Wali Kota Maulana Datangi Korban Kebakaran Cempaka Putih, Bantuan Darurat Langsung Disiapkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 20 kepala keluarga atau 59 jiwa terdampak kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 19 rumah di kawasan Cempaka Putih, RT 23, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu 29 Agustus 2026.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, besarnya jumlah rumah yang terbakar membuat pemerintah kota harus bergerak menangani kebutuhan warga, mulai dari tempat tinggal sementara hingga kebutuhan pangan dan perlengkapan sekolah.

Wali Kota Jambi, Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan penanganan masa tanggap darurat berjalan.

Pemerintah Kota Jambi menyiapkan sejumlah kebutuhan dasar bagi warga terdampak, antara lain tenda tempat tinggal sementara, dapur umum, penerangan, air bersih, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Dinas Sosial Provinsi Jambi juga ikut dalam penanganan pascakebakaran dan akan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

“Hari ini kami bersama dinas terkait, Damkar, Dinsos, Perkim, camat, lurah dan RT hadir bersama mengunjungi warga kita yang ditimpa musibah kebakaran,” ujar Maulana saat berada di lokasi.

Maulana mengatakan, kondisi kawasan RT 23 Cempaka Putih tergolong padat sehingga kebakaran kali ini memberikan dampak cukup besar terhadap warga.

Dari hasil pendataan, terdapat 20 KK yang terdampak.

“Saya sudah melihat langsung ke lokasi. Ada 20 KK yang terdampak. Kami memberikan berbagai bantuan tanggap darurat dan bantuan lainnya selama masa pemulihan korban,” katanya.

Pemkot Jambi memastikan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas selama masa tanggap darurat. Bantuan tidak hanya berasal dari pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan sejumlah lembaga.

Baznas, misalnya, turut membantu melalui penyediaan bahan pokok dan dukungan pangan bagi warga terdampak.

“Kami memastikan semua proses tanggap darurat berjalan dengan baik. Hadir juga Baznas membantu tanggap darurat berupa bahan pokok dan jaminan pangan,” jelas Maulana.

Perhatian juga diberikan kepada anak-anak dari keluarga korban. Pemkot Jambi berencana membantu kebutuhan sekolah, termasuk seragam dan perlengkapan pendidikan lainnya.

“Insya Allah semaksimal mungkin kita berikan fasilitas tanggap darurat. Untuk anak-anak sekolah juga kita fasilitasi seragam dan kebutuhan sekolah lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, proses pemadaman sebelumnya berlangsung cukup berat. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi mengatakan api pertama kali terlihat dari bagian plafon salah satu rumah warga.

Kobaran kemudian membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

Damkartan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.51 WIB. Petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar 12 menit kemudian.

Namun, kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri. Bangunan yang berdempetan dan akses jalan yang sempit membuat armada pemadam tidak dapat bergerak secara leluasa.

Tiupan angin yang cukup kencang juga mempercepat penyebaran api.

“Laporan kebakaran kami terima pada pukul 13.51 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi dan tiba dengan waktu respons sekitar 12 menit,” jelas Mustari.

Selain persoalan akses dan kondisi bangunan, kerumunan warga di sekitar lokasi juga sempat menyulitkan pergerakan petugas.

Untuk mengendalikan api, Damkartan mengerahkan 60 personel dan 12 unit armada pemadam. Sekitar 95.000 liter air digunakan selama proses pemadaman.

Upaya tersebut akhirnya berhasil menghentikan kobaran api sehingga tidak merambat lebih luas ke permukiman di sekitarnya.

Di tengah penanganan warga terdampak, Maulana mengingatkan masyarakat Kota Jambi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Ia menilai kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang dan meningkatnya suhu udara dapat memperbesar risiko kebakaran.

Masyarakat terutama diminta memperhatikan instalasi listrik serta aktivitas di dapur sebelum meninggalkan rumah.

