Pengurus Baru PWI Kota Jambi Gelar Rapat Perdana, Siapkan UKW dan Agenda Besar 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi periode 2026-2029 menggelar rapat kerja, koordinasi, dan konsolidasi perdana untuk menyusun program kerja organisasi selama tiga tahun ke depan. Kegiatan tersebut berlangsung di Senyala Cafe, Kota Jambi, Kamis 16 Juli 2026.

Rapat perdana ini menjadi langkah awal kepengurusan baru dalam menyatukan visi, memperkuat soliditas organisasi, serta merancang berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan profesionalisme wartawan di Kota Jambi.

Rapat dipimpin langsung Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah, didampingi Sekretaris Andri Brilliant Avolda, serta dihadiri seluruh jajaran pengurus dengan penuh antusias.

Irwansyah mengatakan, rapat tersebut tidak hanya menjadi forum penyamaan persepsi dalam menjalankan roda organisasi.

Tetapi juga memperkuat koordinasi dan sinergi antar pengurus agar setiap program dapat terlaksana secara efektif dan berkelanjutan.

“Rapat ini menjadi momentum menyatukan pemahaman seluruh pengurus dalam menjalankan organisasi selama tiga tahun ke depan. Selain itu, kami juga memperkuat sinergi agar seluruh program kerja dapat dilaksanakan secara maksimal,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, PWI Kota Jambi membahas sejumlah agenda prioritas yang akan dijalankan dalam jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

Untuk program jangka pendek, organisasi akan segera melaksanakan Open Turnamen Domino SIWO PWI Kota Jambi serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Sementara agenda jangka menengah meliputi peringatan Hari Pers Nasional (HPN), keikutsertaan dalam Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas), serta Rakerda yang direncanakan berlangsung pada September 2026.

Di penghujung tahun, PWI Kota Jambi juga menyiapkan agenda luar negeri sebagai bagian dari pengembangan kapasitas organisasi.

“Program kerja jangka pendek, menengah hingga panjang sudah mulai kami susun. Dalam waktu dekat kami fokus pada pelaksanaan Turnamen Domino SIWO dan UKW. Selanjutnya ada HPN, Porwanas, Rakerda hingga agenda luar negeri di akhir tahun,” jelas Irwansyah.

Menurutnya, seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan integritas wartawan.

Sekaligus memperkuat peran PWI Kota Jambi sebagai organisasi profesi yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas.

Ia berharap kepengurusan periode 2026-2029 mampu melahirkan wartawan yang semakin profesional, kompeten, dan berintegritas sehingga dapat menghasilkan karya jurnalistik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris PWI Kota Jambi, Andri Brilliant Avolda, mengungkapkan seluruh pengurus dan anggota PWI Kota Jambi saat ini telah dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan jenjang minimal UKW Muda.

“Seluruh pengurus dan anggota sudah memiliki sertifikat UKW, minimal UKW Muda. Insyaallah, dengan kompetensi tersebut PWI Kota Jambi akan semakin baik dalam menjalankan fungsi organisasi sekaligus mengawal berbagai program pembangunan di Kota Jambi demi kepentingan masyarakat,” katanya.

Andri menambahkan, kompetensi tersebut menjadi modal penting bagi organisasi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

“PWI Kota Jambi akan terus menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan mutu dan kualitas wartawan sehingga kehadiran organisasi semakin dirasakan masyarakat melalui kerja jurnalistik yang profesional,” pungkasnya.

Pada akhir rapat, seluruh pengurus menerima Surat Keputusan (SK) Kepengurusan sebagai bentuk legalitas organisasi sekaligus penegasan tanggung jawab dalam menjalankan program kerja PWI Kota Jambi periode 2026-2029.(*)




Gibran Tinjau RSUD Raden Mattaher, Gubernur Jambi Ajukan Percepatan MRI Baru dan Tambahan Dokter Jantung

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke RSUD Raden Mattaher Jambi dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jambi untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas di sektor kesehatan.

