Rakor di Jambi, Alfin Paparkan Kesiapan Sungai Penuh Hadapi Lebaran

JAMBI , SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sinergi antar pemerintah daerah dan aparat keamanan di Provinsi Jambi terus diperkuat.

Hal ini terlihat dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Jambi yang digelar pada Senin (16/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi ini dibuka langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, dan dihadiri sejumlah kepala daerah serta unsur Forkopimda dari seluruh kabupaten/kota.

Wali Kota Alfin turut hadir dalam rapat tersebut dan memaparkan kesiapan Kota Sungai Penuh dalam menghadapi arus mudik dan perayaan Lebaran tahun ini.

Dalam paparannya, Alfin menyebutkan bahwa pihaknya bersama Forkopimda telah menyiapkan berbagai langkah strategis, salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Operasi ini akan difokuskan pada pengamanan arus mudik dan balik, pendirian pos pengamanan serta pos pelayanan, hingga penjagaan di tempat ibadah dan pusat keramaian masyarakat.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi selama periode Lebaran.

“Koordinasi dan sinergi antar Forkopimda sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman,” ujar Alfin.

Rapat koordinasi ini juga menjadi wadah bagi para kepala daerah untuk menyampaikan berbagai isu strategis di wilayah masing-masing, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas daerah.

Melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan Forkopimda, diharapkan pengamanan Idulfitri 2026 di Provinsi Jambi dapat berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.(*)




Walikota Maulana Minta Lurah dan RT Sosialisasi Keamanan Rumah Sebelum Mudik

JAMBI, SEPUCUKJAMBi.ID – Wali Kota Jambi Maulana mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menjelang perayaan Idul Fitri.

Ia meminta lurah dan ketua RT untuk aktif melakukan sosialisasi kepada warga, terutama bagi masyarakat yang akan mudik, agar memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan.

“Kita akan menghadapi Lebaran, aktivitas masak-memasak meningkat, kemudian banyak yang mudik sehingga rumah kosong. Saya sudah minta lurah melalui RT untuk sosialisasi,” ujar Maulana saat kegiatan Gerakan Pejabat Daerah dan Aghniya Berzakat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat (13/3/2026).

“Jika mudik semua yang membahayakan dilepas dan rumah dititipkan kepada tetangga,” timpalnya.

Selain mengingatkan soal kewaspadaan kebakaran, Wali Kota Maulana juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di jalan protokol dan jalur lintas yang akan dilalui pemudik.

Pemerintah kota juga melakukan perawatan taman agar Kota Jambi tetap asri dan nyaman saat menyambut para pemudik.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan oleh Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Jambi kepada mustahik dan Pekerja Harian Lepas (PHL).

Baznas menyalurkan santunan kebakaran kepada 10 kepala keluarga dengan total bantuan sebesar Rp102 juta melalui program Jambi Kota Peduli Tahun 1447 H/2026, bertepatan dengan 23 Ramadan 1447 Hijriah.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Maulana, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi Nadiyah, sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Ketua Baznas Kota Jambi Muhammad Padli menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengajak para pejabat daerah dan pengusaha muslim untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

Saat ini, Baznas Kota Jambi tengah mengembangkan zakat produktif yang fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dari 15 tenant program zakat produktif yang dibina, lima di antaranya telah berkembang hingga mampu menunaikan zakat sebagai muzakki.

Melalui gerakan berzakat ini, Baznas dan Pemkot Jambi berharap kesadaran masyarakat, khususnya pejabat dan pengusaha muslim, semakin meningkat sehingga manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.(*)




Baznas Kota Jambi Dorong Gerakan Berzakat, Salurkan Bantuan untuk Mustahik dan PHL

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi terus memperkuat peran zakat dalam membantu masyarakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Baznas Kota Jambi menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban kebakaran di Kota Jambi.

Melalui program Jambi Kota Peduli, Baznas Kota Jambi menyalurkan santunan kepada 10 kepala keluarga yang terdampak musibah kebakaran dengan total bantuan sebesar Rp102 juta.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada kegiatan Gerakan Pejabat Daerah dan Aghniya Berzakat yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota di Jambi, Jumat (13/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi Nadiyah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat di bulan Ramadan.

Ketua Baznas Kota Jambi Muhammad Padli mengatakan kegiatan ini bertujuan mengajak para pejabat daerah serta kalangan aghniya atau pengusaha yang memiliki kemampuan ekonomi untuk menunaikan zakat melalui Baznas sebagai lembaga resmi negara.

