BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Jambi Malam Ini, Waspada Petir dan Angin Kencang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Peringatan dini cuaca dikeluarkan untuk wilayah Provinsi Jambi pada Kamis (19 Maret 2026) malam, dengan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang.

Berdasarkan informasi pada pukul 21.35 WIB, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 21.45 WIB dan berpotensi melanda sejumlah wilayah di beberapa kabupaten di Jambi.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Merangin, khususnya Kecamatan Pamenang dan Tabir Ilir. Di Kabupaten Sarolangun, potensi cuaca buruk meliputi wilayah Air Hitam dan Bathin VIII.

Sementara itu, di Kabupaten Batanghari, sejumlah kecamatan seperti Mersam, Muara Tembesi, Muara Bulian, Batin XXIV, Maro Sebo Ulu, dan Maro Sebo Ilir juga diperkirakan mengalami hujan lebat disertai petir.

Cuaca serupa juga berpotensi terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, meliputi wilayah Pengabuan, Betara, Tebing Tinggi, Bram Itam, hingga Kuala Betara.

Di Kabupaten Bungo, hampir seluruh kecamatan seperti Tanah Tumbuh, Rantau Pandan, Pasar Muaro Bungo, Tanah Sepenggal, hingga wilayah Bathin III dan Rimbo Tengah turut masuk dalam daerah yang berpotensi terdampak.

Selain itu, Kabupaten Tebo juga menjadi wilayah yang perlu diwaspadai, mencakup Tebo Tengah, Tebo Ilir, Rimbo Bujang, Sumay, Rimbo Ulu, hingga Muara Tabir dan sekitarnya.

Perkembangan cuaca ini juga diperkirakan dapat meluas ke beberapa wilayah lain seperti Kecamatan Sarolangun, Pauh, dan Mandiangin di Kabupaten Sarolangun, serta Pemayung dan Bajubang di Kabupaten Batanghari.

Di Kabupaten Muaro Jambi, wilayah Sekernan juga berpotensi mengalami hujan lebat.

Sementara di Tanjung Jabung Barat, daerah seperti Tungkal Ulu, Merlung, Batang Asam, hingga Muara Papalik juga perlu meningkatkan kewaspadaan.

Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga sekitar pukul 01.06 WIB dini hari.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas perjalanan.

Masyarakat diharapkan dapat menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat disertai petir, serta memastikan keamanan lingkungan sekitar.

Selain itu, penting untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari sumber resmi guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.(*)




Cuaca Ekstrem di Jambi Siang Ini, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Pukul 14.00 WIB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Jambi pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Dalam laporan yang dirilis pada pukul 11.37 WIB, BMKG menyebutkan bahwa beberapa wilayah di Jambi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang mulai sekitar pukul 12.07 WIB.

Wilayah yang berpotensi terdampak lebih awal meliputi Kecamatan Kumpeh di Kabupaten Muaro Jambi serta Kecamatan Sadu dan Berbak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Berpotensi Meluas ke Sejumlah Daerah

BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca tersebut berpotensi meluas ke berbagai wilayah lain di Provinsi Jambi.

Beberapa daerah yang diperkirakan terdampak antara lain:

  • Kecamatan Tabir Barat di Kabupaten Merangin

  • Kecamatan Mersam, Muara Tembesi, Muara Bulian, Batin XXIV, Maro Sebo Ulu, Bajubang, dan Maro Sebo Ilir di Kabupaten Batanghari

  • Kecamatan Sekernan, Maro Sebo, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, dan Taman Rajo di Kabupaten Muaro Jambi

  • Kecamatan Betara dan Renah Mendaluh di Kabupaten Tanjung Jabung Barat

  • Kecamatan Muara Sabak Timur, Nipah Panjang, Rantau Rasau, Dendang, Muara Sabak Barat, Mendahara Ulu, dan Geragai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur

  • Kecamatan Pelepat, Limbur Lubuk Mengkuang, dan Bathin III Ulu di Kabupaten Bungo

  • Kecamatan Tebo Ilir di Kabupaten Tebo

BMKG memprediksi kondisi cuaca ini dapat berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 WIB.

Warga Diminta Tetap Waspada

Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, maupun angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Selain itu, warga juga disarankan untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan oleh BMKG guna mengantisipasi potensi dampak seperti genangan air, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas di luar ruangan.()*




Gubernur Jambi Serukan Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam sepanjang tahun 2026.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi yang memperkirakan musim hujan akan terjadi lebih dari satu periode.

Menurut Al Haris, berdasarkan informasi BMKG, musim hujan diperkirakan berlangsung pada Januari dan kembali terjadi pada April 2026.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.

“BMKG memprediksi Januari masuk musim hujan, dan April nanti kembali terjadi musim hujan,” ujar Al Haris.

