Wabup Gerry Trisatwika Pesan Kafilah Sarolangun Jaga Nama Baik Daerah di MTQH ke-55 Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, meminta seluruh anggota kafilah Kabupaten Sarolangun menjaga kesehatan, menunjukkan kemampuan terbaik, serta menjunjung tinggi budi pekerti selama mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi di Kota Jambi.

Pesan tersebut disampaikan Gerry saat mendampingi kafilah Sarolangun dalam rangkaian penyambutan peserta MTQH di Lobi Utama Kantor Wali Kota Jambi, Sabtu 31 Oktober 2026.

Gerry yang bertindak sebagai Ketua Pendamping Kafilah Sarolangun menegaskan bahwa keikutsertaan dalam MTQH bukan hanya tentang meraih prestasi melalui perlombaan, tetapi juga kesempatan membawa nama baik daerah melalui sikap, perilaku, dan akhlak para peserta.

“Tunjukkan budi pekerti masyarakat Sarolangun yang dapat membanggakan daerah. Terima kasih juga kepada para pendamping yang telah mempersiapkan dan mendukung kafilah dengan baik. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar,” pesan Gerry.

Ia juga mengingatkan para peserta agar menjaga kondisi fisik dan stamina selama mengikuti seluruh cabang perlombaan.

Menurutnya, kesiapan peserta menjadi salah satu hal penting agar mereka dapat menampilkan kemampuan secara optimal.

Selain memberikan motivasi kepada kafilah, Gerry menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi selaku tuan rumah MTQH ke-55 atas sambutan yang diberikan kepada rombongan Kabupaten Sarolangun.

Ia berharap penyelenggaraan MTQH tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga memperkuat hubungan persaudaraan dan silaturahmi antarkabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“Kami mengapresiasi sambutan Kota Jambi selaku tuan rumah. Kami berharap momentum ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antardaerah di Provinsi Jambi,” ungkapnya.

Menurut Gerry, pertemuan para kafilah dari seluruh daerah dalam satu kegiatan keagamaan menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat di Provinsi Jambi.

Ia juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjadikan MTQH sebagai momentum untuk berdoa bersama agar Provinsi Jambi senantiasa dijauhkan dari berbagai bencana.

“Melalui syiar Islam dan hadirnya generasi yang berakhlak baik, semoga Provinsi Jambi senantiasa dijauhkan dari bencana alam,” ujarnya.

Kehadiran kafilah Sarolangun menjadi bagian dari rangkaian penyambutan peserta MTQH ke-55 yang digelar Pemerintah Kota Jambi sebagai tuan rumah.

Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyambut langsung kedatangan para kafilah bersama Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan dan jajaran pemerintah daerah.

Pada hari kedua penyambutan, sejumlah kafilah tiba secara bergantian, mulai dari Kota Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Timur, Tebo, hingga Kabupaten Merangin sebagai rombongan terakhir.

Secara keseluruhan, MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi diikuti 1.178 orang yang terdiri dari peserta, official, dan pendamping.

Dalam kesempatan tersebut, Diza menyampaikan bahwa MTQH bukan sekadar kompetisi untuk mengejar kemenangan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana memperluas syiar Islam, mempererat persaudaraan, serta membangun generasi muda yang mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Penyelenggaraan MTQH ke-55 di Kota Jambi juga mengusung konsep pembukaan 1001 malam yang mengangkat sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Kota Jambi.

Dengan persiapan yang telah dilakukan, Gerry berharap kafilah Sarolangun dapat mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan baik, menjaga kekompakan, serta memberikan kontribusi positif bagi nama baik Kabupaten Sarolangun di tingkat Provinsi Jambi.(*)




Ikuti MTQH ke-55 Provinsi Jambi, Bupati Hurmin Berpesan Kafilah Jaga Nama Baik Sarolangun

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabupaten Sarolangun mengerahkan 114 anggota kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 di Kota Jambi.

Bupati Sarolangun H. Hurmin secara resmi melepas keberangkatan rombongan tersebut dalam acara yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Sarolangun, Jumat 30 Oktober 2026 malam.

Dari total 114 anggota kafilah, sebanyak 74 orang merupakan peserta lomba, sedangkan 40 lainnya bertugas sebagai official dan pendamping.

Mereka akan mewakili Kabupaten Sarolangun dalam ajang keagamaan tingkat provinsi yang berlangsung pada 1 hingga 8 November 2026.

Pelepasan ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk memberikan dukungan sekaligus memotivasi para peserta agar mampu menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap cabang perlombaan.

Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika yang juga bertindak sebagai pimpinan kafilah menjelaskan bahwa seluruh peserta telah menjalani persiapan untuk menghadapi kompetisi tersebut.

Sebanyak 74 peserta akan mengikuti 10 cabang perlombaan, yakni Tilawah, Qiraat, Hifzil, Tafsir, Fahmil, Syarhil, Khat Al-Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, Musabaqah Hadits golongan 100 hadits, serta Berzanji Marhaban.

Menurut Gerry, rombongan dijadwalkan berangkat menuju Kota Jambi pada Sabtu pagi. Panitia telah menyiapkan lokasi penginapan bagi kafilah di kawasan Kota Baru.

Dalam acara pelepasan tersebut turut hadir unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua TP-PKK, kepala OPD, pelatih, official, pendamping, serta seluruh peserta.

Dalam sambutannya, Bupati Hurmin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah bekerja mempersiapkan kafilah Sarolangun.

Ia menilai keikutsertaan dalam MTQH bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara.

Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi sarana memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits sekaligus membentuk generasi yang memahami serta mengamalkan nilai-nilai keagamaan.

Hurmin berpesan agar seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, disiplin, menjaga kesehatan, dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun, saya berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjaga kesehatan, disiplin serta menampilkan kemampuan terbaik. Junjung tinggi sportivitas dan tetap menjaga akhlakul karimah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Hurmin.

Ia juga meminta seluruh anggota kafilah menjaga kekompakan serta nama baik Kabupaten Sarolangun selama berada di Kota Jambi.