Menurutnya, Baznas Kota Jambi saat ini juga terus melakukan transformasi dalam pengelolaan zakat, dari yang sebelumnya bersifat konsumtif menuju zakat produktif yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa program zakat produktif yang dijalankan Baznas Kota Jambi telah menunjukkan hasil positif.

Dari 15 tenant usaha yang dibina, lima di antaranya bahkan telah berkembang hingga mampu menjadi muzakki atau pembayar zakat.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang dijalankan Baznas Kota Jambi.

Bahkan kisah tersebut pernah diikutsertakan dalam kompetisi nasional dan berhasil meraih peringkat ketiga nasional serta menjadi tim favorit dari peserta yang berasal dari 15 provinsi dan 47 kabupaten/kota di Indonesia.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana mengajak para pejabat daerah serta para pengusaha muslim untuk menyalurkan zakat melalui Baznas.

Menurutnya, penyaluran zakat melalui lembaga resmi akan dikelola secara transparan dan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menilai zakat yang dikelola dengan baik dapat membantu menekan angka kemiskinan sekaligus mendorong masyarakat kurang mampu untuk memiliki usaha yang produktif.

Pada kesempatan tersebut, Maulana juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menjelang Idul Fitri.

Ia meminta lurah dan ketua RT aktif melakukan sosialisasi kepada warga, terutama bagi masyarakat yang akan mudik agar memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan.

Melalui gerakan berzakat ini, Baznas Kota Jambi berharap kesadaran masyarakat, khususnya pejabat daerah dan pengusaha muslim, semakin meningkat dalam menunaikan zakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.(*)




Womenpreneur HIPMI Jambi Resmi Dilantik, Dorong Perempuan Jadi Pengusaha Tangguh

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penguatan peran perempuan dalam dunia usaha terus didorong di Provinsi Jambi.

Hal ini ditandai dengan pelantikan Badan Semi Otonom Womenpreneur oleh BPD HIPMI Jambi yang digelar di Taman Banjuran Budayo, Jumat (13/3).

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Jambi, Fadhillah Hasrul, sebagai wujud komitmen organisasi dalam mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha perempuan yang mandiri dan berdaya saing.

Ketua Womenpreneur HIPMI Jambi, Rashifa Humaira, menyampaikan bahwa kehadiran Womenpreneur menjadi wadah penting bagi perempuan untuk mengembangkan potensi bisnis sekaligus memperluas jaringan usaha.

Menurutnya, Womenpreneur tidak hanya menjadi komunitas, tetapi juga ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi perempuan yang ingin tumbuh di dunia kewirausahaan.

“Kami ingin menciptakan ekosistem yang saling mendukung, sehingga perempuan di Jambi berani memulai usaha dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Rashifa menegaskan, kepengurusan ke depan akan fokus pada penguatan jaringan bisnis serta membuka peluang kerja sama melalui program business matching.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam berwirausaha, mulai dari keterbatasan akses permodalan, minimnya jaringan, hingga persoalan membagi waktu antara keluarga dan bisnis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Womenpreneur HIPMI Jambi akan menghadirkan berbagai program strategis, seperti seminar, workshop, serta forum diskusi inspiratif yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri perempuan.

Selain itu, program mentoring, sharing session, serta kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai lembaga pendukung UMKM juga akan menjadi fokus utama ke depan.

Dengan terbentuknya kepengurusan ini, diharapkan semakin banyak perempuan di Jambi yang terinspirasi untuk terjun ke dunia usaha dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Perempuan yang berdaya akan membawa dampak besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kemajuan daerah,” tutupnya.(*)




Tinjau Proyek Danau Telago Kajang Lako, Wali Kota Jambi Targetkan Bebas Banjir 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya Pemerintah Kota Jambi dalam mengatasi persoalan banjir terus dikebut.

Wali Kota Jambi, Maulana, meninjau langsung progres pembangunan kolam retensi yang diberi nama Danau Telago Kajang Lako di kawasan Paal V, Kecamatan Kotabaru, Kamis (12/3/2026).

Proyek strategis ini menjadi bagian dari program unggulan “Kota Tangguh” yang digagas bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, dengan fokus utama mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah Sistem Asam.

