Tujuh Unsur Forkopimda Terima Gelar Adat Melayu Jambi, Ini Pesan Gubernur Al Haris

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menegaskan bahwa pemberian gelar adat kepada tujuh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi merupakan bentuk penghargaan sekaligus pengakuan sebagai bagian dari masyarakat adat Melayu Jambi.

Penganugerahan gelar adat tersebut berlangsung di Balairungsari LAM Jambi, Rabu (21/1/2026) pagi.

Prosesi ini menjadi simbol penghormatan adat yang disesuaikan dengan karakter, kebiasaan, dan keahlian masing-masing penerima gelar, disertai harapan dan doa sesuai makna gelar yang diberikan.

Acara diawali dengan pembacaan penganugerahan gelar oleh Ketua LAM Provinsi Jambi, Datuk Hasan Basri Agus. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyematan pin, pemasangan selempang, dan Gordon.

Selanjutnya dilakukan kata penyisipan serta penyerahan keris oleh Gubernur Jambi Al Haris selaku Pembina LAM Jambi, serta penyerahan Piagam Gelar Adat dan Buku Pokok Adat Melayu Jambi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah oleh Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani. Acara juga diisi dengan prosesi tepuk tawar dan pengumuman adat.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa pemberian gelar adat tersebut telah melalui proses dan pertimbangan panjang sesuai ketentuan yang berlaku di LAM Jambi.

Gelar diberikan kepada sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki ketulusan, kapasitas, dan dedikasi dalam membina masyarakat, adat, dan budaya di Provinsi Jambi.

“Alhamdulillah pada siang yang penuh berkah ini kita menyaksikan pemberian gelar kepada unsur Forkopimda yang sehari-hari juga berperan sebagai pembina Lembaga Adat Melayu Jambi. Gelar ini menunjukkan betapa LAM Jambi memuliakan para pembinanya sesuai peran dan jabatan masing-masing,” ujar Al Haris.

Gubernur berharap momentum penganugerahan gelar adat ini semakin memperkuat falsafah dan kearifan lokal Melayu Jambi yang dikenal dengan prinsip adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah, serta syara’ mengato adat memakai sebagai pedoman kehidupan masyarakat.

“Melalui sinergi bersama, nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi pemersatu dan mendukung pembangunan daerah. Kepada unsur Forkopimda yang menerima gelar adat, semoga semakin mempererat hubungan emosional dan silaturahmi dengan masyarakat adat dan Pemerintah Provinsi Jambi,” harapnya.

Selain itu, Al Haris juga mengajak seluruh unsur Forkopimda untuk terus berkontribusi dalam memberikan sumbangan pemikiran, saran, serta dedikasi dalam melestarikan dan mengembangkan nilai adat istiadat serta kearifan lokal di Provinsi Jambi.

Sementara itu, Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Hasan Basri Agus menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat bukan sekadar seremonial, melainkan mengandung amanah dan tanggung jawab moral.

“Yang menerima gelar harus menjadi teladan. Penganugerahan ini bukan hanya sah secara adat, tetapi juga memiliki legitimasi hukum karena telah diatur dalam ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ia berharap penganugerahan ini semakin memperkokoh kolaborasi antara unsur adat dan negara dalam menjaga keharmonisan sosial masyarakat Jambi.

Khusus pemberian gelar kehormatan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, Datuk HBA menyebutnya sebagai penghargaan atas peran, loyalitas, dan kontribusinya dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah.(*)




Respons Cepat Damkartan Kota Jambi, Kebakaran Enam Kios Berhasil Dipadamkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi bergerak cepat menangani kebakaran yang melanda deretan kios di Jalan H Adam Malik, RT 37, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Rabu (21/1/2026) siang.

Kebakaran yang menghanguskan enam unit kios tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.42 WIB. Petugas Damkartan langsung bergerak menuju lokasi hanya empat menit setelah laporan diterima dan tiba di tempat kejadian dalam waktu 11 menit dari Mako Damkartan.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan respons cepat dilakukan begitu laporan masuk melalui layanan darurat.

“Begitu laporan kami terima, seluruh personel langsung bergerak. Total ada 120 personel yang kami turunkan dengan 11 armada, terdiri dari armada komando, armada tempur, dan armada suplai,” ujar Mustari.

Objek yang terbakar meliputi tiga kios pakaian, satu kios kelontong, satu kios nasi uduk, dan satu kios nasi goreng. Sedikitnya enam kepala keluarga dengan total 20 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.