Salah satu yang menjadi perhatian utama ialah percepatan pengadaan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru serta penambahan tenaga dokter spesialis jantung.

Gubernur Jambi Al Haris mendampingi langsung Wapres Gibran saat meninjau berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan milik pemerintah provinsi tersebut, Kamis 16 Juli 2026.

Selama berada di RSUD Raden Mattaher, Gibran menyempatkan diri melihat pelayanan di sejumlah ruang perawatan, menyapa pasien, serta berdialog dengan keluarga pasien mengenai pelayanan kesehatan yang mereka terima.

Momentum itu dimanfaatkan Pemprov Jambi untuk menyampaikan kebutuhan alat kesehatan yang dinilai mendesak.

Salah satunya penggantian alat MRI yang telah beroperasi sejak 2014.

Direktur Utama RSUD Raden Mattaher, drg. Iwan Hendrawan, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Wakil Presiden agar proses pengadaannya dapat dipercepat.

“Kami menyampaikan bahwa MRI yang digunakan saat ini merupakan alat sejak 2014. Harapannya, pengadaan yang semula direncanakan pada 2027 dapat dipercepat menjadi tahun ini,” ujarnya.

Selain peralatan medis, keterbatasan tenaga dokter spesialis juga menjadi perhatian.

RSUD Raden Mattaher masih membutuhkan tambahan dokter, terutama spesialis jantung, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Iwan, proses pendidikan dokter spesialis memerlukan waktu yang cukup panjang sehingga kebutuhan tenaga medis belum bisa dipenuhi dalam waktu singkat.

“Untuk dokter spesialis jantung juga kami sampaikan karena proses pendidikan masih membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

Persoalan SDM memang masih menjadi tantangan pelayanan kesehatan,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa layanan spesialis lainnya juga masih membutuhkan dukungan tenaga medis agar pelayanan rumah sakit semakin optimal.

Pemprov Jambi berharap dukungan dari Kementerian Kesehatan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut, sehingga kualitas pelayanan di RSUD Raden Mattaher terus meningkat.

Menurut Iwan, Wakil Presiden Gibran memberikan respons positif terhadap berbagai usulan yang disampaikan.

Pemerintah Pusat disebut siap mendukung peningkatan fasilitas kesehatan, termasuk percepatan pengadaan alat kesehatan dan penguatan layanan bedah yang saat ini masih menghadapi waktu tunggu cukup panjang.

“Pak Wapres memberikan respons yang baik dan siap membantu kebutuhan rumah sakit, termasuk percepatan alat kesehatan serta peningkatan layanan bedah,” pungkasnya.(*)




Heboh Lutung Kelabu Sembunyi di Kamar Mandi Rumah Warga, Damkartan Kota Jambi Turun Tangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Perumahan Aura Bimantara, RT 07, Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Danau Sipin, dibuat geger setelah seekor lutung kelabu masuk ke dalam kamar mandi salah satu rumah, Senin 6 Juli 2026.

Keberadaan satwa liar itu akhirnya dievakuasi oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Pemilik rumah, Zamroni, melaporkan kejadian tersebut melalui layanan WhatsApp Damkartan sekitar pukul 14.14 WIB setelah tidak berani menangani satwa itu sendiri.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan warga langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan Tim Rescue Pleton 2 menuju lokasi.

“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak melakukan penanganan. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga sekaligus mengamankan satwa tanpa melukainya,” ujar Mustari.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah, lutung kelabu itu pertama kali terlihat berada di sekitar warung depan rumah saat warga sedang membersihkan lingkungan.

Ketika didekati, satwa tersebut justru berlari masuk ke area rumah dan bersembunyi di kamar mandi.

Karena khawatir satwa itu bersikap agresif atau melukai penghuni rumah, warga memilih meminta bantuan petugas.

Sebanyak enam personel diterjunkan dalam operasi penyelamatan.

Tim membawa sejumlah peralatan khusus berupa jaring, tali jerat, stick hook, serta kandang evakuasi untuk mengamankan lutung tersebut.

