Cape Verde vs Argentina: Vozinha Kirim Pesan Tegas, Tak Takut Hadapi Lionel Messi

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Cape Verde siap menghadapi ujian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka saat menantang juara bertahan Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang akan berlangsung di Miami Stadium, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, Sabtu 4 Juli 2026 dini hari WIB itu diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.

Bagi Cape Verde, duel melawan Lionel Messi dan kolega bukan sekadar pertandingan biasa.

Ini merupakan penampilan pertama mereka di fase knockout Piala Dunia sekaligus kesempatan membuktikan bahwa status debutan bukan berarti hanya menjadi pelengkap turnamen.

Kapten sekaligus penjaga gawang Cape Verde, Vozinha, menegaskan timnya datang dengan ambisi besar.

Meski berstatus underdog, mereka tidak memiliki niat bermain bertahan demi mengejar hasil imbang.

“Kami tidak datang ke sini untuk mengamankan hasil imbang. Kami selalu bermain untuk menang,” kata Vozinha, dikutip dari Goal.

Cetak Sejarah, Cape Verde Ukir Rekor di Piala Dunia 2026

Cape Verde menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Negara kepulauan kecil di Afrika itu berhasil menembus babak 32 besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.

Lebih impresif lagi, Blue Sharks lolos tanpa sekalipun menelan kekalahan pada fase grup.

Mereka mengawali turnamen dengan menahan imbang Spanyol tanpa gol, kemudian bermain 2-2 melawan Uruguay, sebelum memastikan tiket ke fase gugur usai bermain imbang 0-0 menghadapi Arab Saudi.

Rangkaian hasil tersebut mengantarkan Cape Verde finis sebagai runner-up Grup H dan mencatat sejarah sebagai salah satu negara debutan paling sukses di Piala Dunia edisi kali ini.

Vozinha mengaku pencapaian tersebut bahkan melampaui ekspektasi para pemain.

“Tak seorang pun dari kami membayangkan bisa sampai sejauh ini. Banyak orang mungkin berpikir kami tidak akan memenangkan satu pertandingan pun. Namun kami percaya dengan kualitas yang kami miliki,” ujar kiper veteran tersebut.

Lionel Messi Jadi Tantangan Terbesar

Lolos ke fase gugur langsung mempertemukan Cape Verde dengan lawan yang sangat berat, yakni Argentina, sang juara bertahan yang dipimpin Lionel Messi.

Meski demikian, situasi tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain.

Menurut Vozinha, menghadapi Messi merupakan mimpi bagi hampir semua pesepak bola. Namun, setelah peluit pertandingan dibunyikan, Cape Verde tetap akan berjuang mengejar kemenangan.

“Bermain melawan Argentina dan Lionel Messi adalah mimpi setiap pemain sepak bola. Tetapi kami tetap ingin bersaing dan memberikan perlawanan terbaik,” ucapnya.

Tak Ingin Sekadar Bertahan

Sepanjang fase grup, Cape Verde dikenal tampil disiplin dalam bertahan sekaligus berani membangun serangan ketika memiliki peluang.

Karakter permainan tersebut dipastikan tidak akan berubah saat menghadapi Argentina.

Vozinha menilai timnya telah menunjukkan kualitas yang cukup untuk bersaing dengan negara-negara besar.

“Kami berasal dari negara kecil, tetapi kami tahu bagaimana bersaing. Banyak orang meragukan kualitas pemain Cape Verde, namun kami telah membuktikan bahwa kami layak berada di level ini dan mampu bersaing di kompetisi terbesar,” tegasnya.

Keberhasilan Cape Verde melangkah hingga fase gugur menjadi salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026.

Kini, mereka berpeluang menciptakan kejutan yang lebih besar apabila mampu menghentikan langkah sang juara bertahan.

Di atas kertas Argentina memang lebih diunggulkan. Namun dengan modal belum terkalahkan sepanjang fase grup, Cape Verde bertekad menulis babak baru dalam sejarah sepak bola negaranya.(*)




Dramatis! RD Kongo Balikkan Keadaan, Singkirkan Uzbekistan dari Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas RD Kongo memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai membalikkan keadaan dan mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-1 pada laga terakhir Grup K yang berlangsung di Atlanta Stadium, Minggu 28 Juni 2026 pagi WIB.

Kemenangan dramatis tersebut memastikan The Leopards melaju ke fase gugur melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Sebaliknya, Uzbekistan harus angkat koper setelah menutup fase grup tanpa satu pun poin.

Laga sempat berjalan sulit bagi RD Kongo. Uzbekistan bahkan nyaris unggul ketika pertandingan baru berjalan semenit lewat Eldor Shomurodov.

Namun gol tersebut dianulir VAR karena sang penyerang lebih dulu berada dalam posisi offside.

Meski sempat gagal, Uzbekistan akhirnya benar-benar memimpin pertandingan.

Kesalahan komunikasi antara Lionel Mpasi dan Aaron Wan-Bissaka dimanfaatkan Abbosbek Fayzullaev untuk mengirim umpan matang kepada Shomurodov yang kemudian melepaskan tendangan lob indah melewati penjaga gawang RD Kongo.

Tertinggal satu gol membuat RD Kongo meningkatkan intensitas serangan.

Nathaniel Mbuku sempat membobol gawang Uzbekistan melalui tendangan spektakuler, namun VAR kembali bekerja dan membatalkan gol tersebut karena terjadi pelanggaran terhadap Sherzod Nasrullaev dalam proses serangan.

Meski gagal mencetak gol di babak pertama, RD Kongo tampil lebih dominan dalam membangun serangan.

Statistik expected goals (xG) menunjukkan mereka lebih agresif dibanding Uzbekistan, namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi kendala.

Memasuki babak kedua, pelatih Sébastien Desabre melakukan perubahan penting dengan memasukkan Fiston Mayele menggantikan Cedric Bakambu.

Pergantian itu langsung mengubah wajah permainan The Leopards yang tampil jauh lebih menekan.

Momentum kebangkitan datang pada menit ke-64 ketika Yoane Wissa dijatuhkan Abdukodir Khusanov di dalam kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Dua menit berselang, Wissa menjalankan tugasnya dengan sempurna. Eksekusi penyerang Newcastle itu mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membangkitkan semangat RD Kongo.