Dalam operasi pemadaman, Damkartan Kota Jambi mengerahkan Pleton III Mako, seluruh Pos Pemadam Kebakaran Kota Jambi, serta personel Latihan Gabungan dari Muaro Jambi.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama sekitar satu jam 30 menit dengan total penggunaan air mencapai 64.000 liter.

Mustari mengungkapkan, salah satu kendala di lapangan adalah kemacetan lalu lintas dan banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian.

“Akses menuju lokasi sempat terhambat karena kemacetan dan warga yang berkerumun. Namun hal tersebut bisa kami atasi, sehingga pemadaman tetap berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Selain melakukan pemadaman, Damkartan juga melakukan evakuasi korban. Berdasarkan laporan di lokasi, terdapat satu orang yang terjebak di dalam bangunan saat kebakaran terjadi.

“Petugas kami langsung menggunakan baju tahan api untuk melakukan evakuasi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, posisi telungkup di depan pintu kamar mandi,” kata Mustari.

Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans PSC 119 dan dibawa ke RS Bhayangkara Jambi setelah Damkartan berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan.

Terkait penyebab kebakaran, Mustari menyebutkan dugaan sementara berasal dari kebocoran dan ledakan tabung gas.

“Indikasi awal diduga dari kebocoran dan ledakan tabung gas. Namun penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh proses penanganan kebakaran dilakukan sesuai prosedur tetap Damkartan dengan prinsip 5T, yakni Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas.

“Keselamatan warga dan petugas menjadi prioritas utama kami. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam penggunaan tabung gas, terutama di kawasan padat penduduk,” pungkas Mustari.

Seluruh personel Damkartan kembali ke mako dan pos masing-masing pada pukul 16.30 WIB setelah memastikan kondisi lokasi benar-benar aman.(*)




Kebakaran Kios di Jalan Adam Malik Jambi, Satu Orang Tewas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran hebat melanda deretan kios di Jalan Adam Malik, Beringin, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Rabu (21/1/2026) siang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.45 WIB itu menghanguskan sedikitnya lima bangunan dan menewaskan satu orang warga.

Kebakaran terjadi di kawasan padat aktivitas, tepat di pinggir jalan utama dekat Masjid Saadatutdarain. Api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain, sehingga membuat warga sekitar panik.

Selain kios pakaian, api juga melalap toko kelontong, kios gorengan nasi uduk, kios nasi goreng, serta sebuah rumah warga.

Total sedikitnya lima unit bangunan terdampak dalam insiden tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi mengerahkan 11 unit armada ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam hingga api berhasil dikendalikan.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, membenarkan adanya satu korban meninggal dunia.

“Korban satu orang meninggal dunia. Saat kejadian, korban berada di dalam kamar mandi dan terjebak saat api mulai membesar. Korban ditemukan di depan kamar mandi dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara,” ujarnya.

Menurut Mustari, dugaan sementara kebakaran dipicu ledakan tabung gas, diduga berasal dari kios nasi goreng. Namun, penyebab pasti masih dalam tahap penyelidikan.

“Indikasi awal ada ledakan tabung gas dari kios nasi goreng. Dugaan awal memang ada ledakan, tapi masih kami investigasi,” jelasnya.

Sebelumnya, warga sekitar juga mengaku mendengar suara ledakan sebelum api membesar.

Hingga sore hari, petugas masih melakukan pendinginan dan pengamanan lokasi, sementara arus lalu lintas di Jalan Adam Malik sempat tersendat.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan tabung gas, khususnya di kawasan padat penduduk dan pertokoan, guna mencegah kejadian serupa terulang.(*)




Gubernur Jambi Serukan Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam sepanjang tahun 2026.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi yang memperkirakan musim hujan akan terjadi lebih dari satu periode.

Menurut Al Haris, berdasarkan informasi BMKG, musim hujan diperkirakan berlangsung pada Januari dan kembali terjadi pada April 2026.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.

“BMKG memprediksi Januari masuk musim hujan, dan April nanti kembali terjadi musim hujan,” ujar Al Haris.

Menghadapi kondisi tersebut, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Upaya sederhana seperti menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga kawasan rawan longsor dinilai penting untuk meminimalkan dampak bencana.

Selain banjir dan longsor, Al Haris juga menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hampir setiap tahun melanda Jambi.

