Polisi Gerebek Rumah di Pulau Pandan Jambi, 6 Orang Diamankan dan Diduga Sabu Ditemukan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Satuan Reserse Narkoba Polresta Jambi mengamankan enam orang dalam penggerebekan sebuah rumah di kawasan Pulau Pandan, RT 030, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Jumat 9 Oktober 2026 sore.

Polisi juga menemukan satu paket yang diduga narkotika jenis sabu di luar rumah tersebut.

Penggerebekan itu berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpul untuk penyalahgunaan narkotika.

Kasat Resnarkoba Polresta Jambi, AKP Tito Al Hafezt mengatakan, tim gabungan menemukan enam orang di dalam rumah milik seorang pria berinisial E.

Menurut keterangan polisi, E sempat berlari ke kamar mandi dan membuang suatu benda ke luar rumah saat petugas hendak mengamankan orang-orang di lokasi.

Petugas kemudian menyisir area di sekitar rumah dan menemukan satu paket yang diduga sabu.

“Kami suruh tersangka mengambil dan memperlihatkan barang yang ia buang tersebut. Dan benar, tersangka mengakui satu paket diduga sabu itu adalah miliknya,” kata Tito.

Polisi selanjutnya membawa keenam orang beserta barang bukti ke Mapolresta Jambi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Polresta Jambi, penggerebekan melibatkan personel Satresnarkoba, Sat Intelkam, Polsek Telanaipura, dan Provos Polresta Jambi.

Petugas masih perlu mendalami peran masing-masing orang yang berada di lokasi, termasuk melalui pemeriksaan dan tes urine.

Polisi juga berencana menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika.

Informasi yang disampaikan kepolisian belum merinci hasil tes urine, berat barang yang ditemukan, maupun status hukum masing-masing dari enam orang tersebut.

Karena itu, pengamanan dalam penggerebekan ini belum dengan sendirinya membuktikan bahwa, seluruh orang yang berada di rumah tersebut terlibat dalam penyalahgunaan atau peredaran narkotika.

Hasil pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya akan menentukan status masing-masing pihak.

Penggerebekan di Pulau Pandan menjadi bagian dari Operasi Sarang Narkoba Serentak yang, menurut keterangan Polresta Jambi, menindaklanjuti arahan pimpinan Polri pada 8 Oktober 2026.

Operasi tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan mulai 9 Oktober 2026, dengan pelaksanaan dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang menyatakan, pihaknya akan melanjutkan upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukumnya.

“Atas perintah Bapak Kapolri, kami Polresta Jambi langsung bergerak cepat melaksanakan Operasi Sarang Narkoba. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika. Kami akan sikat habis basecamp-basecamp yang meresahkan masyarakat,” ujar Ananto.

Pernyataan tersebut menegaskan arah operasi kepolisian.

Namun, efektivitas penindakan juga bergantung pada tindak lanjut penyelidikan, pengungkapan jaringan pemasok, serta proses hukum terhadap pihak yang terbukti terlibat.

Polresta Jambi mengapresiasi informasi warga yang menjadi salah satu dasar penggerebekan tersebut.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan dugaan aktivitas penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

Warga dapat menghubungi Call Center Polri 110, Bhabinkamtibmas, atau kantor polisi terdekat untuk menyampaikan informasi.

“Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat. Ini bukti sinergi Polri dan masyarakat berjalan baik. Kami imbau kepada seluruh warga Kota Jambi, jika mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba di lingkungannya, segera laporkan ke Call Center 110 atau ke Bhabinkamtibmas dan Polsek terdekat,” kata Tito.

Polisi menyatakan akan terus memantau lokasi-lokasi yang dinilai rawan narkotika di Kota Jambi.

