Hesti Haris Tinjau MPLS PAUD CBC Jambi, Tekankan Deteksi Dini Anak Disleksia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bunda PAUD Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, S.E., menekankan pentingnya deteksi dini dan pendampingan yang tepat bagi anak dengan disleksia saat menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di PAUD Percontohan Binaan TP PKK Provinsi Jambi, Capacity Building Centre (CBC) Mawaddah Warrahmah, Selasa 21 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Hesti Haris didampingi Ketua Pokja PAUD Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman beserta jajaran pengurus TP PKK Provinsi Jambi.

Sejak pukul 07.00 WIB, mereka menyambut anak-anak peserta didik baru yang sedang menjalani hari keenam MPLS dengan penuh kehangatan melalui sapaan, senyuman, serta pemberian stiker penyemangat.

Turut hadir mendampingi, Kepala PAUD/TK CBC Jambi Titin Sri Utami, M.Pd.

Usai kegiatan, Hesti Haris mengapresiasi dedikasi para tenaga pendidik di CBC Mawaddah Warrahmah yang dinilai konsisten memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak usia dini.

Menurutnya, pelaksanaan MPLS di lembaga tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan sekolah, tetapi dirancang sebagai proses pembentukan karakter dan pembiasaan perilaku positif sejak hari pertama anak memasuki lingkungan belajar.

“Di CBC Mawaddah Warrahmah, MPLS tidak hanya menjadi kegiatan selama dua minggu, tetapi dirancang sebagai proses pembiasaan yang berkelanjutan agar anak mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Kami juga mengharapkan dukungan penuh dari orang tua dalam proses tersebut,” ujar Hesti Haris.

Soroti Pentingnya Pendampingan Anak Disleksia

Dalam kesempatan itu, Hesti Haris memberikan perhatian khusus terhadap layanan pendidikan inklusif yang diberikan CBC Mawaddah Warrahmah, terutama bagi anak-anak penyandang disleksia.

Ia menjelaskan, disleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan membaca, menulis, dan mengeja, namun tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan seseorang.

Menurut Hesti Haris, masih banyak orang tua yang belum memahami karakteristik anak dengan disleksia sehingga sering kali salah menilai kemampuan anak.

“Anak-anak dengan disleksia membutuhkan pendampingan yang benar dan tepat. Banyak orang tua belum memahami kondisi ini sehingga menganggap anaknya lambat belajar, padahal mereka memiliki tingkat kecerdasan yang baik dan hanya membutuhkan metode pembelajaran yang sesuai,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa tenaga pendidik di CBC Mawaddah Warrahmah memiliki kompetensi khusus dalam mendampingi anak dengan disleksia dan telah meraih prestasi di tingkat nasional.

Ajak Orang Tua Konsultasi dan Edukasi Disleksia

Hesti Haris berharap pemahaman masyarakat mengenai disleksia terus ditingkatkan agar semakin banyak orang tua mampu mendeteksi kondisi anak sejak dini.

Menurutnya, orang tua tidak harus menjadi peserta didik di CBC untuk mendapatkan informasi maupun berkonsultasi mengenai penanganan disleksia.

Ia juga mengungkapkan rencana menggandeng Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam kegiatan edukasi disleksia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan anak berkebutuhan khusus.

“Penanganan yang tepat sangat penting agar anak tidak menerima stigma negatif. Anak dengan disleksia bukan berarti tidak pintar, justru banyak di antara mereka memiliki potensi yang luar biasa jika mendapatkan pendampingan yang sesuai,” tegasnya.

Parenting Jadi Bagian dari MPLS

Sementara itu, Ketua Pokja PAUD Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman mengatakan pelaksanaan MPLS di CBC Mawaddah Warrahmah juga diisi dengan kegiatan parenting yang bekerja sama dengan BKKBN.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pola asuh yang tepat bagi anak usia dini.

“Melalui kegiatan parenting, kami berharap para orang tua memperoleh tambahan wawasan mengenai pola pengasuhan yang baik sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujarnya.

MPLS Jadi Awal Pembentukan Karakter

Kepala PAUD/TK CBC Jambi Titin Sri Utami, M.Pd., menjelaskan bahwa MPLS di CBC Mawaddah Warrahmah dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal membangun karakter peserta didik.