Terutama saat musim kemarau. Ia menekankan bahwa, persoalan bencana tidak bisa ditangani pemerintah saja, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Setiap tahun kita menghadapi karhutla, banjir, dan berbagai bencana lainnya. Ini butuh rasa persatuan dan kepedulian bersama. Jambi ini kampung kita, jadi harus kita jaga bersama-sama,” tegasnya.

Al Haris berharap tahun 2026 dapat dilalui tanpa bencana besar dan Provinsi Jambi tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

Ia menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh keamanan, ketertiban, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Pembangunan bukan hanya soal fisik, tapi juga keamanan dan ketertiban. Mari kita jaga lingkungan dan situasi sosial agar Jambi tetap aman,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, kondisi sosial yang kondusif menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi.(*)




BPBD Kota Jambi: TMA Tanggo Rajo Jambi Masih Aman, Tapi Waspada Fluktuasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketinggian muka air Sungai Batanghari di Kota Jambi terus menjadi perhatian menyusul fluktuasi debit air di sejumlah wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari.

Berdasarkan hasil pengamatan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI pada Kamis, 1 Januari 2026, tercatat kondisi tinggi muka air (TMA) bervariasi di puluhan titik pantau.

Dari total 43 Pos Duga Air (PDA) yang tersebar di Wilayah Sungai Batanghari, terdapat empat lokasi yang mengalami kenaikan TMA kumulatif signifikan, dengan kenaikan lebih dari satu meter.

Sementara itu, sebagian besar titik pantau justru menunjukkan tren penurunan muka air.

Secara keseluruhan, fluktuasi TMA pada hari ini tercatat di 36 titik pantau, dengan rincian 10 lokasi mengalami kenaikan, 5 lokasi dalam kondisi stabil, dan 21 lokasi mengalami penurunan.

Namun demikian, terdapat beberapa daerah yang sudah mencapai batas Muka Air Banjir, yakni Rimbo Bujang, Kotoboyo, dan Teluk Kuali.

Khusus di Sungai Batanghari wilayah Kota Jambi, hasil pengamatan di Pos Pantau Tanggo Rajo menunjukkan tinggi muka air berada di angka 12,84 meter.

Angka tersebut masih di bawah batas elevasi Siaga III, yaitu 13,87 meter, dengan selisih sekitar 1,03 meter.

Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan bahwa kondisi ini masih tergolong aman.

Namun masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca dan kenaikan debit air secara tiba-tiba.

“Ketinggian muka air di Tanggo Rajo saat ini masih berada di bawah status Siaga III. Meski demikian, kami dari BPBD Kota Jambi terus melakukan pemantauan intensif dan mengimbau masyarakat,” kata dia.

“Khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Batanghari, agar tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujar Doni Sumatriadi.

Ia menambahkan, BPBD Kota Jambi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan apabila terjadi peningkatan muka air dalam beberapa hari ke depan.

Terutama mengingat masih adanya empat lokasi yang belum menyampaikan data dan enam lokasi dengan data tidak lengkap.(*)




Tembok RS Arafah Roboh! Ini Kisah Korban yang Rumahnya Tertimpa Runtuhan Tembok

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Jambi pada Senin sore (2/12/2025) menyebabkan tembok belakang Rumah Sakit Arafah roboh, menimpa dua rumah warga di RT 10, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin.

Salah satu warga korban, Wardianti, menceritakan detik-detik menegangkan saat tembok ambruk menimpa rumahnya.

“Sekitar magrib saya sedang duduk-duduk di rumah, tiba-tiba terdengar suara seperti seng jatuh. Awalnya saya kira ada orang memanjat atau sedang berkelahi,” kata dia.

“Tapi saat membuka jendela, tembok rumah sakit sudah jebol dan menimpa rumah kami,” ujar Wardianti.

Meski tidak ada korban jiwa atau luka serius, Wardianti mengaku sempat mengalami trauma akibat insiden tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi jelas kami kaget dan sempat syok. Kami langsung dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan mendapatkan bantuan,” tambahnya.

Wardianti menambahkan bahwa, seluruh keluarga kini mendapatkan kontrakan sementara, bantuan logistik, dan pengawasan keamanan, berkat tanggung jawab cepat pihak RS Arafah.

“Harapan saya rumah cepat diperbaiki. Pihak rumah sakit sudah menyanggupi, jadi kami merasa aman sekarang. Semua sudah tertangani dengan baik,” pungkasnya.

