Disperindag Kota Jambi Pastikan Stok Bahan Pokok Aman di Tengah Ancaman Kemarau, Warga Diminta Tak Panic Buying

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi memastikan ketersediaan bahan pokok masih dalam kondisi aman meski musim kemarau mulai melanda dan diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Masyarakat pun diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena stok pangan dinilai masih mencukupi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, Nella Ervina, mengatakan pemantauan terhadap stok dan harga kebutuhan pokok terus dilakukan secara rutin di pasar tradisional maupun distributor.

Hasil pemantauan menunjukkan distribusi bahan pangan masih berjalan normal dan belum ditemukan indikasi kelangkaan komoditas strategis.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok di pasar. Hasilnya, stok masih mencukupi dan harga relatif stabil. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan kebutuhan pokok masih aman,” ujar Nella.

Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah memperkuat koordinasi dengan daerah-daerah pemasok bahan pangan ke Kota Jambi agar distribusi tetap lancar meski produksi pertanian berpotensi terdampak musim kemarau.

Selain itu, Disperindag juga terus berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan cadangan pangan pemerintah tetap tersedia apabila sewaktu-waktu diperlukan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.

“Koordinasi dengan Bulog dan daerah penyangga terus kami lakukan. Dari hasil pemantauan, cadangan pangan masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok,” katanya.

Harga Cabai dan Bahan Pokok Masih Stabil

Dari sisi harga, Disperindag mencatat sebagian besar komoditas kebutuhan pokok masih berada pada level normal.

Bahkan komoditas yang selama ini dikenal fluktuatif, seperti cabai, masih relatif stabil karena pasokan dari petani lokal maupun daerah pemasok tetap tersedia.

Meski demikian, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga di pasar untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan akibat perubahan cuaca atau gangguan distribusi.

“Kalaupun nanti ada kenaikan pada komoditas tertentu, kami akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi tetap lancar sehingga kenaikan harga tidak berlangsung lama,” jelas Nella.

Warga Diimbau Belanja Sesuai Kebutuhan

Di tengah musim kemarau, Disperindag juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli bahan pokok secara berlebihan.

Menurut Nella, perilaku panic buying justru berpotensi mengganggu keseimbangan pasokan dan memicu kenaikan harga di pasar.

“Belanja sesuai kebutuhan merupakan langkah terbaik. Pemerintah memastikan stok pangan tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan,” tegasnya.

Pemkot Jambi optimistis ketersediaan pangan dan stabilitas harga tetap terjaga selama musim kemarau melalui pengawasan pasar yang berkelanjutan serta koordinasi dengan Bulog, distributor, dan daerah pemasok kebutuhan pokok.(*)




Harga dan Stok Bahan Pokok Aman di Sarolangun, Minyak Goreng Alami Keterlambatan Distribusi

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Polres Sarolangun bersama Pemerintah Daerah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar sembako untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Sidak ini menegaskan komitmen aparat kepolisian dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan masyarakat selama momen akhir tahun.

Tujuan sidak ini adalah untuk memantau stok dan harga kebutuhan pokok, serta memastikan tidak ada penimbunan, permainan harga, atau gangguan distribusi menjelang momentum Nataru 2025/2026.

Hasil pengecekan Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., bersama Bupati Sarolangun H. Hurmin, SE, Jumat (19/12/2025) menunjukkan, harga bahan pokok relatif stabil dan stok mencukupi.

Untuk beras premium, harga berkisar Rp15.500 per kilogram, beras medium Rp13.500–Rp14.500 per kilogram.

Komoditas minyak goreng mengalami keterlambatan distribusi khususnya jenis Minyakita, dengan harga mencapai Rp18.000 per kilogram, lebih tinggi dari HET Rp15.000.

Sementara minyak goreng kemasan premium dijual Rp20.000 dan minyak curah Rp17.000 per kilogram.

Komoditas lain, seperti gula pasir, tetap stabil di kisaran Rp17.000–Rp18.000 per kilogram.

Secara umum, tidak ditemukan lonjakan harga signifikan atau kelangkaan di pasar.

Kapolres Sarolangun menegaskan bahwa, sidak ini merupakan langkah preventif untuk menjaga kestabilan harga dan kamtibmas

 “Kami akan terus mengawasi agar tidak terjadi penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat,” ujar AKBP Wendi.

