Luar Biasa! Wali Kota Jambi Siapkan Transformasi Danau Sipin Jadi Magnet Wisata
Category: Sepucuk Jambi
27 Maret 2026
JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Danau Sipin terus dipersiapkan menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Jambi.
Pemerintah Kota Jambi kini mulai menggenjot berbagai langkah strategis, mulai dari penataan kawasan, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Maulana saat meninjau kawasan pintu air di sekitar Danau Sipin bersama Diza Hazra Aljosha, Kamis (26/03/2026).
Menurut Maulana, pengembangan Danau Sipin tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor karena melibatkan berbagai kewenangan, mulai dari pemerintah pusat hingga masyarakat.
“Danau Sipin ini punya potensi besar sebagai destinasi wisata. Tapi pengelolaannya harus dilakukan bersama-sama agar hasilnya maksimal,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemkot Jambi memprioritaskan pembenahan aspek dasar pariwisata, seperti kebersihan lingkungan dan keamanan kawasan.
Kedua hal ini dinilai menjadi faktor utama dalam menarik minat wisatawan.
Pemerintah bahkan telah menetapkan aturan tegas terkait larangan membuang sampah ke sungai dan danau dengan sanksi denda.
Namun, Maulana mengakui bahwa kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan agar kawasan tetap terjaga.
Selain itu, untuk menciptakan rasa aman, Pemkot Jambi melalui program Kampung Bahagia mendorong pemasangan CCTV di lingkungan masyarakat sekitar kawasan wisata.
Tidak hanya itu, rencana besar juga tengah disiapkan untuk mendukung daya tarik Danau Sipin.
Salah satunya adalah usulan pembangunan jalan layang yang menghubungkan kawasan Sungai Batanghari dengan Danau Sipin.
Proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga mengurai kemacetan di wilayah Telanaipura.
Di sisi lain, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Pemerintah akan membentuk dan melatih kelompok sadar wisata (Pokdarwis) agar masyarakat lokal siap menjadi pelaku utama dalam industri pariwisata.
“SDM harus kita siapkan lebih dulu. Masyarakat harus siap menyambut wisatawan, mulai dari pelayanan hingga kemampuan komunikasi,” jelas Maulana.
Dalam peninjauan tersebut, turut dibahas kondisi pintu air yang sebelumnya dilengkapi penyaring sampah namun kini mengalami kerusakan. Pemkot Jambi berencana melakukan perbaikan sebagai bagian dari penataan kawasan.
Namun demikian, Maulana menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan wisata tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Jambi optimistis Danau Sipin dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang bersih, aman, dan menarik, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.(*)
Maulana dan Diza Turun Langsung, Soroti Sampah dan Infrastruktur Danau Sipin
Category: Sepucuk Jambi
27 Maret 2026
JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Maulana bersama Diza Hazra Aljosha turun langsung meninjau kondisi pintu air di kawasan perbatasan Kelurahan Telanai dan Legok, Kamis sore (26/03/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Jambi terhadap laporan masyarakat di kawasan Danau Sipin.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan turut didampingi jajaran pemerintah daerah, camat, lurah, hingga warga setempat.
Fokus utama peninjauan adalah kondisi pintu air serta rencana pengembangan Danau Sipin sebagai destinasi wisata unggulan.
Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pengelolaan kawasan Danau Sipin membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Hal ini karena kewenangan pengelolaan kawasan tersebut melibatkan pemerintah pusat, provinsi, kota, hingga masyarakat.
“Pengelolaan tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus bersinergi agar kawasan ini bisa berkembang dan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga menyoroti persoalan kebersihan yang masih menjadi tantangan utama.
Meski Pemerintah Kota Jambi telah memiliki aturan tegas terkait larangan membuang sampah ke sungai dan danau dengan denda hingga Rp5 juta, pelanggaran masih sering ditemukan.
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan kawasan wisata berbasis lingkungan.
