Bahagia Berbudaya, Strategi Pemkot Jambi Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat pelestarian budaya dan sejarah daerah melalui program unggulan Wali Kota Jambi Bahagia Berbudaya.

Program ini menjadi komitmen Pemkot Jambi dalam menjaga aset budaya sekaligus mendorong budaya lokal sebagai daya tarik pariwisata dan penggerak ekonomi kreatif.

Program Bahagia Berbudaya diarahkan untuk melindungi potensi budaya dan sejarah daerah, sekaligus membuka ruang bagi tumbuh dan berkembangnya budaya Nusantara hingga budaya dunia di Kota Jambi.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat identitas kota sekaligus meningkatkan kunjungan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariyani Yanti, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 berbagai kegiatan budaya telah dilaksanakan untuk mendukung program tersebut.

Kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga melibatkan komunitas budaya serta pelaku ekonomi kreatif.

“Sepanjang 2025, kami telah melaksanakan sejumlah kegiatan, bahkan ada yang non-budgetering dengan melibatkan komunitas. Ini menjadi stimulan agar komunitas budaya dan ekonomi kreatif ikut bergerak dan merasa memiliki,” ujar Mariyani.

Memasuki tahun 2026, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi menyiapkan agenda budaya yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Berbagai event budaya direncanakan digelar hampir setiap bulan dan dikolaborasikan dengan destinasi budaya di Kota Jambi.

“Ke depan, setiap bulan akan ada event. Agenda terdekat adalah kegiatan Haul, kemudian disusul berbagai event budaya lain yang dikemas dengan konsep kolaborasi destinasi budaya dan pariwisata,” jelasnya.

Menurut Mariyani, program Bahagia Berbudaya tidak hanya bertujuan melestarikan warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Budaya tidak hanya dipahami sebagai tradisi, melainkan sebagai potensi ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Ia mengakui, tantangan utama saat ini adalah masih rendahnya kesadaran dan antusiasme sebagian masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal.

Karena itu, pemerintah berperan sebagai pendorong dan fasilitator agar budaya semakin dikenal dan dicintai.

“Masih banyak masyarakat yang belum menyadari potensi budaya yang kita miliki. Tugas kami mendorong, memfasilitasi, dan membuka ruang agar budaya itu hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Melalui program Wali Kota Jambi Bahagia Berbudaya, Pemkot Jambi berharap budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga menjadi identitas kota serta magnet wisata yang berkelanjutan.

Sebelumnya, dalam rangka pengembangan adat dan budaya di Tanah Pilih Pusako Betuah, Pemkot Jambi juga akan mengoptimalkan kawasan tematik berbasis Melayu Kuno di Kampung Batik, Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk.

Hal tersebut ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Selasa (20/01/2026) di Ruang Rapat Wali Kota Jambi.

FGD dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, dan diikuti jajaran terkait di lingkungan Pemkot Jambi, Baznas Kota Jambi, ketua RT, serta tokoh masyarakat dan agama.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pengembangan Kampung Batik akan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal serta diintegrasikan dengan pengembangan kawasan Danau Teluk secara tradisional.

“Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi kunci. Jika masyarakat tidak dilibatkan dan tidak merasakan manfaat langsung, maka program ini tidak akan berjalan optimal,” tegasnya. (*)




Wali Kota Jambi Dorong Anjungan Budaya Jadi Destinasi Wisata dan Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, aktif mengikuti serangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69.

Agenda yang diikuti meliputi rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Jambi, launching Jambi Elok Nian, Parade Budaya Kabupaten/Kota, pembukaan Pameran Jambi Mantap Expo, peninjauan Anjungan Kabupaten/Kota, hingga Malam Keagungan Melayu 2026 dengan tema “Kalavibhaga: Sang Kala Jejak Melayu Jambi”.

Salah satu fokus Wali Kota Maulana adalah kunjungan ke Anjungan Budaya Kota Jambi, yang berada di Komplek Taman Mini Melayu Jambi (eks Arena MTQ Provinsi Jambi).