Menurutnya, prestasi memang menjadi salah satu tujuan dalam kompetisi, tetapi sikap, kedisiplinan, persaudaraan, dan akhlak para peserta juga menjadi bagian penting yang harus dijaga.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun berharap 74 peserta yang mengikuti berbagai cabang perlombaan mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil membanggakan.

Hurmin juga mendoakan agar seluruh anggota kafilah senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kemudahan selama mengikuti MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi.

“Kami berharap seluruh kafilah senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan selama mengikuti perlombaan. Semoga dapat membawa hasil terbaik serta mengharumkan nama Kabupaten Sarolangun,” tutupnya.

Acara pelepasan ditutup dengan foto bersama Bupati, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, dan seluruh anggota kafilah.

Para peserta kemudian bersalam-salaman untuk menerima doa dan dukungan sebelum bertolak menuju Kota Jambi.

Dengan kekuatan 114 anggota rombongan dan persiapan pada 10 cabang perlombaan, Sarolangun berharap dapat memberikan kontribusi prestasi sekaligus memperkuat syiar Islam melalui MTQH ke-55 Provinsi Jambi Tahun 2026.(*)




Beasiswa Sarolangun 2026 Dibuka! Siswa SD dan SMP Bisa Daftar hingga 4 November

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, membuka pengusulan Beasiswa Miskin Berprestasi Tahun 2026 bagi siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP.

Pendaftaran berlangsung pada 27 Oktober hingga 4 November 2026, sehingga calon penerima perlu segera menyiapkan dokumen sesuai persyaratan.

Kepala Disdikbud Kabupaten Sarolangun, H. Arsyad, SH, M.Pd.I, menyampaikan pembukaan program tersebut menyusul terbitnya surat edaran pengusulan beasiswa pada 26 Oktober 2026.

Program ini menyasar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang berdomisili di Kabupaten Sarolangun.

Pemerintah daerah membuka kesempatan bagi peserta didik yang memenuhi kriteria ekonomi, persyaratan administrasi, serta ketentuan prestasi akademik maupun nonakademik.

Pengusulan beasiswa mengacu pada Peraturan Bupati Sarolangun Nomor 33 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberian Beasiswa Miskin Berprestasi Tahun 2026.

Ketentuan itu juga diperkuat melalui Surat Edaran Kepala Disdikbud Kabupaten Sarolangun Nomor P/1048/400.3.1/X/2026 tertanggal 26 Oktober 2026.

Calon penerima harus memenuhi sejumlah kriteria sebelum mengajukan bantuan pendidikan.

Pertama, siswa harus berdomisili di Kabupaten Sarolangun dan berstatus sebagai peserta didik kelas VI SD atau kelas IX SMP di wilayah tersebut.

Kedua, calon penerima harus berasal dari keluarga kurang mampu yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 5.

Persyaratan ini juga mencakup surat keterangan dari pemerintah desa atau kelurahan sesuai ketentuan pengusulan.

Ketiga, siswa harus mempunyai prestasi akademik atau nonakademik yang dapat dibuktikan melalui dokumen resmi.

Prestasi tersebut dapat berasal dari tingkat kabupaten, provinsi, regional, nasional, hingga internasional.

Selain persyaratan ekonomi dan prestasi, calon penerima harus menunjukkan perilaku baik, rajin, santun, serta menaati tata tertib sekolah.

Siswa juga tidak boleh menerima beasiswa atau bantuan pendidikan lain untuk kategori yang sama. Seluruh dokumen yang disampaikan harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jadwal seleksi beasiswa Sarolangun 2026

Calon penerima dan orang tua perlu memperhatikan setiap tahapan agar tidak melewatkan batas pengusulan.

  • 27 Oktober 2026: Pengumuman pendaftaran.
  • 27 Oktober–4 November 2026: Masa pendaftaran.
  • 5–9 November 2026: Proses seleksi.
  • 11 November 2026: Pengumuman penerima.
  • 11–13 November 2026: Daftar ulang penerima.

Pendaftaran berakhir pada 4 November 2026. Karena itu, orang tua sebaiknya memeriksa persyaratan dan berkoordinasi dengan pihak sekolah sejak awal, terutama untuk menyiapkan dokumen yang memerlukan pengesahan.

Disdikbud Sarolangun menyediakan tautan daring untuk membantu proses pengusulan.

Calon penerima harus memilih formulir sesuai jenjang pendidikan masing-masing.

1. Unduh dokumen persyaratan

https://bit.ly/4jHK0Cj

2. Formulir pendaftaran siswa SD

https://forms.gle/1hYoUP8bUvLf53yW9

3. Formulir pendaftaran siswa SMP

https://forms.gle/fFkRg8dwv3nf5wLB9

Pengisian formulir daring tidak menggantikan kewajiban penyerahan dokumen fisik.

Pemohon juga harus menyerahkan berkas asli kepada Disdikbud Kabupaten Sarolangun melalui Bidang Pendidikan Dasar sesuai ketentuan program.

Sebelum mengajukan beasiswa, calon penerima perlu memastikan seluruh dokumen berikut tersedia:

  1. Surat permohonan beasiswa.
  2. Surat rekomendasi dari sekolah.
  3. SKTM atau surat keterangan desil sesuai persyaratan.
  4. Surat pernyataan tidak menerima beasiswa lain untuk kategori yang sama.
  5. Surat pernyataan keabsahan dan kebenaran dokumen.
  6. Fotokopi Kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK).
  7. Fotokopi rapor dua tahun terakhir yang telah dilegalisasi.
  8. Bukti prestasi berupa piagam, sertifikat, surat keputusan, atau dokumen pendukung lainnya.
  9. Fotokopi buku rekening Bank 9 Jambi atas nama calon penerima.

Orang tua dan siswa perlu memastikan kesesuaian identitas, status sekolah, dokumen ekonomi, serta bukti prestasi sebelum menyerahkan berkas.

Kelengkapan administrasi menjadi bagian penting dalam proses verifikasi dan seleksi.

Besaran bantuan belum ditetapkan dalam informasi pengusulan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan menentukan penerima dan nominal beasiswa melalui Keputusan Bupati dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Dana bantuan nantinya disalurkan melalui rekening penerima di Bank 9 Jambi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, calon penerima perlu membedakan antara pembukaan pengusulan dan penetapan bantuan.

