Serunya MAXi Tour Boemi Nusantara Etape Jawa Barat, Eksplor Kampung Naga hingga Keraton Kasepuhan

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Rangkaian MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 kembali berlanjut.

Setelah sukses menjelajahi sejumlah destinasi menarik di Lampung, kali ini Yamaha mengajak peserta menyusuri keindahan alam dan kekayaan budaya Jawa Barat dalam etape keempat perjalanan nasional tersebut.

Etape Jawa Barat menjadi pembuka eksplorasi Pulau Jawa yang menghadirkan pengalaman touring berbeda.

Tidak hanya menikmati sensasi berkendara jarak jauh menggunakan lini skutik premium MAXi Yamaha, peserta juga diajak mengenal lebih dekat pesona alam serta budaya khas Tanah Pasundan yang masih terjaga hingga saat ini.

Puluhan peserta yang terdiri dari rekan media memulai perjalanan dari Kota Bandung menuju Tasikmalaya melalui Garut, sebelum melanjutkan perjalanan ke Majalengka dan berakhir di Kota Cirebon.

Rute tersebut dipilih karena menawarkan karakter jalan yang beragam, mulai dari jalur perkotaan, pegunungan, tikungan tajam, hingga tanjakan dan turunan yang menantang.

Chief Yamaha Area DDS 2 Jawa Barat PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Fitri Agusthadi P., mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Yamaha untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu menginspirasi peserta untuk lebih mengenal kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Kampung Naga di Tasikmalaya. Kawasan adat tersebut dikenal sebagai salah satu kampung tradisional Sunda yang masih mempertahankan nilai budaya dan tradisi leluhur hingga saat ini.

Di lokasi tersebut, peserta berkesempatan mencoba langsung proses menganyam kerajinan tangan khas masyarakat setempat serta berinteraksi dengan para tokoh adat.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju kawasan Terasering Panyaweuyan di Majalengka.

Hamparan sawah bertingkat yang membentang di perbukitan menjadi salah satu daya tarik utama yang memanjakan mata para peserta selama perjalanan.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, rombongan juga diajak menikmati suasana alami kawasan sungai Bantaragung yang terkenal dengan kejernihan air dan suasana alam yang masih asri.

Selain menyuguhkan panorama alam yang memukau, jalur touring kali ini juga menjadi ajang pembuktian performa skutik MAXi Yamaha.

Dengan total jarak tempuh sekitar 260 kilometer, peserta harus menghadapi berbagai kondisi jalan seperti tanjakan curam, turunan panjang, dan tikungan tajam.

Berbagai fitur unggulan yang tersedia pada lini MAXi Yamaha seperti Anti-lock Braking System (ABS), Traction Control System (TCS), serta penggunaan ban bertapak lebar memberikan rasa aman dan stabil saat melintasi medan yang beragam.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah. Dalam sesi Community Gathering di Tasikmalaya, Yamaha turut memperkenalkan berbagai produk dan layanan pendukung, termasuk Yamalube TURBO Matic yang dikembangkan khusus untuk skutik MAXi Yamaha serta layanan purnajual YES24H.

Perjalanan kemudian ditutup di Kota Cirebon dengan kunjungan ke Keraton Kasepuhan Cirebon.

Momen tersebut menjadi salah satu agenda spesial karena peserta berkesempatan bertemu langsung dengan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, Kanjeng Gusti Pangeran Raja Adipati Sultan Sepuh XV Luqman Zulkaedin.

Menurut Sultan Sepuh XV, kegiatan MAXi Tour Boemi Nusantara memiliki nilai positif karena turut membantu memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya, adat, dan tradisi yang dimiliki Jawa Barat kepada masyarakat luas.

Usai menyelesaikan etape Jawa Barat, perjalanan MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 akan berlanjut menuju wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menghadirkan pengalaman eksplorasi berikutnya yang tidak kalah menarik.(*)




Wisata Sejarah di Cirebon, Jelajahi Keunikan Keraton Kasepuhan

SEPUCUKJAMBI.ID – Keraton Kasepuhan, salah satu keraton tertua di Jawa Barat, masih berdiri kokoh hingga kini dan tetap berfungsi sebagai pusat tradisi Kesultanan Cirebon.

Didirikan pada abad ke-16, keraton ini menjadi simbol harmonisasi budaya Jawa, Sunda, Islam, Tiongkok, dan Eropa, sekaligus saksi sejarah panjang Cirebon sebagai pelabuhan penting di pesisir utara Pulau Jawa.

Saat memasuki kompleks, pengunjung disambut gerbang merah bata yang megah.

Ornamen keramik khas Tiongkok menghiasi dinding, sementara tata ruang bangunan mengikuti filosofi keraton Jawa, menciptakan perpaduan unik yang sulit ditemukan di keraton lain.

Di dalam kompleks, museum menyimpan berbagai benda pusaka, termasuk Kereta Singa Barong, kereta kerajaan dengan desain gabungan naga, singa, dan burung.

Simbol ini mencerminkan hubungan diplomatik Cirebon dengan budaya Tiongkok, India, dan Timur Tengah pada masa lalu.

Suasana keraton terasa tenang dan sakral. Halaman luas, pendopo megah, serta ruang-ruang tua yang masih terawat menghadirkan pengalaman seolah waktu berjalan lebih lambat.

Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berfoto, tapi juga untuk menelusuri sejarah panjang Cirebon dan memahami akar budayanya.

Keraton Kasepuhan juga aktif sebagai pusat tradisi. Berbagai upacara adat dan peringatan hari besar masih dijalankan secara rutin, membuat keraton tetap hidup sebagai ruang budaya yang dinamis, bukan sekadar museum.

Letaknya yang strategis di tengah kota memudahkan akses pengunjung.

Banyak wisatawan bahkan mengombinasikan kunjungan dengan wisata kuliner khas Cirebon.

Seperti empal gentong dan nasi jamblang, yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari keraton.

Dengan pesona sejarah dan budaya yang kental, Keraton Kasepuhan menawarkan pengalaman wisata edukatif yang mendalam.

Setiap sudutnya bercerita tentang kejayaan Cirebon sebagai kota pelabuhan dan titik pertemuan berbagai peradaban yang membentuk identitasnya hingga kini.(*)