Aksi Sosial dan Religi Istri Bupati Merangin, Pererat Silaturahmi Anak Ponpes dan Panti Asuhan

BANGKO, SEPUCUKJAMBi.ID – Memanfaatkan momentum hari Jumat penuh berkah, Lavita Syukur, istri Bupati Merangin M. Syukur, mengadakan aksi religi dan sosial dengan menyambangi pondok pesantren dan panti asuhan untuk menyalurkan santunan serta paket takjil, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan secara sinergis bersama empat organisasi wanita besar yang dipimpinnya, yakni PKK, BKMT, Bunda PAUD, dan Dekranasda, bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus meringankan beban anak-anak di lembaga pendidikan dan sosial.

Rombongan pertama mengunjungi Pondok Pesantren El Kaffah di Desa Sungai Ulak. Para pengasuh dan santri menyambut kehadiran rombongan dengan hangat.

Selanjutnya, kunjungan dilanjutkan ke Panti Asuhan ‘Aisyiyah Muhammadiyah di Desa Mentawak. Di kedua lokasi, Lavita Syukur menyerahkan paket takjil untuk berbuka puasa serta santunan uang tunai, amanah langsung dari Bupati Merangin M. Syukur.

“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kami dan pemerintah daerah terhadap anak-anak di ponpes dan panti asuhan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Lavita Syukur di sela-sela kegiatan.

Turut mendampingi dalam rombongan, Ketua GOW Merangin Hj. Emi Minarsih dan Ketua DWP Merangin Sri Rizki, yang menegaskan soliditas organisasi wanita dalam mendukung program sosial kemasyarakatan di Merangin.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas Bupati, dihadiri jajaran anggota BKMT, PKK, Dekranasda, dan Bunda PAUD sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pengurus organisasi selama ini.(*)




Manasik Zakat PAUD di Kota Jambi, Cara Unik Tanamkan Empati Sejak Usia Dini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya membentuk generasi berkarakter terus digencarkan di Kota Jambi. Salah satu langkah inovatif dilakukan melalui kegiatan manasik zakat bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial sejak masa golden age anak.

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi awal agar anak-anak memahami makna berbagi dan pentingnya zakat dalam kehidupan bermasyarakat. Sejak dini, mereka dikenalkan bahwa dalam setiap rezeki yang dimiliki, terdapat hak orang lain yang membutuhkan.

Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, menegaskan bahwa pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan penguatan akademik.

Menurutnya, manasik zakat bukan sekadar pengenalan ibadah, melainkan proses membangun empati dan tanggung jawab sosial.

“Zakat memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Anak-anak perlu dikenalkan bahwa berbagi adalah bagian dari akhlak mulia,” ujarnya.

Ia menambahkan, usia dini merupakan fase emas pembentukan karakter. Nilai empati yang ditanamkan sejak kecil diyakini akan membentuk kesalehan sosial di masa depan.

Tak hanya itu, peran orang tua dan guru juga dinilai sangat krusial. Keteladanan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci agar nilai berbagi tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar dipraktikkan.

Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan (pilot project) yang terus dikembangkan di seluruh wilayah Kota Jambi.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan dapat diadopsi sebagai bagian dari penguatan kurikulum pendidikan karakter secara lebih luas.

Dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan, manasik zakat di tingkat PAUD ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara sosial dan spiritual.(*)