Cek di Sini Informasi Lengkap Jadwal Penerbangan Keluar dari Jambi, 22 September 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi masyarakat yang akan bepergian melalui Bandar Udara Sultan Thaha Jambi (DJB), terdapat sembilan jadwal penerbangan keberangkatan pada Selasa, 22 September 2026.

Dari sembilan penerbangan tersebut, delapan penerbangan melayani rute Jakarta (CGK).

Sementara satu penerbangan masing-masing tersedia untuk tujuan Kualanamu, Medan (KNO), dan Batam (BTH).

Rangkaian penerbangan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan berlanjut hingga penerbangan terakhir pada pukul 17.30 WIB.

Berikut jadwal lengkap keberangkatan pesawat dari Bandara Sultan Thaha Jambi:

Jadwal Penerbangan Pagi

06.00 WIB – Batik Air ID 6807

Penerbangan pertama dijadwalkan berangkat menuju Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).

07.55 WIB – Batik Air ID 6879

Pesawat berikutnya melayani rute Jambi menuju Kualanamu, Medan (KNO). Ini menjadi satu-satunya jadwal keberangkatan dari Jambi menuju Kualanamu pada hari tersebut.

09.00 WIB – Super Air Jet IU 974

Super Air Jet dijadwalkan terbang menuju Batam (BTH), memberikan pilihan konektivitas dari Jambi menuju Kepulauan Riau.

Tiga Penerbangan Berdekatan Menjelang Siang

Memasuki rentang waktu menjelang siang, jadwal penerbangan dari Bandara Sultan Thaha cukup rapat.

10.55 WIB – Citilink QG 961

Tujuan Jakarta (CGK).

11.00 WIB – Batik Air ID 6805

Lima menit setelah Citilink, Batik Air dijadwalkan berangkat menuju Jakarta.

11.10 WIB – Garuda Indonesia GA 127

Garuda Indonesia kemudian dijadwalkan lepas landas menuju Jakarta pada pukul 11.10 WIB.

Artinya, terdapat tiga jadwal keberangkatan menuju Jakarta hanya dalam rentang 15 menit, mulai pukul 10.55 hingga 11.10 WIB.

Jadwal Penerbangan Sore

Pilihan penerbangan menuju Jakarta kembali tersedia pada sore hari.

14.55 WIB – Garuda Indonesia GA 129

Garuda Indonesia dijadwalkan melayani penerbangan dari Jambi menuju Jakarta.

16.00 WIB – Super Air Jet IU 841

Berikutnya, Super Air Jet dijadwalkan berangkat menuju Jakarta.

17.30 WIB – Citilink QG 965

Citilink menjadi maskapai yang dijadwalkan melayani keberangkatan terakhir dari Bandara Sultan Thaha pada pukul 17.30 WIB, dengan tujuan Jakarta.

Jakarta Mendominasi Rute Penerbangan dari Jambi

Dari sembilan jadwal keberangkatan tersebut, Jakarta menjadi tujuan yang paling banyak tersedia.

Total terdapat delapan penerbangan Jambi-Jakarta yang dilayani empat maskapai, yakni:

  • Batik Air: 3 penerbangan

  • Garuda Indonesia: 2 penerbangan

  • Citilink: 2 penerbangan

  • Super Air Jet: 1 penerbangan

Sementara itu, rute non-Jakarta terdiri atas:

  • Jambi–Kualanamu: 1 penerbangan Batik Air

  • Jambi–Batam: 1 penerbangan Super Air Jet

Dengan demikian, masyarakat yang hendak terbang dari Jambi menuju Jakarta memiliki pilihan penerbangan mulai pagi hingga sore.

Penumpang Diminta Perhatikan Waktu Keberangkatan

Penumpang disarankan memperhitungkan waktu perjalanan menuju bandara dan proses sebelum keberangkatan, terutama pada jadwal pagi serta rentang 10.55–11.10 WIB yang memiliki tiga penerbangan berdekatan.

Informasi jadwal penerbangan juga dapat berubah sesuai kondisi operasional.

Karena itu, calon penumpang sebaiknya melakukan pengecekan kembali status penerbangan dan informasi terbaru dari maskapai maupun pengelola Bandara Sultan Thaha sebelum berangkat.