“Kepada warga Kota Jambi, kita tahu saat ini kita mengalami musim kemarau yang cukup panjang, suhu juga meningkat. Maka berhati-hatilah mengawasi rumah masing-masing, terutama kelistrikan dan dapur. Kalau mau meninggalkan rumah, pastikan semuanya sudah aman,” imbaunya.

Pemkot Jambi menyatakan pendampingan terhadap korban akan dilanjutkan setelah masa tanggap darurat. Bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan warga, termasuk untuk proses pemulihan.

“Mudah-mudahan warga kita yang terkena musibah ini diberikan ketabahan. Pemerintah kota akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan tanggap darurat maupun bantuan lainnya bagi korban kebakaran ini,” pungkas Maulana.(*)




Kebakaran di Jelutung Jambi: Gang Sempit, Rumah Padat dan Angin Kencang Persulit Pemadaman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gang sempit, bangunan yang berhimpitan, dan angin kencang menjadi tiga persoalan utama yang dihadapi petugas saat berupaya memadamkan kebakaran di Jalan HMO Bafadal, RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu 29 Agustus 2026.

Kondisi permukiman yang padat membuat api lebih mudah berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Sementara akses jalan yang terbatas menyulitkan armada pemadam mendekati titik api dan bergerak leluasa di tengah lokasi kejadian.

Situasi semakin sulit karena angin bertiup cukup kencang sehingga memperbesar risiko api meluas.

Sedikitnya 19 rumah terbakar dalam kejadian tersebut. Sebanyak 20 kepala keluarga atau 59 jiwa ikut terdampak.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan kondisi di lokasi membutuhkan penanganan cepat agar kobaran api tidak menjalar lebih jauh.

“Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak menuju lokasi. Kondisi di lapangan cukup berat karena permukiman padat, akses masuk sempit dan angin cukup kencang sehingga api berpotensi cepat menyebar,” ujar Mustari.

Laporan kebakaran diterima Damkartan pada pukul 13.52 WIB melalui WhatsApp Damkar, sambungan telepon, dan Call Center 112.

Hanya sekitar 12 menit kemudian, petugas tiba di lokasi, yakni sekitar pukul 14.04 WIB.

Namun, cepatnya respons petugas tidak serta-merta membuat proses pemadaman berjalan mudah.

Jalur menuju lokasi kebakaran yang sempit menjadi salah satu hambatan paling krusial. Armada pemadam tidak dapat bergerak secara optimal, sementara titik api berada di kawasan dengan bangunan yang saling berdekatan.

Petugas harus mengatur posisi armada sekaligus mencari titik penyemprotan yang efektif untuk menghentikan rambatan api.

Kepadatan rumah membuat risiko semakin tinggi. Api yang berhasil dikendalikan di satu titik masih berpotensi menyebar ke bangunan di sekitarnya, terlebih dengan kondisi angin yang cukup kencang.

“Kita menghadapi beberapa kendala, terutama akses yang sempit, kepadatan permukiman dan angin yang cukup kencang. Kondisi seperti ini membutuhkan penanganan cepat supaya api tidak semakin meluas,” kata Mustari.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas melakukan penyekatan dan pemadaman pada sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi jalur perambatan api.

Damkartan mengerahkan sekitar 60 personel dari sejumlah pos pemadam kebakaran.

Kekuatan tersebut didukung delapan unit armada tempur, tiga armada suplai, satu armada komando, serta satu ambulans PSC 119.

Petugas harus berjibaku sekitar 3 jam 15 menit sebelum api benar-benar berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Total air yang digunakan dalam operasi mencapai sekitar 95 ribu liter.

Damkartan juga berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan jaringan listrik di sekitar lokasi dipadamkan selama proses penanganan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko tambahan bagi petugas maupun masyarakat.

Pengamanan di lokasi turut melibatkan TNI dan Polri.

Hambatan tidak hanya berasal dari kondisi fisik kawasan. Kerumunan warga yang datang untuk melihat kebakaran juga menjadi persoalan tersendiri.

Sejumlah warga bahkan mendekati lokasi dan melakukan siaran langsung melalui media sosial.

