Neymar Tutup Karier Internasional, Brasil Kehilangan Top Skor Sepanjang Masa

SEPUCUKJAMBI.ID – Era Neymar bersama Timnas Brasil resmi berakhir.

Penyerang berusia 34 tahun itu mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah langkah Selecao terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut diumumkan Neymar sesaat setelah Brasil takluk 1-2 dari Norwegia.

Kekalahan itu sekaligus mengakhiri perjalanan Brasil di turnamen dan menjadi penampilan terakhir sang bintang bersama tim nasional.

Dalam pernyataannya, Neymar mengaku telah menuntaskan perjalanan panjangnya bersama Brasil yang dimulai sejak usia muda.

“Saya sudah mencoba dan terus mencoba. Saya mengawali karier saya di MetLife Stadium dan saya mengakhirinya di sini. Segalanya sudah selesai sekarang,” kata Neymar usai pertandingan.

Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola Brasil.

Neymar tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Brasil dan menjadi bagian penting Selecao selama hampir dua dekade.

Sepanjang karier internasionalnya, Neymar tampil dalam berbagai turnamen besar, termasuk beberapa edisi Piala Dunia dan Copa America.

Ia menjadi salah satu ikon generasi emas Brasil berkat kontribusi gol, assist, serta perannya sebagai pemimpin di lapangan.

Pada Piala Dunia 2026, Neymar masih menjadi pilihan utama pelatih Carlo Ancelotti meski sempat mengalami cedera sebelum turnamen dimulai.

Dalam laga melawan Norwegia, Neymar sebenarnya masih mampu menunjukkan kualitasnya dengan mencetak satu gol melalui titik penalti pada masa injury time.

Namun gol tersebut tidak cukup menghindarkan Brasil dari kekalahan setelah Erling Haaland lebih dulu memborong dua gol kemenangan Norwegia.

Tersingkirnya Brasil di babak 16 besar menjadi penutup perjalanan Neymar bersama tim nasional.

Setelah mengakhiri karier internasionalnya, Neymar dipastikan akan mengalihkan seluruh fokus ke level klub.

Saat ini ia masih terikat kontrak bersama Santos hingga akhir musim dan bertekad membantu klub masa kecilnya kembali bersaing di kompetisi domestik Brasil.

Kepergian Neymar dari Timnas Brasil sekaligus menutup satu era penting dalam sejarah Selecao.

Regenerasi pemain kini menjadi pekerjaan besar bagi Brasil untuk kembali membangun kekuatan menuju turnamen internasional berikutnya.(*)




Norwegia Singkirkan Brasil dari Piala Dunia 2026, Haaland Jadi Pahlawan

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Norwegia menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Menghadapi salah satu favorit juara, Brasil, skuad asuhan Stale Solbakken sukses menang 2-1 pada babak 16 besar dan memastikan tiket ke perempat final.

Erling Haaland menjadi bintang kemenangan Norwegia lewat dua gol yang dicetaknya pada babak kedua.

Sementara Brasil hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Neymar pada masa injury time.

Kemenangan ini mengantarkan Norwegia melaju ke delapan besar dan akan menghadapi pemenang laga Meksiko kontra Inggris.

Sebaliknya, Brasil harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat meski datang sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Bertanding di New York New Jersey Stadium, Brasil sebenarnya tampil dominan sejak menit awal.

Tim Samba bahkan memiliki peluang emas membuka keunggulan pada menit ke-10 setelah VAR menghadiahkan penalti akibat pelanggaran Kristoffer Ajer terhadap Matheus Cunha.

Namun peluang tersebut terbuang sia-sia. Tendangan penalti Bruno Guimaraes berhasil dibaca dengan sempurna oleh kiper Norwegia, Orjan Nyland, yang melakukan penyelamatan krusial.

Setelah gagal mencetak gol, Brasil terus menguasai permainan dan beberapa kali mengancam pertahanan Norwegia.

Meski demikian, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat berbagai peluang gagal berbuah gol.

Norwegia perlahan keluar dari tekanan. Menjelang turun minum, Martin Odegaard dan Erling Haaland sempat mengancam gawang Alisson, tetapi skor 0-0 tetap bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, pelatih Stale Solbakken melakukan perubahan dengan memasukkan Oscar Bobb dan Andreas Schjelderup untuk meningkatkan intensitas serangan.

Pergantian tersebut terbukti efektif. Setelah mampu meredam tekanan Brasil, Norwegia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-79.

