Usai Kebakaran Tanjung Raden, Wali Kota Jambi Maulana Ingatkan Warga Waspada Gas dan Listrik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran yang melanda permukiman warga di RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan potensi bahaya dari penggunaan gas dan listrik di rumah.

Wali Kota Jambi Maulana meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan rutin memeriksa kondisi regulator dan selang tabung gas serta memastikan instalasi listrik tetap aman.

Imbauan itu disampaikan Maulana saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu 13 September 2026, sehari setelah api melanda kawasan tersebut.

Menurut Maulana, langkah sederhana seperti memastikan tidak ada kebocoran gas dan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan dapat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran.

“Selalu berhati-hati. Pastikan tidak ada kebocoran gas. Jangan menggunakan terlalu banyak colokan yang berpotensi menimbulkan percikan api,” ujar Maulana.

Ia juga meminta masyarakat tidak meninggalkan rumah dalam kondisi peralatan listrik yang tidak diperlukan masih menyala.

“Jika akan meninggalkan rumah, pastikan peralatan listrik yang tidak diperlukan sudah dimatikan atau dicabut,” lanjutnya.

Pesan tersebut disampaikan setelah kebakaran di Tanjung Raden berdampak terhadap empat rumah nonpermanen.

Dua rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan dua lainnya terdampak pada bagian dapur.

Dua warga juga sempat mendapat penanganan medis akibat mengalami syok.

Berdasarkan laporan awal yang diterima pemerintah, kebakaran tersebut diduga bermula dari kebocoran regulator tabung gas dari salah satu rumah.

Api kemudian melanda kawasan permukiman yang sebagian bangunannya masih menggunakan material kayu.

Kondisi tersebut membuat risiko api merambat ke rumah lain menjadi lebih tinggi, terlebih permukiman di kawasan Seberang Kota Jambi relatif padat.

“Sebagian besar rumah berbahan kayu. Terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran cukup besar. Kalau terjadi kebakaran, api bisa cepat merembet,” kata Maulana.

Karena itu, ia meminta kewaspadaan tidak hanya dilakukan setelah terjadi musibah.

Pemeriksaan terhadap sumber-sumber yang berpotensi memicu kebakaran perlu menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari.

Dari sisi penanganan, Maulana mengapresiasi gerak cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Petugas disebut tiba sekitar enam menit setelah menerima laporan kebakaran.

Sebanyak 50 personel dikerahkan dengan dukungan 10 armada. Armada tersebut terdiri dari satu unit armada komando, tujuh armada tempur dan tiga armada suplai air.

Dalam proses pemadaman hingga pendinginan, sekitar 60 ribu liter air digunakan untuk memastikan api benar-benar terkendali.

Kecepatan respons menjadi penting karena kawasan tersebut memiliki karakter permukiman padat dengan sejumlah bangunan berbahan kayu.

Selain persoalan material bangunan, akses menuju kawasan Seberang juga menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika terjadi kepadatan kendaraan di Jembatan Aur Duri I dan Aur Duri II.

Evaluasi atas kejadian tersebut turut mendorong Pemkot Jambi menyiapkan penguatan layanan pemadam kebakaran di kawasan Seberang.

Pemerintah berencana membangun markas Damkartan di Kecamatan Pelayangan dalam beberapa bulan mendatang.

Markas tersebut nantinya diharapkan memperkuat sistem dukungan antara Pelayangan dan Danau Teluk, termasuk dari sisi personel dan armada.

“Beberapa bulan ke depan kita akan membangun markas Damkar di Kecamatan Pelayangan. Dua kecamatan ini nantinya bisa saling membackup,” ujar Maulana.

Dengan keberadaan markas yang lebih dekat, pemerintah berharap waktu respons terhadap kejadian kebakaran di wilayah Seberang dapat semakin cepat.

Di tengah penanganan pascakebakaran, BAZNAS Kota Jambi melalui program Jambi Kota Peduli BAZNAS Tanggap Bencana turut bergerak membantu warga terdampak.

Sebanyak empat keluarga menerima bantuan tanggap darurat. Masing-masing keluarga memperoleh Rp2 juta sehingga total bantuan mencapai Rp8 juta.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

Pemerintah juga akan melakukan pendataan lebih lanjut terhadap tingkat kerusakan untuk menghitung kebutuhan bantuan berikutnya, termasuk kebutuhan material bangunan untuk proses pemulihan.

Maulana berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap keamanan rumah.

Ia menekankan bahwa pencegahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memeriksa regulator dan selang gas, memastikan tidak ada kebocoran, tidak membebani stopkontak dengan terlalu banyak colokan, serta mematikan atau mencabut peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah.