Anjungan ini berperan sebagai pusat edukasi dan rekreasi budaya, yang memperkenalkan kearifan lokal dan rumah adat Jambi, namun kini fungsinya mulai redup.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Maulana menginisiasi rencana menghidupkan kembali Anjungan Budaya Kota Jambi dengan memaksimalkan potensi wisata dan ruang publik.

“Bapak Gubernur menyampaikan bahwa aset ini, baik tanah maupun bangunan, akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah masing-masing. Oleh karena itu, kami akan membentuk tim untuk optimalisasi anjungan ini agar dapat difungsikan untuk berbagai kegiatan,” ujar Maulana usai menghadiri rangkaian kegiatan.

Wali Kota Jambi menekankan, anjungan ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan multi fungsi, mulai dari pelatihan adat dan budaya, pengembangan UMKM, hingga kafe dan pusat kuliner.

Lokasinya yang strategis, dikelilingi kawasan wisata keluarga dan sebagai salah satu pintu masuk Provinsi Jambi, menjadi nilai tambah yang besar.

“Tadi Ibu Jaksa Agung dan Ibu Gubernur sempat menikmati kuliner dari UMKM kita di sini dan merasa nyaman. Sayang jika sesuatu yang memiliki potensi ini tidak dimanfaatkan,” tambahnya.

Inisiasi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk kembali mengaktifkan seluruh Anjungan Kabupaten/Kota sebagai etalase promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif masing-masing daerah.

Harapannya, Anjungan Budaya Kota Jambi menjadi pusat kegiatan budaya sekaligus daya tarik wisata yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.(*)




Lukah Gilo dan Tonel Resmi Jadi WBTB Nasional, Muaro Jambi Tuai Pengakuan

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang kebudayaan.

Pada ajang Malam Keagungan Melayu 2026 bertajuk “Kalavibhaga: Sang Kala Jejak Melayu Jambi dan Gerakan Jambi Berpantun”, Muaro Jambi berhasil menerima dua Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Jambi yang digelar di Taman Mini Budaya Kota Jambi, Senin (6/1/2026).

Penyerahan sertifikat ini menjadi simbol pengakuan negara atas kekayaan budaya lokal yang masih lestari dan hidup di tengah masyarakat.

Dua karya budaya asal Muaro Jambi yang resmi ditetapkan sebagai WBTB nasional yakni Lukah Gilo dari Desa Baru dan Tonel dari Desa Tebat Patah.

Kedua warisan budaya tersebut dinilai memiliki nilai sejarah yang kuat, mengandung kearifan lokal, serta mencerminkan identitas budaya masyarakat Melayu Jambi yang diwariskan secara turun-temurun.

Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal di tengah tantangan zaman.

“Pengakuan ini menegaskan nilai kearifan masyarakat Muaro Jambi yang kaya akan tradisi seni dan tata adat yang sarat makna. Ini adalah hasil kerja bersama antara masyarakat adat, pelaku seni, dan pemerintah daerah,” ujar Junaidi.

Selain penetapan WBTB, pada kesempatan tersebut pemerintah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah maestro dan pelaku seni budaya yang dinilai memiliki peran besar dalam menjaga dan menghidupkan kembali kesenian daerah yang sempat terancam punah.

Junaidi juga menyampaikan apresiasi kepada para pegiat budaya dan pemangku adat yang selama ini konsisten menjadi garda terdepan pelestarian budaya.

Ia berharap pengakuan ini dapat menjadi motivasi untuk memperkuat regenerasi dan pengembangan seni budaya lokal.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pemangku adat yang menjadi benteng pelestarian budaya. Ke depan, peran ini harus terus diperkuat agar budaya daerah tidak hanya terjaga, tetapi juga berkembang dan dikenal lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menekankan pentingnya menjaga keaslian budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi.