Kode bandara:

  • DJB: Bandar Udara Sultan Thaha Jambi

  • CGK: Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta

  • KNO: Bandara Internasional Kualanamu Medan

  • BTH: Bandara Internasional Hang Nadim Batam.(*)




Warga 8 Kecamatan Kota Jambi Terdampak, Debit Air Tirta Mayang Dipangkas 10 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelanggan Perumda Tirta Mayang Kota Jambi perlu bersiap menghadapi penyesuaian distribusi air.

Kondisi ini terjadi setelah kekeruhan air baku Sungai Batanghari meningkat sejak Minggu, 20 September 2026.

Dampak kondisi tersebut dirasakan pada operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni 2 dan Tanjung Sari.

Untuk menjaga kualitas air hasil pengolahan sekaligus mempertahankan kestabilan sistem, Perumda Tirta Mayang melakukan pengurangan debit distribusi pengaliran sebesar 10 persen.

Penyesuaian tersebut dapat berdampak terhadap kelancaran aliran air pelanggan di sejumlah wilayah Kota Jambi.

8 Kecamatan Terdampak

Perumda Tirta Mayang menyebut pengurangan debit distribusi tersebut berdampak pada pelanggan di delapan kecamatan.

Wilayah yang masuk dalam area terdampak yakni:

  • Paal Merah

  • Jambi Timur

  • Jambi Selatan

  • Kota Baru

  • Jelutung

  • Alam Barajo

  • Danau Sipin

  • Telanaipura

Sejumlah kelurahan di masing-masing kecamatan tersebut berpotensi mengalami dampak penyesuaian distribusi.

Kondisi di lapangan dapat berupa debit air yang berkurang hingga aliran air yang tidak mengalir, tergantung kondisi jaringan dan perkembangan operasional pengolahan.

Tirta Mayang Pantau Kondisi Sungai Batanghari

Perumda Tirta Mayang menyatakan terus memantau kondisi air baku Sungai Batanghari serta proses pengolahan di instalasi terkait.

Penyesuaian operasional akan dilakukan mengikuti perkembangan kondisi air baku di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar proses pengolahan tetap berjalan sekaligus mempertahankan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.

Dengan kondisi air baku yang mengalami peningkatan kekeruhan, pelanggan di wilayah terdampak diimbau memperhatikan kondisi aliran air dan menyiapkan kebutuhan air apabila diperlukan.

Air Keruh atau Tidak Mengalir? Laporkan ke Tirta Mayang

Perumda Tirta Mayang menyampaikan permohonan maaf atas gangguan dan ketidaknyamanan yang mungkin dialami pelanggan selama penyesuaian operasional berlangsung.

Pelanggan yang mengalami air keruh atau air tidak mengalir dapat menyampaikan laporan melalui layanan WhatsApp Pengaduan Perumda Tirta Mayang di nomor 0821-2121-9692.

Laporan tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut petugas di lapangan.

Perumda Tirta Mayang memastikan pemantauan terhadap kondisi air baku dan sistem distribusi terus dilakukan hingga kondisi kembali memungkinkan untuk dilakukan penyesuaian operasional berikutnya.(*)




Dari Jok Motor ke Brankas, Polisi Sita 413 Ekstasi dan 192 Diduga Etomidate di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pengungkapan dugaan peredaran narkotika di Kota Jambi berujung pada penyitaan ratusan pil yang diduga ekstasi dan etomidate.

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jambi mengamankan seorang pria berinisial M (45) dalam operasi yang berlangsung di Kecamatan Alam Barajo.

Dalam pengungkapan pada Rabu 16 September 2026 itu, polisi mengamankan total 413 butir diduga ekstasi dan 192 buah diduga etomidate. Barang bukti tersebut ditemukan di dua lokasi berbeda.

M ditangkap sekitar pukul 18.00 WIB di sebuah rumah di kawasan Jalan Lingkar Barat II, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang melalui Kasat Resnarkoba Polresta Jambi, AKP Tito mengatakan, pengungkapan bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi narkotika di kawasan Bagan Pete.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Tim 1 Opsnal Satresnarkoba Polresta Jambi dengan penyelidikan dan pemantauan di lokasi.

Saat melakukan pemantauan, petugas melihat M mengendarai sepeda motor Honda PCX warna merah menuju sebuah rumah.

