Rumah Terbakar di Jambi Selatan, Seorang Pemuda Tewas Terjebak di Dalam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi kembali dilanda musibah kebakaran. Sebuah rumah warga di Jalan Bangau I, Lorong Suka Mulya, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, hangus dilalap api pada Rabu (28/1/2026) pagi.

Peristiwa tersebut menewaskan seorang pemuda berusia 24 tahun yang terjebak di dalam rumah.

Korban diketahui bernama Vito Venom Hariyanto.

Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tidak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api.

Informasi dari warga sekitar menyebutkan, saat kejadian orang tua korban sedang tidak berada di rumah.

“Waktu kejadian orang tuanya tidak ada. Jadi korban sendirian dan terkunci di dalam rumah,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Warga mulai menyadari kebakaran setelah melihat asap tebal keluar dari dalam rumah.

Sejumlah warga kemudian berusaha mendatangi lokasi dan melakukan pemadaman secara manual sebelum api membesar.

“Kami melihat asap tebal, lalu langsung berlari ke sana dan mencoba memadamkan api sebisanya,” jelas warga tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, menjelaskan bahwa korban diduga terbakar saat berusaha mencari jalan keluar dari dalam rumah, namun terjebak dan tidak dapat menyelamatkan diri.

Menurut Mustari, laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 10.13 WIB. Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi.

“Tim berangkat pukul 10.16 WIB dan tiba di lokasi pukul 10.21 WIB. Respon time kami sekitar delapan menit dari Mako,” kata Mustari.

Ia menambahkan, sebelum petugas tiba, warga sempat mencoba menolong korban dengan mendobrak pintu rumah.

Namun api dengan cepat membesar dan bahkan terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas.

“Setelah mendapat informasi dari keluarga bahwa masih ada korban di dalam rumah, tim rescue langsung melakukan pencarian,” ungkapnya.

Korban akhirnya ditemukan di dalam kamar mandi dalam kondisi telungkup.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan tandu dan fire blanket, sebelum korban dibawa menggunakan ambulans PSC 119 ke RS Bhayangkara Jambi.

Dalam penanganan kebakaran ini, Damkartan Kota Jambi mengerahkan sebanyak 110 personel yang terdiri dari pleton Mako, Posyankar Paal Merah, Posyankar Jambi Timur, serta relawan pemadam kebakaran (Redkar)

Operasi didukung dua unit armada komando, enam unit armada tempur, dan dua unit armada suplai air.

Pemadaman berlangsung sekitar dua jam dengan total penggunaan air mencapai 19.500 liter.

Api berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Mustari mengakui proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat akses jalan yang sempit serta kondisi permukiman yang padat penduduk.

“Akses menuju lokasi cukup sulit dan warga cukup banyak mendekat. Namun kami tetap fokus pada pemadaman, pengamanan, dan penyelamatan,” ujarnya.

Pihak Damkar juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik, serta dengan TNI dan Polri guna pengamanan area kebakaran.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

“Untuk penyebab pasti kebakaran masih kami dalami bersama kepolisian. Lokasi sudah dipasang garis polisi,” tegas Mustari.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memperhatikan aspek keselamatan.

“Kami mengingatkan agar tidak mengunci rumah saat masih ada anggota keluarga di dalam, serta tidak mendekati lokasi kebakaran demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(*)




Kebakaran Kios di Jalan Adam Malik Jambi, Satu Orang Tewas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran hebat melanda deretan kios di Jalan Adam Malik, Beringin, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Rabu (21/1/2026) siang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.45 WIB itu menghanguskan sedikitnya lima bangunan dan menewaskan satu orang warga.

Kebakaran terjadi di kawasan padat aktivitas, tepat di pinggir jalan utama dekat Masjid Saadatutdarain. Api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain, sehingga membuat warga sekitar panik.

Selain kios pakaian, api juga melalap toko kelontong, kios gorengan nasi uduk, kios nasi goreng, serta sebuah rumah warga.

Total sedikitnya lima unit bangunan terdampak dalam insiden tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi mengerahkan 11 unit armada ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam hingga api berhasil dikendalikan.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, membenarkan adanya satu korban meninggal dunia.

“Korban satu orang meninggal dunia. Saat kejadian, korban berada di dalam kamar mandi dan terjebak saat api mulai membesar. Korban ditemukan di depan kamar mandi dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara,” ujarnya.

Menurut Mustari, dugaan sementara kebakaran dipicu ledakan tabung gas, diduga berasal dari kios nasi goreng. Namun, penyebab pasti masih dalam tahap penyelidikan.

“Indikasi awal ada ledakan tabung gas dari kios nasi goreng. Dugaan awal memang ada ledakan, tapi masih kami investigasi,” jelasnya.

Sebelumnya, warga sekitar juga mengaku mendengar suara ledakan sebelum api membesar.

Hingga sore hari, petugas masih melakukan pendinginan dan pengamanan lokasi, sementara arus lalu lintas di Jalan Adam Malik sempat tersendat.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan tabung gas, khususnya di kawasan padat penduduk dan pertokoan, guna mencegah kejadian serupa terulang.(*)




Tumpahan Solar Gudang PT Kerinci Toba Abadi Diduga Picu Kebakaran di Paal Merah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, Sabtu (20/12/2025) siang, diduga kuat dipicu oleh tumpahan minyak solar yang sebelumnya mencemari lingkungan sekitar.

Solar tersebut diketahui berasal dari gudang PT Kerinci Toba Abadi (KTA) dan telah menyebar hingga ke saluran air serta parit-parit kecil di permukiman warga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tumpahan solar pertama kali terjadi pada Senin (15/12/2025) dini hari.

Cairan bahan bakar tersebut tidak hanya mengalir di badan jalan, tetapi juga meresap dan mengendap di kanal serta parit lingkungan, sehingga menciptakan potensi bahaya kebakaran yang tinggi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, mengungkapkan bahwa, solar yang masuk ke saluran air terbuka sangat mudah tersulut api, terutama jika terpapar percikan kecil sekalipun.

“Solar yang sudah masuk ke parit dan lubang-lubang tanah sangat berisiko. Dalam kondisi kering dan panas, api bisa cepat menyambar,” ujar Mustari.

Ia menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan, mulai dari camat, lurah, hingga ketua RT, agar segera melakukan langkah pencegahan di area terdampak.

Penanganan darurat dinilai penting untuk menekan potensi kebakaran susulan.

“Parit atau lubang yang terkontaminasi solar sebaiknya segera ditutup dengan pasir atau dilakukan penyedotan. Jangan sampai dibiarkan terbuka,” tegasnya.

Mustari juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas yang berpotensi memicu api.

Seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah, terutama di sekitar lokasi yang telah tercemar solar.

“Kawasan tersebut cukup padat aktivitas, ada bengkel dan kegiatan lain yang bisa memicu percikan api. Kalau tidak ditangani cepat, risikonya sangat besar,” jelasnya.

Terkait insiden kebakaran Sabtu siang, Mustari memastikan api berhasil dikendalikan dengan cepat oleh tim Damkartan.

Proses pemadaman dilakukan menggunakan metode khusus untuk kebakaran bahan bakar cair.

“Kami menggunakan campuran air dan liquid foam untuk memutus reaksi api pada solar. Setelah itu dilakukan pendinginan agar api tidak kembali muncul,” katanya.

Dalam operasi pemadaman tersebut, Damkartan mengerahkan sekitar 17.500 liter air dan 30 liter cairan liquid foam BindOil.

Api berhasil dipadamkan dengan aman tanpa menimbulkan kebakaran lanjutan di area sekitar.(*)