Jauhi Cowok Perokok, Menkes BGS Ingatkan Bahaya Kanker Payudara dan Serviks

JAKARTA, SEPUCUKAJAMBI.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan agar perempuan lebih selektif dalam memilih pasangan dengan menjauhi laki-laki perokok.

Pernyataan ini disampaikan dalam konteks kesehatan jangka panjang, bukan sekadar gaya hidup.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, BGS menegaskan bahwa kebiasaan merokok tidak hanya berdampak pada perokok itu sendiri, tetapi juga perempuan yang hidup dekat dengannya.

“Untuk para perempuan, jauhi cowok perokok. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam program #BudiGemarSharing.

Bahaya Asap Rokok bagi Perempuan

Menkes menjelaskan bahwa perempuan yang dekat dengan perokok bisa terkena:

  • Asap rokok tidak langsung (secondhand smoke)

  • Residu asap rokok (thirdhand smoke) yang menempel di pakaian, rambut, dan kulit

Paparan ini berpotensi membuat perempuan menjadi perokok pasif tanpa disadari, dengan risiko kesehatan serius.

Menkes menegaskan bahwa paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker serviks hingga 40 persen dibanding perempuan yang tidak terpapar rokok sama sekali.

“Asap rokok itu jahat. Bukan hanya di udara, namun menempel di baju, rambut, dan kulit… Tanpa sadar, kamu jadi perokok pasif dan risiko kanker payudara serta serviks bisa meningkat,” tegas BGS.

Deteksi Dini dan Layanan Pemerintah

Di sisi positif, pemerintah menyediakan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas di seluruh Indonesia untuk perempuan yang memiliki faktor risiko. Layanan ini meliputi:

  • Pemeriksaan payudara klinis

  • USG payudara

  • Tes HPV DNA

Menkes berharap layanan ini membantu perempuan melakukan deteksi dini kanker payudara dan serviks, sekaligus mendorong kesadaran pentingnya lingkungan bebas asap rokok.(*)




Cek Kesehatan Anak Sekolah di Tebo Dilakukan Bertahap, Sudah 50 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah di Kabupaten Tebo telah mencapai 50 persen.

Sisanya akan dilanjutkan pada minggu depan dengan pemeriksaan yang menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, Riana Elizabeth, menjelaskan bahwa jumlah siswa yang diperiksa cukup banyak, sehingga pelaksanaan CKG dilakukan secara bertahap.

“Satu anak bisa mengisi hingga tiga lembar screening, karena cukup banyak pertanyaan yang harus dijawab,” ujar Riana.

Riana menyebutkan bahwa program ini melibatkan tim medis yang memeriksa kondisi kesehatan anak secara menyeluruh.

Pemeriksaan mencakup tinggi badan, berat badan, dan jika ditemukan indikasi kelebihan berat badan, maka dilakukan pemeriksaan gula darah.

“Kalau berat badan anak melebihi batas normal, langsung kita cek gula darahnya. Pemeriksaannya cukup lengkap,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa seluruh proses cek kesehatan anak sekolah di Kabupaten Tebo akan rampung dalam waktu dekat, sesuai dengan rencana Dinas Kesehatan.

“Kita lakukan bertahap karena jumlah siswa dan sekolah cukup banyak. Tapi targetnya akan selesai dalam waktu dekat,” tutup Riana.(*)