Mengajukan permohonan tidak otomatis menjamin siswa memperoleh beasiswa karena seluruh berkas masih harus melewati proses verifikasi dan seleksi.

Disdikbud Sarolangun mengimbau kepala SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, agar menyampaikan informasi program ini kepada siswa yang memenuhi kriteria serta membantu proses kelengkapan administrasi.

Program Beasiswa Miskin Berprestasi diharapkan dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu sekaligus mendukung pengembangan prestasi mereka.

Bagi orang tua yang memiliki anak di kelas VI SD atau kelas IX SMP di Kabupaten Sarolangun, langkah terpenting saat ini ialah memeriksa kriteria penerima, menyiapkan seluruh dokumen, dan mengajukan permohonan melalui tautan sesuai jenjang pendidikan sebelum batas pendaftaran 4 November 2026.(*)




Pilkades Sarolangun 29 Oktober, Hurmin Ingatkan Calon soal Politik Uang dan Hoaks

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun menggelar Deklarasi Damai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di tiga lokasi, yakni Kantor Camat Limun, Mandiangin, dan Sarolangun, Rabu 21 Oktober 2026.

Kegiatan ini bertujuan menjaga pelaksanaan Pilkades agar berlangsung aman, tertib, jujur, dan damai menjelang pemungutan suara pada 29 Oktober 2026.

Deklarasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, para calon kepala desa, panitia penyelenggara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), TNI-Polri, serta masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Sarolangun H. Hurmin menegaskan bahwa Pilkades merupakan bagian penting dari demokrasi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan pemimpin desa sesuai dengan pilihan masing-masing.

Ia mengimbau seluruh calon kepala desa agar mengedepankan sportivitas serta siap menerima hasil pemilihan, baik menang maupun kalah.

“Pilkades ini merupakan pesta demokrasi masyarakat desa. Saya berharap seluruh calon dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik, menjaga sportivitas, dan siap menerima hasil pemilihan dengan lapang dada. Jangan sampai perbedaan pilihan memecah persatuan dan persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Hurmin.

Menurutnya, seluruh calon beserta tim pendukung harus menjaga suasana tetap kondusif dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu perselisihan.

Ia juga mengingatkan agar praktik politik uang, kampanye hitam, penyebaran hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian dihindari selama tahapan pemilihan berlangsung.

“Jangan menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan aturan untuk meraih kemenangan. Mari kita ciptakan Pilkades yang jujur, damai, dan bermartabat. Siapa pun yang nantinya terpilih harus kita hormati bersama,” tegasnya.

Hurmin juga menekankan pentingnya netralitas panitia penyelenggara dan aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas.

Apabila muncul perselisihan, ia meminta seluruh pihak menyelesaikannya melalui mekanisme dan jalur hukum yang berlaku.

Deklarasi damai di Kecamatan Limun dan Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG) melibatkan perwakilan dari 10 desa, terdiri atas enam desa di Kecamatan Limun dan empat desa di Kecamatan CNG.

Sementara itu, Pilkades di Kecamatan Mandiangin dijadwalkan berlangsung di enam desa.

Berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT), Desa Gurun Tuo memiliki 609 pemilih, Gurun Tuo Simpang 1.115 pemilih, Rangkiling 563 pemilih, Rangkiling Simpang 1.730 pemilih, Kertopati 1.307 pemilih, dan Muaro Ketalo sebanyak 581 pemilih.

Dengan demikian, pelaksanaan Pilkades di wilayah Limun, CNG, dan Mandiangin mencakup 16 desa.

Kesiapan panitia, keamanan, serta partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa tersebut.

Berdasarkan tahapan yang telah ditetapkan, penyampaian visi dan misi calon dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Oktober 2026.

Selanjutnya, pemasangan alat peraga kampanye dilaksanakan pada 25–27 Oktober, sebelum pemungutan suara pada 29 Oktober 2026.

Hurmin berharap seluruh rangkaian tahapan Pilkades dapat berjalan lancar dengan dukungan semua pihak, termasuk calon kepala desa, panitia, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Harapan kita, Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Sarolangun berjalan aman, tertib, dan damai hingga selesai. Kita ingin menghasilkan kepala desa yang amanah, berintegritas, serta mampu bekerja untuk memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Pemkab Sarolangun berharap deklarasi damai ini menjadi komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan menciptakan suasana demokrasi yang sehat, sehingga perbedaan pilihan tidak mengganggu kerukunan masyarakat.(*)




Dukung Work-Life Balance, BRI Cabang Sarolangun Sediakan Fasilitas dan Komunitas Olahraga untuk Pekerja

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Cabang Sarolangun terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, kondusif, dan produktif bagi seluruh karyawan atau Insan BRILiaN.

Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas ruang olahraga di lingkungan kantor BRI Cabang Sarolangun.

Fasilitas ini diresmikan langsung oleh Pemimpin Cabang BRI Sarolangun, Irfan Zidi, pada 2 Oktober 2026.

Irfan Zidi mengatakan, penyediaan fasilitas olahraga tersebut merupakan bagian dari implementasi budaya work-life balance atau keseimbangan antara kehidupan pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Menurutnya, manajemen BRI menyadari bahwa dinamika dunia perbankan yang terus berkembang dan menuntut kecepatan kerja perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan fisik maupun mental karyawan.

“Kesehatan dan kesejahteraan pekerja merupakan salah satu prioritas utama. Kehadiran fasilitas olahraga di kantor ini menjadi bukti bahwa perusahaan memberikan perhatian terhadap kesejahteraan seluruh Insan BRILiaN,” ujarnya.

Ruang olahraga tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kebugaran, di antaranya tenis meja, biliar, treadmill, serta sejumlah peralatan olahraga lainnya.

Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh pekerja BRI Cabang Sarolangun di luar jam operasional kerja.

Dengan demikian, karyawan memiliki kesempatan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus melepas penat setelah menjalankan aktivitas pekerjaan.

Melalui penyediaan fasilitas ini, BRI Cabang Sarolangun berharap dapat membangun atmosfer kerja yang lebih seimbang, nyaman, dan modern.

