Batik Jambi Tampil Memukau di Fashion Show HUT Kota Jambi 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi menggelar Fashion Show Batik Jambi dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Jambi dan HUT Kota Jambi Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menampilkan berbagai kreasi busana dengan motif khas Batik Jambi yang dipadukan sentuhan modern dan elegan.

Penampilan para peserta di atas catwalk sukses menarik perhatian masyarakat dan tamu undangan yang hadir.

Beragam corak dan desain batik khas daerah tampil memukau, memperlihatkan bahwa Batik Jambi mampu mengikuti perkembangan tren fashion tanpa meninggalkan nilai budaya dan identitas lokal.

Suasana semakin semarak saat sesi eksebisi Wali Kota Jambi, Wakil Wali Kota Jambi bersama jajaran pejabat Pemerintah Kota Jambi turut tampil mengenakan busana batik khas Jambi dengan berbagai motif unik dan menarik.

Kepala Disperindag Kota Jambi, Nella Ervina, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk terus membudayakan penggunaan Batik Jambi di tengah masyarakat.

“Melalui fashion show ini kami ingin Batik Jambi semakin dikenal dan dicintai masyarakat. Kreativitas yang ditampilkan para peserta menunjukkan bahwa batik bisa tetap modern tanpa meninggalkan nilai tradisinya,” ujar Nella Ervina.

Ia menegaskan, Disperindag Kota Jambi akan terus mendukung pengrajin dan pelaku UMKM batik agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa Batik Jambi kini semakin dikenal luas dan memiliki tempat tersendiri di dunia fashion.

“Batik Jambi saat ini sudah mendunia. Karena itu kita harus terus menjaga, melestarikan, sekaligus bangga menggunakan produk khas daerah sendiri,” kata Maulana.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai produk lokal, khususnya batik khas Jambi yang kini memiliki motif semakin beragam dan inovatif.

Menurutnya, penggunaan Batik Jambi oleh pejabat pemerintah hingga berbagai kalangan masyarakat akan memberikan dampak positif bagi perkembangan industri batik daerah dan para pengrajinnya.

“Kita ingin Batik Jambi semakin eksklusif dan semakin dikenal luas. Ini juga bentuk dukungan terhadap para pengrajin lokal agar terus berkembang,” ujarnya.

Fashion Show Batik Jambi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kota Jambi Tahun 2026 sekaligus momentum memperkuat promosi budaya dan produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.(*)




Perempuan Tirta Mayang Belajar Tengkuluk Melayu Jambi, Budaya Lokal Terus Dilestarikan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi menggelar pelatihan pemasangan tengkuluk khas Melayu Jambi dalam kegiatan pertemuan rutin organisasi, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Batanghari Kantor Perumda Tirta Mayang Kota Jambi tersebut menghadirkan narasumber dari Organisasi Perempuan Pencinta Budaya Jambi (P2B), Nelazabet.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai filosofi tengkuluk Melayu Jambi sekaligus praktik langsung teknik pemasangan yang sesuai dengan adat dan budaya daerah.

Ketua DWP Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Ny Arina Arianto, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya pelestarian budaya lokal, khususnya budaya Melayu Jambi di kalangan perempuan.

“Melalui pelatihan ini kami ingin memperkuat peran perempuan dalam menjaga warisan budaya daerah, terutama penggunaan tengkuluk sebagai identitas perempuan Melayu Jambi,” ujarnya.

Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, mulai dari pengenalan jenis tengkuluk hingga tata cara pemakaian yang benar sesuai tradisi Melayu.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, turut mengapresiasi kegiatan yang digelar Dharma Wanita Persatuan tersebut.

Menurutnya, pelestarian budaya lokal perlu terus didorong agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman modern.

“Kegiatan ini sangat positif karena selain mempererat silaturahmi antaranggota Dharma Wanita, juga menjadi sarana melestarikan budaya daerah agar tetap dikenal generasi muda,” kata Arianto.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Melayu Jambi, baik di lingkungan Perumda Tirta Mayang maupun di tengah masyarakat.

Selain menjadi agenda rutin organisasi, pelatihan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga serta kecintaan terhadap budaya dan warisan lokal Provinsi Jambi.(*)




Wali Kota Jambi Dorong Anak Muda Angkat Budaya Melayu Lewat Platform Digital

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Malam Grand Final Pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat budaya di Maulidia Convention Center, Selasa malam (12/5/2026).