Proses evakuasi berlangsung cukup menantang. Satwa sempat melakukan perlawanan sehingga petugas harus berhati-hati agar tidak melukai hewan maupun membahayakan warga di sekitar.

Setelah penanganan selama sekitar dua jam, lutung kelabu akhirnya berhasil diamankan ke dalam kandang evakuasi.

“Setelah berhasil dievakuasi, satwa langsung kami lepasliarkan ke kawasan hutan Sungai Gelam yang dinilai lebih aman dan merupakan habitat yang sesuai,” kata Mustari.

Ia mengimbau masyarakat tidak mencoba menangkap atau mengusir satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman.

Menurutnya, tindakan tersebut berisiko membahayakan keselamatan warga maupun satwa.

Warga diminta segera melapor kepada Damkartan atau instansi terkait agar penanganan dilakukan sesuai prosedur.

Operasi penyelamatan berlangsung selama 2 jam 18 menit dan selesai sekitar pukul 16.51 WIB. Seluruh proses evakuasi berjalan aman tanpa korban maupun kerusakan.(*)




Tampil Memukau di APEKSI 2026, Kontingen Kota Jambi Raih Penghargaan 5 Besar Terbaik

MEDAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Kontingen Kota Jambi menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Karnaval Budaya Nusantara yang menjadi bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan, Kamis 2 Juli 2026 malam.

Mengusung kekayaan budaya Melayu Jambi, kontingen yang dipimpin langsung Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Ketua TP PKK Kota Jambi, Nadiyah, sukses masuk dalam lima penampilan terbaik dari 98 kota peserta Rakernas APEKSI.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap kesesuaian tema, kreativitas, serta kedisiplinan peserta selama mengikuti Karnaval Budaya Nusantara yang mengangkat tema “The Sparkling of Local Heroes and Culture”.

Budaya Melayu Jambi Jadi Sorotan

Karnaval berlangsung meriah dengan rute Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani (Kawasan Kesawan), hingga Lapangan Merdeka, Kota Medan.

Dalam parade tersebut, Maulana dan Nadiyah tampil mengenakan busana adat Melayu Jambi bernuansa hitam dan emas yang menjadi simbol kemegahan budaya daerah.

Tak hanya menghadirkan busana adat, Kota Jambi juga menampilkan atraksi budaya yang melibatkan pelajar berprestasi tingkat SMP, termasuk para pemenang Festival Angso Duo.

Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian dewan juri maupun ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval.

Raih Penghargaan Nasional

Berkat penampilan yang dinilai kreatif dan mampu merepresentasikan identitas budaya daerah, Kota Jambi masuk dalam lima besar kota dengan performa terbaik bersama Kota Tangerang, Kota Semarang, Kota Bandung, dan Kota Malang.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Pemerintah Kota Medan sebagai bentuk apresiasi kepada kontingen terbaik pada Karnaval Budaya Nusantara APEKSI 2026.

Maulana mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki daya saing di tingkat nasional sekaligus menjadi media promosi daerah.

“Melalui kegiatan ini kita menunjukkan identitas budaya Kota Jambi di hadapan seluruh kota di Indonesia. Setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing dan inilah momentum untuk memperkenalkannya kepada publik yang lebih luas,” ujarnya.

Apresiasi untuk Generasi Muda

Menurut Maulana, keberhasilan kontingen Kota Jambi tidak terlepas dari kerja sama seluruh tim, termasuk para pelajar yang telah menjalani berbagai latihan sebelum tampil di Medan.

Ia mengapresiasi semangat generasi muda yang ikut membawa nama baik Kota Jambi melalui pertunjukan seni dan budaya.

“Alhamdulillah anak-anak kita yang sebelumnya juga berprestasi di berbagai festival mampu menunjukkan penampilan terbaik di tingkat nasional dan berhasil membawa pulang penghargaan,” katanya.

Budaya Harus Mendunia

Maulana menilai setiap karya budaya yang ditampilkan dalam Karnaval Nusantara bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi representasi kekayaan identitas bangsa yang layak dipromosikan hingga tingkat internasional.