Polres Sarolangun juga berkoordinasi dengan Bulog dan instansi terkait, memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar sehingga masyarakat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan kondusif.(*)




Sekda Kota Jambi Serahkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak untuk 24 Ribu Keluarga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng “Minyak Kita” kepada masyarakat yang berhak menerima.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi, A. Ridwan, di Kantor Lurah Selamat, Kecamatan Danau Sipin, Rabu (5/11/2025).

Program ini merupakan bagian dari penyaluran bantuan pangan nasional dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum Bulog.

Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, untuk jatah dua bulan, yakni November dan Desember 2025.

“Kalau dinilai dalam bentuk uang, nilainya hampir mencapai Rp300 ribu per keluarga. Mudah-mudahan bisa membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Sekda Ridwan.

Di Kota Jambi, bantuan ini menyasar 24.595 KPM, dengan total distribusi mencapai 491 ton beras dan 98.380 liter minyak goreng.

Secara keseluruhan, untuk Provinsi Jambi, bantuan yang disalurkan mencapai 3.500 ton beras dan 706 ribu liter minyak goreng, dengan total 157 ribu penerima manfaat.

Penyaluran bantuan di Kota Jambi telah dimulai sejak Kamis pekan lalu di Kecamatan Jambi Selatan dan ditargetkan rampung pada Jumat, 7 November 2025.

Ridwan mengingatkan seluruh camat dan lurah agar memastikan bantuan diterima tepat sasaran.

Ia menekankan pentingnya pendataan akurat untuk menjaga transparansi dan efektivitas program.

“Bantuan ini tidak hanya membantu kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga berperan menekan inflasi di daerah. Terlebih, cuaca yang tidak menentu membuat sebagian petani gagal panen,” tuturnya.

Pemerintah Kota Jambi berharap, program ini dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat menjelang akhir tahun.(*)




Panen Raya Jagung di Merangin, Wabup Khafid Moein Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita Prabowo-Gibran

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID Wakil Bupati Merangin H A Khafid Moein bersama Kapolres Merangin AKBP Rony Syahendra, melakukan panen raya jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Rabu (26/2/2025).

Panen tersebut berlangsung di lahan milik warga yang dikelola oleh Kelompok Tani Pasundan di Desa Tambang Emas, Kecamatan Pemenang Selatan.

Panen raya ini menandai keberhasilan awal dari program pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan melalui sektor pertanian.

Pemkab Merangin sepenuhnya mendukung program ketahanan pangan ini, baik dari pihak Polri, TNI, maupun petani setempat. Jika tahun ini lima hektar yang siap panen, tahun depan kami akan tingkatkan menjadi 10 hektar,” ujar Wabup Khafid Moein.

Baca juga: Wabup Merangin Buka Festival Memantai Adat, Lebih dari 60 Kerbau Dipotong Massal

Baca juga: Wabup Merangin Ungkap Inflasi Terkendali, IPH Merangin Turun Jauh dari Minggu Sebelumnya

Wabup Khafid Moein mengucapkan terima kasih kepada warga, yang telah memberikan izin untuk menanami lahannya dengan jagung.

Sementara itu, Kapolres Merangin, AKBP Rony Syahendra menjelaskan bahwa, lahan yang siap panen di Kabupaten Merangin saat ini mencapai sekitar lima hektar, dengan potensi panen lebih banyak lagi dalam waktu dekat.

Mengenai harga jagung yang dipanen, Kapolres Rony Syahendra menambahkan, bahwa harga jual akan mengacu pada ketentuan Bulog, yaitu Rp 5.500 per kilogram.

“Kami akan terus mendukung kelompok-kelompok tani, terutama yang menanam jagung, untuk terus meningkatkan kualitas dan hasil panennya,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kualitas dan hasil panen jagung, Kapolres menjelaskan bahwa, pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Merangin melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), aparat desa, dan Babinsa.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan jagung dengan kualitas terbaik serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

Hadir dalam acara tersebut, Plt Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Merangin Zainal Abidin, Kadis Nakbun Hendri, Kadis Perindag Merangin Dadang, Kabag Ekonomi Setda Merangin Daryanto, serta sejumlah pejabat lainnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Merangin, sekaligus mendukung visi besar pemerintah untuk mencapai swasembada pangan di Indonesia.(*)