“Mudah-mudahan ke depan kita berdoa tidak ada lagi bencana seperti ini,” pungkasnya.(*)




Lewat Jambi Kota Peduli, BAZNAS Kota Jambi Respons Cepat Korban Kebakaran Tanjung Raden

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Musibah kebakaran yang menimpa warga RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, langsung mendapat respons melalui program Jambi Kota Peduli BAZNAS Tanggap Bencana.

BAZNAS Kota Jambi turun langsung ke lokasi bersama Pemerintah Kota Jambi untuk menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada empat keluarga yang terdampak kebakaran.

Bantuan tersebut masing-masing sebesar Rp2 juta per keluarga, sehingga total bantuan awal yang disalurkan mencapai Rp8 juta.

Penyaluran bantuan dilakukan sehari setelah kebakaran, Minggu 13 September 2026, saat Wali Kota Jambi, Maulana bersama jajaran Pemkot Jambi meninjau kondisi warga di lokasi kejadian.

Ketua BAZNAS Kota Jambi, M Padli, mengatakan kehadiran BAZNAS dalam situasi kebencanaan merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk memastikan masyarakat yang sedang tertimpa musibah mendapat perhatian dan bantuan sesegera mungkin.

“Melalui program Jambi Kota Peduli dan BAZNAS Tanggap Bencana, kami berupaya hadir secepat mungkin ketika masyarakat mengalami musibah. Bantuan ini memang merupakan bantuan awal, tetapi kami berharap dapat meringankan kebutuhan keluarga yang terdampak,” ujar M Padli.

Menurut Padli, penanganan korban bencana tidak berhenti pada penyerahan bantuan awal.

BAZNAS juga perlu melihat kondisi warga secara langsung agar kebutuhan pascakejadian dapat dipetakan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Kebakaran sendiri terjadi pada Sabtu 12 September 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Sedikitnya empat rumah nonpermanen terdampak. Dua rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan dua rumah lainnya terdampak pada bagian dapur.

Dua warga juga sempat mendapatkan penanganan medis setelah mengalami syok akibat kejadian tersebut.

Penyaluran bantuan BAZNAS menjadi bagian dari respons awal untuk membantu keluarga korban memenuhi kebutuhan dasar setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

Selain bantuan tunai, kondisi kerusakan rumah juga akan didata lebih lanjut. Pemerintah Kota Jambi nantinya akan menghitung kebutuhan material bangunan yang diperlukan dalam proses pemulihan.

Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan tanggap darurat untuk kebutuhan dasar. Dari BAZNAS diberikan bantuan Rp2 juta per keluarga, ada empat keluarga, sehingga total Rp8 juta,” kata Maulana.

Ia menambahkan, pendataan kerusakan akan dilakukan untuk melihat kebutuhan bantuan berikutnya, termasuk bahan bangunan yang diperlukan dalam proses rekonstruksi.

Di balik penyaluran bantuan kepada korban, kebakaran di Tanjung Raden juga menjadi perhatian Pemkot Jambi dari sisi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di kawasan Seberang.

Menurut Maulana, petugas Damkartan tiba sekitar enam menit setelah menerima laporan.

Sebanyak 50 personel dikerahkan dengan dukungan 10 armada, terdiri dari satu armada komando, tujuh armada tempur dan tiga armada suplai air.

Sekitar 60 ribu liter air digunakan selama proses pemadaman hingga pendinginan.

Kecepatan penanganan menjadi krusial karena sebagian rumah di kawasan tersebut masih menggunakan material kayu dan berada di lingkungan permukiman yang cukup padat.

“Sebagian besar rumah berbahan kayu. Terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran cukup besar,” ujar Maulana.

Laporan awal menyebut kebakaran diduga bermula dari kebocoran regulator tabung gas dari salah satu rumah.

Namun, kondisi permukiman yang padat membuat api berpotensi dengan cepat merambat ke bangunan lain.

Kebakaran tersebut sekaligus mendorong Pemkot Jambi memperkuat layanan pemadam kebakaran di kawasan Seberang.

Pemkot berencana membangun markas Damkartan di Kecamatan Pelayangan dalam beberapa bulan ke depan.

Markas tersebut nantinya diharapkan memperkuat sistem bantuan antara Kecamatan Pelayangan dan Danau Teluk.

Dengan penempatan personel dan armada yang lebih dekat, waktu tempuh menuju lokasi kebakaran di kawasan Seberang diharapkan dapat ditekan.

“Beberapa bulan ke depan kita akan membangun markas Damkar di Kecamatan Pelayangan. Dua kecamatan ini nantinya bisa saling membackup,” kata Maulana.

Menurutnya, persoalan akses menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran di Seberang, terutama ketika terjadi kepadatan lalu lintas di Jembatan Aur Duri I dan Aur Duri II.

Karena itu, penguatan layanan tidak hanya dilakukan dengan menambah armada, tetapi juga mendekatkan basis personel dan peralatan pemadam ke wilayah yang memiliki risiko kebakaran.