Selain kebersihan, aspek keamanan juga menjadi perhatian penting. Pemkot Jambi melalui program Kampung Bahagia mendorong pemasangan CCTV di tingkat RT sebagai upaya pencegahan tindak kriminalitas.
“Keamanan menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan. Tanpa rasa aman, orang enggan berkunjung,” tegasnya.
Dalam jangka panjang, Pemkot Jambi juga telah mengusulkan pembangunan infrastruktur strategis, termasuk rencana jalan layang yang menghubungkan kawasan Sungai Batanghari dengan Danau Sipin.
Proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mengurangi kemacetan.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Maulana juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda melalui pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Pelatihan akan diberikan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan hingga komunikasi dengan wisatawan.
Terkait kondisi pintu air, ia menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat fasilitas penyaring sampah yang kini rusak akibat usia dan korosi. Pemerintah berencana membangun kembali fasilitas tersebut.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa solusi utama tetap terletak pada perubahan perilaku masyarakat.
“Percuma infrastruktur dibangun jika kesadaran tidak ada. Jangan buang sampah sembarangan karena dampaknya bisa luas, termasuk banjir,” tegasnya.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Jambi menunjukkan komitmennya dalam menjadikan Danau Sipin sebagai destinasi wisata unggulan berbasis lingkungan.
Dukungan masyarakat diharapkan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kawasan wisata yang bersih, aman, dan berdaya saing.(*)
Tujuh Rumah Hangus di Danau Sipin, Maulana Pastikan Bantuan dan Konsumsi Korban Ditanggung
Category: Sepucuk Jambi
27 Maret 2026
JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Skip 2 RT 20, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Rabu (4/3/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Kota Jambi tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memastikan korban terdampak mendapat perhatian dan bantuan maksimal.
Peristiwa kebakaran yang terjadi Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB itu menghanguskan tujuh unit rumah semi permanen dan permanen.
Sebanyak delapan kepala keluarga atau 26 jiwa terdampak dalam musibah tersebut.
Dalam kunjungannya, Maulana didampingi jajaran Pemkot serta Badan Amil Zakat Nasional Kota Jambi menyerahkan bantuan tanggap darurat berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga.
“Kami sangat prihatin, apalagi ini terjadi di bulan suci Ramadan. Saat masyarakat fokus beribadah, justru mendapat ujian kebakaran,” ujarnya.
Maulana memastikan kebutuhan konsumsi korban selama satu pekan ke depan akan ditanggung melalui Baznas Kota Jambi.
Makanan berbuka puasa dan sahur akan disiapkan oleh rumah makan terdekat agar korban tidak perlu memikirkan kebutuhan harian.
“Untuk sementara korban belum bisa beraktivitas normal. Karena itu kebutuhan makan kami tanggung selama satu minggu,” tegasnya.
Selain kebutuhan dasar, Pemkot Jambi juga menyalurkan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak, seperti seragam, tas, dan buku, agar proses belajar tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.
Dalam kesempatan itu, Maulana juga menyoroti meningkatnya frekuensi kebakaran selama Ramadan. Berdasarkan catatan Pemkot, dalam beberapa hari terakhir telah terjadi empat kali kebakaran di Kota Jambi.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama memastikan instalasi listrik aman, mencabut colokan yang tidak digunakan, serta memastikan kompor dalam keadaan mati saat hendak tarawih atau memasak sahur.
Respons cepat petugas pemadam kebakaran turut diapresiasi. Armada Damkar disebut tiba di lokasi hanya dalam waktu sembilan menit setelah laporan diterima melalui layanan darurat 112.
Kecepatan tersebut dinilai berhasil mencegah api meluas di kawasan permukiman padat dengan kondisi angin cukup kencang saat kejadian.
Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada unsur TNI, Polri, aparat kecamatan, dan warga yang bahu-membahu membantu proses pemadaman.
Pemkot Jambi memastikan korban mendapatkan kemudahan pengurusan administrasi, termasuk penerbitan surat keterangan musibah serta penggantian dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga yang hilang atau terbakar.
Berdasarkan laporan sementara, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik dan sumber api dari dapur.
