Bau Busuk Mengganggu, Sampah Berserakan di Desa Mendalo Darat

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tumpukan sampah rumah tangga mengular di RT 13 dan RT 21, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, membuat lingkungan sekitar terganggu.

Bau busuk menyengat tercium sejak jauh, bahkan mengganggu pengendara yang melintas setiap hari.

Pantauan di lokasi, sampah berserakan dan sebagian menggunung, sebagian lagi tercecer.

Titik penumpukan berada tepat di depan sekolah, sehingga lingkungan belajar ikut terdampak.

Andun, salah satu pengendara, mengaku terganggu.

“Baunya menyengat sekali, apalagi siang hari. Kami yang lewat jadi tidak nyaman, harus menahan napas,” katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi, Muhammad Rifai, membenarkan adanya penumpukan sampah di kawasan tersebut.

Menurut Rifai, pengangkutan sampah sebenarnya dilakukan setiap hari. Namun, volume sampah yang tinggi melebihi kapasitas armada yang tersedia.

“Diangkut tiap hari, tapi karena jumlah sampah banyak, tidak terangkut semua,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan armada menjadi kendala utama. Truk pengangkut kerap sudah penuh sebelum seluruh sampah bisa diangkut.

“Diangkut sebagian lantaran mobilnya sudah penuh,” tutup Rifai.(*)




Salurkan Santunan untuk Anak Yatim, Wabup Junaidi Mahir: Pemerintah Tidak Boleh Abai

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim di Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Jaluko, pada Sabtu (21/2/2026) sore.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, bersama jajaran kepala OPD, Camat Jaluko, dan perangkat desa setempat.

Wakil Bupati Junaidi H. Mahir menegaskan bahwa santunan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Daerah dalam memperhatikan kelompok rentan, khususnya anak yatim.

Menurutnya, anak-anak yatim adalah tanggung jawab bersama, dan pemerintah tidak boleh mengabaikan kebutuhan mereka.

“Bantuan yang diberikan mungkin tidak besar, tapi semoga dapat memberi dukungan moral dan semangat bagi anak-anak ini. Kami ingin memastikan mereka merasa diperhatikan, jangan sampai ada anak yang merasa berjalan sendiri tanpa dukungan,” kata Junaidi.

Ia menambahkan, kegiatan sosial seperti ini tidak boleh berhenti hanya pada satu momentum.

Pemerintah ingin santunan dan pembinaan sosial menjadi program berkelanjutan, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif.

“Gotong royong harus terus kita hidupkan. Pemerintah punya keterbatasan, karena itu dukungan masyarakat sangat penting,” imbuhnya.

Wakil Bupati juga menekankan bahwa perhatian terhadap anak yatim merupakan investasi sosial jangka panjang.

“Kalau hari ini kita hadir untuk mereka, insyaallah ke depan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan mandiri,” tutupnya.

Kegiatan berlangsung sederhana dan ditutup dengan doa bersama. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan sosial di tingkat desa.(*)