Berawal dari umpan silang Andreas Schjelderup, Erling Haaland lepas dari pengawalan Gabriel Magalhaes sebelum menanduk bola ke gawang Alisson.

Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-0 untuk Norwegia.

Brasil berusaha membalas dengan meningkatkan tekanan di sisa pertandingan.

Namun rapatnya pertahanan Norwegia membuat tim asuhan Carlo Ancelotti kesulitan menciptakan peluang bersih.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Brasil justru kembali kebobolan pada menit ke-90.

Haaland melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut bawah gawang Alisson untuk membawa Norwegia unggul 2-0.

Brasil baru mampu memperkecil ketertinggalan pada masa injury time setelah wasit kembali menunjuk titik putih.

Neymar yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan mengubah skor menjadi 2-1.

Namun gol tersebut tidak cukup menyelamatkan Brasil dari kekalahan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Norwegia mempertahankan keunggulan dan memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Brasil (4-2-3-1): Alisson; Santos, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Danilo; Casemiro, Bruno Guimaraes; Vinicius Junior, Gabriel Martinelli, Rayan; Matheus Cunha.
Pelatih: Carlo Ancelotti.

Norwegia (4-3-3): Orjan Nyland; David Moller Wolfe, Torbjorn Heggem, Kristoffer Ajer, Julian Ryerson; Patrick Berg, Sander Berge, Martin Odegaard; Antonio Nusa, Erling Haaland, Alexander Sorloth.
Pelatih: Stale Solbakken.(*)




Gol Telat Martinelli Selamatkan Brasil, Jepang Gagal Pertahankan Keunggulan di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati duel sengit melawan Jepang.

Sempat tertinggal lebih dulu, Selecao menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menang tipis 2-1 lewat gol dramatis Gabriel Martinelli pada masa injury time.

Kemenangan ini membuat skuad besutan Carlo Ancelotti mengamankan tiket ke fase gugur.

Di babak 16 besar, Brasil akan menghadapi pemenang pertandingan antara Pantai Gading kontra Norwegia.

Sejak peluit awal dibunyikan di Houston Stadium, kedua tim bermain hati-hati.

Brasil mendominasi penguasaan bola, tetapi disiplin lini belakang Jepang membuat Vinicius Junior dan kolega kesulitan menemukan ruang.

Peluang pertama Brasil lahir pada menit ke-14. Bruno Guimaraes dan Matheus Cunha bergantian mengancam gawang Jepang, namun penyelesaian akhir keduanya belum tepat sasaran.

Jepang yang lebih banyak menunggu justru mampu memanfaatkan kelengahan lawan.

Setelah sempat mengancam melalui tandukan Ueda, Samurai Blue membuka keunggulan pada menit ke-29.

Kaishu Sano berhasil memotong aliran bola Brasil sebelum menggiring bola ke depan kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi Alisson.

Gol tersebut membawa Jepang unggul 1-0 sekaligus membuat Brasil berada dalam tekanan.

Selecao berusaha merespons sebelum turun minum. Vinicius Junior sempat menguji refleks kiper Suzuki melalui tendangan jarak jauh, tetapi peluang itu berhasil diamankan.

Hingga babak pertama usai, Jepang tetap mempertahankan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Brasil langsung meningkatkan intensitas serangan tanpa melakukan pergantian pemain. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55.

Berawal dari umpan silang Gabriel Magalhaes, Casemiro memenangkan duel udara dan menyundul bola masuk ke gawang Jepang. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan kembali terbuka.

Gol tersebut membuat tempo laga meningkat. Brasil semakin agresif mengejar kemenangan, sementara Jepang mulai keluar menyerang untuk mencari gol balasan melalui skema serangan balik.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Brasil justru menemukan momen penentunya.

Pada masa injury time, Bruno Guimaraes mengirim umpan terobosan yang berhasil dimanfaatkan Gabriel Martinelli.

Lolos dari jebakan offside, Martinelli dengan tenang melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok gawang Jepang. Gol itu sekaligus memastikan kemenangan 2-1 bagi Brasil.

Jepang masih berusaha mengejar ketertinggalan dalam sisa waktu yang ada. Namun pertahanan Brasil mampu menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil ini memastikan Brasil melangkah ke babak 16 besar dengan penuh drama, sedangkan Jepang harus mengakhiri perjuangannya setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sempat mereka raih pada babak pertama.