Menurutnya, kolaborasi antar daerah melalui APEKSI menjadi ruang penting untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

“Kita memiliki karya budaya yang luar biasa. Ini bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga aset bangsa yang harus terus kita perjuangkan agar dikenal dunia,” tuturnya.

Meski sempat diguyur hujan, antusiasme peserta dan masyarakat tidak surut.

Karnaval Budaya Nusantara tetap berlangsung semarak dan ditutup dengan pertunjukan tari kolosal yang dibawakan ratusan penari dari Kota Medan selaku tuan rumah.

Selain dihadiri para wali kota dari 98 daerah, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua APEKSI Eri Cahyadi, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Medan.(*)




Di Tengah Ancaman Gajah Liar, Petani Jambi Bangun Benteng Alami Lewat Agroforestri

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Ancaman konflik antara manusia dan gajah masih menjadi kenyataan yang dihadapi warga di kawasan penyangga Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Kabupaten Tebo, Jambi.

Di tengah menyusutnya tutupan hutan dan meningkatnya tekanan terhadap habitat satwa liar, sebagian petani mulai mengubah pola bertani dengan mengembangkan sistem agroforestri sebagai langkah menjaga sumber penghidupan sekaligus mengurangi potensi konflik dengan gajah.

Salah satu petani yang menjalankan pola tersebut adalah Suyati (70), anggota Kelompok Sepenat Unggul di Dusun Benteng Makmur, Desa Muara Kilis.

Perempuan asal Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, itu telah menetap sekitar dua dekade di kawasan penyangga Bukit Tigapuluh dan menggantungkan penghasilan dari kebun karet seluas satu hektare.

Kini, lahan yang sebelumnya didominasi tanaman karet mulai berubah. Di sela-sela pohon karet tumbuh kopi, durian, alpukat, jeruk hingga meranti.

Sistem tanam beragam itu merupakan bagian dari Program Restorasi Berbasis Masyarakat (RBM) yang didampingi WWF Indonesia.

Suyati mengatakan dirinya menerima 125 bibit tanaman yang terdiri atas kopi, jeruk, alpukat, durian, dan meranti.

Seluruh bibit tersebut ditanam untuk memperkuat fungsi ekonomi lahan sekaligus mendukung upaya pemulihan ekosistem.

“Totalnya ada 125 bibit yang kami tanam sebagai bagian dari restorasi berbasis masyarakat,” ujar Suyati.

Namun, menjalankan usaha tani di kawasan lintasan gajah Sumatera bukan perkara mudah.

Menurutnya, kawanan gajah liar masih kerap memasuki area perkebunan warga dan merusak berbagai jenis tanaman.

Tanaman sawit, pisang, pinang hingga karet menjadi sasaran yang paling sering terdampak ketika gajah memasuki kebun masyarakat.

“Kalau gajah masuk, biasanya warga bersama-sama mengusir menggunakan kembang api supaya kembali ke habitatnya,” katanya.

Di antara berbagai komoditas yang ditanam, kopi justru dinilai paling aman. Selama ini tanaman tersebut hampir tidak pernah dimakan gajah.

“Gajah tidak pernah makan kopi. Kalaupun dilewati hanya terinjak, bukan dimakan,” ungkapnya.

Selain gangguan satwa liar, petani juga harus menghadapi serangan penyakit tanaman.

Bibit alpukat menjadi salah satu yang paling rentan terserang jamur hingga menyebabkan akar membusuk dan tanaman mati.

Pendamping Program Restorasi Berbasis Masyarakat WWF Indonesia, Rara Yulia Putri, menjelaskan agroforestri tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mengurangi konflik manusia dan gajah melalui pendekatan penghalang alami atau barrier strategy.

Menurut Rara, data pergerakan gajah berdasarkan catatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) periode 2018–2024 menunjukkan desa-desa dampingan berada pada jalur yang cukup sering dilalui gajah.