Polisi kemudian melakukan penangkapan dan penggeledahan. Dari bagian jok sepeda motor, petugas menemukan sejumlah pil yang diduga narkotika jenis ekstasi.

Ratusan pil tersebut terdiri dari:

  • 208 butir diduga ekstasi merek TMT warna merah muda.

  • 166 butir merek Heineken warna cokelat muda.

  • 36 butir merek Kucing warna cokelat muda.

  • 3 butir merek LV warna merah muda-hijau.

Dari temuan tersebut, polisi mengamankan 413 butir diduga ekstasi.

Penyelidikan kemudian dikembangkan. Polisi memperoleh informasi mengenai dugaan penyimpanan etomidate di lokasi lain.

Petugas selanjutnya mendatangi Perumahan Grand Mayang Asri, RT 040, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo.

Di lokasi itu, polisi menemukan sebuah brankas berwarna hitam.

Setelah dilakukan pemeriksaan, di dalamnya ditemukan 142 buah diduga etomidate merek Yakuza warna merah dan 50 buah diduga etomidate merek Ninja warna putih.

Total barang yang diduga etomidate dan diamankan polisi mencapai 192 buah.

Dengan demikian, dalam rangkaian pengungkapan tersebut, polisi menyita 413 butir diduga ekstasi dan 192 buah diduga etomidate.

Selain barang yang diduga narkotika, polisi juga mengamankan sejumlah barang lain yang ditemukan dalam pengungkapan kasus tersebut.

Barang bukti itu meliputi dua timbangan digital, satu toperwer warna putih, satu tas warna cokelat, plastik transparan berukuran besar, lima pack plastik klip bening kosong, satu lakban warna cokelat, satu unit handphone Android, serta satu brankas warna hitam.

M dan seluruh barang bukti selanjutnya dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polresta Jambi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut guna mengungkap lebih jauh dugaan peredaran narkotika yang berkaitan dengan barang bukti yang diamankan.(*)




Kabut Asap dan Krisis Air Bersih, Polresta Jambi Salurkan Bantuan ke Warga Telanaipura

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Persoalan air bersih dan kabut asap menjadi perhatian Polresta Jambi. Di tengah kebutuhan warga yang mendesak, Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. turun langsung memimpin penyaluran air bersih sekaligus membagikan masker gratis kepada masyarakat di Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Kamis 17 September 2026

Bantuan air bersih menyasar warga di Jalan Raden Suhur, Kelurahan Penyengat Rendah.

Air didistribusikan menggunakan kendaraan tangki sehingga warga dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya warga di sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih.

Pada saat yang sama, masyarakat Jambi juga menghadapi persoalan kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dua persoalan tersebut menjadi fokus kegiatan Polresta Jambi kali ini. Bantuan tidak hanya berupa air bersih, tetapi juga perlindungan bagi masyarakat yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap.

Selain mendatangi permukiman warga, jajaran Polresta Jambi membagikan masker secara gratis di kawasan Simpang BI Telanaipura.

Masker diberikan kepada warga yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk pedagang, pelajar, pengendara, serta masyarakat yang melintas.

Kapolresta Jambi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk respons kepolisian terhadap kebutuhan yang dirasakan langsung masyarakat.

“Ketika warga kesulitan air bersih, kami hadir. Ketika warga membutuhkan perlindungan kesehatan dari asap, kami pun hadir,” kata Ananto di sela kegiatan.

Menurutnya, kehadiran polisi tidak berhenti pada aspek keamanan dan ketertiban.

Polri juga berupaya hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut diikuti sejumlah pejabat utama Polresta Jambi, Kepala Pelaksana BPBD Kota Jambi, Camat Telanaipura, serta Lurah Penyengat Rendah.

Kedatangan rombongan Polresta Jambi mendapat sambutan dari masyarakat Penyengat Rendah.

Warga mengaku bantuan air bersih dibutuhkan, terlebih ketika pasokan air mengalami keterbatasan.

Salah seorang warga juga mengapresiasi pembagian masker karena asap masih dirasakan di lingkungan mereka.