Selain pembiasaan perilaku positif, pihak sekolah juga melakukan assessment awal terhadap setiap anak untuk mengetahui kebutuhan belajar, termasuk mendeteksi anak berkebutuhan khusus sehingga dapat diberikan metode pembelajaran yang sesuai.

Melalui pendekatan tersebut, CBC Mawaddah Warrahmah berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang inklusif, ramah anak, dan mampu mengakomodasi kebutuhan belajar setiap peserta didik.(*)




Bunda PAUD Nadiyah Ajak Orang Tua Cegah Stunting Lewat Program Gentala

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya Pemerintah Kota Jambi dalam mempercepat penurunan angka stunting sekaligus menyiapkan Generasi Emas 2045 kembali diperkuat melalui peluncuran program Gerakan Edukasi, Nutrisi, Tumbuh Kembang, dan Literasi Anak (Gentala) Kota Jambi Bahagia.

Program tersebut resmi diluncurkan oleh Bunda PAUD Kota Jambi, dr. Nadiyah, Sp.OG, di Taman Kongkow Kota Jambi, Kamis 4 Juni 2026, dengan melibatkan berbagai unsur pendidikan anak usia dini.

Peluncuran ini mengusung tema “Bersama Gentala Kota Jambi Bahagia Mewujudkan Anak Jambi yang Cerdas, Sehat, Literasi, Berkarakter, dan Bebas Stunting” sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih berkualitas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dinas Kesehatan Kota Jambi, Dinas Pendidikan, HIMPAUDI, IGTKI, para Bunda PAUD, guru PAUD, serta orang tua dan anak-anak PAUD dari berbagai wilayah di Kota Jambi.

Bunda PAUD Kota Jambi, Nadiyah, menegaskan bahwa program Gentala bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan kolaboratif lintas sektor untuk memperkuat kualitas tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak bisa dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga orang tua.

“Program ini adalah hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pokja Bunda PAUD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga perangkat daerah lainnya. Semua bergerak bersama untuk memastikan anak-anak Kota Jambi tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ujar Nadiyah.

Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama Gentala adalah penguatan literasi anak melalui pendekatan yang menyenangkan seperti mendongeng dan storytelling, yang dapat meningkatkan kemampuan bahasa sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Selain literasi, aspek gizi juga menjadi perhatian utama dalam program ini.

Nadiyah mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi anak, terutama protein hewani yang mudah didapat dan bernilai gizi tinggi seperti ikan.

“Saya mengajak orang tua untuk lebih memperhatikan asupan gizi anak. Ikan merupakan sumber protein hewani yang mudah dijangkau dan sangat baik untuk tumbuh kembang anak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penurunan angka stunting di Kota Jambi menjadi target penting dalam mendukung visi besar Generasi Emas 2045.

Dengan anak-anak yang sehat dan cerdas, diharapkan mereka dapat tumbuh tanpa hambatan kesehatan maupun perkembangan.

Selain peluncuran program, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan tumbuh kembang anak, cek kesehatan orang tua, penguatan literasi PAUD, parenting pencegahan stunting, serta kegiatan mendongeng dan story telling yang melibatkan anak-anak secara langsung.

Melalui program Gentala Kota Jambi Bahagia, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat memperkuat fondasi pendidikan dan kesehatan anak sejak dini sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa.(*)




Ingat Ya! Bunda PAUD Kota Jambi Ingatkan Pentingnya Metode Belajar yang Menyenangkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua PAUD Kota Jambi, dr Nadiyah Maulana, menegaskan pentingnya metode pembelajaran yang menyenangkan dalam pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, anak-anak PAUD tidak boleh dibebani sistem pembelajaran yang terlalu kaku dan menekan.

Pernyataan ini disampaikan dr Nadia saat menghadiri kegiatan peningkatan mutu layanan PAUD, Senin (13/10/2025).

Ia mengingatkan bahwa semangat anak-anak dalam belajar sangat bergantung pada pendekatan yang digunakan oleh para pendidik dan lembaga PAUD.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Buka Workshop PAUD dan Dorong Digitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini

Baca juga:  Bunda PAUD Kota Jambi: STEM Harus Diajarkan dengan Cara Menyenangkan Sejak Usia Dini

“Kalau anak-anak PAUD sudah tidak semangat lagi, nanti pejuang-pejuang swasta yang menjalankan PAUD juga akan menurun. Ini yang harus kita jaga,” ujar dr Nadiyah.