Kondisi tersebut dinilai berisiko mengganggu ruang gerak armada yang sedang melakukan pemadaman. Di kawasan dengan akses jalan terbatas, keberadaan warga di sekitar jalur kendaraan dapat semakin mempersempit ruang bagi petugas.

Mustari meminta masyarakat tidak mendekati lokasi hanya untuk menyaksikan maupun membuat siaran langsung.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekat ke lokasi ketika petugas sedang melakukan pemadaman. Jangan sampai kehadiran warga justru menghambat pergerakan armada dan membahayakan diri sendiri,” tegasnya.

Menurut dia, masyarakat dapat membantu dengan cara yang sederhana, yakni membuka akses bagi kendaraan pemadam dan mengikuti arahan petugas.

“Kalau masyarakat ingin membantu, yang paling penting adalah memberikan akses kepada petugas. Jangan menutup jalan atau berada terlalu dekat dengan lokasi kejadian,” ujarnya.

Setelah lebih dari tiga jam penanganan, petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kebakaran berdampak pada 19 rumah, dengan jumlah warga terdampak mencapai 59 jiwa dari 20 KK.

Nilai kerugian materi masih dalam pendataan.

Sementara penyebab kebakaran belum diketahui. Setelah proses pemadaman selesai, lokasi diserahkan kepada Polsek Jelutung untuk pemasangan garis polisi dan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kami dari Damkartan fokus pada penanganan kebakaran dan memastikan api tidak meluas,” kata Mustari.

Penanganan kebakaran melibatkan PLN Jambi, PSC 119, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, relawan pemadam kebakaran, Dinas Sosial, Polsek Jelutung, Kecamatan Jelutung, dan Kelurahan Cempaka Putih.

Seluruh unsur Damkartan kemudian kembali ke markas dan pos masing-masing sekitar pukul 17.40 WIB.

Mustari menegaskan, kondisi permukiman padat membuat kecepatan respons dan keterbukaan akses menjadi sangat menentukan.

“Dalam kondisi seperti ini, setiap menit sangat berarti. Karena itu, kami minta masyarakat segera melapor ketika melihat kebakaran dan memberikan akses seluas-luasnya kepada petugas untuk melakukan penanganan,” pungkasnya.(*)




Kobra Satu Meter Gegerkan Warga Danau Teluk, Tim Damkar Jambi Bergerak 4 Menit ke Lokasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kemunculan seekor ular kobra di kawasan permukiman kembali membuat warga Kota Jambi waspada.

Reptil berbisa itu ditemukan di sekitar rumah warga di Jalan Hj Nurijah, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Danau Teluk, Kamis 6 Agustus 2026.

Laporan warga langsung ditindaklanjuti Tim Penyelamat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Hanya berselang empat menit setelah menerima laporan, petugas tiba di lokasi dan segera melakukan proses evakuasi.

Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan diterima melalui layanan WhatsApp Damkar sekitar pukul 11.36 WIB. Tim Rescue Regu 2 Pos Pelayanan Kebakaran (Posyankar) Jamkose kemudian diterjunkan untuk mengamankan ular tersebut.

“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi. Penanganan dilakukan sesuai prosedur sehingga ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun gangguan terhadap warga,” kata Mustari.

Ular kobra sepanjang sekitar satu meter dengan berat diperkirakan mencapai setengah kilogram itu ditemukan berada di sekitar lingkungan rumah warga.

Keberadaannya dikhawatirkan membahayakan penghuni, terutama anak-anak maupun hewan peliharaan.

Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan peralatan khusus berupa stick hook dan stick grab untuk menjepit tubuh ular.

Setelah itu, bagian mulut ular diamankan menggunakan lakban guna mencegah risiko gigitan selama proses penyelamatan.

Seluruh proses evakuasi berlangsung sekitar 10 menit dan berjalan lancar tanpa kendala.