Susunan Pemain

Brasil (4-3-3): Alisson; Douglas Santos, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Danilo; Casemiro, Lucas Paqueta, Bruno Guimaraes; Vinicius Junior, Matheus Cunha, Rayan.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Jepang (3-4-3): Suzuki; Ito, Taniguchi, Tomiyasu; Nakamura, Kamada, Kaishu Sano, Doan; Maeda, Ueda, Ito.

Pelatih: Hajime Moriyasu.(*)




Brasil Wajib Waspada! Troussier Sebut Jepang Kini Sudah Setara Tim Elite Dunia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jepang memang tidak diunggulkan saat menghadapi Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Namun, mantan pelatih Samurai Biru, Philippe Troussier, justru melihat peluang besar bagi wakil Asia itu untuk menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen.

Laga Jepang kontra Brasil akan digelar di NRG Stadium, Houston, Selasa 30 Januari 2026 dini hari WIB.

Brasil datang dengan status juara Grup C sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia, sedangkan Jepang melaju ke fase gugur tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Meski banyak prediksi mengunggulkan Selecao, Troussier menilai pertandingan fase gugur selalu membuka peluang bagi tim mana pun untuk membuat kejutan.

“Pada pertandingan seperti ini, segalanya bisa terjadi,” kata Troussier kepada AFP.

Jepang Dinilai Sudah Naik Level

Pelatih asal Prancis yang pernah membawa Jepang tampil di Piala Dunia 2002 itu menilai perkembangan Samurai Biru dalam dua dekade terakhir sangat signifikan.

Menurutnya, skuad racikan Hajime Moriyasu kini memiliki kualitas yang jauh lebih matang dibanding generasi yang pernah ia tangani.

Troussier menilai banyak pemain Jepang kini tampil reguler di kompetisi elite Eropa sehingga pengalaman dan mental bertanding mereka semakin kuat ketika menghadapi negara-negara besar.

“Jepang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan banyak pemain berkualitas. Pendekatan taktik mereka berkembang pesat, ditambah pengalaman para pemain yang berkarier di klub-klub besar Eropa,” ujarnya.

Brasil Diunggulkan, Tetapi Tidak Sempurna

Meski mengakui Brasil tetap menjadi favorit, Troussier menegaskan tim asuhan Carlo Ancelotti bukan tanpa celah.

Ia meyakini Jepang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kelemahan permainan Brasil apabila mampu menjalankan strategi dengan disiplin sepanjang pertandingan.

“Brasil memiliki pemain-pemain luar biasa dan memang lebih diunggulkan. Tetapi mereka tetap mempunyai beberapa kelemahan yang bisa dimanfaatkan Jepang,” tegasnya.

Jepang Punya Modal Kemenangan atas Brasil

Optimisme Troussier bukan tanpa alasan. Jepang pernah mengalahkan Brasil dengan skor 3-2 dalam laga uji coba internasional pada Oktober 2025.

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Samurai Biru mampu bersaing dengan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Kini, mereka berharap dapat mengulang pencapaian serupa demi mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.(*)




Prediksi Susunan Pemain Brasil vs Jepang: Vinicius Junior dan Matheus Cunha Jadi Andalan

SEPUCUKJAMBI.ID – Brasil menghadapi tantangan serius saat berjumpa Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang digelar di NRG Stadium, Houston, Selasa 30 Juni 2026 pukul 00.00 WIB itu diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.

Meski lolos sebagai juara Grup C, langkah Brasil menuju babak 16 besar dipastikan tidak mudah.

Lawan yang dihadapi adalah Jepang, tim yang belum sekalipun menelan kekalahan sepanjang fase grup dan tampil konsisten dengan permainan disiplin serta intensitas tinggi.

Tim besutan Carlo Ancelotti memang menunjukkan kualitas sebagai salah satu kandidat juara. Namun, hingga fase grup berakhir, Selecao belum benar-benar mendapat tekanan besar.

Kondisi itu berbeda dengan duel melawan Jepang yang dikenal memiliki organisasi permainan rapi dan kemampuan melakukan pressing sejak lini depan.

Di bawah mistar gawang, Alisson Becker diperkirakan tetap menjadi pilihan utama.

Kiper Liverpool tersebut belum banyak mendapat ancaman berarti dalam dua laga terakhir, tetapi kali ini diprediksi menghadapi ujian lebih berat menghadapi produktivitas lini depan Samurai Biru.