Ajang tahunan tersebut menjadi puncak seleksi generasi muda terbaik Kota Jambi yang telah melalui berbagai tahapan ketat sejak April lalu.

Wali Kota Jambi Maulana bersama Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah, serta Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha dan Ketua GOW Kota Jambi Marsya Listya hadir langsung menyaksikan seluruh rangkaian acara hingga proses penobatan pemenang.

Mengusung tema “Legacy Makers of Culture, Definers of The Future”, ajang tahun ini menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai pelestari budaya lokal sekaligus penentu masa depan daerah.

Sebanyak 11 pasang finalis terbaik tampil menunjukkan kemampuan mereka, mulai dari public speaking, wawasan budaya, hingga kemampuan promosi pariwisata dan karakter kepemimpinan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi Maulana mengatakan ajang Bujang Gadis bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan wadah lahirnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki identitas budaya kuat.

“Malam ini kita bangga melihat anak-anak muda Jambi tampil percaya diri, mampu berbicara di depan publik, dan memperkenalkan budaya daerah melalui busana khas Jambi,” ujar Maulana.

Ia menegaskan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkenalkan budaya Melayu Jambi kepada masyarakat luas, terutama melalui narasi modern dan platform digital.

Menurutnya, kejayaan budaya masa lalu harus terus diangkat agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter asli Melayu Jambi.

“Budaya dan sejarah Jambi harus dikemas secara modern melalui media sosial dan platform digital agar lebih dikenal generasi sekarang maupun masyarakat luar,” katanya.

Maulana juga menyebut Kota Jambi tahun ini akan menjadi tuan rumah berbagai event nasional.

Karena itu, peran Bujang dan Gadis Kota Jambi dinilai sangat strategis sebagai duta daerah yang mampu memperkenalkan budaya, pariwisata, serta keramahan masyarakat Jambi kepada para tamu.

“Bujang Gadis harus menjadi teladan generasi muda, bukan hanya berpenampilan menarik tetapi juga memiliki intelektual, karakter, dan wawasan luas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jambi Mariani Yanti menjelaskan, ajang tersebut menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam bidang komunikasi, budaya, kreativitas, hingga kepedulian sosial.

Ia menyebutkan, jumlah peserta yang mendaftar tahun ini mencapai 102 orang yang terdiri dari 47 peserta bujang dan 55 peserta gadis dari seluruh kecamatan di Kota Jambi.

Sebelum tampil di malam final, para peserta terlebih dahulu mengikuti berbagai pembekalan seperti pengembangan kepribadian, public speaking, ekonomi kreatif, promosi wisata, hingga pengembangan destinasi pariwisata.

“Kami berharap mereka menjadi representasi generasi muda Kota Jambi yang cerdas, inovatif, kreatif, dan berkarakter,” ujar Mariani.

Pada malam puncak grand final tersebut, dewan juri akhirnya menetapkan M Yusril Rhaka Reswara asal Kecamatan Jambi Selatan dan Enjelita Dea Nova asal Kecamatan Danau Sipin sebagai Bujang dan Gadis Kota Jambi Tahun 2026.

Ajang grand final ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Jambi, Sekretaris Daerah Kota Jambi, jajaran OPD, instansi vertikal, serta tamu undangan lainnya.(*)




Wali Kota Jambi Ajak Warga Ramaikan HUT ke-80 dan 625 Tahun Tanah Pilih

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mematangkan persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemkot Jambi sekaligus peringatan 625 tahun Tanah Pilih Pusako Batuah.

Perayaan ini dipastikan akan berlangsung meriah dengan puluhan agenda yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang refleksi atas perjalanan panjang pembangunan kota sekaligus pijakan menuju masa depan.

“Di usia ke-80 Pemkot Jambi dan 625 tahun Tanah Pilih Pusako Batuah, kita bersyukur atas capaian yang ada. Namun ke depan, pembangunan harus terus kita tingkatkan,” ujarnya.

Untuk memeriahkan peringatan tersebut, Pemkot Jambi menyiapkan sekitar 30 kegiatan dari berbagai sektor.

Menariknya, sebagian besar kegiatan digagas oleh komunitas, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.

Rangkaian acara meliputi:

  • Event olahraga seperti road race, lari, menembak dan lainnya
  • Kegiatan pendidikan dan sosial masyarakat
  • Festival budaya dan pelestarian adat Jambi

Keterlibatan komunitas dinilai menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan perayaan tahun ini.

