Dari Masalah Jadi Peluang, Sinsen Gelar Innovation Craft untuk Karyawan dan Dealer

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perubahan perilaku konsumen dan dinamika bisnis membuat perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan cara kerja yang sudah berjalan.

Kemampuan membaca masalah, mencari solusi, hingga mengukur dampaknya kini menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing.

Semangat itu coba dibangun PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen), Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi, melalui SINSEN Innovation Craft (InnCraft) 2026.

Program tersebut dirancang sebagai ruang bagi karyawan Sinsen dan jaringan Dealer Honda di seluruh Provinsi Jambi untuk mengubah berbagai persoalan yang ditemui dalam pekerjaan menjadi gagasan perbaikan yang bisa diterapkan.

Menariknya, Sinsen menggunakan konsep permainan Minecraft sebagai pendekatan utama InnCraft. Dalam konsep tersebut, sebuah inovasi digambarkan seperti membangun sesuatu dari blok demi blok.

Masalah menjadi titik awal. Ide menjadi blueprint. Improvement menjadi proses pembangunan. Sedangkan dampak menjadi hasil akhir yang harus terlihat.

Konsep itu kemudian dirangkum melalui tema “Craft Your Idea, Build The Future”.

Peserta tidak hanya dituntut menghasilkan ide kreatif. Gagasan yang diajukan juga harus mampu diterjemahkan menjadi solusi, diterapkan dalam aktivitas kerja, diukur hasilnya, serta memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

PIC Sinsen InnCraft PT Sinar Sentosa Primatama, Lydia Syahada, mengatakan program tersebut dibuat untuk mendorong karyawan dan jaringan dealer agar tidak melihat persoalan kerja sebagai hambatan semata.

“Melalui SINSEN InnCraft, kami ingin memberikan ruang bagi karyawan dan jaringan Dealer Honda untuk berani melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda dan mengubahnya menjadi solusi,” ujar Lydia.

Menurutnya, inovasi tidak selalu harus lahir dari proyek besar. Perubahan justru dapat dimulai dari persoalan sederhana yang ditemukan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Karena bagi kami, inovasi tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari kemauan untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Pendekatan tersebut membuat gagasan yang muncul dalam InnCraft berangkat dari persoalan yang dihadapi peserta dalam aktivitas kerja masing-masing.

Solusi yang dikembangkan diarahkan pada sejumlah tujuan, mulai dari membuat proses kerja lebih efektif, meningkatkan pengalaman pelanggan, hingga mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis.

Dengan demikian, ukuran inovasi tidak berhenti pada seberapa unik sebuah ide, tetapi juga pada sejauh mana ide tersebut dapat dijalankan dan menghasilkan perubahan.

Antusiasme peserta datang dari dua lingkungan sekaligus, yakni internal Main Dealer Sinsen dan jaringan Dealer Honda di Provinsi Jambi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap gagasan yang dinilai memberikan nilai terbaik, Sinsen menetapkan enam pemenang InnCraft 2026.

Enam pemenang tersebut terbagi dalam dua kategori. Tiga pemenang berasal dari kategori Internal Main Dealer Sinsen, sedangkan tiga lainnya merupakan pemenang kategori Inovasi Dealer Honda se-Provinsi Jambi.

Bagi Sinsen, kompetisi tersebut tidak diposisikan semata-mata sebagai ajang mencari pemenang.

Lebih jauh, InnCraft diharapkan menjadi pemicu terbentuknya kebiasaan baru di lingkungan kerja: berani mempertanyakan proses yang sudah berjalan, mencari alternatif, berkolaborasi, dan menguji apakah sebuah perbaikan benar-benar memberikan dampak.

Melalui InnCraft, persoalan yang muncul dalam aktivitas sehari-hari didorong untuk tidak berhenti sebagai keluhan. Masalah diharapkan menjadi bahan untuk menemukan peluang perbaikan.

Semangat “Craft Your Idea, Build The Future” pun menjadi pesan utama program tersebut: inovasi dimulai dari gagasan, tetapi nilainya baru terlihat ketika gagasan itu berubah menjadi aksi dan memberikan dampak nyata.(*)




Investasi di Kota Jambi Tembus Rp1,32 Triliun, Maulana Sebut Kepercayaan Investor Terus Meningkat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi terus menunjukkan tren positif sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera.

Sepanjang tahun 2025, nilai investasi yang masuk ke Kota Jambi mencapai Rp1,32 triliun, sementara dukungan pembiayaan pembangunan menembus Rp1,96 triliun.

Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Jambi Maulana saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Jambi, Selasa 2 Juni 2026, dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625.

Menurut Maulana, tingginya nilai investasi yang masuk menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi dan stabilitas pembangunan di Kota Jambi.

“Investasi yang terus tumbuh menunjukkan bahwa Kota Jambi semakin dipercaya sebagai daerah yang layak untuk pengembangan usaha dan penanaman modal,” ujarnya.

Masuknya investasi tersebut turut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Di tengah perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi justru meningkat dari 4,88 persen menjadi 5,13 persen pada tahun 2025.

Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat juga mengalami kenaikan dari Rp68,5 juta menjadi Rp73,6 juta per tahun.

Sementara indeks gini yang menggambarkan tingkat ketimpangan ekonomi turun dari 0,395 menjadi 0,339.

Maulana menjelaskan bahwa peningkatan investasi tidak terlepas dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur, memperbaiki layanan publik, mendorong kemudahan berusaha, serta memperluas ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha dan UMKM.

Kondisi tersebut juga berdampak pada peningkatan pendapatan daerah. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi pada tahun 2025 mencapai Rp615,08 miliar atau meningkat 35,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp455,25 miliar.

Seiring meningkatnya PAD, total pendapatan APBD Kota Jambi juga naik menjadi Rp2,013 triliun dari sebelumnya Rp1,765 triliun.

Menurut Maulana, investasi yang masuk tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal itu terlihat dari menurunnya tingkat pengangguran terbuka dari 7,38 persen menjadi 7,08 persen serta turunnya angka kemiskinan dari 7,73 persen menjadi 7,69 persen.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Jambi akan terus memperkuat berbagai program strategis yang mendukung iklim investasi, mulai dari pembangunan infrastruktur perkotaan, pengendalian banjir, pengembangan kawasan ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, sejumlah agenda nasional yang akan digelar di Kota Jambi juga diharapkan mampu mendongkrak perputaran ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan potensi investasi Kota Jambi kepada investor dari berbagai daerah.

“Kami akan terus membuka ruang kolaborasi dan investasi yang lebih luas agar pertumbuhan ekonomi Kota Jambi semakin kuat, inklusif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Maulana.

Dengan tren investasi yang terus meningkat dan berbagai proyek strategis yang sedang berjalan, Kota Jambi optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus tujuan investasi yang menjanjikan di Provinsi Jambi.(*)