Menurutnya, budaya merupakan identitas sekaligus kekuatan suatu daerah.

“Budaya lokal Jambi sangat kaya dan beragam. Kita patut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku seni dan budaya yang tetap konsisten menjaga keaslian tradisi. Ini menunjukkan bahwa budaya Jambi kuat dan mampu bertahan menghadapi perubahan zaman,” ujar Al Haris.

Dengan penetapan dua WBTB nasional ini, Muaro Jambi diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya Melayu bernilai tinggi di tingkat nasional.

Sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan warisan leluhur.(*)




Anjungan Merangin Jadi Pusat Keramaian Eks Arena MTQ Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anjungan Merangin menjadi titik teramai dan teraktif dibandingkan anjungan kabupaten/kota lain di Eks Arena MTQ Provinsi Jambi saat dikunjungi Gubernur Jambi H. Al Haris dan Ketua TP PKK Hj. Hesnidar Haris, Selasa sore (6/1/2026).

Kunjungan gubernur ke seluruh anjungan kabupaten/kota tersebut merupakan rangkaian launching program Jambi Elok Nian, seiring peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi.

Selain gubernur dan Ketua TP PKK, rombongan yang hadir juga termasuk Wakil Gubernur H. Abdullah Sani beserta istri, Sekda Provinsi Jambi H. Sudirman dan istri, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jambi.

Bupati Merangin H. M. Syukur bersama Ketua TP PKK Hj. Lavita Syukur menyambut tamu di Anjungan Merangin dengan melibatkan puluhan emak-emak.

Mereka berjajar di pintu masuk sambil melantunkan lagu “Pangkalan Jambu”, menciptakan suasana meriah dan hangat.

Sekda Merangin Zulhifni dan istri bahkan terlihat ikut bergoyang sambil menyanyikan lagu khas dari Kecamatan Pangkalan Jambu, menambah kesan kebahagiaan dalam penyambutan.

“Menurut pantauan Pak Gubernur, Anjungan Merangin paling ramai dan aktif dengan berbagai kegiatan untuk memeriahkan Jambi Elok Nian HUT ke-69 Provinsi Jambi,” ujar Bupati Merangin, yang dibenarkan Hj. Lavita Syukur.

Keramaian Anjungan Merangin juga dimeriahkan oleh partisipasi para kepala OPD Pemkab Merangin, yang menampilkan beragam program, produk UMKM, serta capaian pembangunan setahun terakhir.

Bupati Merangin menambahkan bahwa Gubernur menilai Anjungan Merangin layak mendapat bantuan untuk dikembangkan lebih menarik.

Terutama dengan penambahan miniatur destinasi wisata alam Merangin di halaman anjungan.

Semua anjungan di Eks Arena MTQ nantinya akan dihibahkan Pemprov Jambi ke masing-masing kabupaten/kota untuk pengelolaan lebih lanjut.(*)




Gelombang Aksi Jilid 2 Menguat, Tutup Helen’s Play Mart Jadi Harga Mati

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat perjuangan masyarakat adat kembali berkobar.

Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu (ALAT JITU) menggelar konsolidasi gelombang kedua aksi penutupan Helen’s Play Mart (HPM) di Masjid Agung Al Falah, Jambi.

Kordinator lapangan menegaskan, keberanian masyarakat adat menjadi penentu identitas mereka sebagai pejuang adat sejati.

Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat Jambi bahwa adat dan budaya lokal tidak boleh diinjak demi kepentingan ekonomi semata.

Nilai historis dan marwah adat wajib dijaga, baik oleh lembaga adat maupun masyarakat adat itu sendiri.

“Kibarkan panji-panji adat, undang masyarakat untuk bersatu, karena kunci negeri ini damai dan makmur tergantung penguatan adat,” tegas Ketua PRAJA RMJ Kota Jambi, Rd Syah Iran Syam, pada 2 Januari 2026.

