Anjungan Merangin Jadi Pusat Keramaian Eks Arena MTQ Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anjungan Merangin menjadi titik teramai dan teraktif dibandingkan anjungan kabupaten/kota lain di Eks Arena MTQ Provinsi Jambi saat dikunjungi Gubernur Jambi H. Al Haris dan Ketua TP PKK Hj. Hesnidar Haris, Selasa sore (6/1/2026).

Kunjungan gubernur ke seluruh anjungan kabupaten/kota tersebut merupakan rangkaian launching program Jambi Elok Nian, seiring peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi.

Selain gubernur dan Ketua TP PKK, rombongan yang hadir juga termasuk Wakil Gubernur H. Abdullah Sani beserta istri, Sekda Provinsi Jambi H. Sudirman dan istri, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jambi.

Bupati Merangin H. M. Syukur bersama Ketua TP PKK Hj. Lavita Syukur menyambut tamu di Anjungan Merangin dengan melibatkan puluhan emak-emak.

Mereka berjajar di pintu masuk sambil melantunkan lagu “Pangkalan Jambu”, menciptakan suasana meriah dan hangat.

Sekda Merangin Zulhifni dan istri bahkan terlihat ikut bergoyang sambil menyanyikan lagu khas dari Kecamatan Pangkalan Jambu, menambah kesan kebahagiaan dalam penyambutan.

“Menurut pantauan Pak Gubernur, Anjungan Merangin paling ramai dan aktif dengan berbagai kegiatan untuk memeriahkan Jambi Elok Nian HUT ke-69 Provinsi Jambi,” ujar Bupati Merangin, yang dibenarkan Hj. Lavita Syukur.

Keramaian Anjungan Merangin juga dimeriahkan oleh partisipasi para kepala OPD Pemkab Merangin, yang menampilkan beragam program, produk UMKM, serta capaian pembangunan setahun terakhir.

Bupati Merangin menambahkan bahwa Gubernur menilai Anjungan Merangin layak mendapat bantuan untuk dikembangkan lebih menarik.

Terutama dengan penambahan miniatur destinasi wisata alam Merangin di halaman anjungan.

Semua anjungan di Eks Arena MTQ nantinya akan dihibahkan Pemprov Jambi ke masing-masing kabupaten/kota untuk pengelolaan lebih lanjut.(*)




Gelombang Aksi Jilid 2 Menguat, Tutup Helen’s Play Mart Jadi Harga Mati

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat perjuangan masyarakat adat kembali berkobar.

Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu (ALAT JITU) menggelar konsolidasi gelombang kedua aksi penutupan Helen’s Play Mart (HPM) di Masjid Agung Al Falah, Jambi.

Kordinator lapangan menegaskan, keberanian masyarakat adat menjadi penentu identitas mereka sebagai pejuang adat sejati.

Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat Jambi bahwa adat dan budaya lokal tidak boleh diinjak demi kepentingan ekonomi semata.

Nilai historis dan marwah adat wajib dijaga, baik oleh lembaga adat maupun masyarakat adat itu sendiri.

“Kibarkan panji-panji adat, undang masyarakat untuk bersatu, karena kunci negeri ini damai dan makmur tergantung penguatan adat,” tegas Ketua PRAJA RMJ Kota Jambi, Rd Syah Iran Syam, pada 2 Januari 2026.

ALAT JITU menegaskan perjuangannya tidak hanya sebatas penutupan HPM.

Dengan hadirnya barisan masyarakat adat Melayu Jambi Bersatu, generasi muda diharapkan semakin mencintai adat dan budaya Melayu Jambi.

Rd Syah Iran menambahkan, perjuangan menutup HPM yang berada di tanah pusaka historis adat Jambi memerlukan semangat besar.

“Tuntutan tutup HPM adalah harga mati. Sebagai masyarakat adat di Jambi, kita wajib menguji nyali sebagai pejuang adat yang kita hormati,” jelasnya.

Langkah kongkrit juga telah disiapkan ALAT JITU untuk menindak elemen yang mengaku membela adat tapi tidak menunjukkan bukti nyata.

Gelombang dukungan untuk menjaga marwah adat di tanah pusaka ini terus meningkat.

Tujuannya, agar tempat hiburan HPM yang mengandung aktivitas tidak sesuai nilai adat dapat ditutup permanen.

“Respon elemen ini kami tunggu. Jika tetap diabaikan, masyarakat adat akan bergerak sesuai hukum adat,” pungkas Rd Syah Iran Syam.(*)




Kampung Adat Dorong Bahagia Berbudaya, Wali Kota Jambi Beri Penghargaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka mewujudkan dan menyukseskan program prioritas Bahagia Berbudaya yang menjadi bagian dari visi besar Kota Jambi Bahagia, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menyerahkan penghargaan kepada sejumlah kelurahan di Kota Jambi.

Penghargaan tersebut diberikan pada Malam Penganugerahan Lomba Kampung Adat Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi Tahun 2025 yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat malam (26/12/2025).

Penganugerahan Kampung Adat ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, yang sebelumnya telah melalui tahapan penilaian lomba di tingkat kelurahan dari 10 kecamatan se-Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa lomba Kampung Adat harus terus didorong karena tidak hanya menumbuhkan nilai adat dan budaya di tengah masyarakat, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya.

“Kegiatan ini harus terus kita dorong. Ke depan, kampung adat dapat menjadi sumber perputaran ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang akan menjadi salah satu sumber utama pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Jambi untuk membangun Diorama sejarah Jambi berbasis digital tiga dimensi di kawasan eks Pasar Talang Banjar.

