Pantauan Malam Hari, ISPU Tanjab Timur Tertinggi di Antara Empat Wilayah Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Jambi menunjukkan angka yang perlu diwaspadai.
Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup mencatat angka 310 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada pukul 22.00 WIB.
Selain Tanjung Jabung Timur, tiga wilayah lain juga mencatat angka ISPU di atas 200.
Kabupaten Muaro Jambi berada pada angka 231, Kota Jambi mencapai 213, sedangkan Kabupaten Tebo mencatat 212.
Data tersebut menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap kondisi udara di wilayah-wilayah tersebut.
Namun, masyarakat perlu melihat kategori ISPU resmi dan waktu pembaruan data untuk memahami tingkat risiko pencemaran secara tepat.
Tanjung Jabung Timur Catat ISPU Tertinggi
Berdasarkan data yang dihimpun dari laman ISPU Kementerian Lingkungan Hidup, Tanjung Jabung Timur mencatat angka tertinggi di antara empat wilayah yang disebutkan, yakni 310.
Muaro Jambi menyusul dengan angka 231, kemudian Kota Jambi sebesar 213 dan Kabupaten Tebo sebesar 212.
Tingginya angka ISPU menjadi perhatian karena kualitas udara yang buruk dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung.
Meski demikian, angka ISPU perlu dibaca berdasarkan kategori resmi dan parameter pencemar yang mendasarinya.
Data pada satu waktu juga belum cukup untuk menyimpulkan tren kualitas udara sepanjang hari.
Warga Perlu Membatasi Aktivitas di Luar Ruangan
Masyarakat yang berada di wilayah dengan kualitas udara buruk perlu mempertimbangkan untuk mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan.
Langkah ini terutama penting ketika kondisi udara menunjukkan kategori tidak sehat atau lebih buruk.
Warga juga dapat menutup jendela saat udara luar tercemar, mengurangi masuknya asap ke dalam rumah, serta mengikuti pembaruan kualitas udara dari kanal resmi pemerintah.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi berasap atau berdebu, masyarakat dapat mempertimbangkan penggunaan respirator yang sesuai, seperti N95 atau KN95, terutama ketika terdapat partikel halus di udara.
Masker kain biasa tidak memberikan tingkat perlindungan yang setara terhadap partikel halus.
Kelompok rentan sebaiknya lebih berhati-hati. Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau keluhan pernapasan yang memburuk, segera cari pertolongan medis.
Pemerintah Diminta Terus Memantau Kualitas Udara
Pemantauan kualitas udara secara berkala diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Instansi terkait juga perlu mengidentifikasi sumber pencemar serta menyampaikan informasi yang mudah dipahami masyarakat.
Apabila pencemaran berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan, penanganan titik api dan pencegahan kebakaran menjadi bagian penting dari upaya mengurangi paparan asap.
Masyarakat dapat memeriksa pembaruan data melalui laman resmi ISPU Kementerian Lingkungan Hidup di https://ispu.kemenlh.go.id.
Perlu diperhatikan bahwa angka ISPU dapat berubah mengikuti kondisi lingkungan dan pembaruan stasiun pemantauan.
Data dalam laporan ini mengacu pada angka yang tercatat pukul 22.00 WIB, sehingga tanggal pengamatan, kategori resmi, dan status terbaru setiap wilayah perlu dikonfirmasi sebelum berita diterbitkan.(*)