Lingkungan kerja yang mendukung kesehatan serta kesejahteraan karyawan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan semangat dan produktivitas kerja.

Selain memperhatikan kualitas pelayanan perbankan, BRI juga terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang mampu mendukung pengembangan potensi sumber daya manusia.

Manajemen berharap keberadaan fasilitas olahraga tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kebugaran, motivasi, dan produktivitas seluruh pekerja.

Dengan kondisi karyawan yang sehat dan bersemangat, BRI Cabang Sarolangun optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh nasabah.(*)




Sekolah Rakyat Rp400 Miliar Dibangun di Sarolangun, Pemkab Siapkan Lahan 8,09 Hektare

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabupaten Sarolangun bersiap menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat dengan nilai anggaran sekitar Rp400 miliar.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun menyiapkan lahan seluas 8,09 hektare di Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, untuk mendukung proyek pendidikan yang direncanakan menampung hingga 2.550 siswa tersebut.

Pembangunan fasilitas pendidikan itu dijadwalkan mulai pada Desember 2026.

Selain menyiapkan lahan, pemerintah kabupaten juga merencanakan pelebaran jalan di sekitar lokasi untuk menunjang akses menuju kawasan sekolah.

Bupati Sarolangun, H. Hurmin menyampaikan kesiapan tersebut saat mendampingi Gubernur Jambi, Al Haris meninjau lokasi Sekolah Rakyat pada Senin 12 Oktober 2026.

Hurmin mengatakan pemerintah kabupaten siap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi dan pihak terkait untuk mendukung tahapan pembangunan.

“Pemerintah Kabupaten Sarolangun siap mendukung pembangunan Sekolah Rakyat ini. Kami telah menyiapkan lahan yang dibutuhkan dan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta pihak terkait agar proses pembangunan berjalan dengan baik,” ujar Hurmin.

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Sarolangun membawa dua aspek penting, penyediaan fasilitas pendidikan berskala besar dan perluasan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan kapasitas yang direncanakan mencapai 2.550 siswa, sekolah tersebut diharapkan dapat mendukung kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Namun, manfaat proyek ini nantinya tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik.

Kesiapan tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran, sistem penerimaan siswa, dan keberlanjutan operasional juga akan menentukan kualitas layanan pendidikan yang diterima siswa.

Nilai anggaran sekitar Rp400 miliar dan jadwal pembangunan pada Desember 2026 menjadi informasi penting dalam rencana proyek ini.

Rincian sumber pendanaan, tahapan konstruksi, serta target penyelesaian perlu dipastikan melalui keterangan resmi instansi pelaksana.

Selain menyediakan lahan, Pemkab Sarolangun merencanakan pelebaran jalan di sekitar Kelurahan Aur Gading.

Langkah tersebut bertujuan mendukung akses menuju kawasan sekolah sekaligus menunjang mobilitas selama pembangunan berlangsung.

Akses jalan akan menjadi salah satu aspek penting, terutama jika fasilitas pendidikan tersebut beroperasi dengan kapasitas ribuan siswa.

Perencanaan lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, dan konektivitas dengan kawasan permukiman perlu mendapat perhatian sejak tahap awal.

Koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan instansi pelaksana juga diperlukan agar pembangunan fasilitas utama berjalan selaras dengan kesiapan infrastruktur pendukung.

Dengan demikian, persiapan proyek tidak hanya berfokus pada penyediaan lahan, tetapi juga pada aksesibilitas dan kelayakan kawasan untuk menunjang kegiatan pendidikan dalam jangka panjang.

Hurmin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Sarolangun.

Ia berharap fasilitas tersebut memberikan manfaat nyata, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.

“Kami berharap kehadiran Sekolah Rakyat ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan fasilitas pendidikan yang memadai, mereka diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meraih masa depan yang lebih baik,” kata Hurmin.

Harapan tersebut menempatkan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan.

Meski demikian, keberhasilan program perlu diukur melalui manfaat yang diterima siswa, kualitas pembelajaran, dan kemampuan sekolah menjangkau kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.

Informasi mengenai mekanisme penerimaan siswa, jenjang pendidikan yang tersedia, dan fasilitas yang akan dibangun juga akan membantu masyarakat memahami manfaat program secara lebih konkret.

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Aur Gading menjadi salah satu agenda pengembangan fasilitas pendidikan di Kabupaten Sarolangun.

Pemerintah daerah telah menyatakan kesiapan menyediakan lahan dan mendukung infrastruktur penunjang, termasuk pelebaran jalan.

Tahap berikutnya akan bergantung pada kesiapan teknis, pelaksanaan pembangunan sesuai jadwal, dan koordinasi antarlembaga yang terlibat.

Masyarakat juga membutuhkan informasi yang jelas mengenai tahapan proyek, jadwal penyelesaian, serta mekanisme penerimaan peserta didik.

Jika terlaksana sesuai rencana dan didukung layanan pendidikan yang memadai, Sekolah Rakyat diharapkan memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Sarolangun dan wilayah sekitarnya.(*)




Hurmin Tegaskan Sarolangun Maju Bukan Sekadar Slogan, Ini Lima Agenda Pembangunannya

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID — Bupati Sarolangun H. Hurmin menegaskan komitmennya melanjutkan pembangunan daerah melalui visi Sarolangun Maju.

Ia menjadikan lima misi pembangunan sebagai arah kebijakan pemerintah kabupaten dalam menjalankan program selama periode RPJMD 2025–2029.

Komitmen tersebut disampaikan Hurmin dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sarolangun untuk memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun di Gedung DPRD Sarolangun, Senin 12 Oktober 2026.

Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan unsur pemangku kepentingan, Hurmin menyebut pembangunan Sarolangun merupakan hasil kerja bersama yang berlanjut dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya.

Ia mengapresiasi kontribusi para pemimpin terdahulu, mulai dari Muhammad Madel dan Maryadi Syarif, hingga Hasan Basri Agus dan Cek Endra.

Menurutnya, setiap periode pemerintahan telah meletakkan bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Sarolangun.