Setelah gol penyama, tekanan terus dilancarkan. Masuknya Theo Bongonda, Ngal Ayel Mukau, dan Meschack Elia membuat lini serang RD Kongo semakin hidup.

Hasilnya terlihat pada menit ke-78. Kombinasi dua pemain pengganti menjadi pembeda ketika Elia mengirim umpan matang yang diselesaikan Fiston Mayele menjadi gol kedua RD Kongo sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Uzbekistan mencoba merespons dengan memasukkan Oston Urunov demi meningkatkan kreativitas serangan.

Namun pertahanan RD Kongo tampil disiplin dan mampu meredam setiap ancaman.

Saat Uzbekistan mulai membuka pertahanan demi mencari gol penyama, RD Kongo justru mengunci kemenangan pada masa injury time.

Yoane Wissa kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90+1 untuk memastikan kemenangan 3-1.

Tambahan tiga poin membuat RD Kongo mengakhiri fase grup di posisi ketiga dengan empat poin dan berhak melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Sebaliknya, Uzbekistan menutup kiprahnya dengan catatan mengecewakan.

Tim asuhan Fabio Cannavaro finis sebagai juru kunci Grup K tanpa poin, hanya mencetak dua gol dan kebobolan 11 kali sepanjang fase grup.

Susunan Pemain

RD Kongo (4-4-2): Lionel Mpasi; Aaron Wan-Bissaka, Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe, Arthur Masuaku; Nathaniel Mbuku, Samuel Moutoussamy, Noah Sadiki, Brian Cipenga; Yoane Wissa, Cedric Bakambu.

Pelatih: Sébastien Desabre.

Uzbekistan (3-4-2-1): Abduvokhid Nematov; Abdukodir Khusanov, Jakhongir Urozov, Rustam Ashurmatov; Khojiakbar Alijonov, Akmal Mozgovoy, Otabek Shukurov, Sherzod Nasrullaev; Dostonbek Khamadamov, Abbosbek Fayzullaev, Eldor Shomurodov.

Pelatih: Fabio Cannavaro.(*)




Prancis vs Irak Ditunda Akibat Badai Petir, Mbappe Sudah Bawa Les Bleus Unggul

SEPUCUKJAMBI.ID – Laga Prancis vs Irak pada matchday kedua Grup I Piala Dunia 2026 terpaksa ditunda akibat badai petir yang melanda Philadelphia, Amerika Serikat.

Saat pertandingan dihentikan di Lincoln Financial Field, Prancis tengah unggul 1-0 berkat gol Kylian Mbappe.

Penundaan pertandingan terjadi saat jeda babak pertama setelah cuaca ekstrem membahayakan area stadion.

FIFA bersama pihak penyelenggara langsung menerapkan protokol keselamatan guna melindungi pemain, ofisial, dan puluhan ribu penonton yang hadir.

Insiden ini menjadi penundaan pertama yang terjadi sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Cuaca buruk berupa hujan deras dan aktivitas petir di sekitar stadion membuat pertandingan tidak dapat dilanjutkan sesuai jadwal.

Kylian Mbappe Cetak Gol Sebelum Laga Prancis vs Irak Dihentikan

Sebelum pertandingan dihentikan, Prancis tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Les Bleus berhasil membuka keunggulan melalui aksi Kylian Mbappe yang melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti.

Gol tersebut membuat Prancis menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Irak.

Penyerang Real Madrid itu kembali menjadi sosok pembeda dalam upaya timnya mengamankan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Irak sendiri masih memiliki peluang untuk bangkit karena babak kedua belum dimainkan. Hasil akhir pertandingan Grup I pun masih terbuka.

Badai Petir Paksa Penonton Cari Tempat Aman

Saat jeda turun minum berlangsung, layar raksasa stadion menampilkan peringatan bahwa badai petir sedang mendekati kawasan Lincoln Financial Field. P

enonton kemudian diminta segera meninggalkan area tribun dan mencari tempat perlindungan yang lebih aman.

Awalnya, jeda babak pertama yang biasanya berlangsung 15 menit hanya diperpanjang sekitar 15 menit tambahan.

Namun, kondisi cuaca yang belum membaik membuat penghentian pertandingan berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Sebagian besar suporter mematuhi arahan petugas dan meninggalkan tempat duduk mereka.

Meski begitu, masih ada sejumlah kecil penonton yang bertahan di tribun sebelum akhirnya kembali mendapat peringatan melalui pengeras suara stadion.

FIFA Terapkan Protokol Keselamatan Akibat Petir

Sesuai regulasi FIFA, pertandingan wajib dihentikan apabila petir terdeteksi dalam radius delapan mil atau sekitar 13 kilometer dari stadion.

Setelah sambaran petir terdeteksi, hitungan waktu keselamatan selama 30 menit akan dimulai.

Jika kembali terjadi sambaran petir dalam periode tersebut, hitungan waktu akan diulang dari awal hingga kondisi benar-benar aman untuk melanjutkan pertandingan.

Hujan deras sebenarnya sudah mulai mengguyur stadion sejak menit ke-37

. Namun pertandingan tetap berjalan hingga babak pertama selesai sebelum akhirnya dihentikan saat jeda.

Hingga saat ini, otoritas pertandingan masih menunggu perkembangan cuaca sebelum memberikan lampu hijau untuk melanjutkan babak kedua.

Prancis sementara unggul 1-0 atas Irak dalam laga penting Grup I Piala Dunia 2026.(*)




Iran Tahan Belgia Tanpa Gol, Kartu Merah dan VAR Warnai Duel Panas Grup G

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Belgia kembali gagal menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu unggulan di Piala Dunia 2026.

Menghadapi Iran pada laga kedua Grup G di SoFi Stadium, Los Angeles, Senin 22 Juni 2026 dini hari WIB, Setan Merah Eropa harus puas bermain imbang tanpa gol.

Laga berakhir 0-0, tetapi skor tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.

Iran tampil disiplin, berani meladeni permainan Belgia, dan mendapat kontribusi luar biasa dari kiper Alireza Beiranvand yang menjadi mimpi buruk bagi lini serang lawan.

Hasil ini membuat persaingan Grup G semakin terbuka.

Belgia maupun Iran sama-sama belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal sehingga nasib keduanya kini ditentukan pada laga terakhir fase grup.

Belgia Mendominasi, Iran Mengancam

Belgia langsung mengambil alih penguasaan bola sejak awal pertandingan.

Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans menjadi motor serangan, sementara Romelu Lukaku berusaha membongkar pertahanan rapat Iran.

Namun ancaman pertama justru datang dari wakil Asia tersebut.

Pada menit ke-14, Hossein Kanani melepaskan tendangan voli keras hasil situasi lemparan ke dalam yang memaksa Thibaut Courtois melakukan penyelamatan penting.

Iran kembali membuat Belgia terkejut beberapa menit kemudian ketika Saeid Ezatolahi hampir mencetak gol melalui sundulan yang hanya melenceng tipis dari sasaran.

Belgia merespons lewat peluang emas Tielemans pada menit ke-22.

Gelandang tersebut melepaskan tembakan keras dari sudut sempit, tetapi Beiranvand tampil sigap untuk menggagalkan peluang.

VAR Gagalkan Euforia Iran

Momen paling dramatis pada babak pertama terjadi pada menit ke-25.

Iran sempat mengira telah memecah kebuntuan setelah Mehdi Taremi berhasil menaklukkan Courtois melalui penyelesaian klinis hasil skema bola mati.

Para pemain Iran sudah merayakan gol tersebut sebelum wasit menerima tinjauan VAR.

Setelah pemeriksaan berlangsung, gol dianulir karena Taremi berada dalam posisi offside yang sangat tipis.

Keputusan itu menjadi penyelamat bagi Belgia yang sempat kehilangan konsentrasi di lini belakang.

Menjelang turun minum, Belgia kembali mendapat peluang emas melalui Maxim De Cuyper.

Namun Beiranvand kembali menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan tendangan voli yang mengarah tepat ke gawang.

Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan

Memasuki babak kedua, Iran tampil semakin percaya diri. Mehdi Taremi terus menjadi ancaman melalui pergerakan dan pressing agresifnya terhadap lini pertahanan Belgia.

Belgia sebenarnya memiliki kesempatan terbaik untuk mencetak gol pada menit ke-59.

De Bruyne mengirim umpan matang ke depan gawang dan De Cuyper berdiri tanpa kawalan di posisi ideal.

Namun saat stadion nyaris bersorak gol, Beiranvand melakukan penyelamatan refleks luar biasa menggunakan tangan kirinya.

Momen tersebut menjadi salah satu penyelamatan terbaik sejauh ini di Piala Dunia 2026.

Situasi berubah drastis pada menit ke-66. Bek Belgia Nathan Ngoy kehilangan bola saat ditekan Taremi.

Penyerang Iran itu langsung melaju menuju gawang sebelum dijatuhkan dari belakang.

Wasit Dario Herrera tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung kepada Ngoy. Belgia harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain membuat Iran semakin berani menekan. Ezatolahi sempat menguji Courtois lewat tendangan jarak jauh, tetapi kiper Real Madrid itu masih mampu mengamankan bola.

Beiranvand Jadi Pembeda

Meski bermain dengan 10 orang, Belgia tetap berusaha mencari gol kemenangan.

Peluang emas kembali hadir menjelang akhir pertandingan ketika De Cuyper mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti.

Sekali lagi Beiranvand menjadi penyelamat Iran.

Penampilan gemilang sang penjaga gawang membuat seluruh upaya Belgia berakhir sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-0.

Bagi Iran, satu poin ini terasa seperti kemenangan karena diraih setelah menghadapi tekanan besar dari salah satu tim unggulan turnamen.

Sebaliknya, Belgia harus melakukan evaluasi serius setelah gagal menang dalam dua pertandingan awal.

Di tengah ketatnya persaingan Grup G, satu nama yang paling layak mendapat sorotan adalah Alireza Beiranvand.

Kiper berpengalaman Iran itu tampil luar biasa dan menjadi alasan utama timnya tetap menjaga peluang lolos ke fase gugur.(*)




Uruguay Dominan, Arab Saudi Efektif: Duel Grup H Berakhir Tanpa Pemenang

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan Grup H Piala Dunia 2026 langsung berlangsung ketat sejak pertandingan pertama.

Arab Saudi sukses mencuri perhatian setelah menahan salah satu unggulan grup, Uruguay, dengan skor 1-1 di Miami Stadium, Selasa 16 Juni 2026 dini hari WIB.

Bahkan, The Green Falcons sempat berada di ambang kemenangan sebelum Uruguay menyamakan kedudukan 10 menit menjelang laga usai.

Hasil ini membuat persaingan Grup H semakin terbuka. Sebelumnya, Spanyol juga gagal meraih kemenangan setelah ditahan debutan Cape Verde tanpa gol. Alhasil, keempat tim di grup tersebut sama-sama mengoleksi satu poin.

Uruguay tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Tim asuhan Marcelo Bielsa menguasai jalannya pertandingan dan berupaya menekan pertahanan Arab Saudi melalui kombinasi Federico Valverde, Manuel Ugarte, dan Maxi Araujo.

Peluang pertama lahir pada menit kelima saat Araujo melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, kiper Mohammed Al Owais masih mampu mengamankan bola dengan baik.

Meski terus ditekan, Arab Saudi menunjukkan organisasi pertahanan yang disiplin. Lini belakang yang dikomandoi Hassan Al Tambakti dan Abdulelah Al Amri mampu meredam pergerakan Darwin Nunez maupun Federico Vinas.

Setelah bertahan cukup lama, Arab Saudi mulai berani keluar menyerang. Beberapa kali serangan balik cepat mampu merepotkan barisan pertahanan Uruguay yang terlalu fokus membangun serangan.

Momentum itu akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum.

Pada menit ke-41, Arab Saudi mendapatkan sepak pojok yang dieksekusi Musab Al-Juwayr. Bola berhasil disambut Saud Abdulhamid di tiang jauh.

Meski Fernando Muslera mampu menggagalkan peluang pertama, bola muntah langsung disambar Abdulelah Al Amri menjadi gol.

Gol tersebut membuat stadion bergemuruh dan membawa Arab Saudi unggul 1-0 hingga jeda pertandingan.

Tertinggal satu gol, Marcelo Bielsa langsung melakukan perubahan strategi pada awal babak kedua. Sejumlah pergantian pemain dilakukan untuk meningkatkan agresivitas serangan Uruguay.

