Berbekal Emas PON, Trio Pesenam Jambi Bidik Podium Asian Championship 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Prestasi olahraga Jambi kembali mendapat panggung internasional. Tiga atlet senam aerobik binaan Persatuan Senam Indonesia (Persani) Provinsi Jambi dipercaya memperkuat Tim Indonesia pada Asian Championship Aerobic Gymnastics 2026 yang berlangsung di Filipina pada 3–10 Agustus 2026.

Ketiga atlet tersebut adalah Aprilian Anggara, M. Angger Darmawan, dan M. Angger Setiawan.

Mereka akan tampil pada nomor trio sport aerobic gymnastics, salah satu nomor yang menjadi andalan Indonesia dalam kejuaraan tingkat Asia tersebut.

Sekretaris Pengurus Provinsi Persani Jambi, Agung, mengatakan ketiga atlet dipilih berdasarkan prestasi dan konsistensi penampilan mereka dalam beberapa tahun terakhir.

“Mereka dipercaya mewakili Indonesia pada nomor trio. Kami berharap pengalaman dan prestasi yang telah diraih menjadi modal untuk tampil maksimal di kejuaraan ini,” kata Agung di Jambi, Senin 3 Agustus 2026.

Selama mengikuti kejuaraan, ketiga atlet akan didampingi pelatih Veronica yang telah berpengalaman membina atlet senam aerobik Jambi di berbagai ajang nasional.

Modal Emas PON untuk Tembus Podium Asia

Optimisme Persani Jambi bukan tanpa alasan. Aprilian Anggara bersama dua rekannya merupakan bagian dari atlet yang sukses menyumbangkan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024.

Prestasi tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan di level Asia yang akan mempertemukan pesenam-pesenam terbaik dari berbagai negara.

Agung berharap trio atlet Jambi mampu menjaga performa terbaik sekaligus membawa pulang medali bagi Indonesia.

“Dengan pengalaman dan prestasi yang mereka miliki, kami berharap trio pesenam Jambi mampu meraih hasil terbaik, bahkan membawa pulang medali emas,” ujarnya.

Jadi Bekal Menuju PON 2028

Selain memburu prestasi internasional, keikutsertaan atlet Jambi di Asian Championship juga menjadi bagian dari program pembinaan jangka panjang Persani Jambi.

Menurut Agung, pengalaman bertanding di level Asia akan menjadi modal penting menghadapi babak prakualifikasi PON 2027 hingga target mempertahankan medali emas pada PON 2028.

Ia menilai semakin sering atlet bertanding di level internasional, semakin besar pula peluang meningkatkan kemampuan teknis, mental bertanding, dan pengalaman menghadapi lawan-lawan terbaik.

Persani Jambi berharap keikutsertaan tiga atlet tersebut tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia, tetapi juga menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda di daerah untuk terus berprestasi hingga level internasional.(*)




Dari Sekolah Menuju Timnas, AXIS Nation Cup 2026 Buka Peluang Atlet Muda Indonesia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui merek AXIS kembali menggelar AXIS Nation Cup (ANC) 2026, turnamen futsal antarpelajar tingkat SMA dan SMK yang kini memasuki tahun keempat penyelenggaraan.

Mengusung tema “Laga Para Juara”, kompetisi tahun ini diperluas dengan menjangkau 40 kota di Indonesia dan menargetkan partisipasi sekitar 1.680 sekolah atau sekitar 16.800 pelajar.

Berbeda dengan sekadar kompetisi antarsekolah, penyelenggaraan AXIS Nation Cup 2026 juga diarahkan sebagai bagian dari pembinaan atlet usia muda melalui kolaborasi dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI).

Para peserta terbaik akan memperoleh kesempatan mengikuti program pelatihan intensif serta proses talent scouting untuk membuka jalan menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Keberlanjutan program tersebut didukung rekam jejak kompetisi selama tiga tahun terakhir. AXIS mencatat sedikitnya lima alumni AXIS Nation Cup telah memperkuat Tim Nasional Futsal U-19 Indonesia dan menjadi bagian dari skuad yang meraih posisi runner-up pada AFF U-19 Futsal Championship 2025.

