Update Terbaru Bandara Sultan Thaha: 6 Penerbangan Terdampak Kabut Asap, Susi Air RTB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap kembali mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis 8 Oktober 2026.
Hingga pukul 10.30 WIB, jarak pandang di kawasan bandara turun menjadi 800 meter dan sejumlah penerbangan mengalami gangguan.
Dampak paling mencolok terjadi pada penerbangan Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep.
Pesawat tersebut tidak melanjutkan penerbangan menuju Bandara Sultan Thaha dan berstatus Return To Base (RTB) atau kembali ke bandara asal.
Selain penerbangan Susi Air tersebut, sejumlah penerbangan lain dari dan menuju Bandara Sultan Thaha juga mengalami penundaan akibat kondisi kabut asap.
Informasi operasional bandara menunjukkan kondisi jarak pandang mengalami perubahan sejak pagi.
Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang masih berada di angka 1.500 meter.
Namun, kondisi kemudian turun menjadi 1.200 meter pada pukul 06.30 WIB dan mencapai 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB.
Jarak pandang sempat membaik menjadi 1.200 meter pada pukul 07.30 WIB dan 1.400 meter pada pukul 08.00 WIB.
Setelah itu, kondisi kembali memburuk. Jarak pandang tercatat 1.100 meter pada pukul 08.30 WIB, turun menjadi 1.000 meter pada pukul 09.00 WIB, kemudian sempat meningkat menjadi 1.300 meter pada pukul 09.30 WIB.
Memasuki pukul 10.00 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 1.000 meter. Setengah jam kemudian, pada pukul 10.30 WIB, jarak pandang hanya mencapai 800 meter.
Susi Air dari Dabo Singkep RTB
Kondisi tersebut berdampak terhadap sejumlah penerbangan yang dijadwalkan tiba maupun berangkat dari Bandara Sultan Thaha.
Untuk penerbangan kedatangan, Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep tercatat berstatus Return To Base (RTB).
Sementara Batik Air ID 6804 dari Jakarta berstatus ditunda karena kabut asap atau Delayed due to Haze.
Penerbangan Susi Air SI 7222 dari Kerinci juga mengalami penundaan dengan alasan yang sama.
Gangguan juga terjadi pada sisi keberangkatan.
Susi Air SI 7223 tujuan Kerinci berstatus ditunda karena kabut asap. Begitu pula Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta dan Susi Air SI 7218 tujuan Dabo Singkep yang mengalami penundaan.
Dengan kondisi tersebut, calon penumpang perlu memperhatikan perkembangan terbaru sebelum menuju Bandara Sultan Thaha.
Batik Air Pagi Masih Berangkat
Di tengah memburuknya jarak pandang, satu penerbangan keberangkatan masih dapat beroperasi pada pagi hari.
Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) telah berangkat pada pukul 06.07 WIB ketika jarak pandang masih berada di angka 1.500 meter.
Penerbangan tersebut menggunakan pesawat ex-RON (Remain Over Night), yakni pesawat yang sebelumnya bermalam di Bandara Sultan Thaha.
Namun, kondisi jarak pandang setelah penerbangan tersebut berangkat terus berubah dan kembali turun hingga 800 meter pada pukul 10.30 WIB.
Bandara Perbarui Informasi Penerbangan
Pihak Bandara Sultan Thaha terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak penundaan penerbangan terhadap penumpang.
Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menyampaikan bahwa informasi operasional penerbangan akan terus diperbarui mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Tim operasional juga melakukan pemantauan terhadap penerbangan yang terdampak kabut asap dan berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan penanganan penumpang.
Bagi pengguna jasa bandara, perubahan jadwal masih dapat terjadi mengikuti kondisi cuaca dan jarak pandang.
Karena itu, calon penumpang diminta tidak hanya mengacu pada jadwal awal penerbangan, tetapi kembali mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.
Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports melalui 172.
Penurunan jarak pandang hingga 800 meter pada pukul 10.30 WIB menjadi perhatian dalam operasional penerbangan Bandara Sultan Thaha.
Perkembangan kondisi asap dan jarak pandang akan menentukan kelancaran penerbangan berikutnya.(*)