Insiden ini menimpa dua rumah, yaitu satu rumah permanen berisi satu KK dan satu rumah non permanen (bedeng dua pintu) yang dihuni dua KK, dengan total 11 jiwa terdampak.

Pihak RS Arafah dan BPBD Kota Jambi langsung turun untuk melakukan evakuasi, menyediakan tempat tinggal sementara, serta menyiapkan perbaikan rumah dan alat berat.

BPBD Kota Jambi juga mengimbau warga di sekitar lokasi agar tetap waspada karena potensi longsor susulan masih ada akibat struktur bangunan yang sebagian berdiri di timbunan tanpa balok atau sloof.(*)




Tembok RS Arafah Roboh, Manajemen Rumah Sakit Pastikan Semua Korban Ditangani

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pihak Rumah Sakit Arafah memberikan penjelasan resmi terkait robohnya tembok belakang rumah sakit yang menimpa dua rumah warga di RT 10, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, pada Senin (1/12/2025) sore.

Wakil Direktur/Bagian Umum dr. Liza, didampingi Direktur RS Arafah dr. Dian Fitri Rosetikarani, memastikan bahwa pihak rumah sakit bergerak cepat sejak pertama kali mengetahui insiden tersebut.

Menurut dr. Liza, pihak rumah sakit baru mengetahui kejadian itu tidak lama setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Sekitar pukul enam sore kami mengetahui ada bagian pagar yang roboh. Saat itu area parkir dan drainase belakang sedang tergenang banjir,” ungkapnya.

“Petugas rumah sakit sedang mengecek aliran air ketika terdengar suara ambruk,” jelasnya.

Begitu mengetahui tembok rubuh dan mengenai rumah warga, tim RS Arafah langsung mengevakuasi para korban.

“Prioritas kami adalah memastikan tidak ada korban jiwa. Ada warga yang mengalami syok sehingga langsung kami bawa ke UGD untuk pemeriksaan dan penanganan awal,” bebernya.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar dr. Liza.

Direktur RS Arafah, dr. Dian Fitri Rosetikarani, menegaskan bahwa pihak rumah sakit bertanggung jawab penuh terhadap kondisi warga terdampak.

“Karena rumah mereka tidak lagi dapat ditempati, kami mencarikan kontrakan sementara untuk seluruh keluarga korban,” kata dia.

“Kebutuhan pangan dan kebutuhan harian juga kami bantu. Selain itu, kami menugaskan petugas keamanan untuk menjaga rumah mereka,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh kerusakan pada rumah warga akan diperbaiki sepenuhnya oleh RS Arafah.

“Semua kerusakan akan kami tanggung. Fokus kami adalah memastikan warga merasa aman, terbantu, dan tidak dibiarkan menghadapi situasi ini sendirian,” tutup dr. Dian.(*)




Mobil Tangki Ikut Terbakar! Si Jago Merah Lahap Diduga Gudang Minyak Ilegal di Bagan Pete

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran hebat terjadi di sebuah lokasi yang diduga menjadi gudang penampungan minyak ilegal di Jalan Pazero, RT 11, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Kamis (20/11/2025) malam.

Satu unit mobil tangki BBM milik PT Putra Mauli Energi ludes terbakar, sementara satu orang ditemukan tewas dalam kondisi hangus.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, yang memimpin langsung proses pemadaman, mengatakan bahwa tim menerima laporan kebakaran pada pukul 19.56 WIB.

Dalam waktu dua menit, regu sudah bergerak menuju lokasi dan tiba 14 menit kemudian.

“Begitu sampai, api sudah membesar dan mengenai satu unit mobil tangki. Ada juga tiga drum berisi BBM yang berpotensi meledak, sehingga kami harus bekerja ekstra hati-hati,” ujar Mustari Affandy.

Sebanyak 45 personel Damkartan serta 6 unit armada dikerahkan. Kondisi lapangan cukup menyulitkan karena akses masuk sempit, jalan licin dan bergelombang, serta minim penerangan.

Tim damkar juga melakukan penyemprotan menggunakan liquid foam untuk meredam api yang membakar mobil tangki tersebut.

Tim juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian setelah menemukan seorang korban meninggal dunia yang tertimpa seng dan terbakar di dekat ban belakang kendaraan.

Korban kemudian dievakuasi oleh Tim Inafis ke Rumah Sakit Bhayangkara.