Mustari menjelaskan, kemunculan ular di kawasan permukiman kerap dipengaruhi perubahan lingkungan, termasuk cuaca, berkurangnya habitat alami, hingga keberadaan semak belukar dan lahan kosong di sekitar rumah warga.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di dekat kawasan perairan maupun area yang masih banyak ditumbuhi vegetasi liar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular sendiri karena sangat berisiko, terutama jika jenisnya berbisa seperti kobra. Segera laporkan kepada petugas agar penanganan dilakukan secara aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain menangani kebakaran, Damkartan Kota Jambi juga memberikan layanan penyelamatan (rescue), termasuk evakuasi satwa liar yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

Untuk mempercepat respons, masyarakat dapat melaporkan kejadian melalui WhatsApp Damkar di 0811-7113-113, telepon (0741) 41171, atau layanan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam.

Menurut Mustari, pelaporan sejak dini sangat membantu petugas mencegah potensi bahaya yang lebih besar.

“Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas melakukan penanganan sehingga risiko terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” pungkasnya.(*)




Antisipasi Dampak Musim Kemarau, Pemkot Jambi Keluarkan Surat Edaran Kesiapsiagaan Bencana

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. H. Maulana, M.K.M. mengeluarkan kebijakan siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering tahun 2026.

Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 17 Tahun 2026, seluruh perangkat daerah, pelaku usaha hingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran, kekeringan, serta dampak gangguan kesehatan selama musim kemarau.

Kebijakan tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut atas peringatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan informasi prakiraan musim kemarau dari BMKG yang menunjukkan adanya potensi peningkatan risiko kebakaran lahan maupun permukiman.

Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi, Saleh Ridha, mengatakan surat edaran tersebut menjadi langkah antisipatif agar seluruh elemen masyarakat memiliki kesiapsiagaan sejak dini.

“Pak Wali Kota menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah hingga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, kekeringan, serta dampak kesehatan akibat musim kemarau. Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi agar risiko bencana dapat ditekan,” ujarnya, Jumat 31 Juli 2026.

Dalam surat edaran tersebut, Pemerintah Kota Jambi menegaskan larangan melakukan pembakaran sampah, lahan, kebun maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.

Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan air secara hemat serta menjaga sumber-sumber air bersih guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan selama musim kemarau.

“Penggunaan air harus lebih bijak. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran dalam bentuk apa pun karena berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” kata Saleh.

Tak hanya masyarakat, Wali Kota juga menginstruksikan seluruh camat dan lurah meningkatkan sosialisasi kepada warga mengenai potensi bencana serta langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan.

Koordinasi lintas wilayah diminta diperkuat agar setiap potensi kejadian dapat ditangani lebih cepat.

“Pemerintah kecamatan dan kelurahan harus aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Pencegahan menjadi langkah paling penting sebelum terjadi bencana,” ujarnya.

Di sisi lain, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan penanggulangan bencana diminta menyiapkan personel, peralatan, serta sarana pendukung sesuai tugas masing-masing.

Instansi yang disiagakan meliputi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Satpol PP, Perumdam Tirta Mayang, serta seluruh camat dan lurah di Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi juga mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat asap maupun debu, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi tidak memungkinkan.

Untuk mempercepat penanganan keadaan darurat, masyarakat diminta segera melaporkan apabila terjadi kebakaran, kekeringan, maupun kondisi darurat lainnya melalui Call Center Bahagia 112 yang beroperasi selama 24 jam tanpa dipungut biaya.

Menurut Saleh Ridha, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana selama musim kemarau.

“Kami berharap seluruh masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan, mematuhi imbauan pemerintah, dan segera melapor apabila menemukan potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya,” pungkasnya.(*)




Rumah Dua Lantai di Sulanjana Terbakar, Diduga Dipicu Puntung Rokok

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Oto Iskandardinata (Otista), RT 003, Kelurahan Sulanjana, Kecamatan Jambi Timur, Selasa 14 Juli 2026 siang.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan seorang warga mengalami luka bakar ringan dan bangunan rumah mengalami kerusakan berat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 11.44 WIB.

Tim dari Pos Pelayanan Kebakaran Jambi Timur langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sembilan menit kemudian.