“Pembangunan Kabupaten Sarolangun adalah hasil kerja keras kita bersama di era masing-masing pemerintahan sebelumnya. Insya Allah, tongkat estafet pembangunan ini akan terus dilanjutkan oleh putra-putri terbaik daerah ini di masa mendatang,” ujar Hurmin.

Pernyataan tersebut menegaskan arah pembangunan yang ingin ia lanjutkan. Namun, tantangan pemerintah daerah tidak berhenti pada kesinambungan program.

Pemerintah juga perlu memastikan kebijakan berjalan sesuai prioritas dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

Lima misi menjadi arah pembangunan Sarolangun

Hurmin menjelaskan bahwa visi Sarolangun Maju menjadi landasan bagi lima misi utama pemerintahannya.

Kelima misi itu mencakup pelayanan dasar, penguatan nilai sosial dan budaya, pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi, serta perbaikan birokrasi.

Misi pertama berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

Pemerintah daerah menempatkan sektor tersebut sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Misi kedua mencakup penguatan nilai keagamaan, pelestarian adat istiadat, dan pengembangan kepemudaan.

Agenda ini diarahkan untuk menjaga karakter daerah sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan.

Pada misi ketiga, Hurmin menekankan pembangunan infrastruktur pelayanan umum yang merata dan berkualitas.

Pemerataan menjadi aspek penting agar masyarakat di berbagai wilayah memperoleh akses yang lebih baik terhadap fasilitas dan layanan dasar.

Misi keempat berorientasi pada pengembangan ekonomi berbasis potensi sumber daya lokal serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Arah kebijakan ini membuka ruang bagi penguatan usaha masyarakat dan pemanfaatan potensi ekonomi daerah.

Sementara itu, misi kelima menyasar pembentukan budaya birokrasi yang berakhlak, tanggap, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kelima misi tersebut menjadi kerangka bagi pemerintah daerah dalam menentukan program dan prioritas pembangunan.

Pelaksanaannya membutuhkan koordinasi antarlembaga, pengelolaan anggaran yang efektif, serta evaluasi berkala terhadap hasil program.

Hurmin: Sarolangun Maju bukan sekadar slogan

Hurmin menegaskan visi dan misi pemerintahannya bukan sekadar pernyataan politik, melainkan komitmen yang harus diwujudkan melalui kerja nyata.

Ia menyatakan program dalam RPJMD Sarolangun 2025–2029 harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Visi dan misi ini bukan sekadar slogan, tetapi janji kami kepada masyarakat yang akan kami wujudkan. Melalui kerja nyata, kami berkomitmen memastikan bahwa setiap program pemerintah yang tertuang dalam dokumen RPJMD 2025–2029 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Hurmin.

Komitmen tersebut menempatkan pelaksanaan program sebagai tolok ukur penting bagi keberhasilan pemerintahan.

Masyarakat membutuhkan perbaikan layanan yang nyata, mulai dari akses pendidikan dan kesehatan hingga infrastruktur dan kesempatan ekonomi.

Karena itu, keberhasilan agenda Sarolangun Maju perlu terlihat melalui indikator yang terukur, seperti peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi lokal, dan perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan setiap program memiliki target yang jelas sehingga masyarakat dapat menilai perkembangan dan hasil pelaksanaannya.

Tantangan pembangunan masih membutuhkan perhatian

Dalam rapat paripurna yang sama, Gubernur Jambi, Al Haris memaparkan sejumlah indikator pembangunan Sarolangun pada 2025.

Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 4,78 persen, meningkat dibandingkan 3,73 persen pada 2024.

Indeks Pembangunan Manusia juga naik dari 73,76 menjadi 74,72.

Tingkat Pengangguran Terbuka turun dari 5,03 persen pada 2024 menjadi 4,68 persen pada 2025. Sementara itu, tingkat kemiskinan masih mencapai 8,74 persen.

Angka tersebut memberikan gambaran mengenai capaian sekaligus tantangan pembangunan yang perlu mendapat perhatian.

Pemerintah daerah membutuhkan program yang mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Al Haris juga mengingatkan pemerintah daerah agar berhati-hati dalam menentukan prioritas belanja di tengah keterbatasan fiskal.

Ia meminta program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama kelompok miskin.

Pesan tersebut relevan dengan agenda Sarolangun Maju karena pelaksanaan lima misi membutuhkan dukungan anggaran yang memadai dan pengelolaan sumber daya yang efektif.

Karhutla dan pemerataan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah

Selain persoalan kesejahteraan, karhutla masih menjadi tantangan di Kabupaten Sarolangun.

Al Haris menyebut kebakaran masih terjadi di kawasan Air Hitam dan meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat upaya pencegahan serta penanganan.

Persoalan tersebut membutuhkan koordinasi pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat.

Upaya pencegahan juga penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat mengganggu aktivitas warga dan merusak lingkungan.

Di sektor infrastruktur, pemerataan pembangunan tetap menjadi agenda penting agar akses pelayanan umum tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

Pembangunan jalan dan fasilitas publik perlu berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta potensi ekonomi di masing-masing wilayah.

Tantangan tersebut menunjukkan bahwa agenda pembangunan Sarolangun Maju membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.

Pemerintah tidak hanya perlu mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan, meningkatkan layanan dasar, dan memastikan hasil pembangunan menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Hurmin ajak seluruh pihak perkuat sinergi

Hurmin mengakui pemerintah kabupaten tidak dapat menjalankan seluruh agenda pembangunan secara mandiri.

Ia membutuhkan dukungan DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah pusat, serta masyarakat.

Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam melanjutkan pembangunan dan menjaga kesinambungan program daerah.

Pada usia ke-27 Kabupaten Sarolangun, pemerintah daerah menghadapi tugas untuk menerjemahkan visi Sarolangun Maju menjadi hasil yang dapat diukur dan dirasakan warga.

Lima misi yang telah ditetapkan memberikan arah kebijakan.

Namun, konsistensi pelaksanaan, ketepatan penggunaan anggaran, dan kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat akan menentukan sejauh mana agenda tersebut mencapai tujuannya.