Di sisi lain, sebagian besar masyarakat telah mengembangkan kebun sawit yang menjadi salah satu sumber pakan favorit satwa tersebut.

Karena itu, WWF mendorong masyarakat menanam jenis tanaman yang relatif tidak disukai gajah, seperti kopi dan kakao, di sela-sela tanaman utama.

Sementara pohon kayu seperti meranti, pulai, dan gaharu ditanam di bagian tepi kebun agar dalam jangka panjang dapat berfungsi sebagai penghalang alami.

“Harapannya gajah menjadi tidak terlalu tertarik masuk ke kebun karena sumber pakannya berkurang, sementara masyarakat tetap memperoleh manfaat ekonomi dari tanaman yang dibudidayakan,” jelasnya.

Rara menambahkan, pemilihan jenis tanaman dilakukan melalui mekanisme Free, Prior and Informed Consent (FPIC), sehingga masyarakat ikut menentukan komoditas yang sesuai dengan kondisi wilayah dan memiliki prospek ekonomi.

Menurutnya, kombinasi tanaman kayu dan tanaman produktif tidak hanya membantu memulihkan tutupan hutan dataran rendah Sumatra di Bentang Alam Bukit Tigapuluh, tetapi juga membuka peluang pendapatan yang lebih beragam bagi masyarakat.

Pendekatan tersebut dinilai menjadi salah satu upaya membangun koeksistensi antara manusia dan gajah.

Ketika tutupan hutan terus menghadapi tekanan, pola agroforestri dipandang mampu menghadirkan keseimbangan antara kepentingan konservasi dan keberlanjutan ekonomi warga yang hidup berdampingan dengan habitat satwa liar.(*)




Perumdam Tirta Mayang Jambi Pertahankan ISO 9001 dan 45001, Bukti Layanan Air Makin Berkualitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi kembali mencatatkan pencapaian penting dengan mempertahankan sertifikasi internasional ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu serta ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pencapaian ini menjadi indikator bahwa pengelolaan layanan air minum di Kota Jambi berjalan sesuai standar internasional, baik dari sisi kualitas layanan kepada pelanggan maupun penerapan keselamatan kerja di lingkungan perusahaan.

Proses resertifikasi tersebut dilakukan melalui audit eksternal yang menilai konsistensi penerapan sistem manajemen di seluruh lini operasional.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Perumdam Tirta Mayang dinilai memenuhi seluruh persyaratan standar ISO yang berlaku.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari upaya perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan, mulai dari peningkatan pelayanan pelanggan, optimalisasi operasional, hingga penguatan tata kelola perusahaan agar lebih efektif dan transparan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang, Arianto, S.T., menyebut bahwa keberhasilan mempertahankan sertifikasi ISO menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Kota Jambi.

Menurutnya, sertifikasi ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bentuk komitmen nyata perusahaan dalam memberikan layanan air minum yang aman, berkualitas, serta didukung sistem kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan karyawan.

“Pencapaian ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan layanan air minum yang sesuai standar mutu, sekaligus memastikan seluruh proses kerja berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Kepercayaan pelanggan menjadi motivasi kami untuk terus berinovasi dan melakukan perbaikan berkelanjutan,” ujar Arianto.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan standar ISO tidak dapat dilepaskan dari kerja sama seluruh unit kerja di lingkungan Perumdam Tirta Mayang.

Mulai dari tingkat divisi, departemen, hingga subdepartemen, seluruhnya berperan aktif dalam menjaga konsistensi penerapan sistem manajemen mutu dan K3.

Dengan capaian ini, Perumdam Tirta Mayang menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan daerah yang terus berupaya meningkatkan standar layanan publik.

Sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan air minum di Kota Jambi.(*)




FASI Kota Jambi 2026 Resmi Ditutup, Diza: Kemenangan Terbesar Adalah Dekat dengan Al-Qur’an

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Tingkat Kota Jambi ke-XXIV Tahun 2026 resmi berakhir.

Penutupan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu dilakukan oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, Selasa 30 Juni 2026, ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para juara dari berbagai cabang lomba.