Dari hasil peninjauan di lapangan, Maulana menyampaikan bahwa pekerjaan konstruksi berjalan dengan baik dan menunjukkan progres yang signifikan.

Sejauh ini, pembangunan telah mencatat pemasangan 148 tiang pancang di dua titik lokasi, dari total kebutuhan lebih dari 1.400 tiang pancang yang akan membentang sepanjang 1,4 kilometer.

Meski demikian, pemerintah masih menunggu kedatangan peralatan dengan teknologi lebih modern guna meminimalisir getaran saat proses pemancangan, sehingga tidak berdampak pada bangunan di sekitar area proyek.

Selain fokus pada konstruksi, Pemkot Jambi juga tengah menuntaskan proses pembebasan lahan tahap kedua.

Ditargetkan seluruh pembayaran rampung pada April 2026, sehingga total lahan seluas 9 hektare dapat segera dimanfaatkan secara optimal.

Saat ini, pengerjaan baru mencakup sekitar 3,8 hektare dari keseluruhan area yang direncanakan.

Maulana menargetkan proyek kolam retensi ini dapat diselesaikan pada Oktober hingga November 2026.

Dengan begitu, saat memasuki musim hujan berikutnya, kawasan Sistem Asam diharapkan sudah terbebas dari banjir.

Tak hanya itu, Pemkot Jambi juga berencana memperluas pembangunan kolam retensi ke sejumlah titik lain.

Pemerintah telah mengajukan permohonan ke pihak terkait untuk pembangunan di kawasan sekitar pusat perbelanjaan Jamtos dan JBC.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menuntaskan persoalan banjir di beberapa sistem wilayah, termasuk Sistem Kambang, Simpang Rimbo, hingga kawasan Jambi Timur.

Dengan percepatan pembangunan ini, Pemerintah Kota Jambi optimistis mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari ancaman banjir bagi masyarakat.(*)




Pemkot Jambi Gerak Cepat, Bantuan Beras dan Minyak Jadi yang Tercepat Secara Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat penyaluran bantuan sosial menjelang Idul Fitri 2026.

Wali Kota Jambi, Maulana, secara langsung menyerahkan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk periode Februari dan Maret kepada masyarakat di Kecamatan Alam Barajo, Rabu (11/3/2026).

Dalam program ini, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 20 kilogram beras dari Bulog serta 4 liter minyak goreng kemasan Minyak Kita.

Penyaluran tersebut tercatat sebagai yang pertama dan tercepat secara nasional.

Secara keseluruhan, bantuan ini menyasar 50.213 keluarga penerima manfaat di Kota Jambi. Total bantuan yang didistribusikan mencapai lebih dari 1 juta kilogram beras dan ratusan ribu liter minyak goreng.

Maulana menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi kebutuhan menjelang Lebaran.

Menurutnya, ketersediaan pangan merupakan aspek mendasar yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Ia juga memastikan bahwa distribusi bantuan dilakukan sebelum Idul Fitri agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Dengan bantuan ini, kami berharap sebagian masyarakat tidak perlu lagi membeli beras dan minyak, sehingga pengeluaran bisa dialihkan untuk kebutuhan lain,” ujarnya.

Pemkot Jambi menargetkan sekitar 20 persen warga penerima bantuan tidak perlu membeli kebutuhan pokok tersebut menjelang hari raya.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah menyalurkan berbagai bantuan tambahan melalui Baznas dan program CSR. Selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, sekitar 80 ribu paket sembako telah didistribusikan.

Jika digabungkan dengan bantuan pangan pemerintah, total bantuan mencapai sekitar 130 ribu paket, yang berarti lebih dari separuh warga Kota Jambi terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Di sisi lain, Maulana juga mengingatkan seluruh camat dan lurah untuk tetap siaga di wilayah masing-masing menjelang Lebaran. Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan aparatur guna menjaga kondisi kota tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, pihak Perum Bulog Wilayah Jambi menyebut penyaluran bantuan di Jambi menjadi yang tertinggi secara nasional berdasarkan data terbaru.

Provinsi Jambi bahkan menempati peringkat pertama dalam realisasi penyaluran bantuan pangan, mengungguli sejumlah daerah lain seperti Bali dan Jawa Timur.

Percepatan distribusi ini dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

Dengan bantuan yang diterima, masyarakat diperkirakan dapat mengurangi pembelian beras dan minyak selama beberapa waktu, sehingga permintaan pasar tetap terkendali.