Pasca kejadian, warga juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber kebakaran di lingkungan rumah.

Maulana meminta masyarakat rutin memeriksa regulator dan selang tabung gas serta memastikan tidak ada kebocoran.

Penggunaan sambungan listrik juga perlu diperhatikan. Warga diminta menghindari penggunaan terlalu banyak colokan yang berpotensi memicu percikan api.

Peralatan listrik yang tidak diperlukan juga sebaiknya dimatikan atau dicabut ketika rumah ditinggalkan.

Bagi BAZNAS Kota Jambi, bantuan tanggap bencana tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kepedulian kepada masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit.

Melalui Jambi Kota Peduli BAZNAS Tanggap Bencana, bantuan diharapkan tidak hanya menjadi respons sesaat.

Tetapi menjadi bagian dari dukungan bersama untuk membantu warga kembali memenuhi kebutuhan dasar dan memulihkan kehidupan setelah bencana.(*)




Usai Kebakaran Tanjung Raden, Wali Kota Maulana Siapkan Markas Damkar Baru di Pelayangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran yang menghanguskan dan merusak sejumlah rumah warga di RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jambi.

Selain menyalurkan bantuan kepada korban, pemerintah mulai mengevaluasi persoalan waktu respons dan akses layanan pemadam kebakaran di kawasan Seberang.

Kebakaran terjadi pada Sabtu 12 September 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Sedikitnya empat rumah nonpermanen terdampak. Dua rumah mengalami kerusakan berat, sementara dua lainnya terdampak pada bagian dapur.

Dua warga juga sempat mendapat penanganan medis setelah mengalami syok akibat kejadian tersebut.

Sehari setelah kebakaran, Wali Kota Jambi  turun langsung ke lokasi, Minggu 13 September 2026.

Ia datang bersama jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan), BPBD, Dinas Sosial, camat, lurah, BAZNAS Kota Jambi dan tokoh masyarakat.

Kunjungan itu tidak hanya untuk memastikan kondisi korban, tetapi juga melihat secara langsung persoalan yang dapat memengaruhi penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Menurut Maulana, petugas Damkartan tiba sekitar enam menit setelah laporan diterima. Namun, karakter permukiman di Seberang Kota Jambi tetap menjadi tantangan tersendiri.

Sebagian rumah di kawasan Tanjung Raden masih menggunakan material kayu. Di tengah kondisi cuaca kering, api berpotensi menjalar lebih cepat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

“Sebagian besar rumah berbahan kayu. Terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran cukup besar,” kata Maulana.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkartan mengerahkan 50 personel dengan dukungan 10 armada. Rinciannya, satu armada komando, tujuh armada tempur dan tiga armada suplai air.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Sekitar 60 ribu liter air digunakan selama proses penanganan.

Laporan awal menyebut kebakaran diduga dipicu kebocoran regulator tabung gas dari salah satu rumah.

Meski penyebab tersebut masih berdasarkan laporan awal, kejadian ini kembali menunjukkan bahwa sumber api di lingkungan permukiman padat dapat berkembang menjadi persoalan besar dalam waktu singkat.

Terlebih, akses menuju kawasan Seberang Kota Jambi dapat menghadapi kendala ketika arus lalu lintas di Jembatan Aur Duri I dan Aur Duri II mengalami kepadatan.

Kondisi akses tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Jambi ingin memperkuat sistem pemadam kebakaran dari sisi wilayah, bukan hanya mengandalkan armada yang bergerak dari lokasi yang lebih jauh.

Pasca kejadian, Pemkot Jambi berencana membangun markas Damkartan di Kecamatan Pelayangan.

Rencana itu ditargetkan mulai disiapkan dalam beberapa bulan ke depan.

Kehadiran markas baru tersebut diharapkan membuat Pelayangan dan Danau Teluk dapat saling memberikan dukungan ketika terjadi kebakaran.

“Beberapa bulan ke depan kita akan membangun markas Damkar di Kecamatan Pelayangan. Dua kecamatan ini nantinya bisa saling membackup,” ujar Maulana.

Menurutnya, penguatan tersebut akan mencakup kesiapan personel dan armada.

Pemkot juga berharap adanya dukungan hibah sehingga kebutuhan kendaraan serta penempatan personel dapat diperkuat.

Langkah tersebut menjadi penting karena penanganan kebakaran bukan hanya persoalan jumlah armada.

Kecepatan mencapai lokasi juga sangat menentukan, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan dengan bangunan yang mudah terbakar.

Di sisi lain, Pemkot Jambi bersama BAZNAS Kota Jambi menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada empat keluarga yang terdampak.

Masing-masing keluarga menerima bantuan Rp2 juta. Total bantuan awal yang disalurkan BAZNAS mencapai Rp8 juta.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

Pemkot juga akan melakukan pendataan lebih lanjut untuk menghitung tingkat kerusakan. Hasil pendataan nantinya menjadi dasar untuk melihat kebutuhan bantuan material bangunan bagi proses pemulihan.

