Antisipasi Inflasi Ramadan, Pemprov Jambi Siapkan Operasi Pasar di Muaro Bungo dan Kerinci

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi, Syamsurizal, menegaskan pemerintah daerah tengah memantau potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan, khususnya di Kabupaten Muaro Bungo dan Kerinci.

Syamsurizal menyatakan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memeriksa kondisi pasar dan memastikan stok kebutuhan pokok tetap aman.

Salah satu langkah strategis adalah menyiapkan operasi pasar di Pasar Atas Bungo serta pasar-pasar lain di Muaro Bungo dan Kerinci.

“Kita antisipasi supaya jangan terjadi kelangkaan. Stok tetap tercukupi menghadapi puasa dan Lebaran,” tegas Syamsurizal.

Langkah cepat pemerintah daerah ini diharapkan dapat menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil, meski memasuki periode konsumsi tinggi.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat inflasi tahunan Januari 2026 sebesar 3,35 persen, dengan kenaikan tertinggi di Muaro Bungo 5,04% dan terendah di Kota Jambi 3,09%.

Kenaikan harga terutama terjadi pada kelompok Perawatan Pribadi, Perumahan, dan Bahan Bakar Rumah Tangga, sedangkan beberapa kelompok seperti Perlengkapan Rumah Tangga justru mengalami penurunan.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jambi, Susiawati Kristiarini, menjelaskan deflasi bulanan 0,47% menunjukkan pergerakan harga yang relatif positif.

Beberapa komoditas pangan, seperti cabai, mulai kembali normal dan menahan laju inflasi.

Dengan koordinasi antara Pemprov Jambi dan pemantauan BPS, masyarakat diharapkan tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga stabil menjelang Ramadan dan Lebaran.(*)




Inflasi Jambi Januari 2026 Capai 3,35%, Muaro Bungo Jadi Daerah Paling Terdampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 3,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,98.

Data menunjukkan kenaikan harga mulai terasa di sejumlah wilayah, terutama di Kabupaten Muaro Bungo dan Kerinci.

Inflasi tertinggi tercatat di Muaro Bungo sebesar 5,04% (IHK 111,30), sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Jambi 3,09% (IHK 109,30).

Kenaikan harga dipengaruhi oleh sembilan kelompok pengeluaran. Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya naik tertinggi 12,18%, disusul Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 11,33%.

Kelompok lain yang meningkat antara lain:

  • Makanan, Minuman, dan Tembakau: 1,40%

  • Transportasi: 1,31%

  • Rekreasi, Olahraga, dan Budaya: 2,61%

  • Pendidikan: 2,11%

  • Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran: 3,35%

Sementara itu, dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks:

  • Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga: -0,63%

  • Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan: -0,24%

Selain inflasi tahunan, BPS mencatat deflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,47%. Deflasi year to date (y-to-d) hingga Januari juga tercatat 0,47%.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jambi, Susiawati Kristiarini, menjelaskan deflasi awal tahun ini menunjukkan pergerakan harga relatif positif.

Salah satu faktor utama adalah harga sejumlah komoditas pangan mulai kembali normal, seperti cabai yang sebelumnya tinggi, kini menahan inflasi karena harganya turun.

“Untuk bulan Januari ini cukup bagus karena kita memulai awal tahun dengan deflasi. Harga-harga sudah kembali normal, cabai yang sebelumnya tinggi kini justru menjadi penahan inflasi,” jelas Susiawati.

Menanggapi hal ini, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi, Syamsurizal, mengatakan pemerintah daerah tengah mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang bulan suci Ramadan, terutama di Muaro Bungo dan Kerinci.

Pemprov Jambi telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memeriksa kondisi lapangan dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok aman.

Rencana pengendalian harga termasuk operasi pasar di Pasar Atas Bungo dan pasar lainnya di Kabupaten Kerinci serta Muaro Bungo.

“Kita antisipasi supaya jangan terjadi kelangkaan. Stok tetap tercukupi menghadapi puasa dan Lebaran,” tegas Syamsurizal.

Dengan langkah cepat pemerintah daerah, masyarakat diharapkan tetap mendapatkan harga kebutuhan pokok stabil, meski memasuki periode konsumsi tinggi menjelang Ramadan.(*)