Director & Chief Commercial Officer XLSMART, David Arcelus Oses, mengatakan AXIS Nation Cup terus dikembangkan agar menjadi ruang yang tidak hanya memberi pengalaman bertanding, tetapi juga membuka akses pembinaan yang lebih luas bagi pelajar.

“Melalui kolaborasi dengan Federasi Futsal Indonesia, kami ingin memastikan para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding, tetapi juga akses terhadap pelatihan lanjutan dan penjaringan bakat menuju level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Pembinaan Atlet dan Futsal Putri Jadi Fokus

Salah satu pembaruan pada penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya Intensive Training Program yang disusun bersama FFI.

Program tersebut akan mempertemukan para juara dengan pelatih berlisensi sekaligus menjadi bagian dari proses identifikasi atlet potensial untuk pembinaan berkelanjutan.

AXIS Nation Cup 2026 juga kembali membuka kategori futsal putri. Kehadiran kategori ini menjadi bagian dari upaya mendukung perkembangan futsal putri di Indonesia sekaligus memberi kesempatan yang sama bagi atlet perempuan untuk mengikuti program pengembangan dan penjaringan bakat.

Selain pertandingan di lapangan, penyelenggara turut menghadirkan berbagai aktivitas pendukung seperti kompetisi suporter, lomba tari, permainan interaktif, hiburan, hingga area aktivasi yang ditujukan untuk menciptakan pengalaman lebih menarik bagi peserta maupun penonton.

Didukung Perluasan Jaringan 5G

Penyelenggaraan AXIS Nation Cup 2026 juga menjadi bagian dari strategi XLSMART memperkenalkan perluasan layanan jaringan 5G melalui AXIS 5GAF (Absolute Fast).

Menurut perusahaan, kehadiran jaringan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas digital generasi muda, mulai dari belajar, bermain gim, membuat konten, hingga membagikan momen pertandingan selama kompetisi berlangsung dengan koneksi yang lebih cepat dan stabil.

Sebagai identitas baru, AXIS Nation Cup 2026 juga memperkenalkan maskot resmi bernama ZEIRO, yang merupakan gabungan kata Zero dan Hero.

Maskot ini menggambarkan filosofi bahwa setiap atlet memulai perjalanan dari langkah pertama sebelum akhirnya meraih prestasi.

Grand Final Digelar di Jakarta

Babak penyisihan AXIS Nation Cup 2026 berlangsung mulai 31 Juli hingga 27 September 2026 di berbagai daerah.

Selanjutnya, babak regional dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga akhir September sebelum seluruh juara regional bertemu pada Grand Final di Jakarta pada 31 Oktober 2026.

Melalui penyelenggaraan tahun ini, AXIS berharap kompetisi tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga memperkuat ekosistem pembinaan futsal pelajar di Indonesia dengan menghubungkan kompetisi, pelatihan, penjaringan bakat, dan dukungan teknologi dalam satu rangkaian program.(*)




“Argentina Dong, Kita Menang Nih”, Gubernur Al Haris Ungkap Alasan Dukung Albiceleste

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris punya pilihan sendiri dalam ajang Piala Dunia 2026.

Orang nomor satu di Provinsi Jambi itu mengaku menjagokan Tim Nasional Argentina untuk meraih hasil terbaik pada turnamen sepak bola dunia tersebut.

Saat ditanya mengenai tim yang didukungnya, Al Haris langsung menyebut Argentina sebagai pilihannya.

“Argentina dong saya. Kita menang nih,” ujar Al Haris sambil tertawa, Rabu (15/7/2026).

Menurut Al Haris, alasan dirinya mendukung Argentina bukan hanya karena nama besar tim tersebut, tetapi juga karena perubahan gaya permainan yang dinilainya semakin menarik.

Ia melihat Argentina saat ini tidak lagi terlalu bergantung pada kemampuan individu pemain tertentu, melainkan lebih mengedepankan kerja sama tim.

“Saya senang mainnya. Iramanya bagus. Dulu mereka lebih ke individu, sekarang sudah berubah. Bukan lagi individual, tapi sudah kerja tim,” katanya.

Al Haris menilai permainan Argentina menjadi lebih efektif karena para pemain mampu berbagi peran dan tidak hanya mengandalkan satu sosok untuk mencetak gol.

“Mereka tidak egois, saling mengoper bola. Tidak hanya Messi yang bisa cetak gol, pemain lain juga bisa mencetak gol,” ujarnya.