Ia juga menyinggung bahwa, sering kali orang tua merasa stres karena anaknya tertekan dengan sistem belajar yang terlalu berat di usia dini.

Padahal, lanjutnya, pendidikan PAUD seharusnya menjadi fase pengenalan belajar yang menyenangkan, bukan beban.

“Banyak orang tua bilang, anaknya bisa baca di PAUD tapi caranya menyenangkan. Tapi saat ikut bimbel atau sistem drill, pulang-pulang anaknya kusut dan menangis. Itu yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

Baca juga:  Ratusan Siswa PAUD dan SD Ikuti Lomba Mewarnai, LAM Gelar Kegiatan Spesial Peringati Hari Anak 2025

Baca juga:  Nadiyah Maulana : PKK dan Bunda PAUD Ujung Tombak Ciptakan Generasi Tangguh

dr Nadiyah mengajak seluruh penyelenggara PAUD, khususnya swasta, untuk bersama-sama mencari cara inovatif agar proses belajar tetap berkualitas namun tidak menghilangkan unsur keceriaan anak-anak.

“Ini tantangan bagi kita semua, terutama para ibu dan penyelenggara PAUD. Kita harus terus berupaya agar anak tetap belajar dengan senang. Pemerintah belum bisa hadir 100 persen, jadi kita sebagai pejuang PAUD swasta harus terus semangat,” tutupnya.

Pernyataan ini menjadi pengingat penting bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar mengejar capaian akademik.

Namun bagaimana anak dapat tumbuh dengan karakter, kebahagiaan, dan semangat belajar yang positif sejak dini.(*)




Wali Kota Jambi Buka Workshop PAUD dan Dorong Digitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr Maulana, secara resmi membuka Workshop Peningkatan Mutu Layanan PAUD di Era Digital dan Menyongsong Wajib Belajar 13 Tahun yang digelar di Aula Griya Mayang, Kota Jambi, pada Senin (13/10).

Kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta dari yayasan pendidikan dan sekolah mitra PAUD se-Kota Jambi.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Ketua DPC PP PAUD, serta Bunda PAUD Kota Jambi.

Dalam sambutannya, dr Maulana menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan anak usia dini, tanpa melupakan nilai karakter dan interaksi sosial.

Baca juga:  Wali Kota Maulana Tinjau Rencana Pembangunan Kolam Retensi dan Wisata Air Griya Lingga Permai

Baca juga:  Pelangsir BBM Bersubsidi Bisa Langsung Ditindak, Ini Warning Walikota Jambi!

“Digitalisasi harus menjadi sarana pembelajaran positif, tapi jangan sampai menghilangkan proses bermain, berinteraksi, dan membentuk karakter anak,” ujar Maulana.

Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, juga mendorong seluruh guru PAUD, khususnya dari lembaga swasta, untuk terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari perlindungan sosial tenaga pendidik.

Selain itu, Pemkot menargetkan peningkatan status lembaga PAUD di seluruh kecamatan menjadi PAUD Negeri. Saat ini baru lima dari sebelas kecamatan yang sudah memiliki PAUD Negeri.

“Kami terus dorong agar setiap kecamatan memiliki minimal satu PAUD Negeri untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini,” kata Maulana.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Bunda PAUD Kota Jambi atas pemberian beasiswa pendidikan kepada 20 guru PAUD yang belum bergelar sarjana, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Jaelani, dalam sambutannya menambahkan bahwa, pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama pembentukan karakter dan mental generasi muda.

Ia menekankan perlunya kerja sama, antara pemerintah, yayasan, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam menyukseskan program PAUD dan Wajib Belajar 13 Tahun.

Ketua DPC PP PAUD Kota Jambi juga menyoroti pentingnya menyatukan visi dan misi dalam penguatan pendidikan karakter sejak dini.

Menurutnya, masa usia dini adalah masa emas yang tidak dapat terulang, sehingga penanaman nilai-nilai sejak awal sangat menentukan masa depan anak.(*)