Menghadapi kondisi tersebut, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Upaya sederhana seperti menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga kawasan rawan longsor dinilai penting untuk meminimalkan dampak bencana.

Selain banjir dan longsor, Al Haris juga menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hampir setiap tahun melanda Jambi.

Terutama saat musim kemarau. Ia menekankan bahwa, persoalan bencana tidak bisa ditangani pemerintah saja, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Setiap tahun kita menghadapi karhutla, banjir, dan berbagai bencana lainnya. Ini butuh rasa persatuan dan kepedulian bersama. Jambi ini kampung kita, jadi harus kita jaga bersama-sama,” tegasnya.

Al Haris berharap tahun 2026 dapat dilalui tanpa bencana besar dan Provinsi Jambi tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

Ia menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh keamanan, ketertiban, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Pembangunan bukan hanya soal fisik, tapi juga keamanan dan ketertiban. Mari kita jaga lingkungan dan situasi sosial agar Jambi tetap aman,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, kondisi sosial yang kondusif menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi.(*)




Warning! Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kota Jambi Diperpanjang, Berikut Informasinya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi selama 31 hari, terhitung mulai 1 Januari hingga 31 Januari 2026, menyusul kondisi cuaca ekstrem dan peningkatan tinggi muka air Sungai Batanghari.

Keputusan ini dituangkan melalui Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 1217 Tahun 2025.

Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan bahwa perpanjangan status siaga darurat dilakukan berdasarkan kajian situasi lapangan, laporan BMKG Jambi, serta rekomendasi rapat konsolidasi kesiapsiagaan bencana nasional.

“Meskipun beberapa titik pantau masih berada di bawah batas Siaga III, kenaikan muka air Sungai Batanghari dan potensi hujan lebat tetap menjadi perhatian utama,” sebutnya.

“Kami terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi dengan semua instansi terkait,” ujar Doni Sumatriadi.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jambi, Maulana, melalui Plt Kepala BPBD Doni Sumatriadi, menegaskan bahwa, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir dan angin kencang, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir.

“Keputusan perpanjangan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan warga dan kesiapsiagaan pemerintah daerah,” kata dia.

“Warga diimbau mengikuti arahan BPBD dan selalu memperbarui informasi terkait perkembangan kondisi cuaca dan tinggi muka air,” jelasnya.

Keputusan ini juga merujuk pada beberapa peraturan perundang-undangan, termasuk UU Penanggulangan Bencana Nomor 24 Tahun 2007, UU Pemerintahan Daerah Nomor 23 Tahun 2014, Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 4 Tahun 2025, serta pedoman BNPB Tahun 2016 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana.

Status siaga darurat hidrometeorologi dapat diperpanjang atau dipersingkat sesuai kebutuhan, tergantung perkembangan kondisi di lapangan.

Baca selengkapnya di sini surat SK Perpanjangan status siaga darurat Kota Jambi!




BMKG Jambi Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem hingga Pukul 21:00 WIB! Cek Wilayah Terdampak

Jambi – BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jambi, 15 Desember 2025

BMKG memperbarui peringatan dini cuaca untuk wilayah Jambi pada 15 Desember 2025 pukul 18:48 WIB. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, mulai pukul 19:00 WIB.

Wilayah terdampak utama:

  • Kabupaten Merangin: Pamenang, Tabir Selatan, Pamenang Barat, Margo Tabir, Tabir Lintas

  • Kabupaten Sarolangun: Pauh, Mandiangin, Air Hitam

  • Kabupaten Batanghari: Mersam, Muara Tembesi, Muara Bulian, Batin XXIV, Pemayung, Maro Sebo Ulu, Bajubang, Maro Sebo Ilir

  • Kabupaten Muaro Jambi: Sekernan, Kumpeh, Maro Sebo, Mestong, Kumpeh Ulu, Sungai Bahar, Sungai Gelam, Bahar Utara, Bahar Selatan, Taman Rajo

  • Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Tungkal Ilir, Pengabuan, Betara, Merlung, Batang Asam, Renah Mendaluh, Muara Papalik, Seberang Kota, Bram Itam, Kuala Betara, Senyerang

  • Kabupaten Tanjung Jabung Timur: Nipah Panjang, Mendahara, Rantau Rasau, Sadu, Muara Sabak Barat, Kuala Jambi, Mendahara Ulu, Geragai, Berbak

  • Kabupaten Tebo: Tebo Tengah, Tebo Ilir, Sumay, Tengah Ilir, Serai Serumpun, Muara Tabir

Potensi meluas ke wilayah lainnya:

Kabupaten Kerinci, Merangin (Jangkat, Bangko, Tabir Ulu, Lembah Masurai, dan lainnya), Sarolangun (Batang Asai, Pelawan, Bathin VIII) dan Muaro Jambi (Jambi Luar Kota).