Maulana mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan yang disiapkan.

Ia menilai kolaborasi ini menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun kota.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan. Ini bukan hanya hiburan, tetapi juga upaya memperkenalkan Kota Jambi dan menggerakkan ekonomi daerah,” katanya.

Selain sebagai ajang perayaan, HUT Pemkot Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah juga menjadi momen evaluasi terhadap capaian pembangunan yang telah diraih.

Pemkot Jambi optimistis, dengan dukungan masyarakat dan berbagai program yang berjalan, peringatan tahun ini akan memberikan dampak positif secara sosial, budaya, hingga ekonomi.(*)




Karyawan Sinsen Berkebaya Rayakan Kartini, City Rolling Honda Ramaikan Jalanan Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Peringatan Hari Kartini 2026 dirayakan dengan cara berbeda oleh PT Sinar Sentosa Primatama.

Perusahaan ini menggelar rangkaian kegiatan yang memadukan unsur budaya, edukasi, dan kampanye keselamatan berkendara.

Nuansa tradisional begitu terasa ketika para karyawati tampil anggun mengenakan kebaya, sementara karyawan pria kompak menggunakan batik.

Penampilan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan R. A. Kartini sekaligus bentuk pelestarian budaya lokal.

Tak sekadar seremoni, perayaan ini juga diisi dengan kegiatan city rolling yang melibatkan karyawati menggunakan sepeda motor Honda seperti Scoopy, BeAT, dan Stylo.

Menariknya, kegiatan ini dilakukan sambil mengenakan kebaya, menciptakan pemandangan unik di sejumlah ruas jalan di Kota Jambi.

Selain itu, peserta juga mengampanyekan pentingnya keselamatan berkendara melalui gerakan #Cari_Aman, yang selama ini menjadi bagian dari edukasi safety riding Honda.

Kegiatan semakin bermakna saat para peserta mengunjungi Museum Siginjai.

Dalam kunjungan tersebut, mereka mendapatkan wawasan sejarah tentang Jambi sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air.

Salah satu peserta, Deswita Muji Harti, mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga.

“Selain seru, kegiatan ini membuat kami lebih menghargai perjuangan perempuan Indonesia dan bangga menggunakan kebaya,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan manajemen Sinsen, Rendy Saputra, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pembentukan karakter karyawan.

“Momentum Kartini kami manfaatkan untuk memperkuat rasa kebersamaan, nasionalisme, sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, PT Sinar Sentosa Primatama berharap nilai-nilai perjuangan Kartini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi karyawan untuk terus berkarya, mandiri, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.(*)




Ketua DPRD Muaro Jambi Apresiasi Konsistensi Pemuda Pancasila Gelar Unggahan

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah padatnya agenda sebagai pimpinan legislatif, Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Aidi Hatta, menghadiri kegiatan Unggahan yang digelar keluarga besar Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Mako Koti Mahatidana ini merupakan tradisi lokal menyambut bulan suci Ramadhan.

Kehadiran Aidi Hatta menunjukkan dukungan nyata DPRD terhadap pelestarian budaya serta penguatan silaturahmi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Aidi Hatta menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi kader Pemuda Pancasila dalam menjaga tradisi Unggahan, yang merupakan bentuk kesiapan spiritual menyambut Ramadhan.

“Kegiatan ini sangat penting karena tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan,” ujar Aidi Hatta.

Acara ini juga dihadiri oleh Komandan Koti Mahatidana Kabupaten Muaro Jambi, Ketua PAC Sungai Gelam, Ketua Srikandi PP Kabupaten Muaro Jambi, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan.

Tradisi Unggahan menjadi momen refleksi spiritual dan kebersamaan keluarga besar masyarakat sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Kehadiran tokoh publik seperti Aidi Hatta diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai budaya lokal sekaligus memperkuat integrasi sosial di Kabupaten Muaro Jambi.(*)




Tujuh Unsur Forkopimda Terima Gelar Adat Melayu Jambi, Ini Pesan Gubernur Al Haris

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menegaskan bahwa pemberian gelar adat kepada tujuh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi merupakan bentuk penghargaan sekaligus pengakuan sebagai bagian dari masyarakat adat Melayu Jambi.

Penganugerahan gelar adat tersebut berlangsung di Balairungsari LAM Jambi, Rabu (21/1/2026) pagi.

