Lahan Masih Jadi Kendala, Pemkab Muaro Jambi Siapkan Proyek Air Bersih Rp75 Miliar

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID -Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menargetkan pembangunan sistem penyediaan air bersih melalui pembangunan intake air baku dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) pada tahun 2026.

Proyek strategis ini diperkirakan menelan anggaran lebih dari Rp75 miliar dan diharapkan menjadi solusi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi, Anjar Prabowo, mengatakan bahwa secara perencanaan administratif dan regulasi, proyek tersebut sebenarnya telah dipersiapkan sejak tahun 2025.

“Secara administrasi dan regulasi sebenarnya sudah siap sejak tahun lalu,” ujar Anjar Prabowo, Senin (26/1/2026).

Namun demikian, Anjar mengakui masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan sebelum pembangunan dapat direalisasikan, terutama terkait pembebasan lahan di lokasi rencana proyek.

Meski begitu, ia menilai posisi proyek saat ini cukup kuat untuk diajukan kepada pemerintah pusat.

Oleh karena itu, Dinas PUPR Muaro Jambi akan melakukan langkah proaktif dengan menjalin komunikasi intensif dan pendekatan langsung ke Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS).

“Untuk intake air baku, kami berharap dapat dukungan dari BWSS. Secara konsep dan kebutuhan, story-nya sudah cukup bagus, tinggal kita dorong agar bisa segera terealisasi,” jelasnya.

Sementara untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), Anjar menegaskan bahwa kewenangan berada di bawah Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, bukan BWSS.

Karena itu, pihaknya juga akan langsung menyampaikan proposal ke kementerian terkait.

“IPA ini bukan kewenangan BWSS, melainkan Cipta Karya. Jadi kami juga akan langsung ke kementerian, jemput bola,” tegas Anjar.

Dalam waktu dekat, Anjar memastikan akan memimpin langsung presentasi proposal teknis yang telah disusun oleh Dinas PUPR Muaro Jambi.

Presentasi tersebut direncanakan dilakukan ke BWSS dengan pendampingan Ulil Amri, anggota DPRD Muaro Jambi dari daerah pemilihan setempat.

“Kami akan memaparkan seluruh kriteria teknis dan perencanaan yang sudah disiapkan. Harapannya, ini menjadi pintu masuk percepatan pembangunan intake dan IPA di Muaro Jambi,” tandasnya.(*)




Rapat Penanggulangan Banjir Kota Jambi, Walikota Maulana Peroleh Informasi Penyebab Banjir dari BWSS VI Jambi, Ini Masalahnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Dr dr H Maulana MKM, didampingi Wakil Walikota Jambi, Diz Hazrah Aljosha SE MA, memimpin rapat percepatan penanganan dan penanggulangan banjir di wilayah Kota Jambi, Selasa 4 Maret 2024.

Rapat yang dihadiri oleh sejumlah instansi terkait, seperti BWSS VI Jambi, Dinas PUPR Kota Jambi, Bappeda, Perkim, DLH, Bagian Pemerintahan, dan lainnya, bertujuan untuk mencari solusi atas persoalan banjir yang sering terjadi di wilayah ini.

Rapat dimulai dengan pemaparan dari kepala BWSS VI Jambi, David Partonggo Oloan Marpaung mengenai kondisi pengairan di Kota Jambi.

Dalam pemaparan tersebut, terungkap bahwa beberapa titik rawan banjir di Kota Jambi disebabkan oleh masalah pengelolaan sungai yang tidak optimal.

baca juga: Wali Kota Jambi Maulana Instruksikan Camat dan Lurah Tangani Banjir

Baca juga: Pemerintah Hadir, Wawako Diza Cek Banjir dan Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bagi Warga Terdampak

Sebagai contoh, kondisi sungai yang seharusnya semakin lebar dari hulu ke hilir malah justru semakin menyempit di Kota Jambi.

Selain itu, terdapat penyumbatan di Sungai Asam, Kambang, dan Tembuku yang menjadi penyebab banjir di beberapa kawasan.

Menurutnya, penyempitan sungai dan adanya penyumbatan tersebut menghambat aliran air, sehingga menyebabkan banjir di musim hujan.

Sementara itu Wali Kota Jambi, Maulana menyebutkan dan berharap ada dana yang digelontorkan pemerintah pusat untuk penanganan banjir di Kota Jambi.

“Kondisi ini memerlukan perhatian serius. Kami berharap ada dukungan dana dari pusat melalui BWSS VI untuk mempercepat penanganan banjir di Kota Jambi,” ujar Maulana dalam rapat tersebut.

Selain itu, rapat juga membahas kendala pembebasan lahan yang sering menghambat upaya normalisasi sungai.

Maulana mengharapkan agar masalah ini dapat segera diselesaikan, sehingga upaya penanggulangan banjir dapat berjalan lancar.

Dengan adanya rapat ini, diharapkan koordinasi antar instansi terkait dapat lebih baik dalam menangani masalah banjir yang sering melanda Kota Jambi.

Pihak-pihak terkait berkomitmen untuk bersama-sama mencari solusi yang efektif agar banjir di Kota Jambi dapat diminimalisir di masa depan.(*)