“Kita berharap tidak ada lagi kebakaran menjelang Idulfitri, sehingga masyarakat bisa merayakan hari raya dengan aman dan penuh kebahagiaan,” tutupnya.(*)
Reses III Tahun 2025: Ketua DPRD Kota Jambi Serap Aspirasi Warga Telanaipura–Danau Teluk
Category: DPRD Kota Jambi
27 Maret 2026
JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, melaksanakan Reses III Tahun 2025 di Perumahan Benfica, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Senin (8/12/2025)
Kegiatan ini digelar untuk menjaring aspirasi masyarakat dari Daerah Pemilihan III yang meliputi Telanaipura, Danau Teluk, dan Danau Sipin.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kadis Sosial Kota Jambi Yunita Indrawati, Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnakerkop UKM Efrin, Kasi Pemerintahan Telanaipura Sri Wahyuni, serta Lurah Pematang Sulur, Wati Gustenti.
Dalam laporannya, Lurah Wati Gustenti menyampaikan bahwa jumlah UMKM binaan di Pematang Sulur kini terus berkurang dari sekitar 200 unit.
Ia meminta pemerintah memberikan perhatian lebih untuk membantu pelaku usaha kecil tetap bertahan.
Wati juga menyoroti masalah 39 guru PAMI di wilayahnya. Sebanyak lima guru yang berusia di atas 58 tahun tidak lagi menerima honor karena terbentur regulasi perwal.
Ia berharap aturan tersebut dapat ditinjau kembali agar para guru tetap mendapat dukungan.
Menanggapi berbagai masukan, Kemas Faried menegaskan bahwa, reses menjadi sarana bagi dirinya untuk memastikan kebutuhan masyarakat tersampaikan langsung.
Ia menyebut beberapa aspirasi sebelumnya sudah terealisasi, seperti perbaikan jalan dan pemasangan lampu jalan.
“Untuk pekerja rentan, kami siapkan program pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan selama satu tahun,” kata politisi Partai Golkar itu.
Ia juga berencana memperjuangkan pengadaan mobil jenazah bagi Kecamatan Telanaipura dan Danau Teluk pada 2026.
Kendaraan tersebut akan ditempatkan di Masjid Al Husen dan dapat digunakan masyarakat secara gratis.(*)
Hujan Deras Sebabkan Tembok RS Arafah Ambruk, 11 Jiwa Terdampak
Category: Sepucuk Jambi
27 Maret 2026
JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Jambi pada Senin sore menyebabkan tembok belakang Rumah Sakit Arafah roboh dan menimpa dua rumah warga di RT 10, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin.
Insiden terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, Senin (1/12/2025).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Jambi, Rinno, S.E, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian melalui call center pada pukul 18.30 WIB dan langsung mengerahkan tim untuk pengecekan serta penanganan awal.
“Benar, pagar belakang rumah sakit roboh akibat tingginya intensitas hujan. Ada dua rumah terdampak, satu rumah permanen dihuni satu KK dan satu rumah non permanen (bedeng dua pintu) berisi dua KK. Total ada 11 jiwa,” kata Rinno.
Ia menjelaskan bahwa, pihak RS Arafah segera turun ke lokasi dan menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas perbaikan kerusakan rumah warga.
“Tempat tinggal sementara sudah disediakan dan alat berat dijadwalkan masuk hari ini,” tambahnya.
Rinno juga mengingatkan adanya potensi longsor susulan.
“Sebagian struktur berdiri di atas timbunan tanpa balok atau sloof. Jika hujan deras, air yang masuk sedikit saja bisa memicu longsor,” jelasnya.
BPBD Kota Jambi mengimbau pihak rumah sakit dan warga sekitar untuk tetap waspada.
“Pemkot Jambi juga berencana memberikan bantuan kepada korban. Seluruh hasil investigasi sudah kami laporkan ke kepala daerah,” tutup Rinno.(*)
Film ‘LANA’ Usung Talenta Lokal Kota Jambi, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Category: Sepucuk Jambi
27 Maret 2026
JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Proses syuting film LANA resmi dimulai pada Senin, 25 Agustus 2025.