Momentum penutupan tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi peserta berprestasi, tetapi juga menjadi ruang motivasi bagi seluruh anak-anak yang mengikuti kompetisi.

Diza menegaskan, FASI memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan siap berprestasi.

Dalam sambutannya, Diza menyampaikan salam dari Wali Kota Jambi yang tidak dapat hadir karena sedang menjalankan agenda pemerintahan di Medan.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Jambi akan terus mendukung pembinaan generasi muda melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk FASI.

Menurutnya, FASI bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan gelar juara, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini melalui pembelajaran Al-Qur’an, seni Islami, serta pembentukan karakter yang berlandaskan akhlakul karimah.

Pada kesempatan tersebut, Diza juga membagikan pengalaman pribadinya yang pernah mengikuti FASI saat masih kecil.

Ia mengaku menjadi peserta pada tahun 1996 hingga 1997 di cabang kaligrafi dan menggambar, bahkan berhasil mewakili daerah hingga tingkat nasional di Surabaya.

“Saya selalu bangga menceritakan pengalaman ini setiap menghadiri kegiatan FASI. Dulu saya pernah menjadi peserta pada cabang kaligrafi dan menggambar. Alhamdulillah mendapat kesempatan mewakili hingga tingkat nasional di Surabaya. Saya berharap para orang tua terus memberikan doa dan dukungan kepada anak-anak agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Diza.

Ia menilai seluruh peserta telah memberikan penampilan terbaik selama pelaksanaan FASI.

Menurutnya, keberhasilan tidak semata diukur dari piala atau piagam yang diraih, tetapi dari tumbuhnya kecintaan kepada Al-Qur’an dan semangat memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari ini ada yang pulang membawa trofi, tetapi kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika hati kita semakin dekat dengan Al-Qur’an dan akhlak kita menjadi lebih baik. Semangat belajar Al-Qur’an adalah kemenangan yang bisa dimiliki semua anak,” katanya.

Diza turut menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang dan menginspirasi anak-anak lainnya.

Sementara bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara, Diza mengingatkan agar tidak kehilangan semangat.

Ia mengajak mereka terus belajar, mengasah kemampuan, serta menjadikan pengalaman mengikuti FASI sebagai bekal untuk meraih prestasi pada kesempatan berikutnya.

“Jangan pernah merasa gagal hanya karena belum berdiri di atas podium. Teruslah mengaji, terus belajar Al-Qur’an, dan teruslah bermimpi. Setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membawa hasil terbaik pada waktunya,” pesannya.

Di akhir acara, Diza menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan juri, guru, pembina TPA, serta para orang tua yang telah mendampingi anak-anak selama pelaksanaan FASI.

Sebagai mantan peserta, ia mengaku optimistis Kota Jambi akan terus melahirkan generasi Qurani yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional melalui ajang FASI pada tahun-tahun mendatang.(*)




Skandal Narkoba Jambi, Ditjenpas Pastikan Proses Hukum Berjalan Tanpa Intervensi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan dugaan keterlibatan salah satu oknum pejabatnya dalam kasus tindak pidana narkotika.

Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menegaskan bahwa institusinya menghormati sepenuhnya proses hukum yang tengah berjalan dan menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

Ia menekankan bahwa Ditjenpas Jambi tidak akan melakukan intervensi dalam bentuk apa pun terhadap proses penyidikan yang sedang berlangsung.

“Sikap institusi sangat jelas. Kami mendukung penuh proses hukum secara terbuka dan kooperatif. Tidak ada upaya menutupi atau menghalangi jalannya pemeriksaan oleh aparat penegak hukum,” ujar Irwan, Senin 29 Juni 2026.

Pegawai Diduga Terlibat Akan Diproses Sesuai Aturan

Irwan juga menyampaikan bahwa setiap pegawai yang diduga terlibat pelanggaran hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Sebagai langkah awal, pihaknya telah menjatuhkan sanksi administratif berupa pemberhentian sementara terhadap pegawai yang bersangkutan sebagai ASN selama proses hukum berlangsung.