Messi Tetap Jadi Pemain Favorit

Meski memuji kekuatan kolektif Argentina, Al Haris tetap memiliki pemain favorit yang menjadi idolanya, yakni Lionel Messi.

“Saya Messi. Itu masalahnya,” kata Al Haris singkat.

Menurutnya, pengalaman dan kualitas Messi tetap menjadi salah satu faktor penting yang membuat Argentina memiliki daya tarik tersendiri di pentas sepak bola internasional.

Prediksi Skor dan Target Final

Saat diminta memprediksi hasil pertandingan Argentina, Al Haris mengaku tidak mudah menebak skor akhir.

Namun, ia memperkirakan pertandingan yang dijalani Argentina akan berlangsung ketat dengan selisih gol tipis.

“Prediksi kita ini payah. Paling 3-2, 2-1, atau 1-0, paling begitu lah,” katanya.

Meski tidak ingin memberikan prediksi pasti, Al Haris optimistis Argentina mampu melangkah jauh dan mencapai partai puncak Piala Dunia 2026.

“Insyaallah final,” pungkasnya.(*)




Yamal Cetak Sejarah, Spanyol Gilas Arab Saudi 4-0 di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Spanyol mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026.

Setelah sempat tertahan tanpa gol pada laga pembuka, La Roja bangkit dengan performa meyakinkan dan menggulung Arab Saudi 4-0 dalam pertandingan kedua Grup H di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu 21 Juni 2026 malam WIB.

Kemenangan telak ini mengantar tim asuhan Luis de la Fuente ke puncak klasemen sementara Grup H. Empat poin yang dikumpulkan membuat langkah Spanyol menuju fase gugur semakin terbuka lebar.

Sejak menit awal, Spanyol tampil agresif dan menguasai jalannya pertandingan. Arab Saudi yang sebelumnya mampu menahan Uruguay dibuat kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan tinggi yang terus dilancarkan lawannya.

Keunggulan Spanyol dibuka pada menit ke-10 melalui aksi bintang muda Lamine Yamal.

Pemain berusia 18 tahun itu sukses memaksimalkan umpan matang Mikel Oyarzabal untuk membawa La Roja unggul lebih dulu.

Gol tersebut semakin menegaskan status Yamal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola dunia.

Berdasarkan catatan FIFA, ia masuk daftar delapan pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia dan menjadi pemain termuda kedua Spanyol yang mencetak gol di turnamen tersebut setelah Gavi.

Arab Saudi belum sempat keluar dari tekanan ketika Spanyol kembali menghukum kesalahan lini belakang mereka.

Oyarzabal mencetak gol kedua pada menit ke-21 sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor tiga menit kemudian.

Dua gol cepat itu praktis mengubah arah pertandingan. Spanyol semakin percaya diri mengendalikan tempo, sementara Arab Saudi kesulitan menemukan celah untuk mengancam gawang lawan.

Oyarzabal bahkan nyaris menorehkan hattrick sebelum turun minum.

Namun, peluang emas yang didapatnya hanya membentur mistar gawang sehingga skor 3-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, dominasi Spanyol tidak mengalami penurunan meski Yamal dan Oyarzabal kemudian ditarik keluar.

Tim Matador tetap mampu mengontrol pertandingan dan menjaga tekanan terhadap pertahanan Arab Saudi.

Gol keempat lahir pada menit ke-49 melalui gol bunuh diri Hassan Al-Tombakti. Situasi bermula ketika Mohammed Alowais berhasil menepis tendangan voli Marc Cucurella.

Bola liar yang memantul justru mengenai Al-Tombakti dan masuk ke gawang sendiri.

Keunggulan empat gol membuat Spanyol bermain lebih nyaman hingga peluit akhir dibunyikan.

Arab Saudi berusaha memperbaiki permainan, tetapi tidak mampu menciptakan peluang berarti untuk memperkecil ketertinggalan.

Hasil ini menempatkan Spanyol dalam posisi sangat menguntungkan. Tambahan satu poin saat menghadapi Uruguay pada laga terakhir fase grup sudah cukup untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.

Di sisi lain, Arab Saudi menghadapi tekanan lebih besar. Satu-satunya jalan untuk menjaga peluang lolos adalah meraih hasil maksimal saat menghadapi Cape Verde pada pertandingan penentuan Grup H.

