TMA Pos Tanggo Rajo Fluktuatif, BPBD Kota Jambi Minta Warga DAS Lebih Waspada

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Batanghari di wilayah Kota Jambi terpantau masih relatif aman.

Namun menunjukkan pola fluktuatif seiring meningkatnya intensitas hujan di Provinsi Jambi dalam beberapa hari terakhir.

Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Dari total 43 titik Pos Duga Air yang tersebar di Wilayah Sungai Batanghari, tidak ditemukan adanya kenaikan TMA secara kumulatif yang signifikan atau melebihi 1 meter.

Meski demikian, dinamika naik-turun muka air tetap menjadi perhatian, terutama bagi wilayah yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Data Terkini Tinggi Muka Air Batanghari

Hasil pengamatan BWS Sumatera VI mencatat:

  • 14 titik pantau mengalami kenaikan TMA

  • 2 titik dalam kondisi stabil

  • 26 titik mengalami penurunan muka air

  • Sejumlah lokasi seperti Rimbo Bujang, Kotoboyo, Teluk Kuali, dan Simpang Desa tercatat mencapai batas Muka Air Banjir

  • Pos Pantau Tanggo Rajo, Kota Jambi, mencatat TMA di level 13,37 meter, masih berada 0,5 meter di bawah batas Siaga III (13,87 meter)

Selain itu, terdapat satu lokasi dengan data belum lengkap dan tidak ada titik pantau yang sama sekali tidak melaporkan data.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, mengimbau masyarakat untuk tidak lengah, khususnya warga yang bermukim di kawasan DAS Sungai Batanghari.

“Walaupun tinggi muka air Sungai Batanghari saat ini masih di bawah status siaga, kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada,” kata dia.

“Curah hujan di Provinsi Jambi belakangan ini cukup tinggi dan berpotensi memicu kenaikan air secara cepat,” ujar Doni Sumatriadi.

Ia juga meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca serta informasi resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Warga di bantaran sungai agar menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, terutama jika hujan dengan durasi panjang terjadi. Jangan menunggu air naik baru bersiap,” tambahnya.

BPBD Kota Jambi bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan intensif serta koordinasi guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir.(*)




Hujan Berjam-jam, BPBD Kota Jambi Imbau Warga DAS Waspada Banjir

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) agar meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan ini disampaikan menyusul hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Jambi sejak Jumat (2 Januari 2025) dini hari hingga menjelang siang.

Doni mengatakan, curah hujan yang terjadi dalam beberapa jam terakhir berpotensi memicu peningkatan debit air sungai, khususnya di wilayah DAS Batanghari dan anak-anak sungainya.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar DAS, untuk lebih berhati-hati dan terus memantau perkembangan kondisi sungai,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengamatan Tinggi Muka Air (TMA) pada Kamis, 1 Januari 2026, yang dilakukan di Pos Duga Air Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI pada Wilayah Sungai Batanghari, tercatat kondisi TMA yang bervariasi di sejumlah titik pantau.

Dari total 43 titik pemantauan, terdapat empat lokasi Pos Duga Air yang mengalami kenaikan TMA kumulatif cukup signifikan dengan kenaikan lebih dari satu meter.

Sementara itu, sebagian titik lainnya justru mengalami penurunan ketinggian muka air.

Secara umum, fluktuasi TMA pada hari pengamatan menunjukkan 10 titik mengalami kenaikan, lima titik dalam kondisi stabil, dan 21 titik mengalami penurunan.

Namun demikian, terdapat beberapa lokasi yang telah mencapai batas Muka Air Banjir, di antaranya Rimbo Bujang, Kotoboyo, dan Teluk Kuali.

Untuk Sungai Batanghari di wilayah Kota Jambi, hasil pengamatan di Pos Tanggo Rajo menunjukkan TMA berada pada ketinggian 12,84 meter.

Angka tersebut masih berada di bawah batas elevasi Siaga III, yakni 13,87 meter, dengan selisih sekitar 1,03 meter.

BPBD Kota Jambi juga mencatat masih terdapat empat lokasi pos pantau yang belum menyampaikan data, serta enam lokasi dengan data yang belum lengkap.

Kondisi ini terus dipantau secara berkala guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga keselamatan, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila terjadi kenaikan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir di lingkungan sekitar.(*)