Media Communication Head JNE Sabet Indonesia Public Relations Top Leader 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen JNE dalam membangun komunikasi perusahaan yang transparan, adaptif, dan berdampak sosial kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Media Communication Head JNE, Kurnia Nugraha, meraih penghargaan Indonesia Public Relations Top Leader 2026 untuk kategori Logistik dan Kurir.

Penghargaan yang mengusung tema “Leading Trust in the Age of Intelligence” tersebut diberikan oleh Warta Ekonomi Group dalam ajang apresiasi kepada para pemimpin komunikasi dan public relations yang dinilai berhasil membangun reputasi organisasi sekaligus menjaga kepercayaan publik di tengah perkembangan era digital.

Penghargaan diserahkan langsung oleh CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi Group, Muhamad Ihsan, dalam seremoni yang berlangsung di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Kamis 30 Juli 2026.

Mewakili manajemen perusahaan, Kurnia Nugraha menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut.

Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan JNE yang terus berupaya menghadirkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh tim dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui berbagai inisiatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” ujar Kurnia.

Ia menjelaskan, strategi komunikasi memiliki peran penting dalam memastikan setiap program perusahaan dapat dipahami publik secara tepat sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Di tengah persaingan industri logistik yang semakin dinamis, komunikasi yang terbuka dan bertanggung jawab dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan pelanggan maupun para pemangku kepentingan.

Kurnia menambahkan, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi JNE untuk terus menghadirkan inovasi komunikasi yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tanggung jawab sosial perusahaan.

Ajang Indonesia Public Relations Top Leader 2026 sendiri memberikan apresiasi kepada para profesional komunikasi yang dinilai mampu mengelola reputasi organisasi, membangun kepercayaan publik, serta merancang strategi komunikasi yang adaptif di tengah transformasi digital.

Bagi JNE, penghargaan ini juga memperkuat komitmen perusahaan dalam mengusung semangat Connecting Happiness melalui berbagai program yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan UMKM, kegiatan sosial, olahraga hingga pelestarian budaya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, JNE berupaya memperluas perannya tidak hanya sebagai perusahaan jasa logistik, tetapi juga sebagai mitra yang berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

“Kami percaya pertumbuhan bisnis yang sehat harus berjalan seiring dengan kontribusi sosial yang memberikan manfaat luas. Ke depan, JNE akan terus memperkuat komunikasi strategis agar setiap inovasi dan pelayanan yang kami hadirkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Kurnia.(*)




Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Juli 2026, Low Tuck Kwong Geser Robert Budi Hartono

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Daftar orang terkaya Indonesia mengalami perubahan posisi pada Juli 2026.

Pengusaha batu bara Low Tuck Kwong berhasil mengambil alih posisi puncak, menggeser pemilik Grup Djarum Robert Budi Hartono yang sebelumnya berada di urutan pertama.

Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires per 17 Juli 2026, terjadi perubahan susunan di jajaran tiga besar orang terkaya Indonesia.

Low Tuck Kwong kini tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai US$16,2 miliar atau sekitar Rp262,4 triliun dengan asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS.

Sementara itu, Robert Budi Hartono berada di posisi kedua dengan kekayaan sebesar US$15,7 miliar atau sekitar Rp254,3 triliun.

Posisi ketiga masih ditempati pengusaha Prajogo Pangestu dengan total kekayaan mencapai US$15,4 miliar atau sekitar Rp249,5 triliun.

Perubahan daftar taipan terkaya Indonesia ini menunjukkan sektor pertambangan, energi, perbankan, petrokimia, hingga industri pusat data masih menjadi sumber utama kekayaan para konglomerat nasional.

Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes Juli 2026

1. Low Tuck Kwong

Pengusaha Pertambangan batu bara dan energi melalui Bayan Resources.

Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya Indonesia dengan kekayaan mencapai US$16,2 miliar atau sekitar Rp262,4 triliun.

Kekayaannya meningkat sekitar US$144,4 juta dalam pembaruan terbaru Forbes.

Sektor usaha: Pertambangan batu bara dan energi melalui Bayan Resources.

 

2. Robert Budi Hartono

Pengusaha Perbankan dan industri rokok melalui BCA serta Djarum Group.

Robert Budi Hartono menempati posisi kedua dengan kekayaan sebesar US$15,7 miliar atau sekitar Rp254,3 triliun.