“Selanjutnya tim akan segera melakukan pendataan dan menghitung kebutuhan kerusakan untuk melihat bantuan bahan bangunan yang diperlukan dalam proses rekonstruksi,” kata Maulana.

Maulana juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan aspek keselamatan di dalam rumah.

Kebocoran gas, kondisi regulator dan selang tabung, hingga penggunaan sambungan listrik secara berlebihan menjadi sejumlah hal yang perlu diperiksa secara rutin.

Warga juga diminta memastikan peralatan listrik yang tidak diperlukan dalam keadaan mati atau dicabut ketika rumah ditinggalkan.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di kawasan permukiman padat, karena kebakaran pada satu rumah dapat dengan cepat mengancam bangunan di sekitarnya.

Pemkot Jambi berharap penguatan infrastruktur Damkartan, ditambah kewaspadaan masyarakat, dapat menekan risiko kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila musibah kembali terjadi.(*)




Wali Kota Maulana Datangi Korban Kebakaran Cempaka Putih, Bantuan Darurat Langsung Disiapkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 20 kepala keluarga atau 59 jiwa terdampak kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 19 rumah di kawasan Cempaka Putih, RT 23, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu 29 Agustus 2026.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, besarnya jumlah rumah yang terbakar membuat pemerintah kota harus bergerak menangani kebutuhan warga, mulai dari tempat tinggal sementara hingga kebutuhan pangan dan perlengkapan sekolah.

Wali Kota Jambi, Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan penanganan masa tanggap darurat berjalan.

Pemerintah Kota Jambi menyiapkan sejumlah kebutuhan dasar bagi warga terdampak, antara lain tenda tempat tinggal sementara, dapur umum, penerangan, air bersih, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Dinas Sosial Provinsi Jambi juga ikut dalam penanganan pascakebakaran dan akan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

“Hari ini kami bersama dinas terkait, Damkar, Dinsos, Perkim, camat, lurah dan RT hadir bersama mengunjungi warga kita yang ditimpa musibah kebakaran,” ujar Maulana saat berada di lokasi.

Maulana mengatakan, kondisi kawasan RT 23 Cempaka Putih tergolong padat sehingga kebakaran kali ini memberikan dampak cukup besar terhadap warga.

Dari hasil pendataan, terdapat 20 KK yang terdampak.

“Saya sudah melihat langsung ke lokasi. Ada 20 KK yang terdampak. Kami memberikan berbagai bantuan tanggap darurat dan bantuan lainnya selama masa pemulihan korban,” katanya.

Pemkot Jambi memastikan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas selama masa tanggap darurat. Bantuan tidak hanya berasal dari pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan sejumlah lembaga.

Baznas, misalnya, turut membantu melalui penyediaan bahan pokok dan dukungan pangan bagi warga terdampak.

“Kami memastikan semua proses tanggap darurat berjalan dengan baik. Hadir juga Baznas membantu tanggap darurat berupa bahan pokok dan jaminan pangan,” jelas Maulana.

Perhatian juga diberikan kepada anak-anak dari keluarga korban. Pemkot Jambi berencana membantu kebutuhan sekolah, termasuk seragam dan perlengkapan pendidikan lainnya.

“Insya Allah semaksimal mungkin kita berikan fasilitas tanggap darurat. Untuk anak-anak sekolah juga kita fasilitasi seragam dan kebutuhan sekolah lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, proses pemadaman sebelumnya berlangsung cukup berat. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi mengatakan api pertama kali terlihat dari bagian plafon salah satu rumah warga.

Kobaran kemudian membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

Damkartan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.51 WIB. Petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar 12 menit kemudian.

Namun, kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri. Bangunan yang berdempetan dan akses jalan yang sempit membuat armada pemadam tidak dapat bergerak secara leluasa.

Tiupan angin yang cukup kencang juga mempercepat penyebaran api.

“Laporan kebakaran kami terima pada pukul 13.51 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi dan tiba dengan waktu respons sekitar 12 menit,” jelas Mustari.

Selain persoalan akses dan kondisi bangunan, kerumunan warga di sekitar lokasi juga sempat menyulitkan pergerakan petugas.

Untuk mengendalikan api, Damkartan mengerahkan 60 personel dan 12 unit armada pemadam. Sekitar 95.000 liter air digunakan selama proses pemadaman.

Upaya tersebut akhirnya berhasil menghentikan kobaran api sehingga tidak merambat lebih luas ke permukiman di sekitarnya.

Di tengah penanganan warga terdampak, Maulana mengingatkan masyarakat Kota Jambi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Ia menilai kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang dan meningkatnya suhu udara dapat memperbesar risiko kebakaran.

Masyarakat terutama diminta memperhatikan instalasi listrik serta aktivitas di dapur sebelum meninggalkan rumah.