Petugas segera melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran api meluas ke bangunan di sekitar lokasi.

“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi. Api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke rumah lainnya. Seluruh proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar satu jam,” kata Mustari.

Dalam operasi tersebut, Damkartan Kota Jambi mengerahkan 25 personel serta enam armada yang terdiri atas satu unit mobil komando, tiga mobil tempur, dan dua mobil suplai air.

Penanganan kebakaran juga melibatkan PLN untuk pemutusan aliran listrik, personel TNI dan Polri untuk pengamanan, serta Tim PSC 119 yang memberikan penanganan medis kepada korban.

Mustari mengungkapkan proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena akses menuju lokasi relatif sempit.

Selain itu, posisi rumah yang terbakar cukup jauh dari titik parkir armada sehingga petugas harus memasang selang dengan jarak lebih panjang.

Di sisi lain, banyaknya warga dan pelajar yang memadati lokasi kebakaran juga sempat menghambat ruang gerak petugas saat melakukan pemadaman.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang belum benar-benar padam.

Puntung tersebut diduga mengenai material yang mudah terbakar setelah ditinggalkan oleh anak pemilik rumah.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman petugas.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membuang puntung rokok maupun menggunakan sumber api, karena kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang merugikan,” ujarnya.

Akibat peristiwa tersebut, seorang warga bernama Budi Guntoro mengalami luka bakar ringan dan telah mendapatkan perawatan dari Tim PSC 119.

Sementara itu, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu oleh kelalaian dalam penggunaan api di lingkungan permukiman.(*)




Heboh Lutung Kelabu Sembunyi di Kamar Mandi Rumah Warga, Damkartan Kota Jambi Turun Tangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Perumahan Aura Bimantara, RT 07, Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Danau Sipin, dibuat geger setelah seekor lutung kelabu masuk ke dalam kamar mandi salah satu rumah, Senin 6 Juli 2026.

Keberadaan satwa liar itu akhirnya dievakuasi oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Pemilik rumah, Zamroni, melaporkan kejadian tersebut melalui layanan WhatsApp Damkartan sekitar pukul 14.14 WIB setelah tidak berani menangani satwa itu sendiri.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan warga langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan Tim Rescue Pleton 2 menuju lokasi.

“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak melakukan penanganan. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga sekaligus mengamankan satwa tanpa melukainya,” ujar Mustari.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah, lutung kelabu itu pertama kali terlihat berada di sekitar warung depan rumah saat warga sedang membersihkan lingkungan.

Ketika didekati, satwa tersebut justru berlari masuk ke area rumah dan bersembunyi di kamar mandi.

Karena khawatir satwa itu bersikap agresif atau melukai penghuni rumah, warga memilih meminta bantuan petugas.

Sebanyak enam personel diterjunkan dalam operasi penyelamatan.

Tim membawa sejumlah peralatan khusus berupa jaring, tali jerat, stick hook, serta kandang evakuasi untuk mengamankan lutung tersebut.

Proses evakuasi berlangsung cukup menantang. Satwa sempat melakukan perlawanan sehingga petugas harus berhati-hati agar tidak melukai hewan maupun membahayakan warga di sekitar.

Setelah penanganan selama sekitar dua jam, lutung kelabu akhirnya berhasil diamankan ke dalam kandang evakuasi.

“Setelah berhasil dievakuasi, satwa langsung kami lepasliarkan ke kawasan hutan Sungai Gelam yang dinilai lebih aman dan merupakan habitat yang sesuai,” kata Mustari.

Ia mengimbau masyarakat tidak mencoba menangkap atau mengusir satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman.

Menurutnya, tindakan tersebut berisiko membahayakan keselamatan warga maupun satwa.

Warga diminta segera melapor kepada Damkartan atau instansi terkait agar penanganan dilakukan sesuai prosedur.