Perkembangan hasil pemeriksaan enam orang yang diamankan, termasuk hasil tes urine dan penetapan status hukum, menjadi informasi penting yang perlu disampaikan lebih lanjut untuk memperjelas perkara penggerebekan di Pulau Pandan tersebut.(*)




Cekcok karena Cemburu, Wanita di Jambi Tusuk Dua Orang Pakai Pisau dalam Pena

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Rasa cemburu berujung aksi kekerasan di kawasan Jalan MPU Sendok, RT 14, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Seorang perempuan berinisial YA (37) diduga menusuk dua orang menggunakan pisau yang disamarkan dalam bentuk pena.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 30 September 2026, sekitar pukul 21.20 WIB.

Kapolsek Telanaipura, AKP Amran mengatakan, persoalan bermula ketika YA mendatangi rumah kontrakan korban.

Di lokasi, YA terlibat cekcok dengan perempuan berinisial NRP (26).

Cekcok tersebut diduga dipicu rasa cemburu. YA disebut tidak terima setelah melihat NRP menjalin hubungan asmara dengan seorang laki-laki yang juga dikenal oleh pelaku.

Situasi memanas hingga seorang pria berinisial S (46) yang berada di lokasi berusaha melerai pertengkaran tersebut.

Namun, upaya melerai justru berujung penganiayaan.

YA mengeluarkan benda berbentuk pena berwarna silver. Benda tersebut ternyata telah dimodifikasi dan berisi pisau pipih dengan ujung tajam dan runcing.

Pelaku kemudian menusukkan pisau tersebut ke lengan kiri S. Dalam kejadian yang sama, NRP juga mengalami luka pada jari tangan kirinya.

Kedua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Telanaipura.

Polisi Amankan Pelaku di Lokasi

Laporan mengenai keributan langsung ditindaklanjuti Tim Opsnal Polsek Telanaipura. Kanit Reskrim bersama anggota mendatangi lokasi kejadian.

Polisi mendapati YA masih berada di tempat kejadian dan langsung mengamankannya tanpa perlawanan.

“Pelaku berhasil kita amankan di TKP. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Motifnya karena cemburu,” ujar AKP Amran.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu pena warna silver yang telah dimodifikasi dan berisi pisau.

Pelaku Jadi Tersangka

Setelah menjalani pemeriksaan, YA ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani penahanan di Mapolsek Telanaipura.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana terkait penganiayaan.

Kasus tersebut selanjutnya masih dalam proses penyidikan untuk melengkapi penanganan perkara.

Kapolsek Telanaipura mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan pribadi dengan tindakan kekerasan.

“Jangan main hakim sendiri dan jangan menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Jika ada persoalan, segera laporkan ke Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat,” kata Amran.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar memilih jalur penyelesaian yang aman ketika menghadapi konflik dan segera meminta bantuan petugas jika situasi mulai memanas.(*)




Polisi Gerebek Dua Rumah Kos di Jambi, Temukan Paket Sabu dan Timbangan Digital

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Satresnarkoba Polresta Jambi kembali menggencarkan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui Operasi Antik Siginjai 2026.

Dalam razia yang digelar pada Selasa 21 Juli 2026 malam, petugas mengamankan sejumlah penghuni rumah kos dan menemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu.

Razia dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan menyasar dua rumah kos di Kota Jambi.

Lokasi pertama yang diperiksa adalah Kos Alpine di Jalan Sri Gunting, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung.

Di lokasi tersebut, petugas mengamankan delapan penghuni yang terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan untuk menjalani pemeriksaan serta tes urine.

Berdasarkan hasil tes urine, tiga penghuni dinyatakan positif menggunakan narkotika, yakni dua perempuan berinisial CD dan I, serta seorang laki-laki berinisial FH.

Sementara penghuni lainnya berinisial SA, I, RS, dan MA dinyatakan negatif.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap seorang penghuni berinisial RWA, petugas menemukan enam paket yang diduga berisi narkotika jenis sabu di dalam saku celananya.

Dari hasil interogasi awal, RWA mengakui masih menyimpan narkotika di kediamannya.

Berbekal informasi tersebut, tim Satresnarkoba Polresta Jambi langsung melakukan pengembangan ke rumah RWA di Jalan Syamsul Bahri RT 19, Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung.