Bulog juga memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman, dengan cadangan ribuan ton beras dan ratusan ton minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat beberapa bulan ke depan.

Program bantuan ini merupakan hasil sinergi berbagai instansi, termasuk Badan Pangan Nasional, Bulog, Badan Pusat Statistik, dan Kementerian Sosial, guna memastikan penyaluran tepat sasaran.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat menekan beban pengeluaran masyarakat, mengendalikan inflasi pangan, serta memperkuat ketahanan pangan daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.(*)




Ketua DPRD Jambi Soroti Pelayanan Air Tirta Mayang, Direksi Baru Diminta Segera Berbenah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyoroti kinerja pelayanan air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Mayang yang dinilai masih sering menuai keluhan masyarakat.

Menurut Faried, banyak pelanggan yang mengeluhkan distribusi hingga kualitas air yang belum stabil.

Karena itu, ia berharap jajaran direksi baru perusahaan daerah tersebut segera melakukan pembenahan setelah resmi menjabat.

Faried mengatakan hingga saat ini pihak DPRD belum menerima informasi resmi terkait penetapan direksi baru Perumda Air Minum Tirta Mayang.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa manajemen baru nantinya harus menjadikan peningkatan pelayanan publik sebagai prioritas utama.

“Secara resmi kami memang belum menerima informasi terkait penetapan direksi baru. Namun kami berharap jajaran direksi yang nantinya menjabat dapat segera memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Faried mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya menerima berbagai keluhan dari masyarakat terkait pelayanan air bersih yang dikelola oleh Perumda Air Minum Tirta Mayang.

Keluhan tersebut berkaitan dengan distribusi air yang tidak lancar hingga kualitas air yang dinilai belum optimal.

“Seperti yang kita tahu, pelayanan PDAM belakangan ini cenderung menurun. Banyak laporan dari pelanggan terkait distribusi air dan kualitas layanan. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi direksi yang baru,” tegasnya.

Ia menilai direksi baru harus mampu menjawab tantangan tersebut melalui perbaikan manajemen internal, peningkatan sistem distribusi, serta pelayanan yang lebih responsif kepada masyarakat.

Selain peningkatan layanan, Faried juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara manajemen perusahaan daerah dengan DPRD Kota Jambi.

Menurutnya, koordinasi yang solid antara legislatif dan manajemen perusahaan akan membantu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pelayanan air bersih di Kota Jambi.

“Komunikasi yang baik dengan DPRD juga penting. Tujuannya agar pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa semakin baik,” katanya.

Sebelumnya, panitia seleksi telah mengumumkan hasil akhir seleksi terbuka direksi Perumda Air Minum Tirta Mayang untuk masa jabatan 2026–2031.

Pengumuman tersebut tertuang dalam surat Nomor PD.01/019/Pansel-2026 tertanggal 25 Februari 2026.

Ketua panitia seleksi, A. Ridwan, menjelaskan bahwa seluruh proses seleksi telah dilaksanakan sesuai ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri terkait pengelolaan dan kepegawaian BUMD air minum.

Tahapan seleksi yang dilalui para kandidat meliputi seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan, penulisan makalah, hingga wawancara akhir bersama Wali Kota Jambi selaku Kuasa Pemilik Modal.

Adapun tiga nama yang ditetapkan sebagai direksi Perumda Air Minum Tirta Mayang periode 2026–2031 yaitu:

  • Arianto, ST sebagai Direktur Utama

  • Eri Suganda, ST sebagai Direktur Teknik

  • Andri Susanto, S.Kom sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan

Sebelumnya terdapat lima kandidat yang lolos tahap presentasi dan wawancara, yakni Arianto, Eri Suganda, Andri Susanto, Dodi Darsono, dan Ikhsanul Poetra.

Dengan terpilihnya jajaran direksi baru tersebut, diharapkan Perumda Air Minum Tirta Mayang dapat meningkatkan kualitas layanan air bersih sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan secara transparan dan akuntabel.(*)




Walikota Maulana Soroti TPS Dekat Drainase, Berpotensi Picu Banjir di Jelutung

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Kota Jambi, Maulana, menyoroti keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada dekat saluran drainase di RT 21, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung.

Temuan tersebut disampaikan Maulana saat meninjau langsung kondisi drainase di kawasan tersebut belum lama ini.

