Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi Salurkan Pembayaran Ganti kerugian Rp 3,62 Miliar dan Pelepasan Hak Melalui Rekening BRI

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID– Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI resmi menyerahkan uang ganti kerugian (UGK) sekaligus melakukan pelepasan hak atas tanah untuk mendukung pembangunan Bendung Batang Asai ,Senin 21 September 2026

Dalam proses tersebut, sebanyak 46 pemilik lahan yang terdampak pembangunan Bendung Batang Asai menerima kompensasi dengan total nilai mencapai Rp3,62 miliar.

Relationship Manager Dana Perwakilan BRI Cabang Sarolangun, Hendrik Julius, mengatakan pihaknya hadir untuk memastikan proses penyaluran dana kompensasi berjalan dengan baik.

Seluruh dana ganti kerugian disalurkan langsung ke rekening masing-masing warga penerima hak.

“Sebanyak 46 pemilik lahan terdampak menerima total kompensasi sebesar Rp3,62 miliar,” ujar Hendrik.

Penyaluran melalui rekening penerima dilakukan untuk menjaga transparansi sekaligus memastikan dana kompensasi diterima langsung oleh masyarakat yang berhak.

Setelah proses pembayaran uang ganti kerugian selesai, para pemilik lahan selanjutnya menandatangani Berita Acara Pelepasan Hak Objek Pengadaan Tanah.

Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari tahapan pengadaan tanah untuk pembangunan Bendung Batang Asai.

Dengan dilaksanakannya pelepasan hak, status kepemilikan atas lahan yang telah diberikan ganti kerugian secara resmi beralih menjadi milik negara.

Selanjutnya, lahan tersebut dapat digunakan untuk mendukung kelanjutan pembangunan Bendung Batang Asai sebagai bagian dari proyek infrastruktur nasional.

Proses pembayaran dan pelepasan hak ini menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan pengadaan tanah bagi pembangunan infrastruktur berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memberikan hak kompensasi kepada masyarakat yang lahannya terdampak pembangunan.(*)




Layani 106 Ribu Warga, Intake Aurduri Diperkuat Turap untuk Cegah Abrasi Sungai Batanghari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya menjaga pasokan air bersih bagi puluhan ribu pelanggan terus dilakukan Perumda Tirta Mayang Kota Jambi.

Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah pembangunan turap di kawasan Intake Aurduri yang menjadi titik vital penyadapan air baku dari Sungai Batanghari.

Pembangunan tersebut ditinjau langsung oleh Perumda Tirta Mayang bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI dalam kunjungan lapangan yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pekerjaan pembangunan turap yang dirancang guna melindungi kawasan intake dari ancaman abrasi dan longsor akibat pengikisan tebing Sungai Batanghari.

Jadi Sumber Air Baku untuk 106 Ribu Warga

Direktur Teknik Perumda Tirta Mayang, Eri Suganda, mengatakan Intake Aurduri merupakan salah satu infrastruktur paling penting dalam sistem penyediaan air minum Kota Jambi.

Fasilitas tersebut menyuplai air baku ke sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA), yakni IPA Aurduri 2, IPA Aurduri 3, IPA Aurduri 4, serta IPA Perumnas Aurduri.

Secara keseluruhan, layanan dari fasilitas tersebut menjangkau sekitar 26.500 sambungan rumah atau setara lebih dari 106 ribu jiwa di Kota Jambi.

“Karena memiliki peran yang sangat vital, perlindungan terhadap kawasan intake harus menjadi prioritas agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan,” ujarnya.

Abrasi Sungai Jadi Ancaman Serius

Menurut Eri, pembangunan turap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi tebing sungai yang mengalami pengikisan akibat arus Sungai Batanghari.

Jika tidak ditangani, abrasi berpotensi mengancam keamanan fasilitas penyadapan air baku yang menjadi tulang punggung distribusi air bersih bagi masyarakat.

Turap yang dibangun nantinya berfungsi memperkuat struktur tebing, mencegah longsor, serta menjaga keberlangsungan operasional intake dalam jangka panjang.

Pelaksanaan proyek strategis tersebut juga mendapat pendampingan dari Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Tinggi Jambi.

Pendampingan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai aturan, transparan, dan memenuhi prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Selain Perumda Tirta Mayang dan BWSS VI, pembangunan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, Komisi V DPR RI, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi, DPRD Provinsi Jambi hingga DPRD Kota Jambi.

Menjaga Air Bersih untuk Masa Depan

Eri menegaskan bahwa menjaga Intake Aurduri bukan hanya soal melindungi aset infrastruktur, tetapi juga menjaga keberlangsungan layanan dasar masyarakat.

Menurutnya, keberadaan intake tersebut memiliki peran strategis dalam memastikan kebutuhan air bersih warga Kota Jambi tetap terpenuhi setiap hari.

“Menjaga Intake Aurduri berarti menjaga keberlangsungan pelayanan air minum bagi masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang telah membantu sehingga pembangunan ini dapat berjalan dengan baik demi pelayanan yang aman dan berkelanjutan,” katanya.

Dengan pembangunan turap tersebut, Perumda Tirta Mayang berharap sistem penyediaan air baku di Kota Jambi semakin terlindungi dari ancaman kerusakan lingkungan sekaligus mampu menjaga kualitas layanan bagi pelanggan dalam jangka panjang.(*)