Prosesi ini menjadi simbol penghormatan adat yang disesuaikan dengan karakter, kebiasaan, dan keahlian masing-masing penerima gelar, disertai harapan dan doa sesuai makna gelar yang diberikan.

Acara diawali dengan pembacaan penganugerahan gelar oleh Ketua LAM Provinsi Jambi, Datuk Hasan Basri Agus. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyematan pin, pemasangan selempang, dan Gordon.

Selanjutnya dilakukan kata penyisipan serta penyerahan keris oleh Gubernur Jambi Al Haris selaku Pembina LAM Jambi, serta penyerahan Piagam Gelar Adat dan Buku Pokok Adat Melayu Jambi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah oleh Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani. Acara juga diisi dengan prosesi tepuk tawar dan pengumuman adat.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa pemberian gelar adat tersebut telah melalui proses dan pertimbangan panjang sesuai ketentuan yang berlaku di LAM Jambi.

Gelar diberikan kepada sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki ketulusan, kapasitas, dan dedikasi dalam membina masyarakat, adat, dan budaya di Provinsi Jambi.

“Alhamdulillah pada siang yang penuh berkah ini kita menyaksikan pemberian gelar kepada unsur Forkopimda yang sehari-hari juga berperan sebagai pembina Lembaga Adat Melayu Jambi. Gelar ini menunjukkan betapa LAM Jambi memuliakan para pembinanya sesuai peran dan jabatan masing-masing,” ujar Al Haris.

Gubernur berharap momentum penganugerahan gelar adat ini semakin memperkuat falsafah dan kearifan lokal Melayu Jambi yang dikenal dengan prinsip adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah, serta syara’ mengato adat memakai sebagai pedoman kehidupan masyarakat.

“Melalui sinergi bersama, nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi pemersatu dan mendukung pembangunan daerah. Kepada unsur Forkopimda yang menerima gelar adat, semoga semakin mempererat hubungan emosional dan silaturahmi dengan masyarakat adat dan Pemerintah Provinsi Jambi,” harapnya.

Selain itu, Al Haris juga mengajak seluruh unsur Forkopimda untuk terus berkontribusi dalam memberikan sumbangan pemikiran, saran, serta dedikasi dalam melestarikan dan mengembangkan nilai adat istiadat serta kearifan lokal di Provinsi Jambi.

Sementara itu, Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Hasan Basri Agus menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat bukan sekadar seremonial, melainkan mengandung amanah dan tanggung jawab moral.

“Yang menerima gelar harus menjadi teladan. Penganugerahan ini bukan hanya sah secara adat, tetapi juga memiliki legitimasi hukum karena telah diatur dalam ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ia berharap penganugerahan ini semakin memperkokoh kolaborasi antara unsur adat dan negara dalam menjaga keharmonisan sosial masyarakat Jambi.

Khusus pemberian gelar kehormatan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, Datuk HBA menyebutnya sebagai penghargaan atas peran, loyalitas, dan kontribusinya dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah.(*)




Bahagia Berbudaya, Strategi Pemkot Jambi Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat pelestarian budaya dan sejarah daerah melalui program unggulan Wali Kota Jambi Bahagia Berbudaya.

Program ini menjadi komitmen Pemkot Jambi dalam menjaga aset budaya sekaligus mendorong budaya lokal sebagai daya tarik pariwisata dan penggerak ekonomi kreatif.

Program Bahagia Berbudaya diarahkan untuk melindungi potensi budaya dan sejarah daerah, sekaligus membuka ruang bagi tumbuh dan berkembangnya budaya Nusantara hingga budaya dunia di Kota Jambi.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat identitas kota sekaligus meningkatkan kunjungan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariyani Yanti, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 berbagai kegiatan budaya telah dilaksanakan untuk mendukung program tersebut.

Kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga melibatkan komunitas budaya serta pelaku ekonomi kreatif.

“Sepanjang 2025, kami telah melaksanakan sejumlah kegiatan, bahkan ada yang non-budgetering dengan melibatkan komunitas. Ini menjadi stimulan agar komunitas budaya dan ekonomi kreatif ikut bergerak dan merasa memiliki,” ujar Mariyani.

Memasuki tahun 2026, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi menyiapkan agenda budaya yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Berbagai event budaya direncanakan digelar hampir setiap bulan dan dikolaborasikan dengan destinasi budaya di Kota Jambi.