Perubahan tersebut membuat La Celeste tampil semakin menekan. Federico Vinas beberapa kali mendapatkan peluang berbahaya, sementara Manuel Ugarte nyaris mencetak gol spektakuler melalui tembakan jarak jauh yang hanya membentur tiang gawang pada menit ke-60.

Di tengah gempuran Uruguay, satu nama menjadi sorotan utama, yakni Mohammed Al Owais.

Kiper Arab Saudi itu tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Sejumlah peluang emas berhasil dimentahkan, termasuk sundulan Vinas dan beberapa percobaan dari Federico Valverde.

Arab Saudi kemudian memilih menumpuk pemain di area pertahanan demi menjaga keunggulan.

Georgios Donis bahkan mengubah skema permainan menjadi lebih defensif untuk meredam tekanan lawan.

Namun pertahanan rapat tersebut akhirnya runtuh pada menit ke-80.

Berawal dari serangan bertubi-tubi Uruguay, sundulan Federico Vinas masih mampu ditepis Al Owais.

Sayangnya, bola liar jatuh tepat ke kaki Maxi Araujo yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke dalam gawang.

Gol itu mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membangkitkan semangat Uruguay untuk memburu kemenangan.

Pada 10 menit terakhir pertandingan, tekanan Uruguay semakin meningkat. Brian Rodriguez, Nicolas De la Cruz, hingga Federico Valverde bergantian mencoba peruntungan.

Akan tetapi, Al Owais kembali menunjukkan kualitasnya. Beberapa penyelamatan penting pada masa injury time membuat Arab Saudi mampu mempertahankan skor imbang hingga peluit panjang dibunyikan.

Meski gagal meraih kemenangan, hasil ini tetap menjadi modal penting bagi Arab Saudi dalam persaingan Grup H.

Disiplin bertahan dan efektivitas serangan balik menjadi senjata yang terbukti mampu merepotkan tim sekelas Uruguay.

Sementara bagi Uruguay, hasil imbang ini menjadi peringatan bahwa status unggulan tidak akan menjamin kemenangan mudah di grup yang kini terlihat sangat kompetitif.

Dengan seluruh tim sama-sama mengoleksi satu poin, persaingan menuju babak 16 besar dipastikan semakin menarik pada laga berikutnya.(*)




Belgia Frustrasi Hadapi Mesir, Courtois Jadi Penyelamat dari Kekalahan

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Belgia gagal menunjukkan statusnya sebagai salah satu unggulan Grup G setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga perdana Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Selasa 16 Juni 2026 dini hari WIB.

Bahkan, Setan Merah nyaris pulang dengan tangan hampa sebelum gol bunuh diri Mohamed Hany pada babak kedua menyelamatkan mereka dari kekalahan yang bisa menjadi salah satu kejutan terbesar fase grup.

Hasil ini menjadi catatan kurang memuaskan bagi Belgia yang tampil dominan dalam penguasaan bola sepanjang pertandingan.

Sebaliknya, Mesir tampil efektif, disiplin, dan beberapa kali mampu menciptakan ancaman serius melalui serangan balik cepat.

Belgia langsung mengambil kendali permainan sejak menit awal. Kevin De Bruyne menjadi motor serangan dengan beberapa kali mengalirkan bola ke area pertahanan lawan.

Peluang pertama hadir pada menit ketujuh ketika gelandang Manchester City tersebut melepaskan tendangan jarak jauh yang masih melebar tipis.

Namun saat Belgia sibuk membangun serangan, Mesir justru berhasil mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-19.

Berawal dari umpan cerdas Mohamed Salah, Emam Ashour yang berdiri bebas di depan kotak penalti langsung melepaskan tembakan keras yang meluncur ke sudut kiri bawah gawang.

Thibaut Courtois tak mampu menjangkau bola dan Mesir pun unggul 1-0.

Gol tersebut membuat pertandingan berjalan sesuai skenario Mesir. Tim asuhan Hossam Hassan semakin nyaman bertahan sambil menunggu peluang melakukan serangan balik.

Belgia yang tertinggal berusaha meningkatkan tekanan. Namun rapatnya lini pertahanan Mesir membuat Romelu Lukaku dan rekan-rekannya kesulitan mendapatkan ruang di area berbahaya.

Bahkan Mesir hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-33. Mostafa Zico yang menerima umpan dari Salah berhasil melepaskan tembakan keras, tetapi Courtois melakukan penyelamatan penting untuk menjaga harapan Belgia tetap hidup.

Menjelang turun minum, Belgia memperoleh peluang terbaik melalui Jeremy Doku.

Sayangnya, penyelesaian akhirnya masih jauh dari sasaran sehingga skor 1-0 untuk Mesir bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Mesir kembali menunjukkan ancaman. Kombinasi Ashour dan Salah membuka ruang bagi Zico yang mendapat peluang emas di dalam kotak penalti.

Namun usaha tersebut berhasil digagalkan lini belakang Belgia.

Belgia mulai meningkatkan intensitas serangan dan nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-53 melalui tendangan bebas De Bruyne.

Bola sempat mengecoh pagar hidup, tetapi hanya membentur sisi luar tiang gawang.

Ketika Mesir terlihat semakin dekat dengan kemenangan, petaka justru datang dari lini pertahanan mereka sendiri.

Pada menit ke-66, Thomas Meunier mengirim umpan silang ke kotak penalti. Kehadiran Romelu Lukaku membuat barisan belakang Mesir panik.

Dalam upaya menghalau bola, Mohamed Hany justru mengarahkan si kulit bundar ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri itu mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus menghidupkan kembali peluang Belgia meraih tiga poin.

Momentum kemudian berpihak kepada Belgia. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, termasuk sundulan Brandon Mechele pada menit ke-83 yang memaksa Mohamed El-Shenawy Shobeir melakukan penyelamatan gemilang.

Empat menit berselang, Lukaku memperoleh kesempatan emas di depan gawang. Namun striker andalan Belgia itu gagal memanfaatkannya setelah sundulannya melambung di atas mistar.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Belgia harus puas membawa pulang satu poin, sementara Mesir layak mendapat apresiasi setelah tampil solid dan hampir mengamankan kemenangan penting atas salah satu tim unggulan grup.

Bagi Belgia, hasil ini menjadi alarm awal bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu cukup untuk memenangkan pertandingan.