Film yang mengangkat isu sosial eksploitasi anak dan pengamen cilik ini menjadi sorotan karena melibatkan banyak pemain lokal berbakat dan masyarakat sekitar.
Produksi film ini digarap oleh CV Kreasi Event Nusantara Indonesia, dengan naskah yang ditulis oleh Reza Fender Rizky, dan disutradarai oleh Dicky dan Ipank.
Dalam acara doa bersama dan syukuran sehari sebelumnya (24 Agustus), para pemain mulai diperkenalkan kepada publik.
Berikut beberapa pemeran utama dan pendukung dalam film LANA:
Freya Octavia Koesin
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Perempuan kelahiran Jambi, 17 Oktober 2016 ini memerankan karakter Okta, anak komplek yang berkecukupan dan sedikit berlagak sombong.
Anak Perempuan yang bersekolah di SD Xaverius 1 Kota Jambi ini, selain cantik juga berperawakan lucu.
Akhayla Putri Dilia
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Remaja Perempuan kelahiran Kota Jambi 15 Maret ini, berperan sebagai Nadya, yang tak lain ada anak dari Pak RT.
Akhayla Putri Dilia ini biasa akrab disapa Kheyke. Ia saat ini menempuh Pendidikan di SMPN 8 Kota Jambi.
Muhammad Ilham Hasibuan
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Remaja laki-laki ini, berperan sebagai Fiqih. Anak di Kawasan Pasar Kota Jambi yang bandel, dan suka berantam.
Pria yang akrab disapa Ilham ini, lahir di Medan 17 maret 2008 silam. Saat ini dia bersekolah di SMAN 8 Kota Jambi.
Sari Azzahra Alkahfi
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Anak Perempuan kelahiran 27 Februari 2016 ini, berperan sebagai Fia. Sama seperti karakter Okta, di film ini dirinya berperan sedikit sombong.
Ya, gadis cilik yang sat ini bersekolah di SDN 140 Kota Jambi ini, cukup menggemaskan. Selain itu, dirinya juga kerap terlibat di berbagai film lokal.
Nada Fajria Salsabila
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Gadis kecil kelahiran Kuala Enok 29 April 2015 lalu ini, berperan sebagai Zaza.
Di mana, Zaza ini merupakan karakter anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.
Nada sendiri saat ini bersekolah di SDN 51 kota Jambi.
Detrianto
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Pria kelahiran 26 Desember 2007 ini, menjadi peran utama dalam film ‘LANA’. Dia memerankan Lana itu sendiri.
Pria yang telah lulus dari SMKN 1 Kota Jambi ini, memiliki tingkah gemulai yang kerap membuat teman-temannya dan kru film kesal hingga tertawa.
Lyra Ramadhani Lubis
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Gadis yang memiliki ciri khas rambut Panjang dan keriting ini, berperan sebagai Jeni. Jeni sendiri, Adalah gadis yang disukai oleh Lana.
Lyra lahir di Jambi 1 Agustus 2012 lalu. Dan kini tengah sekolah di SMPN 3 Tanjab Barat.
Andi Agam Abqori
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Anak kecil berbadan gempal ini berperan sebagai Tono. Andi yang lahir di Jambi, 12 September 2015 lalu ini, saat ini tengah bersekolah di SD Madrasah Ibtidaiyah Mi Salamah.
Dia merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.
Afifa Nahda Rafanda Munthe
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Gadis kecil kelahiran 23mei2014 ini memerankan karakter Mifta, yang merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.
Afifah sendiri bersekolah di SDN 25 Kota Jambi.
Salsa Bila Nadifa
Film LANA Usung Talenta Lokal, Ini Daftar Lengkap Pemerannya
Gadis kecil kelaihran 20 oktober 2014 ini memerankan karakter Yana , yang merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.
Salsa saat ini bersekolah di SDN 09 Kota Jambi.
