Meski Bermain 10 Orang, Amerika Serikat Singkirkan Bosnia dan Tantang Belgia di 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Amerika Serikat memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor meyakinkan 2-0.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di San Francisco Bay Area Stadium, Kamis 2 Juli 2026 pagi WIB, tim besutan Mauricio Pochettino menunjukkan karakter kuat meski harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain.

Folarin Balogun membuka keunggulan menjelang turun minum sebelum Malik Tillman mengunci kemenangan melalui tendangan bebas pada babak kedua.

Hasil tersebut mengantarkan Amerika Serikat menghadapi Belgia di fase gugur setelah wakil Eropa itu lebih dulu menyingkirkan Senegal.

Bosnia dan Herzegovina sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup menjanjikan.

Ermedin Demirovic mengancam pada menit ke-10 lewat tendangan jarak jauh, tetapi Matt Freese masih sigap mengamankan bola.

Amerika Serikat perlahan mengambil alih jalannya pertandingan. Antonee Robinson memperoleh peluang emas melalui sundulan di depan gawang, namun bola masih melambung sehingga kesempatan itu terbuang sia-sia.

Tuan rumah sempat bersorak pada menit ke-31 ketika Folarin Balogun mencetak gol.

Namun kegembiraan tersebut hanya berlangsung sesaat karena hakim garis mengangkat bendera offside dan gol dianulir.

Tekanan yang terus dibangun akhirnya membuahkan hasil menjelang babak pertama berakhir.

Berawal dari kemelut di depan gawang Bosnia, Balogun dengan cepat menyambar bola liar sebelum melepaskan tendangan mendatar yang gagal dihentikan Nikola Vasilj.

Gol tersebut menjadi pembeda pada babak pertama. Bahkan, Balogun hampir menggandakan keunggulan beberapa saat kemudian andai sepakannya dari jarak dekat tidak membentur mistar gawang.

Memasuki babak kedua, Amerika Serikat kembali tampil agresif.

Chris Richards mendapat peluang melalui sundulan hasil sepak pojok, tetapi bola masih terlalu mudah diamankan kiper Bosnia.

Situasi berubah drastis pada menit ke-63. Wasit mendapat rekomendasi dari VAR untuk meninjau pelanggaran yang dilakukan Balogun.

Setelah melihat tayangan ulang di monitor, keputusan awal diubah menjadi kartu merah langsung sehingga Amerika Serikat harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Bosnia untuk meningkatkan intensitas serangan.

Ermedin Demirovic memperoleh peluang emas tiga menit kemudian, tetapi Matt Freese tampil gemilang dengan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan tuan rumah.

Amerika Serikat sempat kembali mencetak gol melalui Christian Pulisic pada menit ke-79.

Namun, untuk kedua kalinya dalam laga ini, gol harus dianulir karena offside dalam proses serangan.

Meski kalah jumlah pemain, Amerika Serikat justru mampu mematikan perlawanan Bosnia.

Pada menit ke-82, Malik Tillman melepaskan tendangan bebas akurat yang meluncur ke sisi kiri gawang tanpa mampu dijangkau Nikola Vasilj.

Gol indah tersebut memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengakhiri perlawanan Bosnia dan Herzegovina.

Tuan rumah pun melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi Belgia, yang sebelumnya mencatat comeback dramatis atas Senegal.

Susunan Pemain

Amerika Serikat (4-2-3-1): Matt Freese; Antonee Robinson, Tim Ream, Chris Richards, Alex Freeman; Tyler Adams, Malik Tillman; Christian Pulisic, Weston McKennie, Sergino Dest; Folarin Balogun.

Pelatih: Mauricio Pochettino.

Bosnia dan Herzegovina (3-4-2-1): Nikola Vasilj; Tarik Muharemovic, Stjepan Radeljic, Nikola Katic; Sead Kolasinac, Ivan Sunjic, Armin Gigovic, Amar Dedic; Kerim Alajbegovic, Ermedin Demirovic; Edin Dzeko.