Peringatan Hari Jadi ke-27 pun menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen pembangunan sekaligus mengevaluasi langkah yang perlu diprioritaskan pada tahun-tahun mendatang.(*)




Dua Bandara Topang Peluang Ekonomi Sarolangun, Al Haris Dorong Investasi dan UMKM

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID — Keberadaan Bandara Muara Bungo dan Bandara Silampari di Lubuk Linggau menjadi peluang strategis bagi Kabupaten Sarolangun untuk memperluas konektivitas ekonomi, menarik investasi, dan mendorong pertumbuhan usaha lokal.

Gubernur Jambi, Al Haris menyoroti keuntungan geografis tersebut saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sarolangun dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun di Gedung DPRD Sarolangun, Senin 12 Oktober 2026.

Menurut Al Haris, posisi Sarolangun yang berada di antara dua bandara dapat mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi daerah.

Potensi ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat perdagangan, membuka peluang investasi, dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

“Kondisi Sarolangun hari ini sangat beruntung. Posisinya diuntungkan oleh hadirnya dua bandara di sekitar Sarolangun, ada Bandara Bungo dan Bandara Lubuk Linggau, Bandara Silampari. Ini dua-duanya menopang Sarolangun,” ujar Al Haris.

Pernyataan tersebut menempatkan konektivitas sebagai salah satu modal penting bagi Sarolangun untuk mengembangkan potensi ekonominya.

Namun, keberadaan bandara tidak otomatis mendatangkan investasi.

Pemerintah daerah tetap perlu menyiapkan infrastruktur pendukung, mempermudah akses pasar, dan memperkuat sektor usaha yang mampu memanfaatkan konektivitas tersebut.

Dua bandara, peluang memperluas pasar Sarolangun

Posisi geografis Sarolangun membuka peluang untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan daerah lain di Provinsi Jambi maupun wilayah sekitarnya.

Akses menuju Bandara Muara Bungo dan Bandara Silampari berpotensi mendukung mobilitas pelaku usaha, perjalanan bisnis, serta koneksi dengan pasar yang lebih luas.

Peluang tersebut juga dapat menjadi pertimbangan bagi investor yang mencari lokasi usaha dengan akses antardaerah.

Meski demikian, besarnya manfaat ekonomi bergantung pada sejumlah faktor, termasuk kualitas jalan penghubung, waktu tempuh, biaya logistik, ketersediaan layanan transportasi, dan kesiapan sektor unggulan daerah.

Karena itu, tantangan pemerintah daerah bukan hanya memanfaatkan kedekatan geografis dengan dua bandara, tetapi juga memastikan akses tersebut terhubung dengan pusat produksi, kawasan perdagangan, sentra pertanian, dan pelaku usaha lokal.

Jika berjalan selaras, konektivitas dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran produk Sarolangun sekaligus membuka peluang kerja sama usaha lintas daerah.

Al Haris dorong investasi dan penguatan UMKM

Al Haris menilai Sarolangun perlu mengoptimalkan posisi strategisnya sebagai wilayah transit dan penghubung antardaerah.

Ia mendorong penguatan konektivitas, peningkatan investasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan sektor unggulan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Arah tersebut penting agar peluang konektivitas tidak hanya menguntungkan pelaku usaha dari luar daerah.

UMKM Sarolangun juga perlu memperoleh akses terhadap pasar, pembiayaan, pendampingan usaha, dan jaringan distribusi yang lebih luas.

Pemerintah daerah dapat memperkuat potensi itu melalui pemetaan komoditas unggulan, promosi peluang investasi, peningkatan kualitas produk, dan kemudahan perizinan.

Dengan langkah tersebut, konektivitas antardaerah diharapkan menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi lokal.

Meski demikian, pemerintah perlu menetapkan sasaran yang terukur agar arah kebijakan tersebut tidak berhenti pada potensi.

Pertumbuhan investasi, perluasan pasar produk lokal, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan masyarakat dapat menjadi indikator untuk mengevaluasi hasilnya.

Pertumbuhan ekonomi naik, kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah

Dalam rapat paripurna tersebut, Al Haris juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Sarolangun.

Pertumbuhan ekonomi Sarolangun pada 2025 mencapai 4,78 persen, meningkat dibandingkan 3,73 persen pada 2024.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga naik dari 73,76 menjadi 74,72 pada periode yang sama.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka turun dari 5,03 persen pada 2024 menjadi 4,68 persen pada 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tercatat sebesar 67,44 persen.

Di sisi lain, tingkat kemiskinan Sarolangun pada 2025 masih mencapai 8,74 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi perlu berjalan bersama upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Al Haris mengingatkan pemerintah daerah agar mencermati keterbatasan fiskal dan menentukan prioritas anggaran secara tepat.

Program pembangunan, menurutnya, harus memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat miskin.

Data tersebut menjadi konteks penting bagi agenda pengembangan ekonomi Sarolangun.

Peluang investasi dan konektivitas perlu diikuti dengan upaya memperluas kesempatan kerja, memperkuat usaha masyarakat, serta memastikan manfaat pembangunan menjangkau lebih banyak warga.

Karhutla dan keterbatasan anggaran turut menantang pembangunan

Selain peluang ekonomi, Al Haris menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di kawasan Air Hitam, Sarolangun.

Ia menyebut, penanganan karhutla menjadi tantangan bagi kepala daerah dan membutuhkan koordinasi lintas pihak.

Satgas Karhutla Provinsi Jambi terus melakukan upaya penanganan dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Al Haris juga mengajak seluruh bupati dan wali kota di Provinsi Jambi memperkuat pencegahan serta penanggulangan karhutla di wilayah masing-masing.

Persoalan lingkungan ini menjadi bagian dari tantangan pembangunan daerah, terutama dalam menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi dan kualitas lingkungan.

Pemerintah membutuhkan langkah pencegahan yang konsisten, edukasi kepada masyarakat, serta penanganan kebakaran yang terkoordinasi.

Di saat yang sama, keterbatasan anggaran menuntut pemerintah menetapkan prioritas dengan cermat.