Kemudian Ada Diaz, yang berperan sebagai Al Fatih. Yang kesehariannya menjadi seorang reporter salah satu stasiun telivisi lokal.
Raga. Berperan sebagai anak komplek yang baik Bernama Rio. Ia merupakan teman dari Okta dan Fia. Namun sifatnya berbeda dari keduanya.
Reza Fender Rizky, yang tak lain Adalah penulis naskah film ini. Ia juga ikut berperan dalam film ini, menjadi Pak RT kampung Bahagia dalam keluarga Lana.
Dewi, yang kesehariannya berkerja di salahs atu Bank di Kota Jambi ini, berperan sebagai Lesty, istri Pak RT.
Hendry Nursal. Pria ini sudah malang melintang di dunia peran. Kali ini, ia merambah ke dunia film. Di film ini ia berparan sebagai Jarot, bos para preman.
Ipang. Cowok berbadan gempal, rambut sedikit Panjang dan memiliki tattoo di tangan ini,berperan sebagai Vincent. Yang tak lain adalah preman, anak buah Jarot.
Aliong. Cowok berpostur tinggi dan berkulit putih, bak koko-koko Chinese ini, berperan sebagai Lion. Aliong sendiri, juga sudah malang melintang di perfilman, baik lokal maupun nasional.
Bilqis. Gadis kecil ini memerankan karakter Bilqis, yang merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.
Queen. Gadis kecil ini memerankan karakter Queen, yang merupakan anak jalanan, yang ternyata menjadi korban eksploitasi untuk disuruh mengemis oleh para preman.
Lerry Lubis. Sesuai postur tubuh. Pria berbadan gembul ini, memerankan karakter Gembul, yang juga sebagai preman.
Derrent. Cowok yang juga berparas bak orang Chinese ini, memerankan karakter Rojak, seorang preman.
Miftahurrahma. Wanita satu ini, berperan sebagai Imung emak-emak komplek, di mana pada film ini, dai begitu naksir dengan Al Fatih.
Martini. Ibu satu ini berperan sebagai Mak Leha, yang merupakan emak-emak komplek. Kerap ngerumpi Bersama Imung.
Bado. Pria berbadan besar ini, berperan sebagai Bado, yang merupakan anggota Satpol PP kota Jambi.
Dicky. Pria ini juga berperan sebagai anggota Satpol PP Kota Jambi.
Rizal Zebua. Pria ini berperan sebagai Masyarakat yang melaporkan adanya pengamen yang kerap meresahkan pengunjung tempat wisata.
Film ini juga menghadirkan pemeran pendukung yang berasal dari warga lokal, tokoh masyarakat, serta beberapa pegawai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Jambi.
Angkat Isu Sosial dan Potensi Wisata Jambi
Film LANA mengangkat realita tentang anak-anak jalanan, pengamen cilik, dan eksploitasi yang terjadi di ruang publik—terutama di kawasan wisata seperti Tugu Keris Siginjai, Hutan Kota Jambi, dan Danau Sipin.
Selain menyampaikan pesan moral, film ini juga menampilkan keindahan dan potensi pariwisata Kota Jambi.
“Film ini bukan sekadar hiburan, tapi sarana edukasi dan refleksi sosial bagi masyarakat. Kami bangga bisa mengangkat kisah dari daerah sendiri,” ujar Diza Hazra Aljosha, Wakil Wali Kota Jambi, saat menghadiri acara syukuran.
Proses syuting dijadwalkan berlangsung selama beberapa minggu ke depan.(*)
Wawako Jambi Apresiasi Film ‘LANA’, Angkat Isu Eksploitasi Anak & Keindahan Wisata Kota Jambi
Category: Sepucuk Jambi
27 Maret 2026
JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, memberikan apresiasi atas dimulainya proses syuting film berjudul “LANA”, sebuah film lokal yang mengangkat isu eksploitasi anak dan pengamen di bawah umur yang marak terjadi di tempat-tempat wisata Kota Jambi.