Kemenangan atas Arab Saudi tidak hanya memberikan tiga poin penting bagi Spanyol, tetapi juga menunjukkan bahwa La Roja mulai menemukan ritme terbaiknya di Piala Dunia 2026.

Jika mampu mempertahankan konsistensi tersebut, mereka berpotensi menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara dunia.(*)




Jepang Mengamuk! Tunisia Dibantai 4-0

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jepang menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan Asia di Piala Dunia 2026.

Menghadapi Tunisia pada laga kedua Grup F, Samurai Biru tampil dominan dan menang telak 4-0 di Stadion Monterrey, Meksiko, Minggu 21 Juni 2026.

Ayase Ueda menjadi bintang kemenangan Jepang lewat dua gol yang dicetaknya. Sementara dua gol lainnya disumbangkan Daichi Kamada dan Junya Ito.

Hasil ini membuat Jepang naik ke posisi kedua klasemen sementara Grup F dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan.

Sebaliknya, kekalahan telak tersebut memastikan langkah Tunisia terhenti dan gagal melaju ke babak 32 besar.

Jepang Langsung Menggebrak

Pertandingan baru berjalan empat menit ketika Jepang sukses membuka keunggulan.

Berawal dari pergerakan Keito Nakamura di sisi sayap, umpan silang yang dilepaskannya berhasil diselesaikan dengan baik oleh Daichi Kamada.

Gol cepat itu membuat Jepang semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.

Tunisia yang mencoba bangkit justru kesulitan keluar dari tekanan.

Jepang terus mendominasi penguasaan bola dan memaksa lawan lebih banyak bertahan.

Pada menit ke-10, Ayase Ueda sebenarnya sempat mencetak gol kedua.

Namun setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena bola dinilai belum sepenuhnya melewati garis gawang.

Meski demikian, Jepang akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan pada menit ke-31.

Ueda melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan kiper Aymen Dahmen.

Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Ueda Bersinar, Tunisia Tak Berkutik

Memasuki babak kedua, Tunisia mencoba mengubah situasi dengan melakukan sejumlah pergantian pemain.

Namun perubahan itu tidak banyak berpengaruh. Jepang tetap tampil lebih rapi, lebih cepat, dan lebih efektif dalam membangun serangan.

Gol ketiga akhirnya lahir pada menit ke-69. Ayase Ueda kembali menunjukkan kualitasnya dengan mengirim umpan matang kepada Junya Ito yang sukses menaklukkan Dahmen.

Unggul tiga gol tak membuat Jepang mengendurkan serangan.

Pada menit ke-83, Ueda melengkapi penampilan gemilangnya lewat gol kedua dalam pertandingan ini.

Striker Jepang tersebut menanduk bola hasil umpan silang dari Sano untuk mengubah skor menjadi 4-0.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Tunisia tidak mampu menemukan jawaban atas dominasi Jepang.

Tunisia Jadi Tim Pertama yang Tersingkir dari Grup F

Kekalahan kedua secara beruntun membuat Tunisia dipastikan gagal melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Sebaliknya, Jepang kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk merebut tiket ke fase gugur dan menjaga asa membawa Asia berbicara banyak di turnamen terbesar dunia tersebut.

Susunan Pemain

Tunisia (5-3-2): Dahmen; Abdi, Bronn, Talbi, Rekik, Valery; Slimane, Skhiri, Mejbri; Tounekti, Saad.

Pelatih: Herve Renard.

Jepang (3-4-3): Suzuki; Ito, Itakura, Tomiyasu; Nakamura, Kamada, Tanaka, Doan; Sano, Ueda, Ito.

Pelatih: Hajime Moriyasu.(*)




Dominasi Tanpa Gol, Ekuador Ditahan Curacao yang Tampil Heroik

SEPUCUKJAMBI.ID – Laga Grup E Piala Dunia 2026 antara Timnas Ekuador dan Timnas Curacao berakhir tanpa pemenang.

Meski berlangsung dalam dominasi penuh Ekuador, pertandingan yang digelar di Kansas City Stadium itu ditutup dengan skor kacamata 0-0, Minggu 21 Juni 2026.

Hasil ini membuat Ekuador harus puas berbagi satu poin, sementara Curacao pulang dengan hasil berharga setelah tampil disiplin sepanjang laga.