ALAT JITU menegaskan perjuangannya tidak hanya sebatas penutupan HPM.

Dengan hadirnya barisan masyarakat adat Melayu Jambi Bersatu, generasi muda diharapkan semakin mencintai adat dan budaya Melayu Jambi.

Rd Syah Iran menambahkan, perjuangan menutup HPM yang berada di tanah pusaka historis adat Jambi memerlukan semangat besar.

“Tuntutan tutup HPM adalah harga mati. Sebagai masyarakat adat di Jambi, kita wajib menguji nyali sebagai pejuang adat yang kita hormati,” jelasnya.

Langkah kongkrit juga telah disiapkan ALAT JITU untuk menindak elemen yang mengaku membela adat tapi tidak menunjukkan bukti nyata.

Gelombang dukungan untuk menjaga marwah adat di tanah pusaka ini terus meningkat.

Tujuannya, agar tempat hiburan HPM yang mengandung aktivitas tidak sesuai nilai adat dapat ditutup permanen.

“Respon elemen ini kami tunggu. Jika tetap diabaikan, masyarakat adat akan bergerak sesuai hukum adat,” pungkas Rd Syah Iran Syam.(*)




Kampung Adat Dorong Bahagia Berbudaya, Wali Kota Jambi Beri Penghargaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka mewujudkan dan menyukseskan program prioritas Bahagia Berbudaya yang menjadi bagian dari visi besar Kota Jambi Bahagia, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menyerahkan penghargaan kepada sejumlah kelurahan di Kota Jambi.

Penghargaan tersebut diberikan pada Malam Penganugerahan Lomba Kampung Adat Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi Tahun 2025 yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat malam (26/12/2025).

Penganugerahan Kampung Adat ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, yang sebelumnya telah melalui tahapan penilaian lomba di tingkat kelurahan dari 10 kecamatan se-Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa lomba Kampung Adat harus terus didorong karena tidak hanya menumbuhkan nilai adat dan budaya di tengah masyarakat, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya.

“Kegiatan ini harus terus kita dorong. Ke depan, kampung adat dapat menjadi sumber perputaran ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang akan menjadi salah satu sumber utama pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Jambi untuk membangun Diorama sejarah Jambi berbasis digital tiga dimensi di kawasan eks Pasar Talang Banjar.

Proyek tersebut akan melibatkan LAM Kota Jambi sebagai bagian penting dalam pelestarian sejarah dan budaya daerah.

“Ini akan membangkitkan semangat masa lalu. Lembaga Adat tentu akan dilibatkan, dan yang kita bangun ke depan harus berdampak pada peningkatan PAD,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota Jambi turut mengapresiasi kinerja kepengurusan LAM Kota Jambi yang dinilai mengalami perkembangan signifikan dalam memperkuat nilai adat di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, LAM Kota Jambi terus mengalami kemajuan dari tingkat paling bawah, sehingga nilai-nilai adat semakin hidup dan berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LAM Kota Jambi Datuk Aswan Hidayat Usman menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jambi atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap setiap kegiatan LAM dalam pengembangan adat dan budaya di Tanah Pilih Pusako Batuah.

Menurutnya, lomba Kampung Adat menjadi langkah awal untuk mewujudkan visi Bahagia Berbudaya dan tidak sekadar bersifat seremonial.

“Lomba ini juga diharapkan dapat membantu tugas Pemkot Jambi dan Forkopimda, terutama dalam mencegah kenakalan remaja melalui penguatan nilai adat,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui lomba Kampung Adat ini diharapkan muncul kader-kader adat serta menjadikan kampung adat sebagai embrio destinasi budaya, sejalan dengan visi Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa.

“Seluruh kelurahan yang mewakili 11 kecamatan memiliki keunggulan luar biasa. Kami berkomitmen agar seluruh kelurahan di Kota Jambi memiliki sanggar Kampung Adat. Saat ini baru tersedia 25 sanggar,” singkatnya.