Sementara bagi Mesir, satu poin dari laga melawan Belgia menjadi modal berharga untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.(*)




Siapa Julian Quinones? Penyerang Meksiko yang Cetak Gol Pertama Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Panggung Piala Dunia 2026 akhirnya resmi dibuka.

Namun sebelum turnamen berjalan lebih jauh, satu nama sudah lebih dulu mencuri sorotan dunia.

Julian Quinones menjadi pemain pertama yang mencatatkan namanya di papan skor edisi kali ini sekaligus mengawali sejarah baru turnamen sepak bola terbesar di planet ini.

Momen bersejarah itu tercipta saat Timnas Meksiko menghadapi Afrika Selatan dalam laga pembuka Grup A yang berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, Jumat 12 Juni 2026 dini hari WIB.

Bermain di hadapan lautan pendukung sendiri, El Tri tampil agresif sejak menit awal dan langsung mendapatkan hasil pada menit kesembilan.

Quinones sukses memanfaatkan peluang di depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau kiper Afrika Selatan, Ronwen Williams.

Bola bersarang di gawang dan seketika membuat Stadion Azteca bergemuruh.

Gol tersebut bukan sekadar membuka keunggulan Meksiko.

Catatan itu juga menempatkan Quinones sebagai pencetak gol pertama di Piala Dunia 2026, sebuah status yang akan selalu tercatat dalam sejarah kompetisi.

Keberhasilan tersebut semakin melengkapi performa impresif sang penyerang dalam dua musim terakhir.

Datang ke Piala Dunia dengan kepercayaan diri tinggi, Quinones berstatus sebagai salah satu penyerang paling produktif yang tampil di turnamen ini setelah menyabet gelar top skor Liga Pro Arab Saudi musim 2025/2026.

Perjalanan Quinones menuju titik ini juga terbilang unik.

Lahir di Kolombia, pemain berusia 29 tahun tersebut kemudian memilih membela Timnas Meksiko setelah menyelesaikan proses naturalisasi.

Keputusan yang sempat menjadi perbincangan itu kini terbukti memberikan dampak besar bagi El Tri.

Dalam beberapa tahun terakhir, Quinones menjelma sebagai sosok penting di lini depan Meksiko.

Kontribusinya turut membantu tim meraih sejumlah prestasi di kawasan CONCACAF, termasuk gelar Nations League dan Piala Emas.

Sebelum merumput di Arab Saudi, namanya lebih dulu dikenal publik sepak bola Amerika Utara berkat ketajamannya bersama Atlas dan Club America di Liga MX.

Konsistensi mencetak gol membuatnya menjadi salah satu striker paling berbahaya di kompetisi tersebut.

Pada musim 2023/2024, Quinones mencatatkan 18 gol bersama Club America. Produktivitas itu menjadi titik balik yang membuka jalan menuju karier internasional yang lebih besar.

Hingga akhirnya mengantarkannya tampil sebagai salah satu tokoh utama pada malam pembukaan Piala Dunia 2026.

Meski turnamen masih sangat panjang, Julian Quinones telah memastikan satu hal: namanya akan selalu dikenang sebagai pemain yang membuka keran gol Piala Dunia 2026.(*)




Daftar Skuad Grup E Piala Dunia 2026, Siapa yang Paling Kuat?

SEPUCUKJAMBI.ID – Grup E Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif pada fase penyisihan.

Kehadiran Jerman sebagai raksasa sepak bola Eropa membuat persaingan semakin menarik.

Namun Pantai Gading, Ekuador, dan Curacao juga datang dengan komposisi pemain yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Jika melihat materi pemain yang tersedia, Jerman masih menjadi unggulan utama untuk memimpin klasemen grup.

Tim Panser membawa kombinasi pemain senior yang sarat pengalaman dan talenta muda yang sedang bersinar di level klub maupun tim nasional.

Di bawah mistar gawang, Jerman masih memiliki Manuel Neuer yang menjadi simbol pengalaman dan kepemimpinan.

Kehadiran Oliver Baumann serta Alexander Nubel membuat posisi penjaga gawang menjadi salah satu sektor paling aman dalam skuad mereka.

Lini belakang Jerman juga terlihat solid. Antonio Rudiger dan Jonathan Tah diprediksi menjadi duet utama di jantung pertahanan.

Selain itu, David Raum, Nico Schlotterbeck, hingga Malick Thiaw memberikan banyak pilihan bagi pelatih untuk menjaga keseimbangan permainan.

Kekuatan terbesar Jerman justru berada di sektor tengah dan depan. Joshua Kimmich, Leon Goretzka, Florian Wirtz, hingga Aleksandar Pavlovic siap mengontrol permainan.

Sementara di lini serang, Jamal Musiala, Kai Havertz, Leroy Sane, dan Deniz Undav menjadi deretan pemain yang berpotensi menjadi pembeda dalam pertandingan penting.

Timnas Jerma datang ke Piala Dunia 2026 dengan tekad yang kuat

Berikut daftar lengkap pemainnya:

  • Kiper: Oliver Baumann (Hoffenheim), Manuel Neuer (Bayern Munich), Alexander Nubel (Stuttgart)
  • Belakang: Waldemar Anton (Borussia Dortmund), Nathaniel Brown (Eintracht Frankfurt), David Raum (RB Leipzig), Antonio Rudiger (Real Madrid), Nico Schlotterbeck (Borussia Dortmund), Jonathan Tah (Bayern Munich), Malick Thiaw (Newcastle)
  • Gelandang: Pascal Gross (Brighton), Joshua Kimmich (Bayern Munich), Felix Nmecha (Borussia Dortmund), Aleksandar Pavlovic (Bayern Munich), Angelo Stiller (Stuttgart), Leon Goretzka (Bayern Munich), Florian Wirtz (Liverpool), Jamie Leweling (Stuttgart)
  • Penyerang: Maximilian Beier (Borussia Dortmund), Kai Havertz (Arsenal), Lennart Karl (Bayern Munich), Jamal Musiala (Bayern Munich), Leroy Sane (Galatasaray), Deniz Undav (Stuttgart), Nick Woltemade (Newcastle)

Meski Jerman difavoritkan, Pantai Gading berpotensi menjadi ancaman serius.

Wakil Afrika tersebut membawa banyak pemain yang tampil di kompetisi elite Eropa.

Nama-nama seperti Franck Kessie, Seko Fofana, Ibrahim Sangare, hingga Amad Diallo memberikan keseimbangan antara kekuatan fisik dan kreativitas permainan.