“Air memang sangat kami butuhkan, dan masker juga sangat berguna karena asap masih terasa,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan, Kapolresta Jambi menyempatkan diri berinteraksi dengan warga dan mendengarkan sejumlah keluhan yang disampaikan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ananto juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperburuk persoalan karhutla dan kualitas udara.

Warga diminta ikut menjaga lingkungan serta mempertahankan keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.

“Mari kita bersama jaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di Kota Jambi. Karena itu tidak hanya tugas kami, melainkan tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Polresta Jambi juga mengajak masyarakat untuk segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan gangguan keamanan maupun persoalan yang membutuhkan penanganan.

Kegiatan penyaluran air bersih dan pembagian masker tersebut berlangsung tertib.

Selain bantuan langsung, kegiatan ini menjadi sarana bagi jajaran kepolisian untuk berkomunikasi dengan warga dan menyerap persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.(*)




Gegara Asap Tebal, Penerbangan ID 6807 Jambi Tujuan Jakarta Sempat Tertunda Hampir 2 Jam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Penerbangan ID 6807 Maskapai Batik Air dari Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami penundaan pada Rabu 16 September 2026 pagi, setelah kondisi jarak pandang di bandara memburuk.

Pesawat yang dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB itu sempat berada di area parkir pesawat setelah penumpang menyelesaikan proses boarding.

Namun, pada pukul 06.48 WIB, penumpang diminta kembali ke ruang tunggu karena kondisi jarak pandang belum memungkinkan untuk keberangkatan.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, membenarkan adanya penundaan tersebut.

“Penerbangan ID 6807 dengan jadwal keberangkatan pukul 06.00 WIB sempat tertunda karena kondisi jarak pandang memburuk,” kata Ikhsan.

Berdasarkan pemantauan kondisi operasional bandara, jarak pandang tercatat sekitar 900 meter pada pukul 06.30 WIB.

Kondisi tersebut membuat proses keberangkatan harus ditunda sambil menunggu jarak pandang membaik.

Penumpang Sempat Kembali ke Pesawat

Setelah kondisi mulai membaik, penumpang kembali diarahkan menuju pesawat untuk melanjutkan proses keberangkatan.

Pesawat ID 6807 akhirnya dapat diberangkatkan pada pukul 07.55 WIB.

“Setelah menunggu kondisi jarak pandang sedikit membaik, penumpang kembali dimasukkan ke pesawat dan penerbangan akhirnya berangkat pada pukul 07.55 WIB,” ujar Ikhsan.

Jika dibandingkan dengan jadwal awal pukul 06.00 WIB, penerbangan tersebut mengalami keterlambatan sekitar 1 jam 55 menit.

Pihak Bandara Sultan Thaha Jambi menyatakan keputusan penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan aspek keselamatan penerbangan.

Penerbangan kemudian kembali berjalan setelah kondisi jarak pandang dinilai membaik.(*)




Jarak Pandang Turun hingga 1.100 Meter, 5 Penerbangan Bandara Sultan Thaha Ditunda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Jambi. Jarak pandang di Bandara Sultan Thaha, Kota Jambi, turun hingga sekitar 1.100 meter pada Senin 14 September 2026 pagi, sehingga lima penerbangan dari dan menuju bandara tersebut mengalami penundaan.

Kondisi tersebut tercatat sekitar pukul 08.00 WIB. Terbatasnya jarak pandang membuat operasional penerbangan harus disesuaikan dengan aspek keselamatan penerbangan, terutama bagi penumpang dan kru pesawat.

Lima penerbangan yang terdampak masing-masing terdiri dari penerbangan Citilink, Batik Air, Susi Air, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet.

Berikut daftar penerbangan yang mengalami keterlambatan:

  1. Citilink QG 961 dengan tujuan Jakarta (CGK).
  2. Batik Air ID 6805 dengan tujuan Jakarta (CGK).
  3. Susi Air SI 7218 dengan tujuan Jambi? SIQ.
  4. Garuda Indonesia GA 127 dengan tujuan Jakarta (CGK).
  5. Super Air Jet IU 843 dengan tujuan Jakarta (CGK).

Penundaan dilakukan sebagai langkah keselamatan menyusul kondisi jarak pandang yang belum ideal untuk mendukung kelancaran penerbangan.

Gangguan akibat kabut asap tidak berlangsung sepanjang hari.