“Ke depan, setiap bulan akan ada event. Agenda terdekat adalah kegiatan Haul, kemudian disusul berbagai event budaya lain yang dikemas dengan konsep kolaborasi destinasi budaya dan pariwisata,” jelasnya.

Menurut Mariyani, program Bahagia Berbudaya tidak hanya bertujuan melestarikan warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Budaya tidak hanya dipahami sebagai tradisi, melainkan sebagai potensi ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Ia mengakui, tantangan utama saat ini adalah masih rendahnya kesadaran dan antusiasme sebagian masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal.

Karena itu, pemerintah berperan sebagai pendorong dan fasilitator agar budaya semakin dikenal dan dicintai.

“Masih banyak masyarakat yang belum menyadari potensi budaya yang kita miliki. Tugas kami mendorong, memfasilitasi, dan membuka ruang agar budaya itu hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Melalui program Wali Kota Jambi Bahagia Berbudaya, Pemkot Jambi berharap budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga menjadi identitas kota serta magnet wisata yang berkelanjutan.

Sebelumnya, dalam rangka pengembangan adat dan budaya di Tanah Pilih Pusako Betuah, Pemkot Jambi juga akan mengoptimalkan kawasan tematik berbasis Melayu Kuno di Kampung Batik, Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk.

Hal tersebut ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Selasa (20/01/2026) di Ruang Rapat Wali Kota Jambi.

FGD dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, dan diikuti jajaran terkait di lingkungan Pemkot Jambi, Baznas Kota Jambi, ketua RT, serta tokoh masyarakat dan agama.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pengembangan Kampung Batik akan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal serta diintegrasikan dengan pengembangan kawasan Danau Teluk secara tradisional.

“Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi kunci. Jika masyarakat tidak dilibatkan dan tidak merasakan manfaat langsung, maka program ini tidak akan berjalan optimal,” tegasnya. (*)




Batik Tanjab Barat Kian Dikenal, Bupati Anwar Sadat Dukung Pengrajin Naik Kelas

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Alun-Alun Kuala Tungkal dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan kemeriahan acara “Tanjung Jabung Barat Berbatik” pada Jumat malam (24/10/2025).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2025 dan menjadi ajang unjuk kreativitas para pengrajin serta pecinta batik di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Acara puncak diisi dengan lomba fashion show kategori dewasa yang diikuti oleh Forkopimda, staf ahli, kepala OPD, para camat, serta pimpinan perbankan. Semua peserta tampil menawan mengenakan batik khas Tanjab Barat dengan berbagai motif unik dan elegan.

Sebelumnya, sejak siang hari telah digelar lomba fashion show untuk kategori anak-anak dan remaja, yang diikuti total 42 peserta.

Selain kompetisi, acara juga dimeriahkan dengan parade batik karya desainer lokal, menampilkan beragam motif batik daerah yang memukau penonton.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua Dekranasda Hj. Fadhilah Sadat, serta unsur Forkopimda, Sekda, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua Dharma Wanita, kepala OPD, camat, hingga pimpinan perusahaan dan perbankan.

Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol dukungan nyata terhadap pengembangan batik lokal.

Ketua Panitia Syawaludin F. Tanjung, yang juga Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Tanjab Barat, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi para pengrajin agar terus berinovasi.

“Tanjab Barat memiliki 38 kelompok pengrajin aktif dan lebih dari 400 motif batik. Melalui kegiatan ini, kami ingin mereka semakin semangat, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Anwar Sadat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai, batik Tanjab Barat kini berkembang pesat dan menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.

“Tanjab Barat Berbatik menjadi wadah kreatif bagi pengrajin untuk berkolaborasi. Pemerintah daerah akan terus mendukung agar batik kita semakin dikenal luas,” kata Bupati.

Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dan foto bersama. Masyarakat yang hadir mengaku bangga dengan kekayaan budaya daerah mereka.

Tanjab Barat Berbatik menjadi simbol semangat pelestarian budaya dan kebanggaan lokal yang harus terus dijaga.(*)




Meriah dan Multikultural: Festival Sungai Asam Angkat Pesona Keberagaman Kota Jambi

Jambi, SepucukJambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan kembali kawasan kota tua Pasar Jambi. Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Sungai Asam Tahun 2025 yang dipusatkan di Terminal Rawa Sari, Sabtu malam (12/7/2025).