Ekuador Kuasai Laga, Curacao Bertahan Total

Sejak menit awal, Ekuador langsung mengambil kendali permainan.

Anak asuh Sebastián Beccacece menguasai bola dan terus menekan pertahanan Curacao melalui kombinasi Enner Valencia, Moisés Caicedo, dan Gonzalo Plata.

Peluang emas langsung hadir saat laga baru berjalan tiga menit. Enner Valencia nyaris membuka keunggulan, namun kiper Eloy Room tampil sigap menepis peluang tersebut.

Sepanjang babak pertama, Ekuador terus menggempur pertahanan Curacao.

Namun rapatnya lini belakang yang dipimpin Dick Advocaat membuat setiap serangan selalu mentah sebelum menjadi gol.

Di sisi lain, Curacao sesekali mencoba keluar dari tekanan melalui skema serangan balik.

Salah satu peluang tercipta lewat Juninho Bacuna pada menit ke-33, meski tembakannya masih bisa diamankan Hernán Galíndez.

Meski terus mendominasi, Ekuador gagal memecah kebuntuan hingga turun minum.

Babak Kedua Tetap Buntu, Room Jadi Tembok Kokoh

Memasuki babak kedua, Ekuador meningkatkan intensitas serangan dengan memasukkan Kevin Rodríguez untuk menambah daya gedor.

Tekanan demi tekanan terus dilancarkan, namun Curacao tetap tampil disiplin.

Eloy Room kembali menjadi sorotan utama. Kiper senior tersebut berkali-kali menggagalkan peluang Ekuador yang datang silih berganti, membuat frustrasi lini serang lawan.

Curacao juga sempat memberikan ancaman balik berbahaya. Jurgen Locadia hampir membawa kejutan pada menit ke-60, namun tembakannya masih bisa diamankan Galíndez.

Melihat kebuntuan yang tak kunjung terpecahkan, Ekuador kembali menambah pemain ofensif. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol yang tercipta.

Statistik Berbanding Jauh, Skor Tetap Sama

Meski Ekuador tampil dominan hampir sepanjang laga, efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Curacao yang lebih banyak bertahan justru sukses mengamankan satu poin penting.

Hasil imbang ini membuat Ekuador menempati peringkat ketiga klasemen sementara Grup E, sementara Curacao masih berada di posisi juru kunci.

Susunan Pemain

Ekuador (3-5-2): Galíndez; Hincapié, Pacho, Franco; Estupiñán, Vite, Alcívar, Caicedo, Yeboah; Valencia, Plata.
Pelatih: Sebastián Beccacece

Curacao (5-3-2): Room; Fonville, Floranus, Obispo, Gaari, Brenet; Chong, L. Bacuna, Comenencia; J. Bacuna, Locadia.
Pelatih: Dick Advocaat.(*)




Daftar Lengkap Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026 Hari Ini

SEPUCUKJAMBI.ID – Peta persaingan Piala Dunia 2026 mulai terbentuk. Hingga pertandingan terbaru fase grup, sudah ada tiga negara yang memastikan tiket ke babak 32 besar lebih cepat.

Meksiko, Amerika Serikat, dan Jerman menjadi tim pertama yang mengunci tempat di fase gugur setelah meraih hasil sempurna dalam dua pertandingan awal.

Keberhasilan ketiga tim tersebut menegaskan kesiapan mereka menghadapi persaingan yang semakin ketat menuju fase knockout.

Sementara itu, sejumlah kandidat kuat lainnya masih harus berjuang pada laga terakhir grup untuk mengamankan nasib.

Meksiko menjadi tim pertama yang memastikan kelolosan. Bermain di hadapan publik sendiri, El Tri tampil konsisten dan berhasil menyapu bersih dua pertandingan awal dengan kemenangan.

Tak lama berselang, Amerika Serikat mengikuti jejak rival regionalnya tersebut.

Dukungan suporter tuan rumah dan performa yang stabil membuat The Stars and Stripes sukses mengamankan enam poin yang cukup untuk mengunci tiket ke babak berikutnya.

Meski sudah dipastikan lolos, baik Meksiko maupun Amerika Serikat masih memiliki satu pertandingan tersisa untuk menentukan posisi akhir klasemen grup dan lawan yang akan dihadapi pada fase gugur.