Berdasarkan Keputusan Dewan Juri Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pemenang Lomba Kampung Adat Tingkat Kota Jambi Tahun 2025, ditetapkan para pemenang sebagai berikut:

  1. Juara pertama dengan nilai 2.460 diraih Kelurahan Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan.
  2. Juara kedua dengan nilai 2.320 diraih Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura.
  3. Juara ketiga dengan nilai 2.255 diraih Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kotabaru.
  4. Harapan pertama diraih Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah dengan nilai 2.120.
  5. Harapan kedua diraih Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung dengan nilai 1.925.
  6. Harapan ketiga diraih Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan dengan nilai 1.805.

Pada malam penganugerahan tersebut, juga diberikan penghargaan kepada tokoh yang berjasa terhadap LAM Kota Jambi, yakni Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kepala DPMPPA Kota Jambi Noverentiwi Dewanti, serta pengusaha Muhammad Sandi.

Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Jambi, perwakilan LAM Provinsi Jambi, perangkat daerah, camat dan lurah, Forum Ketua RT se-Kota Jambi, serta mitra kerja LAM Kota Jambi.(*)




Helen’s Play Mart Dinilai Rusak Moral, Ormas Jambi Tuntut Penutupan Permanen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Rencana pembukaan kembali Helen’s Play Mart di kawasan WTC Batanghari, Kota Jambi, menuai gelombang penolakan dari berbagai elemen masyarakat.

Lima organisasi masyarakat (ormas) bersama Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi secara tegas menyatakan penolakan keras terhadap operasional tempat hiburan malam tersebut.

Dalam pernyataan sikap resmi yang dibacakan di kantor LAM Kota Jambi pada Kamis (24/4/2025), perwakilan Laskar Pemuda Seberang, Hafiz Alathas, menyebutkan bahwa Helen’s Play Mart dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai budaya Islam dan Melayu yang dijunjung tinggi di Jambi.

Tempat hiburan ini juga dituding menjual minuman keras dan dinilai berpotensi merusak moral generasi muda.

Lokasi Helen’s Play Mart yang berada dekat Rumah Dinas Gubernur Jambi serta kawasan religius Kota Seberang, menjadi sorotan tajam karena dianggap tidak pantas dan melanggar kearifan lokal.

Isi Pernyataan Sikap Penolakan Helen’s Play Mart:

  1. Menuntut pemerintah provinsi dan kota Jambi untuk tidak mengeluarkan atau mencabut izin usaha Helen’s Play Mart.

  2. Mendesak konsistensi Pemerintah Kota Jambi menjalankan hasil audiensi DPRD, untuk tidak memberikan rekomendasi operasional.

  3. Menyatakan komitmen untuk terus melakukan pengawasan dan penolakan terhadap pembukaan Helen’s.

  4. Mengecam pemberian izin yang dinilai mengedepankan kepentingan bisnis di atas kepentingan masyarakat dan moral generasi muda.

  5. Menuntut penutupan permanen Helen’s Play Mart, tanpa negosiasi lebih lanjut dengan pihak manajemen.

Ketua FPI Provinsi Jambi, Nagib Ali al Jufri, menegaskan bahwa pihaknya secara konsisten menolak keberadaan tempat tersebut.

Dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) bersama Komisi I DPRD Kota Jambi dan OPD terkait sebelumnya, sudah direkomendasikan agar Helen’s ditutup secara permanen.

“Kalau tempat ini dibuka lagi, itu bentuk pengkhianatan terhadap hasil RDP dan juga melanggar Perda serta adat Melayu Jambi,” ujar Nagib.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak melakukan komunikasi di luar forum resmi yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Pemerintah diminta segera menyatakan secara tegas bahwa Helen’s tidak akan diizinkan beroperasi kembali, baik dengan nama lama maupun nama baru.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas Pemerintah Kota dan Provinsi Jambi untuk menjawab tuntutan yang terus menggema.(*)