“Kepada warga Kota Jambi, kita tahu saat ini kita mengalami musim kemarau yang cukup panjang, suhu juga meningkat. Maka berhati-hatilah mengawasi rumah masing-masing, terutama kelistrikan dan dapur. Kalau mau meninggalkan rumah, pastikan semuanya sudah aman,” imbaunya.

Pemkot Jambi menyatakan pendampingan terhadap korban akan dilanjutkan setelah masa tanggap darurat. Bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan warga, termasuk untuk proses pemulihan.

“Mudah-mudahan warga kita yang terkena musibah ini diberikan ketabahan. Pemerintah kota akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan tanggap darurat maupun bantuan lainnya bagi korban kebakaran ini,” pungkas Maulana.(*)




Kebakaran di Jelutung Jambi: Gang Sempit, Rumah Padat dan Angin Kencang Persulit Pemadaman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gang sempit, bangunan yang berhimpitan, dan angin kencang menjadi tiga persoalan utama yang dihadapi petugas saat berupaya memadamkan kebakaran di Jalan HMO Bafadal, RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu 29 Agustus 2026.

Kondisi permukiman yang padat membuat api lebih mudah berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Sementara akses jalan yang terbatas menyulitkan armada pemadam mendekati titik api dan bergerak leluasa di tengah lokasi kejadian.

Situasi semakin sulit karena angin bertiup cukup kencang sehingga memperbesar risiko api meluas.

Sedikitnya 19 rumah terbakar dalam kejadian tersebut. Sebanyak 20 kepala keluarga atau 59 jiwa ikut terdampak.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan kondisi di lokasi membutuhkan penanganan cepat agar kobaran api tidak menjalar lebih jauh.

“Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak menuju lokasi. Kondisi di lapangan cukup berat karena permukiman padat, akses masuk sempit dan angin cukup kencang sehingga api berpotensi cepat menyebar,” ujar Mustari.

Laporan kebakaran diterima Damkartan pada pukul 13.52 WIB melalui WhatsApp Damkar, sambungan telepon, dan Call Center 112.

Hanya sekitar 12 menit kemudian, petugas tiba di lokasi, yakni sekitar pukul 14.04 WIB.

Namun, cepatnya respons petugas tidak serta-merta membuat proses pemadaman berjalan mudah.

Jalur menuju lokasi kebakaran yang sempit menjadi salah satu hambatan paling krusial. Armada pemadam tidak dapat bergerak secara optimal, sementara titik api berada di kawasan dengan bangunan yang saling berdekatan.

Petugas harus mengatur posisi armada sekaligus mencari titik penyemprotan yang efektif untuk menghentikan rambatan api.

Kepadatan rumah membuat risiko semakin tinggi. Api yang berhasil dikendalikan di satu titik masih berpotensi menyebar ke bangunan di sekitarnya, terlebih dengan kondisi angin yang cukup kencang.

“Kita menghadapi beberapa kendala, terutama akses yang sempit, kepadatan permukiman dan angin yang cukup kencang. Kondisi seperti ini membutuhkan penanganan cepat supaya api tidak semakin meluas,” kata Mustari.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas melakukan penyekatan dan pemadaman pada sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi jalur perambatan api.

Damkartan mengerahkan sekitar 60 personel dari sejumlah pos pemadam kebakaran.

Kekuatan tersebut didukung delapan unit armada tempur, tiga armada suplai, satu armada komando, serta satu ambulans PSC 119.

Petugas harus berjibaku sekitar 3 jam 15 menit sebelum api benar-benar berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Total air yang digunakan dalam operasi mencapai sekitar 95 ribu liter.

Damkartan juga berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan jaringan listrik di sekitar lokasi dipadamkan selama proses penanganan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko tambahan bagi petugas maupun masyarakat.

Pengamanan di lokasi turut melibatkan TNI dan Polri.

Hambatan tidak hanya berasal dari kondisi fisik kawasan. Kerumunan warga yang datang untuk melihat kebakaran juga menjadi persoalan tersendiri.

Sejumlah warga bahkan mendekati lokasi dan melakukan siaran langsung melalui media sosial.

Kondisi tersebut dinilai berisiko mengganggu ruang gerak armada yang sedang melakukan pemadaman. Di kawasan dengan akses jalan terbatas, keberadaan warga di sekitar jalur kendaraan dapat semakin mempersempit ruang bagi petugas.

Mustari meminta masyarakat tidak mendekati lokasi hanya untuk menyaksikan maupun membuat siaran langsung.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekat ke lokasi ketika petugas sedang melakukan pemadaman. Jangan sampai kehadiran warga justru menghambat pergerakan armada dan membahayakan diri sendiri,” tegasnya.

Menurut dia, masyarakat dapat membantu dengan cara yang sederhana, yakni membuka akses bagi kendaraan pemadam dan mengikuti arahan petugas.