Jerman kemudian menjadi negara ketiga yang memastikan tempat di babak 32 besar. Der Panzer harus bekerja keras sebelum akhirnya mengalahkan Pantai Gading dengan skor dramatis 2-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Toronto, Jerman sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal oleh gol Franck Kessie pada babak pertama.

Namun mental juara yang selama ini menjadi identitas mereka kembali terlihat.

Deniz Undav muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-68 sebelum memastikan kemenangan lewat gol kedua pada masa injury time.

Gol pada menit ke-94 tersebut tidak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga memastikan pasukan Julian Nagelsmann melaju ke fase gugur dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.

Bagi Jerman, kelolosan ini memiliki makna tersendiri. Setelah gagal melewati fase grup dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya, Die Mannschaft akhirnya kembali menunjukkan kapasitas sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

Dengan tiga tiket fase gugur yang sudah terisi, persaingan memperebutkan tempat tersisa di babak 32 besar dipastikan akan semakin sengit dalam beberapa hari ke depan.

Daftar Tim yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026:

  1. Meksiko
  2. Amerika Serikat
  3. Jerman



Jerman Comeback, Pantai Gading ‘Dipukul’ Deniz Undav di Gol Injury Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Jerman memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading dalam laga Grup E di Toronto Stadium, Minggu 21 Juni 2026 dini hari WIB.

Der Panzer harus bekerja keras untuk mengamankan tiga poin. Sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama, pasukan Julian Nagelsmann bangkit melalui dua gol Deniz Undav.

Termasuk gol penentu kemenangan yang tercipta pada masa injury time.

Hasil ini membuat Jerman kokoh di puncak klasemen Grup E dengan koleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan.

Dengan satu laga tersisa, mereka menjadi salah satu tim pertama yang memastikan tempat di fase gugur.

Jerman langsung tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Kai Havertz memperoleh peluang emas lewat sundulan pada menit-menit awal, tetapi masih mampu diamankan kiper Pantai Gading, Yahia Fofana.

Tekanan Der Panzer terus berlanjut. Jamal Musiala dan Florian Wirtz beberapa kali merepotkan lini belakang lawan.

Sementara Aleksandar Pavlovic sempat menjebol gawang Pantai Gading pada menit ke-21. Namun gol tersebut dianulir wasit setelah ditemukan pelanggaran dalam proses serangan.

Di tengah dominasi Jerman, Pantai Gading justru berhasil mencuri keunggulan. Serangan cepat yang dibangun dari sisi sayap berujung pada gol Franck Kessie pada menit ke-30.

Gelandang berpengalaman itu sukses memanfaatkan kelengahan pertahanan Jerman untuk membawa timnya unggul 1-0.

Menjelang turun minum, Pantai Gading nyaris menggandakan keunggulan. Ange-Yoan Bonny mendapatkan peluang terbuka.

Namun Manuel Neuer menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan krusial yang menjaga harapan Jerman tetap hidup.

Babak pertama ditutup dengan frustrasi bagi Der Panzer. Kai Havertz sempat mencetak gol, tetapi VAR kembali membatalkan gol tersebut karena pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Memasuki babak kedua, Jerman meningkatkan intensitas serangan. Julian Nagelsmann meminta anak asuhnya bermain lebih agresif dan menekan lebih tinggi untuk memaksa Pantai Gading bertahan di wilayah sendiri.

Usaha itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Deniz Undav menyambar umpan matang Nadiem Amiri sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau Fofana.

Skor berubah menjadi 1-1 dan momentum sepenuhnya berpihak kepada Jerman.

Setelah gol penyeimbang tersebut, tekanan Der Panzer semakin masif. Pantai Gading dipaksa bertahan total menghadapi gelombang serangan yang datang silih berganti.

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Jerman mendapatkan momen penentu.

Pada menit ke-90+4, Felix Nmecha mengirim umpan terukur yang langsung disambar Deniz Undav menjadi gol kedua sekaligus gol kemenangan.

Gol telat tersebut memicu selebrasi besar kubu Jerman dan memupus harapan Pantai Gading untuk mencuri satu poin.