Memasuki pukul 12.00 WIB, kondisi penerbangan di Bandara Sultan Thaha kembali normal setelah jarak pandang meningkat menjadi sekitar 3.000 meter.

Tim operasional Bandara Sultan Thaha juga melakukan koordinasi dengan maskapai dan sejumlah instansi terkait untuk menangani dampak penundaan terhadap penumpang.

Informasi mengenai jadwal keberangkatan dan kedatangan penerbangan yang terdampak juga terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Sultan Thaha, pihak pengelola mengimbau agar melakukan pengecekan jadwal penerbangan sebelum menuju bandara.

Penumpang juga diminta berkoordinasi langsung dengan maskapai masing-masing untuk memastikan perubahan jadwal, terutama bagi penerbangan yang sebelumnya terdampak kabut asap.

Gangguan penerbangan ini kembali menunjukkan bagaimana kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak langsung terhadap mobilitas udara di Jambi.

Pihak Bandara Sultan Thaha menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran sekaligus keselamatan operasional penerbangan.(*)




12 Penerbangan Mendarat di Jambi Hari Ini, Jakarta Masih Jadi Jalur Utama

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Aktivitas penerbangan menuju Jambi berlangsung dari pagi hingga malam pada Kamis, 10 September 2026.

Bandara Internasional Sultan Thaha mencatat 12 jadwal penerbangan kedatangan dari sejumlah daerah, dengan rute Jakarta menjadi koneksi yang paling dominan.

Data pengelola bandara, Injourney Airports, menunjukkan penerbangan pertama dijadwalkan tiba pada pukul 07.45 WIB. Sementara kedatangan terakhir berlangsung pada pukul 18.40 WIB.

Komposisi penerbangan tersebut memperlihatkan kuatnya peran Jakarta sebagai pintu masuk utama menuju Jambi.

Dari 12 jadwal kedatangan, delapan penerbangan berasal dari Jakarta.

Sejumlah maskapai melayani rute tersebut. Citilink dijadwalkan membawa penumpang dari Jakarta melalui tiga penerbangan, yakni QG 960 yang tiba pukul 09.25 WIB, QG 966 pada 15.15 WIB, dan QG 964 pada 17.00 WIB.

Batik Air memiliki dua jadwal kedatangan, masing-masing ID 6804 pada 10.20 WIB dan ID 6806 pada 18.40 WIB.

Garuda Indonesia juga mengoperasikan dua penerbangan, yakni GA 126 pada 10.25 WIB dan GA 128 pada 13.40 WIB.

Sementara itu, Super Air Jet melengkapi konektivitas Jakarta-Jambi melalui IU 842 yang dijadwalkan tiba pukul 11.25 WIB dan IU 840 pada 15.20 WIB.

Arus kedatangan di Bandara Sultan Thaha tidak hanya berasal dari ibu kota.

Sejumlah penerbangan menghubungkan Jambi dengan wilayah lain, termasuk Kerinci, Dabo Singkep, dan Batam.

Susi Air dijadwalkan membuka aktivitas kedatangan pada pagi hari melalui penerbangan SI 7219 dari Dabo Singkep.

Pesawat tersebut dijadwalkan mendarat pukul 07.45 WIB.

Maskapai yang sama juga melayani rute Kerinci-Jambi melalui SI 7222 dengan jadwal kedatangan pukul 10.25 WIB.

Dari Batam, Super Air Jet mengoperasikan penerbangan IU 973 yang dijadwalkan tiba di Jambi pada pukul 17.30 WIB.

Jika dilihat dari sebaran waktunya, aktivitas kedatangan cukup terkonsentrasi pada pertengahan pagi.

Pukul 10.20 hingga 11.25 WIB menjadi salah satu periode yang perlu diperhatikan karena terdapat beberapa jadwal kedatangan dalam rentang waktu berdekatan.

Kondisi tersebut berpotensi membuat area penjemputan lebih ramai dibandingkan periode lainnya, terutama ketika beberapa penerbangan tiba mendekati jadwal yang sama.