Ini disampaikannya, saat menghadiri acara syukuran dan doa bersama demi kelancaran proses syuting film “LANA” Minggu 24 Agustus 2025, yang dimulai Senin 25 Agustus 2025 esok.
Film ini digarap oleh CV Kreasi Event Nusantara Indonesia dengan menggandeng banyak talenta lokal serta melibatkan masyarakat dan unsur pemerintah daerah.
Wawako menyebut, film ini penting sebagai bagian dari upaya edukasi dan penyadaran masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi hadirnya film ‘LANA’ yang mengangkat isu sosial penting seperti eksploitasi anak di ruang publik dan tempat wisata. Selain menjadi sarana hiburan, film ini juga bisa menjadi edukasi yang kuat untuk warga Kota Jambi,” ujar Wawako Diza.
Film “LANA” menceritakan sosok Lana, anak muda yang baru lulus sekolah dan sedang mencari jati diri.
Ia tinggal bersama ayahnya Rudi, seorang ketua RT yang baru dilantik oleh Wali Kota Jambi melalui pemilihan serentak RT se-Kota Jambi, ibunya Bu Lesti, serta adik perempuannya Nadya.
Di rumah itu juga tinggal Al Fatih (Al), adik dari Bu Lesti yang bekerja sebagai jurnalis di RAMS TV.
Dalam perjalanannya, Lana dan Al menemukan kenyataan pahit: anak-anak pengemis dan pengamen di bawah umur banyak dijumpai di tempat-tempat wisata Kota Jambi, seperti Tugu Keris, Hutan Kota Jambi, Danau Sipin, dan lainnya.
Banyak dari mereka yang dieksploitasi oleh preman maupun orang tua mereka sendiri untuk mencari uang.
Film ini menyuguhkan pesan moral yang kuat, di antaranya:
* Pentingnya menjaga keluarga dan lingkungan
* Ajakan untuk tidak memberi uang kepada pengemis dan pengamen di bawah umur
* Kritik sosial terhadap judi online, kebiasaan buang sampah sembarangan, dan lemahnya pengawasan terhadap anak-anak jalanan
* Ajakan untuk melindungi anak-anak dari tindak eksploitasi
Film ini dikemas secara fiktif namun berdasarkan fenomena nyata yang terjadi di Kota Jambi.
Film “LANA” juga akan menampilkan berbagai keindahan destinasi wisata Kota Jambi.
Visual dari ikon-ikon seperti Tugu Keris Siginjai, Danau Sipin, hingga Hutan Kota akan menjadi latar cerita, memperlihatkan sisi lain Kota Jambi yang indah dan potensial sebagai daerah tujuan wisata.
Interaksi antara warga, pengunjung, dan elemen sosial lainnya ditampilkan untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat perkotaan, sekaligus menyampaikan pesan bahwa pariwisata seharusnya ramah anak dan aman dari eksploitasi.
Detail Produksi Film “LANA”
* Perusahaan Produksi: CV Kreasi Event Nusantara Indonesia
* Direktur: Ardyan Eka Saputra
* Produser & Penulis: Reza Fender Rizky
* Keuangan: Chicha Andriani
* Penasehat: Rizal Zebua
* Pembina Talent: Hendry Nursal & SBF
* Sutradara: Dicky dan Ipank
* DOP/Videografer: Team Angga
* Jumlah Talent: ±30 orang, termasuk warga lokal dan OPD terkait
* Durasi: ±60–70 Menit
* Format: Movie
* Subtitle: Bahasa Indonesia / Melayu Jambi
Film “LANA” bukan sekadar tontonan, tetapi juga cerminan isu sosial di Kota Jambi yang perlu ditangani bersama.
Dukungan Wali Kota Jambi, Maulana Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah turut mendukung karya seni yang menyuarakan kebenaran dan edukasi sosial.
Film ini diharapkan bisa mengubah cara pandang masyarakat tentang pengamen dan pengemis anak, sekaligus menjadi promosi positif bagi pariwisata Kota Jambi di kancah nasional.(*)