta mengacu pada prinsip perlindungan data pribadi.

Registrasi SIM berbasis biometrik sendiri diproyeksikan mampu meningkatkan validitas identitas pelanggan melalui proses verifikasi yang terintegrasi dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Dengan sistem tersebut, setiap nomor telepon dapat dipastikan terhubung dengan identitas pemiliknya secara lebih akurat.

Indosat menilai mekanisme tersebut berpotensi mengurangi penggunaan nomor yang tidak terverifikasi, yang selama ini kerap dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas ilegal seperti penipuan digital, penyebaran spam, hingga tindak kejahatan siber lainnya.

“Melalui basis pelanggan yang semakin berkualitas, kami berharap dapat mendukung upaya mengurangi penggunaan nomor yang tidak terverifikasi,” sebutnya.

“Langkah ini juga akan memperkuat efektivitas berbagai layanan keamanan digital, seperti Anti-Spam dan Anti-Scam, yang telah kami hadirkan untuk melindungi pelanggan dari berbagai bentuk penyalahgunaan layanan telekomunikasi,” katanya.

Selain memperkuat keamanan pelanggan, Indosat juga memandang penerapan teknologi yang didukung tata kelola keamanan informasi yang baik akan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin aman dan terpercaya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih berkualitas di tengah pesatnya pertumbuhan aktivitas digital masyarakat, sekaligus mendukung transformasi digital Indonesia yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.(*)




Strategi AI Mulai Berbuah, Indosat Raup Laba Rp3,2 Triliun di Semester Pertama 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap kinerja PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH).

Memasuki semester pertama 2026, Indosat mencatat pertumbuhan positif di berbagai lini bisnis. Perusahaan membukukan pendapatan Rp30,7 triliun atau meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya terjadi pada sisi pendapatan. EBITDA Indosat juga meningkat 14 persen secara tahunan menjadi Rp14,6 triliun dengan margin EBITDA mencapai 47,6 persen.

Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi dan diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp3,2 triliun atau tumbuh 49,2 persen dibanding semester pertama 2025.

Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan bisnis yang konsisten, efisiensi operasional, serta strategi transformasi perusahaan menuju penyedia teknologi berbasis AI.

AI Dorong Pengalaman Digital Pelanggan

Indosat menilai kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar teknologi pendukung, tetapi mulai menjadi bagian penting dalam pengalaman digital pelanggan.

Sejumlah layanan berbasis AI dikembangkan untuk meningkatkan keamanan, kreativitas, dan produktivitas pengguna, mulai dari fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, hingga Adobe Express.

Dampaknya terlihat dari peningkatan aktivitas digital pelanggan.

Trafik data Indosat tumbuh 19,9 persen secara tahunan, sementara rata-rata pendapatan per pengguna (Average Revenue Per User/ARPU) meningkat 17,3 persen menjadi Rp46 ribu.

Jumlah pelanggan seluler Indosat juga tetap solid dengan basis pelanggan mencapai 93,4 juta pengguna.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan strategi AI menjadi arah utama perusahaan untuk memperkuat posisi Indosat sebagai perusahaan teknologi.

“AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI,” ujar Vikram.

Menurutnya, pertumbuhan positif sepanjang semester pertama 2026 menjadi bukti bahwa strategi transformasi perusahaan berjalan sesuai arah.

Perkuat Bisnis Infrastruktur dan AI Cloud

Di tengah kinerja bisnis yang semakin kuat, Indosat juga mempercepat investasi untuk membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group.

Melalui kerja sama tersebut, pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer infrastruktur serat optik nasional dialihkan dengan nilai sekitar Rp11,7 triliun.

Langkah ini membuat Indosat menerapkan model bisnis asset-light sehingga memberikan ruang finansial lebih besar untuk mengembangkan bisnis teknologi dan peluang baru.

Selain itu, bisnis AI Cloud mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

Sepanjang semester pertama 2026, pendapatan AI Cloud Indosat mencapai US$33 juta. Angka tersebut bahkan melampaui total pendapatan AI Cloud sepanjang 2025 yang berada di level US$28 juta.

Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap layanan komputasi AI dan infrastruktur digital yang lebih mandiri.

Tambahan Spektrum Perkuat Layanan 5G

Untuk mendukung kebutuhan digital yang semakin tinggi, Indosat juga memperkuat kapasitas jaringan melalui tambahan spektrum sebesar 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Tambahan kapasitas tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan layanan berbasis AI, termasuk jaringan 5G dan Fixed Wireless Access (FWA).

Indosat menilai kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan personal akan terus meningkat seiring berkembangnya pemanfaatan AI dalam berbagai sektor.

Fokus ESG dan Pengembangan Talenta AI

Selain mengejar pertumbuhan bisnis, Indosat juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan.