Berikut jadwal penerbangan kedatangan yang tercatat di Bandara Internasional Sultan Thaha pada Kamis, 10 September 2026:

  • 07.45 WIB — Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep
  • 09.25 WIB — Citilink QG 960 dari Jakarta
  • 10.20 WIB — Batik Air ID 6804 dari Jakarta
  • 10.25 WIB — Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta
  • 10.25 WIB — Susi Air SI 7222 dari Kerinci
  • 11.25 WIB — Super Air Jet IU 842 dari Jakarta
  • 13.40 WIB — Garuda Indonesia GA 128 dari Jakarta
  • 15.15 WIB — Citilink QG 966 dari Jakarta
  • 15.20 WIB — Super Air Jet IU 840 dari Jakarta
  • 17.00 WIB — Citilink QG 964 dari Jakarta
  • 17.30 WIB — Super Air Jet IU 973 dari Batam
  • 18.40 WIB — Batik Air ID 6806 dari Jakarta

Dengan pola tersebut, penumpang maupun keluarga yang melakukan penjemputan perlu memperhatikan kemungkinan perubahan jadwal.

Waktu kedatangan aktual dapat berbeda dari jadwal karena faktor cuaca maupun kondisi operasional penerbangan.

Informasi terbaru mengenai status penerbangan dapat dipantau melalui kanal resmi Bandara Sultan Thaha, termasuk akun media sosial @sultanthahaairport.

Bagi masyarakat yang hendak menjemput penumpang, pengecekan status penerbangan secara berkala menjadi langkah penting agar tidak datang terlalu awal maupun terlambat ke bandara.(*)




Bandara Sultan Thaha Jambi Kembali Normal, Cek Jadwal Pesawat Hari Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi kembali berjalan normal pada Kamis 10 September 2026.

Setelah sebelumnya sempat terjadi gangguan pada sejumlah penerbangan, aktivitas keberangkatan hari ini kembali diisi sejumlah maskapai dengan tujuan Jakarta dan beberapa kota lainnya.

Berdasarkan informasi jadwal penerbangan yang tersedia, terdapat sejumlah keberangkatan dari Bandara Sultan Thaha sepanjang pagi hingga sore ini.

Rute Jambi-Jakarta masih menjadi yang paling ramai dibandingkan tujuan lainnya.

Kondisi tersebut menjadi kabar penting bagi calon penumpang yang hari ini memiliki agenda perjalanan dari Jambi.

Pilihan penerbangan menuju Jakarta tersedia sejak pagi hingga sore, sehingga penumpang memiliki beberapa alternatif waktu keberangkatan.

Rute Jakarta mendominasi jadwal penerbangan dari Jambi hari ini.

Batik Air dijadwalkan membuka penerbangan pagi menuju Jakarta melalui ID 6807 pada pukul 06.00 WIB. Setelah itu, Citilink melayani penerbangan QG 961 pada pukul 09.55 WIB.

Batik Air kembali dijadwalkan berangkat menuju Jakarta melalui ID 6805 pada pukul 11.00 WIB.

Sepuluh menit kemudian, Garuda Indonesia melayani penerbangan GA 127 pada pukul 11.10 WIB.

Pada siang hingga sore hari, pilihan penerbangan menuju Jakarta masih tersedia. Garuda Indonesia menjadwalkan GA 129 pada pukul 14.55 WIB, Citilink QG 967 pada pukul 15.45 WIB, dan Super Air Jet IU 841 pada pukul 16.00 WIB.

Dengan pola tersebut, penumpang yang hendak menuju Jakarta tidak hanya memiliki satu pilihan waktu perjalanan. Jadwal tersebar mulai pagi hingga menjelang sore.

Data perjalanan Jambi-Jakarta juga menunjukkan bahwa rute ini memang memiliki frekuensi penerbangan yang relatif tinggi.

Platform perjalanan mencatat sekitar 12 penerbangan harian pada rute Jambi menuju Soekarno-Hatta, meski jadwal aktual dapat berubah mengikuti pengaturan maskapai.

Selain Jakarta, sejumlah penerbangan dari Sultan Thaha hari ini menghubungkan Jambi dengan daerah lain.

Untuk tujuan Batam, Super Air Jet dijadwalkan mengoperasikan IU 974 pada pukul 09.00 WIB dan IU 2974 pada pukul 12.05 WIB.

Sementara itu, masyarakat yang hendak menuju Kerinci dapat memanfaatkan penerbangan Susi Air SI 7223 pada pukul 08.15 WIB.

