Wajib PAUD 1 Tahun Sebelum SD, Ketua TP PKK Kota Jambi Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Terlewat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program wajib Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) satu tahun sebelum masuk Sekolah Dasar menjadi sorotan utama dalam pelantikan pengurus TP PKK, Bunda PAUD, dan TP Posyandu se-Kota Jambi yang dipimpin Ketua TP PKK Kota Jambi, Nadiyah Maulana, di Aula PKK Kota Jambi, Selasa (3/3/2026).

Dalam arahannya, Nadiyah menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anak usia 5–6 tahun di Kota Jambi yang tidak mengikuti PAUD sebelum masuk SD.

Ia menyebut, pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kesiapan belajar, serta tumbuh kembang anak.

“Program wajib PAUD satu tahun sebelum SD harus benar-benar kita kawal. Tidak boleh ada anak yang melewatkannya,” tegasnya.

Menurutnya, masih terdapat pandangan di tengah masyarakat yang menganggap PAUD bukan kebutuhan utama.

Karena itu, ia meminta Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para orang tua.

“Selama ini masih ada anggapan PAUD tidak terlalu penting. Di sinilah peran kita memberikan pemahaman bahwa PAUD adalah investasi masa depan anak,” ujarnya.

Selain menekankan wajib PAUD, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan dan serah terima jabatan TP PKK Kecamatan Alam Barajo dan Telanaipura, serta pengukuhan TP Posyandu se-Kota Jambi.

Dalam kesempatan itu, Nadiyah juga mendorong sinergi lintas sektor untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak, termasuk melalui pendataan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita agar program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dapat tepat sasaran.

Ia berharap para pengurus yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dan memahami tugas masing-masing, khususnya dalam mendukung program pendidikan dan pemberdayaan keluarga.

“PAUD adalah pondasi. Jika pondasi kuat, maka kualitas generasi Kota Jambi ke depan juga akan semakin baik,” tutupnya.(*)




Ketua TP PKK Kota Jambi Lantik Pengurus Baru, Fokus Dukung Program MBG dan Penurunan Stunting

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua TP PKK Kota Jambi, Nadiyah Maulana, resmi melantik dan memimpin serah terima jabatan pengurus TP PKK Kecamatan Alam Barajo dan Telanaipura. Prosesi berlangsung di Aula PKK Kota Jambi, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan serta pengukuhan Bunda PAUD dan TP Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Jambi.

Hadir dalam acara itu Kepala Dinas DPMPPA Kota Jambi Noverintiwi Dewanti, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sugiyono, serta para camat.

Dalam arahannya, Nadiyah menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan dinamika yang wajar dalam pemerintahan, terutama ketika pejabat memasuki masa purna tugas.

Ia meminta seluruh pengurus yang baru dilantik segera beradaptasi dan memahami peran strategis masing-masing.

Menurutnya, salah satu agenda prioritas yang harus segera dijalankan adalah mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat. Ia menilai peran TP Posyandu sangat krusial dalam memastikan program tersebut tepat sasaran.

“Segera lakukan pendataan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah masing-masing agar manfaat Program MBG benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Selain mendukung MBG, TP PKK juga diminta terus memperkuat pemberdayaan keluarga sebagai fondasi terwujudnya keluarga sehat dan sejahtera.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian penting dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Jambi.

Kepada para Bunda PAUD yang baru dikukuhkan, Nadiyah menekankan pentingnya pelaksanaan program wajib PAUD satu tahun sebelum masuk Sekolah Dasar, khususnya bagi anak usia 5–6 tahun.

Ia menyoroti masih adanya pandangan di masyarakat yang menganggap PAUD tidak terlalu penting.

“Tidak boleh ada anak yang melewatkan PAUD. Edukasi kepada masyarakat harus terus kita lakukan agar kesadaran akan pentingnya pendidikan usia dini semakin meningkat,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Nadiyah menyampaikan apresiasi kepada para pengurus sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi selama masa bakti mereka.

Ia berharap kepengurusan yang baru mampu melanjutkan program kerja dengan semangat kolaborasi demi kemajuan Kota Jambi.(*)




Main HP Maksimal Satu Jam! Ini Pesan Tegas Bunda PAUD Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Fenomena anak usia dini yang semakin bergantung pada gawai menjadi perhatian serius Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG.

Ia mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak bermain gadget terlalu lama karena dapat berdampak pada kesehatan mata, perkembangan otak, hingga kemampuan bersosialisasi.

Imbauan tersebut disampaikan Nadiyah saat membuka Lomba Egrang Batok Tingkat PAUD se-Kota Jambi Tahun 2026 yang digelar di kawasan wisata Kampoeng Radja, Sabtu pagi (17/01/2026).

“Anak-anak boleh bermain gadget, tetapi harus dibatasi. Idealnya tidak lebih dari satu jam. Jika berlebihan, bisa berdampak pada kesehatan mata dan menghambat perkembangan otak serta interaksi sosial anak,” tegas Nadiyah di hadapan orang tua dan pendamping peserta.

Menurutnya, kebiasaan bermain gadget tanpa kontrol berpotensi menurunkan aktivitas fisik anak, memicu ketergantungan, serta mengurangi kemampuan motorik dan emosional yang seharusnya berkembang optimal di usia dini.

Sebagai alternatif, Bunda PAUD Kota Jambi mendorong orang tua untuk kembali mengenalkan permainan tradisional yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat nilai edukatif.