 

Festival ini mengangkat nama Sungai Asam, salah satu aliran sungai bersejarah dan kebanggaan masyarakat yang melintasi kawasan Pasar Jambi. Dikemas secara estetik dan tematik, Festival Sungai Asam menyuguhkan ragam kebudayaan yang hidup dan berkembang di Kota Jambi.

 

Selain menampilkan budaya lokal seperti Melayu, Minang, Jawa, dan Sunda, festival ini juga menghadirkan malam budaya bertema internasional seperti Chines Night (budaya Tionghoa), Bollywood Night (India), dan Arabian Night (Timur Tengah). Perpaduan budaya ini mencerminkan kekayaan multikultural Kota Jambi yang harmonis.

 

Setelah sukses menggelar Festival Tumpah Ruah yang terbukti berdampak positif terhadap sektor perekonomian, khususnya pelaku UMKM, kini Festival Sungai Asam menjadi langkah lanjutan Pemkot Jambi untuk menghidupkan kembali denyut kawasan Pasar sebagai pusat ekonomi, pariwisata, dan budaya. Rencananya, festival ini akan digelar secara rutin setiap bulan dengan mengusung konsep integratif antara tradisi dan modernitas berbasis kearifan lokal.

Baca juga:  Walikota Maulana: Turnamen Catur Jadi Wadah Anak Muda Tunjukkan Bakat

Festival Sungai Asam ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang ditandai dengan pemukulan gong. Mengusung nuansa budaya Tionghoa pada malam pembukaan, kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat lintas suku dan budaya yang memadati area festival.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Sungai Asam perdana di tahun 2025 ini. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

 

“Meski acara ini digelar di tingkat kelurahan, namun antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Alhamdulillah, ini menunjukkan potensi besar yang bisa terus dikembangkan, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tengah masyarakat,” ujar Maulana.

Baca juga:  Tak Sekedar Seremonial, Walikota Maulana Beberkan Dasar Hukum dan Teknis Program Kampung Bahagia

 

Ia juga menekankan pentingnya membangkitkan kembali kehidupan di kawasan kota tua Pasar Jambi, tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah dan budaya yang melekat di dalamnya.

 

“Pasar ini menyimpan banyak kenangan dan nilai historis. Karena itu, kawasan ini harus dihidupkan kembali dengan tetap menjaga jati diri budayanya,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya revitalisasi kota tua.

 

“Kita akan terus dorong kegiatan-kegiatan positif seperti ini untuk menghidupkan kembali kawasan kota tua Pasar, sebagaimana yang telah dilakukan di sejumlah kota besar lainnya di Indonesia yang juga memiliki kawasan kota tua,” lanjutnya.

 

Wali Kota Maulana juga menekankan, bahwa melalui Festival Sungai Asam, Pemerintah Kota Jambi ingin menjadikan keberagaman budaya sebagai tema yang diangkat setiap bulan. Hal ini merupakan bentuk nyata komitmen daerah dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang multikultural.

 

“Berbagai tema budaya akan kita akomodir dalam setiap pelaksanaan festival. Mulai malam ini, kita tampilkan budaya Tionghoa, selanjutnya akan ada Melayu, Arabian, hingga Bollywood. Ini menjadi simbol bahwa di Kota Jambi, keberagaman suku, adat, dan budaya justru menjadi kekuatan, bukan pemisah. Kita bisa hidup rukun dan berdampingan,” tekannya.

 

Pada kesempatan itu, Maulana juga membagikan kabar gembira kepada masyarakat terkait pengembangan transportasi umum ramah lingkungan di Kota Jambi. Ia menyebut, bahwa Pemkot Jambi secara bertahap akan menambah armada transportasi umum bertenaga listrik sebagai bagian dari komitmen menuju kota hijau dan berkelanjutan.

 

“Saat ini kita sudah memiliki dua unit bus listrik. InsyaAllah, pada bulan September nanti kita akan menambah unit baru. Ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum,” sebutnya.

 

Ia menjelaskan rencana bus listrik “Trans Bahagia” yang akan beroperasi melayani rute dari Terminal Rawa Sari atau Kawasan Tugu Keris menuju Museum Swarna Dwipa di kawasan Candi Muaro Jambi. Museum tersebut ditargetkan akan diresmikan pada Agustus mendatang dan menjadi destinasi unggulan baru di Provinsi Jambi.

 

“Kita juga sedang siapkan MoU agar Kota Jambi menjadi pusat wisata budaya dan religi. Museum Swarna Dwipa di Kabupaten Muaro Jambi ini memiliki konsep modern yang sangat menarik. Ke depan, akan banyak titik wisata yang berdekatan dengan Kota Jambi akan kita hubungkan dengan rute bus listrik ini,” jelasnya.