Dalam penggeledahan yang disaksikan istri RWA, polisi kembali menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika, yakni:

  • Empat paket yang diduga narkotika jenis sabu.
  • Dua unit timbangan digital.
  • Satu bungkus plastik klip ukuran sedang.
  • Dua bungkus plastik klip ukuran kecil.
  • Satu kantong kain berwarna hijau.
  • Satu buku catatan yang diduga berisi transaksi penjualan sabu.

Usai melakukan penggeledahan di rumah RWA, petugas melanjutkan razia ke lokasi kedua, yakni Kos Arpan di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap penghuni maupun lingkungan sekitar, polisi tidak menemukan adanya penyalahgunaan narkotika maupun barang bukti di lokasi tersebut.

Seluruh orang yang diamankan beserta barang bukti kemudian dibawa ke Satresnarkoba Polresta Jambi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang berkaitan dengan tersangka.

Operasi Antik Siginjai 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polresta Jambi dalam menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif di wilayah Kota Jambi.(*)




Heboh Lutung Kelabu Sembunyi di Kamar Mandi Rumah Warga, Damkartan Kota Jambi Turun Tangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Perumahan Aura Bimantara, RT 07, Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Danau Sipin, dibuat geger setelah seekor lutung kelabu masuk ke dalam kamar mandi salah satu rumah, Senin 6 Juli 2026.

Keberadaan satwa liar itu akhirnya dievakuasi oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Pemilik rumah, Zamroni, melaporkan kejadian tersebut melalui layanan WhatsApp Damkartan sekitar pukul 14.14 WIB setelah tidak berani menangani satwa itu sendiri.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan warga langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan Tim Rescue Pleton 2 menuju lokasi.

“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak melakukan penanganan. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga sekaligus mengamankan satwa tanpa melukainya,” ujar Mustari.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah, lutung kelabu itu pertama kali terlihat berada di sekitar warung depan rumah saat warga sedang membersihkan lingkungan.

Ketika didekati, satwa tersebut justru berlari masuk ke area rumah dan bersembunyi di kamar mandi.

Karena khawatir satwa itu bersikap agresif atau melukai penghuni rumah, warga memilih meminta bantuan petugas.

Sebanyak enam personel diterjunkan dalam operasi penyelamatan.

Tim membawa sejumlah peralatan khusus berupa jaring, tali jerat, stick hook, serta kandang evakuasi untuk mengamankan lutung tersebut.

Proses evakuasi berlangsung cukup menantang. Satwa sempat melakukan perlawanan sehingga petugas harus berhati-hati agar tidak melukai hewan maupun membahayakan warga di sekitar.

Setelah penanganan selama sekitar dua jam, lutung kelabu akhirnya berhasil diamankan ke dalam kandang evakuasi.

“Setelah berhasil dievakuasi, satwa langsung kami lepasliarkan ke kawasan hutan Sungai Gelam yang dinilai lebih aman dan merupakan habitat yang sesuai,” kata Mustari.

Ia mengimbau masyarakat tidak mencoba menangkap atau mengusir satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman.

Menurutnya, tindakan tersebut berisiko membahayakan keselamatan warga maupun satwa.

Warga diminta segera melapor kepada Damkartan atau instansi terkait agar penanganan dilakukan sesuai prosedur.

Operasi penyelamatan berlangsung selama 2 jam 18 menit dan selesai sekitar pukul 16.51 WIB. Seluruh proses evakuasi berjalan aman tanpa korban maupun kerusakan.(*)




Program Unggulan Maulana-Diza Tuai Apresiasi, Warga Sebut Perubahan Mulai Terlihat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Kampung Bahagia yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Jambi mulai menunjukkan hasil nyata di tingkat lingkungan warga.

Sejumlah pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat telah terealisasi, mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan sistem keamanan lingkungan, hingga penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi atas pelaksanaan program tersebut, para Ketua Rukun Tetangga (RT) se-Kelurahan Murni, Kecamatan Danau Sipin, menggelar syukuran bersama pada Sabtu 20 Juni 2026.

Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum penyerahan hasil pelaksanaan Program Kampung Bahagia secara simbolis oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha kepada para ketua RT penerima manfaat.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Jambi juga meluncurkan Program Operator Pengumpulan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) sebagai bagian dari transformasi tata kelola persampahan di tingkat lingkungan.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan konsep pembangunan yang dijalankan saat ini menitikberatkan pada partisipasi masyarakat melalui semangat gotong royong agar pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga tingkat RT.

Menurutnya, Program Kampung Bahagia dirancang untuk memastikan seluruh lingkungan permukiman memperoleh akses pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga masing-masing.

“Pada tahap pertama tahun ini, sebanyak 796 RT di Kota Jambi menjalankan Program Kampung Bahagia. Program ini menjadi instrumen agar pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Maulana.

Infrastruktur hingga CCTV Jadi Prioritas

Maulana mengungkapkan sejumlah hasil pembangunan yang telah direalisasikan melalui Program Kampung Bahagia di berbagai wilayah Kota Jambi.

Beberapa di antaranya meliputi pembangunan infrastruktur lingkungan, pemasangan kamera pengawas (CCTV), pengadaan tenda dan kursi untuk kegiatan masyarakat, hingga pembangunan pendopo yang dapat dimanfaatkan warga.

Selain itu, program kebersihan lingkungan juga terus diperkuat melalui pengadaan armada pengangkut sampah berbasis masyarakat.

Di Kelurahan Simpang IV Sipin, misalnya, sebanyak 10 unit gerobak motor telah disiapkan untuk mendukung pengangkutan sampah secara bertahap langsung dari rumah warga.

“Pembangunan yang dilakukan bukan hanya fisik, tetapi juga membangun budaya gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya,” katanya.

OPBM Didorong Jadi Solusi Pengelolaan Sampah

Peluncuran Program Operator Pengumpulan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) menjadi salah satu langkah baru yang diperkenalkan Pemkot Jambi dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.

Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengguna layanan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Jambi juga mendorong warga mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga sehingga ke depan memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Warga Rasakan Manfaat Langsung

Sejumlah ketua RT mengaku manfaat Program Kampung Bahagia mulai dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Ketua RT 17 Kelurahan Simpang IV Sipin, Suryo Widodo, menilai program tersebut menjadi solusi percepatan pembangunan di tingkat lingkungan yang selama ini sering menghadapi keterbatasan anggaran.

Menurutnya, berbagai kebutuhan warga kini dapat direalisasikan lebih cepat melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua RT 01 Kelurahan Murni, Jusmiati, mengatakan perbaikan drainase dan peningkatan kualitas jalan lingkungan menjadi manfaat yang paling dirasakan warga.

“Drainase menjadi lebih lancar dan kondisi jalan lingkungan jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Warga tentu berharap program ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Realisasi Tahap Pertama Capai 100 Persen

Pada tahap pertama pelaksanaan Program Kampung Bahagia di Kelurahan Simpang IV Sipin, sebanyak 17 RT terlibat dalam program tersebut.

Fokus utama pelaksanaan diarahkan pada peningkatan aspek kebersihan dan keamanan lingkungan.

Pemerintah Kota Jambi menyebut realisasi program di wilayah tersebut telah mencapai 100 persen dan saat ini memasuki tahap penyelesaian laporan pertanggungjawaban.

Dengan capaian tersebut, Pemkot Jambi berharap Program Kampung Bahagia dapat menjadi model pembangunan berbasis masyarakat yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan hingga tingkat lingkungan terkecil di Kota Jambi.




Proyek Drainase Solok Sipin 90 Persen, Kemas Faried Optimistis Atasi Banjir

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, meninjau langsung progres pelebaran drainase di RT 16 Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Selasa (21/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Jambi, camat, serta lurah setempat.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana sekaligus menjawab keluhan warga terkait banjir saat musim hujan.