Salah satunya melalui lomba egrang batok yang melibatkan ratusan anak PAUD dari berbagai kecamatan di Kota Jambi.

“Permainan tradisional seperti egrang batok mampu melatih keseimbangan, keberanian, koordinasi gerak, dan rasa percaya diri anak. Ini juga mengajarkan anak bersabar, mengikuti aturan, dan bersosialisasi dengan teman sebaya,” ujarnya.

Lomba egrang batok tersebut diikuti oleh perwakilan PAUD dari Kecamatan Kota Baru, Pelayangan, Danau Teluk, dan Pasar.

Anak-anak tampak antusias mengikuti perlombaan yang memperebutkan Piala Bunda PAUD Kota Jambi, didampingi oleh guru dan orang tua masing-masing.

Nadiyah juga mengingatkan para orang tua agar tidak menjadikan perlombaan sebagai ajang ambisi pribadi.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini harus tetap berorientasi pada kegembiraan anak.

“Jangan sampai orang tua justru lebih kompetitif dari anaknya. Biarkan anak berekspresi dengan senang. Target utama kita bukan menang, tapi pengalaman yang menyenangkan dan membentuk karakter positif,” pesannya.

Lebih lanjut, Bunda PAUD Kota Jambi menyebut bahwa permainan tradisional dapat menstimulasi berbagai kecerdasan anak, mulai dari kinestetik, spasial, hingga interpersonal, sekaligus memperkuat nilai budaya lokal.

Dalam kesempatan itu, Nadiyah juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Kota Jambi, khususnya melalui pengembangan PAUD negeri.

“Saat ini Kota Jambi telah memiliki lima PAUD negeri dari sebelas kecamatan. Masih ada enam kecamatan lagi yang akan kita dorong agar memiliki PAUD negeri sebagai bagian dari legacy jangka panjang pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, menyatakan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan prinsip pembelajaran PAUD, yakni belajar melalui bermain.

“Anak-anak saat ini adalah generasi alfa yang tumbuh di era digital. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan permainan tradisional, mereka berisiko mengalami ketergantungan gadget. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk perkembangan holistik anak,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya keseimbangan antara teknologi dan aktivitas fisik, sekaligus membentuk generasi anak yang sehat, ceria, berkarakter, dan berbudaya.(*)




Lomba Egrang Batok PAUD Kota Jambi, Solusi Sehat Kurangi Ketergantungan Gadget

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya menghadirkan ruang bermain edukatif bagi anak usia dini terus diperkuat Pemerintah Kota Jambi.

Melalui peran aktif Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, lomba permainan tradisional Egrang Batok tingkat PAUD se-Kota Jambi resmi digelar sebagai sarana stimulasi motorik sekaligus pembentukan karakter anak sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Kampoeng Radja, Sabtu pagi (17/01/2026), tersebut diikuti ratusan anak PAUD dari berbagai kecamatan, seperti Kota Baru, Pelayangan, Danau Teluk, dan Pasar.

Dengan penuh antusias, para peserta didampingi guru serta orang tua untuk memperebutkan Piala Bunda PAUD Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Nadiyah menyampaikan bahwa lomba egrang batok bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan media pembelajaran yang menyenangkan dan sarat nilai edukatif.

“Permainan tradisional seperti egrang batok memberi manfaat besar bagi anak-anak. Mereka belajar keseimbangan, keberanian, sportivitas, serta kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya,” ujar Nadiyah.

Menurutnya, pendekatan belajar melalui bermain sangat penting diterapkan pada pendidikan anak usia dini agar proses tumbuh kembang berlangsung optimal tanpa tekanan.

Ia juga mengingatkan orang tua dan pendamping agar tidak terlalu menuntut hasil.

“Biarkan anak-anak bermain dengan gembira. Jangan ada target berlebihan. Yang terpenting adalah pengalaman positif dan memori bahagia yang akan mereka bawa sampai dewasa,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kota Jambi turut menyoroti tantangan era digital, khususnya meningkatnya ketergantungan anak terhadap gawai.

Ia mengajak orang tua untuk lebih bijak dalam mengatur waktu penggunaan gadget.

“Bermain gadget boleh, tapi harus dibatasi. Idealnya tidak lebih dari satu jam. Permainan tradisional bisa menjadi alternatif sehat untuk menyeimbangkan perkembangan fisik dan mental anak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa permainan egrang batok mampu menstimulasi berbagai kecerdasan anak, mulai dari kinestetik, spasial, hingga interpersonal, sekaligus menanamkan nilai kesabaran, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan.

Lebih lanjut, Nadiyah juga menyampaikan komitmennya dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Kota Jambi, khususnya melalui pengembangan PAUD negeri.

“Saat ini sudah ada lima PAUD negeri dari sebelas kecamatan. Masih ada enam kecamatan yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Harapannya, ke depan setiap kecamatan memiliki minimal satu PAUD negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, menilai lomba egrang batok sangat sejalan dengan prinsip dasar PAUD, yakni belajar sambil bermain.

“Anak-anak sekarang adalah generasi alfa. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial, mereka rentan mengalami ketergantungan gadget. Kegiatan seperti ini mendukung perkembangan holistik anak,” katanya.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Bunda PAUD Kota Jambi yang dinilainya konsisten mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, baik dari sisi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dalam rangka melestarikan permainan tradisional, menanamkan nilai karakter, serta mendukung terwujudnya generasi anak Kota Jambi yang sehat, ceria, berakhlak, dan berprestasi sejak usia dini.(*)