Rute lainnya adalah Jambi-Dabo Singkep melalui Susi Air SI 7218 yang dijadwalkan berangkat pada pukul 10.55 WIB.

Pola tersebut menunjukkan bahwa aktivitas di Sultan Thaha tidak hanya bergantung pada jalur Jambi-Jakarta.

Penerbangan regional tetap menjadi bagian penting dalam menghubungkan Jambi dengan daerah lain.

Setidaknya lima maskapai tercatat dalam jadwal keberangkatan yang menjadi acuan hari ini, yakni Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Super Air Jet dan Susi Air.

Kembalinya penerbangan ke pola normal menjadi perhatian setelah gangguan operasional sebelumnya sempat memengaruhi perjalanan udara dari Jambi.

Karena jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu, calon penumpang disarankan tidak hanya mengandalkan jadwal yang beredar.

Konfirmasi terakhir melalui maskapai atau kanal resmi Bandara Sultan Thaha tetap diperlukan sebelum menuju bandara.

Bagi penumpang yang melakukan perjalanan hari ini, rentang pagi sampai sore menjadi periode paling sibuk.

Keberangkatan pertama yang tercantum dimulai pukul 06.00 WIB, sedangkan sejumlah penerbangan masih dijadwalkan hingga sore.

Kondisi ini memberi lebih banyak pilihan bagi masyarakat Jambi yang harus melakukan perjalanan ke luar daerah, terutama menuju Jakarta dan Batam.

Namun, penumpang tetap perlu memperhitungkan waktu tempuh menuju bandara, proses check-in, pemeriksaan keamanan, serta kemungkinan perubahan jadwal.

Jadwal ini merupakan informasi untuk Kamis, 10 September 2026. Perubahan waktu keberangkatan dapat terjadi karena faktor operasional, cuaca maupun kebijakan maskapai.(*)




ISPU Kota Jambi Tembus 204, Sekolah Bisa Diliburkan Hari Ini? Berikut Penjelasan Walikota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kualitas udara di Kota Jambi memburuk drastis pada Senin 24 Agustus 2026 pagi.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan Paal Lima tercatat mencapai 204, dengan parameter PM2.5 menjadi pencemar kritis.

Angka tersebut sudah masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jambi karena terjadi di tengah kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah kawasan dan dugaan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi.

Lonjakan kualitas udara tersebut cukup signifikan jika dibandingkan sehari sebelumnya.

Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan, ISPU Kota Jambi pada Minggu 23 Agustus 2026 masih berada di angka 123. Namun, pada Senin pagi angkanya melonjak hingga menembus 200.

“Untuk saat ini Pemerintah Kota Jambi selalu memonitor setiap jam kondisi udara di Kota Jambi,” ujar Maulana saat diwawancarai, Senin.

Memburuknya kualitas udara membuat Pemerintah Kota Jambi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) harus segera menentukan langkah.

Rapat koordinasi dijadwalkan berlangsung Senin siang dengan salah satu agenda utama membahas dampak kabut asap dan tingginya pencemaran udara terhadap aktivitas masyarakat.

Salah satu opsi yang akan dibahas adalah kemungkinan meliburkan siswa sekolah.

“Nanti kita rapat sama Forkopimda, apakah akan diliburkan bagi anak-anak sekolah. Itu nanti keputusan rapat koordinasi,” kata Maulana.

Artinya, hingga Senin pagi belum ada keputusan final mengenai penghentian sementara kegiatan belajar mengajar. Kebijakan tersebut masih menunggu hasil rapat bersama Forkopimda.

Maulana mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara dari waktu ke waktu.

Pemantauan tersebut diperlukan karena kondisi udara dapat berubah seiring dengan pergerakan asap dan perkembangan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Menurutnya, asap dari luar wilayah Kota Jambi turut memberikan dampak terhadap kualitas udara.

Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mempertimbangkan berbagai langkah untuk melindungi masyarakat.

Terutama anak-anak yang beraktivitas di lingkungan sekolah serta kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

Rapat Forkopimda tidak hanya akan membahas persoalan kabut asap dan kualitas udara.

Maulana menyebut sejumlah persoalan lain di Kota Jambi juga masuk dalam pembahasan, termasuk ketersediaan udara bersih serta persoalan kenakalan remaja.