Al Haris menegaskan efisiensi anggaran harus mengarahkan belanja pada program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Bupati Hurmin lanjutkan agenda Sarolangun Maju

Bupati Sarolangun, Hurmin menyatakan pembangunan daerah merupakan hasil kerja bersama dan kesinambungan kepemimpinan dari periode sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa, pemerintahannya mengusung visi Sarolangun Maju dengan lima misi utama, meliputi peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial; penguatan nilai keagamaan, adat istiadat, dan kepemudaan; pemerataan infrastruktur; pengembangan ekonomi berbasis potensi sumber daya lokal; serta pembenahan birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik.

Hurmin menegaskan bahwa visi dan misi tersebut menjadi pedoman pelaksanaan program pemerintah daerah yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029.

Ia juga mengajak DPRD, Forkopimda, Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah pusat, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan Sarolangun.

Dalam momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun, peluang ekonomi dari konektivitas dua bandara menjadi salah satu modal yang dapat dikembangkan.

Namun, manfaatnya akan bergantung pada kemampuan pemerintah daerah menghubungkan akses antardaerah dengan investasi produktif, penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)




Sarolangun Berusia 27 Tahun, Ekonomi Tumbuh 4,78 Persen, Kemiskinan 8,74 Persen Masih Jadi PR

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabupaten Sarolangun mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,78 persen pada 2025.

Namun, angka kemiskinan yang masih mencapai 8,74 persen menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi belum menghapus seluruh persoalan kesejahteraan masyarakat.

Dua indikator tersebut menjadi bagian dari catatan Gubernur Jambi, Al Haris dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sarolangun untuk memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun di Gedung DPRD Sarolangun, Senin 12 Oktober 2026.

Dalam momentum tersebut, Al Haris mengingatkan pemerintah daerah agar tidak berhenti pada capaian statistik.

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memastikan program pembangunan menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama kelompok miskin, di tengah keterbatasan anggaran.

Menurut Al Haris, usia ke-27 Kabupaten Sarolangun perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil pembangunan sekaligus mengidentifikasi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Sejumlah sektor yang masih membutuhkan perhatian meliputi infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, pelayanan publik, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Pertumbuhan ekonomi naik, kemiskinan tetap perlu perhatian

Data yang disampaikan Al Haris menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sarolangun meningkat dari 3,73 persen pada 2024 menjadi 4,78 persen pada 2025.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga naik dari 73,76 pada 2024 menjadi 74,72 pada 2025.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 5,03 persen menjadi 4,68 persen pada periode yang sama.

Adapun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada 2025 tercatat sebesar 67,44 persen. Di sisi lain, tingkat kemiskinan masih berada pada angka 8,74 persen.

Al Haris menilai capaian tersebut menjadi modal bagi Sarolangun untuk melanjutkan pembangunan.

Meski demikian, angka kemiskinan membutuhkan perhatian bersama agar pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang lebih luas.

Pemerintah daerah perlu memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan tepat sasaran, sementara peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, dan kesempatan kerja tetap menjadi prioritas.

Angka pertumbuhan ekonomi dan IPM memang memberikan gambaran mengenai perkembangan daerah.

Namun, indikator tersebut perlu dibaca bersama data kesejahteraan, pemerataan pembangunan, dan kualitas pelayanan publik untuk menilai dampaknya bagi masyarakat.

Efisiensi anggaran menuntut prioritas yang lebih jelas

Al Haris juga menyoroti tantangan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan di tengah keterbatasan fiskal dan luasnya wilayah pelayanan.

Ia meminta pemerintah lebih cermat menentukan prioritas, khususnya dalam menjalankan program yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh sekadar menjadi upaya menekan belanja.

Pemerintah harus mengarahkan sumber daya yang tersedia pada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut menjadi penting karena kebutuhan pembangunan mencakup berbagai sektor, sedangkan kemampuan anggaran memiliki batas.

Pemerintah daerah perlu menentukan program yang paling mendesak, menjaga efektivitas belanja, serta memastikan pelaksanaannya sesuai kebutuhan warga.

Dua bandara dinilai membuka peluang ekonomi

Selain indikator sosial dan ekonomi, Al Haris menyoroti posisi geografis Sarolangun yang berpotensi mendukung aktivitas perdagangan dan konektivitas antardaerah.

Ia menyebut keberadaan Bandara Muara Bungo dan Bandara Silampari di Lubuk Linggau sebagai faktor pendukung mobilitas dari dan menuju kawasan sekitar Sarolangun.

Menurut Al Haris, posisi strategis tersebut perlu dioptimalkan melalui penguatan konektivitas, peningkatan investasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan sektor unggulan daerah.

Namun, keberadaan infrastruktur transportasi saja tidak otomatis menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang merata.

Pemerintah daerah juga perlu mendorong akses pasar, memperkuat daya saing produk lokal, dan menciptakan iklim usaha yang mendukung investasi.

Upaya tersebut dapat membantu menghubungkan potensi ekonomi Sarolangun dengan pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Karhutla di Air Hitam masih menjadi tantangan

Di tengah peringatan hari jadi daerah, persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian Al Haris.

Ia menyebut kebakaran masih terjadi di kawasan Air Hitam, Sarolangun.

Kondisi tersebut, menurutnya, menambah tantangan bagi kepala daerah dalam menyeimbangkan penanganan bencana dan tuntutan masyarakat.

Al Haris menjelaskan bahwa, kebiasaan membakar lahan untuk membuka kebun atau ladang telah berlangsung sejak lama.

Namun, perubahan kondisi lingkungan membuat praktik tersebut berisiko menimbulkan dampak yang lebih luas.

Ia menegaskan Satuan Tugas Karhutla Provinsi Jambi terus berupaya menangani kebakaran dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Ia juga meminta para bupati dan wali kota di Provinsi Jambi aktif memperkuat pencegahan dan pemadaman di wilayah masing-masing.

Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat.

Selain pemadaman, upaya pencegahan perlu menyasar praktik pembukaan lahan yang berisiko, kesiapsiagaan menghadapi musim kering, serta penguatan edukasi kepada warga.

Pernyataan gubernur mengenai kebakaran di Air Hitam menunjukkan bahwa persoalan lingkungan masih menjadi salah satu tantangan pembangunan Sarolangun.

Kondisi tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi masyarakat dan perlindungan lingkungan.