“Kalau masyarakat ingin membantu, yang paling penting adalah memberikan akses kepada petugas. Jangan menutup jalan atau berada terlalu dekat dengan lokasi kejadian,” ujarnya.

Setelah lebih dari tiga jam penanganan, petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kebakaran berdampak pada 19 rumah, dengan jumlah warga terdampak mencapai 59 jiwa dari 20 KK.

Nilai kerugian materi masih dalam pendataan.

Sementara penyebab kebakaran belum diketahui. Setelah proses pemadaman selesai, lokasi diserahkan kepada Polsek Jelutung untuk pemasangan garis polisi dan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kami dari Damkartan fokus pada penanganan kebakaran dan memastikan api tidak meluas,” kata Mustari.

Penanganan kebakaran melibatkan PLN Jambi, PSC 119, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, relawan pemadam kebakaran, Dinas Sosial, Polsek Jelutung, Kecamatan Jelutung, dan Kelurahan Cempaka Putih.

Seluruh unsur Damkartan kemudian kembali ke markas dan pos masing-masing sekitar pukul 17.40 WIB.

Mustari menegaskan, kondisi permukiman padat membuat kecepatan respons dan keterbukaan akses menjadi sangat menentukan.

“Dalam kondisi seperti ini, setiap menit sangat berarti. Karena itu, kami minta masyarakat segera melapor ketika melihat kebakaran dan memberikan akses seluas-luasnya kepada petugas untuk melakukan penanganan,” pungkasnya.(*)




Kobra Satu Meter Gegerkan Warga Danau Teluk, Tim Damkar Jambi Bergerak 4 Menit ke Lokasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kemunculan seekor ular kobra di kawasan permukiman kembali membuat warga Kota Jambi waspada.

Reptil berbisa itu ditemukan di sekitar rumah warga di Jalan Hj Nurijah, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Danau Teluk, Kamis 6 Agustus 2026.

Laporan warga langsung ditindaklanjuti Tim Penyelamat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Hanya berselang empat menit setelah menerima laporan, petugas tiba di lokasi dan segera melakukan proses evakuasi.

Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan diterima melalui layanan WhatsApp Damkar sekitar pukul 11.36 WIB. Tim Rescue Regu 2 Pos Pelayanan Kebakaran (Posyankar) Jamkose kemudian diterjunkan untuk mengamankan ular tersebut.

“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi. Penanganan dilakukan sesuai prosedur sehingga ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun gangguan terhadap warga,” kata Mustari.

Ular kobra sepanjang sekitar satu meter dengan berat diperkirakan mencapai setengah kilogram itu ditemukan berada di sekitar lingkungan rumah warga.

Keberadaannya dikhawatirkan membahayakan penghuni, terutama anak-anak maupun hewan peliharaan.

Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan peralatan khusus berupa stick hook dan stick grab untuk menjepit tubuh ular.

Setelah itu, bagian mulut ular diamankan menggunakan lakban guna mencegah risiko gigitan selama proses penyelamatan.

Seluruh proses evakuasi berlangsung sekitar 10 menit dan berjalan lancar tanpa kendala.

Mustari menjelaskan, kemunculan ular di kawasan permukiman kerap dipengaruhi perubahan lingkungan, termasuk cuaca, berkurangnya habitat alami, hingga keberadaan semak belukar dan lahan kosong di sekitar rumah warga.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di dekat kawasan perairan maupun area yang masih banyak ditumbuhi vegetasi liar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular sendiri karena sangat berisiko, terutama jika jenisnya berbisa seperti kobra. Segera laporkan kepada petugas agar penanganan dilakukan secara aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain menangani kebakaran, Damkartan Kota Jambi juga memberikan layanan penyelamatan (rescue), termasuk evakuasi satwa liar yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

Untuk mempercepat respons, masyarakat dapat melaporkan kejadian melalui WhatsApp Damkar di 0811-7113-113, telepon (0741) 41171, atau layanan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam.

Menurut Mustari, pelaporan sejak dini sangat membantu petugas mencegah potensi bahaya yang lebih besar.

“Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas melakukan penanganan sehingga risiko terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” pungkasnya.(*)




8 Mess Rumah Dinas Polda Jambi Terbakar, Damkartan Kerahkan 90 Personel dan 12 Armada

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran menghanguskan delapan unit mess rumah dinas Polda Jambi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, Kamis 30 Juli 2026 siang.

Beruntung, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain di kawasan permukiman yang cukup padat.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat pada pukul 11.03 WIB.

Hanya berselang lima menit, armada diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.16 WIB dengan waktu tanggap (response time) delapan menit dari Markas Komando.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel dan armada dalam jumlah besar karena potensi penyebaran api cukup tinggi.