Peninjauan dilakukan sebagai langkah antisipasi potensi banjir di tengah meningkatnya curah hujan di Kota Jambi.

Menurut Maulana, keberadaan TPS yang terlalu dekat dengan saluran air berpotensi menyebabkan penyumbatan drainase dan memperparah risiko banjir saat musim hujan.

“Selain sedimentasi, kita juga melihat ada TPS yang lokasinya tidak jauh dari drainase. Ini tentu perlu kita tata agar tidak menimbulkan masalah lingkungan,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Maulana juga menemukan sejumlah saluran drainase yang mengalami penyumbatan akibat sedimentasi.

“Setelah kita cek, ada sedimen yang menutupi saluran dan langsung kita kerjakan hari ini. Namun ada juga drainase yang tertutup total sehingga membutuhkan bantuan alat berat. Nanti akan kita hitung kebutuhan pengerjaannya,” jelasnya.

Ia menegaskan penanganan drainase harus dilakukan secara bertahap dan melibatkan partisipasi masyarakat melalui semangat gotong royong.

Terkait keberadaan TPS di kawasan tersebut, Maulana mengatakan pemerintah kota telah menyiapkan solusi melalui Program Kampung Bahagia yang akan dijalankan tahun ini.

Melalui program tersebut, pengelolaan sampah akan dilakukan dengan sistem penjemputan langsung dari rumah warga menggunakan kendaraan bentor.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Ketua RT. Program Kampung Bahagia akan berjalan tahun ini. Silakan membeli bentor untuk menjemput sampah langsung dari rumah warga sehingga TPS ini bisa kita tutup secara permanen,” kata Maulana.

Selain itu, Pemerintah Kota Jambi juga akan menambah armada pengangkut sampah untuk meningkatkan pelayanan kebersihan di kota tersebut.

Maulana menyebutkan sekitar 20 unit armada pengangkut sampah direncanakan akan ditambah pada April mendatang.

“Insya Allah pada April nanti kita tambah sekitar 20 unit armada pengangkut sampah. Kemudian sekitar Mei atau Juni akan diresmikan pabrik pengolahan sampah di TPA Talang Gulo. Kebersihan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas agar lingkungan semakin nyaman,” pungkasnya.(*)




Sengketa Lahan Zona Merah Pertamina, DPRD Kota Jambi Dorong Pembentukan Tim Terpadu

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Panitia Khusus (Pansus) Zona Merah DPRD Kota Jambi terus melakukan langkah strategis untuk mencari solusi atas persoalan masyarakat yang terdampak penetapan zona merah oleh Pertamina di wilayah Kenali Asam, Kota Jambi.

Setelah sebelumnya melakukan konsultasi ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Pansus DPRD Kota Jambi kembali melanjutkan upaya koordinasi dengan mendatangi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kamis (5/3/2026).

Rombongan yang dipimpin Ketua Pansus Muhili Amin itu turut didampingi Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly bersama sejumlah anggota pansus lainnya.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk berkonsultasi sekaligus mencari solusi terkait persoalan tumpang tindih kepemilikan lahan antara masyarakat dengan PT Pertamina.

Pertemuan berlangsung di ruang rapat Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kementerian ATR/BPN dan diterima langsung oleh Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Iljas Tedjo Prijono.

Ia didampingi Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan Brigjen Pol Hendra Gunawan serta Direktur Penanganan Perkara Pertanahan Joko Subagyo.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menjelaskan bahwa konsultasi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti polemik penetapan zona merah Pertamina di kawasan Kenali Asam.

Menurutnya, persoalan tersebut menimbulkan keresahan bagi masyarakat karena terdapat ribuan bidang tanah bersertifikat yang berada di atas lahan yang diklaim sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Data yang dihimpun menyebutkan sekitar 5.506 bidang tanah milik warga terdampak kondisi tersebut.

Akibatnya, status kepemilikan tanah menjadi tidak jelas dan berbagai aktivitas administrasi pertanahan masyarakat tidak dapat dilakukan.

Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Iljas Tedjo Prijono menjelaskan bahwa secara prinsip sertifikat tanah yang telah diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional seharusnya memberikan perlindungan serta kepastian hukum bagi pemiliknya.