Bupati Hurmin tegaskan kesinambungan pembangunan

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sarolangun, Hurmin menyatakan pembangunan daerah merupakan hasil kerja bersama dan kelanjutan dari kepemimpinan sebelumnya.

Ia menyebut pemerintahan terdahulu, mulai dari periode Muhammad Madel dan Maryadi Syarif, Hasan Basri Agus dan Cek Endra, hingga pemerintahan saat ini, telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan Sarolangun.

Hurmin menegaskan pemerintahannya akan melanjutkan pembangunan melalui visi Sarolangun Maju.

Ia juga menyatakan lima misi utama pemerintah daerah menjadi pedoman penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program.

Kelima misi tersebut mencakup peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial; penguatan nilai keagamaan, adat istiadat, dan kepemudaan; pemerataan infrastruktur pelayanan umum; pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dengan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan; serta pembenahan birokrasi yang responsif dan berorientasi pada pelayanan publik.

Hurmin mengatakan, pemerintah daerah telah menuangkan arah pembangunan tersebut dalam RPJMD 2025–2029.

Ia berkomitmen agar program yang tercantum dalam dokumen perencanaan itu memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia juga mengakui bahwa pemerintah kabupaten membutuhkan dukungan DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah pusat, dan masyarakat untuk menjalankan agenda pembangunan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil pembangunan dirasakan warga

Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun tidak hanya menandai perjalanan administratif daerah, tetapi juga menghadirkan kesempatan untuk menilai arah pembangunan ke depan.

Pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan IPM yang membaik menjadi modal positif. Penurunan pengangguran juga menunjukkan perkembangan yang patut dicermati.

Namun, tingkat kemiskinan 8,74 persen, keterbatasan anggaran, kebutuhan pemerataan infrastruktur, dan ancaman karhutla tetap menuntut langkah konkret.

Pemerintah daerah kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan visi, misi, dan dokumen perencanaan menjadi hasil yang terukur.

Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada besarnya program yang direncanakan, tetapi juga pada ketepatan sasaran, kualitas pelaksanaan, dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat.

Dalam penutup sambutannya, Al Haris mengucapkan selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Sarolangun atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi.

Ia berharap momentum tersebut memperkuat komitmen seluruh pihak untuk membangun Sarolangun yang Maju, Agamis, Jujur, dan Unggul.(*)




Pasokan BBM Sarolangun Jadi Perhatian, Wabup Gerry Koordinasi Langsung dengan Pertamina

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Sarolangun memperkuat koordinasi dengan Pertamina untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah SPBU di wilayahnya.

Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika turun langsung ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Lubuk Linggau, Kamis 8 Oktober 2026, guna membahas kesinambungan pasokan hingga ke masyarakat.

Pertemuan di Kantor PPN TBBM Lubuk Linggau Ilir tersebut melibatkan jajaran Pertamina, pengelola terminal, serta manajer SPBU dari wilayah Singkut, Pelawan, Bernai, dan Pelayang.

Koordinasi ini menjadi langkah Pemkab untuk memperkuat komunikasi dalam rantai distribusi BBM, mulai dari terminal hingga titik penjualan.

Bagi masyarakat, kelancaran distribusi BBM menyangkut lebih dari sekadar ketersediaan bahan bakar.

Pasokan yang terjaga turut mendukung mobilitas warga, transportasi, kegiatan usaha, dan berbagai layanan publik yang bergantung pada energi.

Wabup Gerry Trisatwika menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan penyaluran BBM berlangsung lancar dan berkesinambungan.

Ia juga meminta seluruh pihak segera menyampaikan kendala di lapangan agar masalah distribusi dapat ditangani tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Pemerintah Kabupaten Sarolangun ingin memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan dengan baik, lancar dan berkesinambungan. Karena BBM merupakan kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Gerry.

Pemkab minta komunikasi distribusi diperkuat

Dalam pertemuan tersebut, Gerry menyoroti pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah, Pertamina, pengelola TBBM, dan manajemen SPBU.

Menurutnya, koordinasi yang responsif dapat membantu setiap pihak mengenali potensi hambatan distribusi lebih dini.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kelancaran distribusi. Jika ada kendala di lapangan, harus segera dikomunikasikan agar dapat dicarikan solusi,” tegasnya.

Pemkab Sarolangun juga mendorong pengelola SPBU menjaga kualitas pelayanan dan menjalankan penyaluran BBM sesuai ketentuan.

Langkah ini penting agar distribusi tidak hanya mengandalkan ketersediaan pasokan dari terminal, tetapi juga berjalan baik pada tingkat pelayanan langsung kepada konsumen.

Wabup Gerry hadir bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Sarolangun, Bustra Desman, serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Sarolangun, Davidman Setiawan.

Dari pihak Pertamina, pertemuan tersebut dihadiri jajaran Sales Pertamina Branch Jambi dan Kepala TBBM Lubuk Linggau, Wawan Prabawa.

Para manajer SPBU dari beberapa wilayah di Sarolangun juga mengikuti koordinasi untuk memperkuat komunikasi antara pemasok dan pengelola stasiun pengisian bahan bakar.

Koordinasi antara Pemkab Sarolangun dan Pertamina menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kelancaran pasokan BBM.

Namun, efektivitas langkah tersebut pada akhirnya perlu terlihat melalui distribusi yang konsisten, pelayanan SPBU yang tertib, serta penanganan cepat apabila muncul kendala di lapangan.

Pemkab menyatakan akan melanjutkan koordinasi dan pengawasan bersama Pertamina serta pengelola SPBU.

Pemerintah daerah berharap upaya tersebut dapat menjaga ketersediaan BBM sekaligus mendukung stabilitas kegiatan ekonomi dan pelayanan publik di Kabupaten Sarolangun.

Bagi masyarakat, indikator terpenting bukan hanya pertemuan antarpihak, melainkan kepastian bahwa distribusi berjalan sesuai kebutuhan dan BBM dapat diakses melalui SPBU dengan pelayanan yang baik.

Pemkab Sarolangun berharap sinergi tersebut mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan daerah menuju Sarolangun Maju.(*)