Pekerjaan pelebaran drainase ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang sebelumnya disampaikan dalam agenda reses DPRD Kota Jambi.

Warga di kawasan tersebut selama ini mengeluhkan genangan air yang kerap terjadi setiap hujan deras akibat kapasitas drainase yang tidak memadai.

Kemas Faried Alfarelly menyebutkan bahwa progres pengerjaan saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen dan diharapkan segera rampung.

“Alhamdulillah pengerjaannya sudah sekitar 90 persen. Insya Allah ini bisa mengurangi bahkan mengatasi persoalan banjir di wilayah ini,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan drainase ini merupakan bentuk nyata dari tindak lanjut aspirasi masyarakat yang disampaikan saat kegiatan reses di wilayah Cadika beberapa waktu lalu.

Langkah cepat ini juga menjadi bagian dari kolaborasi antara DPRD Kota Jambi dan Pemerintah Kota Jambi dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar masyarakat.

Salah satu warga RT 16, Nilawati, mengaku merasakan dampak langsung dari pekerjaan pelebaran drainase tersebut.

Sebelumnya, rumah-rumah warga kerap tergenang air saat hujan deras. Namun kondisi itu mulai membaik seiring perbaikan infrastruktur yang dilakukan.

“Kalau hujan biasanya banjir, tapi sekarang sudah jauh lebih baik. Terima kasih atas perbaikannya,” ungkapnya.

Kemas Faried Alfarelly juga memberikan apresiasi kepada warga yang telah mendukung proyek ini, termasuk yang bersedia menghibahkan sebagian lahannya demi pelebaran drainase.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini tidak terlepas dari sinergi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah.

“Ini adalah kerja bersama. Tanpa dukungan warga, tentu tidak akan semudah ini,” katanya.

Dengan hampir rampungnya pekerjaan drainase tersebut, diharapkan persoalan banjir di kawasan Solok Sipin dapat teratasi secara signifikan.

DPRD Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.(*)




Luar Biasa! Wali Kota Jambi Siapkan Transformasi Danau Sipin Jadi Magnet Wisata

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Danau Sipin terus dipersiapkan menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi kini mulai menggenjot berbagai langkah strategis, mulai dari penataan kawasan, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Maulana saat meninjau kawasan pintu air di sekitar Danau Sipin bersama Diza Hazra Aljosha, Kamis (26/03/2026).

Menurut Maulana, pengembangan Danau Sipin tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor karena melibatkan berbagai kewenangan, mulai dari pemerintah pusat hingga masyarakat.

“Danau Sipin ini punya potensi besar sebagai destinasi wisata. Tapi pengelolaannya harus dilakukan bersama-sama agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemkot Jambi memprioritaskan pembenahan aspek dasar pariwisata, seperti kebersihan lingkungan dan keamanan kawasan.

Kedua hal ini dinilai menjadi faktor utama dalam menarik minat wisatawan.

Pemerintah bahkan telah menetapkan aturan tegas terkait larangan membuang sampah ke sungai dan danau dengan sanksi denda.

Namun, Maulana mengakui bahwa kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan agar kawasan tetap terjaga.

Selain itu, untuk menciptakan rasa aman, Pemkot Jambi melalui program Kampung Bahagia mendorong pemasangan CCTV di lingkungan masyarakat sekitar kawasan wisata.

Tidak hanya itu, rencana besar juga tengah disiapkan untuk mendukung daya tarik Danau Sipin.

Salah satunya adalah usulan pembangunan jalan layang yang menghubungkan kawasan Sungai Batanghari dengan Danau Sipin.

Proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga mengurai kemacetan di wilayah Telanaipura.

Di sisi lain, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Pemerintah akan membentuk dan melatih kelompok sadar wisata (Pokdarwis) agar masyarakat lokal siap menjadi pelaku utama dalam industri pariwisata.

“SDM harus kita siapkan lebih dulu. Masyarakat harus siap menyambut wisatawan, mulai dari pelayanan hingga kemampuan komunikasi,” jelas Maulana.