Di lini pertahanan, Pantai Gading diperkuat sejumlah pemain yang tampil konsisten di liga top Eropa seperti Evan Ndicka, Odilon Kossounou, Wilfried Singo, dan Ousmane Diomande.

Sementara lini serang mereka dihuni pemain-pemain cepat dan agresif seperti Simon Adingra, Nicolas Pepe, Elye Wahi, hingga Ange-Yoan Bonny.

Timnas Pantai Gading tidak bisa dianggap tim sembarangan di Piala Dunia 2026

Berikut daftar lengkap pemainnya:

  • Kiper: Yahia Fofana (Caykur Rizespor), Mohamed Kone (Charleroi), Alban Lafont (Panathinaikos).
  • Bek: Emmanuel Agbadou (Beşiktaş), Clement Akpa (AJ Auxerre), Ousmane Diomande (Sporting CP), Guela Doue (Strasbourg), Ghislain Konan (Gil Vicente), Odilon Kossounou (Atalanta BC), Evan Ndicka (AS Roma), Wilfried Singo (Galatasaray).
  • Gelandang: Seko Fofana (Porto), Parfait Guiagon (Charleroi), Christ Inao Oulai (Trabzonspor), Franck Kessie (Al-Ahli), Ibrahim Sangare (Nottingham Forest), Jean-Michael Seri (Maribor).
  • Penyerang: Simon Adingra (Monaco), Ange-Yoan Bonny (Inter Milan), Amad Diallo (Manchester United), Oumar Diakite (Cercle Brugge), Yan Diomande (RB Leipzig), Evann Guessand (Crystal Palace), Nicolas Pepe (Villarreal), Bazoumana Toure (TSG Hoffenheim), Elye Wahi (OGC Nice).

Sementara itu, Ekuador kembali mengandalkan generasi emas yang mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Tim asal Amerika Selatan tersebut memiliki kombinasi pemain muda dan berpengalaman yang membuat mereka layak diperhitungkan dalam perebutan tiket ke babak gugur.

Nama Moises Caicedo menjadi sosok sentral di lini tengah Ekuador.

Gelandang tersebut akan mendapat dukungan dari Kendry Paez, Gonzalo Plata, Alan Franco, hingga Pedro Vite yang memiliki kemampuan menciptakan peluang dari berbagai situasi.

Di lini pertahanan, Ekuador memiliki fondasi yang kuat dengan kehadiran Pervis Estupinan, Piero Hincapie, Willian Pacho, dan Felix Torres.

Sedangkan sektor penyerangan masih bertumpu pada ketajaman Enner Valencia yang menjadi salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad.

Timnas Ekuador menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di Grup E Piala Dunia 2026

Berikut daftar lengkap pemainnya:

  • Kiper: Hernan Galindez, Moises Ramire, Gonzalo Valle, David Cabezas
  • Bek: Angelo Preciado, Pervis Estupinan, Piero Hincapie, Felix Torres, Willian Pacho, Joel Ordonez, Jose Hurtado, Jackson Porozo, Leonardo Realpe
  • Gelandang: Moises Caicedo, Alan Franco, Gonzalo Plata, Kendry Paez, John Yeboah, Alan Minda, Pedro Vite, Jordy Alcivar, Denil Castillo, Yaimar Medina, Patrik Mercado, Bryan Ramirez
  • Penyerang: Enner Valencia. Kevin Rodriguez, Jordy Caicedo, Nilson Angulo, Janner Corozo, John Mercado, Jeremy Arevalo, Elias Legendre, Anthony Valencia

Curacao mungkin menjadi tim yang paling minim sorotan di Grup E.

Namun komposisi pemain yang mereka miliki menunjukkan bahwa tim ini tidak bisa diremehkan.

Mayoritas pemain Curacao berkarier di kompetisi Eropa, terutama Belanda, yang membuat kualitas permainan mereka cukup kompetitif.

Nama-nama seperti Leandro Bacuna, Juninho Bacuna, Tahith Chong, Jurgen Locadia, hingga Kenji Gorre menjadi pemain yang dapat memberikan ancaman bagi lawan.

Timnas Curacao termasuk tim yang tak bisa diremehkan di Piala Dunia 2026

Curacao berpotensi menjadi kuda hitam yang bisa mengganggu ambisi tim-tim unggulan. Berikut daftar pemainnya:

  • Penjaga Gawang: Tyrick Bodak (SC Telstar), Trevor Doornbusch (VVV-Venlo), Eloy Room (Miami FC).
  • Bek: Riechedly Bazoer (Konyaspor), Joshua Brenet (Kayserispor), Roshon Van Eijma (RKC Waalwijk), Sherel Floranus (PEC Zwolle), Deveron Fonville (NEC Nijmegen), Jurien Gaari (Abha Club), Armando Obispo (PSV Eindhoven), Shurandy Sambo (Sparta Rotterdam).
  • Gelandang: Juninho Bacuna (FC Volendam), Leandro Bacuna (Igdır), Livano Comenencia (FC Zurich), Kevin Felida (FC Den Bosch), Ar’Jany Martha (Rotherham United), Tyrese Noslin (SC Telstar), Godfried Roemeratoe (RKC Waalwijk).
  • Penyerang: Jeremy Antonisse (AE Kifisia), Tahith Chong (Sheffield United), Kenji Gorre (Maccabi Haifa), Sontje Hansen (Middlesbrough), Gervane Kastaneer (Terengganu FC), Brandley Kuwas (FC Volendam), Jurgen Locadia (Miami FC), Jearl Margaritha (SK Beveren).

Jika melihat kedalaman skuad secara keseluruhan, Jerman memang masih berada satu tingkat di atas pesaing lainnya.

Namun Pantai Gading dan Ekuador memiliki kualitas yang cukup untuk memberikan perlawanan sengit.

Sementara Curacao berpeluang menciptakan kejutan jika mampu tampil konsisten sepanjang fase grup.

Dengan komposisi pemain yang dimiliki masing-masing negara, Grup E berpotensi menghadirkan persaingan ketat hingga laga terakhir.