 

Menurutnya, langkah ini tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat ekosistem transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan di Kota Jambi.

 

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan berbagai langkah strategis yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Jambi dalam menghadirkan pusat-pusat ekonomi baru sekaligus destinasi wisata dalam kota Jambi.

 

Salah satunya, adalah revitalisasi kawasan Taman Remaja yang kini tengah disulap menjadi alun-alun pusat kota. Selain itu, Pemkot Jambi juga tengah mempersiapkan kawasan di sekitar menara air dekat Puskesmas Putri Ayu untuk dijadikan area pedestrian yang nyaman dan representatif bagi masyarakat.

 

“Langkah ini kita lakukan untuk menumbuhkembangkan perekonomian daerah melalui sektor UMKM. Kawasan-kawasan ini diharapkan menjadi titik keramaian baru yang hidup, sekaligus ruang publik yang layak untuk warga dan pengunjung, sebagai destinasi wisata dalam kota,” tutup Wali Kota Jambi itu.

 

Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana juga menyampaikan berbagai program unggulan Kota Jambi Bahagia yang saat ini telah berjalan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

Salah satunya adalah layanan pengaduan kegawatdaruratan terpusat “Call Center Bahagia 112” yang beroperasi selama 24 jam penuh setiap hari, tanpa dipungut biaya. Layanan ini dapat diakses oleh masyarakat untuk berbagai kejadian kedaruratan, baik medis maupun non-medis.

 

Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Lurah Sungai Asam, Suhendri menyampaikan, Festival Sungai Asam merupakan wujud nyata dari salah satu dari 11 program prioritas Kota Jambi Bahagia, yakni Bahagia Berbudaya.

 

“Kegiatan ini sebenarnya telah rutin kita lakukan, namun atas dorongan dan dukungan langsung dari Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, pelaksanaannya tahun ini menjadi jauh lebih semarak dan berdampak luas. Ini membuktikan komitmen kuat Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah,” ungkap Suhendri.

 

Ia juga menjelaskan, Festival Sungai Asam edisi bulan Juli ini digelar selama dua hari, pada tanggal 12 dan 13, dengan melibatkan lebih dari 40 tenant UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal.

 

“Untuk bulan depan, festival akan kembali digelar dengan mengangkat tema Bollywood. Setelah itu, akan menyusul tema-tema budaya lainnya seperti Melayu, Minang, Arabian, dan akan ditutup pada pergantian tahun dengan Karnaval Budaya, yang menampilkan keragaman adat dan budaya di Tanah Pilih Pusako Betuah,” singkatnya.

 

Sementara itu, Rudi, mewakili tokoh Tionghoa Jambi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi langsung kepada Pemerintah Kota Jambi yang telah menunjukkan kepedulian atas keberagaman budaya yang ada di Kota Jambi.

 

“Saya mewakili masyarakat Tionghoa tentunya merasa bangga dan nyaman berada di kota Jambi ini, karena masyarakatnya yang sangat menjunjung tinggi toleransi dengan hidup berdampingan tanpa kekhawatiran,” ujar Rudi.

 

“Ini tentunya menjadikan kekuatan bagi kita sebagai bangsa, khususnya di kota Jambi ini, karena perbedaan ini yang dapat menyatukan, sehingga mempererat silaturahmi antara kita meski dengan berbagai perbedaan adat dan budaya,” tambahnya.

 

Dia berharap, dengan hadirnya Festival Sungai Asam yang menampilkan beragam budaya nantinya dapat mempererat silaturahmi, saling mengenal antar masyarakat, dan bersatu dalam membangun kota Jambi khususnya.

 

“Ini saatnya kita bersatu bergandengtangan untuk mendukung program pembangunan kota Jambi. Mari kita terus jaga semangat gotong royong dan toleransi terhadap keberagaman untuk membangun kota jambi yang maju dan berbudaya,” tutup Rudi mewakili tokoh Tionghoa Jambi.

 

Berlangsung semarak, pembukaan Festival Sungai Asam ini juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Sekda A Ridwan, Ketua I TP PKK Kota Jambi Marsha Lystia, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, tokoh Tionghoa Jambi, jajaran Pemkot Jambi serta masyarakat dari berbagai wilayah dalam Kota Jambi. (*)