Optimalisasi jaringan berbasis AI dan pengelolaan energi yang lebih efisien berhasil menurunkan intensitas emisi karbon perusahaan hingga 50,89 persen.

Komitmen lingkungan dan tata kelola tersebut turut mendapat pengakuan melalui masuknya Indosat ke dalam tiga indeks ESG KEHATI periode Juni-November 2026, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45.

Di sisi pengembangan sumber daya manusia, Indosat juga memperluas kontribusi dalam membangun ekosistem AI nasional.

Melalui kolaborasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Wadhwani Foundation, perusahaan menargetkan pengembangan satu juta talenta digital serta 100 ribu wirausaha berbasis AI hingga 2029.

Dengan kombinasi investasi teknologi, penguatan jaringan, pengembangan talenta, dan strategi bisnis berbasis AI, Indosat menargetkan transformasi dari perusahaan konektivitas menuju pemain teknologi digital yang memiliki peran lebih besar dalam ekonomi digital Indonesia.(*)




Pelanggan XL, AXIS, dan Smartfren Bisa Nikmati Google Gemini Gratis 6 Bulan, Begini Caranya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) berkolaborasi dengan Google menghadirkan akses Paket Plus Google Gemini gratis selama enam bulan bagi pelanggan XL, AXIS, dan Smartfren.

Program ini berlaku mulai 2 Juli 2026 melalui pembelian paket internet tertentu sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen XLSMART menghadirkan pengalaman digital yang lebih cerdas, inklusif, dan relevan.

Melalui layanan ini, pelanggan dapat memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung aktivitas belajar, bekerja, membuat konten, mencari informasi, hingga meningkatkan produktivitas sehari-hari.

Chief Marketing Officer XLSMART, Alfons Bosch Sansa, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan manfaat AI yang lebih mudah diakses oleh seluruh pelanggan.

XLSMART ingin menghadirkan manfaat AI secara lebih luas dan mudah diakses oleh pelanggan.

“Melalui kolaborasi dengan Google Gemini, pelanggan XL, AXIS, dan SMARTFREN dapat memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari belajar, bekerja, mencari inspirasi, membuat konten, hingga meningkatkan produktivitas,” ujar Alfons.

Menurutnya, mekanisme program disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pelanggan di tiga brand tersebut.

Inisiatif ini juga didukung penguatan jaringan dan perluasan cakupan 5G Blanket XLSMART di berbagai wilayah Indonesia.

“Setiap brand memiliki karakteristik pelanggan yang berbeda, sehingga mekanisme penawaran ini kami sesuaikan agar lebih relevan bagi masing-masing segmen,” kata dia.

“Inisiatif ini juga didukung oleh penguatan network leadership dan perluasan 5G Blanket XLSMART sehingga pelanggan dapat menikmati pengalaman digital yang semakin stabil, responsif, dan optimal,” tambahnya.

Cara Mendapatkan Google Gemini Gratis

Pelanggan XL bisa memperoleh akses Paket Plus Google Gemini dengan membeli paket internet yang memiliki masa aktif minimal tujuh hari.

Sementara pelanggan AXIS dapat menikmati program tersebut melalui pembelian paket internet di aplikasi AXISNET mulai dari Rp25.000.

Sedangkan pelanggan Smartfren dapat mengaksesnya melalui aplikasi mySF dengan pembelian paket internet minimal masa aktif tujuh hari.

Setelah membeli paket yang memenuhi syarat, pelanggan cukup mengaktifkan bonus Google Gemini melalui aplikasi myXL, AXISNET, atau mySF menggunakan akun Google aktif.

Akses Google Gemini dapat digunakan selama enam bulan sesuai ketentuan program.

Fitur Google Gemini

Melalui Paket Plus Google Gemini, pelanggan dapat menikmati berbagai fitur premium, di antaranya:

  • Akses ke model AI terbaru Google untuk analisis data, pembuatan gambar, video, musik, hingga membantu coding.
  • Integrasi dengan Gmail, Google Docs, dan Google Drive untuk merangkum dokumen, menyusun email, maupun membuat presentasi.
  • Fitur AI generatif untuk membuat gambar, caption, hingga naskah konten secara instan.
  • Penyimpanan Google One hingga 400 GB untuk menyimpan foto, video, dan dokumen.

Program ini tidak mewajibkan pelanggan menggunakan jaringan 5G. Selama kartu aktif, memenuhi syarat pembelian paket internet, dan melakukan aktivasi melalui aplikasi resmi, pelanggan tetap dapat menikmati seluruh manfaat Google Gemini.

Selain menghadirkan layanan AI, XLSMART juga terus memperkuat kualitas jaringan melalui pengembangan network leadership dan perluasan cakupan 5G Blanket di berbagai daerah.