Perebutan dua tiket otomatis ke babak gugur diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling menarik untuk disaksikan pada Piala Dunia 2026.(*)




Resmi! Daftar Pemain Grup A Piala Dunia 2026, Meksiko dan Korea Selatan Turunkan Kekuatan Terbaik

SEPUCUKJAMBI.ID – Piala Dunia 2026 semakin dekat dan sejumlah negara peserta mulai mengumumkan daftar pemain yang dipersiapkan untuk tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Sejumlah tim unggulan seperti Brasil, Prancis, hingga Jepang telah lebih dulu merilis skuad sementara mereka.

Pengumuman skuad beberapa negara memunculkan kejutan.

Timnas Prancis misalnya, tidak memasukkan nama Antoine Griezmann dan Eduardo Camavinga dalam daftar pemain yang dipanggil.

Persaingan ketat di sektor tengah membuat kedua pemain tersebut harus tersisih dari pilihan pelatih.

Meski tanpa Griezmann dan Camavinga, Les Bleus masih memiliki banyak opsi berkualitas.

N’Golo Kante yang tampil konsisten bersama klubnya kembali mendapat kepercayaan.

Selain itu, Adrien Rabiot juga tetap menjadi salah satu andalan di lini tengah.

Sementara itu, Timnas Brasil juga membuat keputusan yang cukup mengejutkan.

Penyerang Joao Pedro yang tampil impresif di level klub tidak masuk dalam daftar skuad.

Sebaliknya, Neymar yang sempat lama absen akhirnya kembali mendapat kesempatan memperkuat Selecao untuk menghadapi Piala Dunia 2026.

Turnamen edisi 2026 akan mencatat sejarah baru dengan keikutsertaan 48 negara peserta.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan edisi sebelumnya yang hanya diikuti oleh 32 tim nasional.

Di Grup A, beberapa negara telah merilis daftar pemain sementara yang diproyeksikan tampil di putaran final.

Meksiko menjadi salah satu tim yang sudah mengumumkan skuad berisi kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda.

Daftar pemain Timnas Meksiko di Piala Dunia 2026

Nama-nama seperti Guillermo Ochoa, Edson Alvarez, Raul Jimenez, hingga Santiago Gimenez masuk dalam daftar yang dipersiapkan. Berikut daftar lengkap sementara skuad Meksiko:

  • Kiper: Alex Padilla (Klub Atletik), Antonio Rodríguez (Tijuana), Carlos Acevedo (Santos Laguna), Carlos Moreno (Pachuca), Guillermo Ochoa (AEL Limassol), Raúl Rangel (Chivas).
  • Bek: Bryan González (Chivas), César Montes (Lokomotiv Moscow), Edson Álvarez (Fenerbahçe), Eduardo Águila (Atlético de San Luis), Everardo López (Toluca), Israel Reyes (América), Jesús Angulo (Tigres), Jesús Gallardo (Toluca), Jesús Gómez (Tijuana), Johan Vásquez (Genoa), Jorge Sánchez (PAOK), Julián Araujo (Celtic), Luis Rey (Puebla), Mateo Chávez (AZ Alkmaar), Ramón Juárez (Amerika), Richard Ledezma (Chivas), Víctor Guzmán (Monterrey).
  • Gelandang: Alexei Domínguez (Pachuca), Alexis Gutiérrez (Amerika), Alvaro Fidalgo (Real Betis), Brian Gutiérrez (Chivas), Carlos Rodríguez (Cruz Azul), Denzell Garcia (FC Juarez), Diego Lainez (Tigres), Efrain Álvarez (Chivas), Elias Montiel (Pachuca), Erick Sánchez (Amerika), Erik Lira (Cruz Azul), Gilberto Mora (Tijuana), Isaías Violante (Amerika), Jeremy Márquez (Cruz Azul), Jordan Carrillo (Pumas), Jorge Ruvalcaba (NY Red Bulls), Kevin Castañeda (Tijuana), Luis Chávez (Dinamo Moscow), Luis Romo (Chivas), Marcel Ruiz (Toluca), Obed Vargas (Atlético de Madrid), Orbelin Pineda (AEK), Jesús Angulo (Toluca).
  • Penyerang: Alexis Vega (Toluca), Armando González (Chivas), César Huerta (Anderlecht), Germán Berterame (Inter Miami), Guillermo Martínez (Pumas), Julián Quiñones (Al-Qadisiyah), Raúl Jiménez (Fulham), Roberto Alvarado (Chivas), Santiago Giménez (Milan).

 

Korea Selatan juga membawa kekuatan terbaiknya.

Timnas Korsel berpartisipasi pada ajang piala dunia 2026

Bek tangguh Kim Min-jae, playmaker Lee Kang-in, Hwang Hee-chan, hingga kapten Son Heung-min.

Mereka diprediksi menjadi tulang punggung Taegeuk Warriors dalam upaya melangkah jauh di turnamen nanti. Berikut daftar lengkap sementara skuad Korea Selatan:

  • Kiper: Jo Hyun-woo (Ulsan HD), Kim Seung-gyu (FC Tokyo), Song Bum-keun (Jeonbuk Hyundai)
  • Bek: Kim Min-jae (Bayern Munich), Jo Yu-min (Sharjah), Lee Han-beom (Midtjylland), Kim Tae-hyun (Kashima Antlers), Park Jin-seop (Zhejiang FC), Lee Ki-hyeok (Gangwon FC), Lee Tae-seok (Carussangch Youngtropchen)Bobolcheds Moon-hwan (Daejeon Hana)
  • Gelandang: Yang Hyun-jun (Celtic), Paik Seung-ho (Birmingham City), Hwang In-beom (Feyenoord), Kim Jin-kyu (Jeonbuk Hyundai), Bae Jun-ho (Stoke City), Um Ji-sung (Swansea City), Hwang Hee-chan (WolverhamptonMavernghampton) Lee (Wolverhampton H-gyzeng), Lee Kang-in (Paris Saint-Germain)
  • Striker: Oh Hyun-kyu (Besiktas), Son Heung-min (LA FC), Cho Kyu-sung (Midtjylland)

Sementara itu, Republik Ceko mengandalkan sejumlah pemain yang berkarier di kompetisi Eropa.

