Ali Mardiansyah Bawa Pulang Perak Asian Games 2026, Jambi Siapkan Target Lebih Besar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Medali perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akhirnya dibawa pulang atlet dayung asal Jambi, Letda M. Ali Mardiansyah.

Namun, podium kedua yang diraihnya bersama Rafiq Wijdan Yasir tidak datang lewat perjalanan yang mudah.

Ali dan Rafiq merebut perak pada nomor lightweight men’s double sculls setelah menyelesaikan lomba 2.000 meter dengan waktu 6 menit 23,41 detik.

Pasangan Indonesia finis di posisi kedua di belakang Uzbekistan.

Prestasi tersebut menjadi salah satu dari dua medali perak yang disumbangkan cabang rowing Indonesia pada Asian Games 2026.

Setibanya di Bandara Sultan Thaha Jambi, Ali mendapat sambutan dari Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi Prof. Dr. Sukendro bersama jajaran pengurus dan staf KONI Jambi.

Ketua Umum PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan bersama jajaran pengurus cabang olahraga dayung juga hadir menyambut kepulangan atlet tersebut.

Bagi Jambi, keberhasilan Ali menjadi sorotan tersendiri. Sebelumnya, KONI Jambi memang memasukkan Ali sebagai salah satu atlet daerah yang memperkuat kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Di balik medali perak tersebut terdapat tantangan yang cukup berat. Ali mengungkapkan jadwal pertandingan mengalami perubahan akibat kondisi cuaca dan ancaman badai.

Pertandingan yang semula dijadwalkan pada 21 September harus bergeser. Semifinal kemudian berlangsung pada 23 September, sedangkan final digelar 24 September.

Perubahan jadwal tersebut memberikan tantangan tambahan bagi Ali karena ia turun di nomor kelas ringan.

Penimbangan berat badan yang bergeser ke sekitar pukul 14.00 membuat Ali harus menjaga berat badan lebih lama sebelum bertanding.

“Biasanya kalau sesuai jadwal kelas ringan lomba sekitar jam sepuluh pagi. Karena jadwal berubah, kita harus menahan berat badan lebih lama. Timbang berat badan baru sekitar jam dua siang, jadi dari pagi sampai siang kita tahan makan,” ujar Ali.

Bagi atlet kelas ringan, pengendalian berat badan merupakan bagian penting dari persiapan sebelum perlombaan.

Ali menyebut situasi tersebut menjadi ujian kesabaran sebelum akhirnya perjuangan mereka menghasilkan medali.

“Alhamdulillah, kesabaran itu membuahkan hasil. Sesuatu yang kita laksanakan dengan tekun dan ikhlas, alhamdulillah semuanya dibalas Allah SWT,” katanya.

Selain persaingan di arena, pengalaman selama berada di Jepang juga meninggalkan kesan bagi Ali.

Ia mengapresiasi pelayanan yang diterima para kontingen selama Asian Games. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah penggunaan kapal pesiar sebagai tempat penginapan kontingen.

Menariknya, Ali menemukan cukup banyak pekerja asal Indonesia di kapal tersebut, mulai dari awak kapal hingga pekerja restoran.

“Selama di kapal pesiar, kebanyakan awak kapalnya, orang yang memasak dan di restoran banyak orang Indonesia. Jadi kita merasa seperti pulang ke kampung sendiri,” katanya.

Ali menyebut persaingan nomor lightweight men’s double sculls sangat ketat. Para pesaing Indonesia datang dengan pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan internasional.

Tim Indonesia juga menjadikan sejumlah kompetisi internasional sebelumnya sebagai bahan pemantauan terhadap kekuatan lawan.

Menurut Ali, keterbatasan kesempatan melakukan try out ke Eropa tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan kepercayaan diri.

“Kita tidak berkecil hati. Kita jadikan itu motivasi lebih untuk memantau lawan-lawan kita,” ujarnya.

Hasil di Jepang kemudian menjadi pembuktian bahwa atlet Indonesia tetap mampu bersaing di nomor tersebut.

Ali menilai dukungan dan pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan intensitas persiapan atlet untuk menghadapi persaingan internasional.

“Ini suatu kebanggaan bagi kami. Bukan berarti kita tidak bisa bersaing. Mungkin kita masih terbentur anggaran ataupun dukungan,” katanya.

Ali belum ingin menjadikan medali Asian Games sebagai garis akhir.

Setelah kembali dari Jepang, ia akan melanjutkan pemusatan latihan nasional sebagai bagian dari persiapan menuju tahapan kualifikasi Olimpiade Los Angeles.

“Target ke depan, khususnya saya, dipersiapkan untuk mengikuti prakualifikasi Olimpiade di Los Angeles. Setelah ini kami akan kembali TC ke Pelatnas untuk memperkuat tim dayung Indonesia,” ungkap Ali.

Target tersebut membuat medali perak Asian Games bukan hanya menjadi pencapaian tersendiri, tetapi juga bagian dari perjalanan Ali menuju persaingan di level yang lebih tinggi.

Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi, Prof. Dr. Sukendro menilai prestasi Ali memberikan gambaran mengenai potensi pembinaan olahraga dayung di daerah.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi salah satu indikator dalam mempersiapkan kekuatan Jambi menghadapi agenda olahraga nasional mendatang.

“Tentunya kita merasa bangga. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu barometer kita untuk persiapan terutama Pra-PON 2027 dan PON 2028,” kata Sukendro.

KONI Jambi juga melihat peluang peningkatan prestasi cabang dayung pada PON mendatang. Setelah sebelumnya meraih dua medali emas, potensi tersebut diharapkan dapat berkembang.

Ketua Umum PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan mengatakan keberhasilan Ali menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu menembus persaingan internasional.

Ia juga menyebut sejumlah atlet dayung Jambi lainnya sebagai bagian dari kekuatan daerah yang terus dibina.

“Hari ini kami sangat bangga bahwa inilah putra-putri dayung dari Jambi yang membela Negara Republik Indonesia. Hari ini diwakili oleh Ali,” ujar Wawan.

Menurutnya, capaian di Asian Games dapat menjadi tambahan motivasi bagi PODSI Jambi untuk mempersiapkan atlet menuju kompetisi nasional berikutnya, khususnya PON.

Prestasi Ali sekaligus memperlihatkan jalur pembinaan atlet Jambi tidak berhenti pada level daerah.

Dari arena PON hingga panggung Asian Games, atlet Jambi kini memiliki jejak kompetitif yang semakin luas.

Setelah membawa pulang perak dari Jepang, tantangan berikutnya sudah menanti: mempertahankan performa, memperkuat persiapan di Pelatnas, dan mengejar tiket menuju Olimpiade Los Angeles.(*)




6 Atlet Jambi Resmi Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak enam atlet asal Provinsi Jambi dipastikan menjadi bagian dari kontingen Indonesia pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Keenam atlet tersebut tersebar di lima cabang olahraga (cabor).

Mereka akan membawa nama Indonesia sekaligus menjadi wakil Jambi dalam ajang olahraga terbesar di Asia yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, mengatakan masuknya enam atlet Jambi ke dalam skuad Merah Putih menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.

“Keenam atlet tersebut berasal dari lima cabang olahraga berbeda dan telah terpilih masuk dalam skuad Merah Putih untuk multievent terbesar di Asia tersebut,” kata Mat Sanusi didampingi Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jambi, H AS Budianto, di Jambi, Jumat.

Enam atlet Jambi yang akan tampil bersama kontingen Indonesia berasal dari cabang atletik, basket, dayung, dan angkat besi.

Berikut daftar lengkapnya:

  • Violine Intan Puspita — atletik nomor jalan cepat.

  • Nathania Claresta Orville — basket 5×5.

  • Subhi — dayung nomor canoeing.

  • Ali Mardiansyah — dayung nomor rowing.

  • Mutiara Rahma Putri — dayung nomor rowing.

  • Juliana Clarissa — angkat besi.

Komposisi tersebut menunjukkan atlet Jambi tidak hanya tampil pada satu cabang olahraga.

Wakil Jambi akan bersaing di sejumlah disiplin dengan karakter pertandingan yang berbeda, mulai dari jalan cepat dan olahraga beregu hingga dayung dan angkat besi.

KONI Jambi menyambut keikutsertaan enam atlet tersebut sebagai bagian dari perjalanan pembinaan olahraga daerah menuju level internasional.

Mat Sanusi berharap para atlet mampu memberikan penampilan terbaik selama memperkuat Indonesia di Aichi-Nagoya.

“Keikutsertaan enam atlet ini menjadi kebanggaan bagi Provinsi Jambi sekaligus menunjukkan eksistensi atlet Jambi di level nasional hingga internasional,” ujarnya.

Menurut dia, para atlet tersebut tidak hanya membawa misi untuk berprestasi bersama Indonesia, tetapi juga menjadi representasi pembinaan olahraga Jambi di panggung Asia.

“Mereka adalah duta Jambi. Kami berharap bisa memberikan hasil terbaik dan menginspirasi generasi muda di daerah untuk terus berprestasi,” kata Mat Sanusi.

Asian Games 2026 akan digelar di kawasan Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang multievent tersebut mempertemukan atlet dari berbagai negara Asia dalam puluhan cabang olahraga.

KONI Jambi berharap keberadaan enam atlet dalam kontingen Indonesia dapat menjadi momentum bagi olahraga Jambi untuk terus berkembang.

Keikutsertaan mereka juga menjadi bagian dari perjalanan panjang atlet daerah yang berhasil menembus persaingan nasional hingga memperoleh kesempatan tampil di level internasional.

Kini, enam atlet tersebut tinggal menuntaskan persiapan menuju pertandingan dan berjuang memberikan hasil terbaik bersama kontingen Merah Putih di Asian Games 2026.(*)