Dalam peninjauan tersebut, turut dibahas kondisi pintu air yang sebelumnya dilengkapi penyaring sampah namun kini mengalami kerusakan. Pemkot Jambi berencana melakukan perbaikan sebagai bagian dari penataan kawasan.

Namun demikian, Maulana menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan wisata tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Jambi optimistis Danau Sipin dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang bersih, aman, dan menarik, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.(*)




Maulana dan Diza Turun Langsung, Soroti Sampah dan Infrastruktur Danau Sipin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Maulana bersama Diza Hazra Aljosha turun langsung meninjau kondisi pintu air di kawasan perbatasan Kelurahan Telanai dan Legok, Kamis sore (26/03/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Jambi terhadap laporan masyarakat di kawasan Danau Sipin.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan turut didampingi jajaran pemerintah daerah, camat, lurah, hingga warga setempat.

Fokus utama peninjauan adalah kondisi pintu air serta rencana pengembangan Danau Sipin sebagai destinasi wisata unggulan.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pengelolaan kawasan Danau Sipin membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Hal ini karena kewenangan pengelolaan kawasan tersebut melibatkan pemerintah pusat, provinsi, kota, hingga masyarakat.

“Pengelolaan tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus bersinergi agar kawasan ini bisa berkembang dan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan kebersihan yang masih menjadi tantangan utama.

Meski Pemerintah Kota Jambi telah memiliki aturan tegas terkait larangan membuang sampah ke sungai dan danau dengan denda hingga Rp5 juta, pelanggaran masih sering ditemukan.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan kawasan wisata berbasis lingkungan.

Selain kebersihan, aspek keamanan juga menjadi perhatian penting. Pemkot Jambi melalui program Kampung Bahagia mendorong pemasangan CCTV di tingkat RT sebagai upaya pencegahan tindak kriminalitas.

“Keamanan menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan. Tanpa rasa aman, orang enggan berkunjung,” tegasnya.

Dalam jangka panjang, Pemkot Jambi juga telah mengusulkan pembangunan infrastruktur strategis, termasuk rencana jalan layang yang menghubungkan kawasan Sungai Batanghari dengan Danau Sipin.

Proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mengurangi kemacetan.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Maulana juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda melalui pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Pelatihan akan diberikan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan hingga komunikasi dengan wisatawan.

Terkait kondisi pintu air, ia menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat fasilitas penyaring sampah yang kini rusak akibat usia dan korosi. Pemerintah berencana membangun kembali fasilitas tersebut.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa solusi utama tetap terletak pada perubahan perilaku masyarakat.

“Percuma infrastruktur dibangun jika kesadaran tidak ada. Jangan buang sampah sembarangan karena dampaknya bisa luas, termasuk banjir,” tegasnya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Jambi menunjukkan komitmennya dalam menjadikan Danau Sipin sebagai destinasi wisata unggulan berbasis lingkungan.

Dukungan masyarakat diharapkan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kawasan wisata yang bersih, aman, dan berdaya saing.(*)




Tujuh Rumah Hangus di Danau Sipin, Maulana Pastikan Bantuan dan Konsumsi Korban Ditanggung

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Skip 2 RT 20, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Rabu (4/3/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kota Jambi tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memastikan korban terdampak mendapat perhatian dan bantuan maksimal.

Peristiwa kebakaran yang terjadi Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB itu menghanguskan tujuh unit rumah semi permanen dan permanen.

Sebanyak delapan kepala keluarga atau 26 jiwa terdampak dalam musibah tersebut.

Dalam kunjungannya, Maulana didampingi jajaran Pemkot serta Badan Amil Zakat Nasional Kota Jambi menyerahkan bantuan tanggap darurat berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga.

“Kami sangat prihatin, apalagi ini terjadi di bulan suci Ramadan. Saat masyarakat fokus beribadah, justru mendapat ujian kebakaran,” ujarnya.