Perketat Pengawasan dan Pencegahan Internal

Selain mendukung proses hukum, Kanwil Ditjenpas Jambi juga memperkuat langkah pencegahan internal melalui pembinaan mental, penguatan integritas, peningkatan sistem pengawasan, serta edukasi bahaya narkotika bagi seluruh jajaran pegawai.

Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Terapkan Zero Tolerance Narkotika

Sejalan dengan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ditjenpas Jambi menegaskan penerapan kebijakan zero tolerance terhadap narkotika, baik dalam bentuk penyalahgunaan maupun peredaran di lingkungan kerja.

“Kami ingin memastikan lingkungan kerja tetap bersih, profesional, dan berintegritas. Pencegahan serta pengawasan akan terus diperkuat,” tegas Irwan.

Imbau Hormati Proses Hukum

Ditjenpas Jambi juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak berspekulasi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan agar tidak mengganggu jalannya penyidikan.

Sebagai institusi publik, Ditjenpas Jambi menegaskan komitmennya terhadap prinsip akuntabilitas, transparansi, dan integritas, serta siap bekerja sama penuh dengan aparat penegak hukum.(*)




536 Butir Ekstasi Disita, Pejabat Kanwil Ditjenpas Jambi Jadi Tersangka

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jambi berinisial RB (46) resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan peredaran narkotika jenis ekstasi.

Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi mengungkap jaringan peredaran narkoba yang melibatkan tiga orang pelaku.

Termasuk RB yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan.

Dalam penggerebekan itu, polisi turut mengamankan 536 butir pil ekstasi sebagai barang bukti. Dua tersangka lainnya masing-masing berinisial RE (48) dan BW (44).

Ketiganya kini telah ditahan dan menjalani proses hukum di Mapolda Jambi.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan aparatur di lingkungan pemasyarakatan yang semestinya berada di garda terdepan dalam pemberantasan narkoba.

Kanwil Ditjenpas Jambi Buka Suara

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menyatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan memastikan tidak ada intervensi terhadap penanganan kasus oleh aparat penegak hukum.

Ia menegaskan institusi bersikap kooperatif penuh serta menyerahkan sepenuhnya proses penyidikan kepada kepolisian.

“Sikap kami jelas, mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan secara transparan dan terbuka. Tidak ada upaya menghalangi ataupun menutupi proses pemeriksaan,” ujarnya, Senin 29 Juni 2026.

Irwan juga menekankan bahwa setiap pegawai yang diduga terlibat pelanggaran hukum akan diproses sesuai aturan yang berlaku dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Dinonaktifkan Sementara dari Jabatan ASN

Sebagai langkah awal, pihak Kanwil Ditjenpas Jambi telah menjatuhkan sanksi administratif berupa pemberhentian sementara dari status Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada oknum yang bersangkutan selama proses hukum berlangsung.

Selain itu, institusi juga memperkuat langkah pencegahan internal melalui pengawasan ketat, pembinaan mental pegawai, hingga edukasi bahaya narkotika di lingkungan kerja.

Tegaskan Kebijakan Zero Tolerance Narkoba

Kanwil Ditjenpas Jambi menegaskan komitmennya menjalankan kebijakan zero tolerance terhadap penyalahgunaan narkotika, termasuk di kalangan internal pegawai.

“Kami tidak memberi ruang sedikit pun bagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja,” tegas Irwan.

Pihaknya juga mengimbau seluruh jajaran untuk menjaga integritas serta tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum.

Di sisi lain, Kanwil Ditjenpas Jambi menyatakan siap bekerja sama penuh dengan aparat penegak hukum demi memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.(*)




DPRD Kota Jambi Tegaskan Hak Angket Tak Bisa Diputus Sepihak, Ini Penjelasannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – DPRD Kota Jambi menegaskan belum dapat memenuhi tuntutan sejumlah massa yang meminta pembentukan hak angket terhadap Wali Kota Jambi.

