Penemuan Mayat di Sungai Buta-Buta, Gegerkan Warga Mendahara Ulu

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga di sekitar perbatasan Kecamatan Mendahara Ulu dan Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur digegerkan oleh penemuan sesosok mayat yang mengapung di sungai, Kamis (8/1/2026) pagi.

Mayat tersebut ditemukan di aliran Sungai Buta-Buta, tepatnya di wilayah perbatasan Desa Sungai Beras, Kecamatan Mendahara Ulu, dan Desa Bhakti Idaman, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan mayat berjenis kelamin belum diketahui ini pertama kali dilaporkan oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar aliran sungai.

Saat melihat tubuh korban mengapung di permukaan air, warga memilih untuk tidak mendekat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Salah seorang warga setempat, Safaruddin, mengatakan hingga saat ini identitas korban belum diketahui. Warga juga belum berani melakukan evakuasi secara mandiri.

“Waktu saya sampai di lokasi, warga sudah mulai ramai. Saya lihat kondisi mayat menghadap ke atas, memakai baju kaos dan celana pendek,” ujar Safaruddin.

Pihak desa bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat telah mengimbau masyarakat agar segera melapor ke kepolisian apabila mengenali ciri-ciri korban atau mengetahui adanya warga yang dilaporkan hilang dalam beberapa waktu terakhir.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel dari Polsek Mendahara Ulu dan Polsek Mendahara langsung menuju lokasi kejadian untuk memastikan kebenaran informasi serta melakukan pengecekan di tempat penemuan mayat.

Hingga berita ini publish, pihak kepolisian masih melakukan penanganan di lokasi.(*)




Polairud Polda Jambi Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak di Pulau Pandan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Personel Ditpolairud Polda Jambi menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat dengan turun langsung memperbaiki jembatan penghubung Kampung Pulau Pandan-Pasar Angso Duo di Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Minggu (07/12/2025).

Meski hari libur, anggota Polairud tetap bahu membahu bersama warga melakukan perbaikan besi jembatan yang rusak, keropos, hingga mengganti bagian yang berpotensi membahayakan pengguna.

Selain perbaikan, proses pengecatan juga dilakukan agar jembatan lebih bersih, estetis, serta memiliki usia pakai lebih panjang.

Direktur Polairud Polda Jambi, Kombes Pol Agus Tri Waluyo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama warga bergotong royong memperbaiki jembatan penyeberangan di RT 31 Pulau Pandan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa, jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat Pulau Pandan untuk menuju Pasar Angso Duo, sehingga perbaikan menjadi prioritas bersama.

“Selain mengganti besi yang rusak dan keropos, kami juga melakukan pengecatan untuk menjaga daya tahan jembatan. Semoga jembatan semakin aman, bersih, dan nyaman digunakan,” tambahnya.

Perbaikan ini diharapkan dapat memberi rasa aman kepada warga yang melintas setiap hari.

Sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan layak.(*)




BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat di Kuala Jambi, Satu Rumah Warga Ludes Terbakar

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID — Suasana tenang di kawasan pesisir Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mendadak berubah mencekam.

Sebuah rumah warga di Kelurahan Kampung Laut dilalap si jago merah pada Jumat malam, 22 Agustus 2025, sekitar pukul 21.30 WIB.

Kobaran api yang membumbung tinggi menerangi kegelapan malam dan memicu kepanikan warga sekitar. Api cepat membesar karena rumah berbahan dasar kayu yang mudah terbakar.

Camat Kuala Jambi, Hermawan, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.

“Kebakaran terjadi di rumah milik M. Hasan yang beralamat di Jalan Kopra, RT 11, RW 03, Kelurahan Kampung Laut,” jelasnya.

Bangunan rumah panggung tersebut berdiri di atas aliran sungai dan terbuat dari material papan, sehingga api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah.

Saat kebakaran terjadi, rumah dalam kondisi kosong karena pemilik sedang keluar untuk berbelanja.

Meski berada di kawasan padat penduduk, rumah tersebut cukup terpisah dari bangunan lain sehingga api tidak merambat ke rumah warga lainnya.

“Tidak ada korban jiwa. Dugaan awal, api berasal dari korsleting listrik,” tambah Hermawan.

Sekitar pukul 22.00 WIB, api berhasil dipadamkan berkat bantuan warga sekitar yang bergotong royong menggunakan peralatan seadanya.

Proses pemadaman juga dibantu oleh petugas pemadam kebakaran dari kecamatan.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan serta mengumpulkan keterangan dari saksi dan barang bukti untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan menghitung jumlah kerugian.(*)