Maulana memastikan kebutuhan konsumsi korban selama satu pekan ke depan akan ditanggung melalui Baznas Kota Jambi.

Makanan berbuka puasa dan sahur akan disiapkan oleh rumah makan terdekat agar korban tidak perlu memikirkan kebutuhan harian.

“Untuk sementara korban belum bisa beraktivitas normal. Karena itu kebutuhan makan kami tanggung selama satu minggu,” tegasnya.

Selain kebutuhan dasar, Pemkot Jambi juga menyalurkan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak, seperti seragam, tas, dan buku, agar proses belajar tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.

Dalam kesempatan itu, Maulana juga menyoroti meningkatnya frekuensi kebakaran selama Ramadan. Berdasarkan catatan Pemkot, dalam beberapa hari terakhir telah terjadi empat kali kebakaran di Kota Jambi.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama memastikan instalasi listrik aman, mencabut colokan yang tidak digunakan, serta memastikan kompor dalam keadaan mati saat hendak tarawih atau memasak sahur.

Respons cepat petugas pemadam kebakaran turut diapresiasi. Armada Damkar disebut tiba di lokasi hanya dalam waktu sembilan menit setelah laporan diterima melalui layanan darurat 112.

Kecepatan tersebut dinilai berhasil mencegah api meluas di kawasan permukiman padat dengan kondisi angin cukup kencang saat kejadian.

Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada unsur TNI, Polri, aparat kecamatan, dan warga yang bahu-membahu membantu proses pemadaman.

Pemkot Jambi memastikan korban mendapatkan kemudahan pengurusan administrasi, termasuk penerbitan surat keterangan musibah serta penggantian dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga yang hilang atau terbakar.

Berdasarkan laporan sementara, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik dan sumber api dari dapur.

Menjelang Idulfitri, Maulana kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa.

“Kita berharap tidak ada lagi kebakaran menjelang Idulfitri, sehingga masyarakat bisa merayakan hari raya dengan aman dan penuh kebahagiaan,” tutupnya.(*)




Reses III Tahun 2025: Ketua DPRD Kota Jambi Serap Aspirasi Warga Telanaipura–Danau Teluk

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, melaksanakan Reses III Tahun 2025 di Perumahan Benfica, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Senin (8/12/2025)

Kegiatan ini digelar untuk menjaring aspirasi masyarakat dari Daerah Pemilihan III yang meliputi Telanaipura, Danau Teluk, dan Danau Sipin.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kadis Sosial Kota Jambi Yunita Indrawati, Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnakerkop UKM Efrin, Kasi Pemerintahan Telanaipura Sri Wahyuni, serta Lurah Pematang Sulur, Wati Gustenti.

Dalam laporannya, Lurah Wati Gustenti menyampaikan bahwa jumlah UMKM binaan di Pematang Sulur kini terus berkurang dari sekitar 200 unit.

Ia meminta pemerintah memberikan perhatian lebih untuk membantu pelaku usaha kecil tetap bertahan.

Wati juga menyoroti masalah 39 guru PAMI di wilayahnya. Sebanyak lima guru yang berusia di atas 58 tahun tidak lagi menerima honor karena terbentur regulasi perwal.

Ia berharap aturan tersebut dapat ditinjau kembali agar para guru tetap mendapat dukungan.

Menanggapi berbagai masukan, Kemas Faried menegaskan bahwa, reses menjadi sarana bagi dirinya untuk memastikan kebutuhan masyarakat tersampaikan langsung.

Ia menyebut beberapa aspirasi sebelumnya sudah terealisasi, seperti perbaikan jalan dan pemasangan lampu jalan.

“Untuk pekerja rentan, kami siapkan program pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan selama satu tahun,” kata politisi Partai Golkar itu.

Ia juga berencana memperjuangkan pengadaan mobil jenazah bagi Kecamatan Telanaipura dan Danau Teluk pada 2026.

Kendaraan tersebut akan ditempatkan di Masjid Al Husen dan dapat digunakan masyarakat secara gratis.(*)