Kemenangan ini menegaskan status Jerman sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Selain menunjukkan mentalitas bangkit saat tertinggal, Der Panzer juga memperlihatkan kedalaman skuad yang mampu membuat perbedaan hingga detik-detik terakhir pertandingan.

Susunan pemain:

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Nico Schlotterbeck, Nathaniel Brown; Aleksandar Pavlovic, Felix Nmecha; Leroy Sane, Jamal Musiala, Florian Wirtz; Kai Havertz.

Pelatih: Julian Nagelsmann

Pantai Gading (4-3-3): Yahia Fofana; Wilfried Singo, Odilon Kossounou, Emmanuel Agbadou, Ghislain Konan; Christ Inao Oulai, Franck Kessie, Ibrahim Sangare; Amad Diallo, Ange-Yoan Bonny, Yan Diomande.

Pelatih: Emerse Fae.(*)




Ronald Koeman Tersenyum, Belanda Hancurkan Swedia 5-1 dan Kuasai Grup F

SEPUCUKJAMBI.ID – Belanda menunjukkan sinyal serius sebagai salah satu penantang kuat di Piala Dunia 2026.

Tim Oranje tampil luar biasa saat membungkam Swedia dengan skor telak 5-1 pada laga kedua Grup F yang berlangsung di Houston Stadium, Minggu 21 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan besar ini bukan hanya soal tambahan tiga poin. Belanda memperlihatkan kombinasi efektivitas, kecepatan, dan kedalaman skuad yang membuat Swedia kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan.

Brian Brobbey menjadi pembuka petaka bagi Swedia. Striker muda Belanda itu mencetak dua gol cepat pada menit ke-5 dan ke-17 yang langsung mengubah arah pertandingan sejak awal.

Unggul dua gol membuat Belanda semakin nyaman menguasai permainan.

Lini tengah yang dikomandoi Frenkie de Jong dan Tijjani Reijnders mampu mengendalikan tempo, sementara Denzel Dumfries berkali-kali menciptakan ancaman dari sisi kanan.

Swedia sebenarnya sempat memberikan perlawanan. Viktor Gyokeres dan Alexander Isak beberapa kali menguji ketangguhan Bart Verbruggen.

Bahkan, tim Skandinavia itu nyaris memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum, namun sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Memasuki babak kedua, keputusan pelatih Ronald Koeman melakukan pergantian pemain menjadi titik balik yang semakin menyulitkan Swedia.

Crysencio Summerville yang masuk dari bangku cadangan langsung memberi dampak instan.

Baru dua menit babak kedua berjalan, pergerakannya membuka ruang bagi Dumfries untuk mengirim umpan matang yang diselesaikan Cody Gakpo menjadi gol ketiga Belanda.

Tekanan Oranje semakin tak terbendung. Pada menit ke-54, Summerville kembali menjadi aktor penting lewat assist yang membuat Gakpo mencetak gol keduanya sekaligus memperbesar keunggulan menjadi 4-0.

Swedia akhirnya mendapatkan gol hiburan pada menit ke-59. Anthony Elanga yang masuk sebagai pemain pengganti sukses memanfaatkan umpan terobosan Alexander Isak untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 4-1.

Namun momentum itu tidak bertahan lama. Belanda tetap mendominasi jalannya laga dan nyaris tidak memberikan ruang bagi Swedia untuk bangkit.

Pesta gol Oranje akhirnya ditutup Summerville pada menit ke-89. Setelah merebut bola di area pertahanan lawan, pemain sayap tersebut melakukan penetrasi cepat sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan kiper Swedia.

Skor 5-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini mengantarkan Belanda ke puncak klasemen sementara Grup F dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan.

Sementara itu, Swedia harus puas berada di posisi kedua dan menghadapi tekanan lebih besar dalam perebutan tiket ke fase gugur.

Selain kemenangan besar, laga ini juga memperlihatkan ketajaman lini depan Belanda yang mulai menemukan bentuk terbaiknya.

Brobbey, Gakpo, hingga Summerville tampil efektif dan menjadi modal berharga bagi Oranje untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026.

Susunan pemain

BELANDA : Bart Verbruggen; Micky van de Ven, Jan Paul van Hecke, Virgil van Dijk, Denzel Dumfries; Tijjani Reijnders, Frenkie de Jong, Ryan Gravenberch; Cody Gakpo, Brian Brobbey, Donyell Malen.