PLN Kota Jambi turut memutus aliran listrik di sekitar lokasi guna mencegah risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran lebih besar.

Proses pemadaman berlangsung selama 1 jam 30 menit, dan api berhasil dikuasai tanpa merambat ke bangunan lain. Total air yang digunakan sekitar 10.000 liter.

“Pemadaman berlangsung aman dan tidak ada penyebaran api. Untuk penyebab kejadian, kami masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian,” tambah Mustari.

Hingga kini, identitas korban meninggal dunia belum diketahui. Sementara itu, dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan gudang minyak ilegal masih didalami oleh pihak berwenang.(*)

View this post on Instagram

Shared post on




Bidhumas Polda Jambi Latih Personel, Kuasai Fotografi dan Editing Digital

Category: Hukum

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jambi menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu (SPIT) serta pelatihan fotografi dan editing foto-video bagi operator Humas Polres dan satker jajaran, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran humas sebagai garda terdepan penyampaian informasi Polri kepada masyarakat.

Menurutnya, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam mengelola informasi dan publikasi secara profesional di era digital.

“Teknologi informasi berkembang sangat cepat. Personel Humas dituntut untuk mampu menyesuaikan diri, tidak hanya menulis berita, tetapi juga mengelola konten visual seperti foto dan video yang komunikatif serta edukatif,” ujar Kombes Pol Mulia Prianto.

Bimtek ini menghadirkan materi teknis tentang pengoperasian Sistem SPIT, teknik dasar fotografi dokumentasi kegiatan kepolisian, serta proses editing konten publikasi yang berkualitas.

Para peserta juga mendapat sesi praktik langsung untuk mengasah kemampuan secara aplikatif.

Kabid Humas berharap kegiatan ini dapat mendorong jajaran Humas Polda Jambi menghasilkan produk informasi yang profesional, responsif, dan relevan dengan kebutuhan publik.

“Fotografi dan video editing bukan sekadar dokumentasi, tetapi bahasa visual yang kuat untuk membangun kepercayaan publik kepada Polri. Kemampuan ini harus terus diasah,” tegasnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Bidhumas Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas komunikasi publik Polri agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan media digital.(*)




Siapkan Dapur Umum Selama 7 Hari, Pasca Kebakaran Eks Lokalisasi Pucuk Kota Jambi

Category: Sepucuk Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pasca kebakaran hebat yang melanda kawasan eks Lokalisasi Pucuk, Kelurahan Rawa Sari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi pada Jumat (31/10/2025), pemerintah setempat langsung menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak.

Lurah Rawa Sari, Repulis, mengatakan dapur umum ini akan disiagakan selama kurang lebih tujuh hari untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban yang rumahnya hangus terbakar.

“Insya Allah sampai Jumat mendatang dapur umum ini tetap beroperasi untuk melayani warga yang terdampak kebakaran,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).

Repulis menambahkan, kelurahan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Dinas Sosial, Tagana, dan BPBD Kota Jambi untuk memastikan bantuan logistik, pakaian, serta perlengkapan tidur korban dapat terpenuhi dengan baik.

“Selain makanan siap saji, kami juga mendata kebutuhan penting lainnya seperti pakaian layak pakai dan selimut,” tambahnya.

Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi pada Jumat siang sekitar pukul 14.26 WIB, menghanguskan 12 rumah warga di kawasan padat penduduk itu.

Dari jumlah tersebut, 9 rumah rusak berat dan 3 rumah rusak ringan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, menjelaskan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari pendingin ruangan (AC) di salah satu rumah warga.

“Begitu laporan masuk, tim Damkar dari Pos Alam Barajo langsung bergerak dan tiba di lokasi hanya empat menit setelah laporan diterima. Kami menurunkan 80 personel dan 12 armada pemadam,” ungkap Mustari.

Api berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar tiga jam setengah setelah menghadapi berbagai kendala seperti akses jalan sempit dan padatnya permukiman.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas bekerja keras agar api tidak merembet ke rumah lain,” ujarnya.

Selain petugas Damkar, unsur gabungan dari PSC 119, PLN, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, dan kepolisian ikut membantu proses pemadaman dan evakuasi.

Hingga kini, total kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Mustari mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah kebakaran serupa.

“Kebakaran bisa terjadi kapan saja. Pastikan kabel dan stop kontak aman, serta segera laporkan bila terjadi insiden,” tegasnya.(*)