Pemain Timnas Ceko yang berlaga di Piala Dunia 2026

Patrik Schick masih menjadi andalan di lini depan, didukung gelandang berpengalaman Tomas Soucek yang memiliki peran penting di sektor tengah. Berikut daftar lengkap sementara skuad Ceko:

  • Kiper: Lukas Hornicek (Braga), Martin Jedlicka (Banik Ostrava), Antonín Kinsky (Tottenham), Jan Koutny (Sigma Olomouc), Matej Kovar (PSV Eindhoven), Jakub Markovic (Slavia Prague), Jindrich Stanek (Slavia Prague).
  • Bek: Vladimír Coufal (Hoffenheim), David Douděra (Slavia Prague), Matěj Hadaš (Sigma Olomouc), Tomáš Holeš (Slavia Prague), Robin Hranáč (TSG Hoffenheim), Štěpán Chaloupek (Slavia Prague), Václav Jemelka (Viktoria Plzen), David Jurásek (Slavia Prague), Ladislav Krejčí (Serigala), Karel Spáčil (Viktoria Plzen), Adam Ševínský (Sparta Prague), Martin Vitík (Bologna), Tomáš Vlček (Slavia Prague), Jaroslav Zelený (Sparta Prague), David Zima (Slavia Prague).
  • Gelandang: Lukas Ambros (Gornik Zabrze), Michal Beran (Sigma Olomouc), Pavel Bucha (FC Cincinnati), Lukás Cerv (Viktoria Plzen), Krystof Danek (LASK Linz), Vladimir Darida (Hradec Kralove), Patrik Hellebrand (Gornik Zabrze), Adam Karabec (Lyon), Ondrej Kricfaluši (Banik Ostrava), Tomáš Ladra (Viktoria Plzen), David Planka (Banik Ostrava), Lukás Provod (Slavia Prague), Matěj Ryneš (Sparta Prague), Lukas Sadílek (Gornik Zabrze), Michal Sadílek (Slavia Prague), Hugo Sochůrek (Sparta Prague), Alexandr Sojka (Viktoria Plzen), Tomáš Souček (West Ham), Pavel Šulc (Lyon), Denis Višinský (Viktoria Plzen).
  • Penyerang: Adam Hlo?ek (TSG Hoffenheim), Tomáš Chorý (Slavia Prague), Mojmír Chytil (Slavia Prague), Christophe Kabongo (Mlada Boleslav), Jan Kliment (Sigma Olomouc), Jan Kuchta (Sparta Prague), Vasil Kušej (Slavia Prague), Ondřej Mihálik (Hradec Kralove), Vojtěch Patrák (Pardubice), Václav Sejk (Sigma Olomouc), Patrik Schick (Bayer Leverkusen), Matej Vydra (Viktoria Plzen).

Untuk Afrika Selatan, daftar resmi pemain yang akan dibawa ke Piala Dunia 2026 masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari federasi sepak bola setempat.

Timnas Afrika Selatan ikut berkomteisi di Piala Dubia 2026

Daftar skuad ini masih berstatus sementara dan berpotensi mengalami perubahan menjelang tenggat waktu pendaftaran resmi FIFA.

Kondisi kebugaran pemain, performa di klub, hingga kebutuhan taktik pelatih menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi komposisi akhir masing-masing tim.

Menarik untuk menantikan siapa saja pemain yang akhirnya berhasil mengamankan tempat di skuad final dan tampil di panggung terbesar sepak bola dunia pada Piala Dunia 2026 mendatang.(*)




Daftar Lengkap Skuad Mesir di Piala Dunia 2026: Salah Pimpin The Pharaohs

SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih Hossam Hassan resmi mengumumkan daftar skuad Timnas Mesir untuk menghadapi Piala Dunia 2026.

Pengumuman ini menjadi langkah awal penting bagi The Pharaohs dalam persiapan menuju turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Mesir menyiapkan total 26 pemain utama serta satu nama cadangan untuk memperkuat tim dalam kompetisi empat tahunan itu.

Kehadiran skuad ini disambut antusias oleh publik sepak bola Mesir yang berharap tim nasional mereka mampu mencetak sejarah baru.

Salah satu sorotan utama tentu tertuju kepada Mohamed Salah yang kembali dipercaya sebagai kapten tim.

Penyerang Liverpool tersebut diharapkan menjadi motor serangan sekaligus pemimpin di lapangan.

Pemain berusia 33 tahun itu tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga ambisi besar untuk membantu Mesir tampil lebih kompetitif di panggung dunia.

Salah saat ini telah mengoleksi 67 gol untuk tim nasional dan hanya terpaut dua gol dari rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa milik Hossam Hassan.

Selain mengejar rekor individu, Mesir juga bertekad memperbaiki catatan buruk mereka di ajang Piala Dunia.

Sepanjang sejarah, The Pharaohs belum pernah meraih kemenangan di putaran final.

Pada edisi 1934, Mesir tersingkir di fase awal akibat format kompetisi.

Sementara di Piala Dunia 1990 dan 2018, mereka gagal lolos dari fase grup dan selalu mengakhiri turnamen di posisi terbawah.

Kini, generasi baru yang dipimpin Salah diharapkan mampu mengubah sejarah tersebut dengan performa yang lebih solid dan konsisten.

Selain Salah, Mesir juga diperkuat sejumlah pemain yang berkarier di liga top dunia, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing tim di level internasional.

Berikut daftar lengkap skuad Timnas Mesir untuk Piala Dunia 2026:

Kiper: Mohamed El Shenawy (Al-Ahly), Moustafa Shobeir (Al-Ahly), El Mahdy Soliman (Al-Zamalek), Mohamed Alaa (El Gouna)

Bek: Mohamed Hany (Al-Ahly), Tarek Alaa (ZED FC), Hamdy Fathy (Al-Wakrah), Ramy Rabia (Al Ain), Yasser Ibrahim (Al-Ahly), Hossam Abdelmaguid (Al-Zamalek), Mohamed Abdelmonem (OGC Nice), Ahmed El Fotouh (Al-Zamalek), Karim Hafez (Pyramids)

Gelandang: Marwan Attia (Al-Ahly), Mohanad Lasheen (Pyramids), Donga (Al Najma), Mahmoud Saber (ZED FC), Zizo (Al-Ahly), Trézéguet (Al-Ahly), Emam Ashour (Al-Ahly), Mostafa Ziko (Pyramids), Ibrahim Adel (Nordsjaelland), Haissem Hassan (Real Oviedo), Mohamed Salah (Liverpool)

Penyerang: Omar Marmoush (Manchester City), Aktay Abdallah (ENPPI), Hamza Abdelkarim (Barcelona B).(*)