Kemudian Tanjung Jabung Barat (Tungkal Ulu, Tebing Tinggi), Tanjung Jabung Timur (Muara Sabak Timur, Dendang), Bungo (Tanah Tumbuh, Pelepat Ilir), Tebo (Tebo Ulu, Rimbo Bujang), Kota Jambi (Telanaipura, Jambi Selatan, Pasar Jambi, Danau Teluk, Kota Baru, Jelutung, Alam Barajo, Danau Sipin, Paal Merah), dan Kota Sungai Penuh (Kumun Debai, Pondok Tinggi).

BMKG memperkirakan kondisi cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga pukul 21:00 WIB.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati, menghindari aktivitas di luar rumah bila tidak penting, dan memperhatikan keselamatan, terutama di daerah rawan banjir dan angin kencang.(*)




Malam Ini Waspada Cuaca Ekstrem di Jambi, Simak Wilayah Terdampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Sabtu, 29 November 2025 pukul 22:38 WIB.

Masyarakat di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang diperkirakan terjadi mulai pukul 23:08 WIB.

BMKG Jambi menyebutkan bahwa hujan lebat kemungkinan terjadi di wilayah:

  • Kabupaten Sarolangun: Mandiangin

  • Kabupaten Batanghari: Bajubang

  • Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Tungkal Ulu, Merlung, Tebing Tinggi, Batang Asam, Renah Mendaluh, Senyerang

  • Kabupaten Tebo: Tebo Tengah, Sumay, Tengah Ilir

Selain itu, kondisi cuaca ekstrem juga dapat meluas ke beberapa daerah lain, antara lain:

  • Kabupaten Batanghari: Mersam

  • Kabupaten Muaro Jambi: Sekernan, Mestong, Sungai Bahar, Bahar Utara, Bahar Selatan

  • Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Pengabuan, Betara, Muara Papalik, Bram Itam

  • Kabupaten Tebo: Tebo Ilir dan sekitarnya

Menurut prakiraan BMKG, potensi hujan lebat dan angin kencang ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 01:00 WIB, sehingga warga dihimbau untuk menjaga keselamatan diri dan harta benda.

BMKG Jambi memberikan beberapa tips antisipasi selama hujan lebat:

  1. Hindari aktivitas di luar rumah saat hujan lebat dan angin kencang.

  2. Waspadai potensi banjir di daerah rawan.

  3. Periksa dan amankan atap rumah, pohon, dan benda-benda yang mudah diterbangkan angin.

  4. Hindari perjalanan menggunakan perahu atau sungai saat hujan lebat.

Prakirawan BMKG Jambi menekankan agar masyarakat selalu memantau informasi terkini melalui nowcasting BMKG untuk mendapatkan update cuaca secara real-time.

Dengan kewaspadaan dini, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko akibat hujan lebat dan angin kencang.(*)




Polda Jambi Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolresta Jambi ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar dan dihadiri oleh unsur TNI, Forkopimda, BMKG, BPBD, serta sejumlah instansi terkait di Provinsi Jambi.

Turut hadir dalam apel tersebut perwakilan dari Korem 042/Gapu Jambi, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Kwarda Pramuka Provinsi Jambi.

Apel ini menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dalam amanatnya, Kapolda Jambi menegaskan pentingnya deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana melalui kolaborasi antara kepolisian, BMKG, dan pemerintah daerah.

“Deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama semua pihak. Pastikan kesiapan personel, sarana, dan logistik agar dapat segera digerakkan kapan pun dibutuhkan,” ujar Kapolda Jambi.

Kapolda juga menekankan pentingnya respons cepat dan tepat dalam setiap penanganan bencana.

Ia meminta seluruh personel memastikan kesiapan peralatan dan menggelar simulasi rutin sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat.

“Respons cepat dan tepat adalah kunci. Laksanakan tugas kemanusiaan dengan empati dan profesional, demi memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga berpesan agar para personel menjaga semangat dan kesehatan selama bertugas.

“Apa yang kita lakukan ini semata-mata demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Usai apel, Kapolda Jambi bersama Forkopimda meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, memastikan seluruhnya dalam kondisi siap pakai jika sewaktu-waktu terjadi bencana di wilayah Jambi.(*)




Siaga Karhutla Dicabut, BPBD Jambi Alihkan Fokus Hadapi Bencana Hidrometeorologi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi resmi mengakhiri status darurat siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 31 Oktober 2025.

Saat ini, fokus penanganan bencana bergeser pada kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah seiring meningkatnya curah hujan dan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Jambi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menjelaskan bahwa perubahan status ini mengikuti hasil evaluasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyatakan bahwa wilayah Jambi telah memasuki awal musim hujan.

