Dari Rp35 Juta ke Rp700 Juta, Kisah Sukses Desa Durian Rambun Merangin Jadi Sorotan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Prestasi membanggakan ditorehkan Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin.

Desa ini sukses mengelola dana ketahanan pangan secara efisien hingga menghasilkan nilai ekonomi yang berlipat ganda.

Dengan anggaran hanya Rp35 juta, Desa Durian Rambun mampu memanen padi ladang dengan nilai mencapai Rp700 juta. Capaian ini pun menuai apresiasi dari Bupati Merangin, M. Syukur.

Menurut Bupati, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana desa yang kreatif dan tepat sasaran mampu memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Ini contoh konkret bagaimana dana desa bisa diputar menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa,” ujarnya di hadapan para kepala desa dan anggota BPD se-Kabupaten Merangin.

Tak hanya itu, keberhasilan Desa Durian Rambun juga membawa dampak lebih luas.

Desa ini menjadi satu-satunya di Merangin yang mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat untuk menerima bantuan dalam program pelestarian hutan.

Bupati M. Syukur bahkan berencana membawa pencapaian ini ke tingkat nasional dengan melaporkannya kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia agar mendapat penghargaan resmi.

Ia berharap prestasi tersebut bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Merangin dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran desa.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah kreativitas. Dana desa jangan hanya dihabiskan, tapi harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menilai potensi Desa Durian Rambun akan semakin besar jika dikolaborasikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menjadi fokus pemerintah.

Dengan keberhasilan ini, Desa Durian Rambun dinilai layak menjadi model pengembangan ketahanan pangan berbasis desa yang berkelanjutan dan mandiri.(*)




Fantastis! Bupati Sebut Program MBG di Merangin Gerakkan Ekonomi Hingga Rp57 Miliar

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M. Syukur, mengungkapkan potensi besar program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penggerak ekonomi daerah.

Ia menyebut, perputaran uang dari program tersebut di Kabupaten Merangin diperkirakan mencapai Rp57 miliar setiap bulan.

Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan buka puasa bersama ratusan kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta organisasi kepemudaan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (17/03).

Menurut Bupati, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi peluang besar dalam mendorong ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat desa.

Ia menjelaskan, setiap satu titik pelaksanaan MBG memiliki nilai anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan.

Dengan total 57 titik di Merangin, maka potensi perputaran uang mencapai Rp57 miliar.

Menariknya, sekitar 63 persen dari anggaran tersebut akan langsung dibelanjakan kepada masyarakat melalui pembelian bahan pangan.

“Sebagian besar dana itu masuk langsung ke masyarakat, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Untuk memaksimalkan dampak ekonomi lokal, Bupati menegaskan bahwa seluruh kebutuhan bahan pangan harus dipenuhi dari dalam daerah.

Mulai dari telur, daging, ikan, sayur hingga buah-buahan diharapkan berasal dari produksi masyarakat Merangin.

Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, sehingga warga setempat benar-benar menjadi pelaku utama dalam program ini.

Bupati mendorong desa-desa untuk mengembangkan sektor peternakan dan pertanian sebagai sumber suplai utama kebutuhan MBG.

Dengan begitu, perputaran ekonomi akan terjadi secara merata hingga ke pelosok desa.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Merangin saat ini juga memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama sebagai pengelola distribusi dan penyedia bahan pangan.

“Ini bukan hanya program sosial, tapi peluang usaha yang besar. Kita ingin BUMDes Bersama menjadi motor penggerak ekonomi desa,” tegasnya.

Dengan konsep tersebut, program MBG diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)