Operasi penyelamatan berlangsung selama 2 jam 18 menit dan selesai sekitar pukul 16.51 WIB. Seluruh proses evakuasi berjalan aman tanpa korban maupun kerusakan.(*)




Kebakaran Hebat di Poll BBM Kota Baru Jambi: Api Nyaris Picu Ledakan Tangki, Damkar Beraksi!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran hebat terjadi di lokasi penyalur BBM non subsidi milik PT ASR Petrolin Energi di RT 19, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Jumat malam (15/5/2026).

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga melalui layanan darurat Call Center Bahagia 112 sekitar pukul 19.05 WIB.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi bergerak cepat dan tiba di lokasi delapan menit kemudian.

Sebanyak 60 personel diterjunkan bersama tujuh unit armada tempur dan suplai untuk mengendalikan kobaran api yang terus membesar di area berpagar seng tersebut.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan saat petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan membahayakan lingkungan sekitar karena terdapat kendaraan pengangkut BBM di dalam area kebakaran.

“Setelah dilakukan pembongkaran pagar seng, ditemukan satu unit truk modifikasi penyimpan BBM mengalami kebocoran pada bagian pipa. BBM yang tumpah kemudian terbakar dan menyebabkan api cepat membesar,” ujar Mustari.

Api kemudian merembet dan membakar dua unit mobil tangki BBM non subsidi milik PT ASR Petrolin Energi, satu unit truk, serta satu unit kendaraan pick up.

Menurut Mustari, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari akses jalan yang sempit hingga banyaknya warga yang memadati lokasi kejadian.

Petugas Damkartan juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik serta meminta bantuan Pertamina menggunakan fire foam guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah ledakan lanjutan.

“Kami bersama TNI dan Polri melakukan pengamanan area serta pengaturan lalu lintas armada agar proses pemadaman berjalan lancar,” katanya.

Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 29 ribu liter air dan 150 liter liquid foam bindoil untuk menjinakkan api.

Damkartan Kota Jambi menerapkan metode 5T yakni Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas sehingga api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam 30 menit.

“Alhamdulillah api berhasil dikendalikan dan tidak sampai merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi,” ungkap Mustari.

Berdasarkan hasil investigasi awal, kebakaran diduga dipicu korsleting pada mesin genset yang berada di dekat truk modifikasi penyimpan BBM.

Dalam insiden tersebut, dua personel Damkartan yakni M Ishak Effendi dan Bambang Apriandi mengalami sesak napas dan dehidrasi saat bertugas.

Keduanya langsung mendapatkan penanganan medis dari Tim PSC 119.

Operasi pemadaman dinyatakan selesai dan seluruh personel kembali ke markas komando sekitar pukul 21.02 WIB.(*)




Heboh Kebakaran Besar di Belakang Gedung BPK Jambi, Gudang Diduga Penimbunan BBM Terbakar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran hebat menggemparkan warga Kota Jambi pada Jumat malam, 15 Mei 2026.

Sebuah bangunan yang diduga menjadi lokasi penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) dilaporkan terbakar hebat sekitar pukul 19.30 WIB di kawasan belakang Gedung BPK Jambi, Kecamatan Kota Baru.

Kobaran api dengan cepat membesar dan memicu kepanikan warga sekitar.

Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi hingga dapat disaksikan dari jarak cukup jauh.

Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian masyarakat yang berdatangan ke sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lapangan, bangunan yang terbakar diduga selama ini digunakan sebagai gudang penyimpanan minyak.

Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait aktivitas yang sebenarnya berlangsung di lokasi tersebut.

“Saat api mulai membesar, warga langsung keluar rumah karena takut api merembet,” ujar salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses pemadaman.

Petugas tampak berjibaku melawan kobaran api agar tidak semakin meluas ke area sekitar bangunan yang dipagari seng tersebut.

Warga terlihat memadati area sekitar sambil menyaksikan proses pemadaman berlangsung.