Namun, dengan ISPU yang telah menembus angka 204, persoalan kualitas udara menjadi salah satu isu yang membutuhkan perhatian segera.

Pemerintah perlu memastikan apakah aktivitas masyarakat masih dapat berjalan normal atau membutuhkan pembatasan tertentu apabila kondisi udara terus memburuk.

Kenaikan ISPU dari 123 pada Minggu menjadi 204 pada Senin pagi menunjukkan perubahan kualitas udara yang cukup tajam dalam waktu singkat.

Kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Jambi pun menjadi semakin serius karena bersamaan dengan meningkatnya konsentrasi PM2.5.

Untuk sementara, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin pekat.

Keputusan mengenai kemungkinan meliburkan sekolah dan langkah penanganan lainnya akan ditentukan setelah rapat koordinasi Forkopimda Kota Jambi.

Di saat kabut asap kembali menyelimuti Kota Jambi, angka ISPU justru menembus level sangat tidak sehat.

Kini keputusan pemerintah ditunggu, terutama menyangkut perlindungan anak-anak dan masyarakat dari paparan udara tercemar.(*)




Lagi! Perkelahian Antarpelajar di Kota Jambi Berujung Maut, Ini Pernyataan Pihak Disdik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perkelahian antarpelajar di kawasan Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Telanaipura, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, berujung tragis.

Seorang pelajar berusia 14 tahun meninggal dunia setelah terlibat perkelahian pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban berinisial A.Y.D. (14), pelajar kelas IX SMP Negeri 17 Kota Jambi. Korban diketahui berdomisili di wilayah Kecamatan Telanaipura.

Informasi awal dari kepolisian menyebutkan, insiden tersebut bermula dari perkelahian antara dua pelajar berinisial Z (14) dan M.B.P. (13) di sekitar kawasan dekat Kantor Partai Demokrat.

Di tengah perkelahian itu, A.Y.D. disebut berusaha memisahkan keduanya.

Namun, situasi kemudian berubah. Korban justru disebut meminta berduel dengan M.B.P. hingga keduanya terlibat perkelahian.

Z yang sebelumnya terlibat dalam perkelahian kemudian kembali berupaya memisahkan keduanya.

Setelah perkelahian berhenti, kondisi A.Y.D. tiba-tiba memburuk. Korban mengalami kejang-kejang.

Korban kemudian segera dibawa ke RS Kambang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, berdasarkan keterangan dokter jaga, A.Y.D. dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Menyusul kejadian tersebut, aparat Polsek Telanaipura bergerak melakukan penanganan.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi perkelahian. Polisi juga mendatangi RS Kambang untuk memeriksa kondisi korban dan mengumpulkan informasi terkait kejadian.

Sementara itu, M.B.P. (13) telah diamankan di Polsek Telanaipura.

Pelajar tersebut kini menjalani pemeriksaan untuk membantu polisi mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Polisi masih melakukan penyelidikan. Karena itu, penyebab pasti meninggalnya korban serta detail kejadian sebelum dan sesudah perkelahian masih menunggu hasil penanganan lebih lanjut.

Dinas Pendidikan Kota Jambi turut memberikan perhatian terhadap peristiwa tersebut.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zulafni, mengatakan kejadian berlangsung di luar jam sekolah.

“Kejadian di luar jam sekolah. Kami dari Dinas, Kadis, Kabid, Kasi, Kepsek SMPN 17 dan guru, serta Kepsek MTsN Labor sudah melayat ke rumah duka bersama Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi Bapak Martua Siregar,” ujar Zulafni.

Menurut Zulafni, jajaran Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah juga ikut mendampingi keluarga korban hingga proses pemakaman.

Korban dimakamkan pada Sabtu 22 Agustus 2026.

“Tadi jam 10.00 kami bersama warga, guru dan siswa ikut sampai proses penguburan ananda kita Alfino,” katanya.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan pelajar yang masih berusia 13 dan 14 tahun.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan kronologi perkelahian, pihak-pihak yang terlibat, serta faktor yang berkaitan dengan meninggalnya korban.

SepucukJambi.id akan terus memperbarui informasi kasus ini berdasarkan keterangan resmi kepolisian dan pihak terkait.(*)