Penguatan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung berbagai aktivitas digital seperti AI, streaming, gaming, video conference, hingga penyimpanan berbasis cloud.

Melalui kolaborasi dengan Google, XLSMART menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan telekomunikasi, tetapi juga sebagai penyedia ekosistem digital yang mendukung produktivitas masyarakat Indonesia.(*)




Transformasi Digital Makin Cepat, Nokia dan Indosat Kembangkan 5G Berbasis AI

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Transformasi digital Indonesia memasuki babak baru. Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi memperkuat kemitraan strategis untuk memodernisasi jaringan seluler nasional melalui pengembangan jaringan 5G berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jaringan, tetapi juga menjadi langkah besar dalam membangun infrastruktur digital masa depan yang mengintegrasikan konektivitas dan kecerdasan buatan dalam satu ekosistem.

Dalam proyek tersebut, Nokia akan menjadi mitra teknologi utama yang mendukung implementasi 5G Radio Access Network (RAN) generasi terbaru di Indonesia, termasuk pemanfaatan spektrum frekuensi rendah dan frekuensi menengah untuk memperluas cakupan layanan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan, memperkuat kualitas layanan digital, serta memberikan pengalaman internet yang lebih cepat, stabil, dan responsif bagi jutaan pelanggan Indosat di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, jaringan baru tersebut juga dirancang untuk mendukung berbagai layanan masa depan, mulai dari hiburan digital, gaming, layanan publik berbasis teknologi, hingga kebutuhan sektor industri dan korporasi yang semakin bergantung pada konektivitas berkecepatan tinggi.

AI dan 5G Disatukan dalam Satu Ekosistem

Salah satu aspek paling menarik dari kerja sama ini adalah pengembangan teknologi AI-RAN, sebuah konsep yang menggabungkan kecerdasan buatan langsung ke dalam infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Dalam proyek ini, Nokia menggandeng NVIDIA untuk mengembangkan platform AI-RAN yang memungkinkan jaringan tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi infrastruktur komputasi AI yang mampu menjalankan berbagai layanan cerdas secara real-time.

Ketiga perusahaan telah mencatat tonggak awal melalui keberhasilan panggilan AI-RAN pertama yang diperkenalkan pada Mobile World Congress 2026.

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan uji coba lapangan di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026.

Melalui pengembangan tersebut, Nokia juga menyiapkan algoritma AI terbaru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi dan optimalisasi performa jaringan.

Fondasi AI Grid untuk Indonesia

Indosat menyebut pengembangan jaringan 5G dan AI-RAN ini menjadi bagian penting dalam pembangunan AI Grid nasional, yakni infrastruktur yang menghubungkan pusat data AI dengan jaringan telekomunikasi untuk memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan di berbagai sektor.

Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital pada bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, layanan publik, hingga sektor ekonomi digital.

Pengembangan tersebut juga didukung keberadaan AI-RAN Innovation Center di Surabaya dan ekosistem NVIDIA AI Technology Center yang menjadi pusat kolaborasi pengembangan teknologi AI di Indonesia.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi jaringan yang sedang dibangun bertujuan menghadirkan pengalaman digital yang lebih relevan dan berkualitas bagi pelanggan.

Menurutnya, integrasi AI ke dalam jaringan telekomunikasi akan membuka peluang lahirnya inovasi digital baru sekaligus memperkuat upaya pemerataan akses teknologi di Indonesia.

“Melalui kolaborasi dengan Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang mampu meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Vikram.

Sementara itu, Presiden dan CEO Nokia, Justin Hotard, menilai masa depan industri telekomunikasi akan ditentukan oleh kemampuan operator dalam menggabungkan konektivitas, kecerdasan buatan, dan efisiensi operasional dalam satu platform.

Menurutnya, investasi pada jaringan berbasis AI akan membuka peluang model bisnis baru sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.

Di sisi lain, Senior Vice President Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, menyebut Indonesia berpotensi menjadi salah satu contoh implementasi AI-RAN terbesar di kawasan.

Ia mengatakan pengembangan tersebut akan menghadirkan jaringan yang tidak hanya menyediakan layanan komunikasi, tetapi juga mampu menjalankan aplikasi berbasis AI secara langsung di dalam infrastruktur telekomunikasi.

Target 80 Persen Jaringan Terjangkau 5G Menengah

Sebagai bagian dari modernisasi jaringan, Nokia akan menerapkan perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta sistem otomasi jaringan berbasis AI.

Dalam rencana pengembangannya, layanan 5G frekuensi rendah akan diterapkan secara luas di seluruh jaringan Indosat.

Sementara cakupan 5G frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam tiga setengah tahun mendatang.

Selain meningkatkan kualitas layanan, teknologi tersebut juga dirancang untuk menghemat konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi operasional sehingga mendukung transformasi digital yang lebih berkelanjutan.