Proyek tersebut akan melibatkan LAM Kota Jambi sebagai bagian penting dalam pelestarian sejarah dan budaya daerah.

“Ini akan membangkitkan semangat masa lalu. Lembaga Adat tentu akan dilibatkan, dan yang kita bangun ke depan harus berdampak pada peningkatan PAD,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota Jambi turut mengapresiasi kinerja kepengurusan LAM Kota Jambi yang dinilai mengalami perkembangan signifikan dalam memperkuat nilai adat di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, LAM Kota Jambi terus mengalami kemajuan dari tingkat paling bawah, sehingga nilai-nilai adat semakin hidup dan berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LAM Kota Jambi Datuk Aswan Hidayat Usman menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jambi atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap setiap kegiatan LAM dalam pengembangan adat dan budaya di Tanah Pilih Pusako Batuah.

Menurutnya, lomba Kampung Adat menjadi langkah awal untuk mewujudkan visi Bahagia Berbudaya dan tidak sekadar bersifat seremonial.

“Lomba ini juga diharapkan dapat membantu tugas Pemkot Jambi dan Forkopimda, terutama dalam mencegah kenakalan remaja melalui penguatan nilai adat,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui lomba Kampung Adat ini diharapkan muncul kader-kader adat serta menjadikan kampung adat sebagai embrio destinasi budaya, sejalan dengan visi Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa.

“Seluruh kelurahan yang mewakili 11 kecamatan memiliki keunggulan luar biasa. Kami berkomitmen agar seluruh kelurahan di Kota Jambi memiliki sanggar Kampung Adat. Saat ini baru tersedia 25 sanggar,” singkatnya.

Berdasarkan Keputusan Dewan Juri Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pemenang Lomba Kampung Adat Tingkat Kota Jambi Tahun 2025, ditetapkan para pemenang sebagai berikut:

  1. Juara pertama dengan nilai 2.460 diraih Kelurahan Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan.
  2. Juara kedua dengan nilai 2.320 diraih Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura.
  3. Juara ketiga dengan nilai 2.255 diraih Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kotabaru.
  4. Harapan pertama diraih Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah dengan nilai 2.120.
  5. Harapan kedua diraih Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung dengan nilai 1.925.
  6. Harapan ketiga diraih Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan dengan nilai 1.805.

Pada malam penganugerahan tersebut, juga diberikan penghargaan kepada tokoh yang berjasa terhadap LAM Kota Jambi, yakni Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kepala DPMPPA Kota Jambi Noverentiwi Dewanti, serta pengusaha Muhammad Sandi.

Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Jambi, perwakilan LAM Provinsi Jambi, perangkat daerah, camat dan lurah, Forum Ketua RT se-Kota Jambi, serta mitra kerja LAM Kota Jambi.(*)




Helen’s Play Mart Dinilai Rusak Moral, Ormas Jambi Tuntut Penutupan Permanen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Rencana pembukaan kembali Helen’s Play Mart di kawasan WTC Batanghari, Kota Jambi, menuai gelombang penolakan dari berbagai elemen masyarakat.

Lima organisasi masyarakat (ormas) bersama Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi secara tegas menyatakan penolakan keras terhadap operasional tempat hiburan malam tersebut.

Dalam pernyataan sikap resmi yang dibacakan di kantor LAM Kota Jambi pada Kamis (24/4/2025), perwakilan Laskar Pemuda Seberang, Hafiz Alathas, menyebutkan bahwa Helen’s Play Mart dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai budaya Islam dan Melayu yang dijunjung tinggi di Jambi.

Tempat hiburan ini juga dituding menjual minuman keras dan dinilai berpotensi merusak moral generasi muda.

Lokasi Helen’s Play Mart yang berada dekat Rumah Dinas Gubernur Jambi serta kawasan religius Kota Seberang, menjadi sorotan tajam karena dianggap tidak pantas dan melanggar kearifan lokal.

Isi Pernyataan Sikap Penolakan Helen’s Play Mart:

  1. Menuntut pemerintah provinsi dan kota Jambi untuk tidak mengeluarkan atau mencabut izin usaha Helen’s Play Mart.

  2. Mendesak konsistensi Pemerintah Kota Jambi menjalankan hasil audiensi DPRD, untuk tidak memberikan rekomendasi operasional.

  3. Menyatakan komitmen untuk terus melakukan pengawasan dan penolakan terhadap pembukaan Helen’s.

  4. Mengecam pemberian izin yang dinilai mengedepankan kepentingan bisnis di atas kepentingan masyarakat dan moral generasi muda.

  5. Menuntut penutupan permanen Helen’s Play Mart, tanpa negosiasi lebih lanjut dengan pihak manajemen.

Ketua FPI Provinsi Jambi, Nagib Ali al Jufri, menegaskan bahwa pihaknya secara konsisten menolak keberadaan tempat tersebut.

Dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) bersama Komisi I DPRD Kota Jambi dan OPD terkait sebelumnya, sudah direkomendasikan agar Helen’s ditutup secara permanen.

“Kalau tempat ini dibuka lagi, itu bentuk pengkhianatan terhadap hasil RDP dan juga melanggar Perda serta adat Melayu Jambi,” ujar Nagib.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak melakukan komunikasi di luar forum resmi yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Pemerintah diminta segera menyatakan secara tegas bahwa Helen’s tidak akan diizinkan beroperasi kembali, baik dengan nama lama maupun nama baru.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas Pemerintah Kota dan Provinsi Jambi untuk menjawab tuntutan yang terus menggema.(*)