“Wilayah Jambi sudah mulai memasuki musim hujan. Status siaga Karhutla resmi berakhir dan kita beralih ke status kesiapsiagaan hidrometeorologi basah,” ujar Bachyuni, Sabtu (1/11).

Ancaman bencana kini bergeser dari kebakaran hutan dan lahan ke banjir, tanah longsor, serta angin kencang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi akibat cuaca ekstrem.

Warga diharapkan berhati-hati terutama di wilayah dengan kondisi tanah labil dan daerah aliran sungai.(*)




Al Haris Pastikan Tim Gabungan Siap, Tangani Bencana Banjir dan Tanah Longsor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memastikan kesiapan penuh menghadapi potensi bencana banjir dan tanah longsor, seiring meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengatakan seluruh tim gabungan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, telah disiagakan untuk menghadapi dampak musim penghujan.

“Kami telah menyiapkan tim gabungan di semua daerah untuk mengantisipasi ancaman bencana banjir dan tanah longsor,” ujar Al Haris, Selasa (28/10/2025).

Tim siaga tersebut terdiri dari unsur BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan berbagai instansi teknis lainnya. Seluruh personel juga telah mendapat pelatihan khusus dalam menghadapi situasi darurat bencana alam.

Al Haris berharap, dengan kesiapan tersebut, dampak bencana dapat diminimalkan dan proses tanggap darurat berjalan lebih cepat.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 pada Kamis (23/10) lalu.

Kegiatan yang dipimpin oleh Bupati Kerinci, Monadi, menjadi langkah awal penguatan koordinasi lintas sektor menghadapi potensi banjir, longsor, dan angin kencang.

“Kerinci termasuk daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Dengan kondisi geografis bergunung dan curah hujan tinggi, kewaspadaan menjadi hal wajib,” kata Monadi.

Berdasarkan data dari BMKG Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci, puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Desember 2025 hingga April 2026.

Sejumlah kecamatan yang memiliki potensi banjir kategori rendah hingga menengah antara lain Air Hangat Timur, Batang Merangin, Bukit Kerman, Danau Kerinci, Gunung Kerinci, Kayu Aro Barat, Sitinjau Laut, dan Siulak Mukai.

Bupati Monadi menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal logistik dan peralatan, tetapi juga tentang kesadaran masyarakat.

Ia meminta seluruh camat dan kepala desa di wilayah rawan seperti Kayu Aro, Gunung Tujuh, dan Air Hangat Timur, untuk terus memberikan edukasi mitigasi kepada masyarakat.

“Apel ini bukan hanya seremonial, tapi wujud komitmen kita untuk melindungi masyarakat dan menjaga keselamatan lingkungan,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Jambi juga memperkuat sistem koordinasi dengan kabupaten/kota, khususnya dalam penyaluran bantuan logistik dan peralatan evakuasi ke wilayah yang sulit dijangkau.

“Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan. Karena itu, kami terus berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan seluruh lini menghadapi musim hujan tahun ini,” pungkas Al Haris.(*)




Waspada! Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Jambi Hingga Dini Hari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku pada Sabtu malam, 10 Mei 2025 pukul 20:45 WIB.

Cuaca diperkirakan akan mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang mulai pukul 20:55 WIB di sejumlah kabupaten di Jambi.

Wilayah yang terdampak hujan lebat antara lain:

  • Kabupaten Merangin: Tabir, Nalo Tatan, Renah Pembarap, Tabir Barat

  • Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Kuala Betara

  • Kabupaten Tanjung Jabung Timur: Mendahara

  • Kabupaten Bungo: Rantau Pandan, Pasar Muaro Bungo, Pelepat, Limbur Lubuk Mengkuang, Muko-muko Bathin VII, Pelepat Ilir, Batin II Babeko, Bathin III, Bungo Dani, Rimbo Tengah, Bathin III Ulu

  • Kabupaten Tebo: Tebo Tengah, Rimbo Bujang, Sumay, VII Koto, Rimbo Ulu, Rimbo Ilir, Serai Serumpun, VII Koto Ilir

Tak hanya itu, potensi hujan lebat juga dapat meluas ke sejumlah kecamatan lainnya, seperti:

  • Kabupaten Merangin: Tabir Ulu

  • Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Tungkal Ilir, Seberang Kota

  • Kabupaten Bungo: Tanah Tumbuh, Tanah Sepenggal, Jujuhan Ilir, Tanah Sepenggal Lintas

BMKG memperkirakan kondisi ini berlangsung hingga pukul 00:16 WIB.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini.

BMKG juga mengingatkan pengguna jalan dan pengendara agar meningkatkan kewaspadaan terhadap genangan air dan jarak pandang yang menurun saat hujan deras.

Untuk informasi cuaca terkini, masyarakat dapat mengikuti kanal resmi BMKG Provinsi Jambi atau memantau melalui aplikasi informasi cuaca terpercaya.(*)