“Kami mengerahkan 90 personel dengan dukungan 12 armada, terdiri dari dua unit komando, tujuh unit mobil pemadam, dan tiga unit mobil suplai air. Prioritas kami adalah memadamkan api secepat mungkin sekaligus mencegah kobaran merembet ke bangunan lain,” ujar Mustari.

Proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam. Selama operasi berlangsung, petugas menghabiskan sekitar 99 ribu liter air untuk menjinakkan api yang melahap deretan mess tersebut.

Mustari mengungkapkan, petugas sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Selain akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit, banyaknya warga yang berkerumun juga sempat menghambat pergerakan armada dan proses pemadaman.

Untuk menjamin keselamatan, Damkartan berkoordinasi dengan PLN guna memutus aliran listrik di lokasi. Pengamanan area juga melibatkan personel TNI dan Polri agar proses pemadaman berjalan aman dan lancar.

“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan tidak sempat menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi. Koordinasi seluruh unsur berjalan dengan baik sehingga kebakaran dapat dikendalikan,” katanya.

Berdasarkan informasi awal, kebakaran diketahui setelah warga melihat kepulan asap dari salah satu mess rumah dinas.

Warga kemudian berteriak meminta pertolongan dan segera menghubungi layanan darurat Damkartan Kota Jambi.

Hingga Kamis siang, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Garis polisi telah dipasang di lokasi untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Damkartan Kota Jambi mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran saat proses penanganan berlangsung karena dapat menghambat pekerjaan petugas sekaligus membahayakan keselamatan.

“Kami mengajak masyarakat segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran dan memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja. Respons cepat masyarakat dan akses yang lancar sangat membantu mempercepat penanganan kebakaran,” pungkas Mustari.(*)




Rumah Dua Lantai di Sulanjana Terbakar, Diduga Dipicu Puntung Rokok

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Oto Iskandardinata (Otista), RT 003, Kelurahan Sulanjana, Kecamatan Jambi Timur, Selasa 14 Juli 2026 siang.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan seorang warga mengalami luka bakar ringan dan bangunan rumah mengalami kerusakan berat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 11.44 WIB.

Tim dari Pos Pelayanan Kebakaran Jambi Timur langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sembilan menit kemudian.

Petugas segera melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran api meluas ke bangunan di sekitar lokasi.

“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi. Api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke rumah lainnya. Seluruh proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar satu jam,” kata Mustari.

Dalam operasi tersebut, Damkartan Kota Jambi mengerahkan 25 personel serta enam armada yang terdiri atas satu unit mobil komando, tiga mobil tempur, dan dua mobil suplai air.

Penanganan kebakaran juga melibatkan PLN untuk pemutusan aliran listrik, personel TNI dan Polri untuk pengamanan, serta Tim PSC 119 yang memberikan penanganan medis kepada korban.

Mustari mengungkapkan proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena akses menuju lokasi relatif sempit.

Selain itu, posisi rumah yang terbakar cukup jauh dari titik parkir armada sehingga petugas harus memasang selang dengan jarak lebih panjang.

Di sisi lain, banyaknya warga dan pelajar yang memadati lokasi kebakaran juga sempat menghambat ruang gerak petugas saat melakukan pemadaman.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang belum benar-benar padam.

Puntung tersebut diduga mengenai material yang mudah terbakar setelah ditinggalkan oleh anak pemilik rumah.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman petugas.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membuang puntung rokok maupun menggunakan sumber api, karena kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang merugikan,” ujarnya.

Akibat peristiwa tersebut, seorang warga bernama Budi Guntoro mengalami luka bakar ringan dan telah mendapatkan perawatan dari Tim PSC 119.

Sementara itu, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu oleh kelalaian dalam penggunaan api di lingkungan permukiman.(*)




Heboh Lutung Kelabu Sembunyi di Kamar Mandi Rumah Warga, Damkartan Kota Jambi Turun Tangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Perumahan Aura Bimantara, RT 07, Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Danau Sipin, dibuat geger setelah seekor lutung kelabu masuk ke dalam kamar mandi salah satu rumah, Senin 6 Juli 2026.

Keberadaan satwa liar itu akhirnya dievakuasi oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Pemilik rumah, Zamroni, melaporkan kejadian tersebut melalui layanan WhatsApp Damkartan sekitar pukul 14.14 WIB setelah tidak berani menangani satwa itu sendiri.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan warga langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan Tim Rescue Pleton 2 menuju lokasi.

“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak melakukan penanganan. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga sekaligus mengamankan satwa tanpa melukainya,” ujar Mustari.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah, lutung kelabu itu pertama kali terlihat berada di sekitar warung depan rumah saat warga sedang membersihkan lingkungan.

Ketika didekati, satwa tersebut justru berlari masuk ke area rumah dan bersembunyi di kamar mandi.

