Fakta Kalori Nasi Putih dan Tips Menjaga Berat Badan Sehat

SEPUCUKJAMBI.ID – Nasi putih menjadi makanan pokok bagi masyarakat Indonesia, namun sering menjadi sorotan saat seseorang mulai memperhatikan berat badan.

Memahami kalori nasi putih penting agar tetap bisa menikmatinya tanpa khawatir kelebihan energi atau penumpukan lemak.

Secara umum, 100 gram nasi putih matang mengandung 130–150 kalori.

Dalam satu piring standar 250 gram, jumlah kalorinya mencapai 325–375 kalori.

Angka ini masih wajar untuk kebutuhan energi harian, terutama bagi mereka yang aktif bergerak.

Namun, konsumsi berlebihan tanpa aktivitas fisik dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena kalori yang tidak terpakai disimpan sebagai lemak.

Nasi Putih dan Mitigasi Kenaikan Berat Badan

Seringkali nasi putih dianggap sebagai penyebab kegemukan.

Faktanya, peningkatan berat badan dipengaruhi oleh total kalori harian, bukan hanya satu jenis makanan.

Asupan energi lebih tinggi dari yang dibakar tubuh akan menambah berat badan, terlepas dari sumber kalori.

Tips agar konsumsi nasi putih tetap aman:

  1. Sesuaikan porsi dengan aktivitas harian
    Orang aktif membutuhkan lebih banyak energi dibanding mereka yang banyak duduk.

  2. Padukan dengan protein dan sayuran
    Protein membuat kenyang lebih lama, sedangkan serat dari sayur memperlambat penyerapan gula darah.

  3. Perhatikan waktu makan
    Konsumsi nasi dalam jumlah cukup di pagi atau siang hari membantu tubuh menggunakan energi secara optimal. Kurangi porsi saat makan malam karena aktivitas tubuh menurun.

  4. Variasi karbohidrat
    Sebagian nasi putih dapat diganti dengan nasi merah atau karbohidrat tinggi serat agar lebih seimbang.

Nasi putih tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi bijak. Kunci utama: kontrol porsi, keseimbangan nutrisi, dan gaya hidup aktif.

Dengan memahami kalori nasi putih dan strategi pengaturannya, kamu bisa tetap menikmati makanan pokok favorit tanpa mengganggu tujuan kesehatan atau berat badan.(*)




Fakta Tersembunyi di Balik Gelas Es Teh Manis

SEPUCUKJAMBI.ID – Es teh manis hampir selalu hadir di meja makan orang Indonesia, mulai dari warung kaki lima, rumah makan, hingga restoran mewah.

Rasanya segar, murah, dan cocok diminum kapan saja.

Namun, di balik kenikmatannya, minuman populer ini menyimpan fakta penting: kalori dari gula tambahan bisa cukup tinggi.

Teh itu sendiri hampir tidak mengandung kalori. Masalah muncul ketika gula ditambahkan.

Satu gelas es teh manis ukuran sedang bisa memiliki kalori setara camilan kecil, terutama jika gulanya banyak.

Kalori dari minuman manis cenderung “tidak terasa”, sehingga kita bisa mengonsumsinya tanpa sadar.

Kebiasaan ini bisa memicu kenaikan berat badan, lonjakan gula darah, dan risiko gangguan metabolik jangka panjang.

Apakah ini berarti es teh manis harus dihindari sepenuhnya? Tidak. Kuncinya ada pada cara menikmati.

Beberapa tips yang bisa dicoba:

  • Kurangi takaran gula secara bertahap. Jika biasanya memakai dua sendok gula, coba satu setengah atau satu sendok. Lidah akan menyesuaikan rasa.

  • Gunakan pemanis rendah kalori seperti stevia atau monk fruit. Rasanya sedikit berbeda, tapi membantu menekan kalori.

  • Pilih teh dingin tanpa gula dengan perasan lemon, jeruk nipis, atau potongan buah segar. Tetap segar dan lebih ramah tubuh.

  • Perhatikan porsi. Nikmati es teh manis dalam jumlah kecil atau sesekali sebagai kompromi antara kesehatan dan kenikmatan.

Intinya, menikmati minuman manis bukan masalah selama diimbangi dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan cukup minum air putih.

Dengan strategi tepat, segelas es teh manis tetap bisa menjadi teman yang menyegarkan tanpa membebani tubuh.(*)