Namun ia mengakui bahwa persoalan serupa tidak hanya terjadi di Kota Jambi, tetapi juga ditemukan di sejumlah daerah lain di Indonesia, terutama terkait klaim aset oleh instansi pemerintah maupun badan usaha milik negara.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ATR/BPN mendukung upaya penyelesaian secara terpadu melalui koordinasi lintas lembaga.

Langkah yang akan dilakukan adalah membentuk tim terpadu yang melibatkan DPRD Kota Jambi, Kementerian Keuangan melalui DJKN, ATR/BPN, PT Pertamina, serta pemerintah daerah.

Tim tersebut nantinya akan melakukan verifikasi lapangan dan penelitian dokumen terkait batas-batas lahan yang diklaim sebagai Barang Milik Negara yang berasal dari aset eks Pertamina.

Hasil verifikasi tersebut kemudian akan digunakan untuk menentukan titik koordinat lahan serta menyusun peta aset negara yang berada di kawasan tersebut.

Selanjutnya hasil verifikasi akan disampaikan kepada pimpinan lembaga terkait untuk mendapatkan kebijakan penyelesaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dirjen Iljas Tedjo juga mengapresiasi langkah yang diambil oleh Pansus DPRD Kota Jambi yang aktif melakukan koordinasi dengan berbagai kementerian untuk mencari solusi bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pansus Zona Merah DPRD Kota Jambi Muhili Amin menyampaikan bahwa dukungan dari ATR/BPN memberikan harapan baru bagi masyarakat yang terdampak.

Ia mengatakan pembentukan tim terpadu diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk menemukan solusi yang memberikan kepastian hukum bagi warga.

Menurutnya, Pansus DPRD Kota Jambi akan terus memperjuangkan penyelesaian masalah tersebut hingga masyarakat mendapatkan kejelasan status atas tanah yang mereka miliki.(*)




Jelang Idul Fitri 2026, Polda Jambi Matangkan Operasi Ketupat untuk Antisipasi Lonjakan Pemudik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepolisian Daerah Jambi menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mempersiapkan pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri melalui Operasi Ketupat 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Siginjai Polda Jambi, Jumat (6/3/2026).

Rapat koordinasi dipimpin langsung Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar, dan dihadiri berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, serta jajaran pejabat utama Polda Jambi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Wakapolda Jambi Brigjen Pol B. Ali, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Jannus Parlindungan Siregar, perwakilan Korem 042/Gapu, Dandenpom II/2 Jambi, serta sejumlah pimpinan instansi dan kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

Dalam arahannya, Kapolda Jambi menegaskan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus menyusun langkah antisipatif menghadapi berbagai potensi gangguan selama bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, perayaan Idul Fitri tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga memicu lonjakan mobilitas masyarakat, terutama saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kapolda menilai peningkatan aktivitas masyarakat tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan lalu lintas, kecelakaan, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, ia juga menyoroti kemungkinan munculnya persoalan lain seperti kelangkaan bahan bakar minyak serta meningkatnya tindak kejahatan konvensional seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

Ia menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama Ramadhan hingga aktivitas kembali normal setelah Lebaran.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan sarana transportasi guna memastikan perjalanan masyarakat selama mudik berjalan aman dan lancar.

Menurutnya, aspek keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan arus mudik Lebaran.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak mengantisipasi faktor cuaca dan kondisi iklim yang berpotensi mempengaruhi kelancaran lalu lintas serta keselamatan pemudik.

Di sisi lain, perwakilan Korem 042/Gapu melalui Kasiops Kolonel Inf Wahyu Alfian Arisandi menyatakan komitmen TNI untuk mendukung penuh pengamanan Operasi Ketupat 2026 bersama Polri.

Dukungan tersebut mencakup patroli keamanan serta pengamanan jalur transportasi yang diperkirakan menjadi titik utama arus mudik di wilayah Jambi.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga dipaparkan berbagai kesiapan teknis dari sejumlah instansi terkait, seperti Dinas PUPR Provinsi Jambi, Dinas Perhubungan, Kanwil Kementerian Agama, Pertamina Jambi, serta BMKG.

Selain itu, jajaran internal Polda Jambi seperti Direktorat Intelkam, Direktorat Lalu Lintas, dan Biro Operasi juga menyampaikan rencana pengamanan yang akan diterapkan selama Operasi Ketupat 2026.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral ini merupakan langkah awal dalam memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, sinergi antarinstansi sangat penting untuk memastikan pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri di wilayah Jambi dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.(*)