Karena khawatir satwa itu bersikap agresif atau melukai penghuni rumah, warga memilih meminta bantuan petugas.

Sebanyak enam personel diterjunkan dalam operasi penyelamatan.

Tim membawa sejumlah peralatan khusus berupa jaring, tali jerat, stick hook, serta kandang evakuasi untuk mengamankan lutung tersebut.

Proses evakuasi berlangsung cukup menantang. Satwa sempat melakukan perlawanan sehingga petugas harus berhati-hati agar tidak melukai hewan maupun membahayakan warga di sekitar.

Setelah penanganan selama sekitar dua jam, lutung kelabu akhirnya berhasil diamankan ke dalam kandang evakuasi.

“Setelah berhasil dievakuasi, satwa langsung kami lepasliarkan ke kawasan hutan Sungai Gelam yang dinilai lebih aman dan merupakan habitat yang sesuai,” kata Mustari.

Ia mengimbau masyarakat tidak mencoba menangkap atau mengusir satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman.

Menurutnya, tindakan tersebut berisiko membahayakan keselamatan warga maupun satwa.

Warga diminta segera melapor kepada Damkartan atau instansi terkait agar penanganan dilakukan sesuai prosedur.

Operasi penyelamatan berlangsung selama 2 jam 18 menit dan selesai sekitar pukul 16.51 WIB. Seluruh proses evakuasi berjalan aman tanpa korban maupun kerusakan.(*)




Rumah di Telanaipura Terbakar, Damkar Bergerak 9 Menit dan Berhasil Kendalikan Api

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Satu unit rumah permanen di Jalan Kolonel Amir Hamzah, RT 03, Kelurahan Telanaipura, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, dilaporkan terbakar pada Selasa malam, 16 Juni 2026.

Kebakaran tersebut sempat mengejutkan warga sekitar setelah api terlihat membesar dari bagian dalam rumah sebelum akhirnya merambat ke beberapa bagian bangunan.

Laporan pertama diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi pada pukul 22.39 WIB melalui layanan WhatsApp Damkar, telepon darurat, serta Call Center 112.

Petugas langsung bergerak cepat dari Mako Damkartan Kota Jambi pada pukul 22.42 WIB dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 22.48 WIB dengan waktu respons sekitar 9 menit.

40 Personel dan 9 Armada Dikerahkan

Dalam proses penanganan, Damkartan Kota Jambi mengerahkan sekitar 40 personel gabungan yang terdiri dari Pleton 2 Mako, Regu 2 Posyankar Alam Barajo, serta personel siaga lainnya.

Operasi pemadaman dipimpin langsung oleh Kabid Damtan dengan dukungan jajaran pejabat teknis dan unsur komando lapangan.

Sebanyak 9 unit armada dikerahkan, terdiri dari 1 unit kendaraan komando, 5 unit armada tempur, dan 3 unit armada suplai air untuk mempercepat proses pemadaman di lokasi.

Api Padam Setelah 1,5 Jam

Upaya pemadaman berlangsung sekitar 1 jam 30 menit dengan total penggunaan air mencapai kurang lebih 29.000 liter.

Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

Setelah proses pemadaman, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Langkah Cepat di Lokasi Kejadian

Dalam penanganan di lapangan, petugas melakukan sejumlah langkah penting, antara lain koordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik, serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanan area dan kelancaran akses armada.

Selain itu, petugas juga melakukan proteksi agar api tidak meluas, sekaligus melakukan investigasi awal terkait penyebab kebakaran.

Kendala di Lapangan

Proses pemadaman sempat mengalami hambatan akibat banyaknya warga yang berada terlalu dekat dengan lokasi kejadian. Kondisi tersebut menyulitkan pergerakan petugas di lapangan.

Selain itu, kendaraan warga yang parkir sembarangan di sekitar lokasi juga menghambat manuver armada pemadam kebakaran.

Diduga Akibat Korsleting Listrik

Berdasarkan hasil sementara di lokasi, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di bagian tengah rumah.

Api kemudian merambat ke plafon serta area penyimpanan barang yang mudah terbakar, termasuk rokok, sehingga mempercepat penyebaran api.

Beruntung dalam kejadian ini tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa. Sementara itu, kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Damkar Imbau Warga Lebih Waspada

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Musatari Affandy, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran yang masuk.

“Tim kami langsung bergerak begitu laporan diterima. Dalam kejadian di Telanaipura ini, respon sangat cepat sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik di rumah masing-masing.

“Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menghalangi akses petugas di lapangan saat terjadi kejadian darurat,” tambahnya.

Operasi Berakhir Aman

Setelah api berhasil dipadamkan dan dilakukan proses pendinginan, seluruh personel Damkartan Kota Jambi kembali ke Mako pada pukul 00.05 WIB.

Operasi penanganan kebakaran berlangsung aman dan terkendali dengan dukungan PLN, kepolisian, serta tim PSC 119.(*)