Pelatih: Sergej Barbarez.(*)




Tuan Rumah Menggila! Amerika Serikat Sapu Paraguay dan Puncaki Grup D

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Amerika Serikat mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya di Grup D Piala Dunia 2026.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan Mauricio Pochettino tampil dominan dan menghancurkan Paraguay dengan skor telak 4-1 pada laga pembuka grup, Sabtu 13 Juni 2026.

Kemenangan ini langsung menempatkan Amerika Serikat di puncak klasemen sementara Grup D dengan koleksi tiga poin.

Sebaliknya, Paraguay harus memulai turnamen dengan hasil mengecewakan setelah kesulitan mengimbangi agresivitas tuan rumah sepanjang pertandingan.

Sejak menit awal, Amerika Serikat menunjukkan ambisi besar untuk mengamankan kemenangan.

Tekanan tinggi yang diterapkan membuat Paraguay lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan.

Keunggulan tuan rumah datang sangat cepat. Saat pertandingan baru berjalan tujuh menit, upaya Paraguay menghalau serangan justru berujung petaka.

Damian Bobadilla tanpa sengaja mengarahkan bola ke gawang sendiri saat berusaha mengantisipasi situasi berbahaya di area penalti.

Gol bunuh diri itu membuat Amerika Serikat unggul 1-0.

Setelah membuka keunggulan, The Yanks semakin percaya diri.

Kombinasi Christian Pulisic, Weston McKennie, dan Folarin Balogun terus mengacak-acak organisasi pertahanan Paraguay.

Balogun sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-27.

Namun kegembiraan publik Los Angeles harus tertunda setelah wasit menganulir gol tersebut karena offside.

Striker AS itu akhirnya benar-benar mencatatkan namanya di papan skor empat menit kemudian.

Berawal dari umpan tarik akurat Christian Pulisic dari sisi kiri, Balogun yang berdiri bebas di kotak penalti melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi kiper Paraguay.

Keunggulan dua gol membuat Paraguay semakin tertekan.

Situasi bertambah sulit ketika Balogun kembali menunjukkan ketajamannya menjelang turun minum.

Memanfaatkan umpan terobosan Malik Tillman, penyerang berusia 24 tahun itu lolos dari jebakan offside sebelum melepaskan tembakan keras yang menghujam pojok gawang Paraguay.

Gol tersebut menutup babak pertama dengan skor 3-0 dan membuat Amerika Serikat berada dalam posisi sangat nyaman.

Memasuki babak kedua, Paraguay mencoba keluar dari tekanan.

Tim asuhan Gustavo Alfaro mulai bermain lebih berani dan berusaha memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah.

Perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-73.

Julio Enciso mengirimkan umpan pendek yang berhasil dimanfaatkan Mauricio untuk memperkecil ketertinggalan.

Tembakan mendatar yang dilepaskannya membuat skor berubah menjadi 3-1.

Gol itu sempat memberi harapan bagi Paraguay untuk bangkit. Namun Amerika Serikat merespons dengan cepat.

Intensitas serangan kembali ditingkatkan dan sejumlah peluang berbahaya berhasil diciptakan melalui Timothy Weah dan Ricardo Pepi.

Paraguay beruntung masih memiliki kiper Gill yang beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk mencegah skor menjadi lebih besar.

Meski demikian, tekanan tanpa henti dari Amerika akhirnya kembali membuahkan hasil pada masa injury time.

Gio Reyna yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Paraguay.

Gol tersebut memastikan kemenangan meyakinkan 4-1 bagi Amerika Serikat sekaligus menjadi salah satu penampilan paling impresif pada pekan pembuka Piala Dunia 2026.

Hasil ini memperlihatkan efektivitas lini serang Amerika Serikat yang tampil tajam dan terorganisasi.

Di sisi lain, Paraguay masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam memperbaiki koordinasi lini belakang yang beberapa kali terlihat rapuh menghadapi tekanan cepat tuan rumah.

Dengan performa seperti ini, Amerika Serikat mengirim sinyal bahwa mereka bukan sekadar tuan rumah, tetapi juga kandidat serius untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026.(*)