Lini belakang Brasil kemungkinan masih dipercayakan kepada Danilo, Marquinhos, Gabriel, dan Douglas Santos.

Pengalaman empat pemain tersebut menjadi modal penting untuk membendung agresivitas Jepang yang mengandalkan transisi cepat dan pergerakan tanpa bola.

Marquinhos diperkirakan akan menjadi benteng utama dalam mengawal Ayase Ueda yang tampil tajam sepanjang turnamen.

Sementara Gabriel diharapkan mampu membantu membangun serangan dari lini belakang melalui distribusi bola yang akurat.

Di sektor tengah, Carlo Ancelotti diprediksi kembali memasang duet Bruno Guimaraes dan Casemiro.

Keduanya menjadi penyeimbang permainan Brasil, baik saat menguasai bola maupun ketika harus mematahkan serangan lawan.

Bruno Guimaraes datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencatatkan dua assist pada laga sebelumnya melawan Skotlandia.

Namun, perannya dipastikan lebih berat karena Jepang dikenal sangat disiplin menutup ruang di lini tengah.

Sementara itu, Casemiro membawa catatan impresif. Gelandang berpengalaman tersebut belum tersentuh kekalahan dalam sembilan pertandingan terakhir bersama klub maupun tim nasional, menjadikannya salah satu sosok penting di ruang mesin Selecao.

Di lini serang, Rayan berpeluang kembali mengisi sektor kanan setelah terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang turnamen.

Lucas Paqueta diprediksi tetap dipercaya sebagai gelandang serang meski Neymar telah pulih dari cedera dan siap dimainkan.

Vinicius Junior hampir pasti menjadi tumpuan utama di sisi kiri.

Penyerang Real Madrid itu sedang berada dalam performa terbaik setelah selalu mencetak gol pada setiap pertandingan Brasil di Piala Dunia 2026.

Sementara posisi ujung tombak kemungkinan kembali ditempati Matheus Cunha.

Penyerang Manchester United tersebut sukses membayar kepercayaan Carlo Ancelotti dengan torehan tiga gol dalam dua pertandingan terakhir setelah sempat absen pada laga pembuka.

Secara kualitas individu dan pengalaman, Brasil masih lebih diunggulkan untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Namun, rekor tak terkalahkan Jepang sepanjang turnamen menjadi sinyal bahwa Selecao tidak akan menjalani pertandingan dengan mudah.

Jika mampu mempertahankan disiplin permainan dan memanfaatkan kecepatan serangan balik, Jepang berpeluang memberikan kejutan.

Sebaliknya, Brasil harus tampil lebih efektif dibanding fase grup apabila ingin menjaga asa meraih gelar juara dunia keenam.

Prediksi Starting XI Brasil (4-2-3-1):

Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos; Bruno Guimaraes, Casemiro; Rayan, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.(*)




Brasil Juara Grup C! Skotlandia Tumbang, Vinicius Jr Tampil Memukau

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Skotlandia dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga terakhir Grup C, Kamis 25 Juni 2026 WIB.

Kemenangan di Miami Stadium itu memastikan Selecao melangkah ke babak 32 besar dengan predikat juara grup.

Bintang kemenangan Brasil adalah Vinicius Jr yang mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya disumbangkan Matheus Cunha pada babak kedua.

Tambahan tiga poin membuat Brasil menutup fase grup dengan koleksi tujuh angka. Di sisi lain, Skotlandia gagal memanfaatkan laga penentuan dan harus puas mengakhiri fase grup di posisi ketiga.

Brasil tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan dominasinya.

Baru tujuh menit pertandingan berjalan, tekanan tinggi yang dilakukan Rayan berhasil memaksa lini belakang Skotlandia melakukan kesalahan.

Bola liar yang tercipta langsung dimanfaatkan Vinicius Jr untuk menaklukkan Angus Gunn dan membawa Brasil unggul cepat 1-0.

Gol tersebut membuat permainan tim asuhan Carlo Ancelotti semakin hidup. Brasil mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Skotlandia yang kesulitan keluar dari tekanan.

Vinicius sebenarnya sempat kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-22. Namun gol tersebut dianulir wasit setelah menilai terjadi pelanggaran dalam proses perebutan bola.

Meski demikian, ancaman Brasil tidak berhenti. Skotlandia berusaha merespons melalui serangan balik dan bola-bola langsung ke area pertahanan lawan, tetapi lini belakang Brasil yang dikawal Marquinhos dan Gabriel Magalhaes tampil disiplin.