Nilai kekayaannya meningkat sekitar US$530,6 juta.

Sektor usaha: Perbankan dan industri rokok melalui BCA serta Djarum Group.

3. Prajogo Pangestu

Pengusaha Petrokimia dan energi melalui Barito Group.

Prajogo Pangestu tetap berada di posisi ketiga dengan kekayaan US$15,4 miliar atau sekitar Rp249,5 triliun.

Kekayaannya bertambah sekitar US$30,3 juta.

Sektor usaha: Petrokimia dan energi melalui Barito Group.

4. Anthoni Salim

Konglomerasi Salim Group yang bergerak di bidang pangan, ritel, telekomunikasi, dan infrastruktur.

Anthoni Salim berada di posisi keempat dengan kekayaan US$10,3 miliar atau sekitar Rp166,9 triliun.

Sektor usaha: Konglomerasi Salim Group yang bergerak di bidang pangan, ritel, telekomunikasi, dan infrastruktur.

5. Sri Prakash Lohia

Pengusaha Petrokimia dan manufaktur melalui Indorama Group.

Sri Prakash Lohia menempati posisi kelima dengan kekayaan US$8,5 miliar atau sekitar Rp137,7 triliun.

Sektor usaha: Petrokimia dan manufaktur melalui Indorama Group.

6. Tahir dan Keluarga

Konglomerasi Mayapada Group.

Tahir dan keluarga berada di peringkat keenam dengan kekayaan US$8,3 miliar atau sekitar Rp134,5 triliun.

Sektor usaha: Konglomerasi Mayapada Group.

7. Otto Toto Sugiri

Pengusaha Pusat data melalui DCI Indonesia.

Otto Toto Sugiri berada di posisi ketujuh dengan kekayaan US$7,7 miliar atau sekitar Rp124,7 triliun.

Sektor usaha: Pusat data melalui DCI Indonesia.

8. Marina Budiman

Pengusaha Pusat data melalui DCI Indonesia.

Marina Budiman menjadi satu-satunya perempuan dalam daftar 10 besar orang terkaya Indonesia.

Ia memiliki kekayaan sekitar US$5,5 miliar atau sekitar Rp89,1 triliun.

Sektor usaha: Pusat data melalui DCI Indonesia.

9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

Pengusaha Perkebunan kelapa sawit dan pertambangan nikel.

Lim Hariyanto Wijaya Sarwono berada di posisi kesembilan dengan kekayaan US$4,3 miliar atau sekitar Rp69,7 triliun.

Sektor usaha: Perkebunan kelapa sawit dan pertambangan nikel.

10. Theodore Rachmat

Pelaku Investasi dan berbagai sektor industri.

Theodore Rachmat melengkapi daftar 10 orang terkaya Indonesia dengan kekayaan US$4,1 miliar atau sekitar Rp66,4 triliun.

Sektor usaha: Investasi dan berbagai sektor industri.(*)




Tak Hanya KUR, OJK Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Integrasi Industri

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.IDOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak bisa hanya bergantung pada pembiayaan semata.

Pendekatan yang lebih menyeluruh dinilai penting agar UMKM mampu tumbuh berkelanjutan dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa penguatan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) perlu diiringi dengan integrasi UMKM ke dalam rantai pasok industri.

“KUR memiliki peran strategis untuk menjangkau UMKM yang belum memiliki rekam jejak kredit, sekaligus menjadi pintu awal agar mereka bisa masuk ke ekosistem industri yang lebih luas,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Menurut Dian, keterhubungan UMKM dengan perusahaan besar menjadi kunci agar pelaku usaha kecil memiliki akses pasar yang lebih jelas dan berkelanjutan.

OJK pun terus mendorong kolaborasi antara UMKM dengan berbagai sektor industri melalui koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait.

Selain itu, sektor perbankan dinilai telah memiliki berbagai skema pembiayaan yang mendukung integrasi UMKM dalam rantai pasok, mulai dari kredit hingga layanan keuangan lainnya.

Namun demikian, OJK menekankan bahwa pembiayaan saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan peningkatan kapasitas usaha, akses pasar, serta penguatan ekosistem bisnis.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas,” tegasnya.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat sinergi antara regulator, industri jasa keuangan, pemerintah, dan pelaku usaha guna menciptakan ekosistem UMKM yang lebih kokoh.

Dengan strategi tersebut, UMKM diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat yang lebih luas.(*)