Hingga malam hari, petugas masih melakukan pendinginan dan pengamanan lokasi kebakaran.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun kemungkinan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Aparat terkait juga masih melakukan penyelidikan mengenai dugaan aktivitas penimbunan BBM di lokasi kebakaran.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pemadaman masih berlangsung dan pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut.(*)




Musang Resahkan Warga Jelutung, Damkartan Kota Jambi Lakukan Evakuasi Malam Hari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi kembali melakukan pelayanan penyelamatan hewan liar dengan mengevakuasi seekor musang yang masuk ke kawasan permukiman warga di kawasan Jelutung, Jambi, Rabu malam, 6 Mei 2026.

Laporan evakuasi diterima petugas sekitar pukul 20.52 WIB melalui layanan WhatsApp Damkartan.

Warga bernama Joni melaporkan keberadaan musang di kediamannya di Jalan H Samsoe Bahroen Nomor 55, Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Pleton III Mako langsung bergerak menuju lokasi menggunakan armada Rescue APV pada pukul 21.01 WIB dan tiba sekitar enam menit kemudian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan evakuasi satwa liar yang berpotensi mengganggu keselamatan warga.

“Petugas bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Proses evakuasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan sehingga musang berhasil diamankan tanpa membahayakan warga maupun petugas,” ujar Mustari Affandy.

Dalam proses penanganan, petugas menggunakan jaring serta stik grab untuk menangkap musang sebelum dimasukkan ke dalam kandang evakuasi.

Operasi dipimpin Danru 4 Pleton III Mako, Effendi, dengan melibatkan lima personel rescue lengkap dengan alat pelindung diri.

Mustari Affandy menambahkan seluruh pelayanan Damkartan Kota Jambi selalu mengedepankan prinsip kerja 5T, yakni terencana, terukur, terarah, terlayani, dan tuntas.

“Damkartan tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lainnya termasuk penyelamatan hewan liar yang masuk ke lingkungan warga,” tambahnya.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit dan berjalan aman tanpa hambatan berarti. Setelah memastikan situasi kondusif, tim kembali ke markas pada pukul 21.33 WIB.

Pelayanan tersebut dilakukan mengacu pada Permendagri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota.(*)




Damkar Kota Jambi Bersinar di Ajang Nasional, Wali Kota Maulana Beri Apresiasi Tinggi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan apresiasi atas kinerja tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Penghargaan tersebut diberikan menyusul capaian tim Damkartan dalam ajang National Firefighter Skill Competition 2026 yang berlangsung di Stadion Jakabaring.

Dalam keterangannya, Maulana menegaskan bahwa peran petugas pemadam kebakaran kini semakin kompleks.

Tidak hanya menangani kebakaran, Damkar juga dituntut sigap dalam berbagai situasi darurat lainnya.

“Peran Damkar saat ini semakin luas. Banyak kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan keterampilan tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi capaian tim yang berhasil menjadi juara pertama tingkat regional Sumatera serta meraih Juara Harapan 2 di tingkat nasional dalam kategori survival.

Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan kualitas dan kesiapan tim Damkartan Kota Jambi dalam bersaing di level lebih tinggi, meskipun dengan keterbatasan fasilitas dan intensitas latihan.

“Daerah lain mungkin memiliki sarana lebih lengkap, tetapi kita tetap mampu menunjukkan performa terbaik. Ini prestasi yang patut dibanggakan,” tambahnya.

Kompetisi yang diikuti oleh 46 kabupaten dan kota se-Indonesia ini mempertandingkan sejumlah kategori, seperti ladder pitching, hose laying, dan survival.

Tim Kota Jambi sendiri menurunkan dua regu dalam ajang tersebut.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang hadir langsung di lokasi lomba turut menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.

“Ini hasil dari kerja keras tim sejak masa latihan hingga pelaksanaan kompetisi. Semoga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, menyebut prestasi ini menjadi pencapaian maksimal, mengingat keikutsertaan ini merupakan yang pertama di tingkat nasional.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan akan menjadi motivasi untuk terus berkembang ke depan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Jambi yang telah memberikan semangat kepada seluruh tim.

Dengan capaian ini, Damkartan Kota Jambi diharapkan semakin meningkatkan kualitas layanan serta terus menjaga kepercayaan masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan kondisi darurat.(*)