Saat pertandingan tampak akan memasuki jeda dengan keunggulan tipis, Brasil kembali menghukum lawannya.

Pada masa injury time babak pertama, Vinicius menyambut umpan silang Bruno Guimaraes dan mencetak gol keduanya dalam laga tersebut.

Gol itu membuat Brasil menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman 2-0.

Memasuki babak kedua, Skotlandia mencoba tampil lebih agresif. Scott McTominay sempat menghadirkan ancaman lewat sundulan keras pada menit ke-49, namun Alisson mampu mengamankan bola dengan baik.

Brasil kemudian kembali mengambil alih kendali permainan. Vinicius nyaris mencetak hattrick setelah dua kali memaksa Angus Gunn melakukan penyelamatan penting dalam rentang waktu singkat.

Gol ketiga yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir pada menit ke-60. Bruno Guimaraes menusuk ke dalam kotak penalti sebelum mengirim umpan matang kepada Matheus Cunha.

Penyerang Brasil itu tanpa kesulitan melepaskan tembakan mendatar yang mengubah skor menjadi 3-0.

Tertinggal tiga gol tidak membuat Skotlandia menyerah begitu saja. Tim asuhan Steve Clarke tetap berupaya mencari gol hiburan, tetapi solidnya organisasi permainan Brasil membuat setiap peluang mampu diredam dengan baik.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Brasil.

Hasil ini mengukuhkan Brasil sebagai juara Grup C sekaligus memperpanjang catatan impresif mereka di Piala Dunia 2026.

Dengan performa yang semakin matang dan Vinicius Jr yang sedang berada dalam bentuk terbaiknya, Selecao mengirim pesan serius kepada para pesaing dalam perburuan gelar juara dunia.(*)




Brasil Gilas Haiti 3-0, Selecao Kudeta Puncak Klasemen Grup C Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Haiti dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga kedua Grup C di Philadelphia Stadium, Sabtu 20 Juni 2026 pagi WIB.

Kemenangan ini mengantarkan Selecao ke puncak klasemen sementara Grup C dengan koleksi empat poin, menggeser Maroko ke posisi kedua.

Sebaliknya, hasil tersebut sekaligus memastikan langkah Haiti terhenti di fase grup setelah menelan dua kekalahan beruntun tanpa meraih poin.

Meski menang dengan margin tiga gol, Brasil sejatinya berpeluang mencatat kemenangan lebih besar.

Anak asuh Carlo Ancelotti tampil dominan sepanjang pertandingan dan terus menekan pertahanan Haiti sejak menit awal.

Brasil langsung mengambil alih kendali permainan. Baru dua menit laga berjalan, kombinasi Raphinha dan Casemiro nyaris membuka keunggulan.

Namun, peluang tersebut masih mampu dipatahkan lini belakang Haiti.

Tekanan Selecao semakin intens. Pada menit ke-12, Raphinha sempat menggetarkan gawang Haiti melalui tembakan melengkung yang indah.

Namun gol tersebut dianulir wasit setelah VAR memastikan sang pemain berada dalam posisi offside.

Ketangguhan Haiti dalam bertahan akhirnya runtuh pada menit ke-23.

Vinicius Junior melakukan penetrasi ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi sempurna oleh kiper Johny Placide.

Bola liar kemudian mengenai Matheus Cunha dan bergulir masuk ke gawang.

Gol tersebut membuat Brasil semakin percaya diri mengendalikan pertandingan.

Keunggulan bertambah pada menit ke-36. Serangan balik cepat yang dipimpin Vinicius berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Cunha melalui tembakan keras kaki kiri yang menghujam sudut atas gawang Haiti.

Menjelang turun minum, Brasil kembali menghukum kelengahan lawan.

Kali ini Vinicius Junior mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan panjang akurat dari Lucas Paqueta.

Penyelesaian tenang sang winger membawa Brasil unggul 3-0 saat babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Haiti mencoba tampil lebih berani dengan mengubah pendekatan permainan.

Tim Karibia itu mulai berani keluar menyerang dan sempat menciptakan peluang terbaik pada menit ke-63 melalui sundulan Ricardo Ade.

Namun, Alisson Becker menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia.

Refleks cepatnya berhasil menggagalkan peluang emas tersebut tepat di depan garis gawang.

Brasil tetap mendominasi jalannya laga dan beberapa kali mengancam melalui Gabriel Martinelli, Endrick, hingga Douglas Santos.

