Dapur Umum Berakhir, Dinsos Jambi Pastikan Tenda Pengungsian Tetap Tersedia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penanganan korban kebakaran di RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, mulai memasuki fase berbeda setelah layanan dapur darurat berakhir.

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi tidak lagi menyediakan makanan melalui dapur darurat karena dukungan konsumsi tersebut memang dialokasikan untuk masa tanggap darurat awal selama tiga hari.

Meski layanan dapur darurat telah berakhir, pemerintah belum sepenuhnya melepas penanganan warga terdampak.

Sejumlah tenda tetap disiapkan di sekitar lokasi kebakaran dan dapat digunakan sebagai tempat pengungsian apabila warga masih membutuhkan.

Kepala Dinsos Kota Jambi, Yunita Indrawarti mengatakan fasilitas tenda sengaja tetap disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan warga setelah masa layanan dapur darurat selesai.

“Untuk makan, kita menggunakan dana tanggap darurat selama tiga hari,” kata Yunita, Senin 31 Agustus 2026.

Dengan berakhirnya dukungan konsumsi tersebut, warga terdampak mulai mencari pola pemenuhan kebutuhan secara mandiri.

Sebagian memilih tinggal bersama keluarga, sementara sejumlah korban lainnya mulai mencari tempat tinggal sementara atau kontrakan.

Sebelumnya, sebanyak 14 warga dari total 59 orang yang terdampak kebakaran sempat mengungsi di Rumah Singgah Dinsos Kota Jambi.

Kelompok yang dievakuasi terutama anak-anak, ibu-ibu dan lansia.

Evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, termasuk kualitas udara Kota Jambi yang saat itu kurang baik akibat kabut asap.

Sementara sebagian korban lainnya memilih tinggal bersama keluarga atau bertahan di sekitar lokasi dengan menempati tenda yang disediakan pemerintah.

Menurut Yunita, keberadaan tenda di lokasi kebakaran masih dipertahankan sebagai fasilitas alternatif.

Artinya, meski layanan dapur darurat telah selesai, warga yang belum memiliki tempat tinggal tetap mempunyai pilihan untuk menggunakan tenda tersebut apabila diperlukan.

Pemerintah juga telah menyiapkan fasilitas pendukung seperti tempat air dan toilet portabel di sekitar lokasi.

Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah rumah warga dan berdampak terhadap 20 kepala keluarga atau 59 jiwa.

Setelah beberapa hari berada dalam kondisi darurat, sebagian warga mulai meninggalkan tempat pengungsian dan berupaya mencari tempat tinggal sementara.

Langkah tersebut menunjukkan penanganan mulai bergerak dari fase evakuasi menuju pemulihan.

Namun, kebutuhan korban masih cukup panjang karena sebagian harus memulai kembali kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Selain fasilitas darurat dari pemerintah, korban juga mendapat bantuan dari berbagai pihak. Baznas Kota Jambi menyiapkan bantuan Rp2 juta untuk setiap kepala keluarga korban kebakaran.

Yunita juga menyebut adanya bantuan dari Gubernur Jambi sebesar Rp50 juta untuk korban kebakaran. Namun, waktu penyaluran bantuan tersebut masih menunggu informasi lebih lanjut.

Untuk kebutuhan jangka menengah dan panjang, pemerintah masih menunggu hasil perhitungan BPBD Kota Jambi terkait rekonstruksi rumah warga yang terdampak.

“Untuk pemulihan rumah masih menunggu dari BPBD Kota Jambi. Itu masih dalam perhitungan rekonstruksi,” pungkas Yunita.

Dengan dapur darurat yang telah berakhir, perhatian kini bergeser pada bagaimana warga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memperoleh tempat tinggal sementara, sembari menunggu proses pemulihan rumah serta bantuan lanjutan dari pemerintah dan pihak lainnya.

Sementara itu, tenda yang tetap tersedia di lokasi menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan pemerintah apabila sewaktu-waktu masih ada warga yang membutuhkan tempat untuk mengungsi.(*)




Siapkan Dapur Umum Selama 7 Hari, Pasca Kebakaran Eks Lokalisasi Pucuk Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pasca kebakaran hebat yang melanda kawasan eks Lokalisasi Pucuk, Kelurahan Rawa Sari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi pada Jumat (31/10/2025), pemerintah setempat langsung menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak.

Lurah Rawa Sari, Repulis, mengatakan dapur umum ini akan disiagakan selama kurang lebih tujuh hari untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban yang rumahnya hangus terbakar.

“Insya Allah sampai Jumat mendatang dapur umum ini tetap beroperasi untuk melayani warga yang terdampak kebakaran,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).

Repulis menambahkan, kelurahan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Dinas Sosial, Tagana, dan BPBD Kota Jambi untuk memastikan bantuan logistik, pakaian, serta perlengkapan tidur korban dapat terpenuhi dengan baik.

“Selain makanan siap saji, kami juga mendata kebutuhan penting lainnya seperti pakaian layak pakai dan selimut,” tambahnya.

Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi pada Jumat siang sekitar pukul 14.26 WIB, menghanguskan 12 rumah warga di kawasan padat penduduk itu.

Dari jumlah tersebut, 9 rumah rusak berat dan 3 rumah rusak ringan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, menjelaskan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari pendingin ruangan (AC) di salah satu rumah warga.

“Begitu laporan masuk, tim Damkar dari Pos Alam Barajo langsung bergerak dan tiba di lokasi hanya empat menit setelah laporan diterima. Kami menurunkan 80 personel dan 12 armada pemadam,” ungkap Mustari.

Api berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar tiga jam setengah setelah menghadapi berbagai kendala seperti akses jalan sempit dan padatnya permukiman.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas bekerja keras agar api tidak merembet ke rumah lain,” ujarnya.

Selain petugas Damkar, unsur gabungan dari PSC 119, PLN, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, dan kepolisian ikut membantu proses pemadaman dan evakuasi.

Hingga kini, total kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Mustari mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah kebakaran serupa.

“Kebakaran bisa terjadi kapan saja. Pastikan kabel dan stop kontak aman, serta segera laporkan bila terjadi insiden,” tegasnya.(*)