Kolaborasi Nokia, Indosat, dan NVIDIA menjadi salah satu proyek teknologi terbesar yang saat ini dikembangkan di Indonesia.

Proyek ini diyakini akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat adopsi AI dan memperluas akses konektivitas digital bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.(*)




Indosat Perkuat Jaringan AI, Trafik Data Naik Signifikan Selama Nataru 2025

JAKARTA – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mencatat lonjakan signifikan trafik data sepanjang tahun 2025, seiring meningkatnya konsumsi layanan digital masyarakat Indonesia. Puncak kenaikan terjadi pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), yakni pada 21 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Selama periode tersebut, trafik data nasional meningkat sekitar 15 persen dibandingkan hari normal, serta lebih dari 20 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Lonjakan ini mencerminkan semakin meluasnya aktivitas digital masyarakat, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di wilayah wisata dan daerah yang sebelumnya memiliki aktivitas digital terbatas.

Didukung oleh jaringan yang andal di ribuan titik strategis, Indosat memastikan lonjakan kebutuhan data tetap dapat terlayani secara stabil.

Kesiapan ini ditopang oleh perluasan infrastruktur jaringan yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

Optimalisasi Jaringan Berbasis AI

Untuk menjaga kualitas layanan selama lonjakan trafik, Indosat mengoptimalkan jaringan melalui Digital Intelligence Operations Center (DIOC), pusat operasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang memungkinkan pemantauan performa jaringan secara real-time.

Pemanfaatan teknologi AI ini memungkinkan penyesuaian kapasitas jaringan secara adaptif di lokasi-lokasi dengan lonjakan trafik tertinggi.

Dengan demikian, pelanggan IM3, Tri, dan HiFi tetap dapat menikmati koneksi yang stabil, termasuk untuk aktivitas video streaming dan gaming, bahkan di tengah tingginya konsumsi data secara serentak.

“Pertumbuhan trafik data bukan sekadar indikator teknis, tetapi gambaran nyata perkembangan ekonomi digital Indonesia. Lonjakan penggunaan data kini tidak hanya terjadi di kota besar, melainkan juga di kawasan wisata dan pusat ekonomi baru,” ujar Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

Ia menambahkan, dukungan teknologi AI di DIOC memungkinkan tim teknis Indosat menangani potensi gangguan dengan lebih cepat dan presisi, sehingga kualitas layanan tetap terjaga di berbagai kondisi.

Perkuat Jaringan di Titik Trafik Tertinggi

Untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas digital masyarakat, Indosat memperkuat kapasitas jaringan di berbagai wilayah yang mencatat trafik tertinggi.

Di antaranya Bogor, Sukabumi, dan Tangerang di wilayah Jabodetabek; Garut, Bandung, dan Klaten di Pulau Jawa; serta Kota Denpasar, Tabanan, dan Bandung di wilayah Bali dan Nusra.

Penguatan jaringan juga dilakukan di wilayah Sumatera seperti Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Banyuasin, serta di Kalimantan dan Sulawesi, termasuk Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Sanggau, Gowa, Maros, dan Bulukumba.

Pada periode yang sama, lima aplikasi dengan lonjakan penggunaan tertinggi tercatat adalah TikTok, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan YouTube.

Saat ini, Indosat didukung oleh lebih dari 208 ribu BTS 4G serta 1.404 BTS 5G yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jumlah BTS 4G tersebut tumbuh 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga semakin memperluas jangkauan layanan bagi pelanggan.

Pemulihan Konektivitas di Wilayah Bencana

Selain menjaga kualitas layanan selama Nataru, Indosat juga terus mempercepat pemulihan jaringan di wilayah terdampak bencana, khususnya di Provinsi Aceh dan sejumlah daerah di Sumatera.

Hingga saat ini, tingkat pemulihan jaringan Indosat di Aceh telah mencapai 97,5 persen.

Pemulihan ini menjadi bagian dari komitmen Indosat untuk terus hadir mendampingi masyarakat, mulai dari masa tanggap darurat hingga fase pemulihan, dengan memastikan konektivitas tetap terjaga sebagai sarana utama koordinasi dan akses informasi.

Indosat juga menambah jumlah personel teknis di wilayah terdampak serta berkoordinasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BNPB, dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan kelancaran pasokan bahan bakar serta akses ke wilayah yang sempat terisolasi.

Sebagai langkah tambahan, Indosat menempatkan tim siaga di berbagai lokasi strategis seperti bandara, terminal, stasiun, rumah sakit, dan area pengungsian.

Selain itu, Posko Pemantauan (Command Center) tetap dioperasikan secara terpusat di Jakarta, Medan, dan Aceh untuk mendukung seluruh tim di lapangan.(*)