Bahkan Endrick sempat mencetak gol, namun kembali dianulir akibat offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Brasil.

Hasil ini menempatkan Brasil dalam posisi ideal untuk mengamankan tiket ke fase gugur pada laga terakhir Grup C.

Sementara Haiti dipastikan tersingkir dan tidak lagi memiliki peluang melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain:

Brasil (4-2-3-1): Alisson Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Haiti (5-4-1): Johny Placide; Carlens Arcus, Ricardo Ade, Jean-Kevin Duverne, Hannes Delcroix, Martin Experience; Ruben Providence, Jean-Ricner Bellegarde, Danley Jean Jacques, Josue Casimir; Frantzdy Pierrot.

Pelatih: Sebastien Migne.(*)




Prediksi Brasil vs Senegal: Ancelotti Kejar Kemenangan Perdana atas Singa Teranga

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil dan Timnas Senegal akan bertemu dalam laga international friendly di Emirates Stadium, London, Sabtu (15/11/2025) pukul 23.00 WIB.

Meski berstatus pertandingan uji coba, duel ini menghadirkan tensi tinggi karena kedua tim sama-sama telah mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 dan tengah fokus mematangkan taktik.

Pertemuan ini juga membawa nuansa balas dendam bagi Brasil.

Pada Juni 2023, Selecao menelan kekalahan 2-4 dari Senegal dalam laga persahabatan di Lisbon.

Hasil tersebut membuat Brasil belum pernah menang dari dua pertemuan kontra sang wakil Afrika.

Pelatih Carlo Ancelotti tentu ingin mengakhiri catatan negatif tersebut dalam laga yang digelar di markas Arsenal.

Performa Brasil di era awal Ancelotti masih menunjukkan ketidakstabilan.

Dari enam pertandingan, mereka meraih tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Selecao memang telah mencetak 11 gol dan mengemas empat clean sheet.

Tetapi inkonsistensi di kualifikasi Piala Dunia termasuk kekalahan 0-1 dari Bolivia pada September menjadi sinyal bahwa pekerjaan Ancelotti belum selesai.

Di sisi lain, Senegal datang dengan performa mengesankan.

Mereka menjadi salah satu negara Afrika terakhir yang lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Mauritania 4-0.

Dengan tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang di kualifikasi, serta hanya kebobolan tiga gol, pasukan Pape Thiaw tiba di London dengan modal soliditas pertahanan dan momentum besar.

Senegal juga sedang menikmati tren positif.

Mereka menyapu bersih empat laga terakhir dengan agregat 14-2 dan menjadikan duel kontra Brasil sebagai persiapan penting menuju Piala Afrika 2025.

Dengan performa tajam dan konsisten, Senegal berpotensi kembali memberikan kejutan untuk tim raksasa Amerika Selatan itu.

Brasil datang tanpa Neymar meski sang bintang sudah pulih dari cedera.

Sejumlah pemain lain seperti Raphinha, Gabriel Martinelli, Savinho, Joelinton, Joao Gomes, hingga Lucas Beraldo juga tidak dipanggil.

Ancelotti bahkan tengah bereksperimen dengan menempatkan Vinicius Junior sebagai penyerang tengah demi memaksimalkan pergerakan sang pemain Real Madrid.

Persaingan lini depan Brasil pun semakin terbuka. Joao Pedro, Richarlison, dan Matheus Cunha masih bersaing memperebutkan posisi striker.

Sementara itu, pemain muda Chelsea berusia 18 tahun, Estevao, yang sudah mencetak tiga gol untuk Selecao, juga menunggu menit bermain.

Di sisi Senegal, Krepin Diatta absen karena cedera, sedangkan Nampalys Mendy, Mamadou Mbow, dan Cheikh Nisse tidak masuk daftar.

Namun, Pape Thiaw memberikan kesempatan kepada beberapa wajah baru seperti Mamadou Sarr dan Ibrahim Mbaye yang berpeluang menjalani debut.

Perkiraan Susunan Pemain

Brasil (4-2-3-1):
Ederson; Wesley, Marquinhos, Gabriel, C. Henrique; Casemiro, Guimaraes; Estevao, Paqueta, Rodrygo; Vinicius Junior
Pelatih: Carlo Ancelotti

Senegal (4-2-3-1):
E. Mendy; A. Mendy, Koulibaly, Niakhate, Diouf; P. Sarr, Gueye; I. Sarr, Ndiaye, Mane; Jackson