SWEDIA : Kristoffer Nordfeldt; Victor Lindelof, Isak Hien, Gustaf Lagerbielke; Jesper Karlstrom, Gabriel Gudmundsson, Alexander Bernhardsson, Yasin Ayari, Benjamin Nygren; Alexander Isak, Viktor Gyokeres.(*)




Luis Diaz Bersinar, Kolombia Tundukkan Uzbekistan di Laga Pembuka

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Uzbekistan harus mengakui keunggulan Kolombia dengan skor 1-3 pada laga Grup K Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Azteca, Mexico City, Kamis waktu setempat.

Meski sempat mencetak gol bersejarah di babak kedua, Uzbekistan gagal membendung tekanan Kolombia hingga akhir pertandingan.

Sejak awal laga, Uzbekistan kesulitan mengimbangi tempo permainan Kolombia yang tampil lebih dominan.

Beberapa peluang tercipta di babak pertama, termasuk tembakan Jhon Arias pada menit ke-17 yang masih melebar serta sepakan Luis Diaz pada menit ke-32 yang hanya membentur tiang gawang.

Dominasi Kolombia akhirnya berbuah gol pada menit ke-40. Umpan terobosan Luis Diaz berhasil dimanfaatkan Daniel Munoz yang menusuk ke kotak penalti sebelum mencetak gol pembuka.

Skor 1-0 untuk Kolombia bertahan hingga turun minum.

Uzbekistan Bangkit, Cetak Gol Perdana di Piala Dunia

Memasuki babak kedua, pelatih Uzbekistan Fabio Cannavaro melakukan perubahan cepat dengan memasukkan Farrukh Sayfiev dan Dostonbek Khamdamov untuk menambah daya gedor.

Perubahan tersebut langsung memberikan dampak. Uzbekistan tampil lebih agresif dan mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-60 melalui Abbosbek Fayzullaev.

Gol tersebut tercipta setelah memanfaatkan bola rebound dari kiper Kolombia Camilo Vargas yang gagal mengamankan tendangan Eldor Shomurodov.

Gol tersebut menjadi catatan penting karena merupakan gol pertama Uzbekistan sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Kolombia Respons Cepat, Kunci Kemenangan di Akhir Laga

Namun, momentum Uzbekistan tidak bertahan lama. Hanya lima menit berselang, Kolombia kembali unggul lewat aksi Luis Diaz yang memanfaatkan situasi pressing tinggi untuk menembus lini pertahanan lawan. Skor berubah menjadi 2-1.

Uzbekistan berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan.

Namun, upaya tersebut justru kembali dimanfaatkan Kolombia pada masa tambahan waktu.

Pada menit ke-90+9, kombinasi pemain pengganti Kolombia berbuah gol ketiga melalui sundulan Jaminton Campaz, yang memastikan kemenangan 3-1 untuk tim berjuluk Los Cafeteros.

Kolombia Puncaki Grup K

Hasil ini membuat Kolombia memimpin klasemen sementara Grup K dengan tiga poin.

Sementara itu, Republik Demokratik (RD) Kongo dan Portugal berada di posisi berikutnya dengan masing-masing satu poin setelah bermain imbang 1-1 di laga sebelumnya.

Uzbekistan harus berada di posisi terbawah tanpa poin.

Pada laga selanjutnya, Kolombia akan menghadapi RD Kongo di Stadion Akron, Zapopan, Rabu 24 Juni 2026 pukul 09.00 WIB.

Sementara Uzbekistan dijadwalkan menghadapi Portugal di Stadion Houston pada hari yang sama pukul 00.00 WIB.

Susunan Pemain

Uzbekistan: Utkir Yusupov (GK), Rustam Ashurmatov, Abdukodir Khusanov, Abdulla Abdullaev, Bekhruz Karimov, Akmal Mozgovoy, Otabek Shukurov, Sherzod Nasrullaev, Abbosbek Fayzullaev, Oston Urunov, Eldor Shomurodov (C).
Pelatih: Fabio Cannavaro.

Kolombia: Camilo Vargas (GK), Daniel Munoz, Davinson Sanchez, Jhon Lucumi, Johan Mojica, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta, Jhon Arias, James Rodriguez (C), Luis Diaz, Luis Javier Suarez.
Pelatih: Nestor Lorenzo.