Alasannya, pembentukan hak angket harus melalui mekanisme dan persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga tidak bisa diputuskan secara sepihak.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat telah diterima dan dibahas bersama unsur pimpinan serta alat kelengkapan dewan.

Namun, hasil pembahasan menyimpulkan bahwa usulan hak angket belum dapat ditindaklanjuti.

“Kami memahami aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada DPRD. Namun, pelaksanaan hak angket memiliki tahapan dan mekanisme yang harus dipenuhi sesuai ketentuan. Karena itu, saat ini DPRD Kota Jambi belum dapat memenuhi tuntutan tersebut,” ujar Kemas Faried.

Hak Angket Harus Sesuai Mekanisme

Menurutnya, hak angket merupakan hak konstitusional DPRD yang pelaksanaannya diatur secara jelas dalam peraturan perundang-undangan.

Oleh karena itu, setiap usulan harus memenuhi syarat administratif maupun prosedural sebelum dapat diproses.

Ia juga menjelaskan bahwa beberapa persoalan yang menjadi tuntutan massa sebenarnya berada dalam kewenangan pemerintah daerah, bukan DPRD.

Salah satunya terkait proses penyusunan hingga pemberlakuan Peraturan Wali Kota (Perwal).

“Proses penetapan hingga pengundangan Peraturan Wali Kota merupakan kewenangan pemerintah daerah. Setelah difasilitasi oleh Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jambi, peraturan tersebut ditetapkan oleh wali kota dan diundangkan oleh sekretaris daerah. Jadi mekanismenya berada di ranah eksekutif, bukan DPRD,” jelasnya.

DPRD Jelaskan Proyek Perumahan BUMD

Menanggapi persoalan kerja sama BUMD Siginjai Sakti dengan PT Yumna terkait pembangunan perumahan, Kemas Faried mengatakan DPRD telah memperoleh penjelasan dari pemerintah daerah.

Berdasarkan informasi yang diterima, kerja sama pemasaran proyek tersebut diputus karena kondisi lahan dan infrastruktur belum memenuhi kesiapan.

“Fasilitas jalan maupun lahan dinilai belum siap sehingga pemerintah memutus kontrak kerja sama pemasaran dengan pihak pengembang sejak 15 Juni 2026. Hingga saat pemutusan kerja sama dilakukan, belum ada konsumen yang melakukan pembelian,” katanya.

Sekolah Rakyat Merupakan Program Nasional

Terkait pembangunan Sekolah Rakyat, Ketua DPRD menjelaskan program tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat yang mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

Menurutnya, aset milik Pemerintah Kota Jambi di kawasan Hutan Kota digunakan sebagai lokasi pembangunan, kemudian diserahkan kepada Kementerian Sosial untuk pelaksanaan program.

DPRD Klarifikasi Dana BTT Rp4,9 Miliar

Kemas Faried juga menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp4,9 miliar.

Ia mengatakan DPRD telah melakukan klarifikasi langsung kepada pemerintah pusat setelah menerima aspirasi masyarakat pada 22 Juni 2026.

“Saya langsung berkoordinasi ke Jakarta untuk meminta penjelasan. Kami tidak hanya meminta penjelasan secara lisan, tetapi juga berita acara resmi dari Kementerian Dalam Negeri sebagai dasar hukum,” ujarnya.

DPRD Beri Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola Sampah

Meski belum dapat memenuhi tuntutan pembentukan hak angket, DPRD Kota Jambi tetap mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah Kota Jambi.

Salah satu rekomendasi yang menjadi perhatian adalah perbaikan tata kelola persampahan yang dinilai masih menjadi persoalan di tengah masyarakat.

“Kami merekomendasikan agar Pemerintah Kota Jambi segera memperbaiki tata kelola pengelolaan sampah dengan pengawasan bersama seluruh pihak. Kami berharap seluruh persoalan dapat dievaluasi dan diselesaikan demi kepentingan masyarakat Kota Jambi,” tutup Kemas Faried.(*)